Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
Not a member yet
    1996 research outputs found

    Tari Rejang Desa Pedawa dalam Analisis Modalitas Teori Bourdieu

    No full text
    Seni sakral sebagai bentuk kesenian merupakan suatu pelengkap dalam suatu pelaksanaan upacara keagamaan, salah satunya adalah seni tari. Tari rejang di Desa Pedawa merupakan salah satu tari yang ditarikan pada saat beberapa upacara adat yang dilaksanakan dalam rentan waktu 5 tahun. Upacara adat tersebut diantaranya adalah Saba Malunin dan Saba Ngelemekin yang dilaksanakan di beberapa pura yang ada di Desa Pedawa Keberlangsungan tari rejang pada Saba Malunin dan Saba Ngelemekin Desa Pedawa mencerminkan bahwa masyarakat Desa Pedawa masih tetap menjunjung tinggi nilai kearifan lokal serta tradisi warisan leluhur. Keberlangsungan tari rejang ini tidak terlepas dari proses pewarisan budaya dari tradisi Saba Desa Pedawa yang diperoleh melalui agen budaya. Keseluruhan proses tersebut pada dasarnya dilakukan oleh manusia yang dalam Teori Bourdieu menjelaskan bahwa individu merupakan pusat proses sosial. Fokus pembahasan dalam artikel ini adalah analisis modal (capital) dalam tari rejang Desa Pedawa untuk memberikan pemahaman dan wawasan khususnya kepada masyarakat Desa Pedawa serta bagi masyarakat luas mengenai warisan budaya leluhur penduduk asli pulau Bali yang menjadi aset berharga bagi kearifan lokal Bali. Kata kunci: Tari Rejang, Modalitas, Teori Bourdie

    PENDIDIKAN KARAKTER DALAM SENI KEAGAMAAN HINDU: REFLEKSI ETNOPEDAGOGI

    Get PDF
    Pendidikan seni keagamaan Hindu refleksi etnopedagogi adalah topik yang kompleks. Ini mengacu pada pendidikan seni yang berfokus pada agama Hindu dengan pendekatan etnopedagogi. Etnopedagogi adalah pendekatan pendidikan yang mempertimbangkan budaya dan konteks sosial dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini mungkin melibatkan pembelajaran seni Hindu yang mencerminkan nilai-nilai, tradisi, dan praktik dalam masyarakat Hindu secara lebih luas. Ini dapat menjadi cara yang baik untuk memahami dan menghormati warisan budaya dan agama Hindu melalui seni. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif, agar pendekatan dan kajian dapat dilakukan dengan lebih dalam yang diulas berdasarkan pengalaman dan sumber bacaan. Temuan dari kajian ini adalah berkaitan dengan cerminan integrasi nilai-nilai budaya dan spiritual Hindu ke dalam pembelajaran seni. Ini dapat menghasilkan berbagai hasil yang positif, seperti, Pemahaman yang Lebih Mendalam tentang Hinduisme, Pengembangan Kualitas Karakter, Refleksi dan Kontemplasi, Penghargaan terhadap Seni dan Kreativitas, Etika dan Moralitas, Toleransi dan Keberagaman, Kepedulian Sosial. Pendidikan karakter dalam seni keagamaan Hindu dengan pendekatan etnopedagogi tidak hanya membantu siswa memahami warisan budaya dan spiritual Hindu, tetapi juga membantu mereka mengembangkan karakter yang kuat dan penuh makna. Hal ini mencerminkan nilai-nilai positif dalam masyarakat Hindu yang dapat membantu membentuk individu yang lebih baik.

    Pementasan Wayang Lemah Sebagai Sumber Belajar Berbasis Etnopedagogi

    Get PDF
    Wayang lemah merupakan suatu kebudayaan atau kesenian wayang kulit yang dipentaskan untuk mengiringi suatu ritual keagamaan di Bali, dimana dalam pementasannya juga terdapat berbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat diimplemtasikan dalam menjalani kehidupan. Meskipun wayang lemah dalam pementasannya memiliki berbagai nilai-nilai kehidupan yang disampaikan, wayang lemah sangat sedikit digemari untuk ditonton oleh generasi muda, karena wayang lemah dianggap kuno dan tidak ada lucunya dan hanya sebagai pelengkap ritual keagamaan. Artikel ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan studi kepustakaan, wawancara, dan studi dokumentasi.  Data yang sudah dianalisis disajikan secara deskriptif. pementasan wayang lemah sang dalang dapat atau diperbolehkan untuk mengkawi (membuat) ceritanya sendiri. Meskupun dapat membuat cerita sendiri sang dalang harus tetap berpatokan kepada teks-teks kasusastraan Hindu dan menyesuaikan dengan upacara yadnya yang sedang diringinya. Berbeda ritual berberda juga cerita yang dimainkan oleh sang dalang, salah satunya adalah lakon Bima swarga yang dimainkan pada saat upacara pengerorasan setelah pengabenan. Etnopedagogi adalah realisasi dunia pendidikan yang bersumber dari kearifan lokal atau dikenal dengan istilah pendidikan yang berbasis kebudayaan, kesenian dan kerajinan. Ditinjau dari aspek pedagogik pementasan wayang lemah juga memiliki unsur-unsur dari etnopedagogi, dimana dalam pementasannya dapat dijadikan sebagai media pembelajaran informal yang memberikan wejangan-wejangan tentang kehidupan yang dapat implementasikan generasi muda dan masyarakat

