E-Journal Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
تقويم تعليم اللغة العربية للناطقين بلغات أخرى إعداد : أنا أخيت
Abstract : “Evaluation is a planned process of activities to find out and ascess the state of an object using certain instruments so that conclusions are obtained in the context of decision making. This evaluation includes the curriculum, learning process, abilities, and methods. The evaluation in learning arabic aims to find out the assesment of arabic learning which includes four skills namely listening, speaking, reading and writingâ
Rekonsepsi Pendidikan Tahfiz Al Qur'an melalui Model Learning Styles pada Anak Usia Sekolah Dasar
The research aims to reveal how to conceptualize the education of the Qur'an's tahfiz in student’s primary school, especially in Madrasah Ibtidaiyah, through their learning styles. This research is a qualitative research with a descriptive analysis approach. The results showed that model of learning styles in the process of memorizing the Qur'an can be analyzed through the Memletics Learning Styles Inventory model, namely the learning style (read: memorizing) which is divided into seven parts, including: 1). Visual Memorization Style, 2). Aural Memorization Style, 3). Verbal Memorization Style, 4). Kinesthetic Memorization Style, 5). Logical Memorization Style, 6). Social Memorization Style, and 7). Solitori Memorization Style.
Keywords: Tahfiz Education, Learning Styles, Primary SchoolABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana merekonsepsi pendidikan tahfiz Al Qur’an peserta didik di usia sekolah dasar, khususnya di Madrasah Ibtidaiyah, melalui model learning styles (gaya belajar) mereka masing-masing. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model learning styles (gaya belajar) dalam proses menghafal Al Qur’an dapat dianalisa melalui model Memletics Learning Styles Inventory, yakni gaya belajar (baca: menghafal) yang dibagi menjadi tujuh bagian, antara lain: 1). Gaya Menghafal Visual, 2). Gaya Menghafal Aural, 3). Gaya Menghafal Verbal, 4). Gaya Menghafal Kinestetik, 5). Gaya Menghafal Logikal, 6). Gaya Menghafal Sosial, dan 7). Gaya Menghafal Solitori.
Kata Kunci: Pendidikan Tahfiz, Learning Styles, Sekolah Dasa
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS KARANG TARUNA MELALUI DIGITALISASI HOME INDUSTRI DESA SAMBERAN
Desa Samberan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Kanor Bojonegoro. Desa Samberan memiliki beberapa SDM yang berupa home industri seperti: membuat handicraft, rotan, kerupuk, kopi robusta oven, kue-kue, dan lain-lain. Namun, beberapa SDM tersebut masih bersifat independen. Atas dasar itu, peneliti ingin melakukan pendampingan atas masyarakat Desa Samberan yang berorientasikan pada peningkatan di bidang ekonomi melalui pembuatan website jual beli yang memuat seluruh home industri yang ada di Desa Samberan. Dengan begitu, home industri yang ada di Desa Samberan akan bersama-sama menunjukkan eksistensinya di era industry 4.0 ini. Dalam melaksanakan pendampingan, peneliti mengadakan kerja sama dengan Dinas Perindustrian Bojonegoro, BAZNAS Bojonegoro, RTIK Bojonegoro, Blog Beli Bojonegoro dan Pemerintah Desa Samberan. Program yang telah dilaksanakan di Desa Samberan meliputi Pendampingan Masyarakat Ekonomi “Handicraftâ€, Talkshow Digitalisasi Home Industri dan Bantuan Alat kepada Komunitas Karang Taruna Desa Samberan
PUJIAN SETELAH ADZAN UNTUK PERKEMBANGAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK
Praise readings after the call to prayer as one method to be used as a guide for children in stimulating spiritual intelligence. This method is effective if used for early childhood. With praise, children can memorize the obligatory nature of God, prayer, and prayers. In it, there is a moral message so that the reading of praise can inspire children to be applied in everyday life. Praise readings have a high religious meaning in which there are meanings of monotheism, tawakal, istigfar, and worship to the Prophet. Praise also contains remembrance, exhortation, and advice. Living up to its meaning, it is very beneficial and has a role for children's spiritual intelligence. This research took place in the Madin Ula Al Huda Institute, Sumbertlaseh Village, Dander District, Bojonegoro Regency. This paper describes the spiritual intelligence of children in the Madin Ula Al Huda institution Sumbertlaseh Village, Dander District, Bojonegoro Regency. It can be concluded that praise can lead children to get to know the Attributes of God, to be prepared, pray so that it makes it easier for children to memorize them. This effort to instill spiritual intelligence through praise in Madin Ula Al Huda Sumbertlaseh Village is categorized as effective so that children can apply these habits not only in madrasas and children are motivated to implement those in the praise
