Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    Gambaran Tingkat Kecemasan Proses Pembelajaran Daring pada Siswa Sekolah Dasar selama Pandemi Covid-19

    No full text
    Dampak psikis selama proses pembelajaran daring dimasa pandemi covid-19 adalah kecemasan. Kecemasan merupakan perasaan tidak tenang yang samar-samar karena ketidaknyamanan atau rasa takut yang terjadi pada siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan proses pembelajaran daring pada siswa sekolah dasar selama pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan kuantitatif. Tehnik sampel yang digunakan menggunakan total sampling dengan 60 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data dilakukan dengan analisis univariat. Didapatkan responden yang mengalami kecemasan ringan sejumlah 35,0%, dan kecemasan berat ditemukan pada 10,0%.Latar Belakang: Dampak psikis selama proses pembelajaran daring dimasa pandemi covid-19 adalah kecemasan. Kecemasan merupakan perasaan tidak tenang yang samar-samar karena ketidaknyamanan atau rasa takut yang terjadi pada siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan proses pembelajaran daring pada siswa sekolah dasar selama pandemi covid-19. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan kuantitatif. Tehnik sampel yang digunakan menggunakan total sampling dengan 60 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data dilakukan dengan analisis univariat. Hasil: didapatkan responden yang mengalami kecemasan ringan sejumlah 35,0%, dan kecemasan berat ditemukan pada 10,0%. Saran: Penyelenggaran pendidikan sekolah dasar perlu mengetahui secara dini adanya kecemsan siswa selama pembelajaran daring selama pandemi covid-19

    Pengaruh Electronic Health Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Postpartum: Tinjauan Sistematis

    No full text
    Depresi postpartum merupakan gangguan kesehatan mental yang terjadi pada 10-15% wanita. Manifestasi dari depresi postpartum diantaranya sedih berlebihan, isolasi sosial, dan pemikiran untuk menyakiti bayi. Perawatan berkelanjutan merupakan kunci pencegahan dan penaganan depresi postpartum. Perkembangan teknologi kesehatan (electronic health) menjawab tantangan tenaga kesehatan untuk melaksanakan perawatan berkelanjutan kepada ibu postpartum dengan akses yang lebih mudah dan efisien. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait efektivitas penggunaan eHealth terhadap penurunan tingkat depresi postpartum. Adapun konten yang ditelaah adalah jenis eHealth dan intervensi spesifik untuk mengurangi tingkat depresi postpartum. Metode yang digunakan adalah metode PRISMA. Penelusuran literatur menggunakan empat basis data, yaitu ProQuest, Science Direct, Scopus, dan Springerlink. Hasil tinjauan literatur ini menyimpulkan bahwa aplikasi seluler, telehealth menggunakan telepon, email, dan aplikasi komunikasi, serta penggunaan website terbukti efektif dalam menurunkan tingkat depresi postpartum. Sedangkan intervensi yang paling efektif menurunkan tingkat depresi postpartum adalah intervensi Cognitive Behavioural Therapy, dukungan sebaya, dan psikoedukasi

    Efektifitas Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Spiritual Islam Terhadap Beban Kerja Perawat

    No full text
    Beban kerja perawat menjadi bertambah dengan adanya pelaksanaan asuhan keperawatan spiritual Islam sehingga perlu analisis beban kerja subyektif perawat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektifitas pelaksanaan asuhan keperawatan Islam terhadap beban kerja perawat dengan menggunakan metode quasy eksperiment design pre-post test with control group dengan purposive sampling didapatkan masing masing 18 kelompok intervensi dan kontrol, kuesioner NASA-TLX. Uji normalitas menggunakan uji shapiro wilk, dengan analisis univariat distribusi frekuensi, mean dan median, analisis bivariate uji t – test independent , uji wilcoxon test dan Mann-Whitney test. Hasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan beban kerja perawat dimensi tuntutan fisik, tingkat usaha dan tingkat frustasi sebelum dan sesudah perlakuan kelompok intervensi, pada tidak terdapat perbedaan beban kerja perawat sebelum dan sesudah perlakuan kelompok kontrol, terdapat perbedaan beban kerja perawat dimensi tingkat usaha sebelum perlakuan kelompok intervensi dan kontrol, terdapat perbedaan beban kerja perawat dimensi tuntutan waktu sesudah perlakuan kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan bahwa tuntutan waktu yang menjadi perbedaan beban kerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan spiritual Islam, perlu kepatuhan perawat dalam penjadwalan dinas,  tidak ada pemesanan jadwal shift serta kedisiplinan jam dinas serta pergantian shift bisa dilakukan tepat waktu. &nbsp

