E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
Not a member yet
    331 research outputs found

    REFLEKSI NALAR FIKIH SOSIAL DALAM KRISIS LINGKUNGAN HIDUP

    Full text link
    Social Fiqh based on paradigm that solve a social problem is the most important attention from syariah, so, the social fiqh must be corelated to social problem solving and the public basic requirements fulfillment, not only dharuriyah, hajiyah but also tahsiniyah. Ecology crisis is result from developmentalisme program only based on economic growth. The programs are investment, green revolution, and family planning. The social fiqh doesn't understand that the programs have strong relation, so, only ecology crisis or damaging environment is forbiden but the others aren't forbiden. Finally, the social fiqh and the government united to created imbalance in social order. Where is the maslahah spirit

    SISTEM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN

    Full text link
    This paper aims to explain the education system in Pesantren, the Islamic boarding school education system experienced a shift from the Salafi system to the kholaf system. The problem that arises is the loss of the essence of the basic values ​​education system in Islamic boarding schools when faced with modernity and the development of the times, the education system used indicated reducing, this research is an attempt to make a contribution of thought to Islamic boarding schools in carrying out their educational functions. Especially in developing the basic values ​​of education, input for pesantren in organizing their education system, and funding the construction of the education system in the modern era. The findings of this study are; 1) education system of Islamic Boarding Schools are based on the Qur'an and Al-Hadith, 2) the beginning of its establishment, Islamic Boarding Schools use a traditional education system which in the implementation of teaching uses the sorogan and wetonan systems, implemented the classical system and is currently organizing skill institutions and formal schools, 3). In applying the education system, Islamic boarding schools experience lags in the learning system, this is more because pesantren are less able to accommodate the development of the times and are even indifferent to new findings.Sistem pendidikan pesantren adalah sebuah kesatuan dari beberapa komponen sistem pendidikan pesantren yang bekerjasama secara sinergis untuk mencapai tujuan bersama. Seiring dengan perkembangan zaman sistem pendidikan pondok pesantren mengalami pergeseran dari sistem salafi menuju  sistem kholafi.   Berdasar uraian tersebut di atas, penulis bermaksud melakukan pengkajian tentang; 1) Essensi nilai-nilai dasar yang melandasi sistem pendidikan di Pondok Pesantren, 2) Sistem pendidikan yang digunakan dalam upaya memberdayakan nilai-nilai dasar di Pondok Pesantren, 3) Kendala yang dialami Pondok Pesantren dalam mengaplikasikan sistem pendidikannya.   Adapun manfaat dari penelitian ini adalah untuk menjadikan sumbangan pemikiran kepada pndok pesantren dalam melaksanakan fungsi pendidikannya. Terutama dalam mengembangkan nilai-nilai dasar pendidikan, menjadi bahan masukan bagi pesantren dalam menyelenggarakan sistem pendidikannya dan menjadi bahan pertimbangan serta informasi bagi peneliti lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ; 1) Dalam sistem pendidikannya Pondok Pesantren berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits yakni nilai-nilai Islam senantiasa ditanamkan pada anak didik (santri), 2) Pada awal pendiriannya, Pondok Pesantren menggunakan sistem pedidikan taradisional yang mana dalam pelaksanaan pengajarannya hanya menggunakan sistem sorogan dan wetonan, namun dalam perkembangannya menyelenggarakan juga sistem klasikal dan saat ini sudah menyelenggarakan lembaga ketrampilan dan sekolah-sekolah formal, 3). Dalam mengaplikasikan sistem pendidikannya Pondok Pesantren mengalami kendala kelambanan dalam sistem pembelajaran, hal ini lebih disebabkan karena pesantren kurang bisa mengakomodir perkembangan zaman bahkan acuh-tak acuh dengan berbagai temuan baru