TINDAK TUTUR VERBAL KAJIAN PRAGMATIK LIRIK LAGU JAWA : Studi Kasus: Lagu Entit Karya Andjar Any
Pragmatic studies are part of speech / utterances that have signs or symbols to express. This speech can be in the form of song lyrics which are analyzed into speech acts to be understood scientifically. This discussion then focused on the case study of song lyrics using Javanese, namely a song titled entit by Andjar Any. This song was chosen because it has lyrics with a model of conversation between the two singers. There are five types of speech acts in Entit song lyrics, namely 6 directive speech acts, 6 assertive speech acts, 13 speech commissive acts, 1 verbal speech acts, and 1 expressive speech acts.“Kajian pragmatik merupakan bagian dari tutur/ujaran yang memiliki tanda atau simbol untuk diungkapkan. Ujaran ini dapat berupa lirik lagu yang kemudian dianalisis menjadi tindak tutur untuk dipahami secara keilmuan. Pembahasan ini kemudian difokuskan pada studi kasus lirik lagu dengan menggunakan bahasa Jawa, yakni lagu berjudul entit karya Andjar Any. Lagu ini dipilih karena memiliki lirik dengan model percakapan antara dua penyanyi di dalamnya. Terdapat lima jenis tindak tutur di dalam lirik lagu Entit, yakni tindak tutur direktif sebanyak 6 tuturan, tindak tutur asertif sebanyak 6 tuturan, tindak tutur komisif sebanyak 13 tuturan, tindak tutur verdiktif sebanyak 1 tuturan, dan tindak tutur ekspresif sebanyak 1 tuturan.â
NILAI- NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI BUBAK KAWAH DI DESA MOROSARI PONOROGO
This study aims to describe the values ​​of Islamic education in the tradition of Bubak Kawah in Morosari Village. The method used is descriptive-qualitative. From the research conducted found that The first value of Islamic education is gratitude to God from the parents of the bride because of God's grace, her child is given the ease to find her soul mate. The second value of Islamic education is the request to God that the bride be given strength, physical and spiritual freshness. The third educational value is can be seen from the various equipment used in the Bubak Kawah eventThis study aims to describe the values ​​of Islamic education in the tradition of Bubak Kawah in Morosari Village. The method used is descriptive-qualitative. From the research conducted found that The first value of Islamic education is gratitude to God from the parents of the bride because of God's grace, her child is given the ease to find her soul mate. The second value of Islamic education is the request to God that the bride be given strength, physical and spiritual freshness. The third educational value is can be seen from the various equipment used in the Bubak Kawah even
Metode Keteladanan dan Urgensinya Dalam Pendidikan Akhlak Menurut Perspektif Abdullah Nashih Ulwan
This paper explores Abdullah Nashih Ulwan's ideas about exemplary methods and their urgency in moral education. In this writing, the author uses the Content Analysis approach, so that the results of the study are not numbers but interpretations and words. The data collection was carried out with literature review techniques by making the book Tarbiyatul Aulad Fil Islam by Abdullah Nashih Ulwan as primary data, and the literature relating to the object of this study as secondary data. Then the data collected is analyzed using content analysis, i.e., by sorting out the data collected to analyze its contents according to what is needed so that a conclusion can be drawn. This research proves as follows: 1) According to Nashih Ulwan, the exemplary method is a method used in education in the context of forming the character of children by means of educators providing good role models for children. The examples of role models that must be exemplified by an educator are humility, courage, patience, honesty, piety, and firmness in children. 2) The importance of moral education in an educator must have a character or character that reflects good behavior in all aspects, especially in aspects of worship and morals. Educators must instill good attitude or role models in children.
