E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
WUJUD DAN FUNGSI ALIH KODE PENUMPANG TERHADAP KRU BUS TRAYEK SOLO-JOGJA
“Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menelaah wujud dan fungsi alih kode pada tindak tutur penumpang dengan kru bus trayek Solo-Jogja. Data ini diperoleh dari tuturan penumpang, kru bus dan sopir bus trayek Solo-Jogja. Metode yang digunakan adalah metode diskriptif kualitatif yang data-datanya diperoleh, diklasifikasikan, dianalisis dan selanjutnya diperoleh suatu gambaran umum tentang data-data yang diteliti serta menggunakan metode observasi yang berupa teknik simak, teknik rekam, dan teknik wawancara. Hasil penelitian ini ada tiga: (1) wujud variasi alih kode penumpang terhadap kru bus trayek Solo-Jogja, (2) fungsi alih kode penumpang terhadap kru bus trayek Solo-Jogja, dan (3) faktor penyebab terjadinya alih kode penumpang terhadap kru bus trayek Solo-Jogja.â
تأثير ØµÙØ© ØØ±Ù "الراء" على معاني الكلمات ÙÙŠ القرآن الكريم
“One of the characteristics of the ro’ is evidence which means it was vibrating or moving. I mean, when ro’ said, then the tongue we will vibrate. So in the law tajwid be explained that ro’ is divided into two ro’ tafkhim and tarqiq. Ro’ tafkhim the ro’ to read thick. Example: الرَّØÙ’Ù…ÙŽÙ†ÙØŒ الرَّØÙيْمÙ. Ro’ tarqiq the ro’ those thin. Example: ÙˆÙŽØ·Ùوْر٠سÙيْنÙيْنَ. That’s according to the terms of the identifying of it. Now, we are trying go analysis in terms of its meaning. Is there a connection between the identifying of the ro’ the vibrating with the exact meaning of the word in the Quran that used the ro’? ÙŠÙŽÙ†Ù’Ø¸ÙØ±Ù means to see. In the process of looking there must be moving, whether it was his heart or eyes itself. Heart of the visionary vibrate could be due to see something scary such as: accident or ghost. There are times when see something beautiful such as: mountains, garden etc. Or eyes itself moving to the right-left seeing things one ago other object that is in the next to side. ÙŠÙŽØ®Ù’Ø±ÙØ¬Ù means that out. In the process out, there is definitely a part of the body moving the feet. For example want out class but if not move his feet then the main purpose to get out class not reached. Besides limbs, there objects two nearby move when we came out class as bench, tile, earth although the movement no visible to the invisible because of lack of the power of the beat of the foot of the human. And there are many more fi’il (verb) which are referred to in the synchronous Quran between the nature of letters and the meaning of the words.â
DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP HAK-HAK ISTRI PASCA CERAI TALAK RAJ’I
Penelitian ini menganalisa dua putusan hakim yang berbeda dalam memberikan hak-hak istri pasca perceraian akibat cerai talak raj’i, yaitu putusan hakim Pengadilan Agama Tuban No. 1781/Pdt.G/2014/PA. Tbn yang menghukum suami untuk membayar hak nafkah iddah dan mut’ah kepada mantan istrinya dan putusan hakim Pengadilan Agama Bojonegoro No. 154/Pdt.G/2014/PA. Bjn yang tidak meghukum suami untuk membayar hak istri pasca peceraian walaupun perceraian ini terjadi atas kehendak suami. Studi ini memberikan gambaran bahwa dalam memutuskan suatu perkara seorang hakim dituntut harus mengetahui sebab musabab terjadinya suatu perkara, baik itu berdasarkan atas keterangan penggugat, tergugat, saksi dan bukti pada saat persidangan. Nafkah iddah dan nafkah mut’ah secara teori merupakan hak mantan istri akibat cerai talak raj’i, namun dalam kasus tertentu kedua hak ini bisa jadi tidak didapatkan oleh mantan istri akibat ketidaktahuan istri terhadap hak tersebut. Ketika mantan istri tidak mengambil haknya, maka hakim dapat menggunakan hak ex officio yang dimilikinya untuk menguhukum suami agar menunaikan hak mantan istrinya (nafkah iddah dan mut’ah) berdasarkan Pasal 41 huruf (c) UU Perkawiman No. 1 Tahun 1974 jo. Pasal 149 huruf (a) dan (b) Kompilasi Hukum Islam
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM SURAT AD DHUHA
This articel discuse about values educations in surah Ad Dhuha, Surat Ad Dhuha cannot use the results of the translation only or based on the final text. If the surah is understood using a literal translation or just a text from a verse, the results of the understanding obtained may be confused. Education values ​​in surah Ad dhuha we will find a lot in interpretations, in the discussion verse by verse then we will gain an understanding of the meaning contained in the surah ad dhuha, the educational values ​​that we can get as first, do not dissolve in worldly affairs because worldly affairs can defeat, secondly, the afterlife of pleasure is more important than world affairs and therefore do not get lost in temporary world life. Third, apply gentleness to orphans, do not act harshly even rebuke him, fourth, always remember the favors of God that have been given and do not associate partners
