E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
Disfungsi Konjungsi dalam Makalah Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan disfungsi konjungi dalam makalah mahasiswa. Dari deskripsi tersebut disimpulkan pula pola kesalahan penggunaan konjungsi yang dilakukan mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah teks dalam makalah mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam semester tiga Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro. Dari serangkaian analisis disimpulkan disfungsi konjungsi pada makalah mahasiswa dialami oleh konjungsi untuk, dan, karena, sebab, dengan, namun, dan maka. Pola umum kesalahan penggunaan konjungsi pada makalah mahasiswa adalah penempatan konjungsi intrakalimat koordinatif pada awal kalimat dan pemborosan konjungsi
EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM: (Mengurai Pendidikan Islam Sebagai Suatu Sistem Ilmu Pengetahuan)
“One of the problems of Islamic education today is the issue of dichotomy between “the relegious science†oriented to the hereafter happiness and “the non relegious science†oriented to worldly happiness. In fact, Islam does not distinguish between the two. This problem is directed from the formulation of an inaccurate Islamic education epistemology. Therefore, this paper seeks to unravel the epistemological foundation of Islamic education by discussing the essence of Islamic education, knowledge sources of Islamic education, the methodology of Islamic education and the alternative paradigm of integralism in religious sciences with non-religious sciences. The conclusion of this discussion explains that the essence of Islamic education is the process of adab cultivation, the process of transferring knowledge and the process of purification of the soul. These processes are actually related to the sources of knowledge in Islamic education, namely the five senses, ratios, intuition, and revelation (wahyu). The functions of these sources are complementary or integral. But in reality, the source of intuition, for example, has not yet gotten an adequate portion in Islamic educationâ€
NILAI-NILAI KEPENDIDIKAN DALAM IBADAH HAJI
The Hajj is one of the pillars of Islam that must be implemented for people who can afford. Implementation of the pilgrimage involves three potential possessed by man: physical, spiritual and treasure. If internalized, the whole set of Hajj contains a lot of value, especially the value of education. With the pilgrimage, someone forged educated by Allah with a wide range of education to achieve self-perfection as a human being. After the pilgrimage, one will become human beings of all the necessary competence to face challenges and are expected to be probadi better quality than before Hajj
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SANTRI DALAM MEMAHAMI TERJEMAH PERKATA AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN AL-URWATUL WUTSQO JOMBANG
“Dasar utama pembelajaran, pendidikan dan pelatihan yang bersifat islami adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an memiliki peran yang sangat penting, yaitu sebagai rujukan dalam konsep dan prinsip dasar dalam pengembangan teori dan teknik operasional. Hasil penelitian yang dilakukan oleh imron siregar menyebutkan bahwa Al-Qur’an terus dibaca oleh jutaan orang yang tidak mengerti artinya, dan atau tidak dapat menulis dengan huruf-hurufnya. Bahkan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa, remaja dan anak-anak.[1] Ungkapan di atas tampaknya mewakili pandangan umum mengenai kegairahan yang luar biasa terhadap Al-Qur’an masih sebatas membaca dan menulis, belum sampai pada tataran memahami makna ayat. Untuk bisa memahami makna ayat Al-Qur’an, maka seseorang harus mengetahui arti dari ayat-ayat Al-Qur’an terlebih dahulu. Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga yang terus aktif dalam membina dan mendidik santri untuk dapat belajar Al-Qur’an. Berbagai macam strategi dilakukan untuk meningkatkan kemampuan santrinya dalam memahami Al-Qur’an termasuk memahami terjemah Al-Qur’an. Salah satu pondok pesantren yang aktif dalam meningkatkan kemampuan santrinya dalam memahami Al-Qur’an adalah pondok pesantren Al-Urwatul Wutsqo Jombang. Salah satu strategi yang diakukan adalah dengan menggunakan metode Qur-any. Metode Qur-any dimulai dari tingkat dasar seperti baca, tulis, terjemah, sampai pada pembelajaran tafsir. sedangkan untuk terjemah Al-Qur’an terletak pada tingkatan Qur-any 2.â
Buku Pendamping untuk Pendidik PAUD dalam Mengenalkan Kearifan Lokal Bojonegoro
Anak usia dini berada pada masa golden age, pada masa ini potensi yang dimiliki anak hendaknya dioptimalkan, salah satu upaya untuk mengoptimalkan potensi anak melalui Pembelajaran di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pembelajaran menggunakan pendekatan tematik dengan memperhatikan unsur kedekatan, kesederhanaan, kemenarikan, daya dukung, dan keinsidentalan. Tema yang paling dekat dimulai dari diri sendiri, setelah itu lingkungan. Lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Agar anak mengenali lingkungannya maka dapat ditambahkan subtema kearifan lokal disekitar anak. Anak memiliki beragam potensi dengan keunikannya masing-masing siap distimulasi oleh pendidik. Pendidik hendaknya juga siap menjadi fasilitator bagi anak, salah satunya dengan melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Guru dibekali buku pedoman yang telah diterbitkan oleh pemerintah, tetapi belum ada buku pendamping yang secara spesifik menjabarkan tentang kearifan lokal daerah masing-masing. Maka lembaga dapat menambahkan subtema kearifan lokal khususnya topik Salak Wedi sebagai salah satu kearifan lokal Bojonegoro, dan guru mendapatkan buku pendamping mengenai Salak Wedi sebagai potensi kearifan lokal Bojonegoro.  
