E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
تأثير لغة الأم ÙÙŠ عملية التعليم
“In the process of acquisition of B1, a person has undergone a course (acquisition of language naturally), so automatically all elements of language in B1 will be attached and easily he mastered. Another case with B2, one still has to try (consciously) to master all elements of language about B2. There are several relationships between B1 and B2 that a person is studying, including both language equations and language differences, as well as language structure. The existence of easy in learning B2 because there are some similarities between B1 and B2. Conversely, difficulties arise in learning B2 because of the differences between the two languages, which can even lead to errors. So with this please note that the influence of B1 to B2 and will always exist.â
ASURANSI SYARI’AH DAN ASURANSI KONVENSIONAL DALAM HUKUM BISNIS ISLAM
Asuransi merupakan salah satu lembaga keuangan non bank yang berfungsi menghimpun dana masyarakat yang berguna untuk memberikan perlindungan resiko ketidakpastian yang diakibatkan terjadinya musibah, kecelakaan, atau kerugian lainnya. Asuransi berdasarkan sistem operasionalnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional. Asuransi syariah yang tergolong dalam inovasi lembaga keuangan non bank yang baru, dan berlandaskan pada prinsip Islam, maka Asuransi Syariah masih belum dikenal oleh masyarakat luas, khususnya masyarakat Indonesia yang sebagian besar jumlah penduduknya beragama Islam. Dari fenomena tersebut penulis coba membahas tentang perbandingan keuangan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional, guna memberikan informasi tentang perusahaan asuransi mana yang lebih baik. Dalam melakukan peneliti ini, jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory dengan metode penelitian deskriptif dan komparatif. Berdasarkan sumber yang diperoleh dapat disimpulkan secara singkat bahwa terdapat Enam perbedaan antara asuransi Syari’ah dan asuransi konvensional yang Pertama dalam Asuransi syari’ah ada Dewan Pengawas Syariah yang fungsinya mengawasi produk yang dipasarkan dan investasi dana sedangkan Asuransi konvensional tidak ada. kedua Dalam segi Akad, asuransi syari’ah menggunakan akad tolong menolong (takaful) sedangkan dalam asuransi Konvensional menggunakan akad jual beli. Ketiga berdasarkan investasi dana Investasi dana asuransi syari’ah dengan sistem bagi hasil, sedangkan asuransi konvensional berdasarkan bunga. Keempat berdasarkan kepemilikan dana, asuransi syari’ah Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) merupakan milik peserta. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelola. Sedangkan berdasarkan asuransi konvensional Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan sehingga perusahaan bebas menentukan investasinya. Kelima Pembayaran Klaim jika Asuransi Syariah Dari rekening tabarru’ seluruh peserta yang sejak awal sudah direlakan untuk keperluan tolong menolong sedangkan asuransi konvensional dari rekening dana perusahaan dan yang ke Enam dari segi keuntungan Dibagi antara perusahaan dan peserta sesuai dengan prinsip bagi hasil sedangkan asuransi konvensional keuntungan Seluruhnya menjadi milik perusahaan
APLIKASI MAQȦSHID AL-SYARÎ’AH DALAM ENTITAS DAKWAH ISLAM NUSANTARA
