E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
E-KOMIK EDU TATABIN SEBAGAI BAHAN LITERASI PEMBINAAN TATA BAHASA INDONESIA
Tujuan Penelitian ini adalah mengembangakan bahan literasi berbasis digital dengan tampilan yang lebih menarik dan berfokus pada pengembangan literasi Tatabin (Tata Bahasa Indonesia) dalam pembinaan Tata Bahasa Indonesia. Pengembanga tersebut didasarkan pada fenomena saat ini, dimana banyak literasi mengenai tata bahasa Indonesia mulai dari PUEBI, maupun ensiklopedia tata bahasa Indonesia. Akan tetapi, bagi sebagaian besar pelajar enggan membaca keseluruhan bahan literasi tersebut karena cerderung hanya berbentuk bacaan dan tata kalimat semata. Tidak ada tampilan yang menarik seperti halnya gambar dan warna. Ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu pengalaman langsung (enactive), pengalaman pictorial atau gambar (iconic), dan pengalaman abstrak (symbolitic). Dari tiga modus pembelajaran tersebut, modus pictorial merupakan modus yang paling menarik bagi para siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan literasi tata bahasa Indonesia yang menggambarkan kreativitas dan inovatif dalam penyajian ketatabahasaan, selain itu memerhatikan kondisi pandemi covid-19 saat ini. Pendekatan dalam peneliti ini adalah R&D. Model pengembangan penelitian ini menggunakan model procedural Dick and Carey, yakni: 1) Tahap persiapan: Observasi, Analisis kebutuhan; 2) Tahap pengembangan: (1) Menentukan Bahan/ konten bacaan tatabin. Hasil analisis kebutuhan dari penelitian ini adalah para pegiat literasi membutuhkan tampilan berbeda sebagai bahan literasi tata bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini berupa literasi “Tatabin†berupa E-Komik Edu
DIFERENSIASI AL-TAWARRUQ AL-MASRAFI DAN AL-TAWARRUQ AL-FIQHI MENURUT HUKUM EKONOMI SYARIAH
Abstract: The practice of the bai' al-tawarruq contract has existed since the era of the four mujtahids, it's just that the term bai' al-tawarruq only appeared in the Middle Ages, the first person to mention the term bai' al-tawarruq was a Hanbali scholar, Ibn Taimiyah. In the modern era, this term has been divided by the practice carried out in Islamic banks called bai' al-tawarruq al-masrafy and those carried out outside Islamic banks called bai' al-tawarruq al-fiqhi. These two types of bai' al-tawarruq contracts look the same in practice as bai' al-'inah but have differences with the involvement of third parties in the practice of bai' al-tawarruq, which is not present in bai' al-'inah. The pros and cons of Ulama against the law of bai' al-tawarruq have existed since the classical era, the majority of Ulama of the three madhhabs (Hanafi, Maliki, and Shafi'i) prohibit the practice of bai' al-tawarruq on the grounds of hailah and leads to usury, only the Hanbali madhhab is driven by Ibn Taimiyah and Ibn al-Qayyim who allowed the contract with the argument that bai' al-tawarruq was different from the forbidden bai' al-'inah contract. Meanwhile, contemporary scholars have different opinions in punishing bai' al-tawarruq al-masrafy. Referring to the results of the congress and conference decisions in Sharjah, United Arab Emirates, Bahrain, and Saudi Arabia in 1423 H. There were two opposing camps in formulating the law of bai' al-tawarruq al-masrafy. The first camp, the majority madhhabs forbids financial transactions using this contract in Islamic banks because it contains elements of usury, hailah and includes the form of bai' al-'inah. While the second camp, minority madhhabs tend to allow it for reasons of emergency and urgent need as well as to fulfill liquidity
ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA (STIMULUS DAN RESPONS) DALAM NOVEL ROBI’AH AL-ADAWIYAH KARYA AZEEZ NAVIEL MALIKIAN