Pengaruh Moving Classsentra terhadap Kemandirian Anak Usia 4-5 Tahun
Kemandirian anak merupakan kemampuan anak untuk melakukan kegiatan dan tugas sehari-hari sendiri atau dengan sedikit bimbingan, sesuai dengan tahap perkembangan dan kemampuan anak.Pembelajaran di sekolah juga dapat mempengaruhi kemandirian seorang anak, bagaimana anak belajar mandiri, percaya diri, didapat dari sekolah.Penelitian ini diangkat atas dasar pemikiran yang menyatakan bahwa adanya pengaruh Moving Class, maka dapat meningkatkan kemandirian anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Pada sisi inilah penulis mengkaji keberadaan pengaruh moving class di RA Islamiyah Ngasem terhadap kemandirian anak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat dari masing-masing variabel serta untuk mengetahui pengaruh moving class terhadap kemandirian anak usia dini di RA Islamiyah Ngasem Kecamatan Ngasem.
Metodologi penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan deskritif. Analisa terhadap pengaruh moving class terhadap kemandirian anak usia 4-5 tahun RA Islamiyah Ngasem, penulis mencoba memaparkan semua data yang diperoleh dari berbagai literatur, wawancara langsung, kemudian data-data yang terkumpul dianalisa berpedoman pada sumber-sumber yang tertulis.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa pengaruh moving class terhadap kemandirian anak mempunyai peranan yang sangat besar, karena moving class mampu membuat anak-anak lebih mandiri. Hasil yang dicapai dari pelaksanaan moving class ini bahwa dengan adanya moving class ini disambut positif oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu guru dan anak didik, dan hasilnya bisa dilihat dari perilaku mereka sehari-hari yang mengalami evolusi
ISLAM DAN PENDIDIKAN: STUDI PEMIKIRAN MOHAMMAD HATTA
This paper is a literature study using a historical approach that takes primary and secondary data from the writings of Mohammad Hatta, autobiography, and writing about Mohammad Hatta. Hatta was one of the important figures for the birth of the Republic of Indonesia who participated in the independence struggle. Hatta is also known as a thinker whose broad spectrum includes economics, philosophy, ideology, politics, social, culture, religion, and education. Religion became an integral part of Hatta since childhood. Islam for Hatta became the basis of personal values ​​that guide behavior. Likewise, religion has a role in developing social, political, and social life. Hatta's Islamic thought style was more substantially patterned, rather than formative. Education was also an identical part of Hatta since the struggle for Indonesian independence. The political task in the main colony is to educate the people to understand their duties, rights, and responsibilities so that new cadres of leaders can be born. After Indonesia's independence, the issue of education became one of the concerns of Hatta. Education for an independent country is an investment in the future of a country
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Budaya Religius dalam Mengembangkan Soft Skill Siswa di SD Ar Rahman Kertosono
“Upaya pembentukan karakter yang sesuai dengan budaya bangsa ini tidak semata-mata hanya dilakukan melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar di sekolah, akan tetapi juga melalui pembiasaan (habituasi) dalam kehidupan. Seperti religius, jujur, disiplin, tanggung jawab dan lain sebagainya. Dalam mewujudkan pendidikan yang sesuai dengan cita-cita bangsa, implementasi pendidikan karakter di sekolah sangatlah diperlukan karena sekolah merupakan wadah dalam membentuk karakter siswa. Pembentukan karakter siswa dapat dilakukan salah satunya melalui pendekatan budaya religius. Dimana agama mengandung ajaran tentang berbagai nilai luhur dan mulia bagi manusia. Agama juga mempunyai keterkaiatan yang sangat erat dengan pendidikan karakter. Implementasi pendidikan karakter di SD Ar Rahman Kertosono adalah melalui budaya religius yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter dan visi misi SD Ar Rahman. Selain itu SD Ar Rahman juga