Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
566 research outputs found
Sort by
Model Pemberdayaan Kader Kesehatan dan Pra Lansia Melalui Pengelolaan Kebun Herbal dengan Sistem Irigasi Kapiler untuk Menunjang Healthy and Active Aging
Hipertensi dan diabetes melitus merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di antara populasi pra-lansia di Indonesia. Program pengabdian masyarakat di Desa Tratebang, Pekalongan, bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pra-lansia dan kader kesehatan melalui pengelolaan kebun herbal dengan sistem irigasi kapiler. Program ini dilaksanakan pada bulan September hingga November 2024 dengan melibatkan 30 orang pra-lansia dan 10 orang kader kesehatan. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi mengenai penuaan yang sehat, pelatihan budidaya tanaman herbal dengan sistem irigasi kapiler, pembuatan kompos organik, pengolahan minuman herbal dan simplisia, serta pelatihan branding dan pemasaran. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan penanaman tanaman herbal di antara para peserta, peningkatan keterampilan dalam memproduksi dan memasarkan simplisia, dan manajemen kesehatan yang lebih baik untuk hipertensi dan diabetes melitus. Prevalensi hipertensi menurun dari 52% menjadi 39%, dan kadar glukosa darah puasa menurun secara signifikan (p = 0,049). Meskipun penurunan tekanan darah tidak signifikan secara statistik, para peserta melaporkan peningkatan kesehatan dan berkurangnya gejala. Proyek ini menyoroti potensi pengobatan herbal berbasis komunitas untuk manajemen penyakit kronis dan penuaan yang sehat, di samping membentuk kelompok kesehatan herbal yang berkelanjutan dalam layanan kesehatan lokal
Pemberdayaan Lansia Penderita Diabetes Melitus dan Keluarga Berbasis Model Caring Elderly
Keterlibatan keluarga adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan perawatan dan pengelolaan diabetes secara mandiri. Oleh karena itu, pemberdayaan lansia dan keluarganya sangat penting untuk mencapai pengelolaan diabetes yang optimal. Pendekatan Caring Elderly Model menawarkan solusi inovatif yang menempatkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan dukungan emosional sebagai inti pemberdayaan. Model ini mengintegrasikan konsep manajemen perawatan diri diabetes untuk menciptakan sinergi antara pasien lansia dan anggota keluarga dalam mengelola penyakit secara bersama-sama. Pengabdian Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan manajemen perawatan diri diabetes. Bagi keluarga, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan untuk mendukung lansia secara holistik. Kegiatan Pengabdian Masyarakat terdiri dari 3 tahap, yaitu: survei pendahuluan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pemberdayaan lansia penderita DM dan keluarganya berbasis model lansia peduli terbukti efektif dalam meningkatkan manajemen perawatan diri diabetes (p value 0.001). Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa pemberdayaan lansia penderita DM dan keluarganya berbasis model lansia peduli bermanfaat bagi lansia penderita DM, keluarga dan Puskesma
Efektivitas Berkumur Larutan Madu Dan Ekstrak Kurma Ajwa Terhadap Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Anak Prasekolah
Preschool children aged 3 to 6 years. Dental and oral hygiene where the teeth are in the oral cavity in a clean condition. Dental and oral hygiene can be avoided in various ways, one of which is natural mouthwash such as honey solution and ajwa date extract because it has antibacterial properties. This study aims to determine the effectiveness of gargling honey solution and ajwa date extract on dental and oral hygiene in preschool children at the PAUD Anak Sholih Pondok Pesantren Nurul Jadid The study design used quasi-experimental using Pretest-posttest Nonequivalent Control Group. Population 60 people using Total Sampling technique. Data analysis using Wilcoxon test and Mann Whitney test. Analysis of dental and oral hygiene data of preschool children before and after gargling honey solution results P-value 0.000, or P <0.05. Ajwa date extract results P-value 0.001, or P <0.05. control group P-value 0.180, or P <0.05. Which means there is a difference in the intervention group compared to the control group. Meanwhile, the Mann Whitney statistical test showed no significant