Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
566 research outputs found
Sort by
Perbandingan Edukasi Kesehatan Metode Video dan Lefleat Terhadap Pengetahuan Seks Bebas pada Remaja
Jumlah kehamilan dan melahirkan pada remaja masih meningkat setiap tahunnya. Sekitar 11% kelahiran bayi lahir dari ibu remaja di negara berkembang. Kejadian ini dilatarbelakangi oleh perilaku seks pranikah. Dorongan seksual dan rasa ingin tahu yang besar tentang seksualitas membuat remaja mencari informasi melalui apa saja. Informasi yang benar tentang seks menjadi hal yang penting diberikan pada remaja agar tidak terjerumus pada perilaku seks bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas edukasi menggunakan media video dan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan tentang seks bebas pada remaja. Jenis penelitian adalah eksperimental semu menggunakan rancangan Two Group Pre-Test – Post-Test dengan teknik random sampling. Responden adalah 60 remaja di Karang Taruna Desa Banaran yang dibagi menjadi dua kelompok. Penelitian menggunakan uji statistik Independent t-test diperoleh nilai signifikansi (p value) sebesar 0,000 < 0,05. Hassil penelitian menunjukkan ada perbedaan efektifitas pemberian pendidikan kesehatan antara media video dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan seks bebas pada remaja. Media audiovisual dianggap lebih menarik dibandingkan dengan media leafleat. Pendidikan kesehatan yang menyasar kepada para remaja sebaiknya menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga dapat menstimulasi remaja untuk fokus dan memperhatikan materi yang disampaikan.
Kata kunci : Edukasi kesehatan, metode video, metode leaflet, remajaJumlah kehamilan dan melahirkan pada remaja masih meningkat setiap tahunnya. Sekitar 11% kelahiran bayi lahir dari ibu remaja di negara berkembang. Kejadian ini dilatarbelakangi oleh perilaku seks pranikah. Dorongan seksual dan rasa ingin tahu yang besar tentang seksualitas membuat remaja mencari informasi melalui apa saja. Informasi yang benar tentang seks menjadi hal yang penting diberikan pada remaja agar tidak terjerumus pada perilaku seks bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas edukasi menggunakan media video dan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan tentang seks bebas pada remaja. Jenis penelitian adalah eksperimental semu menggunakan rancangan Two Group Pre-Test – Post-Test dengan teknik random sampling. Responden adalah 60 remaja di Karang Taruna Desa Banaran yang dibagi menjadi dua kelompok. Penelitian menggunakan uji statistik Independent t-test diperoleh nilai signifikansi (p value) sebesar 0,000 < 0,05. Hassil penelitian menunjukkan ada perbedaan efektifitas pemberian pendidikan kesehatan antara media video dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan seks bebas pada remaja. Media audiovisual dianggap lebih menarik dibandingkan dengan media leafleat. Pendidikan kesehatan yang menyasar kepada para remaja sebaiknya menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga dapat menstimulasi remaja untuk fokus dan memperhatikan materi yang disampaikan
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI PADA LANJUT USIA SELAMA PANDEMI DI PANTI WERDHA
Pandemi COVID 19 merupakan bencana kesehatan yang sampai saat ini belum berhasil dihentikan penyebarannya. Lansia yang tinggal di Panti Werdha merupakan salah satu kelompok yang sangat rentan tertular penyakit COVID 19. Untuk mencegah kluster berkembangnya COVID 19 di Panti Werdha maka dilakukan pembatasan aktivitas sosial diantara para lansia dan keluarga tidak diizinkan menjenguk. Kondisi ini menyebabkan kecemasan lansia bertambah dan mengakibatkan depresi. Depresi pada lansia merupakan masalah kesehatan mental yang serius. Depresi menyebabkan lansia mengalami gangguan melakukan aktivitas sehari-hari dan pada kasus yang parah menyebabkan resiko bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan depresi pada lanjut usia selama pandemi di Panti Werdha. Jenis penelitian ini adalah crossectional, dengan jumlah responden sebanyak 102 lansia. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden sebagian besar perempuan (57,8%), usia 60-74 tahun (66,7%), telah tinggal di panti selama lebih dari 1 tahun ((72,5%), masih mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari (64,7%), merasa puas dengan pelayanan di Panti (86,3%) dan tidak mengalami depresi (67,6%). Hasil uji chisquare menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian depresi (P value 0,029), lama tinggal di Panti dengan kejadian depresi (P value 0,019), kemandirian dengan kejadian depresi (P value 0,000), dan kepuasan dengan kejadian depresi (P value 0,033). Sedangkan usia tidak berhubungan dengan kejadian depresi (P value 0,369). Kesimpulan, faktor yang berhubungan dengan depresi pada lansia selama pandemi di Panti Werdha yaitu jenis kelamin, lama tinggal di Panti Werdha, kemandirian dan kepuasan.
