E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
Not a member yet
    331 research outputs found

    POTRET PEREMPUAN SHALIHAH: Analisis Semiotika Surat At-Tahrim: 11-12

    Full text link
    Tujuan penulisan ini mendeskripsikan tentang potret perempuan shalihah yang dikisahkan dalam Al-Qur’an agar menjadi teladan bagi perempuan dizaman sekarang ditengah peradaban yang mulai krisis akan perempuan shalihah. Secara khusus Al-Qur'an menggambarkan perempuan shalihah yang mampu menjaga keimanannya di tengah kemusyrikan dalam Q.S At-Tahrim ayat 11-12. Terlebih lagi pada ayat itu adalah tanda-tanda atau simbol-simbol yang menarik yang menunjukkan potret perempuan yang taat kepada Allah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang mana mendeskripsikan potret perempuan shalihah yang ada dalam QS. At-Tahrim ayat 11-12.  Objek dari penelitian ini adalah perempuan shalihah yang dikisahkan dalam QS. At-Tahrim ayat 11-12. Hasil dari penelitian ini, pertama menunjukkan bahwa Al-Qur'an dapat diteliti menggunakan pendekatan semiotik, kedua terdapat beberapa perspektif perempuan shalihah dalam Al-Qur'an, ketiga menggambarkat potret perempuan shalihah dalam QS. AT-Tahrim ayat 11-12. Hal tersebut menunjukkan bahwa didalam Al-Qur'an perempuan mempunyai ruang untuk diakui, sehingga tidak dipandang sebelah mata.Tujuan penulisan ini mendeskripsikan tentang potret perempuan shalihah yang dikisahkan dalam Al-Qur’an agar menjadi teladan bagi perempuan dizaman sekarang ditengah peradaban yang mulai krisis akan perempuan shalihah. Secara khusus Al-Qur'an menggambarkan perempuan shalihah yang mampu menjaga keimanannya di tengah kemusyrikan dalam Q.S At-Tahrim ayat 11-12. Terlebih lagi pada ayat itu adalah tanda-tanda atau simbol-simbol yang menarik yang menunjukkan potret perempuan yang taat kepada Allah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang mana mendeskripsikan potret perempuan shalihah yang ada dalam QS. At-Tahrim ayat 11-12.  Objek dari penelitian ini adalah perempuan shalihah yang dikisahkan dalam QS. At-Tahrim ayat 11-12. Hasil dari penelitian ini, pertama menunjukkan bahwa Al-Qur'an dapat diteliti menggunakan pendekatan semiotik, kedua terdapat beberapa perspektif perempuan shalihah dalam Al-Qur'an, ketiga menggambarkat potret perempuan shalihah dalam QS. AT-Tahrim ayat 11-12. Hal tersebut menunjukkan bahwa didalam Al-Qur'an perempuan mempunyai ruang untuk diakui, sehingga tidak dipandang sebelah mata

    EFEKTIVITAS MEDIASI DALAM PERKARA CERAI DI PENGADILAN AGAMA KRUI LAMPUNG BARAT

    Full text link
    Mediasi merupakan proses penyelesaian sengketa melalui proses perundingan ataumufakat para pihak dengan dibantu oleh mediator yang tidak memiliki kewenanganmemutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Dalam realitasnya pemberlakuanmediasi masih kurang begitu efektif dalam penyelesaian perkara, terbukti darisedikitnya perkara yang berhasil diselesaikan dengan mediasi. Tercatat hanya 2 perkara perceraian yang berhasil dimediasi pada Pengadilan Agama Krui pada tahun 2019 dan Tahun 2020. Oleh sebab itu pembahasana efektivitas mediasi serta peran hakim mediator sebagai upaya meminimalisir perceraian menarik untuk diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan sifat penelitian deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mediasi belum efektif yang disebabkan oleh pelbagai faktor serta peran mediator yang kurang maksimal akibat dualisme fungsi, yaitu selain menjadi mediator juga merangkap menjadi hakim. Untuk meningkatkan keberhasilan mediasi diperlukan mediator non hakim atau mediator bersertifikas