Keywords: Exemplary Method, Perspective, Moral Education.Tulisan ini mengupas gagasan Abdullah Nashih Ulwan tentang metode keteladanan dan urgensinya dalam pendidikan akhlak. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan pendekatan Analysis Content (isi), sehingga hasil penelitiannya tidak berupa angka-angka melainkan berupa interpretasi dan kata-kata. Pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik kajian literatur dengan menjadikan kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam karya Abdullah Nashih Ulwan sebagai data primer, dan literatur-literatur yang berkaitan dengan obyek penelitian ini sebagai data sekundernya. Kemudian data-data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan content analysis yakni, dengan cara memilah-milah data yang terkumpul untuk dianalisa isinya sesuai dengan yang dibutuhkan sehingga dapat diambil suatu kesimpulan. Penelitian ini membuktikan sebagai berikut: 1) Menurut Nashih Ulwan, metode keteladanan merupakan metode yang digunakan dalam pendidikan dalam rangka membentuk akhlak anak dengan cara pendidik memberikan suri tauladan yang baik pada anak. Bentuk-bentuk suri tauladan yang harus dicontohkan seorang pendidik adalah kerendahan hati(ketawadu’an), keberanian, kesabaran, jujur, takwa serta ketegasan pada anak. 2) Urgensinya dalam pendidikan akhlak seorang pendidik harus memilki kharakter atau watak yang mencerminkan prilaku yang baik dalam segala aspek, terutama pada aspek ibadah dan akhlak. Pendidik harus menanamkan sikap atau suri tauladan yang baik pada anak.
Kata Kunci: Metode Keteladanan, Perspektif, Abdullah Nashih Ulwan, Pendidikan Akhla
تØÙ„يل الترجمة الإندونسية ÙÙŠ كنز Ø§Ù„ØØ·Ø§Ø¨ ÙÙŠ ضوء نظرية نيومارك : (دراسة تØÙ„يلية ÙÙŠ الترجمة)
Anime berjudul Harta Karun Penebang Kayu adalah anime pertama yang berasal dari Arab dan telah diterjemahkan ke beberapa bahasa termasuk bahasa Indonesia, hal inilah yang menyebabkan penulis berkeinginan untuk meneliti penerjemahan yang ada pada anime ini, karena penulis sadar bahwa penerjemahan dari bahasa Arab ke Indonesia tidak sepopuler terjemahan dari bahasa lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori terjemah milik Newmark. Hasil dari penelitian ini, dari 198 data, penulis menemukan hanya enam metode terjemah dari delapan metode terjemah Newmark yaitu Terjemah Kata-demi-Kata 30 data, Terjemah Semantis 2 data, Terjemah Adaptasi 15 data, Terjemah Bebas 28 data, Terjemah Idiomatik 16 data dan Terjemah Komunikatif 99 data, 8 data sisanya adalah kata-kata yang tidak diterjemahkan oleh penerjemah dan diganti dengan kata-kata lain
ANALISIS MASLAHAT TERHADAP PUTUSAN NO. 1/Pdt.G/2018/PA.Kras TENTANG PERMOHONAN POLIGAMI KARENA CALON ISTRI KEDUA HAMIL
Permohonan izin poligami di Indonesia ternyata memiliki berbagai alasan pengajuan,permohonan yang sangat beragam tidak hanya mencakup ketiga alasan yang telahtercantum dalam peraturan perundang-undangan yaitu istri tidak dapat menjalankankewajibannya, memiliki cacat badan dan tidak dapat melahirkan keturunan. Padapenelitian ini penulis menemukan putusan terhadap perkara izin poligami dengan alasanistri kedua telah hamil yang amar putusannya justru dikabulkan yakni putusanPengadilan Agama Karangasem dengan Perkara Nomor. 1/Pdt.G/2018/PA.Kras.Permasalahan yang diamati dalam penelitian ini berkaitan dengan dasar pertimbanganhakim dalam memberikan izin poligami dengan alasan calon istri kedua telah hamilpada putusan Pengadilan Agama Karangasem Nomor. 