    Determinan Persepsi Perawat Tentang Peran Case Manager

    No full text
    Case manager belum melakukan peran dengan optimal. Case manager seperti pelengkap standar akreditasi. Banyak faktor terlibat dalam timbulnya berbagai persepsi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan persepsi perawat tentang peran case manager. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 296.876 perawat sebagai populasi. Metode sampling menggunakan multistage random sampling, didapatkan sampel sebanyak 399 perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner persepsi tentang case manager, kuesioner pengetahuan tentang case manager dan kuesioner kepuasan kerja yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.  Kuesioner kelelahan kerja yang telah baku juga digunakan pada penelitian ini dengan nilai cronbach alpha (0,921). Setiap responden telah mengisi kuesioner terstruktur melalui google form dan telah dianalisis menggunakan deskriptif statistik, chi square-test dan binary logistic regression. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar atau sebanyak 205 (51%) perawat memiliki persepsi positif tentang peran case manager. Faktor pengetahuan dan kepuasan kerja dikaitkan dengan persepsi perawat tentang peran case manager (p=0,002 dan p=0,006). Faktor determinan persepsi tentang peran case manager pada perawat adalah pengetahuan (Adj. OR=2,36, 95% CI 1,30-4,26, p 0,005). Temuan ini mendukung teori yang mana pengetahuan dan kepuasan kerja terkait dengan persepsi tentang peran case manager

    Sosialisasi Pertolongan Pertama (Management Airway) Korban Tenggelam di Kolam Renang Gunung Merah, Bandar Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah

    No full text
    Airway management is the most important thing in resuscitation and requires special expertise in emergency management, therefore the first thing to do to assess is the smoothness of the airway, which includes examination of the airway that can be caused by foreign objects. Especially during drowning, the airway can become clogged with fluids and water so that the oxygen supply in the body is hampered. Research Objectives The general objective of this study is to improve abilities airway management skills of swimming pool guards, swimming pool cleaners, private swimming teachers, and swimmers in the Gunung Merah Swimming Pool, Bandar Jaya, Terbanggi Besar District, Central Lampung. This research is an experimental study with a Pre-Test-Post Test on 20 respondents through testing the research hypothesis. Statistics: The paired group test used the Wilcoxon nonparametric test. Result: Based on the results of the Wilcoxon analysis test it can be seen. It was concluded that 20 respondents who did training in simulation action by means of airway management training for drowning victims. The conclusion is with the Wilcoxone test that the majority of respondents have good knowledge in terms of emergency handling capabilities, especially in air line management measure the p value 0.001, which means that there is a significant difference between before and after practice. Conclusion: Airway management training for pool workers, pool guards, swimming private teachers, and swimmers is very necessary to improve the ability of action skills.Manajemen jalan napas adalah hal terpenting dalam resusitasi dan membutuhkan keahlian khusus dalam manajemen keadaan darurat, oleh karena itu hal pertama yang harus dilakukan untuk menilai adalah kelancaran jalan nafas, yang meliputi pemeriksaan jalan nafas yang bisa disebabkan oleh benda asing. Terutama saat kejadian tenggelam jalan napas dapat tersumbat oleh cairan dan air sehingga pasokan oksigen dalam tubuh pun terhambat. Tujuan Penelitian Tujuan umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan keterampilan manajemen jalan napas penjaga kolam renang, pekerja kebersihan kolam renang, guru privat renang, dan perenang yang berada di Kolam Renang Gunung Merah, Bandar Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar Lampung Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Pre-Test-Post Test pada 20 responden melalui pengujian hipotesis penelitian. Statistik: Uji kelompok berpasangan menggunakan uji nonparametrik Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasil uji analisis wilcoxon dapat diketahui hubungan yang bermakna. Disimpulkan bahwa 20 responden yang melakukan pelatihan dalam tindakan simulasi dengan cara pelatihan manajemen jalan napas pada korban tenggelam. Kesimpulannyadengan uji wilcoxone bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik dalam hal kemampuan penanganan darurat, terutama dalam manajemen jalur udara mengukur nilai p 0,001 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah latihan. Kesimpulan: pelatihan manajemen jalan nafas bagi pekerja kolam renang, penjaga kolam renang, guru privat renang, dan perenang sangat perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan tindakan