    IMPLEMENTASI KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER KI HAJAR DEWANTARA DI SMP NEGERI 2 BOJONEGORO

    Full text link
    in this increasingly modern and growing age, especially in technological systems Communication and information, and the mindset of age children grows Adolescence or puberty. To compensate for it all so that the child will not be distracted by it Technological advances are more sophisticated, and children's character education needs attention, Whether in the family circle, school, or community. This research is meant to know Ki Hajar Dewantara character education concepts and implementation in public junior high school 2 "Bojonegoro. The study uses qualitative deskriptive methods. The data collection techniques used are observations, interviews, book collections ki dewantara, and Documentation. As for the results of this study, (1) the educational concept of character ki Dewantara includes, ki dewantara vision, basic character education, principles of Education, three education centre, among system, Tri Sakti Jiwa, Tri-naga concept (Ngerti, Ngroso, Nglakoni), Tri-kon concept, (Kontinu, Konvergen, Konsentri). (2) implementation of education concepts Ki hajar dewantara in public junior high school 2 Bojonegoro by using breeding positive activity of teachers, students, and the entire community at school. Because of the covid-19 pandemic condition has diverted both learning and character education at home each with his parents as his education.  Teachers teach parents how to train good children and always communicate through the whatsapp guardian santri group. In addition, students are scheduled with a limited amount to learn hydroponics and to learn gamelan directly at school. This is done to alleviate a child's long-term exposure to online learning. Assessments and character education conducted at public school 2 Bojonegoro by paying regular visits each day, private conversations, and conversations to parents. In addition to coordination meetings every month and year

    PERKEMBANGAN EKONOMI ISLAM ERA KLASIK (BANI UMAYYAH DAN BANI ABBASIYAH)

    Full text link
    Pemikiran tentang ekonomi Islam telah muncul sejak Islam diturunkan melalui Nabi Muhammad Saw yang kemudian dilanjutkan pada masa kepemimpinan khulafaur Rasyidin. Saat itulah Islam mulai memberi pengaruh kepada dunia, karena para khalifah sudah melakukan perluasan wilayah keluar daerah Arab. Setelah masa Khulafaur Rasyidin muncullah daulah Bani Umayyah dan Abbasiyah. Berdasarkan catatan sejarah, Islam mengalami kemajuan yang sangat pesat saat kepemimpinan bani Umayyah dan Abbasiyah. Sehigga peradaban Islam memberi pengaruh yang besar ke pada dunia saat itu. Para sejarawan menyebut saat itu dengan “The Golden Ageâ€. Islam mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang peradaban, ilmu pengetahuan, politik, pemerintahan, sains dan teknolgi Termasuk di bidang Ekonomi. Berangkat dari uraian tersebut di atas, artikel ini akan membahas perkembangan ekonomi Islam pada masa Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah dengan menggunakan penelilian kualitataif berbasis kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analisis hasil penelitian  memperlihatkan bahwa pada masa Umayyah dan Abbasiyah mengalami kemajuan di beberapa bidang peradaban salah satunya adalah dalam bidang pemikiran ekonomi. Dinasti Abbasiyah menjadikan Islam sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan hal itu menjadi faktor berkembangnya perekonomian Islam pada masa itu. Dapat dikatakan bahwa, ada suatu kisah yang tak terharga nilainya dari peninggalan sejarah Dinasti Abbasiyah. Hal ini harus menjadi motivasi untuk membangun visi umat dalam mengembangkan perekonomian dunia. Lebih dari 750 tahun, pemerintahan Islam berkibar sejak Bani Umayyah sampai Abbasiyah, dua system pemerintahan yang belum pernah ada tandingannya di dunia manapun hingga saat ini dan merupakan suatu masa yang panjang dan luas

    ADAB MURID DALAM PENDIDIKAN SPIRITUAL MEURUT SYEKH ‘ABDUL QĀDIR AL JĪLĀNĪ (1077-1166) DAN AL HABĪB ‘ABDULLAH ‘ALAWĪ AL HADDĀD (1634-1720)

