E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN KERUPUK BAWANG BIMA SAKTI DI DESA TENGGER
Desa Tengger merupakan wilayah kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur dan berada di ujung paling utara dengan luas wilayah desa Tengger 425,13 Ha. Kepadatan penduduk sudah mencapai 1.421 jiwa penduduk tetap. Pemilih Terdaftar 1.089 di tahun 2019. Namun dari keluasan wilayah yang begitu potensial masih banyak sumber daya alam yang belum digali sampai saat ini. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti ditemukan produk unggulan khas desa Tengger yaitu krupuk bawang. Krupuk bawang desa tengger mempunyai rasa khas yang otentik serta renyah dan gurih. Pengemasan dan pemasaran krupuk bawang ini masih relatif sederhana sehingga hanya mampu menjangkau masyarakat sekitar Desa Tengger. Pelatihan di bidang pengemasan, labelisasi/branding, dan digital marketing penting dilakukan untuk meningkatkan value dan menjangkau pasar yang lebih luas. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ABCD (Aset Based Community Development). Pelatihan ini diharapkan mampu meningkat perekonomian warga desa Tengger. Pelatihan ini dilaksanakan dengan melibatkan beberapa mitra, yaitu Pemerintah Desa Tengger, gerakan PKK Desa Tengger dan masyarakat setempat. Hasil pendampingan ini dapat dilihat dari meningkatnya kualitas pengemasan dan labelisasi dengan branding krupuk bawang Bima Sakti, serta jangkauan pasar yang luas akibat digalakannya digital marketing melalui media sosial
PEMBERDAYAAN EKONOMI DIMASA PANDEMI: OPTIMALISASI PEMANFAATAN DAUN KELOR MENJADI MAKANAN RINGAN DI DESA BRANGKAL KECAMATAN PARENGAN KABUPATEN TUBAN
ABSTRAK
Pemanfaatan daun kelor menjadi makanan ringan saat ini menjadi trend kuliner dikalangan industri rumah tangga, hal ini disebabkan karena daun kelor yang mudah dijumpai dan bisa bernilai ekonomis. Hal ini dilakukan sebagai slaah satu upaya peningkatan ekonomi masyarakat dimasa pandemic saat ini. Pohon kelor adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di Indonesia dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Pohon ini banyak ditemukan di pedesaan,d salah satunyai di Desa Brangkalkecamatan Prengan Kabupaten Tuban. Pohon kelor memiliki daun berwarna hijau dan berbentuk bulat kecil. Tidak hanya mudah didapat daun kelor juga mudah untuk diproduksi, salah satunya menjadi rempeyek daun kelor. Optimalisasi yang dilakukan dalam memanfaatkan daun kelor menjadi bahan olahan makanan ringan diawali dengan pendampingan dan pelatihan atau praktek langsung dengan ibu-ibu serta dilanjutkan dengan manajemen pemasarannya. Metode yang dilakukan menggunkan ABCD (Asset Bassed Community Development). Adapun hasil dari kegiatan ini adalah bisa memberi pemahaman kreatif kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan bahan alami disekitar untuk diolah menjadi makanan ringan yang bernilai ekonomis dan bisa memasarkan dengan gaya kekinian baik secara langsung ataupun melalui media masa.