    Tinjauan Naratif Sistem Pengendalian Keuangan Negara (Kajian Arthasastra)

    Get PDF
    The state has an important role in regulating and controlling state finances. This article will examine the state financial control system in the Arthasastra study, which aims to develop existing concepts and combine them with modern economic theory. The research results show that the state financial control system in the Arthasastra study has relevance to modern economic theory. One of the policies taken in controlling state finances is controlling fair tax collection, currency control, currency printing, inflation control, income diversification

    DINAMIKA LINGKUNGAN DALAM RELIGIO POLITIK DI BALI

    Get PDF
    Praktik politik berbasis religius di Bali diharapkan menjadi kekuatan besar bagi konservasi lingkungan alam, namun praktik tersebut cenderung hanya menghantarkan kualitas lingkungan Bali dalam posisi tidak menentu. Politik berbasis religius di Bali mampu menyulut semangat konservasi, meski disatu sisi diwarnai oleh pemanfaatan lingkungan. Tulisan ini menganalisis tentang dinamika lingkungan dalam religio politik di Bali. Data dalam tulisan ini dihimpun dengan teknik observasi, studi dokumen, studi kepustakaan, serta dianalisis menggunakan teori tahapan kebudayaan Van Perseun. Hasil analisis yang dapat disampaikan bahwa, realitas awal dari program politik di Bali terhadap lingkungan saat ini adalah membangkitkan penghormatann terhadap mistisisme lingkungan melalui konsep wana kerthi, danu kerthi, dan segara kerthi. Secara perlahan, terjadi proses peralihan sikap terhadap lingkungan melalui pemisahan objek dan spirit lingkungan dengan dalih memanfaatkan lingkungan alam demi keberlanjutan spirit kebudayaan Bali lainnya. Akhirnya, Bali tetap diikuti dengan degradasi lingkungan seperti pengerukan bukit, pembangunan fisik yang merusak keaslian danau, termasuk masalah sampah. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat diidentifikasi bahwa terjadi pemanfaatan tahapan kebudayaan oleh aktor politik dalam mengelola lingkungan Bali, sehingga dinamika lingkungan mengikuti tujuan politik pemanfaatan tahapan kebudayaan itu sendiri. Analisis terhadap dinamika lingkungan dalam religio politik di Bali, diharapkan dapat memberikan perenungan bersama utamanya bagi masyarakat adat dalam melindungi lingkungan alam secara serius, konsisten, dan terbebas dari tujuan negative politik

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERORIENTASI TRI KAYA PARISUDHA TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA

    Get PDF
    Penelitian ini berjenis eksperimen semu. Bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif berorientasi Tri Kaya Parisudha terhadap hasil belajar mahasiswa. Populasi penelitian ini yakni mahasiswa semester 3 Prodi PGSD STAHN Mpu Kuturan Singaraja tahun ajaran 2022-2023 sejumlah 115 mahasiswa. Sampel yang diteliti adalah peserta didik kelas 3A dan 3B Prodi PGSD STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu model pembelajaran kooperatif berorientasi Tri Kaya Parisudha dan variabel terikat yaitu hasil belajar mata kuliah konsep dasar matematika SD. Data hasil belajar matakuliah konsep dasar matematika SD dikumpulkan menggunakan instrumen berupa soal post-test dengan bentuk pilihan ganda sejumlah 25 nomor. Tahapan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji t Independent Sample T-Test. Nilai signifikan hasil belajar mahasiswa diperoleh yaitu 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis diterima. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif berorientasi Tri Kaya Parisudha terhadap hasil belajar mahasiswa

    Makna Pendidikan Agama Hindu dalam Pementasan Wayang Lemah Pada Karya Ngenteg Linggih Merajan Pratisentana Dalem Tarukan