1/Pdt.G/2018/PA.Kras dantinjauan maslahah terhadap putusan Pengadilan Agama Karangasem Nomor.1/Pdt.G/2018/PA.Kras. penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan danbentuk kualitatif, dengan menggunakan teori mashlahat. Hasil dari penelitian ini adalahDasar pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara tersebut berdasarkan pada Pasal4 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1974,jo Pasal 41 huruf (a) PP No. 9 Tahun 1975, jo. Pasal57 Kompilasi Hukum Islam, serta Pasal 5 ayat (1) UU. No. 1 Tahun 1974 jo. Pasal 41huruf (b) dan (c) PP No. 9 Tahun 1975, jo. Pasal 58 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam.Namun di dalam izin poligami ini, calon istri kedua yang telah hamil tidaklah termasukdalam syarat poligami yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan tersebut.Dengan demikian segala syarat di luar perundang-undangan tentu harus disesuaikandengan sebuah kondisi. Sehingga majelis hakim berpedoman sebagaimana ditentukanpasal 43 Peraturan Pemerintah nomor 9 tahun 1975 bahwa “apabila pengadilanberpendapat bahwa cukup alasan bagi Pemohon untuk beristeri lebih dari seseorangmaka Pengadilan memberikan putusannya berupa izin untuk beristeri lebih dariseorangâ€. Jika ditinjau dari maslahah mursalah sudah diketahui sebelumnya jika salahsatu syarat dari maslahah mursalah itu sendiri adalah untuk kemaslahatan umum bukanuntuk kemaslahatan yang sifatnya pribadi, sehingga akan mendatangkan manfaat untukumat manusia serta menolak bahaya untuk umum bukan untuk menolak bahaya yangsifanya pribadi atau mendatangkan kemaslahatan untuk dirinya sendiri. Jadi menurutpenulis dari pendapat hakim dalam pengabulan izin poligami dengan alasan demikemaslahatan anak yang sedang dikandung calon istri kedua, tidaklah dapat dibenarkan.Kasus izin poligami semacam ini, menurut penulis apabila tidak dikabulkan izinpoligaminya anak masih bisa mempunyai hubungan perdata dengan ibunya serta denganlaki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan danteknologi mempunyai hubungan darah. Hal ini sesuai dengan Putusan MahkamahKonstitusi No. 46/PUU-VIII/2010
PEREMPUAN PERSPEKTIF PEMIKIRAN HUKUM ISLAM MODERN
Before Islam came, in many parts of the world women are subjected to humiliation andabuse. Women are considered as goods that can be traded, transferred, and inherited.Islam comes to improve the condition of women by elevating their status, giving themrights as men have rights over themselves and their assets, even women are no longerconsidered as inheritance assets, but as heirs who are also entitled to inherited property.Over time and the increasing education and knowledge possessed by women resulted inthe desire for women to get the same or equal rights as men. This condition seems tohave received support from many parties. This can be seen frome the emergence offemale warrior figures who passionately fight for women’s rights, such as: AminaWadud, Fatima Mernissi, Riffat Hasan, Rifa’ah Thahthawi, Qasim Amin and others.Among the few that are being discussed is: the creation of women, the concept ofnusyuz, distribution of inheritance, the existence of historical material control, lack ofwomen experts, very strong male hegemony, and against the developmentalismparadigm