Kata Kunci: COVID 19, Depresi, Lanjut Usia, Panti Werdha.Pandemi COVID 19 merupakan bencana kesehatan yang sampai saat ini belum berhasil dihentikan penyebarannya. Lansia merupakan kelompok yang sangat rentan tertular penyakit COVID 19, karena fungsi tubuh sudah mengalami proses degeneratif dan kecenderungan memiliki penyakit komorbid. Panti Werdha sebagai salah satu tempat penampungan para lansia yang terlantar sangat beresiko menjadi kluster berkembangnya COVID 19. Untuk mencegah penularan COVID 19 di Panti Werdha maka dilakukan langkah-langkah antara lain tidak menerima kunjungan tamu atau keluarga untuk menjenguk lansia, membatasi mobilisasi lansia untuk keluar dari Panti Werdha, membatasi aktivitas sosial diantara para lansia dan melakukan isolasi sosial terhadap lansia yang sakit. Kondisi ini menyebabkan kecemasan lansia bertambah dan mengakibatkan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan depresi pada lanjut usia selama pandemi di Panti Werdha. Jenis penelitian ini adalah crossectional, dengan jumlah responden sebanyak 102 lansia. Hasil penelitian dengan uji chisquare menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian depresi (P value 0,029), lama tinggal di Panti dengan kejadian depresi (P value 0,019), kemandirian dengan kejadian depresi (P value 0,000), dan kepuasan dengan kejadian depresi (P value 0,033). Sedangkan usia tidak berhubungan dengan kejadian depresi (P value 0,369)
The Benefits of VECOV-19 in Handling Anxiety Traders Against Covid-19 Transmission
Covid-19 is an infectious disease that can be transmitted quickly from human to human through direct contact. One of the reasons for the anxiety that is felt because of the fear of contracting COVID-19 is due to invalid information about the COVID-19 disease. Based on the results of a survey from the Central Java government at the Karangayu market, it was found that 3 traders were positive for COVID-19. Then the Karangayu market was closed for 3 days to be disinfected and distanced between traders. This study aims to determine the benefits of VECOV-19 in reducing traders\u27 anxiety about the transmission of covid-19. This study uses a quasi-experimental research design with control group pre-test post-test design. The intervention group will measure anxiety before and after being given education using health education video media. While the control group will measure anxiety before and after being given a brochure. The study was conducted with a total sample of 184 respondents using simple random sampling technique. The results of the study were the majority of respondents aged 50-51 years, working length of 24-25 years, female gender, elementary and high school education, the majority were married, the majority had no comorbidities. The results of the study showed that there were differences in pre-test and post-test anxiety in the intervention and control groups, but there was no difference in the anxiety of traders who were given VECOV-19 or leaflets. It can be concluded that the majority of traders\u27 anxiety levels are in the non-anxious category and giving VECOV-19 or leaflets can reduce traders\u27 anxiety scores. This research is recommended for nurses in handling anxiety.Covid-19 adalah penyakit menular yang dapat menular secara cepat dari manusia ke manusia melalui kontak langsung. Rasa kecemasan yang dirasakan karena takut akan tertular covid-19 salah satunya disebabkan oleh informasi yang tidak valid tentang penyakit covid-19. Berdasarkan hasil survey dari pemerintah Jawa Tengah di pasar Karangayu ditemukan 3 orang pedagang positif covid-19. Kemudian pasar Karangayu ditutup selama 3 hari untuk dilakukan desinfektan dan pengaturan jarak antara pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat VECOV-19 dalam menurunkan kecemasan pedagang terhadap penularan covid-19. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasy experiment with control group pre test post test design. Kelompok intervensi akan dilakukan pengukuran kecemasan sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media video edukasi kesehatan. Sedangkan kelompok kontrol akan dilakukan pengukuran kecemasan sebelum dan sesudah diberikan brosur. Penelitian dilakukan dengan total sampel 184 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian mayoritas responden berusia 50-51 tahun, lama kerja 24-25 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan SD dan SMA, mayoritas sudah menikah, mayoritas tidak ada penyakit penyerta. Hasil penellitian terdapat perbedaan kecemasan pre test dan post test kelompok intervensi dan kontrol, tetapi tidak ada perbedaan kecemasan pedagang yang diberikan VECOV-19 atau leaflet. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas tingkat kecemasan pedagang dalam kategori tidak cemas dan pemberian VECOV-19 atau leaflet dapat menurunkan skor kecemasan pedagang. Penelitian ini direkomendasikan untuk perawat dalam penanganan kecemasan
sebuah STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN PASIEN SEMBUH CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19) DI KOTA SEMARANG: Jurnal Penelitian
Seorang terkonfirmasi positif COVID-19 akan menjalani perawatan secara mandiri, di rumah sakit atau unit pelayanan kesehatan lain hingga dinyatakan negatif COVID-19. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengalaman pasien sembuh dalam masa perawatan COVID-19 di Kota Semarang. Desain penelitian penelititan kualitatif fenomenologis metode wawancara mendalam kepada pasien sembuh COVID-19. Data berupa rekaman audio dan catatan lapangan, dibuat transkrip dan dianalisis menggunakan model Milles dan Huberman. Hasil: Penelitian ini didapatkan sepuluh tema yaitu: Pasien sembuh COVID-19 di Kota Semarang tidak percaya saat pertama kali terkonfirmasi positif COVID-19, Kesadaran pasien sembuh COVID-19 dalam mencari pelayanan dan fasilitas kesehatan memaksimalkan proses perawatan, Pasien sembuh COVID-19 mengalami mood swing saat menjalani perawatan, Dukungan emosional keluarga dan tenaga kesehatan meningkatkan status kesehatan pasien sembuh COVID-19, Pemenuhan kebutuhan dasar yang berkualitas selama menjalani perawatan meningkatkan kualitas hidup pasien sembuh COVID-19, Hobi merupakan salah satu support system psikologi bagi pasien sembuh COVID-19 selama menjalani perawatan, Ritual keagamaan menjadi support system spiritual yang utama bagi pasien sembuh COVID-19 menjalani perawatan, Sembuh dari infeksi COVID-19 merupakan suatu Mukjizat Tuhan bagi Pasien sembuh COVID-19, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada pasien sembuh COVID-19 meningkat setelah terkonfirmasi positif COVID-19, Pasien sembuh COVID-19 menjadi peer educator mengenai kewaspadaan COVID-19 di lingkungan sosialnya
Kata Kunci: Studi Fenomenologi, Pengalaman, Pasien Sembuh COVID-19Seorang terkonfirmasi positif COVID-19 akan menjalani perawatan secara mandiri, di rumah sakit atau unit pelayanan kesehatan lain hingga dinyatakan negatif COVID-19. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengalaman pasien sembuh dalam masa perawatan COVID-19 di Kota Semarang. Desain penelitian penelititan kualitatif fenomenologis metode wawancara mendalam kepada pasien sembuh COVID-19. Data berupa rekaman audio dan catatan lapangan, dibuat transkrip dan dianalisis menggunakan model Milles dan Huberman. Hasil: Penelitian ini didapatkan sepuluh tema yaitu: Pasien sembuh COVID-19 di Kota Semarang tidak percaya saat pertama kali terkonfirmasi positif COVID-19, Kesadaran pasien sembuh COVID-19 dalam mencari pelayanan dan fasilitas kesehatan memaksimalkan proses perawatan, Pasien sembuh COVID-19 mengalami mood swing saat menjalani perawatan, Dukungan emosional keluarga dan tenaga kesehatan meningkatkan status kesehatan pasien sembuh COVID-19, Pemenuhan kebutuhan dasar yang berkualitas selama menjalani perawatan meningkatkan kualitas hidup pasien sembuh COVID-19, Hobi merupakan salah satu support system psikologi bagi pasien sembuh COVID-19 selama menjalani perawatan, Ritual keagamaan menjadi support system spiritual yang utama bagi pasien sembuh COVID-19 menjalani perawatan, Sembuh dari infeksi COVID-19 merupakan suatu Mukjizat Tuhan bagi Pasien sembuh COVID-19, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada pasien sembuh COVID-19 meningkat setelah terkonfirmasi positif COVID-19, Pasien sembuh COVID-19 menjadi peer educator mengenai kewaspadaan COVID-19 di lingkungan sosialnya
Kata Kunci: Studi Fenomenologi, Pengalaman, Pasien Sembuh COVID-1
