E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
وجه Ø§Ù„ØØ§Ø¬Ø© إلى دراسة البلاغة
المستخلص : "البلاغة هي علم من علوم اللغة العربية، وهي تساعد ÙˆØ¸ÙŠÙØ© اللغة العربية من ناØÙŠØ© جمال عرضها وإدراك معناها، ومناسبة أسلوبها لمقتضى Ø§Ù„ØØ§Ù„ØŒ والبلاغة تدرس ÙÙŠ كثير من المدارس والجامعات والمعاهد الإسلامية، وهي تعتبر من المواد الصعبة ØØªÙ‰ لا ÙŠØØ¨Ù‡Ø§ بعض دارسيها بل بعض مدرسيها. وهذه الظاهرة، تظهر الأسئلة وهي: Ù¡) ما ØÙ‚يقة البلاغة؟ Ù¢) ما العلاقة بينها وبين اللغة العربية؟ Ù£) ما وجه Ø§Ù„ØØ§Ø¬Ø© إلى دراسة البلاغة؟ Ù¤) كي٠طريقة تدريسها؟ ومما وجده الكاتب، أن البلاغة هي علم يختص ÙÙŠ دراسة تألي٠الأساليب العربية ØÙŠØ« كانت مطابقة لمقتضى Ø§Ù„ØØ§Ù„ مع مراعاة الجمال النصي، وهي تساعد اللغة العربية ÙÙŠ طريقة تأدية الكلام الجيد المناسب للمقام. وكش٠معنى النص ومع كونها ذات دور مهم ÙÙŠ التعبير اللغوي Ùيلزم دراستها، ÙÙŠ المدارس والجامعات والمعاهد الإسلامية، بطريقة صائبة ÙˆÙقا بأهدا٠الدراسة مع مراعاة Ø£ØÙˆØ§Ù„ الطلبة والمواد المدروسة.
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU BERAGAMA PESERTA DIDIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH DAN SEKOLAH DASAR DI KOTA MAKASSAR
This study aims to find differences in knowledge, attitudes, and religious behavior of the students at Madrasah Ibtidaiyah and Public Elementary Schools in Makassar. This study was a comparative quantitative on the population of all sixth-grade students. There were 69 students of MI Al Abrar Makassar and 96 students of SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar. The sampling technique used was random sampling techniques by considering homogeneity. The instruments used in data collection were tests, attitude scales, and questionnaires. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics (independent sample t-test). The results showed: (1) There are differences in religious knowledge between students of MI Al-Abrar Makassar and SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar (t-count value of 4.599> t-table = 1.99547); (2) There is no difference in religious attitudes between students of MI Al-Abrar Makassar and SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar (t-count = 1.231 < t-table = 1.99547); (3) There are differences in religious behavior between students of MI Al-Abrar Makassar and SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar (t-count = 2.220> t-table = 1.99547). The results of the study can be considered in making policies for education, teachers, and religious teaching teams to put students' religious attitudes positively.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap, dan perilaku keagamaan siswa di Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar Negeri di Makassar. Penelitian ini merupakan kuantitatif komparatif dengan populasi semua siswa kelas enam. Terdapat 69 siswa MI Al Abrar Makassar dan 96 siswa SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik random sampling dengan mempertimbangkan homogenitas. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes, skala sikap, dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (uji-t sampel independen). Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada perbedaan pengetahuan agama antara siswa MI Al-Abrar Makassar dan siswa SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar (nilai t-hitung sebesar 4,599 > t-tabel= 1,99547); (2) Tidak ada perbedaan sikap beragama antara siswa MI Al-Abrar Makassar dan siswa SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar (nilai t-hitung = 1,231 < t-tabel= 1,99547); (3) Ada perbedaan perilaku beragama antara siswa MI Al-Abrar Makassar dan siswa SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar (nilai t-hitung= 2,220 > t-tabel= 1,99547). Berdasarkan hasil penelitian dapat direkomendasikan bahwa dalam membuat kebijakan untuk pendidikan, guru, dan tim pengajar agama menempatkan nilai-nilai positif keagamaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap, dan perilaku keagamaan siswa di Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar Negeri di Makassar. Penelitian ini merupakan kuantitatif komparatif dengan populasi semua siswa kelas enam. Terdapat 69 siswa MI Al Abrar Makassar dan 96 siswa SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik random sampling dengan mempertimbangkan homogenitas. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes, skala sikap, dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (uji-t sampel independen). Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada perbedaan pengetahuan agama antara siswa MI Al-Abrar Makassar dan siswa SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar (nilai t-hitung sebesar 4,599 > t-tabel= 1,99547); (2) Tidak ada perbedaan sikap beragama antara siswa MI Al-Abrar Makassar dan siswa SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar (nilai t-hitung = 1,231 < t-tabel= 1,99547); (3) Ada perbedaan perilaku beragama antara siswa MI Al-Abrar Makassar dan siswa SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar (nilai t-hitung= 2,220 > t-tabel= 1,99547). Berdasarkan hasil penelitian dapat direkomendasikan bahwa dalam membuat kebijakan untuk pendidikan, guru, dan tim pengajar agama menempatkan nilai-nilai positif keagamaan.