memiliki program khas dan rapot khusus yang memuat penilaian kegiatan non akademik siswa. Dalam pelaksanaan penerapan pendidikan karakter siswa senantiasa dipantau dan diawasi oleh guru dan orang tua melalui buku performansi atau buku penghubung. Ada beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi pendidikan karakter melalui budaya religius dalam mengembangkan soft skill siswa diantaranya dari pihak sekolah, orang tua, siswa dan faktor dari luar. Penerapan pendidikan karakter di SD Ar Rahman Kertosono memiliki dampak yang sangat signifikan bagi siswa karena tanpa disadari siswa akan terbiasa melakukan hal-hal positif dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan dirumah, sekolah maupun masyarakat luas.â
Language Variations of Teenagers: A Case Study in A Walk to Remember Film
Research on the relationship between language and gender or language and age is included in the realm of sociolinguistic studies. In this research, the researcher focused on language variation in teen speech. Researchers used qualitative research methods with non-interactive data collection methods. From the findings and analysis, the researcher concluded that the form of utterances used by the teenagers were different depending on their gender. The depth of this difference was seen in the frequency of slang vocabulary usage and the vernacular form of language that was more often used by young men. Gender differences turned out to affect the form of utterance of these adolescents where even though they were in the same group, adolescent girls still paid attention to the value of "prestige" in their language. In contrast to young men who show more their masculinity through slang and vernacular forms of language. In addition, the family and social environment, as well as their age where adolescence is a period of exploration, also influence their speech patterns
Menumbuhkan Sikap Empati Melalui Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal pada Sekolah Berasrama
Pendidikan merupakan sarana dalam upaya memanusiakan manusia. Pendidikan sarana transmisi dan transformasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai. Dalam menanamkan dan mengembangkan karakter Bangsa lembaga pendidikan memiliki peranan yang penting dalam peletakan dasar moral dan kepribadian. Sikap empati perlu untuk ditumbuhkan sebagai upaya pencegahan terhadap disintegrasi yang terjadi di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan meletakkan dasar pendidikan moral dan karakter. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara komprehensif tentang penanaman sikap empati melalui pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pada sekolah berasrama. Penelitian ini dilakukan pada dua pondok pesantren di kabupaten Bojonegoro, yaitu Pondok Pesantren Ar-Rosyid dan Pondok Pesantren At-Tanwir. Berdasarkan hasil analisis data wawancara, observasi dan dokumen ditemukan bahwa kedua pondok pesantren telah melalukan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal sebagai upaya penanaman sikap empati pada Santri dengan pendekatan-pendekatan sesuai dengan karakteristik pondok pesantren masing-masing
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADIST UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI DI MAN 1 JOMBANG
The purpose of this research is to determine the effectiveness of Al-Qur’an Hadist learning in increasing interest by using the learning method of Snowball Throwing class XI IPS MAN 1 Jombang on mujahadatun-nafs, ukhuwah, and husnuz-zann material. This research method uses an experimental method by conducting pre-test-post test. There are two classes, namely class XI IPS 5 as an experimental class using snowball throwing learning model and class XI IPS 4 as a control class using conventional methods. From the test data, it can be seen that the average value of the experimental class and the control class with the number of students 36 per class has increased. The average pre-test value of the control class was 62 and the average post-test score was 91 while the average pre-test score of the experimental class was 72 and the average post-test score was 86. Based on the results of the SPSS analysis of 16.0, a sig value was obtained. (2-tailed) of the experimental class and the control class post-test is 0,02, which means less than 0.05. So it can be concluded that H1 is accepted then there is significant difference between the experimental class post-test and the control class post-test