Perilaku individu dapat di pengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Kepribadian tokoh dalam sebuah cerita dapat di ciptakan oleh penulis untuk menggambarkan suatu kepribadian yang dimiliki oleh seseorang. Psikologi dan karya sastra memiliki keterkaitan karena keduanya sama – sama membahas tentang kehidupan manusia.Tingkah laku merupakan sebuah rangkaian sebab dan akibat dari adanya stimulus dan respon. Respon terjadi karena adanya stimulus yang di berikan. Penelitian ini bertujuan untuk membedah tingkah laku tokoh Robi’ah berdasarkan stimulus dan respon dalam novel perjalanan dan cinta wanita sufi Robi’ah Al Adawiya karya azeez naviel malakian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelittian ini adalah studi pustaka yaitu dengan cara mengumpulkan seluruh data yang berupa penggalan kalimat dan paragraf yang sesuai dengan kajian psikologi behavorisme Jhon B Whatson dalam novel tersebut. hasil analisis peneliti dalam penelitian ini yaitu 1. Stimulus kondisi batin atau pesikis yang dialami oleh tokoh utama. 2. Stimulus kondisi lingkungan tempat hidup tokoh utama 3. Kondisi lingkungan masyarakat tokoh utama 4. Berbagai respon yang muncul yang berasal dari stimulus tersebut baik berupa respon positif maupun negativ. Penelitian tentang analisis ini adalah analisis tokoh utama dengan teori behavorisme dalam novel perjalanan dan cinta wanita sufi Robi’ah Al – Adawiyah.Perilaku individu dapat di pengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Kepribadian tokoh dalam sebuah cerita dapat di ciptakan oleh penulis untuk menggambarkan suatu kepribadian yang dimiliki oleh seseorang. Psikologi dan karya sastra memiliki keterkaitan karena keduanya sama – sama membahas tentang kehidupan manusia.Tingkah laku merupakan sebuah rangkaian sebab dan akibat dari adanya stimulus dan respon. Respon terjadi karena adanya stimulus yang di berikan. Penelitian ini bertujuan untuk membedah tingkah laku tokoh Robi’ah berdasarkan stimulus dan respon dalam novel perjalanan dan cinta wanita sufi Robi’ah Al Adawiya karya azeez naviel malakian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelittian ini adalah studi pustaka yaitu dengan cara mengumpulkan seluruh data yang berupa penggalan kalimat dan paragraf yang sesuai dengan kajian psikologi behavorisme Jhon B Whatson dalam novel tersebut. hasil analisis peneliti dalam penelitian ini yaitu 1. Stimulus kondisi batin atau pesikis yang dialami oleh tokoh utama. 2. Stimulus kondisi lingkungan tempat hidup tokoh utama 3. Kondisi lingkungan masyarakat tokoh utama 4. Berbagai respon yang muncul yang berasal dari stimulus tersebut baik berupa respon positif maupun negativ. Penelitian tentang analisis ini adalah analisis tokoh utama dengan teori behavorisme dalam novel perjalanan dan cinta wanita sufi Robi’ah Al – Adawiyah
MODEL KEPEMIMPINAN SPIRITUAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA PENDIDIK: (Studi Kasus di SMPN 1 Temayang, Bojonegoro)
This paper focuses on the spiritual leadership model, the principal of model is motivating, sharing, loving, being an example, and being a learner, in the end, it is expected to be able to improve the quality of educator resources (teachers) to be productive and learners. To understand the phenomenon of the principal's leadership model, with a qualitative approach of case study type, and interactive data analysis as suggested by Miles and Hubemann. This study concludes that the spiritual leadership model is able to foster a spirit of achievement, hard work, tenacity and minimize laziness and open insight to not easily complain or get discouraged, because of the growing awareness that after efforts, the final result is left to the Creator. With the awareness possessed by teachers, self-confidence and willingness to learn will grow in order to be able to present the best (productive) work in carrying out their duties.Penelitian ini memfokuskan pada model kepemimpinan spiritual yang dilakukan oleh kepala sekolah dengan memotivasi, berbagi, kasih sayang, menjadi teladan, dan pembelajar, pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya pendidik (guru) menjadi produktif dan pembelajar. Untuk memahami fenomena model kepemimpinan kepala sekolah, dengan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, dan analisis datanya interaktif sebagaimana saran dari Miles dan Hubemann. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model kepemimpinan spiritual mampu menumbuhkan semangat berprestasi, kerja keras, ulet dan meminimalkan kemalasan serta terbukanya wawasan untuk tidak mudah mengeluh atau patah semangat, karena tumbuhnya suatu kesadaran bahwa setelah adanya ikhtiar, hasil akhirnya dipasrahkan pada Sang pencipta. Dengan kesadaran yang dimiliki oleh para guru, tumbuh sikap percaya diri dan kemauan belajar agar dapat mempersembahkan karya terbaik (produktif) dalam menjalankan tugasnya
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LIMBAH BONGGOL JAGUNG (JANGGEL) MENJADI JAMUR JANGGEL DI DESA SEDENG
Desa Sedeng yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani tidak sedikit yang memilih menanam jagung dibanding dengan menanam singkong. Biasanya jagung dijual setelah melalui proses penggilingan hingga terpisah antara bonggol dengan biji jagung. Setelah itu bonggol jagung (disebut juga janggel) biasanya hanya dibakar atau terkadang dimanfaatkan untuk bahan bakar memasak secara tradisional. Pada hal sebenarnya jika bonggol jagung dapat dimanfatkan dengan tepat akan bernilai tinggi. Salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai media pembuatan jamur janggel. Jamur janggel yang dihasilkan dapat dikonsumsi sendiri maupun dipasarkan. Berangkat dari permasalahan ini penulis berinisiatif melakukan pendampingan masyarakat desa sedeng kecamatan kanor kabupaten bojonegoro untuk Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung (Janggel) untuk pembuatan Jamur Janggelâ€. Pengabdian ini bertujuan sebagai pengetahuan dasar untuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah yang ada di desa Sedeng serta cara-cara untuk mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada di desa tersebut. Pengabdian dalam bentuk pendampingan in, selain bermitra dengan kepala desa sedeng dan stafnya juga bermitra dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro. Adapun metode yang diterapkan dalam pengabdian ini dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Asset Based Community Development (ABCD). Hasil yang diharapkan dari pengabdian ini adalah sebagai motivasi masyarakat agar lebih kreatif dalam berkarya melalui pemanfaatan barang-barang atau limbah di sekitar agar bernilai ekonomi yang mampu memacu ekonomi kreatif warga
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PRODUK OLAHAN LELE DI DESA GEDONGARUM KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO
Perempuan adalah sumber daya insani yang memiliki potensi yang dapat didayagunakan dalam berbagai bidang dan sektor pembangunan nasional. Populasi penduduk perempuan di Indonesia pun cenderung bertambah terus, pada sisi tertentu dipandang sebagai masalah kependudukan. Namun pada sisi lain, populasi perempuan dipandang sebagai aset pembangunan. Wanita di pedesaan, partisipasinya sebagai sumber daya manusia cukup nyata. Khususnya dalam memenuhi fungsi keluarga dan rumah tangga bersama pria. Beberapa hasil penelitian menunjukkan peran wanita dalam berbagai industri di daerah-daerah cukup besar dan menentukan, dengan pengelolaan usaha yang bersifat mandiri. Mitra dalam pengabdian kepada masyarakat kali ini yaitu organisasi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Gedongarum Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro yang beranggotakan sebanyak 40 