Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
Not a member yet
    1996 research outputs found

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUSAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MUATAN IPA

    Full text link
    Riset ini membahas tentang bentuk pembelajaran Group Investigation kepada perolehan belajar IPA anak didik kelas V SD Negeri 1 Astina tahun 2021/2022. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya upaya untuk membiasakan kemajuan teknologi kepada upaya dalam kenaikan kualitas pembelajaran, paling utama adaptasi penggunaannya untuk bumi pembelajaran spesialnya dalam bumi pembelajaran. Perolehan belajar IPA yang minim dialami anak didik kelas V SD Negeri 1 Astina, adapun permasalahan yang teridentifikasi sebagai berikut : 1). Siswa kurang aktif menanya dikala guru menerangkan modul serta anak didik cuma menanggapi dikala guru membagikan persoalan, 2). Anak didik kurang terbiasa berlatih mandiri, 3). Dalam aktivitas diskusi sebagai anak didik bersifat pasif, 4). Alat pembelajaran yang dipakai di kurang efektif. Tipe riset tergolong eksperimen semu (quasi experiment) di desain ke konsep pretest dan posttest. Sebanyak 52 orang siswa kelas V SD Negeri 1 Astina Kecamatan Buleleng Tahun 2021/2022 selaku populasi pada riset serta kelas V A yang terpilih jadi eksperimen adalah 26 orang serta kelas V B kelompok kontrol 26 orang menjadi sampel pada riset. Teknik perangkuman data pada riset memakai teknik dokumentasi yang dipergunakan untuk merangkum data yang di olah menggunakan SPSS versi 26. Bersumber tabel output Independent Samples Test terlihat t hitung ialah 3.509 serta t tabel dengan responden 52 ialah 2.007. Maka angka t hitung sejumlah 3.509 > t tabel 2.007. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa adanya perbedaan signifikan model pembelajaran group investigation dibantu alat audio visual kepada paerolehan belajar siswa dalam muatan pelajaran IPA kelas V SD Negeri 1 Astina Kecamatan Buleleng Tahun 2021/2022

    PERAN GURU AGAMA HINDU DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MELALUI IMPLEMENTASI TRI KAYA PARISUDHA DI UTAMA WIDYA PASRAMAN VIDYA WISATA KUBUTAMBAHAN

    Full text link
    This study aims to analyze and solve problems related to the role of Hindu religion teachers in student character education through the implementation of Tri Kaya Parisudha at Utama Widya Pasraman Vidya Wisata Kubutambahan. This study uses a type of qualitative research with research results in the form of descriptive descriptions and uses a qualitative approach that aims to understand what people and their surroundings experience, such as their actions and perceptions. The results of this study note that the form of implementing Tri Kaya Parisudha at UWP Vidya Wisata Kubudindingan is to think creatively and innovatively in learning so as to make students more independent and able to solve their own problems, say politely to the teacher and be active in asking questions about material that they have not know master, students begin to understand and care about their friends around them so that they avoid behavior that is not good to do at school such as bullying and pranking friends. As for some of the roles of Hindu religious teachers there, namely providing motivation to learn, being a role model for their students, and resolving and mediating conflicts in the classroom and outside the classroom. The behavior of students there after implementing Tri Kaya Parisudha there is before starting learning in an orderly manner, respecting teachers and being active in school organizations such as student councils, respecting and treating friends well and implementing habits such as greeting/panjali the people to researchers, asking how they are when new researchers arrive to school and so onKeywords: The Role of Hindu Religious Teachers, Character Education, Tri Kaya Parisudh

    Pengaruh Strategi Pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar pendidikan agama Hindu siswa kelas VII SMP Negeri 4 Sukasada Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng

    Full text link
    The purpose of this research is to examine the impact of using collaborative learningtechniques on the progress of seventh-grade students at SMP Negeri 4 Sukasada inthe Buleleng Regency's Sukasada subdistrict as they acquire Hindu religiouseducation. This study is a quasi-experimental study (quasi-experiment). All seventh-grade students of SMP Negeri 4 Sukasada made up the study population. In thisresearch, class VII B served as the experimental group while class VII D served asthe control group. The experimental class has 40 pupils, whereas the control classhas 38. A simple random sampling method or a random procedure involving a lotterywas employed to choose the experimental class and the control class. The findings ofthis study are based on an investigation into the impact that adopting interactivelearning methodologies has on the learning outcomes of Hindu religious educationfor seventh-grade students at SMP Negeri 4 Sukasada. The data in this study wasgathered through observation, interviews, documentation, and standardized tests ofacademic achievement, and the data was managed through statistical analyses ofvalidity, reliability, item difficulty, differential power, normality, homogeneity, andhypothesis testing in Ecxel and SPSS. version 22.The study's findings suggest that interactive learning methodologies have an impacton class seven students at SMP Negeri 4 Sukasada's learning outcomes for Hindureligion education. The posttest scores of class VII B students in the experimentalclass, which averaged 83.00, and the learning outcomes of class VII D students in thecontrol class, which averaged 63.93, respectively, demonstrate the study's findings.As can be observed from the produced significance in the t test, t count 14,369 > ttable 1,664. The learning results of Hindu religion education for class VII pupils atSMP Negeri 4 Sukasada may therefore be shown to be influenced by interactivelearning methodologies.Keywords: Interactive Learning Strategies, Learning Outcomes, Hindu ReligiousEducatio

