E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
UPACARA ADAT KEBO-KEBOAN DESA ALAS MALANG KECAMATAN SINGOJURUH KABUPATEN BANYUWANGI (SUATU KAJIAN EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA DAN RELIGI MASYARAKAT USING): (SUATU KAJIAN EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA DAN RELIGI MASYARAKAT USING)
The Kebo-keboan traditional ceremony is one of the traditional ceremonies owned by the Using community in Banyuwangi Regency. The ritual of kebo-keboan aims to ward off disease outbreaks and ask God Almighty to be given safety and be kept away from the disturbances and trials that hit the community. At the traditional kebo-keboan ceremony, it is hoped that the future harvest will be increased or better than the previous harvest. This study aims to analyze the occurrence of the process of commodification of the Kebo-keboan traditional ceremony in Alasmalang Village, Singojuruh District, Banyuwangi Regency, the existence of a shift in meaning from religious to economic in the Kebo-keboan traditional ceremony in Alasmalang Village, Singojuruh Village, Banyuwangi Regency. This kebo-keboan traditional ceremony is still preserved and has a very important influence and position in the life of the Using community in Alasmalang Village. The kebo-keboan ceremony has an important position for the life of the people of Using Desa Alasmalang. The traditional kebo-keboan ceremony in Alasmalang Village has undergone commodification. In the implementation of the kebo-keboan ceremony, there are additional traditional Banyuwangi arts.Upacara adat Kebo-keboan merupakan salah satu upacara adat yang dimiliki masyarakat Using di Kabupaten Banyuwangi. Upacara adat kebo-keboan bertujuan untuk mengusir wabah penyakit dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi keselamatan dan dijauhkan dari gangguan dan cobaan yang melanda pada masyarakat. Pada upacara adat kebo-keboan diharapkan hasil panen yang akan datang dapat meningkat atau lebih baik dari panen sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis terjadinya proses komodifikasi upacara adat Kebo-keboan di Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi, adanya pergeseran makna dari religius ke ekonomi pada upacara adat Kebo-keboan di Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Upacara adat kebo-keboan ini masih dilestarikan dan mempunyai pengaruh dan kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Using di Desa Alasmalang. Upacara adat kebo-keboan mempunyai kedudukan yang penting bagi kehidupan masyarakat Using Desa Alasmalang. Upacara adat kebo-keboan di Desa Alasmalang sudah mengalami komodifikasi. Upacara adat kebo-keboan dalam pelaksanaannya terdapat tambahan kesenian tradisional Banyuwangi yang lainnya
STUDI KOMPARASI PENDAPAT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI’I TENTANG HUKUM ISTRI PASCA MULA’ANAH
Li‟an ialah sumpah yang diucapkan oleh suami ketika ia menuduh istrinyaberbuat zina dengan empat kali kesaksian bahwa ia termasuk orang yang benar dalamtuduhannya. Kemudian pada sumpah kesaksian kelima disertai persyaratan bahwa iabersedia menerima laknat Allah jika ia berdusta. Semua mazhab sepakat atas wajibnyaberpisah bagi kedua orang tersebut sesudah mereka berdua bermula‟anah tetapi merekaberbeda pendapat tentang apakah si istri menjadi haram selamanya bagi suaminya,dalam arti dia tidak boleh lagi