E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
Not a member yet
    331 research outputs found

    Konsep Pendidikan Nilai Humanis dalam Al-Qur’an

    Get PDF
    The study in this paper discusses the concept of a Humanist Values Education. Islam never experienced the heyday of the era became the center of the study of various disciplines, this is evident with the emergence of Muslim scientists. But with the passage of time that Islamic intellectualism begins to dim along with the cultural understanding and following (taqlid). Whereas the Qur'an many give cues in order to examine all the scientific disciplines, it can be seen from the verses of the Qur'an which was ordered to examine the nature and its contents. Religious Humanist Values education which leads to the study of the komprehenshif of good science is both religious and General Education Development Concept is as Islam that humanizing of man in accordance with the duties of man as abdullah and the khalifatullah in the Earth

    Habitus Peduli Lingkungan : Analisis Kegiatan Lingkungn Berbasis Partisipatif

    Get PDF
    The focus of research is on the efforts of the school in shaping students' awareness regarding environmental conditions and commitment to care for the environment. The study uses qualitative design and uses data collection techniques in the form of observation, interviews, documentation, literature review and using Miles and Huberman data analysis techniques, namely, data reduction, data presentation, verification. The results of the study show that the environmental care commitment has not been indexed based on deep knowledge and awareness regarding environmental conditions. Students are limited to activities acting orderly in the school environment as well as discourse on environmental discipline. The behavior of students is shaped by habitus caring for the environment. Habitus cares about the environment which is represented in various regulations or environmental discipline and the obligation to care for plants is the only choice and strategy in carrying out various activities and interactions in the Adiwiyata school environment.Fokus penelitiaan adalah pada upaya pihak sekolah dalam membentuk kesadaran peserta didik terkait kondisi lingkungan dan komitmen peduli lingkungan. Penelitian menggunakan desain kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, kajian kepustakaan serta menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yaitu, reduksi data, penyajian data, verifikasi. Hasil penelitian menunjukan komitmen peduli lingkungan belum terindikai didasari oleh pengetahuan dan kesadaran yang mendalam terkait kondisi lingkungan. Peserta didik terbatas pada aktivifitas bertindak tertib di lingkungan sekolah sebagaimana wacana disiplin lingkungan. Perilaku peserta didik dibentuk oleh habitus peduli lingkungan. Habitus menyediakan prinsip-prinsip yang akan memberikan aktor sebuah pilihan dan memilih strategi yang akan digunakan dalam kehidupan sosial. Habitus peduli lingkungan yang terepresentasi pada berbagai peraturan atau disiplin lingkungan dan kewajiban merawat tanaman menjadi satu-satunya pilihan dan strategi dalam melakukan berbagai aktivitas dan interaksi di lingkungan sekolah Adiwiyata

    PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PENILAIAN KINERJA GURU

    Get PDF
    The study of teacher professional development requires the seriousness of all elements of education, to achieve the goals of education, of course professional educators are needed. Professional educators are educators who have qualifications and conditions that must be mastered. A good teacher or educator is those who meet the requirements of professional skills as educators or as instructors or trainers. Herein lies the importance of the teacher's professional quality standards to ensure the teaching and learning process and quality learning outcomes. Improving the quality of teacher performance must always be pursued, one of which is through teacher quality assessments

    PEMIKIRAN TAFSIR ILMI KARYA AHMAD BAIQUNI

    Get PDF
    The Qur’an is full of reflections on the Heavens. In the preceding chapter on the creation, we saw how the plurality of the Heavens and Earths was referred to, as well as what the Qur’an calls an intermediary creation ‘between the Heavens and the Earth’: modern science has verified the latter. The verses revering to the creation already containa broad idea of what is to be found in the heavens, i.e. of everything outside the earth

