E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
KERANGKA KONSEP ASSESSMENT OF LEARNING, ASSESSMENT FOR LEARNING, DAN ASSESSMENT AS LEARNING SERTA PENERAPANNYA PADA PEMBELAJARAN
This paper aims to explain the assessment of learning, assessment for learning, and assessment as learning-based internet learning, using library research and descriptive analysis method. Data obtained from various library sources, both books and journals, both printed and online, relate to the concepts of assessment of learning, assessment for learning, and assessment as learning. Based on the results of the analysis it was found that each approach has its contribution to student learning. This is because the objectives of each approach are different. Assessment of learning aims to consider student placement, grade promotion, and awarding certificates. While the assessment for learning aims to provide information to teachers about the achievement of student competencies so that teachers can make decisions about the next learning. On the other hand, assessment as learning aims to monitor and self-correct students independently by students. Judging from the benchmarks that are used as comparisons, in the assessment of learning the comparisons are other students. In the assessment for learning, there are criteria made by the teacher or expectations. Meanwhile, in assessment as learning, the benchmark used is the student's personal goals. The key assessors in the assessment of learning and assessment for learning are teachers, while in assessment as learning the key assessors are students
The character of Imam Al-Bukhari from a psychological perspective
The study of positive psychology was first introduced by the American psychologist Seligman in the early 2000s. Included in this study is the role of parents in instilling positive emotions and character strength to children. In addition to parents, teachers also play a role in developing positive psychological behaviors, especially in terms of motivation. This study focuses on the research of Imam Al-Bukhari, a great figure in the field of hadith in the context of whether the family and the education system in his time has had a great influence on his character and psychological behavior to succeed as a leading figure in the field of hadith. This study found that the backbone of Imam Al-Bukhari’s success was due to the blessings and pleasure of his parents and teachers. This factor shows how important the spiritual element is in the field of psychology and it needs to be given attention in that field. As a conclusion, this qualitative pattern study successfully finds spiritual function, in triggering internal motivations that can be harnessed for the strengthening of positive character and emotions in the field of modern psychology
GERAKAN PENDIDIKAN KADER PENGGERAK NAHDLATUL ULAMA (PKPNU) DALAM PENCEGAHAN RADIKALISME DI BOJONEGORO: NAHDLATUL ULAMA DRIVING CADRE EDUCATION (PKPNU) MOVEMENT IN PREVENTING RADICALISM
Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu lembaga keagamaan terbesar yang ada di Indonesia yang memiliki posisi yang tegas terhadap maraknya fenomena radikalisme. Organisasi ini sangat banyak mengutarakan kecaman terhadap radikalisme di Indonesia. Maka dari itu, peran NU dalam mencegah radikalisme ini menjadi menarik untuk dikaji dan diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran gerakan PKPNU Bojonegoro terhadap pencegahan radikalisme. Selain itu, penelitian juga bertujuan untuk menjelaskan apa saja muatan materi dalam kegiatan gerakan PKPNU sebagai upaya pencegahan radikaslisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dari hasil analisis, menunjukkan bahwa sebagai upaya pencegahan radikalisme, NU di Bojonegoro menyelenggrakan PKPNU yang dilakukan secara masif dan sistematis di berbagai wilayah dengan mendatangkan instruktur dari PBNU. Materi yang dimuat dalam PKPNU tersebut meliputi: Aswaja, Keorganisasian, Wawasan Global, Spiritual, dan Penguatan Wawasan Kebangsaan. Dengan adanya gerakan PKPNU tersebut, diharapakan generasi NU di Bojonegoro akan terhindar dari pemikiran dan gerakan radikal.Abstract
Nahdlatul Ulama (NU) is the biggest religious institution in Indonesia which has againts position towards radicalism phenomenon. This organization much declares criticism towards radicalism in Indonesia. Therefore, the role of NU in preventing radicalism is interested to study and analyze. This research is aimed to elaborate the role of Nahdlatul Ulama Driving Cadre Education (PKPNU) in preventing radicalism in Bojonegoro. Further, this research is also aimed to describe the content of Nahdlatul Ulama Driving Cadre Education (PKPNU) as prevention from radicalism. The method of this research is descriptve qualitative. The result of analysis shows that, as an effort to prevent radicalism, NU in Bojonegoro conducted Nahdlatul Ulama Driving Cadre Education (PKPNU) massively and sistematically in some regions in Bojonegoro by inviting instructor or trainer from PBNU. The content of the program includes Aswaja, NU Organization, Global Insight, Spiritual, and National Insight. By conducting Nahdlatul Ulama Driving Cadre Education (PKPNU), it is hoped that NU generation could avoid radical thought and movements.