difference between the two intervention groups with a value of p = 0.336 (p> 0.05). Honey solution and ajwa date extract are both effective in improving dental and oral hygiene.Anak Prasekolah usia 3 sampai 6 tahun. Kebersihan gigi dan mulut dimana gigi berada dalam rongga mulut dalam keadaan bersih. Kebersihan gigi dan mulut dapat di hindari berbagai cara salah satunya obat kumur alami seperti larutan madu dan ektrak kurma ajwa karena memiliki sifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berkumur larutan madu dan ektrak kurma ajwa terhadap kebersihan gigi dan mulut pada anak prasekolah di paud anak sholih Pondok Pesantren Nurul Jadid Desain penelitian menggunakan quasi experimental dengan menggunakan Pretes-posttest Nonequivalent Control Group. Populasi 60 orang dengan menggunakan teknik Total Sampling. Analisa data menggunakan uji wilcoxon dan uji mann whitney.Anaslisa data kebersihan gigi dan mulut anak prasekolah sebelum dan sesudah berkumur larutan madu hasil P-value 0,000, atau P <0,05. Ekstrak kurma ajwa hasil P-value 0,001, atau P <0,05. kelompok kontrol P-value 0,180, atau P <0,05. Yang artinya ada perbedaan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol Sedangkan uji statistic Mann Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok intervensi dengan nilai p=0,336 (p>0,05). larutan madu dan ektrak kurma ajwa sama-sama efektif dalam meningkatkan kebersihan gigi dan mulu
HUBUNGAN KEYAKINAN DIRI DENGAN NYERI TENSION TYPE HEADACHE PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PALARAN
Hypertension is a major risk factor contributing to mortality in Indonesia, while tension type headache (TTH) is commonly found in hypertensive patients. One of the factors believed to influence the intensity of TTH pain is self-efficacy, which refers to an individual\u27s belief in their ability to manage their health condition. This study aims to analyze the relationship between self-efficacy and TTH pain in hypertensive patients at Puskesmas Palaran, Samarinda. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 170 hypertensive patients selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires, which included the self-efficacy scale and the TTH pain scale, and analyzed using Pearson correlation with a significance level of 0.05. The results showed a significant negative correlation between self-efficacy and TTH pain (p-value = 0.001; p < 0.05) with a correlation coefficient of -0.383. This indicates that the higher the level of self-efficacy in hypertensive patients, the lower the level of TTH pain experienced. Based on these findings, it is recommended to develop interventions focused on increasing self-efficacy in hypertensive patients. Health education programs aimed at enhancing patients\u27 confidence in managing their hypertension could potentially reduce TTH symptoms and improve the patients\u27 quality of life
Hubungan Pengetahuan Dengan Kecacingan Pada Anak SD Negeri 108822 Pancur Batu Deli Serdang Sumatera Utara
Worm is an infection disease caused by the Soil Transmitted Helminth (STH) parasite and is usually found in children. Primary school children are most susceptible to infection with worm parasites due to their habit of playing on the ground with their friends. According to WHO in 2019, the prevalence of Soil Transmitted Helminth worm infection is 24% of the entire population or more than 1.5 million people. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge of primary school children and helminthiasis in children of SD Negeri 108822 Pancur Batu. This study used a correlation method with a cross sectional approach to 40 primary school children respondents. Sampling was done by purposive sampling technique. The results showed that children’s knowledge about helminthiasis in general was good (62.5%). Based on the results of the sedimentation method for worm eggs in the faeces of the participants, it was found that no worm eggs were found. Data were collected using a questionnaire with the Spearman rho statistical test. Measurements using the Spearman rho statistical test obtained a p value = 0.000, which means that there is a relationship between children’s knowledge and the incidence of helminthiasis. Based on the results of the closeness of the relationship, the value of r = -0.590 is negative, meaning that