E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
Not a member yet
    331 research outputs found

    PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM PENANGGULANGAN RADIKALISME

    Get PDF
     Indonesia is a plural and heterogeneous country, and has the potential for multi-ethnic, cultural, multi-religious wealth, all of which are the potential to build a large multicultural country, any religion has a tendency to carry out truth claims because religion is a belief value that must be held firmly by its adherents, the attitude of the truth claim will be positive if it is only intrinsic Orientation in its appreciation and application, not for extrinsic orientation that causes negative prejudice and conflict. Intrinsic religion fulfills all life with motivation and meaning, while extrinsic religion makes religion enslaved to support and justify personal interests, The aim of Islamic education is to form perfect human being.. then Islamic religious education is the solution to make followers of religion not included in the radical, by giving Learning and methods of Non-Radicalism Islamic Education

    PERSEPSI MINORITAS MUSLIM TERHADAP MODEL KERUKUNAN DALAM MEMBANGUN HARMONI SOSIAL

    Get PDF
    Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan bangunan kerukunan beragama di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Propinsi ini telah berhasil menjadi contoh bagi model dan jalinan kerukunan beragama bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia. Sebagai provinsi yang mayotitas Kristen, cara minoritas Muslim dalam mendorong tumbuhnya harmoni, toleransi, ataupun kerukunan juga berbeda dengan di wilayah yang mayoritas  muslim. Minoritas ini memiliki kekhasan dalam menterjemahkan bangunan kerukunan beragama di wilayah NTT. Untuk menjawab tujuan penulisan ini, akan di­gam­­barkan bagaimana persepsi minoritas muslim NTT dalam membangun model kerukunan beragama; selanjutnya juga akan digambarkan bagaimana pemahaman mayoritas dan minoritas dalam mendorong praktik kerukunan beragama dalam kerangka kebangsaan. Dalam tulisan ini ditemukan bahwa harmoni umat beragama merupakan keniscayaan yang harus terus dibangun demi keutuhan bangsa Indonesia: ada kesadaran bahwa harmoni berbangsa dan bernegara di Indonesia merupakan model ideal yang saat ini menjadi contoh bagi masyarakat dunia. Model-model kerukunan yang dipersepsi minoritas dapat dirawat dan selanjutnya menjadi platform dalam mewujudkan harmoni sosial

    Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pada Pembelajaran IPS Untuk Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan

    Get PDF
    Indonesia is ranked second as the largest producer of plastic waste in the world after China. The Ministry of Environment and Forestry said that the increase in landfill in Indonesia has reached 175,000 tons/day, equivalent to 64 million tons/year. Waste management is very necessary to minimize the adverse effects. For this reason, it needs to be inserted in social studies learning in order to foster an environmentally caring character. The method used in this study uses the literature study method. The results show that 3R waste management (reduce, reuse, recycle) on social studies learning to foster environmental care character can be done, as follows: 1) Reduce examples, namely paper use can be replaced by collecting papers or assignments in social studies learning using softfile only or through digital device; 2) Examples of Reuse, namely waste management can be done using plastic goods again. Students can use drinking bottles that can be reused, and 3) Examples of Recycle, namely waste management with the concept of recycle are divided into three, namely management of organic (wet), inorganic and B3 waste. For example, managing organic (wet) waste into compost, managing inorganic waste into handicrafts and social media learning media.Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia setelah Cina. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan jumlah peningkatan timbunan sampah di Indonesia telah mencapai 175.000 ton/hari atau setara 64 juta ton/tahun. Pengelolaan sampah sangat perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak buruknya. Untuk itu, perlu disisipkan dalam pembelajaran IPS agar menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan  pengelolaan sampah 3R (reduce, reuse, recycle) pada pembelajaran IPS untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan dapat dilakukan, sebagai berikut: 1) Contoh Reduce, yaitu penggunaan kertas dapat digantikan dengan mengumpulkan makalah atau tugas dalam pembelajaran IPS menggunakan softfile saja atau melalui perangkat digital; 2) Contoh Reuse, yaitu pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan menggunakan barang plastik kembali. Siswa dapat menggunakan botol minum yang dapat digunakan kembali, dan 3) Contoh Recycle, yaitu pengelolaan sampah dengan konsep recycle terbagi menjadi tiga, yaitu pengelolaan sampah organik( basah), anorganik, dan B3. Seperti, pengelolaan sampah organik (basah) menjadi kompos, pengelolaan sampah anorganik menjadi kerajinan dan media pembelajaran IPS

    HUBUNGAN EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISTIK

    Get PDF
    “This study aims to determine the relathionship between empathy with altruistic behavior. Subjects were students in Al-asy’ari boarding school totaling 90 student for male sex between the age of 12 to 25 years. Meansuring intruments used are altruistic behavior scale and empathy scale. The data capture techniques using proportionate stratified random sampling. Methods of data analysis using regression analisysis with SPSS16.0 program. The resulst showed positive significant relationship between empathy and altruistic behavior. Effective contribution of empathy to altruistic behavior for students in Al-asy’ari boarding school is 44% indicated by the coefficient of determinant (R2) 44,0. This means there is 66,4% of other variables that affect students’ altruistic behavior.â