    Kajian Ekologi Lingkungan Dalam Upacara Ngelukat Gumi

    Full text link
    Ekologi dalam upacara Ngelukat Gumi memiliki arti penting dalam konteks permbersihan atau penyucian alam semesta yang melibatkan aspek Bhuana Agung(alam makrokosmos) dan Bhuana Alit(alam mikrokosmos),Ngelukat Gumi merupakan sebuah upacara dalam catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang dijadikan tujuan menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam semesta.Dalam upacara Ngelukat Gumi,masyarakat Catur Desa melibatkan aspek ekologi dengan cara membersihkan dan menyucikan alam semesta,pembersihan alam semesta ini mencakup dua dimensi penting yaitu Bhuana Agung Dan Bhuana Alit.Bhuana Agung mencerminkan alam semesta secara keseluruhan atau dalam konteks luas,termasuk kedalam elemen air,tanah,udara,dan api.Bhuana Alit mencapuk aspek Mikrokosmos seperti tumbuhan,binatang,dan manusia.Selain aspek fisik,Ngelukat Gumi juga memiliki dimensi spiritual yang tinggi berkaitan dengan Ekologi,umat Hindu percaya bahwa alam semesta adalah tempat tinggal bagi roh-roh leluhur dan para dewa, menjaga kesucian alam semesta berarti menjaga hubungan spiritual dengan mereka.Dalam Upacara Ngelukat Gumi umat hindu berharap untuk mendapatkan berkah dan keharmonisan dengan alam semesta .Upacara Ngelukat Gumi menunjukkan kesadaran akan pentingnya Ekologi dan keberlanjutan alam semesta ,ini mencerminkan pemahaman bahwa kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan hidupnya ,dengan menjaga Ekologi,umat Hindu berharap untuk menciptakan keharmonisan antara manusia dan alam serta mewujudkan kehidupan yang lebih berkelanjutan bagi generasi saat ini dan dimasa depa

    Pelaksanaan Bhuta Yadnya Puja Wali Di Pura Gunung Sekar Desa Adat Giri Emas

    Full text link
    Bali, the island which is nicknamed the Island of the Gods, has very strong beauty and culture and is very well preserved. In Bali there are also various kinds of religions, but the religion that is the most numerous is Hinduism which is known for its various kinds of religious ceremonies. The Mecaru Balig Ceremony of the Grand Oath at the puja guardian at Gunung Sekar Temple, Giri Emas Traditional Village, Buleleng Regency, is a ritual that belongs to the Bhuta Yadnya ceremony, this ceremony is carried out because Gunung Sekar Temple has just completed the Nganteg Linggih Manawaratna temple ceremony and the Mecaru ceremony uses various kinds of animals such as cows, chickens, dogs and also other animals. This uniqueness is what is very interesting to research and make a scientific work

    Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Satua Pan Angklung Gadang

    Full text link
    Cerita Rakyat Bali (Satua). Satua adalah cerita rakyat yang di wariskan secara turun-temurun. Satua merupakan karya sastra lisan yang dapat dengan mudah oleh anak-anak karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, Satua memiliki peran dan fungsi penting dalam kehidupan masyarakat serta memberikan hiburan yang bertujuan untuk mengisi waktu luang dan menyampaikan berbagai nilai kehidupan termasuk pesan agama dan moral melalui karakter dan dialog. Penelitian ini mendeskripsikan nilai-nilai kepribadian Pan Angklung Gadang sebagai sumber pendidikan karakter. Teknik analisis penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah Kumpulan Satua Bali karya Suwija Bali 2019. Dalam penelitian, pengumpulan data dimulai dengan mengamati subjek. Kemudian membaca teks Satua Pan Angklung Gadang dan kisah lengkapnya. Langkah terakhir untuk mencatat informasi yang diterima. Data yang diperoleh dianalisis dalam tiga, translasi, klasifikasi dan analisis struktur menggunakan teknik hermeneutik. Hasil analisis pada satua Pan Angklung Gadang diperoleh terdapat sembilan pendidikan karakter dalam yakni, nilai-nilai agama, kejujuran, toleransi, disiplin, kreativitas, demokrasi, rasa ingin tahu, komunikasi dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini bersifat universal dan karenanya dapat dijadikan sebagai sumber pendidikan karakter

    PENDAMPINGAN DESAIN PEMBELAJARAN LITERASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI TK DHARMA KUMARA IV BUDUK KECAMATAN MENGWI