Kata Kunci : Pemberdayuaan, Ekonomi, Pandemi, Makanan ringan, Daun Kelo
POLA KEPEMIMPINAN KIYAI DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER DI PONDOK PESANTREN AL MUNAWWIR KRAPYAK YOGYAKARTA
The globalization era is developing at this time demands the existence of national cadres who have the quality of human resources as a whole, tough in facing all the challenges of the times. This can be realized in the support of a quality education system. Among Muslims themselves, Islamic boarding schools are referred to as examples of educational institutions that have advantages, both from the aspect of scientific tradition and morality. Islamic boarding schools are considered capable of instilling the character values of education in children so that the nation's cadres have full human resources. The research method that the author uses in this study is using qualitative research with a location in PP Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, the results of this study are the leadership style applied by the Al Munawwir Krapyak Islamic boarding school, namely the democratic system, deliberation for consensus and also an authoritarian system. And in developing students' character education, namely by providing advice, habituation, exemplary (uswatun Hashanah), giving rewards and punishments to students.Era globalisasi yang berkembang waktu ini menuntut adanya kader bangsa yang memiliki kualitas sumber daya insan seutuhnya, tangguh pada menghadapi segala tantangan zaman. Hal tadi dapat terwujud pada dukung sang sistim pendidikan yang berkualitas. Dikalangan umat Islam sendiri pondok pesantren disebut sebagai contoh institusi pendidikan yang memiliki keunggulan, baik dari aspek tradisi keilmuan maupun moralitasnya. Pesantren dianggap mampu menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada anak agar kader bangsa mempunyai SDM seutuhnya. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan penelitian kualitatif dengan lokasi di PP Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, hasil dari penelitian ini yaitu Gaya kepemimpinan yang diterapkan pondok pesantren Al Munawwir Krapyak yaitu dengan sistem demokratis, musyawarah untuk mufakat dan juga sistem otoriter. Dan dalam mengembangkan pendidikan karakter santri yaitu dengan memberikan nasehat, pembiasaan, keteladaan (uswatun hasanah), pemberian reward dan juga punishment kepada santri
TUHAN DALAM PRESPEKTIF IBRAHIM DAN KAUMNYA: ANALISIS SEMIOTIKA DAN TEOLOGI: ANALISIS SEMIOTIKA DAN TEOLOGI
“This article aims to find out the concept of divinity in the story of Prophet Ibrahim and his people which is written in the Qur'an surah Al-Anbiya '. The research was conducted using Charles Sanders Pierce's semiotic approach and the theory of divinity according to Abu al-Hasan al-Asy'ari. Pierce in his theory introduced the triadic concept to find the meaning of a sign, namely the representament, object, and interpretant (rheme, dicisign, argument).As for the theory of divinity according to Abu al-Hasan al-Asy'ari the properties that must be in God are twenty attributes. Which is divided into four parts including an-nafsiyyatu, as-salbiyyatu, al-ma'Äni, and al-ma'nawiyyatu. Both approaches are used to determine the meaning of the signs contained in the verse from the semiotic perspective of Charles Sanders Pierce. As well as the concept of divinity in it when viewed from the theory of divinity according to the perspective of Abu al-Hasan al-Asy'ari. The results of this study the authors found the concept of divinity and its negation contained in the story of Prophet Ibrahim and his people according to the perspective of Abu al-Hasan al-Asy'ari. Meanwhile, the meaning of signs in Pierce's semiotic theory, Prophet Ibrahim is a character who represents the truth of God's attributes because Prophet Abraham always interprets phenomena that occur using his logic which is also corroborated by God's revelations conveyed through the angel Gabriel. As for the Babylonians, they are figures who represent the negation of the truth of God's attributes because they interpret the phenomena that occur without logic and are more following the traditions of their ancestors.“Artikel ini bertujuan untuk mengetahui konsep ketuhanan dalam kisah Nabi Ibrahim beserta kaumnya yang tertulis dalam al-Qur’an surah Al-Anbiya’. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce dan teori ketuhanan menurut abu al-Hasan al-Asy’ari. Pierce dalam teorinya mengenalkan konsep triadik untuk menemukan makna tanda, yaitu representamen, object, dan interpretant (rheme, dicisign, argument)Â. Adapun Teori ketuhanan menurut Abu al-Hasan al-Asy’ari sifat-sifat yang harus ada pada Tuhan adalah dua puluh sifat. Yang terbagi empat bagian diantaranyaan-nafsiyyatu, as-salbiyyatu, al-ma’Äni, dan al-ma’nawiyyatu. Kedua pendekatan tersebut dilakukan untuk mengetahui makna tanda yang terkandung dalam ayat menurut perspektif semiotika Charles Sanders Pierce. Serta konsep ketuhanan di dalamnya jika dilihat dari teori ketuhanan menurut perspektif Abu al-Hasan al-Asy’ari. Hasil dari penelitian ini penulis menemukan konsep ketuhanan beserta negasinya yang terdapat pada kisah Nabi Ibrahim beserta kaumnya menurut prespektif Abu al-Hasan al-Asy’ari. Sedangkan makna tanda dalam teori semiotika Pierce, Nabi Ibrahim merupakan tokoh yang merepresentasikan kebenaran sifat-sifat Tuhan karena Nabi Ibrahim selalu menafsirkan fenomena-fenomena yang terjadi dengan menggunakan logikanya juga dikuatkan dengan wahyu Tuhan yang disampaikan melalui malaikat Jibril. Adapun masyarakat Babilonia, merupakan tokoh yang merepresentasikan negasi kebenaran sifat-sifat Tuhan karena mereka menafsirkan fenomena-fenomena yang terjadi tanpa disertai logika dan lebih mengikuti tradisi nenek moyang mereka.â
PERILAKU KONSUMEN PADA MARKETPLACE DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Setiap manusia diberikan hak untuk memiliki sesuatu, tidak terkecuali dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup. Pemenuhan tersebut memunculkan perilaku konsumen terhadap pembelian suatu produk. Teori perilaku konsumen merupakan teori yang mempelajari bagaimana manusia memilih diantara berbagai pilihan yang dihadapinya dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Perilaku konsumen dibedakan menjadi dua, yaitu perilaku konsumen secara konvensional dan perilaku konsumen secara Islam. Prinsip yang digunakan dalam perilaku konsumen konvensional menerapkan prinsip utilitarianisme, sedangkan prinsip yang digunakan dalam perilaku konsumen Islam menerapkan prinsip pemenuhan kebutuhan dengan mempertimbangkan konsep maslahah. Pada sekarang ini upaya pemenuhan kebutuhan lebih mudah dilakukan dengan adanya marketplace yang menyediakan layanan jasa berbasis belanja online yang mampu memenuhi semua kebutuhan dan keinginan para konsumen. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yang bersumber dari buku dan internet. Berdasarkan dari beberapa sumber yang diperoleh nantinya akan diketahui apa yang menjadi motif perilaku konsumen, apakah masyarakat lebih menggunakan teori perilaku konsumsi secara konvensional atau secara Islam, dan pengaruh marketplaceterhadap motif perilaku konsumen
HAK PERWALIAN ANAK DARI PERNIKAHAN YANG DIPERBAHARUI : (Analisis Fikih Terhadap Praktik Tajdidun Nikah di Desa Sidomulyo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro)
Praktik tajdidun nikah atau pengulangan akad nikah yang dilakukan lebih dari satu kali biasa dilakukan oleh masyarakat suku Jawa. Praktik perkawinan semacam ini tentu berimplikasi pada kehidupan berikutnya, salah satunya adalah hak perwalian anak dari perkawinan tersebut. Secara garis besar, praktik tajdidun nikah di masyarakat terbagi menjadi dua jenis, yaitu: tajdidun nikah untuk mendapatkan buku nikah dan tajdidun nikah yang dilakukan untuk kedamaian rumah tangga. Objek penelitian ini adalah pasangan suami isteri yang melakukan tajdidun nikah di desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Temuan penelitian ini adalah, bahwasanya praktik akad ulang atau memperbarui nikah (tajdidun nikah) adalah sah menurut syara' karena syarat dan rukun nikah terpenuhi, sehingga anak hasil praktik tajdidun nikah memiliki nasab kepada ayah kandungnya, berhak mendapatkan hak perwalian, termasuk perwalian jiwa dan harta benda
PEMBUATAN MAKET EDUKASI WISATA AIR DI DESA PILANG KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO
Desa Pilang merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Desa ini memiliki aset desa berupa bengawan mati yang berpotensi menjadi pariwisata. Oleh karena itu, metode pendampingan masyarakat yang digunakan adalah metode ABCD (Asset Based Community Development). Adapun program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa IAI Sunan Giri yang bekerja sama dengan masyarakat setempat desa Pilang. Pendampingan ini menghasilkan maket atau miniatur edukasi wisata air yang diharapkan bisa menjadi cikal bakal dari adanya edukasi wisata air di dessa Pilang
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN INDEX CARD MATCH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MTS NEGERI 2 SLEMAN
In some units of educational institutions, there are still use monotonous learning strategies, the teacher lecturing and students listening, it has an impact on students who are not enthusiastic about participating in the class. The index card match strategy is not implemented in all educational units, due to the lack of teachers in applying this method in classroom learning. This method can overcome the problems that exist in the field related to the learning process.
