Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    Determinant Factors of Nurse Job Satisfaction in Hospital Ward

    No full text
    An unmanaged nurse performance satisfaction could reduce productivity, motivation, organisational commitment, and performance, increasing absenteeism and work turnover. Nurse performance satisfaction could be affected by needs, aspirations, allowance, behaviour, income, leadership style, job, workload, work environment, facility, leadership, promotion, work partner, supervisor, productivity, work efficacy, policy, and work condition. This study aims to determine the factors related to Inpatient Ward Nurse Performance Satisfaction at KRMT Wongsonegoro Hospital. It is an associative quantitative study using a cross-sectional approach. The research subject was an hospital ward nurse with criteria such as practitioner nurse with a diploma, bachelor\u27s, or professional degree with a minimum of a year of working experience. One hundred forty-eight respondents were chosen using proportionate simple random sampling. The research focuses on measuring determinant factors that affect nurses\u27 performance satisfaction using analysis of multiple linear regression tests with a backward method. The research finding shows the determinant variable of nurse performance satisfaction are nurse perception toward the leadership of the chief nurse (X1), nurse perception toward work (X2), and nurse perception toward workload (X3). The variables show significant positive relationships that simultaneously affect nurse performance satisfaction (Y) at 83.3%. The dominant variable that affects nurse performance satisfaction (Y) is nurse perception toward work (X2). It is because the knowledge owned by nurse make them happy and positively impact their responsibility. The unity between knowledge, feeling, and responsibility signifies accomplished nurse work satisfaction

    hubungan tingkat stres dengan self management pada penderita diabetes mellitus tipe II

    No full text
    Diabetes Mellitus merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Pengobatan Diabetes mellitus membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga membuat pasien tersebut stres. Stres itu sendiri merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kadar gula darah naik. Penyandang Diabetes mellitus harus memiliki manajemen stres yang baik agar self management dapat dilakukan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan self management Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II yang dilakukan di Puskesmas Pandanaran. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh pasien Diabetes Mellitus Tipe II yang berkunjung di kegiatan PROLANIS dengan jumlah sampel 34 responden. Teknik sampel yang digunakan yaitu accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan tingkat stress sedang sebesar 20 (58,8%) responden, dan tingkat self management dalam kategori cukup sebesar 17 (50,0%) responden. Hasil Analisa data menggunakan uji spearman rank didapatkan nilai p value 0,014 yang berarti terdapat hubungan antara tingkat stress dengan self management pada penderita Diabetes Mellitus dengan koefisien korelasi r=-0,417 yang artinya hubungan antara tingkat stress dengan self management berada pada kategori sedang dengan arah hubungan negative yang artinya semakin tinggi tingkat stress maka akan semakin rendah self management pada penderita DM tipe II. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan bagi pelayanan kesehatan untuk dapat meningkatkan kontrol stres dan tata laksana terhadap self management dengan baik. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Self management, Tingkat StresDiabetes Mellitus merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Pengobatan Diabetes mellitus membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga membuat pasien tersebut stres. Stres itu sendiri merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kadar gula darah naik. Penyandang Diabetes mellitus harus memiliki manajemen stres yang baik agar self management dapat dilakukan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan self management Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II yang dilakukan di Puskesmas Pandanaran. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh pasien Diabetes Mellitus Tipe II yang berkunjung di kegiatan PROLANIS dengan jumlah sampel 34 responden. Teknik sampel yang digunakan yaitu accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan tingkat stress sedang sebesar 20 (58,8%) responden, dan tingkat self management dalam kategori cukup sebesar 17 (50,0%) responden. Hasil Analisa data menggunakan uji spearman rank didapatkan nilai p value 0,014 yang berarti terdapat hubungan antara tingkat stress dengan self management pada penderita Diabetes Mellitus dengan koefisien korelasi r=-0,417 yang artinya hubungan antara tingkat stress dengan self management berada pada kategori sedang dengan arah hubungan negative yang artinya semakin tinggi tingkat stress maka akan semakin rendah self management pada penderita DM tipe II. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan bagi pelayanan kesehatan untuk dapat meningkatkan kontrol stres dan tata laksana terhadap self management dengan baik