PENGARUH METODE TEMATIK GLOBAL BELAJAR TARJAMAH AL-QUR’AN TERHADAP PEMAHAMAN AL-QUR’AN SANTRI MADRASAH DINIYAH MIFTAHUL HUDA BETON MEGALE KEC. KEDUNGADEM KAB. BOJONEGORO
“Penelitian ini membahas tentang “Pengaruh Metode Tematik Global Terhadap Pemahaman Al-Qur’an Santri Madrasah Diniyah Miftahul Huda Dusun Beton Desa Megale Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegaroâ€. Adapun masalah yang menjadi fokus penelitian adalah : (1) Bagaimana pelaksanaan metode Tematik Global belajar Tarjamah Al-Qur’an pada santri Madrasah Diniyah Miftahul Huda di Desa Megale Kecamatan Kedungadem Bojonegoro. (2) Bagaimana pemahaman Al-Qur’an santri Madrasah Diniyah Miftahul Huda di Desa Megale Kecamatan Kedungadem Bojonegoro. ( 3) Sejauh mana pengaruh metode tarjamah Al-Qur’an pada santri Madrasah Diniyah Miftahul Huda di Desa Megale Kecamatan Kedungadem Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan : (1) Penulis ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan metode Tematik Global belajar tarjamah Al-Qur’an pada santri Madrasah Diniyah Miftahul Huda di Dusun Beton, Desa Megale Kecamatan Kedungadem Bojonegoro. (2) Penulis ingin mengetahui bagaimana pemahaman Al-Qur’an santri Madrasah Diniyah Miftahul Huda di Desa Megale Kecamatan Kedungadem Bojonegoro. (3) Penulis ingin mengetahui sejauhmana pengaruh metode tarjamah Al-Qur’an pada santri Madrasah Diniyah Miftahul Huda di Desa Megale Kecamatan Kedungadem Bojonegoro. Dalam penelitian ini diperlukan data-data yang akurat dan valid. Adapun metode yang digunakan untuk memperoleh data adalah metode observasi langsung, metode dokumentasi dan metode angket. Penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien korelasi sesudah test antara diberi metode tematik global terhadap pemahaman Al-Qur’an adalah koefisien korelasi pearson > r tabel (0,416 > 0,388), maka dapat diambil kesimpulan yaitu korelasinya signifikan.â
تØÙ„يل صيغة التورية ÙÙŠ سورة الأنبياء: (دراسة تØÙ„يلية بلاغية)
"سورة الانبياء Ø¥ØØ¯Ù‰ سور القرآن المكية، Ùˆ عدد اياتها 112 اية Ùˆ ترتيبها بين السور 21. ÙÙŠ هذه السورة هناك كلمات بعيد عن معناه، Ùˆ هذه المشكلة يسمى بصيغة التورية. ومشكلة ÙÙŠ هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« كي٠صيغة التّورية ÙÙŠ سورة الأنبياء. استخدم Ø§Ù„Ø¨Ø§ØØ« ÙÙŠ هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« "تØÙ„يل صيغة التورية ÙÙŠ سورة الأنبياء" المناهج الكيÙيّ. Ùˆ ÙÙŠ هذا Ø§Ù„Ù…Ø¨ØØ« ÙŠØ¨ØØ« Ø§Ù„Ø¨Ø§ØØ« عن صيغة التورية ÙÙŠ سورة الانبياء. يوجد Ø§Ù„Ø¨Ø§ØØ« 14 اية Ùيه صيغة التورية الذي تتكون من 9 صيغة التورية المجردة، Ùˆ 3 صيغة التورية Ø§Ù„Ù…Ø±Ø´ØØ©ØŒ Ùˆ 5 صيغة التورية المبنية.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF AL QUR’AN
Character education consists of two words namely education and character. The meaning of character education according to Islam is a conscious effort made by educators to students to shape the personality of students who teach and shape morals, ethics, and a good sense of culture and noble character that foster students' ability to make good and bad decisions and realize goodness that in everyday life by means of education, teaching, guidance and training which is guided by the Qur’an and as-Sunna.