 
REKONDISI METODE MENGAJAR BAHASA ARAB: STUDI NARATIF PENGALAMAN TUTUR
Perjalanan seseorang dalam mempelajari apapun termasuk bahasa Arab sangat penting untuk diketahui, sebagai acuan dan pengalaman yang dapat ditiru untuk diaplikasikan bagi siapa saja. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang dan pengalaman tutor bahasa arab yang tergabung dalam sebuah tim bernama El-Lughah dalam merekondisi metode mengajar bahasa arab di Kelas Idaman SMA An-Nur 2 Bululawang, Malang. Pendekatan dalam penelitian ini berupa kualitatif dengan desain studi naratif pengelaman tutur dari kelima partisipan yang tergabung dalam tim bernama El-Lughah. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran bukan hanya sekedar proses sturktural statis melainkan dinamis. Kemampuan dan keahlian profesi yang dimiliki seorang pendidik sangat diperlukan untuk mwujudkan sebuah proses pembelajaran yang baik. Di sisi lain kreatifitas dan ketangguhan serang pendidik juga di perlukan dalam menghadapi tantangan dan menyelesaikan masalah dalam pembelajaran. Sehingga tujuan dan cita-cita pembelajaran yang ditentukan dapat tercapai dengan baik
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MAHARAH AL-KALAM BERBASIS TEORI KONSTRUKTIVISME DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH
Abstract: The time now is a lot of us find some model or strategy that is used in the process of learning, especially language is Arabic, but not infrequently also we find the students who are still difficulty in speaking using the language of Arabic. The purpose of the research this is to determine a model which is used by a teacher in the process of learning maharah al-kalam as well as develop a model of learning that is based on the theory of constructivism. The method that used in this research this is Research and Development (R&D) with model ADDIE. Then the process of the development of a validated to the expert learning constructivism and expert learning a language Arab, to assess test of the feasibility of the products that has been developed. The results of the test that have been done by the experts stated that the model of learning that has been developed feasible to use
PENGEMBANGAN MEDIA GRAFIS DALAM PEMBELAJARAN
The use of media in the learning process is very important to support the learning process, in the modern era, graphic media is the most attractive medium, by using graphic media children can understand messages and help them to be more motivated to learn, the problem is when Graphic media is not able to develop and monotonous will make students tend to be bored and reduce motivation to learn, this paper, development of graphic media is something needs to develop, the affect children become active and have high learning motivation, several graphic media need to be developed such as Graphics, diagrams, charts, sketches, posters, comics, photo media, flannel boards and bulletin boards, educators (teachers) can present graphic media through visual media presenting, ideas through the presentation of words, sentences with numbers, and symbols or pictures. Graphics are used to attract attention, clarify the presentation of ideas, and illustrate facts, they are interesting and memorable. The advantages of graphic media can simplify and accelerate students' understanding of the message conveyed, increase student attention, and an affordable price. While the weakness of graphic media is requires special skills in its manufacture, especially for more complex graphics and the presentation of messages is only a