E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
ADVOKASI ORGANISASI AISYIYAH JAWA TIMUR TERHADAP KASUS KEKERASAN SEKSUAL
Kekerasan dalam berbagai bentuk sejatinya tidak mengenal latar belakang, siapapun bisa menjadi korban. Namun daripada itu, yang rentan menjadi korban adalah perempuan dan anak. Akibatnya, perempuan korban kekerasan terus menghadapi diskriminasi, disalahkan atas kekerasan yang terjadi. Upaya penanganan kekerasan terhadap perempuan terus dilakukan baik oleh kelembagaan formal (pemerintah) maupun kelembagaan informal seperti LSM maupun Organisasi Masyarakat lainnya.Salah satunya adalah organisasi Aisyiyah, upaya ini dilakukan melalui jalur hukum maupun non hukum dimana dengan kerjasama dari tiga lembaga yang berada di bawah payung Aisyiyah Jawa Timur, yakni Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH), Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) dan Klinik Keluarga Sakinah dengan didasarkan pada pandangan utama Aisyiyah yang tak lain adalah mewujudkan kondisi adil dan setara tanpa melihat apapun latar belakang masyarakat. Sebagaimana teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni advokasi koalisi dimana teori ini menunjukkan bahwa antara satu lembaga dengan lembaga yang lain di dalam Aisyiyah tidaklah pasif. Mereka saling berfikir, berbagi tugas juga bekerja satu sama lain. Keseluruhan ini dilaksanakan dengan didorong sumber daya yang dimilik oleh Aisyiyah. Dalam teori ACF mengasumsikan bahwa individu atau kelompok menggunakan berbagai sumber daya yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan strategi untuk mempengaruhi kebijakan melalui berbagai tempat. Adapun metode dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang diperoleh merupakan gabungan dari hasil wawancara melalui media WhatsApp dan studi dokumentasi yang tentunya dari berbagai sumber yang berada pada bidangnya
PELATIHAN PEMBUATAN SALEP LIDAH BUAYA SEBAGAI ALTERNATIF PENGHILANG BEKAS LUKA
The incidence of injuries in Indonesia is increasing from year to year. The wound will leave a scar and will fade over a long period of time. There are many kinds of drugs offered in the market to speed up the healing of scars, but they are sold at high prices. This makes it difficult for people with middle to lower social status to get it. Aloe vera is one of the plants that can increase the production of collagen in the body. Aloe vera is also easy to get. From this situation, there is a high market opportunity for wound healing drugs at affordable prices. Therefore, training is needed to make scar removal ointment with aloe vera as the basic ingredient. This activity aims to empower students, especially students from the Pharmacy Study Program to make an ointment with aloe vera as an alternative to scar removal. This activity begins with knowledge exploration, socialization and delivery of materials, practice of making ointments with aloe vera as basic ingredients, packaging, promotions and ends with an evaluation of activities. The end result of this activity is a scar-removing ointment with aloe vera-based ingredients, which is then called the salibu ointment
TRADISI NANDUNG SEBAGAI PEMBENTUKAN KARAKTER PADA MASYARAKAT RENGAT INDRAGIRI HULU RIAU
Nandung tradition, which originated in Rengat, Indragiri Hulu Regency, Riau, is a type of local wisdom that demands purpose and function, as well as value in character development as capital in local culture. The culture that is passed down from generation to generation can be used to extract local knowledge (local knowledge) and local wisdom (local wisdom) in overcoming various obstacles in the formation of character formation. The method utilized is descriptive analysis with a qualitative approach, with the goal of describing the Nandung tradition in the Rengat community of Indragiri Hulu Riau as a character determinant. Because it contains the value of religious education, the value of moral education, and the value of social education, the Nandung tradition is full of values in moulding character, according to the conclusions of this studythe importance of social and cultural education, as well as psychological and religious principles The Nandung tradition's ideals of local wisdom are important in moulding the Rengat Indragiri Hulu community's character in conformity with Islamic law and Indragiri Hulu Malay culture.Nandung tradition in Rengat, Indragiri Hulu Regency, Riau is a form of local wisdom that requires meaning and function as well as value in character building as capital in local culture. Local knowledge (local knowledge) and local wisdom (local wisdom) in overcoming various problems in the formation of character formation can be extracted from the culture that is passed down from generation to generation. The method used is descriptive analysis with a qualitative approach which aims to describe the Nandung tradition as a character determination in the Rengat community of Indragiri Hulu Riau. The findings of this study indicate that the Nandung tradition is full of values ​​in shaping character because it contains the value of religious education, the value of moral education, the value of social education, the value of cultural education and psychological and religious values. The values ​​of local wisdom in the Nandung tradition are useful in shaping the character of the Rengat Indragiri Hulu community in accordance with Islamic law and Indragiri Hulu Malay culture