    No full text
    This study analyzes the thoughts of Sheikh 'Abdul Qadïr al jailïnandHabib Abdullah bin Alawi Al-Haddad on the Discipline of Spiritual Education students. The purpose of this study is to determine the concept of Disciples in Spiritual Education according to Sheikh 'Abdul Qadïr al jailïn and Habib Abdullah 'Alawi Al-Haddad. To find out the Characteristics of Students in Education according to Sheikh 'Abdul Qadïr al jailïn and Habib Abdullah 'Alawi Al-Haddad in educational institutions today. This type of research uses literature. The results of the study show that the Discipline of Disciples in Spiritual Education according to Sheikh 'Abdul Qadïr al jailïn and Habib Abdullah 'Alawi Al-Haddad is a description of Disciples' Ethics in Spiritual Education to focus on fixed values ​​in the corridors of the Qur'an and Sunnah, Purification of the soul before starting the Journey to Allah. The research method used is library research. The main source is the book Al Gunyah Li Talibi Tariq Al Haqq, Risalah Adab SulŪk Al myrrhïd and the supporting source is the translation of the Treatise of Adab SulÅ«k Al myrrhïd and books related to the material. The technical data analysis uses the content analysis method.Penelitian ini menganalisis pemikiran Syekh ‘Abdul QadÄ«r al JailÄ«nÄ« dan Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad tentang Adab murid Pendidikan Spiritual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep Adab Murid dalam Pendidikan Spiritual menurut Syekh ‘Abdul QadÄ«r al JailÄ«nÄ« dan Habib Abdullah ‘Alawi Al-Haddad. Untuk mengetahui Karakteristik Murid dalam Pendidikan menurut Syekh ‘Abdul QadÄ«r al JailÄ«nÄ« dan Habib Abdullah ‘Alawi Al-Haddad dalam lembaga pendidikan di zaman sekarang. Jenis penelitian ini menggunakan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adab Murid dalam Pendidikan Spiritual menurut Syekh ‘Abdul QadÄ«r al JailÄ«nÄ«dan Habib Abdullah ‘Alawi Al-Haddad adalah gambaran tentang Adab Murid dalam Pendidikan Spiritual  untuk memusat pada nilai-nilai tetap dalam koridor al-Qur’an dan sunnah, Pembersihan jiwa sebelum memulai Perjalan menuju Allah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber utama adalah kitab Al Gunyah Li Talibi Tariq Al Haqq, Risalah Adab SulÅ«k Al MurÄ«d dan sumber pendukungya adalah terjemahan kitab Risalah Adab SulÅ«k Al MurÄ«d dan buku-buku yang bersangkutan dengan materi. Adapun teknis analisis data menggunakan metode content analysis. &nbsp

    CONCERNING K-POP: PENGENALAN SINGKAT TENTANG KOREAN WAVE (HALLYU STAR)

    Full text link
     â€œK-Pop is an actual phenomenon nowadays. Widely spread through Korean dramas, pop songs, boy and girl bands, this Korean culture has become a symbol of today's youth life. Teenagers in Indonesia, even in other parts of the world, are competing to imitate the lifestyle of Korean artists, emulating the culture and almost making it as their own culture. This article is a library research. Writings on Korean popular culture serve as the main source of this research. Writings in the form of a book or journal is analyzed in order to get a complete understanding of the theme under study. Based on the research conducted, it is concluded that Korean popular culture is a new culture that adopts American culture. The new culture is then made into the identity of Korean youth and then disseminated through various ways, such as dramas, songs, films, and so on. Utilizing digital technology, social media applications and various other digital platforms, Korean popular culture has finally managed to spread widely and become a phenomenon that has caught the world's attention.â€"K-Pop adalah fenomena aktual saat ini. Fenomena tersebut tersebar luas melalui drama Korea, lagu pop, boy band dan girl band, budaya Korea ini telah menjadi simbol kehidupan anak muda masa kini. Para remaja di Indonesia, bahkan di belahan dunia lain, berlomba-lomba meniru gaya hidup artis Korea, meniru budaya tersebut dan nyaris menjadikannya sebagai budaya mereka sendiri. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif dekriptif dengan metode studi kepustakaan. Tulisan-tulisan tentang budaya populer Korea menjadi sumber utama penelitian ini. Tulisan tersebut berupa buku atau jurnal yang dianalisis untuk mendapatkan pemahaman secara utuh tentang tema yang diteliti. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa budaya populer Korea merupakan budaya baru yang mengadopsi budaya Amerika. Budaya baru tersebut kemudian dijadikan identitas anak muda Korea dan kemudian disebarluaskan melalui berbagai cara, seperti drama, lagu, film, dan sebagainya. Memanfaatkan teknologi digital, aplikasi media sosial dan berbagai platform digital lainnya, budaya populer Korea akhirnya berhasil menyebar luas dan menjadi fenomena yang menyita perhatian dunia.