    BURNOUT PERAWAT PELAKSANA RUANG ISOLASI COVID 19 RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN

    No full text
    Burnout merupakan sindrom kelelahan fisik dan emosional akibat stress kerja yang melibatkan konsep pengembangan diri negatif dan hilangnya kekuatiran dan perasaan untuk klien. Burnout memiliki 3 dimensi yaitu: emotional fatique, depersonalization and achievement of the self achievement. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kejadian burnout perawat pelaksana di ruang isolasi covid 19 Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Metode penelitian: deskriptif. Populasi penelitian adalah perawat yang bekerja di ruang isolasi. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling, jumlah sampel: 42 partisipan. Analisa data dengan analisis univariat. Hasil penelitian: mayoritas perawat yang mengalami burnout rendah sebanyak 7 partisipan (16%), kategori sedang 20 partisipan (48%) dan kategori tinggi sebanyak 15 partisipan (36%). Mayoritas perawat jenis kelamin perempuan 28 partisipan (66,8%) sedangkan laki-laki 14 partisipan (33,2%). Status belum menikah sebanyak 32 partisipan (76,2%), menikah 10 partisipan (23,8%), tingkat Pendidikan: Ners 29 partisipan (71,5%) vokasi sejumlah 12 partisipan (28,5%). Berdasarkan usia: 21-30 tahun sejumlah 35 partisipan, 21-40 tahun: 6 partisipan dan 41-50: 1 partisipan. Tingkat burnout perawat pelaksana ruang isolasi covid 19 adalah sedang. Maka diperlukan evaluasi dari pihak manajemen mengenai lingkungan kerja serta factor-faktor yang mempengaruhi kondisi psikologis dan fisik setiap perawat dalam pemberian layana

    Faktor-faktor yang Memengaruhi Child Maltreatment Selama Wabah Covid-19

    No full text
    Program social distancing dan lockdown menjadi upaya pencegahan penyebaran wabah yang dinilai efektif dan sangat penting selama masa pandemik. Namun, program ini tanpa disadari menempatkan vulnerable group khususnya kelompok usia anak mengalami kekerasan (child maltreatment). Child maltreatment dapat berdampak terhadap terhadap masalah psikologis anak (depresi, risiko bunuh diri) dan masalah fisik (cedera spinal, cedera kepala bahkan kematian). Oleh sebab itu, peneliti  menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya child maltreatment yang terjadi selama pandemik covid 19 terutama di Negara Indonesia. Peneliti menggunakan metoda literatur review dalam melakukan penelitian ini. Dengan kriteria kekerasan pada usia anak di bawah 18 tahun. Hasil penelurusan literatur menemukan empat faktor utama yang berhubungan dengan perkembangan pada anak dengan child maltreatment, yaitu (1) faktor orang tua, (2) status keluarga, (3) norma budaya dan komunitas serta (4) program pencegahan child maltreatment yang terhambat selama pandemik. Rekomendasi peneliti selanjutnya adalah perlu dikaji lebih lanjut mengenai status emosi orang tua selama pandemik dan persepsi orang tua melakukan kekerasan anak.Program social distancing dan lockdown menjadi upaya pencegahan penyebaran wabah yang dinilai efektif dan sangat penting selama masa pandemik. Namun, program ini tanpa disadari menempatkan vulnerable group khususnya kelompok usia anak mengalami kekerasan (child maltreatment). Child maltreatment dapat berdampak terhadap terhadap masalah psikologis anak (depresi, risiko bunuh diri) dan masalah fisik (cedera spinal, cedera kepala bahkan kematian). Oleh sebab itu, peneliti  menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya child maltreatment yang terjadi selama pandemik covid 19 terutama di Negara Indonesia. Peneliti menggunakan metoda literatur review dalam melakukan penelitian ini. Dengan kriteria kekerasan pada usia anak di bawah 18 tahun. Hasil penelurusan literatur menemukan empat faktor utama yang berhubungan dengan perkembangan pada anak dengan child maltreatment, yaitu (1) faktor orang tua, (2) status keluarga, (3) norma budaya dan komunitas serta (4) program pencegahan child maltreatment yang terhambat selama pandemik. Rekomendasi peneliti selanjutnya adalah perlu dikaji lebih lanjut mengenai status emosi orang tua selama pandemik dan persepsi orang tua melakukan kekerasan anak. Kata Kunci : child maltreatment, faktor-faktor, Covid-1