    Tinjauan Sistematis: Peningkatan Akurasi Hasil Triage Menggunakan Aplikasi Triage Digital: Tinjauan Sistematis: Peningkatan Akurasi Hasil Triage Menggunakan Aplikasi Triage Digital

    No full text
    Triage in the ER is an important mechanism in the process of handling crises and disasters. Inaccuracies in determining triage results have an impact on the prospects for life expectancy and patient morbidity. One effort that can be done is to create an algorithm that is compiled through a computer system and is realized in the form of desktop-based applications, web services and mobile applications on smartphones. Clinical evidence related to the use of digital triage applications is still very limited.to provide an overview of the effectiveness of digital triage applications in increasing the accuracy of triage results based on evidence based research. This research is a literature study with a PRISMA approach. Systematic review using PICO. The search databases used are Google Schoolar, PubMed, Cochrane and Wiley Online Library with keywords triage, digital, desktop, application and accuracy. Critical appraisal of journals using The Joanna Briggs Institute (JBI). Based on the 7 research articles reviewed, it was found that the use of digital triage applications is quite easy to implement, appropriate in accordance with current technological developments and has proven to be effective in increasing the accuracy of triage results. The weakness is not all hospitals use a same database in their hospital information system so that some applications cannot be integrated. Some literature also reports that respondents take longer in time to use digital triage applications than the manual version. Digital triage applications such as TRIAGIST, Major Trauma Triage Tool and ESI Triage significantly increase the accuracy of triage results for triage officers.Triage di IGD merupakan mekanisme penting dalam proses penanganan krisis dan bencana. Ketidaktepatan dalam menentukan hasil triage berdampak pada prospek harapan hidup dan morbiditas pasien. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membuat algoritma yang disusun melalui sistem komputer dan diwujudkan dalam bentuk aplikasi berbasis desktop, web service dan aplikasi mobile pada smartphone. Bukti klinis terkait penggunaan aplikasi triage digital masih sangat terbatas..Untuk memberikan gambaran keefektifan aplikasi triage digital terhadap peningkatan akurasi hasil triage berdasarkan evidence based research. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan pendekatan PRISMA. Tinjauan sistematis menggunakan PICO. Penelusuran database menggunakan Google Schoolar, PubMed, Cochrane dan Wiley Online Library dengan kata kunci triage, digital, dekstop, apllication dan accuracy. Penilaian kritis jurnal menggunakan The Joanna Briggh Institute (JBI). Berdasarkan 7 artikel penelitian yang review, didapatkan bahwa penggunaan aplikasi triage digital cukup mudah diimplementasikan, sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini dan terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi hasil triage. Kelemahannya adalah tidak semua rumah sakit menggunakan database yang sama dalam sistem informasi rumah sakitnya sehingga beberapa aplikasi tidak dapat terintegrasi. Beberapa literatur juga melaporkan bahwa responden membutuhkan waktu lebih lama untuk menggunakan aplikasi triage digital dibandingkan dengan versi manual. Aplikasi triage digital seperti TRIAGIST, Major Trauma Triage Tool dan ESI Triage secara signifikan meningkatkan akurasi hasil triage bagi petugas triage

    GAMBARAN PENATALAKSANAAN KEGAWATDARURATAN PSIKIATRI DI INSTASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI JAWA BARAT

    No full text
    Orang dengan gangguan jiwa di masyarakat mengalami peningkatan sehingga yang mengalami kegawatdaruratan psikiatri juga mengalami peningkatan, sejalan dengan hal tersebut dibutuhkan penanganan kegawatdaruratan psikiatri sesuai dengan metode yang seharusnya agar tidak membahayakan pasien, tenaga Kesehatan, keluarga dan masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi gambaran penatalaksanaan kegawatdaruratan psikiatri di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi  berjumlah 730 data rekam medik pasien yang melakukan kunjungan ke IGD RSJP Jawa Barat. Pengumpulan data   dengan  pendekatan  retrospektif menggunakan data sekunder. Hasil peneilitian didapatkan sebanyak 576 responden (78.9 %) dengan observasi perilaku dan 154 responden (21.1%) dengan tindakan Fixasi/restrain. Analisis peneliti penggunaan obat saat ini lebih bertujuan untuk menenangkan pasien dan mengurangi agresivitas, tetapi pemeriksa masih memungkinkan untuk melakukan pemeriksaan yang diperlukan. Kesimpulan penanganan kegawatdaruratan psikiatri diutamakan dengan terapi psikofarmaka, sedangkan untuk pelaksanaan restrain di lakukan apabila kondisi pasien tidak dapat ditenangkan dan membahayakan diri sendiri dan orang lain