TERAPI ANYELIR KOMPAK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI ANAK SAAT PELEPASAN KATETER URINE
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas penerapan Terapi Anyelir Kompak dalam menurunkan intensitas nyeri pada anak ketika pelepasan katetere urine di ruang PICU RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pre test post test design. Populasi penelitian ini sebanyak 80 anak yang dirawat di ruang PICU RSUD Tugurejo Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling atau berdasarkan kriteria tertentu dengan jumlah sampel yang sesuai dengan kriteria sebanyak 40 responden. Pengukuran nyeri menggunakan metode Wong–Baker FACES pain rating scale (WBPS). Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan pendekatan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian membuktikan bahwa secara statistik nilai Asymp sig adalah 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan rerata intensitas nyeri yang signifikan antara pre-test dan post-test atau sebelum intervensi dan sesudah intervensi. Hal ini berarti ada pengaruh yang signifikan intervensi Terapi Anyelir Kompak terhadap penurunan intensitas nyeri saat berkemih di RSUD Tugurejo Semarang. Perawat dapat mengaplikasikan intervensi ini dalam manajemen nyeri anak yang dilakukan tindakan pelepasan kateter
Analisis ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN ANSIETAS TENTANG VAKSIN COVID_19 PADA KADER KESEHATAN DI DESA SUMBERAGUNG KECAMATAN PRACIMANTORO
Pandemic Covid_19 dan program vaksinasi Covid_19 menjadi masalah bagi Negara Indonesia dan dunia di bidang kesehatan. Penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tingkat ansietas pada kader kesehatan di Desa Sumberagung Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri Indonesia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian seluruh kader kesehatan dan tokoh masyarakat di Desa Sumberagung Kecamatan Pracimantoro. Tehnik pengambilan sampling pada penelitian purposive sampling sebanyak 50 orang Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner tentang tingkat pengetahuan dan tingkat ansietas Hamilton Rating Scale For Anxiety(HRS-A). Kuisioner telah dilakukan uji validitas dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment dan uji reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0,60, yang menyatakan bahwa kuisioner tersebut valid dan konsisten. analisa statistik deskriptif menggunakan frekuensi absolut dan relatif, rata-rata, standar deviasi, koefisien variasi, dan nilai minimum dan maksimum. Data yang di analisis deskriptif adalah usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan. Analisis univariat adalah tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan. Secara umum sebagian besar responden berdasarkan karakteristik jenis kelamin yang mempunyai tingkat pengetahuan rendah adalah perempuan 28(56%), usia 35-45 tahun 27(54%), pendidikan SMP 23(46%) dan pekerjaan sebagai petani 35(70%). Responden berdasarkan karakteristik jenis kelamin yang mempunyai tingkat ansietas berat yaitu perempuan 20(40%), usia 35-45 tahun 19(38%), pendidikan SMA 15(30%), pekerjaan sebagai petani 28 (56%). Hasil penelitian menunjukkan responden dengan tingkat pengetahuan tinggi 3(6%), tingkat pengetahuan sedang 5(10%) dan tingkat pengetahuan rendah 42(84%). Responden dengan tingkat ansietas berat 32(64%), tingkat ansietas sedang 15(30%) dan tingkat ansietas rendah 3 (6%). ABSTRAK
Latar belakang: Pandemic Covid_19 dan program vaksinasi Covid_19 menjadi masalah kesehatan hampir di seluruh dunia termasuk di Indonesia.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tingkat ansietas pada kader kesehatan di Desa Sumberagung Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri Indonesia.
Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner tentang tingkat pengetahuan dan tingkat ansietas Hamilton Rating Scale For Anxiety(HRS-A).
Hasil: Secara umum sebagian besar responden berdasarkan karakteristik jenis kelamin yang mempunyai tingkat pengetahuan rendah adalah perempuan 28(56%), usia 35-45 tahun 27(54%), pendidikan SMP 23(46%) dan pekerjaan sebagai petani 35(70%). Responden berdasarkan karakteristik jenis kelamin yang mempunyai tingkat ansietas berat yaitu perempuan 20(40%), usia 35-45 tahun 19(38%), pendidikan SMA 15(30%), pekerjaan sebagai petani 28 (56%).