    PERAN GURU PAI DALAM MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN DI ERA 4.0: (Studi Kasus di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Bojonegoro)

    No full text
    Teachers as agents of change, role models, social media as a medium and means of learning can create a pleasant learning atmosphere and motivate students to improve their abilities. They have competencies following the times. SMKN 4 Bojonegoro is a school that can apply internet-based learning and uses social media well, PAI subjects. This study aims to reveal the role of PAI teachers utilizing social media as learning in the era of 4.0 case studies at SMKN 4 Bojonegoro, about The implementation of PAI teachers in used social media as a learning tool in the 4.0 Era and the active role of teachers in utilizing social media as a learning tool in the 4.0 era. This study used a qualitative approach with a case study design, Data Collecting by using in-depth interviews, observation, and documentation techniques. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and concluding. Checking the validity of the findings is done by triangulation with various data, methods, and sources. The results showed that the implementation of PAI teachers in utilizing social media as a learning tool in the 4.0 era was by using WhatsApp and YouTube. Students get the PAI learning material itself and the latest PAI material. The active role of PAI teachers in utilizing social media as a learning tool in the 4.0 era is to become a subject, thereby guarding against radicalism and deviant beliefs. His efforts are to provide study materials for intolerant groups, inclusive religious practices and show wrong and radical sects and their dangers.Teachers as agents of change, role models, social media as a medium and means of learning can create a pleasant learning atmosphere and motivate students to improve their abilities. They have competencies following the times. SMKN 4 Bojonegoro is a school that can apply internet-based learning and uses social media well, PAI subjects.         This study aims to reveal the role of PAI teachers utilizing social media as learning in the era of 4.0 case studies at SMKN 4 Bojonegoro, about The implementation of PAI teachers in used social media as a learning tool in the 4.0 Era and the active role of teachers in utilizing social media as a learning tool in the 4.0 era. This study used a qualitative approach with a case study design, Data Collecting by using in-depth interviews, observation, and documentation techniques. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and concluding. Checking the validity of the findings is done by triangulation with various data, methods, and sources.         The results showed that the implementation of PAI teachers in utilizing social media as a learning tool in the 4.0 era was by using WhatsApp and Youtube. Students get the PAI learning material itself and the latest PAI material. The active role of PAI teachers in utilizing social media as a learning tool in the 4.0 era is to become a subject, thereby guarding against radicalism and deviant beliefs. His efforts are to provide study materials for intolerant groups, inclusive religious practices and show wrong and radical sects and their dangers

    PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADITS UNTUK MI/SD

    No full text
    This study aims to identify the problem of learning Al-Qur'an Hadis in MI. The process used in this article is library research. The method of collecting information in this research is documentation. Documents, which dig up information in the form of paper notes, articles, etc. The results of the study indicated that there were problems, among others, students who could not recite verses of the Koran according to the principles of tajwid because their background and the level of learning of Al-Qur’an Hadis teachers had not improved. Learning facilities / equipment are still limited. Solutions to the problem of learning Al-Qur’an include practicing reciting the Al-Qur’an and how to skillfully teach the Al-Qur’an, applying the learning method of learning the Koran for new students, as well as applying the Al-Qur’an, implementing tadarus, obtaining learning resources, providing guidance to students and provide guidance to parents of students.Penelitian ini bertujuan buat mengenali tentang masalah pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MI/SD. Proses yang dipakai dalam artikel ini ialah penelitian pustaka (library research). Metode pengumpulan informasi dalam penelitian ini ialah dokumentasi. Dokumen, yang menggali informasi berupa catatan makalah, artikel, dll. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa persoalan yang terdapat antara lain murid yang tidak bisa melafalkan ayat Al-Quran cocok dengan kaidah ilmu tajwid sebab latar belakangnya dan tingkat pembelajaran guru Al-Quran Hadits yang belum membaik. Fasilitas/ perangkat belajar masih terbatas. Solusi guna masalah belajar Al-Quran tergolong melatih melafalkan Al-Quran dan cara terampil mengajar Al-Quran, menerapkan cara pembelajara belajar Al-Quran untuk mahasiswa baru, serta menerapkan Al-Quran, melaksanakan tadarus, memperoleh sumber belajar, memberikan bimbingan kepada siswa dan memberikan bimbingan kepada orang tua siswa