Optimalisasi Potensi Masyarakat Desa Mulyoagung Dalam Rangka Pencegahan Dampak Ekonomi Masa Covid-19
Desa Mulyoagung merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro dengan batas-batas wilayah Sebelah Utara Bengawan Solo; Sebelah Timur Desa Kalirejo; Sebelah Selatan Desa Campurejo; Sebelah Barat Desa Campurejo. Desa Mulyoagung terbagi menjadi 17 RT dan 4 RW dengan 3 dusun, yaitu Babrian, Jantur, dan Ngangkatan. Luas desa Mulyoagung adalah 37,5 Ha/m2 yang didalamnya terdapat 1163 kepala keluarga. Potensi yang sangat menonjol di Desa Mulyoagung adalah bidang industri rumahan . Di antaranya, yaitu industri kerupuk, tahu, tempe, serta budidaya ale dan kecambah. Industri rumahan tersebut mampu menyerap tenaga kerja yang berasal dari warga desa setempat, maupun warga luar desa. Selain itu, ada juga kerajinan tangan dari anyaman rotan yang dikerjakan perorangan tanpa merekrut pekerja tambahan. Hal ini menjadi salah satu penyebab perekonomian masyarakat desa Mulyoagung sudah berkembang dengan cukup baik. Akan tetapi pandemi COVID-19 ini membawa dampak yang signifikan bagi tatanan kehidupan masyarakat desa Mulyoagung baik dari aspek ekonomi, pendidikan dan lainnya, sehingga membuat kehidupan perekonomian lumpuh dan sulit untuk melakukan inovasi dalam usaha dan industri mereka. Adapun pendekatan yang digunakan pada program pengabdian masyarakat ini adalah dengan mengguakan metode ABCD (Asset Based Community Development) yaitu merupakan pendekatan masyarakat yang dilakukan berdasarkan pada asset lokal yang terdapat pada suatu wilayah. Diharapkan pada pelatihan dan inovasi yang dilakukan pada industri tahu ini mengalami kenaikan omset sama seperti yang terjadi sebelum pandemi COVID-19
PENGUATAN EKONOMI DI MASA PANDEMI: OPTIMALISASI PEMANFAATAN PRODUK MAKANAN OLAHAN EMPING BERBAHAN JAGUNG DI DESA DRENGES KABUPATEN BOJONEGORO
Pemanfaatan produk makanan olahan emping berbahan jagung merupakan program optimalisasi pemanfaatan jagung yang bernilai ekonomis, dan menjadi peluang tambahan peningkatan ekonomi masyarakat di masa pandemi. Optimalisasi yang dilakukan dalam pemanfaatan emping berbahan baku jagung dengan memberikan pendampingan, dan pelatihan melalui penyuluhan, praktek, dan demonstrasi meliputi persiapan bahan, formulasi dan manajemen penjualan produk. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini dengan menggunakan ABCD (Asset Based Community Development). Hasil pengabdian yang dapat dilihat adalah dampak sosial ekonomi yaitu mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Drenges Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro untuk lebih kreatif dalam berkarya melalui pemanfaatan jagung yang memacu ekonomi kreatif warga, dan manajemen pemasaran yang lebih kekinian dengan memanfaatkan media sosial
HIDROPONIK SEBAGAI PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI MASA PANDEMI
Hidroponik merupakan salahsatu kegiatan yang sedang marak dilakukan masyarakat di masa pandemi. Melihat perkembagan kondisi pandemi, masyarakat dituntut untuk lebih kreatif dan innovatif di rumah. Dimasa pandemi masyarakat dibatasi kegiatan di luar ruangan dan berkumpul dengan banyak orang. Karena kegiatan di luar rumah dan berkumpul dengan banyak orang dapat meningkatkan resiko penyebaran virus. Kegiatan hidroponik sangat bermanfaat dilakukan dimasa pandemi. Kegiatan hidroponik dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dimasa pandemi. Masyarakat dapat memperoleh hasil sayur segar yang bisa diolah sendiri tanpa harus membeli di pasar. Selain itu hasil sayur juga dapat dibagikan atau dijual belikan ke masyarakat sekitar. Keunggulan dari kegiatan hidropoik yaitu dapat dilakukan dilahan yang sempit. Kegiatan hidroponik juga tidak membutuhkan tanah sebagai media tanam. Sehigga sangat cocok dikembangkan di desa Sukorejo. Dengan adanya pelatihan hidroponik dibalai desa Sukorejo yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Unugiri bekerjasama dengan pemerintah desa, serta karang taruna dan ibu-ibu PKK diharapakan dapat meningkatkan perekonomian didesa Sukorejo pada masa Pandemi Covid 19 ini. 