Kesimpulan: Dari hasil penelitian sebagian besar responden dengan tingkat pengetahuan tinggi 3(6%), tingkat pengetahuan sedang 5(10%) dan tingkat pengetahuan rendah 42(84%). Responden dengan tingkat ansietas berat 32(64%), tingkat ansietas sedang 15(30%) dan tingkat ansietas rendah 3 (6%).
Kata kunci: pengetahuan, ansietas, vaksin Covid-1
Hubungan Celaan Fisik dengan Kecemasan Sosial pada Remaja
Remaja yang diperlakukan celaan fisik, berupa pernyataan negatif yang mengarah pada hal-hal fisik seperti menghina dan merendahkan sehingga menumpuk di hati membuat kurang percaya diri yang akhirnya menghasilkan kecemasan sosial. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan celaan fisik dengan kecemasan sosial pada remaja di Desa Sinomwidodo Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati. Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan deskriptif korelatif. Populasi dalam penelitian ini remaja di Desa Sinomwidodo Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati dengan sampel sebanyak 67 responden diambil dengan teknik accidental sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan Internalized Shame Scale untuk mengukur celaan fisik dan SAS-A untuk mengukur kecemasan sosial. Analisis data dilakukan dengan uji chi square. Sejumlah 47,8% responden mengalami celaan fisik kategori tinggi. Sejumlah 55,2% responden mengalami kecemasan sosial kategori tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara celaan fisik dengan kecemasan sosial pada remaja di Desa Sinomwidodo Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati (nilai p: 0,0001)
Terapi Komplementer pada Skizofrenia dengan Depresi: A Literature Review
Pengobatan komplementer adalah sekelompok praktik, disiplin, atau produk medis dan yang berhubungan dengan kesehatan yang tidak dianggap termasuk dalam ruang lingkup pengobatan konvensional. Terapi komplementer dianggap sebagai bagian dari praktik tradisional negara-negara Non-Barat. Oleh karena itu, terapi komplementer merupakan salah satu metode dalam pengobatan pasien yang menderita skizofrenia. Meskipun kurangnya penelitian tentang efek terapi komplementer untuk orang dengan gangguan mental, beberapa penelitian menunjukkan bahwa hasil dari efek terapi komplementer cukup menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis artikel tentang efek terapi komplementer dengan depresi mayor, pada pasien skizofrenia. Metode: literature review menggunakan analisis beberapa artikel yang berhubungan dengan judul melalui pencarian database seperti: PubMed, Science Direct dan perpustakaan online Wiley kemudian disaring berdasarkan kata kunci, bahasa dan artikel terpilih berupa artikel yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir menggunakan kata kunci " terapi komplementer DAN skizofrenia DAN Depresi" dalam rentang tahun 2011-2021 juga menggunakan bahasa Inggris. Kemudian hasil diidentifikasi berdasarkan pertanyaan peneliti, penelitian relevan,kemudian melakukan pemetaan data, menyusun, merangkum dan melaporkan hasilnya. Hasil: dari database PubMed ditemukan 3 artikel, perpustakaan online Wiley menemukan 1 artikel, dan ScienceDirect menemukan 3 artikel. Dari keseluruhan database, hanya 7 artikel artikel memenuhi standar dengan menyaring sesuai topik, judul, ringkasan dan metode penelitian Kesimpulan: terapi komplementer pada pasien skizofrenia adalah terapi musik, terapi yoga, dan terapi relaksasi. tanda dan tahapan depresi pada penderita skizofrenia, serta menjadi terapi yang efektif dalam mengelola dan mengurangi kecemasan dan depresi pada skizofrenia.ABSTRAK
Pengobatan komplementer adalah sekelompok praktik, disiplin, atau produk medis dan yang berhubungan dengan kesehatan yang tidak dianggap termasuk dalam ruang lingkup pengobatan konvensional. Terapi komplementer dianggap sebagai bagian dari praktik tradisional negara-negara Non-Barat. Oleh karena itu, terapi komplementer merupakan salah satu metode dalam pengobatan pasien yang menderita skizofrenia. Meskipun kurangnya penelitian tentang efek terapi komplementer untuk orang dengan gangguan mental, beberapa penelitian menunjukkan bahwa hasil dari efek terapi komplementer cukup menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis artikel tentang efek terapi komplementer