Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
566 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Personal Hygiene Menggosok Gigi untuk Early Diagnosis and Prompt Treatment Karies Gigi
Karies gigi adalah kerusakan jaringan yang disebabkan oleh asam yang ada dalam karbohidrat melalui perantara mikroorganisme yang ada dalam saliva. Salah satu upaya pencegahan karies gigi adalah dengan mengajarkan cara menggosok gigi secara benar secara dini. menggosok gigi adalah membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan, bakteri, dan plak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa memberikan pengetahuan dan ketrampilan untuk mencegah penyakit secara dini terutama untuk kesehatan gigi dan mulut pada siswa TKIT Cahaya Ummat untuk mencegah lebih dini terjadinya karies gigi. Pengetahuan juga menjadi hal yang penting, terutama tentang cara menggosok gigi yang benar akan mampu mencegah terjadinnya masalah kesehatan mulut terutama masalah caries gigi
PENGARUH POSISI DUDUK TERHADAP PERTUKARAN GAS DAN MEKANIKA PERNAPASAN PADA PASIEN ACUTE RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME (ARDS) YANG TERPASANG VENTILASI MEKANIS : EFFECTS OF SITTING POSITION ON GAS EXCHANGE AND RESPIRATORY MECHANICS IN ACUTE RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME (ARDS) PATIENTS WHO WERE MECHANICALLY VENTILATED
AbstrakARDS adalah kondisi yang mengancam jiwa yang ditandai dengan buruknya oksigenasi dankekakuan di paru-paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh posisiduduk terhadap pertukaran gas dan mekanisme pernapasan setelah perubahan dari posisiterlentang ke posisi duduk pada pasien ARDS yang diberi ventilasi mekanis. Penelitian inimerupakan penelitian pre-eksperimen dengan desain pre and post test tanpa kontrol. Duabelas subjek penelitian direkrut. Pengaruh posisi duduk dianalisis denganmembandingkan pertukaran gas dan mekanisme pernafasan antara posisi dudukterlentang dan 70º. Uji Paired t-test digunakan untuk menganalisis perubahan nilaipertukaran gas [PaO2, PaCO2, PaO2/FiO2 (PF rasio), dan AaDO2] dan uji RepeatedMeasures Anova digunakan untuk menganalisis perubahan mekanika pernafasan (staticlungcompliance/Cstat). dan resistensi saluran napas/ Ri). Hasil penelitian menunjukkannilai rasio PF pada posisi terlentang rata-rata sebesar 196.99 (SD=105.44) dan posisiduduk sebesar 258.09 (SD=137.92) dengan nilai p sebesar 0.038; nilai rata-rata AaDO2pada posisi terlentang sebesar 266.85 (SD=159.90) dan pada posisi duduk 189.41(SD=113.63) dengan nilai p sebesar 0.047; perubahan nilai komplians statik paru (Cstat)dari posisi terlentang ke posisi duduk pada menit ke 30, 45 dan 60 diperoleh nilai p sebesar1,000; Perubahan nilai resistensi saluran nafas (Ri) dari posisi terlentang ke posisi dudukpada menit ke 30, 45 dan 60 diperoleh nilai p sebesar 0,012; 0,008; dan 0,010. Posisi duduk70° adalah teknik sederhana dan dapat ditoleransi dengan baik yang meningkatkan fungsipertukaran gas dan mekanisme pernapasan pada pasien ARDS. Efek menguntungkan inimungkin disebabkan oleh mekanisme fisiologis yang kompleks dimana perekrutanalveolar tampaknya menjadi komponen penting. Investigasi lebih lanjut diperlukan untukmengkonfirmasi temuan ini.Kata Kunci: Sindrom gangguan pernafasan akut, ventilasi mekanis, posisi duduk,pertukaran gas, mekanik pernafasanAbstractARDS is a life-threatening condition characterized by poor oxygenation and stiffness in thelungs. The aim of this study was to assess the effect of the sitting position on gas exchange andrespiratory mechanics after changing from the supine position to the sitting position in ARDSpatients who were mechanically ventilated. This research is a pre-experiment research witha pre and post test design without control. Twelve research subjects were recruited. The effectof sitting position was analyzed by comparing gas exchange and respiratory mechanicsbetween supine and 70º sitting positions. The Paired t-test was used to analyze changes ingas exchange values [PaO2, PaCO2, PaO2/FiO2 (PF ratio), and AaDO2] and the RepeatedJurnal Perawat Indonesia, Volume 8 No 1, Hal 1604-1617, Mei 2024e-ISSN2 548-7051Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah p-ISSN 2714-65021605Measures Anova test was used to analyze changes in respiratory mechanics (static lungcompliance/Cstat and airway resistance/ Ri). The results show that the PF ratio value in thesupine position is an average of 196.99 (SD=105.44) and the sitting position is 258.09(SD=137.92) with a p value of 0.038; the average AaDO2 value in the supine position was266.85 (SD=159.90) and