Key words: Nahdlatul Ulama, driving cadre, preventing radicalis
PANDEMI COVID-19 DAN RELEVANSINYA TERHADAP TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN DI BOJONEGORO
Masa pandemi covid-19 yang terjadi belakangan ini menambah tinggi angka perceraian yang terjadi khususnya di Bojonegoro. Banyak sekali pasangan yang melakukan perceraian baik karena faktor ekonomi, KDRT, faktor psikologis, biologis, pandangan hidup, dan lain sebagainya yang disebabkan oleh adanya pandemi covid19. Pandemi covid-19 merubah berbagai aspek kehidupan. Terdapat berbagai kebijakan pemerintah yang dikeluarkan untuk menekan penyebaran virus covid-19 yang berdampak pada penurunan sektor perekonomian keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi tingginya angka perceraian di Bojonegoro dan untuk mengetahui relevansi pandemi covid-19 terhadap tingginya angka perceraian di Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif, sedang metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi lapangan atau field research dengan melakukan interviewdan observasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Pertama, selama masa pandemi covid-19 di Pengadilan Agama Bojonegoro mencatatkan bahwa kasus perceraian mengalami peningkatan. Kedua, kasus perceraian selama masa pandemi covid-19 disebabkan oleh beberapa faktor dan faktor utama yang mendominasi adalah faktor ekonomi dan sering terjadinya pertengkaran dan perselisihan
MASLAHAH IBN ASYUR: URGENSI SOCIO-LEGAL APPROACH DAN Al-SABR WA-Al-TAQSIM METHOD DALAM FATWA
Urgensi socio-legal approach dan al-sabr wa-al-taqsi>m method dalam bingkai teori Maslahah Ibnu Asyur yang diterapkan dalam fatwa akan memberikan perspektif baru terkait pembacaan ulang hukum. Yakni ketentuan hukum Islam bukan ditentukan oleh fakta dan realita sosial namun seorang mufti harus memahami proses hukum Islam yang didasarkan atas pertimbangan fakta dan realitas sosial yang terjadi dalam masyarakat serta logika hukum yang berlaku walaupun fatwa masih sering terkungkung dalam formalisme hukum. Perspektif hukum baru dapat melahirkan simpulan bahwa status bunga bank konvensional patut diduga mempunyai status hukum muba>h dan tidak bertentangan dengan argumentasi agama. Dikarenakan bunga bank tidak mengandung mas}lah}ah la>zimah; mas}lah}ah yang menjadi kekhususan (properia substansial) perkara tersebut; manfaat yang ditumbulkan dari simpan-pinjam dengan skema bunga walaupun dapat memutus mata rantai kemiskinan, dapat dicarikan alternatif lain yang misalnya dengan skema bagi hasil dan sebagainya. Namun, bunga bank juga tidak mengandung mafsadah mu‘tabarah; mafsadah yang ditimbulkan dikarenakan tidak terealisasinya maqa>s}id al-shari>‘ah yang bersifat pasti (tha>bit), jelas (wa>d}ih), konsisten (mut}t}arid), terukur (mund}abit); yakni mafsadah yang ditimbulkan oleh bunga bank tidak tergolong mu‘tabarah
OPTIMALISASI PENGUNAAN METODE J-QAF DENGAN METODE NEUROSAINS DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN
Metode J-Qaf membutuhkan inovasi baru sebagai optimalisasi pembelajaran Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan metode J-Qaf dengan metode neurosains dalam mengoptimalisasi metode pembelajaran Al-Qur’an. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, jenis literature review, dimana peneliti menghimpun sumber data kepustakaan yang dibutuhkan, baik primer mauoun sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode neurosains dapat mengoptimalkan metode J-Qaf dalam pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu pendekatan neurogenesis, neuroplastis, dan pemberian motivasi. Dengan adanya pembaharuan dalam metode J-Qaf dengan metode neurosains ini diharapkan dapat memcahkan permasalahan yang sedang dihadapi dalam pembelajaran al-Qur’an.Pemanfaatan metode J-Qaf dalam pembelajaran Al-Qur’an yang kurang maksimal membutuhkan terobosan baru untuk mengoptimalkan metode tersebut. Metode neurosains datang untuk dapat membantu proses optimalisasi metode J-Qaf dalam pembelajaran Al-Qur’an. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji keterkaitan antara metode J-Qaf dengan metode neurosains dalam rangka optimalisasi metode J-Qaf dalam pembelajaran Al-Qur’an. Penyusunan artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang termasuk dalam jenis literature review, dimana peneliti menghimpun sumber data kepustakaan yang dibutuhkan, baik primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode neurosains bisa membantu metode J-Qaf agar dapat berfungsi lebih optimal dalam pembelajaran Al-Qur’an. Terdapat tiga pendekatan dalam metode neurosains yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan metode J-Qaf yaitu pendekatan neurogenesis, neuroplastis, dan pemberian motivasi. Dengan adanya pembaharuan dalam metode J-Qaf yang memanfaatkan metode neurosains ini diharapkan dapat memcahkan permasalahan yang sedang dihadapi