melakukan akad nikah sesudah mula’anah tersebut,bahkan sesudah si suami mengakui sendiri bahwa yang dia tuduhkan itu sebenarnyadusta belaka. yang menjadi pertanyaan apakah haram secara temporal, dan dia bolehmelakukan akad kembali dengan istrinya itu sesudah dia mengakui kedustaannya?.Dalam hal ini Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i memiliki beberapa persamaan danperbdaan pendapat.Persamaannya adalah kedua Mazhab sama-sama sepakat bahwasanya wajibberpisah bagi suami istri sesudah mereka berdua bermula‟anah. Mazhab Hanafi danMazhab Syafi’i juga sepakat bahwasanya Mula’anah tidak jadi dilaksanakan jika tidakada syarat-syarat seperti: a) Orang yang dituduh berzina istrinya sendiri, b) Suami tidakmempunyai saksi dalam tuduhannya, c) Istri membantah apa yang dituduhkankepadanya, d) Tuduhannya itu khusus tuduhan zina atau tidak mengakui anak yangdikandung istrinya. Sedangkan perbedaan pendapat kedua Mazhab terletak dalam halstatus hukum istri pasca mula‟anah. Menurut Mazhab Hanafi bagi Suami Istri yangtelah bermula‟anah jika suaminya sudah mengakui bahwa ia berdusta dalamtuduhannya, dan si istri mengakui kebenaran ucapan si suami maka mereka dibolehkanmenikah kembali. Karena dasar haramnya untuk selama-lamanya bagi mereka adalahsemata-mata tidak dapat menentukan mana yang benar dari suami istri yangbermula‟anah tersebut padahal sudah jelas salah satunya pasti ada yang berdusta.Karena itu jika telah terungkap rahasia tersebut, maka keharaman selama-lamanya jaditerhapus. Sedangkan Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa istrinya itu menjadi haram diakawini untuk selama-lamanya, sekalipun dia telah mengakui bahwa dirinya telahberdusta. Jika suami mengakui dirinya berdusta ketika menuduh istrinya berzina, makahal ini tidak membuatnya dapat kembali kepada ikatan pernikahan, dan tidak membuathilang pengharaman yang bersifat abadi karena perkara ini adalah hak untuk suami, dandia telah batalkan haknya dengan perbuatan mula‟anah. Oleh karena itu, tidak mungkinbaginya untuk kembali bersama lagi
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENETAPAN DISPENSASI NIKAH NOMOR: 008/PDT.P/2018/Tgm dan 0012/PDT.P/2019/Tgm
Pernikahan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita. Jika pernikahan dilakukan dan belum memenuhi batas umur yang telah ditentukan Undang-undang Perkawinan, maka harus mengajukan permohonan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama. Pada umumnya perkara dispensasi nikah diajukan terkait dengan masalah sosial pergaulan remaja yang tidak sehat bahkan sampai menyebabkan kehamilan. Sementara itu perkara penetapan Dispensasi Nikah Nomor 008/Pdt.P/2018/PA.Tgm dan 0012/Pdt.P/2019/PA.Tgm di Pengadilan Agama Kelas I B Tanggamus, adalah hanya didasarkan atas dasar kekhawatiran orang tua. Penelitian ini mendeskripsikan serta mengkaji dan menjawab apa sebenarnya yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam memberikan dispensasi nikah, faktor penyebab tingginya permintaan dipensasi nikah, dan bagaimana eksistensi pernikahan yang dilakukan anak di bawah umur terutama pada permohonan dispensasi nikah atas dasar dikarenakan adanya kekhawatiran orang tua terhadap hubungan anak-anaknya yang dapat menimpulkan kemudharatan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diketahui bahwa: Pertimbangan hakim dalam memutuskan penetapan perkara dispensasi nikah nomor 0008/Pdt.P/2018/PA.Tgm dan 0012/Pdt.P/2019/PA.Tgm menggunakan pertimbangan kemaslahatan calon suami istri agar tidak jatuh pada perbuatan yang dilarang agama. Tinjauan maslahah terhadap pertimbangan hakim pada penetapan dispensasi nikah Nomor 0008/Pdt.P/2018/PA.Tgm dan 0012/Pdt.P/2019/PA.Tgm ternyata tidak membawa kebaikan dan kemaslahatan dalam rumah tangga mereka. Kurangnya pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan finansial menjadi penyebab timbulnya konflik rumah tangga