    PENGARUH BERMAIN DRAMA TERHADAP FREKUENSI MENGGOSOK GIGI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUMAH SAKIT

    No full text
    Play is funnies, any spontaneous and activity provides enjoyment. Play is of vital importance forhealth development of preschool child. Play offer ample physical, emotional, cognitive and socialbenefits. The child in hospitalization expressed feelings of anger, fear, insecurity, anxiety, guilt,hopelessness and deep loneliness exacerbated. Personal hygiene is a basic human need. Insufficientbrush tooth can affect child`s health (caries). During Hospitalization, a child may be affected byless brush tooth. These Problem sholud be addressed to allow preschool child to get brush toothtwice days. Role play Dramatic Therapy is a nursing intervention, that may be applied to manageless brush tooth. This study aims to determine effect play role in frequency brush tooth in hospital.This study was conducted in preschool children who treated in hospital with 32 samples. The studywas conducted in 2 September – 27 September 2019. The study was conducted with quantitativeresearch using category comparison, pre and post test intervention. Result; there was a significantcomparison before and after play therapy and frequency brush tooth with 3 days intervention.There was p value 0.007 Role Play Dramatic Therapy in hospital can be implemented on preschoolchildren to increase healty mouth with frequency brush tooth.Bermain adalah spontanitas anak, aktivitas yang menyenangkan. Bermain merupakan bagianpenting bagi perkembangan kesehatan anak. Bermain dapat meningkatkan fisik, memperbaikiemosi, mengembangkan kognitif dan perkembangan sosial. Anak yang di rawat di rumah sakit,perlu mengekspresikan perasaan kemarahan, menolak, tidak nyaman, kecemasan, rasa bersalah,dan rasa kesepian yang mendalam. Kebersihan diri saat di rumah sakit penting diberikan padaanak. Kebersihan gigi sangat penting diberikan, hal ini untuk mengurangi karies bagi anak usiaprasekolah. Selama di rawat di rumah sakit , seringkali anak tidak menggosok gigi. Permainandrama pada anak usia prasekolah merupakan hal menarik, terutama cara menyikat gigi denganbaik dan benar. Tujuan pembelajaran ini, diupayakan agar anak usia prasekolah yang dirawatmenggosok gigi selama di RS. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 2 September hingga 27September 2019. Reponden adalah anak prasekolah sejumlah 32 anak yang dirawat di RS.Pengambilan data dengan melakukan observasi, analisa data menggunakan uji Mc Nemar,perbandingan penelitian sebelum dan sesudah intervensi. Terdapat perbedaan sebelum dansesudah dilakukan permainan drama menggosok gigi (p value = 0,007). Permainan dramamenggosok gigi meningkatkan frekwensi anak usia prasekolah yang di rawat di rumah saki