The purpose of this study is to interpret the implementation of learning strategies with the index card match to increase student motivation at MTS N 2 Sleman. This research is qualitative. Data collection techniques used are observation methods, documentation methods, and interview methods. The data analysis technique used is Miles, Huberman, and Saldana with the stages of data collection, data condensation, data presentation, and concluding.
The results showed that the implementation of the learning strategy with the index card match approach was successful and successful in increasing students learning motivation at MTS N 2 Sleman. Therefore, the index card match strategy will provide new nuance for education, especially in the learning process. Learning with this strategy will make the learning atmosphere more fun and not boring.In some units of educational institutions, there are still those who use monotonous learning strategies, namely the teacher lecturing and students listening. So that it has an impact on students who are not enthusiastic in participating in learning in class. This index card match strategy has not yet been implemented in all educational units, due to the lack of teachers in applying this method in classroom learning. In fact, with this method, it can overcome the problems that exist in the field related to the learning process.
The purpose of this study is to interpret the implementation of learning strategies with the index card match approach in increasing student motivation at MTS N 2 Sleman. This research is a type of qualitative research. Data collection techniques used are observation methods, documentation methods and interview methods. The data analysis technique used is Miles, Huberman and Saldana with the stages of data collection, data condensation, data presentation and drawing conclusions.
The results showed that the implementation of the learning strategy with the index card match approach was successful and successful in increasing students learning motivation at MTS N 2 Sleman. Therefore, with the index card match strategy, it will provide a new nuance for education, especially in the learning process. Learning with this strategy will make the learning atmosphere more fun and not boring
MEMBANGUN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BENTHIK
Rapid technological advances have also influenced children's play activities. Modern impression of digital games is not only attached to the equipment used when playing, but also how to play it. Digital games are carried out in a comfortable room because in general air-conditioning such as internet cafes or timezone (rides to play) which causes a lack of physical movement of children. Lack of physical movement can result in a lack of development of motor skills of children. This also happened to Raudlatul Athfal Naja Ali Tambakwatu's children who preferred to play using their cellphones alone rather than playing with friends.
This study aims to determine the effect of traditional benthic games on gross motor skills in Raudlatul Athfal Naja Ali Tambakwatu's children who have been mostly affected by digital games. This study uses a quantitative approach with non-parametric statistics with a sample of 15 children. Data collection is done by observation and documentation techniques.
The results showed that: (1) gross motor skills in Raudlatul Athfal Naja Ali focused on worship activities, (2) Raudlatul Athfal Naja Ali children who initially did not know how to play benthic games made it a learning theme, and (3) traditional games benthik has a significant influence on the development of gross motor skills in Raudlatul Athfal Naja Ali
AKURASI ARAH KIBLAT MASJID MENGGUNAKAN ACCURATE TIMES
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penentuan arah kiblat dengan menggunakan data dari Accurate Times, mengetahui posisi arah kiblat masjid-masjid yang berada di Kecamatan Mesuji Makmur dan menganalisis tingkat kesesuaian antara arah kiblat masjid di Kecamatan Mesuji Makmur dengan metode bayangan kiblat menggunakan data yang ada dalam aplikasi Accurate Times. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian dilakukan terhadap arah kiblat di Kecamatan Mesuji Makmur dengan metode bayangan tepat mengarah ke kiblat dengan menggunakan data Accurate Times. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif. Adapun jenis penelitiannya yaitu penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan terhadap masjid yang berada di Kecamatan Mesuji Makmur sejumlah 14 masjid. Pemilihan sampel didasarkan pada jumlah kelurahan yang berada di Kecamatan Mesuji Makmur yaitu sebanyak 14 kelurahan yang ada masjid jamiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi arah kiblat masjid di Kecamatan Mesuji Makmur yang diteliti semuanya menghadap ke barat dengan beberapa variasi kemiringan. Terdapat 2 masjid (14,28%) yang akurat, 1 masjid (7,14%) yang ditoleransi keakuratannya, dan 11 masjid (78,58%)yang kurang akurat dengan nilai deviasi yang beragam. Dengan demikian, hanya ada 2 masjid (14,28%) yang akurat dan sesuai dengan data yang tersaji dalam program Accurate Times, selebihnya 12 masjid (85,72%) tidak sesuai