in the sitting position 189.41 (SD=113.63) with a p value of 0.047;changes in lung static compliance (Cstat) values from the supine position to the sittingposition at 30, 45 and 60 minutes obtained a p value of 1.000; The change in airway resistance(Ri) value from the supine position to the sitting position at 30, 45 and 60 minutes obtaineda p value of 0.012; 0.008; and 0.010. The 70° sitting position is a simple and well-toleratedtechnique that improves gas exchange function and respiratory mechanics in ARDS patients.These beneficial effects may be due to complex physiological mechanisms of which alveolarrecruitment appears to be an important component. Further investigation is needed toconfirm these findings.Keywords: Acute respiratory distress syndrome, mechanical ventilation, sitting position, gasexchange, respiratory mechanicsARDS adalah kondisi yang mengancam jiwa yang ditandai dengan buruknya oksigenasi dan kekakuan di paru-paru.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh posisi duduk terhadap pertukaran gas dan mekanisme pernapasan setelah perubahan dari posisi terlentang ke posisi duduk pada pasien ARDS yang diberi ventilasi mekanis.
Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan desain pre and post test tanpa kontrol. Dua belas subjek penelitian direkrut. Pengaruh posisi duduk dianalisis dengan membandingkan pertukaran gas dan mekanisme pernafasan antara posisi duduk terlentang dan 70º. Uji Paired t-test digunakan untuk menganalisis perubahan nilai pertukaran gas [PaO 2 , PaCO 2 , PaO 2 /FiO 2 (PF rasio), dan AaDO 2 ] dan uji Repeated Measures Anova digunakan untuk menganalisis perubahan mekanika pernafasan ( kepatuhan paru statis/Cstat dan resistensi saluran napas/ Ri).
Hasil penelitian menunjukkan nilai rasio PF pada posisi terlentang rata-rata sebesar 196.99 (SD=105.44) dan posisi duduk sebesar 258.09 (SD=137.92) dengan nilai p sebesar 0.038; rata-rata nilai AaDO 2 pada posisi terlentang sebesar 266.85 (SD=159.90) dan pada posisi duduk 189.41 (SD=113.63) dengan nilai p sebesar 0.047; perubahan nilai komplians statik paru (Cstat) dari posisi terlentang ke posisi duduk pada menit ke 30, 45 dan 60 diperoleh nilai p sebesar 1,000; Perubahan nilai resistensi saluran nafas (Ri) dari posisi terlentang ke posisi duduk pada menit ke 30, 45 dan 60 diperoleh nilai p sebesar 0,012; 0,008; dan 0,010.
Posisi duduk 70° adalah teknik sederhana dan dapat ditoleransi dengan baik yang meningkatkan fungsi pertukaran gas dan mekanisme pernapasan pada pasien ARDS. Efek menguntungkan ini mungkin disebabkan oleh mekanisme fisiologis yang kompleks dimana perekrutan alveolar tampaknya menjadi komponen penting. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini
THE DIFFERENCES IN PHYSICAL, PSYCHOLOGICAL AND SOCIOECONOMIC CONDITIONS IN MDR-TB AND NON-MDR-TB PATIENTS IN THE AREA OF PUSKESMAS SUMBANG I-II AND BATURRADEN I-II
Abstract
Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. TB patients are required to take Anti-Tuberculosis Drugs (ATD) regularly. Inadequate treatment can lead to drug resistance, specifically to first-line drugs Rifampicin and Isoniazid, known as Multi-Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB). TB disease and its treatment can lead to various disruptions in the patient\u27s physical, psychological, and socioeconomic conditions. The study aimed to determine the differences in physical, psychological, and socioeconomic conditions between MDR-TB and Non-MDR-TB patients in the areas of Puskesmas (Primary Health Centers) Sumbang I-II and Baturraden I-II. This research employed a comparative quantitative design. The sample consisted of TB patients undergoing treatment in the Sumbang and Baturraden areas in 2023, totalling 68 respondents using the total sampling method. The study was conducted in May-June using the DASS-42 questionnaire, family income questionnaire, and height and weight measurements. The research results were analyzed using the Mann-Whitney U test. The majority of respondents, both MDR and Non-MDR, were aged 26-45, male, employed as farmers, and completed middle school education. The analysis yielded a p-value of 0.026 for physical condition and 0.040 for psychological condition, indicating differences between MDR-TB and Non-MDR-TB groups. However, the p-value for the socioeconomic condition was 0.153, indicating no difference between the MDR-TB and Non-MDR-TB groups. MDR-TB and Non-MDR-TB patients have differences in physical and psychological conditions. There is no difference in socioeconomic conditions between MDR-TB and Non-MDR-TB patients.