    Islam Jawa dan Ritual Slametan dalam Pespektif Antropologi

    No full text
    Jawa sebagai sebuah bentuk kebudayaan yang memiliki kekuatan eksistensi di tengah datangnya berbagai budaya dan agama baru. Datangnya agama baru di Jawa tidak menghilangkan budaya dan tradisi Jawa. Islam mampu berdialektika dengan budaya Jawa sehingga membentuk sebuah varian Islam yang khas dan unik. Ritual slametan merupakan salah satu bentuk dialektik antara tradisi Jawa dengan unsur nilai Islam. Penelitian ini akan mengkaji ciri khas Islam jawa yaitu ritual slametan dalam perspektif antropologis.  Sumber data yang digunakan peneliti diperoleh dari beberapa buku literatur teori dan jurnal penelitian terkait yang mengkaji ritual dan Islam Jawa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan studi literatur, artinya peneliti mengumpulkan beberapa data melalui beberapa sumber data teks yang kemudian diolah secara deskriptif. Penelitian berupaya menjelaskan dengan detail bagaimana Islam jawa dan ritual slametan dalam perspektif antropologis?Java is a culture that has the power of existence in midst of the arrival of various new cultures and religions. The arrival of a new religion in Java did not eliminate Javanese culture and traditions. Islam have a dialectic with Javanese culture so that it forms a distinctive and unique variant of Islam. The slametan ritual is one of the dialectical forms between the Javanese tradition and the elements of Islamic values. This study will examine the characteristics of Javanese Islam, namely the slametan ritual from an anthropological perspective. The data sources used by the researchers were obtained from several theoretical literature books and related research journals that studied Javanese rituals and Islam. The data collection method in this study is a literature study, meaning that the researcher collects some data through several text data sources which are then processed descriptively. This research will answer the question: how is Javanese Islam and the slametan ritual an anthropological perspective

    Ragam Kosakata Bahasa Arab dalam Penamaan Hotel di Surabaya

    Full text link
    This study aims to explain the use of various Arabic vocabulary for hotel names in Surabaya. The method used is descriptive-qualitative method. The data was obtained from the android-based hospitality application, namely Booking.com and Traveloka.com. The data is collected, classified, analyzed, then concluded based on linguistic studies, namely linguistic characters, the use of sharia names, and the combination of Arabic with other languages. Based on linguistic characteristics, the names of hotels in Surabaya use singular nouns with a percentage of 89%, while the remaining 5 percent are in the form of verbs and 6% are in the form of Idhofah and plural. The names of hotels that use the word "sharia" in Surabaya have seven patterns, generally include the general name of the hotel then the type of accommodation and the addition of the word "sharia". Almost all hotels in Surabaya that use Arabic consist of one word and besides that, several hotels have their names combined with various languages, namely Indonesian, Javanese, and English.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan ragam kosakata bahasa Arab nama-nama hotel di Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Data-data diperoleh dari aplikasi perhotelan berbasis android yaitu Booking.com dan Traveloka.com.  Data-data tersebut dikumpulkan, diklasifikasi, dianalisis, kemudian disimpulkan berdasarkan kajian kebahasaan yaitu karakter linguistik, penggunaan nama syariah, dan kombinasi bahasa Arab dengan bahasa lainnya. Berdasarkan karakteristik linguistiknya, nama-nama hotel di Surabaya menggunakan kata benda tunggal dengan presentase 89%, sedangkan sisanya 5 persen berupa kata kerja dan 6% berbentuk Idhofah dan jamak. Nama-nama hotel yang menggunakan kata “syariah” di Surabaya memiliki tujuh pola, umumnya mencantumkan nama umum hotel kemudian jenis akomodasi dan penambahan kata “syariah”. Hampir semua hotel di Surabaya yang menggunakan bahasa Arab terdiri dari satu kata dan selain itu juga beberapa hotel penamaannya dikombinasikan dengan berbagai bahasa yaitu Indonesia, Jawa, dan Inggris