PENGEMBANGAN WISATA EDUKASI DAN REKREASI KRACAKAN DI DESA PAYAMAN KECAMATAN NGRAHO KABUPATEN BOJONEGORO
Pariwisata merupakan hal yang sangat penting untuk meningaktkan pendapatan daerah dan melalui pariwisata perekonimian disebuah daerah akan berjalan. Kabupaten Bojonegoro memiliki banyak potensi wisata, salah satunya di Kecamatan Ngraho di Desa Payaman yakni Wisata Kracakan. Wisata Kracakan ini menyimpan banyak pesona keindahan, akan tetapi wisata ini masih belum terkelola dengan baik. Dari permasalah inilah perlu dilakukan pendampingan untuk memaksimalkan potensi wisata Kracakan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ABCD (Asset Based Community Development). Dalam pengabdian ini tim melakukan pelatihan, pendampingan dan pembuatan spot-spot foto selfie di sekitar wisata Kracakan
Strategi Pengembangan Kedisiplinan Siswa
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk medeskripsikan strategi pengembangan kedisiplinan siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah siswa dan guru pada madrasah Tsanawiyah Bahrul Ulum Bulu Balen Bojonegoro. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini adalah:1. Strategi pengembangan kedisiplinan MTs Bahrul Ulum Bulu Balen Bojonegoro yaitu: a) Penyiapan visi, misi, motto, dan tujuan, b) Penyiapan program kegiatan khusus, program kegiatan ini sengaja disiapkan khusus untuk mensosialisasikan dan membimbing dan mengawasi pelaksanaan pendidikan kedisiplinan. c) Tata tertib, ini digunakan sebagai aturan bertindak bagi siswa. d) Sosialisasi, yaitu sosialisasi tentang kedisiplinan, baik dalam tataran materi maupun aplikasinya. 2. pelaksanaan pendidikan kedisiplinan di MTs Bahrul Ulum Bulu Balen Bojonegoro sudah berjalan dengan sukses, baik dalam aplikasinya maupun hasilnya, ini terbukti dengan kedisiplinan siswa yang semakin meningkat, baik kedisiplinan dalam belajar maupun dalam bersikap/ bergaul dengan teman-temannya
KAJIAN RESEPSI SASTRA DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL FAITH AND THE CITY KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA
ABSTRAK
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mendeskripsikan resepsi pembaca novel Faith and The City karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi dokumen dan teknik wawancara. Peneliti menggunakan berbagai teknik pengumpulan data (analisis isi dokumen yang mendalam) dan menggunakan teori kajian resepsi sastra. Kemudian teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan resepsi pembaca novel Faith and The City karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra ini memiliki persepsi yang tidak jauh berbeda, yaitu mereka sepakat bahwa novel Faith and The City merupakan novel yang yang sangat unik, menarik, dan representatif dibaca oleh semua kalangan. Banyak pembelajaran dan nilai-nilai pendidikan karakter yang positif dapat diambil pelajarannya bagi pembaca.