the hidgher the child’s knowledge, the lower the helminthiasis.Kecacingan merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit cacing Soil Transmitted Helminth (STH) dan biasanya sering dijumpai pada anak-anak. Anak-anak Sekolah Dasar paling rentan terinfeksi parasit cacing karena kebiasaan bermain tanah bersama dengan teman-temannya. Menurut WHO tahun 2019, prevalensi infeksi cacing Soil Transmitted Helminth sebanyak 24% dari seluruh populasi atau lebih dari 1,5 juta orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan anak SD dengan kecacingan pada anak SD Negeri 108822 Pancur Baru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional terhadap 40 responden anak SD. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan anak tentang kecacingan secara umum adalah baik (62,5%). Berdasarkan hasil pemeriksaan telur cacing metode sedimentasi pada feses peserta diperoleh bahwa tidak ditemukan telur cacing. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan uji statistic Spearman rho. Pengukuran menggunakan uji statistika Spearman rho diperoleh nilai p value = 0,000 yang artinya terdapat hubungan antara pengetahuan anak dengan kejadian kecacingan. Berdasarkan hasil keeratan hubungan didapatkan nilai r = -0,590 yang berpola negatif, artinya semakin tinggi pengetahuan anak maka semakin rendah kecacingan
PEMBERIAN INTERVENSI WATER TEPID SPONGE DAN MANAJEMEN MUAL PADA ANAK HIPERTERMIA DAN DEFISIT NUTRISI: LAPORAN KASUS
Histoplasmosis and Tuberculosis (TB) have similar clinical manifestations such as fever, weight loss, night sweats, fatigue. There is a dual diagnosis related to infections that cause febrile neutropenia and malnutrition, an emergency condition. The water tepid sponge method and nausea management need to be used. The aim of this study to determine the effect of applying water tepid sponges and management of nausea in children with hyperthermia and nutritional deficits. The Research design is a case report. The Research sample is client An. L, was diagnosed with pulmonary tuberculosis based on OAT and Histoplasmosis. The Research was carried out four days (observation, assessment, interviews, and intervention). The interventions carried out are warm compress on the forehead, water tepid sponge, combination with paracetamol, and nausea management according to the patient\u27s condition. The evaluation was carried out before and after the intervention. After nausea management, An. L experienced an increase food portions and ate regularly. Decrease in body temperature within the normal range (36.5-37.5°C) for different durations after several interventions. Providing water tepid sponge intervention and nausea management proved effective in reducing fever and increasing appetite.
Keywords: children, histoplasmosis, nausea management, pulmonary tuberculosis, water tepid sponge.ABSTRAK
Histoplasmosis dan Tuberkulosis (TB) memiliki beberapa manifestasi klinis serupa seperti demam, penurunan berat badan, keringat malam, dan kelelahan. Adanya diagnosis ganda terkait infeksi mengakibatkan komplikasi yaitu demamneutropenia dan gizi buruk, kondisi kegawatdaruratan. Sehingga metode water tepid sponge dan manajemen mual perlu dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan water tepid sponge dan manajemen mual pada anak hipertermia dan defisit nutrisi. Desain penelitian merupakan laporan kasus. Sampel penelitian yaitu klien An. L dengan diagnosis tuberkulosis paru on OAT dan Histoplasmosis. Penelitian dilakukan selama empat hari dengan observasi, pengkajian, wawancara, dan intervensi. Intervensi yang dilakukan adalah terapi kompres hangat pada dahi, water tepid sponge, kombinasi dengan paracetamol, dan manajemen mual sesuai kondisi pasien. Evaluasi dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Setelah dilakukan intervensi, didapatkan An. L mengalami peningkatan porsi makan dan makan teratur setelah dilakukan manajemen mual serta terjadi penurunan suhu tubuh dalam rentang normal (36,5-37,5°C) dalam durasi yang berbeda setelah dilakukan beberapa intervensi demam. Pemberian intervensi water tepid sponge dan manajemen mual terbukti efektif dalam menurunkan demam dan meningkatkan nafsu makan
Peningkatan Kepatuhan Protokol Kesehatan Anak Usia Sekolah Dengan Edukasi Melalui Storytelling
Bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki beberapa manifestasi klinis baik pada kondisi fisik maupun psikisnya. Manifestasi klinis yang terjadi adalah masalah gizi, hipotermia, penurunan kondisi fisiologis dan menimbulkan stress pada ibu yang berdampak pada psikologi bayi. Banyak penelitian telah meneliti keefektifan metode Kangoroo Mother Care (KMC) yang diterapkan pada bayi dan ibu dengan melihat pengaruhnya terhadap manifestasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas penelitian penerapan Kangoroo Mother Care (KMC) pada ibu dan bayi. Metode penelitian ini adalah dengan meninjau jurnal yang dikumpulkan dari beberapa database seperti Google Scholar, PubMab, PMC dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan adalah Kanguru†dan “prematur†dan “bayi†dan “prematur†dalam artikel penelitian asli. Artikel yang diulas diterbitkan dalam rentang 2015-2022. Hasil: Analisisterhadap 9 jurnal menyimpulkan bahwa penerapan Kangoroo Mother Care (KMC) berpengaruh dalam mengatasi peningkatan berat badan, peningkatan suhu tubuh, stabilitas fisiologis dan penurunan stres bagi ibu dan bayi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan asuhan menggunakan Kangoroo Mother Care (KMC) efektif diterapkan pada bayi berat lahir rendah dan telah menjadi program asuhan keperawatan pada bayi baru lahir di seluruh dunia.
Kata kunci: kangoroo Mother Care, Berat badan lahir rendah
Babies with low birth weight have a number of clinical manifestations both in their physical and psychological conditions. Clinical manifestations that occur are nutritional problems, hypothermia, decreased physiological conditions and cause stress on the mother which has an impact on the baby\u27s psychology. Many studies have examined the effectiveness of theKangoroo Mother Care (KMC) method applied to infants and mothers by looking at its effect on these manifestations. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of research on the application of Kangoroo Mother Care (KMC) to mothers and babies. This research method is by reviewing journals collected from several databases such as Google Scholar, PubMab, PMC and Science Direct. The keywords used are Kangoroo†and “preterm†and “infant†and “premature†in the original research article. The reviewed articles were published in the 2015-2022 range. Results: Analysis of 9 journals concluded that the implementation of Kangoroo Mother Care (KMC) had an effect on overcoming increased body weight, increased body temperature, physiological stability and reduced stress for mothers and babies. So that it can be concluded that the implementation of care using Kangoroo Mother Care (KMC) is effectively applied to low birth weight babies and has become a nursing care program for newborns around the world.
Keywords: Kangoroo Mother Care (KMC), low birth weight babiesKasus COVID-19 pada anak sudah terjadi diberbagai negara di dunia termasuk di Indonesia. Pencegahan yang dilakukan untuk mencegah penularan virus adalah dengan menerapkan protokol kesehatan 5M. Namun, penerapan protokol kesehatan masih tergolong kurang pada anak-anak. Sehingga diperlukan pendekatan melalui edukasi kesehatan menggunakan beberapa metode. Salah satu metode yang cocok untuk edukasi kesehatan adalah dengan storytelling. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui pengaruh metode storytelling sebagai media edukasi terhadap kepatuhan protokol kesehatan 5M pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasy eksperimental non equivalent control group dengan pendekatan one group pre-test dan post-test pada 31 responden anak usia sekolah dasar kelas 1 di SDN 07 Mendelem. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuisioner kepatuhan protokol kesehatan dan media storytelling berupa flipcart. Penelitian ini juga menggunakan uji statistik dalam analisis data. Hasil penelitian ini responden dalam penelitian mayoritas berjenis kelamin laki-laki, usia 7-8 tahun. Kepatuhan sebelum dilakukan perlakuan tergolong pada kategori cukup patuh dan setelah dilakukan perlakuan tergolong kategori patuh. Hasil uji perbandingan bivariat antara metode storytelling dengan kepatuhan protokol kesehatan 5M menunjukkan (p-value 0,000 Ë‚ 0,05). Dapat disimpulkan bahwa metode storytelling sebagai media edukasi berpengaruh terhadap kepatuhan protokol kesehatan 5M pada anak usia sekolah dasar.