    PENGARUH TERAPI BERMAIN ORIGAMI TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA HALUSINASI DI RUANG SHINTA RAWAT INAP PSIKIATRI ANAK DAN REMAJA PKJN RSJ. dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR TAHUN 2023

    No full text
    Terapi bermain origami yaitu terapi yang dilakukan dengan seni melipat kertas dan dapat menghasilkan bentuk hiasan untuk dekorasi, terapi origami dapat melatih konsentrasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain origami terhadap penurunan tanda dan gejala pada pasien halusinasi di Ruang Shinta rawat inap psikiatri anak dan remaja PKJN RSJ. dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian ini adalah Pre-Experimental Design dengan bentuk One-Group Pretest-Postest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 15 orang. Analisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara tanda dan gejala pada pasien halusinasi sebelum dan sesudah pemberian terapi bermain origami yang ditunjukkan dengan hasil analisis Paired Sample T-Test dimana hasil signifikasi nilai p: 0,000 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terapi bermain origami terhadap penurunan tanda dan gejala pada pasien halusinasi di Ruang Shinta rawat inap psikiatri anak dan remaja PKJN RSJ. dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor tahun 2023. Terapi bermain origami ini bisa diterapkan oleh perawat ruangan dalam memberikan intervensi terapi non farmakologi terhadap pasien-pasien anak dan remaja dengan halusinasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terapi bermain origami terhadap penurunan tanda dan gejala pada pasien halusinasi di Ruang Shinta rawat inap psikiatri anak dan remaja PKJN RSJ. dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor tahun 2023. Terapi bermain origami ini bisa diterapkan oleh perawat ruangan dalam memberikan intervensi terapi non farmakologi terhadap pasien-pasien anak dan remaja dengan halusinasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terapi bermain origami terhadap penurunan tanda dan gejala pada pasien halusinasi di Ruang Shinta rawat inap psikiatri anak dan remaja PKJN RSJ. dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor tahun 2023. Terapi bermain origami ini bisa diterapkan oleh perawat ruangan dalam memberikan intervensi terapi non farmakologi terhadap pasien-pasien anak dan remaja dengan halusinasi

    EFEKTIVITAS PIJAT OKETANI TERHADAP PRODUKSI ASI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

    No full text
    Background: Oketani massage is a massage that can increase breast milk output. This study aims to determine the effectiveness of oketani massage on breast milk production. Methods: This study uses a literature review method. The search was limited to articles published from 2017-2021 with quantitative research types. Searches were done on databases such as Google Scholar, Sage, Proquest, Ebsco, and Cochrane, with the keywords oketani massage dan breast milk production. Results: Based on the search results found as many as 58 articles. Then after the screening stage, 9 articles were obtained for review. Based on the review, it was stated that oketani massage can increase the quantity and quality of breast milk production as measured by weighing the baby’s weight, measuring prolactin and oxytocin levels, using IBFAT questionnaire, observation sheet for breast milk production, and assessing the mother’s perception. Conclusion: Oketani massage has effectiveness in increasing breast milk production in postpartum mothers and breastfeeding mothers.