 Keywords: TB, TB MDR, Physical, Psychological, SocioeconomicAbstrak
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Pasien TB diharuskan rutin mengkonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Pengobatan yang tidak adekuat dapat menyebabkan resistensi obat. Resistensi terhadap OAT lini pertama, yaitu Rifampisin dan Isoniazid disebut juga dengan Tuberculosis Multi Drug Resistance (TB MDR). Baik penyakit TB maupun pengobatan TB itu sendiri dapat menyebabkan beberapa gangguan, seperti pada keadaan fisik, psikologis dan sosial ekonomi penderitanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keadaan fisik, psikologis dan sosial ekonomi pada pasien TB MDR dan TB Non MDR di wilayah Puskesmas Sumbang I-II dan Puskesmas Baturraden I-II. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif komparatif. Sampel merupakan pasien TB yang masih menjalani pengobatan di wilayah Sumbang dan Baturraden pada tahun 2023 berjumlah 68 responden dengan teknik total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni menggunakan kuesioner DASS-42, kuesioner pendapatan keluarga, serta alat ukur tinggi badan dan berat badan. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden baik MDR maupun Non MDR berusia 26-45 tahun, berjenis kelamin laki-laki, bekerja sebagai petani dan berpendidikan terakhir SMP. Hasil analisis diperoleh p-value keadaan fisik 0,026 dan p-value keadaan psikologis 0,040, yang artinya terdapat perbedaan pada kelompok TB MDR dan TB Non MDR, sedangkan p-value keadaan sosial ekonomi 0,153, yang artinya tidak terdapat perbedaan pada kelompk TB MDR dan TB Non MDR. Terdapat perbedaan keadaan fisik dan psikologis pada pasien TB MDR dan TB Non MDR. Pada keadaan sosial ekonomi tidak terdapat perbedaan pada pasien TB MDR dan TB Non MDR.
Kata kunci: TB, TB MDR, Fisik, Psikologis, Sosial Ekonom
Pengaruh terapi hipnosis lima jari terhadap penurunan kecemasan pada pasien dengan ansietas di wilayah kerja puskesmas kota tengah kota gorontalo: jurnal Pengaruh terapi hipnosis lima jari terhadap penurunan kecemasan pada pasien dengan ansietas di wilayah kerja puskesmas kota tengah kota gorontalo
Pendahuluan : Ansietas merupakan kecemasan atau kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, berkaitan dengan tidak pasti dan tidak berdaya. Salah satu metode untuk menurunkan kecemasan adalah dengan menggunakan terapi hipnosis lima jari. Tujuan penelitian ini mampu menerapkan dan mengidentifikasi seberapa besar penurunan kecemasan setelah diberikan terapi hipnosis lima jari terhadap pasien dengan ansietas di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. jenis penelitian quasi eksperimen atau atau eksperimen semu dengan one grup pre test – post test design. Penelitian ini dilaksanakan pada suatu kelompok tanpa menggunakan kelompok pembanding. Kecemasan diukur dengan cara melihat lembar kuesioner dengan penilaian tidak ada kecemasan apabila nilai kurang dari 14, kecemasan ringan apabila nilai 14-20, kecemasan sedang apabila nilai 21-27, kecemasan berat apabila nilai 28-41, panic apabila nilai 45-56.
Hasil : Hasil penelitiian ini didapatkan nilai rata-rata tingkat kecemasan pada pasien dengan ansietas yang menjalani terapi hypnosis lima jari sebelum dan sesudah diberikan intervensi didapatkan nilai p= 0.00 (p<0.05) artnya ada pengaruh antara terapi hypnosis lima jari untuk menurunkan kecemasan pada pasien dengan ansietas.