Sebagai salah satu pilar dan entitas Islam, dakwah sejatinya mempunyai nilai-nilai transformatif-liberatif. Namun nilai-nilai mulia tersebut seakan hilang dan nyaris tidak tertangkap oleh para aktivis dakwah. Di Indonesia sendiri gegap gempita dakwah luar biasa. Namun, antusiasme dakwah tersebut tampak tak berbanding lurus dengan realitas moral umat Islam di Indonesia. Paper ini berusaha mengungkap pertanyaan mengapa dakwah Islam belum mampu membuat perubahan (transformasi) umat ke arah yang lebih baik. Dengan pendekatan sosiologis bertujuan menemukan model dakwah Islam berwawasan ke-Indonesiaan. Di antara temuan dalam paper ini menyatakan bahwa kegagalan dakwah di Indonesia karena entitas dakwah belum menjadi bagian integral umat Islam. Di samping itu dakwah berjalan hanya dalam tataran aspek eksoterisme dan ritual ibadah vertikal agama semata. Sementara agama yang berfungsi sebagai kontrol sosial dan media transformasi belum tersentuh bahkan “dihilangkan†fungsinya dari tataran kehidupan sosial
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP BANTUAN MODAL USAHA SUPER MIKRO KERJASAMA ANTARA BAZNAS KABUPATEN BOJONEGORO DENGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) BOJONEGORO DENGAN SISTEM QARD AL – HASAN
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bojonegoro bekerjasama dengan PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bojonegoro memberikan bantuan modal usaha melalui pembiayaan usaha super mikro dengan prinsip syariah kepada masyarakat dari keluarga tidak mampu yang memiliki usaha kecil dan aktif menjadi jamaah Masjid. Dalam hal ini BPR mengambil keuntungan dari jumlah pembiayaan yang dibebankan kepada BAZNAS Kab. Bojonegoro dengan mengatasnamakan uang pendampingan dan administrasi, sehingga nasabah hanya membayar angsuran setiap bulannya. Berdasarkan hal tersebut pembiayaan yang dilakukan oleh BPR kerjasama dengan Baznas Kab. Bojonegoro terdapat unsur riba dan hilah. Indikasi riba karena BPR mengambil keuntungan dari pembiayaan yang berakad Qard Al-Hasan, sedangkan indikasi hilah karena BAZNAS menyalurkan dana ke Lembaga Konvensional. Dari Hasil Penelitian diketahui bahwa Baznas Kab. Bojonegoro bersegmentasi pada non profit (Tabarru’) atau memberikan bantuan kepada Mustahiq yang mempunyai usaha kecil dengan membayar uang administrasi 1 % dan uang pendampingan 6 % kepada BPR atas pembiayaan yang dilakukan oleh mustahiq. Dana yang diberikan Baznas Kabupaten Bojonegoro kepada BPR berasal dari dana Infak dan shodaqoh. Saran dari penulis adalah program Bantuan Modal Usaha melalui pembiayaan super mikro ini diharapakan terus berjalan dan dikembangkan, dan dalam kerjasama Baznas Kabupaten Bojonegoro diharapkan untuk memilih Lembaga Keuangan Syariah bukan konvensional agar pengimplementasian teori akad maupun hukum islam lebih tepat dan sesuai dengan prinsip syariah
KESALAHAN SINTAKSIS PADA SKRIPSI MAHASISWA S1 UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
"هذه الكتابة تكش٠عن أخطاء الطلاب ÙÙŠ كتابات Ø§Ù„Ø¨ØØ« من ناØÙŠØ© تراكيب اللغة العربية للطلاب ÙÙŠ قسم اللغة العربية بكلية التربية وقسم اللغة العربية وأدبها بكلية الأدب وعلم Ø§Ù„Ø«Ù‚Ø§ÙØ© جامعة سونان كليجاكا يوكياكرتا، والتراكيب المقصودة هي المركبات وتنقسم إلى التركيب الإسنادي والتركيب الإضاÙÙŠ والتركيب البياني والتركيب العطÙÙŠ والتركيب المزجي والتركيب العددي. وهذه الكتابة باستخدام Ø§Ù„Ø¨ØØ« الكيÙÙŠØŒ والمنهج الذي استخدمه الكاتب هو المنهج التØÙ„يلي عن الأخطاء اللغوية. وأما العينة Ùهي سبعة البØÙˆØ« بين الطلاب بكلية التربية للغة العربية وقسم اللغة العربية وأدبها. بعد أن ØÙ„Ù„ الكاتب عن كتابات Ø§Ù„Ø¨ØØ«ØŒ نال الكاتب الأخطاء الكثيرة، أنها تتضمن من الجملة Ø§Ù„ÙØ¹Ù„ية نالها Ø§Ù„Ø¨Ø§ØØ« 26 خطأ، ومن الجملة الإسمية 11 خطأ، ومن نعت المنعوت 82 خطأ، ومن Ø§Ù„Ø¥Ø¶Ø§ÙØ© 49 خطأ، ومن المعطو٠والمعطو٠عليه 16 خطأ، ومن الضمائر 13 خطأ، ومن اسم الموصول 9 خطأ، ومن العدد والمعدود خطأ ÙˆØ§ØØ¯ ÙØØ³Ø¨ØŒ وأما تلك الأخطاء المجموعة Ùهي 207 خطأ.