    URGENSI SUNAH DALAM PENETAPAN HUKUM ISLAM

    Get PDF
    “Sunnah as one of the sources of Islamic law that occupies the second position after al-Qur'an, it is still a matter of disputed. The dispute stems from differences of opinion about the legal force contained in the sunnah, which includes binding and has the power to emulate or not. These differences of opinion have different legal consequences. The position and urgency of sunnah in the formation of Islamic law also did not escape from the dispute. Some scholars believe that the sunnah as the second source of law is capable of independently establishing the law, but some others assume that the sunnah is not a source of law-settlers but rather the explanation and detailing, so that anything born from sunnah has actually been covered in al-Qur'an 'an. Sunnah serves to explain and strengthen the laws that already exist in al-Qur'an. Sunnah also provides the details and interpretations of the verses of al-Qur'an that are still mujmal or global, providing limits on the things that have not been limited, giving specificity (takhsis) on the verses that are general, and provide explanations of things which is still complicated in al-Qur'an. Sunnah also serves as the forming of a new law that does not exist in al-Qur'an.â

    MAKNA IMAN ISLAM DAN KUFR MENURUT FARID ESACK DAN KONTEKSTUALISASINYA PADA CIVIL SOCIETY

    Get PDF
    “Tulisan ini menjelaskan tentang masalah definisi etis kawan dan lawan yang sering menjadi sebab perselisihan antar civiity (masyarakat). Definisi etis yang paling sering disinggung di dalam al-Qur’an adalah iman dan kufr (“percaya†dan “tidak percayaâ€). Dalam wacana muslim, kata Iman sering diganti dengan Islam sebagai istilah kunci bagi identifikasi diri. Farid Esack menawarkan pemaknaan ulang terhadap Iman, Islam, dan Kufr. Bahwa Iman bersifat dinamis, Islam adalah sebuah ketundukan dan Kufr adalah menghalangi dan menutupi perbuatan baik. Dalam penelitian bersifat kepustakaan ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif analitis. Sehingga lebih dahulu dipaparkan bagaimana Farid Esack memaknai Iman, Islam, dan Kufr. Adapun kontekstualisasi dari makna Iman dalam civil society adalah bagaimana membangun karakter kepercayaan pada Negara, musyawarah sebagai alat demokrasi, menciptakan rasa aman, memelihara kedamaian, dan keseimbangan sosial. Selanjutnya dari makna Islam diciptakan karakter kepatuhan pada Negara, menjadi Islam moderat, memberi keselamatan, menciptakan keharmonisan sosial, dan bersikap  bijaksana. Dan dari makna kufr muncul civil society karakter keterbukaan pada Negara, terbuka dengan pendapat yang berbeda, kebebasan dalam bermasyarakat, saling menghargai, dan menjaga keseimbangan sosial.â

    TRANSISI BAHASA ARAB DAN POLEMIK KRISTEN KOPTIK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang transisi dari bahasa Koptik ke Bahasa Arab, serta polemik-polemik yang terjadi di dalam kristen Koptik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, tepatnya metode deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan sebagai cara menguraikan masalah dengan menggambarkan keadaan objek penelitian dan mendeskripsikan secara detail tentang keadaan kristen koptik dan transisi dari bahasa koptik ke bahasa Arab, sehingga bahasa Arab bisa berkembang pesat dan tetap eksis serta digunakan sebagai bahasa yang diajarkan diseluruh dunia hingga saat ini. Penelitian ini menghasilkan adanya pergeseran atau transisi bahasa koptik sebagai bahasa rakyat dan peradaban Mesir yang dilestarikan penggunaannya sebagai bahasa lingua franca oleh Amru bin Ash (salah seorang sahabat Nabi) yang menjadi gubernur di Mesir saat kekhalifahan Umar ibn Khattab serta ditabalkan fungsinya oleh Amru bin Ash bukan sekedar untuk melestarikan bahasa asli penduduk Mesir, tetapi juga untuk menjadikannya sebagai identitas budaya Islam khas Mesir. Namun seiring perkembangannya hingga saat ini bahasa tersebut nyaris punah dan penggunaannya terbatas pada urusan peribadatan sebagai bahasa liturgis. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka kini menuturkan bahasa Arab.&nbsp

    Pelatihan Kesenian Pencak Macan dalam Rangka Pelestarian dan Penanaman Nilai Spiritual melalui Kesenian Tradisional