Kesimpulan : Berdasarkan uraian diatas didapatkan bahwa hinopsis lima jari berpengaruh terhadap penurunan kecemasan pada pasien dengan ansietas di wilayah kerja puskesmas kota tengah kota gorontalo.
 
PENGETAHUAN TENTANG FLUORALBUS DAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE REMAJA SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN “X†DUKUHWALUH, PURWOKERTO
The lifestyle of a large number of young women from various regions with different behaviors, habits, and knowledge in Islamic boarding schools often results in the emergence of various health problems. One of them is the lack of personal hygiene, which the limited facilities and the simultaneous use of toilet facilities by many people cause. Lack of personal hygiene in adolescent girls will trigger various reproductive health problems, including the occurrence of reproductive tract infections with the main symptom of vaginal discharge (fluoralbus). This study aims to determine the relationship between knowledge about fluoralbus and the personal hygiene behavior of adolescent female students of the “X†Islamic Boarding School Dukuhwaluh, Purwokerto. This study is a quantitative research with a correlational descriptive design. The research sample consisted of 72 adolescent female students of the “X†Islamic Boarding School Dukuhwaluh, Purwokerto, which was taken with a systematic random sampling technique. Univariate analysis uses frequency distribution and percentage for each variable, and bivariate analysis uses the Chi-Square Test. The results showed that the majority of adolescent female students had sufficient knowledge about fluoralbus (63,9%), and had negative personal hygiene behaviors (91,7%). The results of the bivariate analysis showed a p-value of 0,573 (> 0,005), which means that there was no significant relationship between knowledge about fluoralbus and personal hygiene behavior of adolescent female students of the “X†Islamic Boarding School Dukuhwaluh, Purwokerto
Analisis kondisi work-life balance perawat rumah sakit ditinjau dari tingkat stres kerja dan masa kerja
Work-life balance merupakan kepuasan tenaga kerja untuk mencapai keseimbangan kehidupan dan pekerjaan. Profesi perawat diharapkan dapat mencapai kondisi work-life balance. Beberapa kondisi dapat menyebabkan work-life balance perawat menjadi terganggu. Salah satu penyebab adalah stres kerja yang disebabkan tugas yang padat di rumah sakit. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi pelayanan perawatan terhadap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan work-life balance para perawat ditinjau dari stres kerja dan masa kerja. Penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian komparatif. Sampel penelitian sebanyak 128 perawat dari delapan Rumah Sakit di wilayah Jakarta dan Tangerang. Penelitian ini menggunakan instrumen inventori bentuk skala untuk mengukur work-life balance dan stres kerja. Analisis data menggunakan teknik Anova two-way. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan work-life balance sampel perawat berdasarkan stres kerja dan masa kerja. Kesimpulan penelitian ini menemukan bahwa kondisi work-life balance perawat berada pada kategori cukup seimbang dan stres kerja kategori tinggi. Meskipun sebagian perawat mengalami stres kerja yang tinggi di rumah sakit tetapi work-life balance perawat tidak berbeda pada setiap kategori stres kerja. Adanya dukungan keluarga dan lingkungan sosial pada tugas perawat mendukung kondisi work-life balance. Kontribusi penelitian ini untuk menambah wawasan pada kajian aplikasi psikologi kerja dalam konteks tugas tenaga kerja kesehatan
EFEKTIVITAS MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI IBU HAMIL UNTUK MENYUSUI
AbstrakASI eksklusif merupakan makanan yang ideal untuk bayi usia 0-6 bulan. Namun saat ini pemberian ASI eksklusifsecara global masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena kurangnya pengetahuan dan motivasi ibu dalammeyusui ASI eksklusifTujuan: untuk mengetahui efektivitas media audio visual ASI Eksklusif terhadap pengetahuan dan motivasi ibuhamil dalam menyusui di Puskesmas Banda Raya.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen dengan one group pretest posttest terhadap 60responden dipilih dengan menggunakan total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dandianalisis dengan menggunakan uji tanda Wilcoxon.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian media audio visual ASI eksklusif berpengaruh terhadappengetahuan (p=0,000) dan motivasi (p=0,000) pada responden.Kesimpulan: Diharapkan kepada petugas kesehatan agar lebih banyak mengadakan penyuluhan terkait menyusuiASI eksklusif kepada ibu hamil dengan menggunakan media audio visual agar ibu hamil lebih memilikikesadaran, pengetahuan, dan motivasi terkait menyusui.Kata kunci:ASI Eksklusif, Media Audio Visual, Pengetahuan Motivasi, MenyusuiAbstract