    HAK WARIS ANAK LUAR KAWIN DALAM SISTEM KEKERABATAN ADAT LAMPUNG PERSPEKTIF ‘URF

    Full text link
    Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah sejatinya tidaklah mendapatkan waris dari kedua orang tuanya, namun hal ini berbeda dengan kewarisan yang ada di Lampung yang menggunakan adat sebagai prinsip pembagian waris. Penelitian ini merupakan kualitatif, dengan melakukan perkajian mengenai local wisdom di daerah adat Lampung, dengan pembahasan topik hak waris anak luar kawin dalam system kekerabaatan Adat Lampung. Penelitian ini ditinjau dari segi teori „urf. Hasil penelitian menunjukan bahwa hak waris dari anak yang lahir di luar perkawinan tidak diatur secara khusus di dalam Adat Lampung, akan tetapi dengan menganut prinsip piil pesenggiri dalam kehidupan bermasyarakat adat di Lampung, maka anak yang lahir di luar perkawinan status keberadaannya tidak diungkap atau disebarluaskan dan dalam permasalahan pewarisan anak yang lahir diluar nikah tetap mendapatkan harta warisan baik dari jalur ayah ataupun ibu, hal tersebut dikarena pada sistem kewarisan di Indonesia menganut asas kekeluargaan dan perdamaian. Jika ditinjau dari perspektif hukum Islam, „urf yang berlaku dalam masyarakat adat Lampung terkait kewarisan anak di luar nikah sesuai dengan hukum positif yaitu yang menganjurkan untuk diberikannya wasiat wajibah kepada anak yang terlahir di luar ikatan perkawina

    STUDI KORELASI PENERAPAN E-ASSESSMENT TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN REGULASI DIRI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Full text link
    This research is quantitative research with the type of correlation research. This study analyzed the correlation between the implementation of e-assessment and the development of self-regulation abilities. The populations are senior high school students in Tuban and Bojonegoro regencies, either SMA, MA, or SMK. Sampling was taken by cluster random sampling technique. Hypothesis testing was carried out using a simple regression technique through the SPSS for Windows application. The data were tested for normality and linearity before testing the hypothesis. Based on the results of the analysis, it was concluded that there was a significant positive relationship between the implementation of e-assessment and the development of students' self-regulation abilities. This significant relationship can be seen from the correlation coefficient of 0.685 with a value of p = 0.000 (p>0.05).Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Penelitian ini menganalisis korelasi anatara penerapan e-assessment dengan pengembangan kemampuan regulasi diri. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa menengah atas di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, baik SMA, MA, atau SMK. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik regresi sederhana melalui  aplikasi SPSS for Windows.Data diuji normalitas dan linearitasnya sebelum pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara penerapan e-assessment dengan pengembangan kemampuan regulasi diri siswa. Hubungan yang signifikan tersebut dapat dilihat dari angka koefisien korelasi 0,685 dengan nilai p=0.000 (p>0,05).   &nbsp

    MENGEMBALIKAN FUNGSI FAQIH DAN ULAMA’ DALAM PEMIKIRAN WILAYAT-I FAQIH KHOMEINI SEBAGAI MODEL ULAMA’ SYI’AH PASCA REVOLUSI IRAN

    Full text link
    This article discusses the concept of the Al-Faqih Region offered by Khomeini during the Iranian revolution on February 11th 1979, as an ideal form in restoring the role of the faqih to hold power and as a Shia political system and its implementation in state leadership amid world politics. Khomeini explicitly said that the priests are obliged to guide the people after the death of the Prophet Muhammad, the priests have the character of ma'shum. Wilayat-i Faqih articulated Imam Khomeini's essential ideas about the state and its aims. This concept is a normative principle that these powers (or functions) should not be delegated to the same person to prevent abuse of power by the parties involved power. Likewise, the Wilayat-i Faqih concept developed by Imam Khomeini divides the power of implementing Islamic governance into three state institutions, namely the executive, legislative, and judicial institutions. The executive and judicial powers are in the hands of the faqih who carry out the function as representatives of the priests, so the legislative power is entirely the right of God. However, according to Khomeini in the concept of Wilayat-i Faqih, only the faqih holds the highest authority, all power comes from his position as the highest mujtahid who has the greatest authority in interpreting legal sources