BANK ISLAM DI INDONESIA
Perkembangan bank-bank berdasarkan prinsip non ribawi pada akhirnya berpengaruh ke Indonesia. Masyarakat muslim Indonesia di era tahun 1970-an telah diliputi pengharapan untuk dapat melakukan transaksi yang berbasis syariah, sejak di beberapa negara lain yang mayoritas penduduknya beragama Islam telah mendirikan perbankan yang berbasis Syariah. Pengharapan masyarakat untuk melakukan transaksi yang berbasis non ribawi telah didukung oleh keputusan organisasi masyarakat Islam perihal penerapan kaidah Islam dalam kegiatan perbankan. Organisasi masyarakat Islam yang berpengaruh di Indonesia telah mengeluarkan fatwa yang membahas masalah riba. Kedua organisasi masyarakat Islam tersebut memiliki lembaga ijtihad, yaitu Majlis Tarjih Muhammadiyah dan Lajnah Bahsul Masa’il Nahdlatul Ulama. Menurut Majlis Tarjih Muhammadiyah juga menyarankan kepada PP Muhammadiyah untuk mengusahakan terwujudnya konsepsi sistem perekonomian, khusunya lembaga perbankan, yang sesuai dengan kaidah Islam. Begitupun dengan Lajnah, memandang perlu mencari jalan keluar menentukan sistem perbankan yang sesuai dengan hukum Islam, antara lain menyetujui berdirinya bank Islam NU dengan sistem tanpa bunga. Selain itu, beberapa kalangan yang menjadi penggiat ekonomi yang berbasis syariah mulai berupaya untuk mendirikan perbankan yang berbasis non ribawi di Indonesia. Kegiatan berbasis non ribawi tersebut pada dasarnya merupakan perluasan jasa perbankan bagi masyarakat yang membutuhkan dan meghendaki pembayaran imbalan yang tidak didasarkan pada sistem bunga, melainkan atas dasar bagi hasil atau jual beli sebagaimana digariskan oleh syariat Islam. Kebutuhan untuk melakukan perubahan sistem keuangan perbankan menjadi penting, mengingat sistem perbankan dalam kehidupan ekonomi modern memegang peranan yang cukup dominan, khususnya bagi negara yang berpenduduk muslim, terlebih di Indonesia. Perubahan sistem dilakukan dengan konseptualisasi sistem perbankan yang bersumber dari interpretasi terhadap konsep dasar Isla
INOVASI OLAHAN JAMBU BIJI MERAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DESA GLAGAHSARI
Buah jambu biji merah merupakan salah satu buah tropis yang dapat ditemukan hampir di seluruh daerah di Indonesia, salah satunya desa Glagahsari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Melimpahnya buah tersebut di desa Glagahsari menjadikannya sebagai ikon desa bersama dengan buah lainnya, yaitu buah belimbing. Umumnya masyarakat desa Glagahsari menjual buah-buahan tersebut ke pasar dan tengkulak dengan harga rendah. Kurangnya pengetahuan masyarakat menyebabkan nilai jual rendah dan perekonomian yang lambat, sehingga mendorong peneliti untuk melakukan pengabdian di desa tersebut agar masyarakat menjadi lebih kreatif, inovatif dan melek akan potensi desa. Pengabdian ini dilakukan selama satu bulan dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang menekankan pada peningkatan kapasitas masyarakat agar memiliki daya untuk mengenali dan memanfaatkan aset yang dimiliki untuk kebaikan bersama. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perekonomian masyarakat melalui aset desa. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, peneliti melakukan focus group discussion (FGD), pelatihan dan pendampingan terhadap pelbagai olahan makanan berbahan dasar buah jambu biji merah serta pemasarannya secara digital yang dapat dilakukan secara mandiri agar terlepas dari tengkulak, sehingga perekonomian masyarakat dan desa meningkat serta terwujudnya transformasi sosial yang lebih baik
REKONSTRUKSI KONSEP EVALUASI PENDIDIKAN RASULULLAH SAW. DALAM MEWUJUDKAN REPARASI PENDIDIKAN DI INDONESIA