POTRET DINAMIKA RELASI USHUL FIKIH DENGAN TEOLOGI ASY’ARIYAH DALAM BINGKAI TASWIB AL-GHAZALI
Ibnu Thufayl mengatakan bahwa Al-Ghazali merupakan salah satu sosok pemikir Islam yang kontroversial, kontradiktif; melontarkan pendapat dan melontarkan kebalikannya, kemudian mengafirmasi keduanya. Dinamika pemikiran Al-Ghazali juga terkonfirmasi dalam teorisasi tashwib yang berhubungan dengan basis teologinya. Penelitian pustaka ini mengambil kesimpulan bahwa teori taswib berkesesuaian dengan dasar teologinya yang menyatakan bahwa ilmu Allah bisa dikorelasikan dengan persoalan-persoalan partikular karena hukum Allah mengikuti dugaan kuat mujtahid sedangkan al-Ghazali meyakini tidak ada kasus apa pun yang terjadi dalam dunia ini tanpa liputan pengetahuan Allah. Sedangkan salah satu basis teori adanya tashwib/pluralitas kebenaran yang disandarkan pada tidak diperbolehkannya syariat memberikan taklif kepada mujtahid untuk mencari kebenaran tunggal karena dianggap mustahil dilakukan tentu tidak sesuai dengan teologi Asy‟ariyah terkait diperbolehkannya syariat memberikan taklif di luar kemampuan mukallaf
Integrasi Pesantren dan Sekolah (Kajian atas Pemikiran Abdurrahman Wahid)
Pesantren and schools should be integrated to the point where they both need to work together to improve the quality of education in Indonesia. Aside from the benefits and drawbacks of the pesantren education model, Abdurrahman Wahid, the "child" of pesantren, has demonstrated that pesantren can generate a nation's competent and competitive generation. As a result, the researcher was able to unearth Abdurrahman Wahid's views through library research involving books, kitab, periodicals, journals, and other connected materials. Abdurrahman Wahid has unique ideas regarding pesantren and school integration. Abdurrahman Wahid believes that this integration is critical in eliminating the knowledge divide and meeting the demands of today's career prospects. If the pesantren are still cut off from the new system that has joined the pesantren system, this will be impossible to do.Pesantren and schools should be integrated to the point where they both need to work together to improve the quality of education in Indonesia. Aside from the benefits and drawbacks of the pesantren education model, Abdurrahman Wahid, the "child" of pesantren, has demonstrated that pesantren can generate a nation's competent and competitive generation. As a result, the researcher was able to unearth Abdurrahman Wahid's views through library research involving books, kitab, periodicals, journals, and other connected materials. Abdurrahman Wahid has unique ideas regarding pesantren and school integration. Abdurrahman Wahid believes that this integration is critical in eliminating the knowledge divide and meeting the demands of today's career prospects. If the pesantren are still cut off from the new system that has joined the pesantren system, this will be impossible to do
REVITALISASI NILAI NILAI KEBHINEKAAN KEPADA FORUM ANAK KOTA PASURUAN MELALUI DISEMINASI MEDIA SOSIAL
Preventive efforts in realizing a harmonious life in society, especially among children with an attitude of diversity, can apply one strategy that can be tried, namely through the use of digital literacy through social media dissemination to Pasuruan city children who are members of the children's forum platform membership. Quantitative research is used in this type of study, survey research is the method used. Through the survey method, this research was conducted in an effort to reveal the attitudes and understanding of Pasuruan city's children's forum towards the values of diversity through digital literacy (social media dissemination). The presentation of the research results describes the profile of the Pasuruan City Children's Forum, in particular the behavior and social interactions of the Pasuruan city children's forum