Kata Kunci
ISTI’ARAH DALAM PIDATO KHULAFAUR-RASYIDIN : (KAJIAN ANALISIS BALAGHAH)
“This research is to analyze metaphor in the collection of Khulafaurrasyidin’s speeches. Khulafaurrasyidin is a important figure of Islam after propet Muhammad saw. pass away from this word. There are four of speeches of Khulafaurrasyidin that delivered when they are become a caliph. This research uses the theory of metaphor presented by Halley who classified metaphor into nine types based on semantic field. The research nature is qualitative descriptive using library research. This study describe the phenomenon of figurative language metaphor related to the object of research. And finally, the research findings are presented informally. Based on the research toward speeches of Khulafaurrasyidin, researcher finds eight types of source domains metaphor. They are being, cosmos, energy, terrestrial, object, living, animate and human. And four types of target domains. The metaphors used tn the speeches show the corelation between semantic methapor with Arab living and culture with the result that have many different in number of quantity. And researcher also find a different and characteristic of caliph delivery speeches. That different because of character, culture and social politic condition in that period.â
ظهور المذاهب النØÙˆÙŠØ©
" إن هذا الباب يبجث عن ظهور المذاهب النØÙˆÙŠØ© وينقسم هذا الباب الى ÙØµÙ„ين وهما Ø§Ù„ÙØµÙ„ عن النØÙˆ ÙÙŠ عصر التدوين، ويليه Ø§Ù„ÙØµÙ„ الثانى ØÙŠØ« يذكر Ùيه النØÙˆ ÙÙŠ عصر التدوين. كان هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« يستخدم التØÙ„يل النوعي بطريقة الدراسة المكتبية لجمع البيانات Ùˆ الاستعلامات بمساعدة أنواع المواد التي توجد ÙÙŠ المكتبة. اختارت Ø§Ù„Ø¨Ø§ØØ«Ø© هذه الطريقة لإدراك المعلومات المتعددة من مصادرها Ùˆ تØÙ‚يق الوثائق التي تتعلق بالبيانات المطلوبة. يركز هد٠التØÙ‚يق ÙÙŠ المواد المكتوبة ÙÙŠ الكتب أو النسخة أو الجريدة أو غير ذلك. والنتيجة عن هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« هي وجود الروايات التى تØÙƒÙ‰ عن الرجال الستة الذين اسهموا إسهاما ما ÙÙ‰ بناء علم النØÙˆ ÙÙ‰ عصر قبل التدوين. وهؤلاء جيل من علماء النØÙˆ ØÙŠØ« قاموا بنهضة Ù†ØÙˆÙŠØ© وخطوا يخطوات واسعة ÙÙ‰ Ø§Ù„ØØ±ÙƒØ§Øª النØÙˆÙŠØ© ØØªÙ‰ يسبب ظهور المذاهب النØÙˆÙŠØ©"
PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA SOLUSI KELUARGA SAKINAH
Keluarga merupakan sebuah institusi terkecil dalam masyarakat yang berfungsi sebagai wahana untuk mewujudkan kehidupan yang tentram, aman, damai, dan sejahtera. Salah satu untuk mencapai tujuan tersebut adalah Pengelolaan keuangan keluarga yang baikatau sakinah finansial. Adalah keluarga yang mampu mengatur keuangan, memperbesar pemasukan dan menghemat pengeluaran. Guna membantu keluarga mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta kelurga yang ekonomis dengan berdasarkan syariat Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW. Terwujud sakinah finansial yaitu: a). Pendapatan (Managing Income), b). Pengeluaran (Managing Needs), c). Impian dan Keinginan (Managing Dreams), d). Mengelola Surplus dan Defisit, e). Managing Contingency
Optimalisasi Pendidikan Aswaja pada Generasi Milenial sebagai Upaya Deradikalisasi
Radicalism is a increasingly prevalent phenomenon in Indonesia for recent years. Radicalism increasingly developed when ‘orde baru’ (soeharto's regime) ended. The reform era is expanding space for people to express their feeling, including expressions of diversity. Including indicators of the emergence of radicalism in Indonesia is the birth of religious organizations that often use violent methods in carrying out its mission. Various radical Islamic organizations have various characteristics, variants and also orientations. However, there are similarities between radical Islamic organizations, namely the use of violence that came to be known as terror. Unfortunately almost of groups are dominated by millennial generation. This problem is a concern for the wider community surely.Various efforts to respond radicalism also appears contra ideology between them too. Aswaja education proved be able to prohibit radicalism viruses.
This article will present data from interviews, observations, and literature reviews related to the topic. The arguments which built in this paper are reconstruction and actualisation values which contained in Aswaja can be strongly internalized in person's life, especially millenial generation. The proper aswaja socialization and internalization is trough education. In schools, colleges, and study forums which apply aswaja content; students, college students, and the study participants will have opportunity to have moderate religion understanding and will be far away from radicalism diseases