    HUBUNGAN CAREGIVER BURDEN DENGAN KUALITAS HIDUP CARGIVER ANAK TUNAGRAHITA

    No full text
    Balai Pengembangan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwa jumlah siswa SLB paling banyak adalah kategori tunagrahita yaitu 10.102 siswa. Anak tunagrahita mengalami penurunan fungsi intelektual sehingga memerlukan bantuan seseorang untuk merawatnya (caregiver). Caregiver beresiko mengalami caregiver burden atau beban pengasuhan sehingga rentan mengalami penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan caregiver burden dengan kualitas hidup caregiver anak tunagrahita di SLB Negeri Jepon Blora. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Sebanyak 76 responden diperoleh melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan caregiver yang  tidak memiliki beban sebanyak 34 orang (44,7%), beban ringan sampai sedang 38 orang (50%), beban sedang sampai berat 3 orang (4%), beban berat 1 orang (1,3%) dan kualitas hidup hampir seimbang antara yang buruk sebanyak 39 orang (51,3%) dan baik 37 orang (48,7%). Analisis bivariat menunjukkan nilai p-value 0,018 (p<0,05) dengan koefisien korelasi (r) = -0,266. Kesimpulan penelitian ini adalah caregiver paling banyak memiliki beban ringan sampai sedang dan kualitas hidup buruk. Terdapat hubungan cukup kuat dengan arah negatif antara caregiver burden dengan kualitas hidup caregiver anak tunagrahita di SLB Negeri Jepon Blora. Diupayakan pemeliharaan kesehatan fisik dan psikologis seperti pemeriksaan kesehatan dan konsultasi secara rutin terkait permasalahan yang dialami caregiver selama merawat anak.Balai Pengembangan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwa jumlah siswa SLB paling banyak adalah kategori tunagrahita yaitu 10.102 siswa. Anak tunagrahita mengalami penurunan fungsi intelektual sehingga memerlukan bantuan seseorang untuk merawatnya (caregiver). Caregiver beresiko mengalami caregiver burden atau beban pengasuhan sehingga rentan mengalami penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan caregiver burden dengan kualitas hidup caregiver anak tunagrahita di SLB Negeri Jepon Blora. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Sebanyak 76 responden diperoleh melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan caregiver yang  tidak memiliki beban sebanyak 34 orang (44,7%), beban ringan sampai sedang 38 orang (50%), beban sedang sampai berat 3 orang (4%), beban berat 1 orang (1,3%) dan kualitas hidup hampir seimbang antara yang buruk sebanyak 39 orang (51,3%) dan baik 37 orang (48,7%). Analisis bivariat menunjukkan nilai p-value 0,018 (p<0,05) dengan koefisien korelasi (r) = -0,266. Kesimpulan penelitian ini adalah caregiver paling banyak memiliki beban ringan sampai sedang dan kualitas hidup buruk. Terdapat hubungan cukup kuat dengan arah negatif antara caregiver burden dengan kualitas hidup caregiver anak tunagrahita di SLB Negeri Jepon Blora. Diupayakan pemeliharaan kesehatan fisik dan psikologis seperti pemeriksaan kesehatan dan konsultasi secara rutin terkait permasalahan yang dialami caregiver selama merawat anak

    Gambaran Tingkat Depresi, Ansietas, dan Stres Masyarakat di Kecamatan Tabanan Selama Pandemi Covid-19

    No full text
    The increasing number of COVID-19 cases and misinformation is confusing and raises public anxiety. People become worried and anxious about the current situation. The pandemic causes psychological changes such as stress, anxiety, and depression. This study aims to determine depression, anxiety, and stress levels in Tabanan District\u27s community during the pandemic. This research was a descriptive-analytic study using quantitative research methods with a cross-sectional research design. The population in this study was the people of Tabanan District. This study uses the DASS-21 questionnaire. The analysis results showed that the respondents are predominantly (73%) have normal conditions in depression. The level of community anxiety was in the normal range (65,8%). The stress level was also in the normal range (70,8%). The condition shows that the dominant community is at the normal level for depression, anxiety, and stress. However,3.8%ven had a severe level of depression, 6% had an extremely severe level of anxiety, and 3.8% had an extremely severe stress level. The number that is not so big must get more attention from the government so that the respondent\u27s condition does not worsen, which can cause harm to themselves and those around them during the COVIC-19 pandemic.Jumlah kasus COVID-19 yang semakin meningkat dan penyebaran informasi yang membingungkan semakin meningkatkan kecemasan masyarakat. Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan psikologis, tidak hanya pada tenaga medis, tetapi juga pada masyarakat, dan perubahan psikologis tersebut dipicu oleh ketakutan, kecemasan, depresi, atau ketidakamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat depresi, cemas, dan stres masyarakat di Kecamatan Tabanan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Tabanan. Penelitian ini menggunakan kuesioner DASS-21. Hasil analisis menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini secara dominan memiliki kondisi normal pada aspek depresi yaitu 73%. Berdasarkan hasil analisis juga ditemukan bahwa tingkat kecemasan masyarakat juga berada pada kategori normal (68,5%). Tingkat stres juga berada pada kategori normal (70,8%). Terdapat 3,8% responden yang bahkan memiliki tingkat depresi yang berat, 6% responden memiliki tingkat ansietas sangat berat, dan 3,8% responden memiliki tingkat stress dalam kategori sangat berat. Hal ini tentunya bukanlah kondisi yang dapat diabaikan. Kondisi ini harus mendapat perhatian lebih dari pihak pemerintah agar kondisi responden tidak bertambah parah yang akan dapat mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain di tengah pandemi COVID-19

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