Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
Not a member yet
    1996 research outputs found

    Efektivitas Penggunaan Metode Quantum Reading Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar

    Full text link
    This study aims to describe the effectiveness of using the  Quantum Reading on the reading comprehension ability of sixth grade elementary school students. The results showed that the use of the Quantum Reading on students' reading comprehension skills was positive, students' reading comprehension skills using the Quantum Reading method showed better learning outcomes than before using the Quantum Reading. The results of inferential statistical analysis using the t test formula, it is known that thecalculated obtained is 7.3 with a frequency of dk = 26-1 = 25, at a significance level of 5% obtained ttable = 2.05. So, tcount > ttable or the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (H1) is accepted. This proves that the use of the Quantum Reading effective on the reading comprehension ability of Grade VI elementary school student

    Preferensi Media Sosial sebagai Sumber Informasi Mahasiswa dalam Merespon Isu Publik

    No full text
    Media sosial telah mengubah mindset mahasiswa dalam merespon isu public yang berkembang. Keberadaan akun informasional yang menyajikan beragam informasi  memudahkan mahasiswa dalam terlibat dalam perbincangan dan ikut mengepresikan sikapnya dalam isu-isu penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi preferensi media sosial sebagai rujukan mahasiswa dalam menyikapi berbagai isu aktual saat ini, baik lokal hingga nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menekankan pada ekplorasi  fenomena, pandangan dan persepsi para mahasiswa di prodi Ilmu Komunikasi Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Hasil penelitian ini menguraikan bahwa akun informasional di media sosial khususnya instagram menjadi ruang dialog public, sosial dan ekonomi dalam menyikapi persoalan keseharian yang sangat interaktif dan realtime. Akun public  juga mendorong diskursus dan mendekatkan mahasiswa dalam isu-isu berskala nasional hingga lokal. Di tengah gemerlap informasi mahasiswa dengan bijak mampu menyikapi informasi  hoak, mis-informasi, dis-informasi dan mal-informasi

    MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN ETIKA MELALUI AJARAN BRAHMACARI ASRAMA DI PANTI ASUHAN ANANDA SEVA DHARMA

    Full text link
    Being born as a human is a beautiful gift because humans are called the most perfect creatures. In Hinduism, humans are said to be the most perfect creatures because they have Idep, which means the ability to think. Good thoughts can also help develop human education related to ethics, especially since understanding ethics is very important for humans. One way to control thoughts and develop an understanding of ethical education is by studying. In Hinduism, the learning stage is called the Brahmacari period, in which this activity involves learning not only in terms of formal education, but also in terms of non-formal education which can shape human character and ethics.Keywords: Brahmacari and Ethics Educatio

    MODEL PENGEMBANGAN KAWASAN PURI BULELENG SEBAGAI DAYA TARIK WISATA SEJARAH DI BULELENG

    Full text link
    This research aims to assess the potential for the development of tourism in the Puri Buleleng area. The Puri Buleleng area has the potential to be developed into a historical tourism destination. The Puri Buleleng area includes Puri Buleleng, formerly known as Puri Kanginan, the Buleleng Museum, and Gedong Kirtya, which are tourist destinations that store the history of Buleleng and are located close to each other.This research is a type of descriptive qualitative research, specifically a case study approach. The research approach utilizes qualitative methods aimed at providing a systematic, factual, and current overview of the researched object. The research location is in the Puri Buleleng area, Buleleng District, Buleleng Regency, which includes Puri Buleleng, the Buleleng Museum, and Gedong Kirtya. The data in this research consists of qualitative data, including primary and secondary data. Data collection techniques and instruments used in this research include observation and interviews. The data analysis technique used in this research is the Miles and Huberman data analysis, which consists of three stages: data reduction, data presentation, and verification or drawing conclusions.The results of the research show that Puri Buleleng, Gedong Kirtya, and the Buleleng Museum have great potential to be developed into an attractive historical tourism area. The strategic proximity of these three locations, as well as the uniqueness and attractiveness of the historical tourism potential possessed by each place, provide excellent opportunities for developing a tourism destination focused on historical aspects.Keywords: Development Model, Puri Buleleng area, Tourism destination

    Strategi Pengelolaan Siraman Gong Kyai Pradah Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya di Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar

    No full text
    Mengetahui tentang strategi pengelolaan siraman gong kyai prada

    PERADILAN ADAT DAN ARTI PENTING PERADILAN ADAT BAGI MASYARAKAT HUKUM ADAT DI BALI

    Full text link
    Jurnal ini bertujuan untuk mengungkapkan Peradilan Adat dan Arti Penting Peradilan Adat Bagi Masyarakat Hukum Adat di Bali, baik menyangkut aspek kelembagaannya, hukum yang dijadikan dasar dalam mengadili, wewenang atau kompetensinya, serta mekanisme kerja peradilan adat di dalam kenyataannya. Kajian diawali dengan mengungkap aspek normatif dari sistem peradilan adat menurut peraturan hukum (awigawig) yang berlaku, selanjutnya dikonfirmasi secara empiris untuk dapat mengetahui dan menjelaskan sistem peradilan adat yang hidup di dalam kenyataannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa peradilan adat adalah suatu fakta empiris yang nyata-nyata dipraktikkan dalam kesatuankesatuan masyarakat hukum adat desa pakraman di Bali. Kelembagaan yang melaksanakan fungsi peradilan adat di desa pakraman (kertha desa) adalah kepala-kepala adat (prajuru) bersama dengan elemen-elemen kelembagaan desa lain yang ada di desa pakraman (paduluan, kepala dusun/kepala desa). Mereka melakukan proses peradilan berdasarkan hukum adat dan berwenang mengadili semua perkara yang diajukan kepadanya, baik yang berupa sengketa maupun pelanggaran hukum. Peradilan adat menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya melalui mekanisme musyawarah mufakat dalam suatu pertemuan yang disebut paruman prajuru

    PERANAN DESA ADAT CELUKAN BAWANG DALAM PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DITINJAU DARI UU NO. 32 TAHUN 200

    Full text link
    Desa Adat merupakan sebuah kumpulan atau organisasi masyrakat Bali yang berwenang untuk mengawasi masyarakat desa dalam melakukan aktivitas seharihari di Desa terdiri dari sebuah lembaga yang berada diatas beberapa dusun/banjar pada Khususnya Desa Adat di Bali. Sangat dekat dekat dengan permasalahan seputar lingkungan, diantaranya peranan Desa Adat dalam menanggulangi pencemarn lingkungan seperti pengaruh faktor peningkatan jumlah penduduk dan kegiatan eksplotasi alam yang tidak terkendali. Macam – macam pencemaran lingkungan diantaranya pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran suara. Dampak dari pencemaran lingkungan terjadi pemanasan gelobal (Gelobal Warming). Untuk itulah Peranan Desa Adat Celukan Bawang Dalam Penanggulangan Pencemaran Lingkungan sangat berperan, di Tinjau dari UU No. 32 Tahun 2009 Desa Celukan Bawang, kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Hukum Yuridis Empiris, Desa Adat Celukan Bawang Bisa tidak memiliki awig-awig sehingga Desa Adat tidak bisa memberikan sanksi kepada pelaku usaha yang melakukan pelanggaran. Namun Desa Adat hanya bias memberikan himbauan dan peringatan apabila ada yang melanggar aturan. Selama ini Peranan Desa Adat Celukan bawang sudah melakukan kerjasama dengan Desa Dinas untuk menjaga kelestarian lingkungan , untuk mengatur sistem pembuangan limbah industri sehinngga tidak mencemari lingkungan

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING BERBANTUAN LAGU DAERAH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS V

    Full text link
    Penelitian eksperimen ini membahas tentang pengaruh bentuk pembelajaran kooperatif jenis snowball throwing dibantu alat lagu daerah kepada perolehan belajar matematika siswa kelas V di SD Negeri 1 Penarukan Tahun Ajaran 2021/ 2022. Riset ini dilatar belakangi oleh adanya upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan, dikarenakan adanya masalah seperti kurangnya hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 1 Penarukan. Riset ini tergolong tipe eksperimen semu yang memakai konsep posttest only control design. semua populasi yakni 50 siswa sebagai sampel yang merupakan siswa kelas V di SD Negeri 1 Penarukan Tahun Pelajaran 2021/2022. Bersumber riset yang dilaksanakan pada kelas V di SD Negeri 1 Penarukan menunjukan adanya pengaruh yang signifikan dari pemakaian bentuk pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dibantu alat lagu daerah kepada perolehan belajar matematika. Perihal ini diamati dari angka rerata perolehan belajar matematika anak didik dengan memakai model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dibantu alat lagu daerah ialah 75.92, sedangkan rerata perolehan belajar Matematika anak didik tanpa menggunkan bentuk pembelajaran kooperatif jenis snowball throwing dibantu alat lagu daerah adalah 66.88. Dengan hasil Uji-T dimana ttabel dengan jumlah responden 50 adalah 2,009, dibandingkan dengan hasil thitung adalah 3,825, sehingga dapat dinyatakan bahwa 3,825 > 2,009. Jadi maka dari itu bentuk pembelajaran kooperatif jenis snowball throwing dibantu alat lagu daerah memiliki pengaruh signifikan kepada perolehan belajar matematika siswa kelas V di SD Negeri 1 Penarukan Tahun Ajaran 2021/ 2022