Orang. Kelompok tani tersebut juga mempunyai kegiatan lain, seperti gotong royong, usaha simpan pinjam, dan arisan kerja untuk usaha dan tani. Potensi ikan lele di desa tersebut yang sebenarnya cukup besar, kurang maksimal tereksplor. Tujuan pendampingan Kelompok Wanita Tani (KWT) desa Gedongarum ini diharapkan mampu mengembangkan dan memanfaatkan aset yang dimiliki oleh komunitas untuk menuju kemandirian ekonomi. Maka digunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Melalui metode ini, komunitas mampu mengenali potensi/aset yang dimiliki, memanfaatkan aset berupa sumberdaya alam maupun manusia untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Dari potensi tersebut menimbulkan inisiatif untuk mendampingi dan memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk mengolah ikan lele agar memiliki nilai jual yang tinggi. Dalam kegiatan pemberdayaan perempuan melalui olahan ikan lele di Desa Gedongarum diperoleh dua produk, yaitu kerupuk lele “KRULE†dan jari-jari kepala lele “JALE-JALEâ€. Yang telah dipasarkan baik secara online ataupun offline sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi keluarga wanita kelompok tani tersebut
KEDUDUKAN WALI DAN SAKSI DALAM PERKAWINAN PERSPEKTIF ULAMA EMPAT MAZHAB (MALIKI, HANAFI, SHAFI’I DAN HANBALI)
Perkawinan merupakan Sunnah Allah yang sudah diketahui secara umum dan berlaku didunia ini pada semua makhluk Allah baik manusia, jin, hewan, begitu juga tumbuhtumbuhan. Perkawinan merupakan salah satu cara yang dipilih oleh Allah sebagai jalan untuk memperbanyak diri (berkembang biak), dan meneruskan hidupnya. Tujuannya untuk saling memuaskan satu sama lainnya dan untuk membentuk sebuah bahtera yang sakinah mawaddah warohmah. Untuk mewujudakan tujuan tersebut maka terdapat rukun-rukun perkawinan, yaitu mempelai laki-laki, mempelai perempuan, wali, dua orang saksi dan ijab qobul. Terdapat perbedaan yang sangat mencolok dikalangan para ulama mazhab empat dua rukun perkawinan, yaitu: wali dan dua orang saksi. Ulama mazhab empat ada yang memasukkan dalam rukun dan ada yang tidak memasukkan sebagai rukun; ada yang mengatakan sebagai syarat sah dan ada juga yang mengatakan hanya sebagai pelengkap saja. Berangkat dari latar belakang tersebut, maka terdapat sebuah pertanyaan, bagaimana kedudukan wali dan saksi dalam perkawinan menurut empat mazhab?. Menjawab pertanyaan tersebut, jumhur ulama berpendapat, bahwa wali dan saksi merupakan salah satu rukun perkawinan dan menjadi tolak ukur sahnya perkawinan; akan tetapi ulama Hanafiyyah membatasi wali untuk perempuan yang sudah dewasa dan sehat akalnya dapat melangsungkan sendiri akad perkawinannya tanpa adanya wali, karena di-qiyas-kan dengan janda. Ulama Hanafiyyah mengatakan wali hanya sebagai pelengkap saja. Adapun ulama Malikiyyah menempatkan saksi pada hukum sunnah, akan tetapi mewajibkan mendatangkan wali ketika akan melakukan hubungan intim
ERROR RECOGNITION WITH REASON TEST TO ENHANCE GRAMMAR CAPABILITY OF ENGLISH LANGUAGE PROGRAM STUDENTS IN UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT MOJOKERTO
This study aims aims to answer the problems on the factors that influence the students in comprehending English grammar and analyzing on the implementation of error recognition with reason test in teaching and learning process can improve English grammar comprehension of students of Educational Study Program of Universitas Islam Majapahit Mojokerto qualitatively and quantitatively. The implementation of ERWRT had improved students’ English grammar comprehending that can be seen through the comparison of the results of pre-treatment which shows that on pre-treatment out of 35 students, there were 11 got the score below 55 as the Passing Grade. Result of column 3 showed that all students got the score above passing grade. The result of C4 Cycle I showed