visual element.The use of media in the learning process is very important to support the learning process, in the modern era, graphic media is the most attractive medium, by using graphic media children can understand messages and help them to be more motivated to learn, the problem is when Graphic media is not able to develop and monotonous will make students tend to be bored and reduce motivation to learn, this paper, development of graphic media is something needs to develop, the affect children become active and have high learning motivation, several graphic media need to be developed such as Graphics, diagrams, charts, sketches, posters, comics, photo media, flannel boards and bulletin boards, educators (teachers) can present graphic media through visual media presenting, ideas through the presentation of words, sentences with numbers, and symbols or pictures. Graphics are used to attract attention, clarify the presentation of ideas, and illustrate facts, they are interesting and memorable. The advantages of graphic media can simplify and accelerate students' understanding of the message conveyed, increase student attention, and an affordable price. While the weakness of graphic media is requires special skills in its manufacture, especially for more complex graphics and the presentation of messages is only a visual elemen
Penjatuhan Pidana Tambahan Berupa Pembayaran Biaya Penanganan Perkara bagi Pelaku Tindak Pidana Korupsi
This study focuses on additional criminal ideas in the form of payment of case handling fees for perpetrators of corruption. As normative legal research, this research uses a philosophical and legislative approach. This study reveals that payment of case handling fees is an important element in realizing the deterrent effect in sentencing. The more severe the punishment was given to the perpetrators of corruption is believed to reduce the desire and influence the decisions of potential perpetrators. The idea of prevention requires the existence of criminal penalties. The high rate of corruption is alleged as result the lightness of the punishment given to the perpetrators of corruption.
UNSUR TEOLOGIS DALAM TRADISI SELAMATAN KERBAU STUDI KASUS DESA BONDER KECAMATAN PRAYA BARAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (NTB)
Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi selamatan kerbau dan apa saja bentuk unsur teologis yang terkandung dalam tradisi selamatan kerbau. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif analitik. Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi selamatan kerbau salah satu tradisi yang diwariskan oleh leluhur. Tujuan dari selamatan kerbau ialah agar kerbau yang diselamatkan dijauhkan dari segala bentuk penyakit ghaib, kerbau mampu berkembang biak dengan selamat, dan sebagai bentuk rasa syukur. Unsur teologis yang terkandung dalam tradisi ini yaitu; a).dzikir; b). do’a; c). ketupat yang melambangkan hati yang bersih agar mampu mendekatkan diri kepada Allah; d). Bantal (makanan khas Sasak) dimaknai sebagai simbol untuk memperkuat keyakinan dan syarit Islam; e). Peletakkan Sembeq pada dahi kerbau diharuskan mengucapkan shalawat atas Nabi; f). Penyembelihan ayam di maknai sebagai salah satu bentuk kepasrahan kepada Tuhan. Darah ayam yang disembelih sebagai salah satu gambaran bahwa seluruh ciptaan manusia akan kembali kepada Tuhan; g). Anak di bawah umur di perintahkan untuk mengucapkan kalimat aamiin di depan pintu kandang kerbau. Agar anak-anak kecintaannya dan keyakinannya kepada Tuhannya dapat tertanam dalam jiwa.  