Kata kunci: Anak, Kepatuhan, Protokol Kesehatan, Storytelling
PATTERN OF HANDLING FEVER CHILDREN AS A PARENTS\u27 DECISIONS IN MEDICAL TREATMENT: Umi Solikhah, Pattern of Handling Fever Children as A Parent;s Decision, 2024
Demam merupakan salah satu gejala yang timbul akibat kejadian infeksi oleh virus ataupunbakteri. Gejala demam membuat orang tua panik sesuatu akan terjadi kepada anaknya.Orang tua menempuh beberapa alternatif penanganan demam pada anak, sebelummengambil keputusan untuk ditangani petugas Kesehatan. Pola penanganan demam padaanak mungkin tidak sama antara keluarga satu dengan lainnya. Pengambilan keputusanorang tua menentukan tingkat kegawatan sakit akibat demam anak. Tujuan penelitian iniadalah untuk menunjukkan pola penanganan anak demam yang digunakan sebagaipengambilan keputusan oleh orang tua. Metode penelitian kuantitatif, deskriptif analitik.Responden adalah orang tua anak yang dirawat di rumah sakit. Pengumpulan data denganmemberikan instrument tentang penanganan demam anak dan pengambilan keputusan orang tuadalam penanganan medis. Hasil survey dianalisis secara kuantitatif, univariable dalam bentukdistribusi frekuensi sub variabel. Pengambilan data melalui interview langsung kepada responden.Hasil penelitian diperoleh bahwa pengambilan keputusan orang tua menangani demam padaanak sangat penting pada setiap keluarga untuk meningkatkan derajat Kesehatan keluarga.Sebagian besar orang tua memilih merawat demam anak sendiri, bukan prioritas untuksegera membawa ke pelayanan Kesehatan. Mereka meyakini bahwa memberikan banyakair, memberikan penurun panas, memberikan selimut dan baju hangat, diperlukan untukanak demam. Keputusan orang tua tidak tepat, sehingga direkomendasikan untukmemberikan Pendidikan Kesehatan bagi masyarakat tentang penanganan demam.Penelitian ini berkontribusi pada peningkatan kualitas keluarga sehatKata kunci: anak, demam, keputusan, penanganan
Fever is one of the symptoms that arise due to infection by viruses orbacteria. Fever symptoms make parents panic that something will happen totheir children. Parents will take several alternative treatments for fever inchildren, before making a decision to be handled by health workers. Thepattern of handling fever in children may not be the same from one family toanother. Parental decision-making determines the severity of illness due toa child\u27s fever. The purpose of this research is to show the pattern of handlingfever children used as decision making by parents. Quantitative, descriptiveanalytical research methods. The respondents were parents of children whowere hospitalized. Data collection by providing instruments on handlingchild fever and parental decision-making in medical treatment. The surveyresults were analyzed quantitatively, univariable in the form of sub-variablefrequency distribution. Data collection through direct interviews withrespondents. The results of the study found that parental decision making to deal with fever in children is very important in every family to improve thedegree of family health. Most parents choose to treat their child\u27s fever ontheir own, not a priority to immediately bring it to health services. Theybelieve that giving plenty of water, giving febrifuge, providing blankets andwarm clothes, is necessary for a child with a fever. The decision of parents isnot right, so it is recommended to provide health education for thecommunity about fever management. This research contributes toimproving the quality of healthy families.Keywords: child, decision, fever, treatmentDemam merupakan salah satu gejala yang timbul akibat kejadian infeksi oleh virus ataupun bakteri. Gejala demam membuat orang tua panik sesuatu akan terjadi kepada anaknya. Orang tua menempuh beberapa alternatif penanganan demam pada anak, sebelum mengambil keputusan untuk ditangani petugas Kesehatan. Pola penanganan demam pada anak mungkin tidak sama antara keluarga satu dengan lainnya. Pengambilan keputusan orang tua menentukan tingkat kegawatan sakit akibat demam anak. Tujuan artikel ini adalah untuk menunjukkan pola penanganan anak demam yang digunakan sebagai pengambilan keputusan oleh orang tua.