Exclusive breastfeeding is the ideal food for babies aged 0-6 months. But currently, globally exclusivebreastfeeding is still low. This is due, among other things, to the lack of knowledge and motivation of mothers ingiving exclusive breastfeedingObjective: to find out the effectiveness of exclusive breastfeeding audio-visual media toward the knowledge andmotivation of pregnant women in breastfeeding in Banda Raya Community Health Center.Methods: The type of this research was pre-experimental study with one group pretest posttest to the 60respondents were chosen by using total sampling. The data were collected by using questionnaires and analyzedby using Wilcoxon sign testResults: The result of the research showed that the exclusive breastfeeding audio-visual media towards toknowledge (p=0,000) and motivation (p=0,000) on the respondents.Conclusion: It was expected to the healthcare workers to hold more counselling related to exclusive breastfeedingto the the pregnant women by using audio-visual media in order to make them have more awareness, knowledge,and motivation related to breastfeeding.Exclusive Breastfeeding, Audio-Visual Media, Motivation Knowledge, BreastfeedingExclusive breastfeeding is the ideal food for babies aged 0-6 months. But currently, globally exclusive breastfeeding is still low. This is due, among other things, to the lack of knowledge and motivation of mothers in giving exclusive breastfeeding
Objective: to find out the effectiveness of exclusive breastfeeding audio-visual media toward the knowledge and motivation of pregnant women in breastfeeding in Banda Raya Community Health Center .
Methods: The type of this research was pre-experimental study with one group pretest posttest. the 60 respondents were chosen by using total sampling. The data were collected by using questionnaires and analyzed by using Wilcoxon sign test
Results: The result of the research showed that the exclusive breastfeeding audio-visual media towards th knowledge (p=0,000) and motivation (p=0,000) on the respondents.
Conclusion: It was expected to the healthcare workers to hold more counselling related to exclusive breastfeeding to the the pregnant women by using audio-visual media in order to make them have more awareness, knowledge, and motivation related to breastfeeding.
 
PENINGKATAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DENGAN TERAPI HEAD UP SLEEP SEMI FOWLER 45°
AbstrakHeart Failure merupakan kondisi dimana jantung tidak mampu untuk memompa darahdalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap nutrien danoksigen. Pasien Heart Failure sering terbangun pada malam hari karena sesak napas yangmenyebabkan kualitas tidur menurun. Posisi tidur semi fowler 45° merupakan tindakanyang dipercaya dapat menekan sesak napas, sehingga pasien dapat tidur lebih nyamandan tidak terbangun pada malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiPengaruh Posisi Tidur Semi Fowler 45° Terhadap Kualitas Tidur Pada Pasien CongestiveHeart Failure (CHF) di Rumah Sakit TK.II Dustira Kota Cimahi. Desain penelitian yangdigunakan, yaitu Quasy experimental dengan sampel sebanyak 30 pasien yang diambildengan teknik Purposive Sampling dan dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol.Pasien kelompok perlakuan diberikan posisi tidur semi fowler 45° yang diamati dalam 3hari sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan posisi tidur semi fowler 45° dan hanyaposisi miring kanan diawal saja. Instrument yang digunakan adalah kuesioner PitsburghSleep Quality Index (PSQI). Hasil analisa univariat didapatkan sebelum intervensi semuapasien CHF sebanyak 15 orang (100%) mengalami kualitas tidur buruk dengan skor ≥5per setiap kelompoknya. Setelah diberikan intervensi yang mengalami kualitas tidurburuk pada kelompok perlakuan adalah 6 orang (40%) dan kontrol adalah 11 orang(73.3%). Hasil Analisa Bivariat menggunakan Uji Pair T-Test menunjukan nilaisignificance 0.001 artinya adanya pengaruh posisi tidur semi fowler 45° terhadap kualitastidur pada pasien CHF di Rumah Sakit TK.II Dustira Kota Cimahi. Juga hasil UjiIndependent T-Test menunjukan nilai significance yaitu 0.012 artinya terdapat perbedaanantara nilai kualitas tidur kelompok kontrol dan perlakuan. Disarankan agar posisi semifowler 45° dapat dipertimbangkan menjadi intervensi mandiri untuk perawat dalammenangani masalah tidur pada pasien CHF.Kata Kunci: Heart Failure , Posisi Tidur Semi Fowler 45°, Kualitas TidurHeart Failure merupakan kondisi dimana jantung tidak mampu untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap nutrien dan oksigen. Pasien Heart Failure sering terbangun pada malam hari karena sesak napas yang menyebabkan kualitas tidur menurun. Posisi