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING CHIPS BERBANTUAN MEDIA PERMAINAN GASING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA

    Full text link
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh yang relevan dari keaktifan belajar siswa dalam penggunaan Model Pembelajaran Talking Chips berbantuan media permainan Gasing. Penelitian ini dilandasi dengan masalah yang ada pada proses pembelajaran terdapat siswa yang kurang aktif, beberapa siswa yang memiliki nilai yang rendah, saat pembelajaran dilaksanakan beberapa siswa terlalu pasif, dan ada siswa yang masih kesulitan dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan sampel dikelas V SD Negeri 1 Dausa dengan jumlah 27 siswa sebagai kelompok eksperimen dan SD Negeri 2 Dausa dengan jumlah 32 siswa dalam kelompok kontrol yang didapat melalui Simple Random Sampling. Berdasarkan penelitian dikelas V SD Gugus VII Kecamatan Kintamani, dilihat bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Talking Chips berbantuan media permainan Gasing memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa. Hal ini dilihat dari nilai rata-rata pada keaktifan belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Talking Chips yang didukung media permainan Gasing dengan standar deviasi = 5,023 dan nilai rata-rata = 88,81, serta nilai rata-rata pada keaktifan belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung = 77,94 dan standar deviasi = 4,879. Dilihat dari tabel taraf signifikansi, jumlah responden adalah 59 = 2,002, sehingga signifikansi yang diperoleh dari t-test adalah thitung 8,417 > ttabel 2,002. Oleh karena itu, model pembelajaran Talking Chips berbantuan media permainan Gasing memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan kekatifan belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas V Gugus VII Kintamani

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEKSTUAL TEACHING AND LEARNING BERBANTUAN AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV

    Full text link
    Riset percobaan ini bermaksud buat ketahuii pengaruh yang signifikan metode pelajaran Demonstrasi dibantu alat video di murid kelas IV di SD Negeri 1 Pohsanten Tahun Pelajaran 2021/2022. Riset percobaan ini tercantum tipe percobaan imajiner yang didesain dengan rancangan non-equivalen post-test only control group design. Murid kelas IV SD Negeri 1 Pohsanten Tahun Pelajaran 2021/2022 jadi populasi pada riset. Kelas IVA SD Negeri 1 Pohsanten sejumlah 21 murid dipilih menjadi golongan percobaan, sedangkan kelas IV sejumlah 21 murid dipilih menjadi golongan pengawasan. Perolehan itu didapat dari penetapan sampel lewat Pre Test Post Test Non Equivalen Control Grup Design. bersumber riset yang dilaksanakan di kelas IV di SD 1 Pohsanten, membuktikan terdapatnya akibat yang penting dari aplikasi tata cara penataran CTL kepada perolehan belajar IPA. Perolehan ini bisa diamati bersumber rerata dari perolehan belajar murid yang memakai metode pelajaran Demonstrasi dibantu alat video ialah 85,1379 dengan standar deviasi 7,17995, sebaliknya rerata perolehan belajar murid yang memakai cara ceramah ialah 70,3929 dengan standar deviasi 11,00283. Derajat sig t (tabel) sejumlah responden 57 = 0,266, maka bisa diamati dari sig yang diperoleh di pengujian t dikatakan kalau 0,079> 0,05. sehingga, maka dari itu teknik pelajaran Demonstrasi dibantu alat video memiliki pengaruh yang penting buat menaikan perolehan belajar murid di pelajaran IPA kelas IV SD 1 Pohsanten Tahun Pelajaran 2021/2022

    1,814

    full texts

    1,996

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