KONSEP PERCAYA DIRI DALAM AL QUR’AN SURAT ALI IMRAN AYAT 139
Al-Qur'an, as kalamullah or the miracle of Islam revealed by Allah to the Prophet Muhammad for all people. Islamic teachings, are a blessing for the entire universe, rahmatan lilalamin. In essence, the Qur'an has spoken of all human beings which contain basic principles, in the Qur’an there are many concept of confidence such as optimism in facing life's various obstacles; Always try and pray in all deeds; Put your trust in Allah for everything that happens; Never stop expecting His grace and pleasure; Confident of the capabilities possessed and based on praying in doing an action; Always grateful for everything God has given us; Practicing both of these qualities in studying
Pengaruh Kegiatan Drumband terhadap Aspek Nilai Agama dan Moral Pada Anak Usia 5 -6 Tahun Di RA Islamiyah Kuniran
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya kegiatan drumband di RA Islamiyah Kuniran Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro terhadap perilaku moral siswa berupa sikap empati, jujur, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, dan kerjasama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, pelatih kegiatan ekstrakurikuler drumband, orangtua siswa, dan siswa. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai karakter yang perlu diterapkan kepada siswa meliputi empati, jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan kerjasama. Dalam tahap perencanaan pelatih mempersiapkan peraturan yang harus ditaati oleh siswa. Nilai disiplin sudah tercermin saat penelitian antara lain pelatih dan siswa sudah disiplin dalam waktu dan mentaati peraturan. Terkait disiplin sikap, selama kegiatan latihan berlangsung sudah dilaksanakan oleh pelatih dan siswa, sedangkan nilai tanggung jawab pelatih dan siswa sudah dijalankan berupa tanggung jawab dalam bertindak, memenuhi kewajiban, dan dapat dipercaya. Pelatih selalu melaksanakan evaluasi yaitu evaluasi musik, evaluasi gerakan, serta evaluasi sikap. Dalam evaluasi sikap terkandung aspek afektif dan psikomotor. Aspek afektif dalam kegiatan ini melatih siswa untuk dapat bersikap disiplin dan bertanggung jawab
AKSIOLOGIS PENDIDIKAN ISLAM: (PRESPEKTIF ISLAM DAN BARAT)
Aksiologi merupakan salah satu bagian dari trilogi filsafat yang sangat populer, selain ontologi dan epistemologi. Dalam perspektif filsafat, aksiologi menunjuk pada “ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakekat nilai†yang “pada umumnya ditinjau dari sudut pandangan kefilsafatanâ€. Aksiologi juga bisa diandaikan dengan “teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperolehâ€, dan oleh karena itu aksiologi secara sederhana dapat dimengerti sebagai “nilai kegunaan pengetahuanâ€.Berdasarkan paparan di atas, maka dirasa perlu dan penting, bahkan masih dikatakan relevan untuk mengkaji bagaimana konstruksi aksiologis pendidikan Islam
STUDI ISLAM DAN MASA DEPAN ISLAM: (Telaah Pemikiran Fazlur Rahman)
“This paper deals with Islamic studies and the future of Islam. Firstly, Fazlur Rahman considers that neo-modernists have acknowledged that Western civilization is the only alternative for the future of the world. He revealed a fact that modernity in the West, ethics, and law is able to develop as an independent discipline with secularism method. On the contrary, Islamic ethics was never developed as an independent discipline based on the systematic interpretation methodology of the Qur'an. Secondly, Rahman mentions the orthodoxy of Islamic thought on the obsolete methodology, such as qiya>s, must be reconstructed with a new methodological approach, such as mas}lah}at, so that, the elasticity of Islamic law is able to provide solutions to all contemporary problems. In addition, Rahman highlighted the impact of the hegemony of Western civilization on the mindset and lifestyle of Muslim communities that can be seen in a variety of new situations that are full of complexity. Actually, he wants to create synergy between Muslim and non-Muslim intellectuals and can work together between them. In discussing the development of Islamic intellectualism, he said that something that was desired primarily was to understand the Qur'an with the historical background and new interpretations.â
REVOLUSI INDUSTRI 4.0 ISLAM DALAM MERESPON TANTANGAN TEKNOLOGI DIGITALISASI
“Tulisan ini hendak memberikan gambaran respon umat Islam terhadap munculnya revolusi industri 4.0. Industri 4.0 juga di kenal dengan Istilah lain disrupsi (disruption), situasi dimana pergerakan dunia industri tidak lagi linier. Perubahanya berjalan sangat cepat, fundamental dan mengacak pola tatanan lama dan menciptakan tatanan baru. Disrupsi menginisiasi lahirnya model bisnis baru dengan strategi yang lebih inovatif dan disruptif. Cakupan perubahanya sangat luas dari dunia bisni, tranportasi hingga pendidikan. Fenomena tersebut merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari, menjadi tantangan tersendiri, namun dapat juga menjadi peluang baru sehingga Indonesia mempersiapkan diri untuk bersaing dalam menyambut revolusi industri tersebut. Basis dari era ini adalah digitalisasi dengan menggunakan analisa data yang menyeluruh sehingga membutuhkan literasi baru. Umat Islam secara global juga tidak dapat menghindari era tersebut. Sebagian umat Islam telah berhasil merespon dengan cepat dan berhasil juga memanfaatkan digitalisasi sebagai objek lahan baru dalam melakukan keputusan-keputusan strategis seperti berbisnis busana muslim online, berdakwah menggali kekuatan dalam menyatukan umat Islam, memunculkan dakwah sosmed dan lainya. Umat muslim sepert di ataslah mereka yang paling dapat menangkap peluang dan bisa menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.â