tidur semi fowler 45° merupakan tindakan yang dipercaya dapat menekan sesak napas, sehingga pasien dapat tidur lebih nyaman dan tidak terbangun pada malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Posisi Tidur Semi Fowler 45° Terhadap Kualitas Tidur Pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) di Rumah Sakit TK.II Dustira Kota Cimahi. Desain penelitian yang digunakan, yaitu Quasy experimental dengan sampel sebanyak 30 pasien yang diambil dengan teknik Purposive Sampling dan dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Pasien kelompok perlakuan diberikan posisi tidur semi fowler 45° yang diamati dalam 3 hari sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan posisi tidur semi fowler 45° dan hanya posisi miring kanan diawal saja. Instrument yang digunakan adalah kuesioner Pitsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil analisa univariat didapatkan sebelum intervensi semua pasien CHF sebanyak 15 orang (100%) mengalami kualitas tidur buruk dengan skor ≥5 per setiap kelompoknya. Setelah diberikan intervensi yang mengalami kualitas tidur buruk pada kelompok perlakuan adalah 6 orang (40%) dan kontrol adalah 11 orang (73.3%). Hasil Analisa Bivariat menggunakan Uji Pair T-Test menunjukan nilai significance 0.001 artinya adanya pengaruh posisi tidur semi fowler 45° terhadap kualitas tidur pada pasien CHF di Rumah Sakit TK.II Dustira Kota Cimahi. Juga hasil Uji Independent T-Test menunjukan nilai significance yaitu 0.012 artinya terdapat perbedaan antara nilai kualitas tidur kelompok kontrol dan perlakuan. Disarankan agar posisi semi fowler 45° dapat dipertimbangkan menjadi intervensi mandiri untuk perawat dalam menangani masalah tidur pada pasien CHF
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG VAKSIN COVID-19
Background: The COVID-19 vaccination program is one of the government\u27s efforts to control the spread of the COVID-19 virus which has become a pandemic in Indonesia. This vaccination program still raises doubts from the general public, especially pregnant women, related to safety as a result of lack of knowledge and understanding about the COVID-19 vaccine. The purpose of this study is to find out the picture of knowledge of pregnant women about the COVID-19 vaccine at the Dukun Community Health Center, Dukun District, Magelang Regency.
Method: This research design is descriptive with a survey approach. The population in this study was all pregnant women who were targeted for vaccination whose gestational age was over 13 weeks, which was 225 people with a sample of 64 people taken by convenience sampling technique. The measuring instrument used in data collection is a questionnaire. The data was analyzed using a frequency distribution formula using SPSS data processing software
Results: Pregnant women at the Dukun Health Center, Dukun District, Magelang Regency are mostly aged 20-35 years, which is 58 people (90.6%), has basic education (elementary, junior high school) which is 41 people (64.1%), housewives are 50 people (78.1%) and received information about the COVID-19 vaccine from health workers, which is 55 people (85.9%). Knowledge about the COVID-19 vaccine for pregnant women is mostly sufficient category, namely as many as 54 respondents (84.4%).
Suggestion: Pregnant women should actively explore information related to the COVID-19 vaccine by consulting with health worker
STUDI KUALITATIF PERSEPSI DAN PENGALAMAN HIDUP DENGAN DIDIAGNOSIS DIABETES MELITUS
Backgraund: Diabetes Mellitus and Diabetes Distress are global problems that were interconnected. Someone who was diagnosed with DM, will be placed in a stress condition because the patient feels difficult with the many demands for self-care with DM. Objective: This study aims to explore the experience and understanding of diabetes, feelings after being diagnosed with diabetes, efforts made when facing difficulties. Methods: This research is a qualitative study. We used semi-structured interviews. This report was written following COREQ guidelines. Thematic analysis was applied to analyze the data. Results: there were four themes; 1) understanding the right DM is important to provide adequate understanding so that diabetes self-care activities can be carried out correctly, 2) attitude and behavior as well as inaccurate information can trigger situations that are threatening to cause severe diabetes, 3) the right efforts to deal with threatening situations can prevent the occurrence of severe diabetes, and 4) the role and support of others to help solve problems effectively as expected. Conclution: The perception and experience of patients living with diabetes mellitus is to assume that DM is a diabetes disease that is difficult to cure. The perceived response is shock, sadness, bore, stress, and fea