Metode penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dengan memberikan instrument tentang penanganan demam anak dan pengambilan keputusan orang tua dalam penanganan medis. Hasil survey dianalisis secara kualitatif. Pengambilan data melalui interview.
Hasil penelitian diperoleh bahwa pengambilan keputusan orang tua menangani demam pada anak sangat penting pada setiap keluarga untuk meningkatkan derajat Kesehatan keluarga. Sebagian besar orang tua memilih merawat demam anak sendiri, bukan prioritas untuk segera membawa ke pelayanan Kesehatan. Mereka meyakini bahwa memberikan banyak air, memberikan penurun panas, memberikan selimut dan baju hangat, diperlukan untuk anak demam.
Keputusan orang tua tidak tepat, sehingga direkomendasikan untuk memberikan Pendidikan Kesehatan bagi masyarakat tentang penanganan demam. Penelitian ini berkontribusi pada peningkatan kualitas keluarga sehat
PROFIL KARAKTERISTIK KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) VAKSIN CORONA VIRUS JENIS SINOVAC PADA PERAWAT KLINISI : CROSS-SECTIONAL STUDY: PROFIL KARAKTERISTIK KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) VAKSIN CORONA VIRUS JENIS SINOVAC PADA PERAWAT KLINISI : CROSS-SECTIONAL STUDY
Background: Nurses have an important role in treating patients affected by the corona virus. One of the efforts to prevent transmission is the provision of vaccination. Reactions that appear after vaccination is a natural thing. AEFI or Post-Immunization Adverse Events are generally temporary. Objective: To describe the characteristics of adverse events after immunization with the moderna type of covid-19 vaccine for nurses at the Santo Vincentius Hospital, Singkawang, West Kalimantan. Methods: This research uses quantitative descriptive with cross-sectional method. This research was conducted online through the google-form application by nurse respondents in their respective work areas. Data collection using purposive sampling technique with the number of respondents as many as 50 nurses. Results: The study found that 80% of nurses who received the Sinovac vaccine experienced AEFI. The symptoms that appear are dominated by soreness in the left arm of the injection site as much as 80% and fever as much as 70%. Conclusion: The characteristics of the emergence of AEFI in nurses who received the Sinovac type of Corona virus vaccination in this study were based on age, gender, disease history, number of AEFI incidents, types of AEFI symptoms, and duration of AEFI symptoms that appeared. Nurses already have knowledge in dealing with emerging AEFIs.
 Latar Belakang : Perawat memiliki peranan penting dalam merawat pasien yang terkena virus corona. Upaya dalam mencegah penularan adalah pemberian vaksinasi. Reaksi yang muncul setelah pemberian vaksinasi merupakan hal yang wajar. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi umumnya bersifat sementara. Tujuan : Mengetahui gambaran karakteristik Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi vaksin covid-19 jenis moderna pada perawat di RS Santo Vincentius, Singkawang, Kalimantan Barat. Metode : Penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional. Pelaksanaan penelitian secara online melalui aplikasi google-form oleh responden perawat di wilayah kerja masing-masing. Pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 perawat. Hasil : Penelitian didapatkan 80 % perawat yang mendapatkan vaksin jenis Sinovac mengalami KIPI. Gejala yang muncul didominasi pegal pada lengan kiri bekas suntikan sebanyak 80% dan demam sebanyak 70 %. Kesimpulan : Karakteristik munculnya KIPI pada perawat yang mendapatkan vaksinasi Corona virus jenis Sinovac pada penelitian ini didasarkan pada usia, jenis kelamin, riwayat penyakit, jumlah insiden KIPI, jenis gejala KIPI, dan lama gejala KIPI yang muncul. Perawat sudah memiliki pengetahuan dalam mengatasi KIPI yang muncul.