    Geneologi dan Gerakan Militansi Salafi Jihadi Kontemporer

    Get PDF
    Tulisan geneologi dan gerakan militansi salafi jihadi kontemporer ini, berusaha menjelaskan bagaimana suatu ide tertentu dalam salafi-jihadisme muncul, tipologi dan doktrin jihad salafism, dinamika gerakan jihad salafism dan karakteristik yang menentukannya.  Tulisan ini juga akan menjelaskan cara yang unik dan berbeda yang mana para salafi-jihadis memahami, mengembangkan atau menterjemahkan ide-ide tersebut yang berbeda dengan bagaimana kelompok Muslim yang lain mempersepsikan ide tersebut melalui sebuah gerakan. Salafisme sendiri menurut penulis adalah sebuah konsep yang masih terlalu luas untuk dimaknai. Penulis mengutip perkataan Bernard Haykel bahwa Istilah salafi, dan hal-hal lain yang dikaitkan dengannya, masih belum didefinisikan dengan baik dan sering difahami secara salah dalam banyak literatur tentang pergerakan ini, dan dalam kajian Islam yang lebih umum. Dalam konstruksinya yang paling sederhana, salafisme Mengacu pada para pendahulu yang sholih dari tiga generasi awal Muslim. Karena itu salafisme adalah  pandangan keagaaman yang menginginkan untuk menghidupkan kembali praktek-praktek tiga generasi awal Islam yang secara kolektif dikenal sebagai as-salafush shalihin. Penulis menjelaskan adanya banyak opini yang berbeda dari para ilmuwan tentang karakteristik tertentu yang secara presisi mendefinisikan gerakan salafi-jihadi sebagai sebuah kesatuan, yang merupakan salah satu bagian dari spektrum salafi yang luas. Dengan mengacu dan mengkompromikan pendapat yang berbeda dari para ilmuwan, penulis berpendapat bahwa ada lima ciri/fitur mendasar dari gerakan salafi-jihadi yaitu: tauhid, hakimiyyah, wala’ wal baro’, jihad, dan takfir. Kelima ciri ini dipilih berdasarkan arti pentingnya terhadap gerakan salafi-jihadi

    نشأة النحو العربي

    Get PDF
    هذه المقالة تحت العنوان "نشأة النحو العربي". يركز بحث هذه المقالة ÙÙŠ 1) Ù…Ùهوم النحو العربي وأهميته؛ 2) حالة اللغة العربية قبل نشأة علم النحو؛ 3) أول واضع علم النحو. للوصول إلى البيانات المطلوبة والدلائل المثبتة ÙÙŠ القضية، قا الباحث بإجراء البحث بطرائق لازمة ÙÙŠ الدراسات المكتبية وهي المنهج الاستقرائي والمنهج الاستدلالي والمنهج البياني. تدرك البيانات والمعلومات من مصادرها وهي المواد المكتوبة ÙÙŠ الكتب أو النسخ أو المقالات. ترجى نتيجة هذا البحث أن تعطي صورة واقعية عن الموضوع الذي يبحث عنه. والنتيجة من هذا البحث تظهر أن النحو من أهم العلوم العربية لأنه يمس جوانب مهمة ÙÙŠ اللغة العربية. احتاجت اللغة العربية إلى النحو لأن له وظائ٠مهمة ÙÙŠ Ø­ÙØ¸ سلامتها من Ø§Ù„ÙØ³Ø§Ø¯ والاضطراب، بجانب إنه يساعد القراء ÙÙŠ Ùهم النصوص المقرؤءة، ويعين المتكلم ÙÙŠ تعبير الكلام الصحيح، ويعيين الكتاب للوصول إلى الكتابة الصحيحة، وقبل ظهور علم النحو كانت حالة اللغة العربية عاشت عيشة قوية، ولم تحتج إلى قواعد ØªØ­ØªÙØ¸ بها. وذلك لأن العرب يتكلمون بلغتهم قائمة على Ø§Ù„ÙØ·Ø±Ø© السالمة والسليقة المستقيمة. كان المؤرخون لا يتÙقون ÙÙŠ أول واضع النحو، وذلك لأن هذا العلم قديم النشأة، والروايات الواردة إلينا متضاربة، غير أن هناك الرأي الأرجح القائل أن أول واضع النحو هو أبو الأسواد الدؤلي تحت إرشاد الإمام علي رضي الله عنه