    Get PDF
       Berkembangnya arus globalisasi dan teknologi yang semakin melaju dengan pesat, mempermudah teraksesnya berbagai konten ‘tontonan’/pertunjukan seni di berbagai media sosial. Kenyataannya di Indonesia, ‘tontonan’/pertunjukan tersebut didominasi oleh kesenian Barat yang mulai menggeser kesenian ‘luhur’. Keberadaan kesenian daerah saat ini memang kurang diminati, terutama oleh generasi muda. Beberapa faktor di antaranya diakibatkan oleh: 1) kurangnya bahan materi ajar tentang kesenian daerah pada sekolah-sekolah, 2) pergaulan/lingkungan saat ini yang menjauh dari nilai moral budaya, 3) faktor keluarga yang cenderung ‘cuek’ untuk memberikan pengetahuan kesenian daerah dan 4) beberapa seniman dan pemerintah yang dianggap saat ini cenderung ‘menunggangi’ kegiatan dibidang seni dengan kepentingan politik. Akibatnya, beberapa kesenian daerah perlahan-lahan berhenti dari kegiatan kreatif dan bahkan mulai perlahan ‘mati’ karena tidak ada regenerasi baru. Salah satu bentuk kesenian yang mulai terabaikan, yakni Kesenian Pencak Macan dari desa Lumpur kecamatan Gresik - kabupaten Gresik. Kesenian ini pertama kali diperkenalkan oleh Sindujoyo pada masa kejayaan Sunan Giri dan kemudian berkembang ke seluruh pesisir kota Gresik.[1] Pencak Macan merupakan icon kesenian daerah kota ‘pudak’, namun saat ini tidak lebih dari beberapa daerah/kelompok yang masih aktif mempertahankannya. Terlebih lagi generasi muda (siswa-siswi sekolah dan remaja) di Gresik, banyak yang tidak mengenal keseniannya sendiri. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dilakukan Pelatihan  Kesenian Pencak Macan Pada Generasi Muda di Kabupaten Gresik dalam Rangka Pelestarian Kesenian Tradisional

    IMPLEMENTASI TQM (TOTAL QUALITY MANAGEMENT) PADA LEMBAGA PENDIDIKAN

    Get PDF
    “School/madrasah as an educational institution is an institution that serves as an agent of change to solve the nation's problems. Therefore, in order to produce the quality of education, it is necessary to implement the concept of TQM (Total Quality Management) that in history has successfully led the business world in creating production quality best and can even exceed the satisfaction of customers standard. This study used a qualitative approach with methods of library research. The formulation of the problem involves understanding implementation of TQM, TQM in education, implementation of TQM principles in educational institutions, the pillars of TQM in educational institutions, measures the implementation of TQM in education and description of the failure in the implementation of TQM. The study results were obtained, among others; The first, implementation of total quality management (TQM) is an implementation or embodiment of a management concept that involves all components in the organization to jointly contribute to the organization's policies oriented to the improvement of product quality to customer satisfaction. Second, in educational institutions, implementation of TQM are used to improve administrative functions and operations, to manage the educational process as a whole, integrate TQM in the curriculum, the use of TQM in teaching methods in the classroom, the use of TQM for managing research and development activities. In addition, educators must be responsible for their duties proactively, they must develop a problem-solving process that makes sense and can identify and towards the main cause, capable of being the organization model and can measure what's working well and what is not, so that we will get a good system in institutional schools / madrasah. Third, in applying TQM, there are some principles that should be held, among others; focusing on consumers (users of educational services), broad involvement (teachers, staff, students, and community), their measurements, to understand education as a system, and their continuous improvement. Fourth, the five main pillars of TQM here are their products, relying on the process undertaken, the leader who moves in producing quality products, and a commitment among the leaders in the organization. Fifth, steps in implementing TQM in educational institutions include; the preparatory phase, the planning phase and the implementation phase. Sixth, the failure may occur in implementing TQM in educational institutions, if; there is a gap in the commitment of top management, one focus of attention, lack of adequate staff and support, relying solely training, the hope of obtaining results of a moment and force adopt a method that doesn’t comply with the requirement.â

    العلاقة بين اللغة العربية وعلم النحو

    Get PDF
    إن هذا الباب يبجث عن العلاقة بين اللغة العربية وعلم النحو وينقسم هذا الباب الى ÙØµÙ„ين وهما Ø§Ù„ÙØµÙ„ عن اللغة العربية وخصائصها، ويليه Ø§Ù„ÙØµÙ„ الثانى حيث يذكر Ùيه حاجة اللغة العربية إلى النحو. كان هذا البحث يستخدم التحليل النوعي بطريقة الدراسة المكتبية لجمع البيانات Ùˆ الاستعلامات بمساعدة أنواع المواد التي توجد ÙÙŠ المكتبة. اختارت الباحثة هذه الطريقة لإدراك المعلومات المتعددة من مصادرها Ùˆ تحقيق الوثائق التي تتعلق بالبيانات المطلوبة. يركز هد٠التحقيق ÙÙŠ المواد المكتوبة ÙÙŠ الكتب أو النسخة أو الجريدة أو غير ذلك. والنتيجة عن هذا البحث هي النحو وظائ٠مهمة ÙÙ‰ Ø­ÙØ¸ سلامة اللغة العربية من Ø§Ù„ÙØ³Ø§Ø¯ والاضطراب، تعنى لإعانة القراء Ù„Ùهم المقروء وإعانة المتكلم لتعبير الكلام الصحيح ثم إعانة الكتاب للوصول الى الكتابة الصحيحØ

    297

    full texts

    331

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