The basis of character education in Islam is the Qur’an the character of the Prophet Muhammad. Character education is very important at this time because character will show who we really are, character will determine how someone makes decisions, character determines attitudes, words, and actions of someone, people who have good character, then the words and deeds will also be good, so all it will become a unified identity and personalize itself, making it easy to distinguish from other identities.
The purpose of character education is to form a person of noble character because the noble character is the base of goodness. People of good character will soon leave goodness and leave badness. Implementation of character education in Islamic educational institutions varies greatly depending on the policies of these educational institutions
METODELOGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK KAUM LANSIA DI PONDOK PESANTREN LANSIA AL HIDAYAH KELURAHAH DOROMUKTI KECAMATAN TUBAN KABUPATEN TUBAN
Education is one of the primary needs in life, thats means humans cannot be separated from educational activities. The purpose of education in general is to educate the nation's life and develop the whole person. Educators will use different methods in each class when he teaches, such as one face-to-face and collaborate with other learning methods. The age of the students in learning influences the method used by educators. Elderly education activities (Elderly) do not occur very much in Indonesia. The institutions that overshadow and organize the education of the elderly are still lacking. Over a period of nearly 50 years (1971-2018), the percentage of Indonesia's elderly population has doubled. The educational needs of the elderly are actually still large. The greatest need is education about religion. To cover the activity, there is an institution for organizing elderly education, namely al Hidayah Islamic boarding school, Doromukti sub-district, Tuban district. This Islamic boarding school organizes a special Islamic religious education for the elderly. Islamic religious education methods used in the al Hidayah Islamic boarding school in Doromukti sub-district, Tuban district include; methods of travel, lecture, support, sorogan and practice
Pengaruh Kegiatan Pramuka Terhadap Karakter Siswa Madrasah Ibtidaiyah Di Era Digital
Character education is an application process of etiquette value and religious into the students through knowledge, the application of the values to yourself, family and each friends into the teacher, environment and also into God Almighty. The development of the child in the age of the elementary school have increase. From the first only socialize with the family in the house and then grow up to know another people around him. The child in this age also know the digital style either in the house, friends, school and the environment. In the digital era it’s not only positive impact but also negative impact. Scout extracurricular role where the extracurricular has activities contained in the basics of scouts to apply character values ​​in the digital eraKeywords: Character Education, Scout Extracurricular, Digital EraPendidikan karakter adalah suatu proses penerapan nilai-nlai moral dan agama pada peserta didik melalui ilmu-ilmu pengetahuan, penerapan nilai-nilai tersebut baik terhadap diri sendiri, keluarga, sesama teman, terhadap pendidik dan lingkungan sekitar maupun Tuhan Yang Maha Esa. Perkembangan anak usia Madrasah Ibtidaiyah sudah bertambah, dari yang awalnya hanya bersosial dengan keluaga di rumah, kemudian berangsur-angsur mengenal orang-orang disekitarnya. Anak pada usia ini juga telah mengenal gaya hidup digital, baik itu dari rumah, teman-teman, sekolah dan lingkungan sekitar. Era digital tidak hanya punya dampak positif, tapi juga berdampak negatif. Disinilah peran ekstrakurikuler pramuka dimana ektrakurikuler tersebut mempunyai kegiatan-kegiatan yang tertuang dalam dasadarma pramuka untuk menerapkan nilai-nilai karakter dalam era digital.
Kata kunci: Pendidikan Karakter, Ekstrakurikuler Pramuka, Era Digita