dengan depresi mayor, pada pasien skizofrenia. Metode: literature review menggunakan analisis beberapa artikel yang berhubungan dengan judul melalui pencarian database seperti: PubMed, Science Direct dan perpustakaan online Wiley kemudian disaring berdasarkan kata kunci, bahasa dan artikel terpilih berupa artikel yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir menggunakan kata kunci " terapi komplementer DAN skizofrenia DAN Depresi" dalam rentang tahun 2011-2021 juga menggunakan bahasa Inggris. Hasil: dari database PubMed ditemukan 3 artikel, perpustakaan online Wiley menemukan 1 artikel, dan ScienceDirect menemukan 3 artikel. Dari keseluruhan database, hanya 7 artikel artikel memenuhi standar dengan menyaring sesuai topik, judul, ringkasan dan metode penelitian Kesimpulan: terapi komplementer pada pasien skizofrenia adalah terapi musik, terapi yoga, dan terapi relaksasi. tanda dan tahapan depresi pada penderita skizofrenia, serta menjadi terapi yang efektif dalam mengelola dan mengurangi kecemasan dan depresi pada skizofrenia.
Kata kunci: Terapi Komplementer, Skizofrenia, Depres
:
Fenomena pandemic COVID-19 berdampak serius pada kesehatan mental wanita hamil hingga terjadinya kecemasan. Hal ini memengaruhi pada wanita hamil untuk menunda pemeriksan untuk memenuhi perawatan perinatal dalam melakukan ANC. Studi ini memiliki tujuan melihat predictor kecemasan Wanita hamil dalam melakukakan kunjungan ANC dari factor karakteristik yang memengaruhi kecemasan. Studi ini dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam studi ini seluruh ibu hamil sebanyak 43 orang dengan kriteria inklusi, jumlah sampel sebanyak 41 orang ibu hamil dengan teknik total sampling. Data diambil pada bulan Mei 2021 selama 2 minggu. Adapun instrumen yang digunakan dalam adalah yaitu kuesioner demografik dan kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7. Analisa Bivariat dalam studi ini menggunakan Spearman Rank. Temuan dalam studi ini didapatkan bahwa sebagaian besar Wanita hamil merasakan kecemasan dalam level ringan dalam melakukan kunjungan ANC (36,6%). Tidak terdapat korelasi antara usia, usia kehamilan, pendidikan, pekerjaan. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dan level kecemasan pada Wanita hamil dengan arah korelasi negative, semakin rendah paritas semakin berat level kecemasan yang dirasakan.  Â
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Kanker Servik Melalui Whatsapp Group Terhadap Pengetahuan Dan Motivasi Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat Pada Masa Pandemi
Latar Belakang: Kasus kanker serviks hanya sekitar 5% dari total keseluruhan yang bisa dideteksi pada stadium awal. Kesadaran melakukan deteksi dini kanker serviks masih rendah, padahal deteksi sedini mungkin sangat penting dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker serviks pada wanita. Keterlambatan diagnosa inilah yang menyebabkan angka kematian penderita kanker serviks ini semakin tinggi.
Tujuan: Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan kanker serviks melalui whatsapp group terhadap pengetahuan dan motivasi pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA) pada masa pandemi di Desa Giwangretno.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan pre-test and post-test with control grup desaign. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 responden yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel yang diambil menggunakan cluster sampling kemudian purposive sampling. Analisa data meliputi analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji wilcoxon dan mann whitney.
Hasil penelitian: Hasil uji wilcoxon pengetahuan pada kelompok intervensi didapatkan nilai (p=0,000) dan kontrol nilai (p=0,000). Sedangkan hasil uji wilcoxon motivasi pada kelompok intervensi didapatkan nilai (p=0,000) dan kontrol (p=0,000). Hasil uji mann whitney pengetahuan diperoleh nilai (p=0,000) dan motivasi (p=0,007).
Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan kanker serviks melalui whatsapp group terhadap pengetahuan dan motivasi pemeriksaan IVA di Desa Giwangretno.
Rekomendasi: Pihak tenaga kesehatan dan kader mampu meningkatkan promosi kesehatan deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA menggunakan media sosial