    ZAKAT BAGI PEMILIK RUMAH KOS DENGAN PENDEKATAN QIYAS SEBAGAI METODE ISTINBAT HUKUM

    Full text link
    Sebagai salah satu metode penggalian hukum Islam, qiyas memberi porsi yang sama,baik pada akal maupun teks. Akal digunakan untuk menalar „illat dan teks sebagai landasan dan sandarannya. Qiyas bisa menjadi jalan keluar dalam menentukan kasuskasus hukum kontemporer yang belum ada dalil nashnya. Operasionalisasi Qiyas bisa dilihat dari keharaman sabu-sabu karena diqiyaskan dengan khamr dengan „illatmemabukkan. Kemudian keharaman memukul orang tua karena diqiyaskan dengan larangan berkata kasar atau uf kepada orang tua dengan „illat menyakiti orang tua.Adapun zakat bagi pemilik rumah kos dihukumi wajib karena diqiyaskan dengan mÄl zakawiy (harta yang wajib dizakati). Karena aá¹£l-nya disamakan dengan tijÄrah(dagangan), atau dengan ṡimÄr (buah-buahan) yang memiliki „illat al-namÄ‟ (tumbuh atau berkembang). Disamakan dengan dagangan karena rumah kos termasuk bentuk muamalat dengan akad ijarah (sewa-menyewa) yang memiliki nilai ekonomis dan memberi penghasilan kepada pemiliknya. Disamakan dengan buah-buahan karena pendapatan yang didapat bisa berkali-kali dalam setahun, diibaratkan memiliki tanah lalu menanaminya dengan rumah atau deretan kamar-kamar. Adapun ukuran zakat yang dikeluarkan disamakan dengan ketentuan zakat perdagangan atau buah-buahan

    Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap Program Pemberdayaan Huffadz di Wilayah Kecamatan Senori Tuban

    Full text link
    Empowerment becomes an effort to build one's existence in life by encouraging them to have the ability/empowerment. As the provision of resources, opportunities, knowledge and skills, the community increase their capacity to the better future. The empowerment program carried out by Provincial government East Java towards Huffadz Quran is a tribute for their dedication to maintaining Al-Qur'an through memorization. The empowerment is an allowance to them every year. (a). Huffaz empowerment program through the provision of an honorarium. (b). Apart from giving the honorarium, there is a monthly routine program to support the memorization to keep their memorizing in Qur'an, and deepened it with the study of the interpretation of the book Al-Ibriz. Apart from these two things, the Huffadz can practice their Qur'an memorization by holding social activities in the form of donations, especially for orphans.  Pemberdayaan menjadi sebuah upaya untuk membangun eksistensi seseorang dalam kehidupannya dengan memberi dorongan agar memiliki kemampuan/keberdayaan. Lebih lanjut sebagai  penyediaan sumber daya, kesempatan, pengetahuan dan ketrampilan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas mereka sehingga mereka bisa menemukan masa depan yang lebih baik. Program pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap Huffadz AL-Quran merupakan sebuah penghormatan kepada mereka atas dedikasinya terhadap penjagaan Al-Qura’an  melalui hafalannya, sehingga pemberdayaan ini berupan tunjangan kepada mereka yang diberikan setiap tahunnya. Selain tunjangan kehormatan tersebut agar para huffadz tetap terjaga hafalannya yakni ada kegiatan rutinan bulanan secara bergantian dari rumah kerumah dan ditambah dengan pengajian kitab tafsir Al-Ibriz. Untuk pengamalan dari pada hafalan para huffadz jg diadakan kegiatan social berupa santunan khususnya kepada yatim piatu

    297

    full texts

    331

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