KESALAHAN FONOLOGI BERITA SINOPSIS IKATAN CINTA MEDIA DARING PIKIRAN RAKYAT
“Penelitian ini bertujuan dapat mendeskripsikan kesalahan berbahasa dalam berita sinopsis sinetron Ikatan Cinta edisi bulan April pada media daring Pikiran Rakyat khususnya dalam bidang fonologi untuk kemudian diperbaiki. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Data penelitian dianalisis sesuai dengan prosedur kerja analisis kesalahan berbahasa, yakni mengumpulkan sampel kesalahan, mengidentifikasi dan mengklasifikasi kesalahan, menjelaskan kesalahan, dan mengevaluasi kesalahan. Hasil analisis ditemukan tiga jenis kesalahan fonologi yakni kesalahan penghilangan fonem terdapat 7, penambahan fonem terdapat 9, dan perubahan fonem terdapat 8. Dari ketiga kesalahan fonologi tersebut terdapat 24 kesalahan.â€
 “Penelitian ini bertujuan dapat mendeskripsikan kesalahan berbahasa dalam berita sinopsis sinetron Ikatan Cinta edisi bulan April pada media daring Pikiran Rakyat khususnya dalam bidang fonologi untuk kemudian diperbaiki. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Data penelitian dianalisis sesuai dengan prosedur kerja analisis kesalahan berbahasa, yakni mengumpulkan sampel kesalahan, mengidentifikasi dan mengklasifikasi kesalahan, menjelaskan kesalahan, dan mengevaluasi kesalahan. Hasil analisis ditemukan tiga jenis kesalahan fonologi yakni kesalahan penghilangan fonem terdapat 7, penambahan fonem terdapat 9, dan perubahan fonem terdapat 8. Dari ketiga kesalahan fonologi tersebut terdapat 24 kesalahan.â
IMPLEMENTASI PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NO. 3 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN MENGADILI PERKARA PEREMPUAN BERHADAPAN DENGAN HUKUM TERHADAP PERKARA CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA TANJUNG KARANG
Perempuan mempunyai hak atas adanya perlakuan adil pada setiap masalah yang sedang dihadapinya. Dalam penyelesaian masalah perempuan, harus diimbangi dengan adanya keadilan dalam pelaksanaanya, karena keadilan itu sendiri merupakan suatu upaya untuk melindungi kaum perempuan dari diskriminasi kaum laki-laki atau golongan yang menilai bahwa perempuan hanya sebagai makhluk yang lemah. Semua orang sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi, kalimat tersebut merupakan prinsip dasar dalam hukum dan hak asasi manusia. Perlindungan dan kepastian hukum yang adil dan perlakuan yang sama didepan hukum juga menjadi salah satu hal yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam pasal 28 huruf D ayat (1). Penelitian ini membahas mengenai Implementasi Peraturan Mahkamah Agung No. 3 Tahun 2017 Tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan Dengan Hukum Terhadap Perkara Cerai Gugat di Pengadilan Agama Tanjung Karang. Penelitian ini merupakanpenelitian lapangan (kancah atau field research) dengan data primer yakni data yang diperoleh dari sumber pertama, dalam penelitian ini yang menjadi data primer yaitu hasil wawancara, hasil observasi dan hasil dokumentasi. Hasil dari penelitian ini bahwa implementasi Peraturan Mahkamah Agung No. 3 Tahun 2017 Tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum Terhadap Perkara Cerai Gugat di Pengadilan Agama Kelas 1A Tanjung Karang masih sangat minim, dapat dibuktikan dengan belum adanya putusan perkara cerai gugat yang berperspektif gender
KETENTUAN PUASA BAGI WANITA HAMIL DAN MENYUSUI
Pregnant and breastfeeding women are one of the groups affected by the chitab of the fasting order as mentioned in surah al-Baqarah (02) verse 183. However, in the following verse, verse 184 of surah al-Baqarah (02) it is explained that for people who are sick or on the way (then not fasting), it is obligatory to change (qadha') fasting for as many days as the day left. Meanwhile, people who are hard to fast are obliged to pay fidyah. This difference of opinion is motivated by the view that pregnant and breastfeeding women are legally equal with menstruating women, childbirth, sick people and travelers. So that only obliged to replace the fast (qadha’) the fast only. While some other scholars view that pregnant and breastfeeding women cannot be the same as those who are sick but are equated with people who are hard to fast so that apart from being obliged to change their fast (qadha’), their fasting is also required to pay fidyah. This difference of opinion results in confusion in the community, especially for pregnant and breastfeeding women who are unable to carry out the Ramadan fast regarding the obligation to replace the fast (qadha’) the fast that was left alone or replace the fast (qadha’) fasting and pay fidyah