itself, and a portrait of the values diversity in structure of social strata the community. Based on data reduction, the research results are classified into two findings. First, the behavior and social interaction of the children's forum on the use of digital literacy and second, the portrait of the values of the diversity of the children's forum in Pasuruan. The behavior and interaction of children's forums in the city of Pasuruan shows that they are digitally literate and actively use social media, social media has advantages and practical values in its use in instilling the values of diversity. The existence of social media hasdirectedchildren's behavior and social interactions to online behavior. Children's forums are depicted in their behavior and interactions through social media and there are some information content on the values of diversity that are instilled by the community. Among them are reading, searching or research, responding and then following up, and finally spreading it.Upaya preventif dalam mewujudkan kehidupan harmonis dalam bermasyarakat, khususnya pada anak anak dengan menanamkan sikap kebhinekaan dapat diaplikasikan melalui salah satu strategi yang bisa dicoba, yaitu pemanfaatan literasi digital berupa diseminasi media sosial kepada anak anak kota Pasuruan yang tergabung dalam keanggotaan platform forum anak. Penulisan artikel ini menggunakan jenis penilitian pendekatan kuantitatif research dan metode penelitian survei. Berdasarkan metode survei, penelitian ini sebagai dedikasi upaya dalam merevitalisasikan tingkah laku dan pemahaman forum anak kota Pasuruan yang sesuai dengan nilai kebhinekaan melalui diseminasi sosial media. Sajian hasil penilitian, memaparkan tentang profil Forum Anak Kota Pasuruan, khususnya perilaku dan interaksi sosial dari forum anak kota pasuruan itu sendiri dan potret nilai-nilai kebhinekaan dalam struktur lapisan sosial masyarakatnya. Sesuai hasil observasi penelitian, bahwa hasil dikategorikan dalam bentuk dua penemuan. Pertama, perilaku dan tindakan interaksi sosialforum anak terhadap pemanfaatan literasi digital. Kedua, potret nilai-nilai kebhinekaan forum anak kota Pasuruan. Terbukti dengan partisipasi dan interaksi di kalangan anak anak di Pasuruan, mereka terlihat lebih aktif di dunia digital dan juga aktif menggunakan media sosial. Media sosial memiliki banyak elemen yang memerlukan perhatian dalam penggunaannya untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan nilai kebhinekaan. Media sosial telah secara aktif memantau tumbuh kembang interaksi sosial dan perilaku di kalangan anak-anak. Media sosial menyebarkan informasi tentang perilaku dan interaksi antar anak satu dengan yang lain untuk memberikan ulasan beberapa cara sehingga revitalisasi nilai kebhinekaan dapat diterapkan oleh masyarakat. Diantaranya membaca, mencari, merespond lalu menindaklanjuti dengan aksi, dan terakhir menyebarluaskan.
Kata Kunci : Nilai Nilai Kebhinekaan, Forum Anak Kota Pasuruan, Diseminasi, Media Sosia
IBN MADHA DAN AL NAHWU AL ARABI : (STUDI KRITIS ATAS GUGATAN IBN MADHA TERHADAP KONSEP-KONSEP AL NAHWU AL ARABI)
lmu nahwu mengalami kemajuan kajian dan analisis yang sangat pesat dan signifikan. Hal ini terbukti dengan banyaknya madrasah (aliran) dalam kajian ilmu nahwu. Pada masa perkembangan awal, ilmu nahwu lebih banyak didominasi oleh dua madrasah yang sangat popular, yaitu madrasah bashroh sebagai cikal bakal lahirnya ilmu nahwu, dan disusul oleh madrasah kufah. Selanjutnya bermunculan madrasah yang lainnya seperti madrasah al Bagdad, madrasah Mesir, madrasah Andalusia dan lain-lainnya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan kategorisasi yang kemudian diinterpretasikan secara deskriptif-analisis. Kritik dan gugatan Ibnu Madha terhadap nahwu meliputi: menghilangkan konsep al ‘amil, membuang illah ke dua dan ke tiga, menghilangkan al Qiyas, dan menghilangkan Tamarin