    Full text link
    The Independent Learning Curriculum is a curriculum that gives teachers the freedom to determine their teaching tools while still paying attention to the needs, abilities and interests of students. One of the learning outcomes of the independent learning curriculum is literacy whose scope is related to the ability to speak, count, solve problems, the ability to understand, and use one's own potential, which is a mandatory prerequisite that is completed by students at the PAUD level as a provision for readiness to be able to take education to a higher level. higher is elementary school.Based on the results of interviews with partners, it is known that teachers in partner institutions still experience limitations in designing and developing literacy-based learning designs in the independent learning curriculum. So that through this community service program we offer solutions related to the implementation of training and assistance in making and developing early childhood literacy learning designs with reference to the independent early childhood learning curriculum, through workshops, demonstrations, and simulation methods, it is hoped that Dharma Kumara IV Buduk Kindergarten teachers as Workshop participants are able to create and develop Literacy learning designs in the Independent Learning Curriculum in PAUD so that learning activities in PAUD become more independent, interesting and meaningful.  Keywords: independent learning curriculum, literacy learning outcomes, learning desig

    Penguatan Sradha Bhakti Melalui Pelatihan Pembuatan Karawista

    Full text link
    Generasi muda bertugas untuk melanjutkan tongkat estafet kebudayaan dan tradisi yang ada. Banyak cara yang bisa dilaksanakan guna meningatkan Srada dan bhakti generasi muda agar mau untuk melanjutkan tongkat estafet tersebut. Salah satu cara yang efektif adalah dengan melaksanakan pelatihan. Kurangnya rasa memiliki dan minat untuk melestarikan disebabkan oleh kurangnya pemahaman. Dengan melaksanakan pelatihan umat akan paham lebih dalam akan makna-makna yang tersembunyi dalam sarana banten dan lain sebagainya yang tercangkup dalam kebudayan dan tradisi Hindu di Bali. Salah satu sarana yang sering dipakai namun jarang ada orang yang tahu maknanya adalah Karawista atau Sirawista. Karawista adalah salah satu sarana yang wajib digunakan ketika upacara keagamaan yang berkaitan dengan penyucian diri. dan mengingat bahwa dalam agama Hindu banyak sekali upacara yang bertujuan untuk penyucian diri menyebabkan sarana Krawista ini sering dijumpai oleh masyarakat Hindu di Bali. Karawista terbuat dari tiga helai alang-alang yang dibentuk sedemikian rupa dan berisi bunga berwarna merah dan putih. Alang-alang sebagai bahan dasar pembuatan karawista memiliki cerita tersendiri sehingga ia menjadi salah satu tanaman sakral. Inilah yang seharusnya digali dan dipahami lebih dalam, karena sebelum mampu memahami Karawista itu sendiri kita harus paham terlebih dulu makna dari bahan-bahan penyusunya. Karawista sebagai sarana untuk penyucian diri dan diikatkan dikepala memiliki magsud agar seluruh tubuh terpusat pada Tuhan

    Implementasi Model Pembelajaran Guided Inquiry Based Laboratory Environment pada Pengabdian Kepada Masyarakat di SD Negeri 1 Wanagiri

    Full text link
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Prodi PGSD di SD Negeri 1 Wanagiri bertujuan untuk memberikan praktik pembelajaran tentang strategi pemanfaatan lingkungan biotik sebagai sumber belajar melalui penerapan model pembelajaran guided inquiry based laboratory environment. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah sharing dan penerapan pembelajaran oleh dosen STAHN Mpu Kuturan Singaraja di SD Negeri 1 Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 dan 12 April 2022. Peserta pada kegiatan ini adalah perwakilan guru SD di Kecamatan Sukasada berjumlah 20 orang dan siswa kelas IV yang berjumlah 22 orang. Hari pertama, yakni 11 April 2022 dilaksanakan penyampaian informasi (sharing) secara teoritis kepada guru SD tentang strategi pemanfaatan lingkungan biotik sebagai sumber belajar. Hari kedua, yakni 12 April 2022 dilaksanakan praktik pembelajaran tentang strategi pemanfaatan lingkungan biotik sebagai sumber belajar. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa strategi pemanfaatan lingkungan biotik sebagai sumber belajar berjalan dengan baik. Ini dibuktikan dengan: (i) interaktivitas diskusi dengan guru saat membahas implementasi model pembelajaran guided inquiry based laboratory environment secara teoritis dan keterkaitannya dengan problematik pembelajaran IPA di sekolah dasar; serta (ii) antusias belajar siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan model guided inquiry based laboratory environment

    Pelatihan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pendidikan Ips Sd Berbasis Etnopedagogi Pada Guru Sd

    Full text link
    The research aims to first, improve the knowledge and skills of academic management in social studies education. Second, improve the skills of teachers in social studies education in the basic education level and structuring embody standards of competence and basic competences diversify subjects fosterage, towards the realization of social studies education based on local values and interests of the development of productive citizens and the quality of students' morality individual.Sampel this reserch are all social study elementary school teacher Kintamani District. The research is a terminal program in developing the syllabus for the teaching of social science education subjects . The research design developed is "RRA and PRA" (rapid rural appraisal and rapid appraisal participant). Results showed improvement of academic knowledge and management skills in social studies education and skill enhancement education social studies teacher at the elementary education level in embody and structuring

    1,814

    full texts

    1,996

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