The practice of evaluating education in Indonesia that has been carried out so far has not been able to deliver Indonesia to a good quality of education. Various problems and problems, especially related to evaluation, are still found in the implementation of education in the country. As a result, the goals of education are difficult to achieve. Thus, a reconstruction of education evaluation is needed in order to repair existing education in Indonesia. Reflecting on the practice of evaluating the style of the Prophet. which applies the principles of comprehensiveness and continuity, was able to bring the Arab society which was once known as a society with low morals to become a civil society that is famous throughout the world. It is interesting for researchers to formulate how to reconstruct the evaluation concept. in order to answer various problems of evaluating education in Indonesia. This research method uses the library method. The results of the study indicate that the evaluations carried out in Indonesia so far have only reached the theoretical level. In contrast to the evaluation carried out at the time of the Prophet Muhammad. who have really used the principles of comprehensiveness and continuity well. Good results are in the evaluation of the Prophet Muhammad SAW. This is considered necessary to be reconstructed in order to produce a reparation for education in Indonesia. The trick is to hold fast to these two principles and look for alternatives so that the essence of evaluation practice is at the time of the Prophet Muhammad. can be applied in Indonesia.Praktik evaluasi pendidikan di Indonesia yang telah dijalankan selama ini ternyata belum mampu mengantarkan Indonesia kepada kualitas pendidikan yang baik. Berbagai masalah dan problem terutama terkait evaluasi masih ditemukan dalam implementasi pendidikan di Tanah Air. Akibatnya tujuan dari pendidikan sulit untuk dicapai. Dengan demikian, diperlukan sebuah rekonstruksi evaluasi pendidikan dalam rangka mereparasi pendidikan yang ada di Indonesia. Berkaca pada praktik evaluasi ala Rasulullah Saw. yang menerapkan prinsip komprehensif dan kontinuitas ternyata mampu membawa masyarakat Arab yang dulunya dikenal sebagai masyarakat dengan kerendahan moral menjadi masyarakat madani yang terkenal di seluruh dunia. Hal ini menarik bagi peneliti untuk merumuskan bagaimana upaya untuk merekonstruksi konsep evaluasi tersebut. dalam rangka menjawab berbagai masalah evaluasi pendidikan di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa evaluasi yang dilakukan di Indonesia selama ini hanya sampai pada taraf teori. Berbeda dengan evaluasi yang dilakukan di zaman Rasulullah Saw. yang telah betul-betul menggunakan prinsip komprehensif dan kontinuitas dengan baik.. Hasil baik yang ada pada evaluasi ala Rasulullah Saw. ini dinilai perlu untuk direkonstruksi agar menghasilkan reparasi pendidikan di Indonesia. Caranya dengan memegang teguh kedua prinsip tersebut serta mencari alternatif agar esensi praktik evaluasi pada zaman Rasulullah Saw. dapat diterapkan di Indonesia
TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP SISTEM FLUKTUASI BIAYA ADMINISTRASI PEMBIAYAAN QARD AL-HASAN DI BMT AL ROSYID BERKAH BERSAMA BOJONEGORO
Fluktuasi biaya administrasi merupakan naik turunnya suatu keadaan ekonomi padabiaya administrasi. Fluktuasi biaya administrasi disini terjadi karenaperbedaan nominal biaya administrasi pada setiap pembiayaan dengan sistem akad qard al hasan di BMT Al-Rosyid Berkah Bersama. Dimana pembiayaan yang nominalnya sedikit dengan nominal banyak berbeda biaya administrasinya, padahal kebutuhan administasinya sama, selain itu rincian penggunaan dari biaya administrasi tersebut tidak dijelaskan.Permasalahan penelitian ini adalah Bagaimana praktik fluktuasi biaya administrasi padapembiayaan qard al hasan di BMT Al-Rosyid Berkah Bersama dan bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik fluktuasi biaya administrasi pada pembiayaanqard al hasan di BMT Al-Rosyid Berkah Bersama. Hasil penelitian ini bahwa: (1) dalam praktik biaya administrasi pada pembiayaan qard al hasan tidak menyebutkan secara riil kegunaan biaya administrasi yang harus dikeluarkan oleh nasabah. (2) fluktuasi biaya administrasi pada pembiayaan qard al hasan terjadi karenabiaya administrasinya berbeda pada setiap nominal pembiayaan yang berbeda juga, inimenujukkan adanya pengambilan manfaat dari kepengurusan biaya administrasi pada pembiayaan yang berbeda. Ditinjau dari hukum ekonomi syariah ini tidak sesuaidengan syarat-syarat biaya administrasi yang seharusnya biaya administrasi didasarkan pada perhitungan riil biaya yang digunakan untuk kegunaan biaya administrasi