that out of 29 students, only 1 student failed. The result of C4 in cycle II showed that all students succeed. The average of C3 in cycle II escalated from 97.9 to 100. The average of C4 escalated from 77 to 97. In cycle I, there were six grammatical errors. Those were (1) Subject and verb disagreement, (2) using preposition, (3) error in using articles, (4) error in forming passive voice, (5) error in using to be, and (6) using multiple verbs. In non-grammatical errors, there were wrong spelling, wrong diction, and no answer. On cycle II, grammatical and non-grammatical errors still can be found as in cycle I except error in using articles. New errors in cycle II was numbers and noun disagreement. The improvement of grammar comprehension had shown that ERWRT can be used to improve grammar comprehension and writing skills
مكانة علم البديع ÙÙŠ جمال اللغة العربية
إن هذا الباب يبجث عن مكانة علم البديع ÙÙŠ جمال اللغة العربية. وكان هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« يستخدم التØÙ„يل النوعي بطريقة الدراسة المكتبية لجمع البيانات والاستعلامات بمساعدة أنواع المواد التي توجد ÙÙŠ المكتبة. اختارت Ø§Ù„Ø¨Ø§ØØ«Ø© هذه الطريقة لإدراك المعلومات المتعددة من مصادرها وتØÙ‚يق الوثائق التي تتعلق بالبيانات المطلوبة. يركز هد٠التØÙ‚يق ÙÙŠ المواد المكتوبة ÙÙŠ الكتب أو النسخة أو الجريدة أو غير ذلك. والنتيجة عن هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« هي علم البديع هو يشبه بالنسبة للبلاغة العربية وهو كل ما يستخدمه الناس لتجميل أشيائهم تجميلا ظاهريا ÙŠÙ„ÙØª الأنظار ÙˆÙŠØØ±ÙŠÙƒ الأÙكار ويثير الإعجاب ويطرب الألباب. وبهذا، يتكÙÙ„ علم البديع بالكش٠عن وجوه ØªØØ³ÙŠÙ† الكلام، Ùقد عرÙÙ‡ الخطيب القزوينى ÙÙŠ كتابه هو علم تعر٠به وجوه ØªØØ³ÙŠÙ† الكلام، وذلك بعد رعاية مطابقة الكلام لما يقتضيه Ø§Ù„ØØ§Ù„ØŒ ÙˆÙˆØ¶ÙˆØ Ø§Ù„Ø¯Ù„Ø§Ù„Ø© على المراد Ù„ÙØ¸Ø§ ومعنى.وهذا المÙهوم يجعل مكانة علم البديع مهم لتنمية جمال اللغة العربية.
 
PENGARUH MEDITASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM UNTUK MEMPERKUAT SISTEM IMUN SEBAGAI TINDAKAN MELAWAN COVID-19
Abstract
Meditation in Islamic education can be done by way of worship such as dhikr and prayer. To prevent covid-19, a strong immune system is needed. In an effort to improve the immune system, Islamic education meditation is one way that can help improve the immune system. The purpose of this study is to ensure that meditation in Islamic education is able to prevent the exposure of covid-19. The method used in this study is a qualitive method in the form of library research and using data sources such as journals, book, and articles. The results of this study indicate that most people feel worried and paniced, if by doing dhikr and prayer they will feel calm and not feel panic so that the immune system can increase. Meditation in Islamic education if done continuously it will increase the immune system in the body to the maximum.Meditasi dalam pendidikan Islam bisa dilakukan dengan cara beribadah seperti dzikir dan shalat. Untuk melakukan pencegahan terhadap covid-19 maka dibutuhkan sistem imun yang kuat. Sebagai upaya meningkatkan sistem imun maka meditasi pendidikan Islam adalah salah satu cara yang dapat membantu meningkatkan sistem imun tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memastikan bahwa meditasi dalam pendidikan Islam mampu mencegah terpaparnya covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan bentuk penelitian kepustakaan dan menggunakan sumber data seperti jurnal, buku, dan artikel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang merasa khawatir dan panik, jika dengan melakukan dzikir dan shalat maka mereka akan merasakan ketenangan dan tidak merasa panik sehingga sistem imun dapat meningkat. Meditasi dalam Pendidikan Islam apabila dilakukan secara terus menerus maka akan meningkatkan sistem imun dalam tubuh secara maksimal.
Kata Kunci: Meditasi, Sistem Imun, Dziki