 
Holistic Intervention as Psychoeducation for Postoperative Gynecological Patients Undergoing Chemotherapy: Literature Review
Jumlah perempuan penyintas kanker reproduksi dan ginekologi yang melakukan kemoterapi semakin meningkat. Pasien ginekologi memiliki cara mengatasi keluhan terutama pasca pengobatan dengan unik dan mudah. Tujuan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi intervensi keperawatan holistik yang berhubungan dengan aspek psikoedukasi pada pasien ginekologi post operasi yang menjalani kemoterapi. Artikel dari 5 database meliputi Google schoolar, Science Direct, Scopus, Pubmed dari tahun 2015-2025, usia 20-45 tahun dengan penyakit ginekologi post operasi serta menjalani kemoterapi. Penilaian resiko bias menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI). Dari 240 artikel, terdapat 15 artikel yang ditinjau dalam literatur review ini. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat penyintas kanker reproduksi dan kanker atau gangguan ginekologi (ovarium, serviks, , dan payudara), serta keseluruhan menjalani kemoterapi. Keluhan yang ditimbulkan akibat pengobatan kemoterapi mengakibatkan tantangan dan dilema bagi pasien, dimana pasien dituntut harus mampu mengobtrol dna juga menerapkan intervensi yang tepat selain menggunakan terapi farmakologi. Intervensi holistik memasukkan unsur mind, body dan soul ke dalam setiap gerakan, tehnik, dan positive mind ke dalam diri pasien. Tenaga kesehatan saat ini harus mampu juga memberikan pendidikan kesehatan berbasis holistik komprehensif untuk mendukung semangat juang pasien penyintas kanker reproduksi dan ginekologi
Keywords: Holistik, intervensi, ginekologi, post operasi, kemoterapiJumlah perempuan penyintas kanker reproduksi dan ginekologi yang melakukan kemoterapi semakin meningkat. Pasien ginekologi memiliki cara mengatasi keluhan terutama pasca pengobatan dengan unik dan mudah. Tujuan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi intervensi keperawatan holistik yang berhubungan dengan aspek psikoedukasi pada pasien ginekologi post operasi yang menjalani kemoterapi. Artikel dari 5 database meliputi Google schoolar, Science Direct, Scopus, Pubmed dari tahun 2015-2025, usia 20-45 tahun dengan penyakit ginekologi post operasi serta menjalani kemoterapi. Penilaian resiko bias menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI). Dari 240 artikel, terdapat 15 artikel yang ditinjau dalam literatur review ini. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat penyintas kanker reproduksi dan kanker atau gangguan ginekologi (ovarium, serviks, , dan payudara), serta keseluruhan menjalani kemoterapi. Keluhan yang ditimbulkan akibat pengobatan kemoterapi mengakibatkan tantangan dan dilema bagi pasien, dimana pasien dituntut harus mampu mengobtrol dna juga menerapkan intervensi yang tepat selain menggunakan terapi farmakologi. Intervensi holistik memasukkan unsur mind, body dan soul ke dalam setiap gerakan, tehnik, dan positive mind ke dalam diri pasien. Tenaga kesehatan saat ini harus mampu juga memberikan pendidikan kesehatan berbasis holistik komprehensif untuk mendukung semangat juang pasien penyintas kanker reproduksi dan ginekologi.