    Get PDF
    The procession of staging lemah puppet has many components which are symbols of Hinduism and have the educational value that can be used as a guide for Hindus. This study aims to determine the performance of lemah puppet in the Karya Ngenteg Linggih Merajan Pratisentana Dalem Tarukan, Denpasar Pakraman Village, from the perspective of Hindu religious education. This type of research is qualitative research with field research and library research. The informant determination technique used was purposive sampling. The data sources used are primary and secondary data sources. Data collection techniques in this study are observation, interviews, literature study, and documentation. The results of the study show that the procession of the performance of the lemah puppet in the Karya Ngenteg Linggih in Merajan Pratisentana Dalem Tarukan, Denpasar Pakraman Village, is a stage consisting of pre-staging, beginning, primary, and final activities, in the various stages carried out, it is contained in the religious system in the form of symbols, ceremonies, and spells that have been arranged according to the standard in the dharma pewayangan. From this procession, the functions of the performance of the lemah puppets emerged, which consisted of religious functions, purification, social solidarity, and aesthetic functions. The performance of lemah puppet is also full of the meanings of Hindu religious education. The meaning of education contained in the performance of lemah puppet is the meaning of spiritual education, kinship, event skills, and cultural arts

    Moderasi Beragama dalam Historisitas Rumah Ibadah di Kota Tanjungpinang

    Get PDF
    Dalam perspektif sejarah, daerah yang multikultur merupakan cikal bakal lahirnya masyarakat yang moderat. Kota Tanjungpinang di Kepulauan Riau adalah salah satu daerah yang sudah mempraktikan moderasi beragama sejak ratusan tahun lalu. Keberadaan bangsa asing dengan berbagai latar belakang budaya dan agama menjadi unsur penting yang membentuk sebuah kultur yang moderat dan toleran. Perkembangan agama dengan rumah ibadahnya merupakan salah satu bukti yang mengindikasikan praktik toleransi beragama. Artikel ini membahas sejarah agama Islam, Protestan dan Buddha di Tanjungpinang pada abad ke-19. Lebih lanjut, dilakukan analisa terhadap historisitas bangunan peribadatan yang digunakan oleh masyarakat untuk beribadah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan empat tahapan penelitian, dimulai dari heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Selain itu penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi agama. Keberadaan rumah ibadah pada abad ke-19 di Tanjungpinang merupakan salah satu wujud toleransi antar umat beragama di daerah tersebut. Beberapa kasus membuktikan bahwa pembangunan sebuah rumah ibadah sebuah agama tidak hanya melibatkan penganut satu agama, tapi juga penganut agama lain. Sejumlah referensi juga tidak menyebutkan adanya konflik ketika sebuah agama mulai membangun rumah ibadah maupun mengembangkan kepercayaannya

    Penerapan Model Pembelajaran Make A Match Dalam Pembelajaran IPS Di Kelas IV SD

    Get PDF
    Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu dari keseluruhan berbagai macam ilmu sosial, ilmu pengetahuan alam dan humaniora yang sudah diolah melalui metode ilmiah dan pedagogis sesuai dengan kepentingan pembelajaran di sekolah.Model pembelajaran make a match adalah model pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa untuk meningkatkan hasil belajar siswa sehingga siswa antusias pada proses pembelajaran dengan mengajak siswa untuk menjawab pertanyaan dengan cara mencocokan kartu yang berisi soal dan jawaban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran make a match dalam pembelajaran IPS kelas IV SD. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebelum terbiasanya siswa menggunakan model pembelajaran make a match nilai siswa mencapai 50%, kemudian setalah diterapkan model pembelajaran make a match dalam pembelajaran IPS nilai siswa mencapai 78,5% dalam kategori baik. Hal ini menunjukan bahwa model pembelajaran make a match mendapatkan respon cukup baik, karena siswa menjadi lebih antusias dan membuat siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran

    PENTINGNYA PENGEMBANGAN KURIKULUM ABAD 21 BERBASIS ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

    Get PDF
    Globalisasi dan perubahan yang cepat menuntut pendidikan abad ke-21 untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan yang dapat diterapkan kepada peserta didik. Progresivisme, yang dipengaruhi oleh John Dewey, menekankan pada pengalaman langsung, keterlibatan aktif, dan penciptaan makna dalam pembelajaran. Namun, kurikulum konvensional yang tidak memasukkan progresivisme mungkin tidak sesuai dengan tuntutan sekolah saat ini. Penelitian ini mengeksplorasi dan mengilustrasikan pentingnya mengembangkan kurikulum abad ke-21 berdasarkan filosofi pendidikan progresivisme untuk memahami bagaimana kurikulum tersebut dapat meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Penelitian ini akan menggunakan metodologi kualitatif dengan studi literatur dan analisis konten. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya kurikulum abad ke-21 yang berbasis pada progresivisme. Hasil utama meliputi pembelajaran berbasis proyek, pemberdayaan peserta didik, integrasi keterampilan, pembelajaran yang berpusat sebagai subjek utama pada peserta didik, pengembangan karakter holistik, dan kesiapan untuk masa depan. Studi ini membantu para pendidik dan pembuat kebijakan untuk memberikan pengalaman belajar yang sesuai dan bermakna serta mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi dunia global yang terus berubah. Penelitian ini dapat membantu merancang kurikulum abad ke-21 dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan saat ini. Guru dapat mendorong penemuan, kreativitas, dan pengembangan secara keseluruhan dengan menanamkan progresivisme ke dalam kurikulum

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