    Metode Yanbu’a dalam Penanaman Kemampuan Membaca Huruf Hijaiyah pada Santri TPQ At-Tauhid Tuban

    Get PDF
    Planting the ability to read Hijaiyah letters is a common thing for the Al-Qur'an Education Park. The main problem often faced by TPQ students in the Al-Qur'an Education Park in the Senori sub-district is the method used in the ability to read hijaiyah letters. The background of this writing is that the 3-year-old santri who followed the learning process of reciting in the TPQ At-Tauhid Leran Senori Tuban. This research is a qualitative classroom action research (PTK), taking location in At-Tauhid Leran TPQ Senori Tuban. Data collection is done by interviewing, observing and documenting, data analysis is done by giving meaning to the data that has been collected and from that meaning drawn conclusions. The results of the application of the Yanbu'am method show a significant increase in reading ability which initially 43% rose to 55% in cycle I and become 75% in Cycle II. Thus the method of yanbu'a can instill the ability to read hijaiyah letters in santri at TPQ At-Tauhid Leran Senori Tuban.Penanaman kemampuan membaca Huruf Hijaiyah merupakan suatu hal yang sudah lazim bagi Taman Pendidikan Al-Qur’an. Masalah pokok yang sering dihadapi oleh santri TPQ di Taman Pendidikan Al-Qur’an di wilayah kecamatan Senori adalah metode yang digunakan dalam kemampuan membaca huruf hijaiyah. Latar belakang dari pada penulisan ini adalah ditemukan para santri yang berusia 3 tahun yang mengikuti proses pembelajaran mengaji di TPQ At-Tauhid Leran Senori Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bersifat kualitatif, dengan mengambil lokasi di TPQ At-Tauhid Leran Senori Tuban. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi, analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan dan dari makna itu ditarik kesimpulan.hasil dari penerapan metode yanbu’amenunjukan peningkatan signifikan yaitu pada kemampuan membaca yang awalnya 43% naik menjadi 55% pada siklus I dan menjadi 75% pada Siklus II. Dengan demikian metode yanbu’a dapat menanamkan kemampuan membaca huruf hijaiyah pada santri di TPQ At-Tauhid Leran Senori Tuban

    TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PEMBIAYAAN MODAL NIKAH DENGAN SISTEM MUDHARABAH DI BMT UAS CABANG BOJONEGORO

    Get PDF
    The development of sharia financial institutions in the last decade shows significant acceleration and development, one of the financing products in LKS is a financing product with mudaraba system. Mudharabah financing is a financing disbursed by the owner of the fund or LKS to the fund manager to conduct productive business with profit sharing based on the ratio agreed upon at the beginning of the contract. But in practice in BMT UAS Branch Bojonegoro in indication of abuse occurred in the use of financing with mudharabah system, which mudharabah financing should be used for working capital or productive business capital is actually used for own consumption as marital capital. The type of research used is qualitative research through interpretive case study, namely systematic analysis to understand in depth about the organization or object under study. This research was conducted on BMT UAS Branch Bojonegoro with data collecting method in the form of interview to leader, manager, staff, and customer of BMT UAS and analyze document obtained by researcher from document or written source provided by BMT UAS Branch Bojonegoro From the results of this study can be found that 1) Mudharabah financing practices used by BMT UAS Branch Bojonegoro as financing of marriage capital, where BMT acts as a giver of capital (shahibul maal) while customers who borrow funds for married capital act as a capital manager (mudharib) . 2) According to fiqh muamalah financing with mudharabah system provided by BMT UAS Branch Bojonegoro for marriage capital is not appropriate because it is not in accordance with harmonious and mudharabah terms, especially that become mudarabah object.3) The system of results applied is not in accordance with the theory mudaraba, where the agreed profit sharing is the profit from the member's business rather than the financing amount

    PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN TINGKAT PEMAHAMAN MATA KULIAH ASWAJA (AHLI SUNNAH WAL JAMAAH) TERHADAP SIKAP TOLERAN PADA LIBERALISME DI KALANGAN MAHASISWA FAKULTAS TARBIYAH IAI SUNAN GIRI BOJONEGORO

    Get PDF
    “Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang memiliki citra moderat. Salah satu indikasinya adalah nilai-nilai Islam yang dirumuskan dalam kerangka berfikir menurut ASWAJA (Ahli Sunnah Wal Jamaah) NU. Diantaranya adalah tawassuth (tengah-tengah), i’tida>l (berkeadilan), tasa>muh (toleran), tawa>zun (seimbang/harmoni) dan amar ma’ruf nahi munkar. Semua lembaga pendidikan yang berafiliasi kepada Nahdlatul Ulama, wajib mengajarkan materi ASWAJA kepada peserta didik, tidak terkecuali IAI Sunan Giri Bojonegoro dengan nama mata kuliah ASWAJA. Namun demikian, disinyalir bahwa tidak sedikit mahasiswa yang memiliki sikap berbeda (toleran/moderat dan intoleran/fanatik) terhadap aliran pemikiran liberal. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengungkap lebih jauh tentang sikap toleran mahasiswa terhadap liberalisme. Penelitian ini mengambil sampel dari mahasiswa Fakultas Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam sebanyak 40 orang. Data diperoleh melalui dokumen, teknik tes dan kuisioner. Analisis data penelitian menggunakan desain varian/faktorial 2 jalur (two way analysis of variant). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap toleransi terhadap Liberalisme dipengaruhi oleh latarbelakang pendidikan baik pesantren maupun non pesantren. Demikian juga,  pemahaman mata kuliah ASWAJA ikut mempengaruhi sikap toleransi terhadap Liberalisme. Namun demikian, tidak terdapat hubungan interaktif antara latarbelakang pendidikan pesantren dan non pesantren dengan tingkat pemahaman mata kuliah ASWAJA. Artinya, meskipun latarbelakang pendidikan dan tingkat pemahaman ASWAJA memberikan kontribusi yang signifkan pada sikap toleran Liberalisme tetapi antara keduanya tidak terdapat interaksi, sehingga tidak akan memberikan kontribusi yang signifikan pada latarbelakang pendidikan (pesantren dan non pesantren) dan tingkat pemahaman ASWAJA.â

    MENINGKATKAN MOTIVASI MENGHAFAL AL-QUR’AN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN DI SMP AL-FATIMAH BOJONEGORO

    Get PDF
    “Al-Qur’an adalah firman Allah yang berbahasa arab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat jibril dan bernilai ibadah bagi yang membacanya. Al-Qur’an merupakan pedoman bagi umat Islam sehingga menjadi keharusan bagi muslim untuk mempelajarinya. Tidak sedikit dari muslim yang juga menghafal Al-Qur’an tiga puluh juz. Dalam proses menghafal ada berbagai tahapan mulai dari membaca sampai menghafalnya. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam menghafal Al-Qur’an, misalnya: waktu menghafal, tingkat kecerdasan, motivasi, kelancaran membaca Al-Qur’an dan sebagainya. Terlebih jika menghafal Al-Qur’an menjadi kegiatan belajar mengajar yang sifatnya klasikal. Seorang pendidik harus bisa menguasai peserta didik yang memiliki kemampuan berbeda-beda dalam menghafal yang terkumpul menjadi satu kelas. Kesulitan semakin terasa jika waktu yang dimiliki tidak banyak. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (case-study approach). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif pada mata pelajaran menghafal Al-Qur’an dan hasil yang didapatkan dari model tersebut terhadap motivasi menghafal A-Qur’an. Hasil penelitian, peserta didik lebih termotivasi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif.â

    297

    full texts

    331

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