    FEKTIVITAS BIMBINGAN CALON PENGANTIN DALAM MEMBENTUK KELUARGA HARMONIS DI KUA KECAMATAN DUKUN

    Full text link
    Keluarga merupakan institusi terkecil didalam masyarakat yang bertujuan membentuk terwujudnya kehidupan yang harmonis, damai dan sejahterah. antar suami dan istri. Penelitian ini adalah penelitian lapangan berbentuk kualitatif dengan pendekatan fenomologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data primer adalah pegawai teras KUA Kecamatan Dukun, beberapa pasangan calon pengantin, dan pasangan pengantin yang sudah bercerai yang pernah ikut bimbingan calon pengantin. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa proses bimbingan calon pengantin di KUA Kecamatan Dukun sudah dilaksanakan dengan sempurna karena alokasi yang ditentukan oleh edaran pemerintah adalah minimal 16 jam, tetapi dalam praktik di KUA Dukun sudah 24 Jam bahkan lebih. Proses pelaksanaan bimbingan calon pengantin dilakukan dengan memberi materi tentang UU Perkawinan, kesehatan reproduksi, materi penyuluhan KB dan materi kiat-kiat membentuk keluarga sakinah. Faktor penghambat dari kursus calon pengantin ini adalah kurangnya tenaga pembimbing yang profesional, perbedaan kondisi masyarakat dari segi sosial, ekonomi, pendidikan, serta kurangnya sosialisai mengenai keberadaan bimbingan calon pengantin di KUA Kecamatan Duku

    OPTIMALISASI POTENSI DESA MELALUI STICK REBUNG DI DESA NGGUYANGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19

    No full text
    Desa Ngguyangan merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur, yang memiliki tanaman potensi berupa rebung. Rebung merupakan tanaman bamboo muda yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat desa sekitar. Biasanya masyarakat mengolah rebung menjadi sayur lodeh. Tanaman ini banyak terdapat di pekarangan rumah warga, tumbuh dengan liar, dan memiliki nilai ekonomis yang rendah. Oleh karena itu, rebung yang kaya akan gizi dan serat ini seringkali dipandang sebelah mata. Dengan kegiatan pengabdian ini, penulis bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomis rebung dengan mengolahnya menjadi stick rebung. Pengabdian yang dilakukan menggunakan metode Pelatihan  yang dilakukan dengan demonstrasi dan praktek langsung dengan beberapa perwakilan ibu rumah tangga di desa Ngguyangan terkait cara mengolah stick rebung. Selain pengolahan, para peserta pelatihan juga mendapatkan pengetahuan untuk pemasaran sebuah produk Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian ini yaitu terciptanya inovasi olahan rebung menjadi rebung, sekaligus menambah nilai ekonomisnya

    PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT MELALUI PRODUK UNGGULAN ONION CHIPS DI DESA CANCUNG KECAMATAN BUBULAN KABUPATEN BOJONEGORO

    Full text link
    Desa Cancung merupakan wilayah desa yang ada di kecamatan Bubulan kabupaten Bojonegoro dengan luas wilayah desa Cancung 1.046,94 Ha dengan jumlah penduduk 3.526 jiwa. tingkat kepadatan penduduk adalah 336 jiwa/km2. Mayoritas masyarakat desa Cancung bekerja sebagai petani dengan luas wilayah pertanian di desa Cancung 1.032,97 Ha dengan jumlah petani sebanyak 875 jiwa, maka tingkat kepadatan agraris sebesar 84 jiwa/km2. Artinya 1 petani Desa Cancung dapat menggarap atau mengolah lahan pertanian seluas 12,3 km2. Namun hal ini berbeda dikarena tingkat pendapatan rata-rata masyarakat Desa Cancung dibawah UMK (upah minimum kabupaten) Kabupaten Bojonegoro ditambah lagi jumlah masyarakat Desa Cancung yang belum memiliki pekerjaan sebanyak 890 jiwa. Bertolak belakang dengan kondisi ekonomi masyarakat, aset yang dimiliki Desa Cancung cukup banyak ada 5 aset diatntarannya: 1) Aset Personal. 2) Aset Alam. 3) Aset Ekonomi. 4) Aset Sosial dan 5) Aset Fisik. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kewirausahaan masyarakat Desa Cancung melalui potensi yang dimiliki desa. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti ditemukan peluang yang dapat dikembangkan untuk menjadi suatu usaha yaitu pengembangan sebuah produk unggulan Onion Chips yang berbahan dasar dari bawang merah untuk meningkatkan value atau nilai ekonomi dari bawang merah  hasil panen dari petani yang ada di Desa Cancung. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ABCD (Aset Based Community Development). Pengembangan kewirausahaan ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga Desa Cancung. Pengembangan kewirausahaan melibatkan mitra diantarannya Pemerintah Desa, Organisasi yang ada Desa Cancung seperti PKK, Karangtaruna dan masyarakat setempat. Hasil pendampingan ini dapat dilihat dari terciptanya sebuah produk keripik bawang atau onion chips yang berbahan dasar bawang merah hasil panen dari petani Desa Cancung

    297

    full texts

    331

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