    PENGALAMAN PERAWAT MERAWAT PASIEN COVID-19 : TINJAUAN LITERATUR

    No full text
    Pendahuluan : COVID-19 menyebabkan perawat mengalami tekanan mental seperti ketakutan, kecemasan, dan kelemahan fisik saat merawat pasien COVID-19. Perawat yang berada digaris depan dalam memerangi penyakit COVID-19 dapat memberikan pengalaman berharga, namun pengalaman tersebut dapat dipengaruhi oleh tiap persepsi individu yang berbeda. Pembagian tugas dan tingkat pengalaman diantara anggota tim juga dapat berbeda. COVID-19 adalah penyakit baru, kemungkinan sistem medis dan budaya di berbagai negara berbeda-beda, sehingga kami ingin melihat pengalaman mereka selama merawat pasien COVID-19 melalui tinjauan literatur. Metode: pencarian literatur pada Pubmed menggunakan kata kunci “nursing experience†AND “COVID-19†AND “study phenomenologyâ€. Kriteria inklusi antara lain full text, berbahasa Inggris, studi kualitatif, Tahun terbit 2020, teks penuh serta melaporkan pengalaman merawat COVID-19 yang dituangkan dalam tema. Peneliti mengekstrak data dengan melihat judul penelitian, metode yang digunakan, sampel serta hasil penelitian. Sebanyak 5 artikel dipilih kemudian dianalisis. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa pengalaman perawat dalam merawat pasien COVID-19 berbeda-beda sesuai persepsi dan pengalaman masing-masing. Rasa Takut dan cemas akan terkontainasi hal yang paling banyak muncul diungkapkan. Disisi lain, menjadi perawat adalah sebuah tugas mulia mengembangkan profesionalisme perawat. Simpulan: Pengalaman merawat COVID-19 adalah pekerjaan mulia. Dukungan keluarga maupun pemerintah sangat penting mengatasi wabah ini. Vaksinasi COVID-19 harus gencar digiatkan.   Keywords: nursing experience; COVID-19; study phenomenolog

    THE RELATIONSHIP BETWEEN THE LEVEL OF KNOWLEDGE AND THE ATTITUDE OF DIABETES MELLITUS PATIENTS ABOUT MOIST WOUND HEALING AT RUMAT CLINIC JAKARTA.: THE RELATIONSHIP BETWEEN THE LEVEL OF KNOWLEDGE AND THE ATTITUDE OF DIABETES MELLITUS PATIENTS ABOUT MOIST WOUND HEALING AT RUMAT CLINIC JAKARTA.

    No full text
    Diabetes mellitus is a condition of metabolic disorders characterized by an increase or condition where blood sugar levels increase or excessive which is a decrease in insulin production or insulin percentage. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge and the attitude of diabetes mellitus patients about moist wound healing at Rumat Clinic Jakarta. This type of research uses quantitative methods with an analytical observational type of research, namely research without intervention. This study used a Cross-Sectional research design". With the aim to see the relationship between the level of knowledge and the attitude of diabetes mellitus patients about moist wound healing at Rumat Clinic Jakarta.Research with a total of 80 subjects obtained. Based on the results of the Chi-Square test shows that the p-value (<0.001 < a 0.05). This proves that there is a relationship between the level of knowledge and the attitude of diabetes mellitus patients about moist wound healing at Rumat Clinic Jakarta

    Kesiapan Perawat Dalam Penerapan Teknologi Informasi

    No full text
    Perkembangan dibidang teknologi sangat pesat terutama dalam dunia teknologi informasi. Dalam dunia kesehatan saat ini khususnya dalam aspek keperawatan modern telah memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan perawat dalam penerapan teknologi informasi di Rumah Sakit Sint Carolus Jakarta. Desain dalam penelitian mengunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah perawat diunit rawat inap, unit gawat darurat, unit rawat jalan, unit intensif serta unit hemodialisa RS X. Sampel yang digunakan adalah teknik total sampling berjumlah 207 responden. Hasil analisis univariat  mengenai kesiapan didapatkan data sebanyak 195 responden ( 94,2%) menyatakan siap dan sebanyak 12 responden (5,8%) menyatakan tidak siap dalam melaksanakan teknologi informasi dirumah sakit. Hasil penelitian bivariat menunjukan bahwa: ada hubungan bermakna antara faktor internal yaitu (usia(p=0,008), jenis kelamin(p=0,011),  tingkat pendidikan (p=0,037) serta pengetahuan perawat(p=0,046)), faktor teknologi terdapat hubungan (p=0,037). Namun tidak terdapat hubungan antara faktor manajemen organisasi dimana didapatkan nilai p=0,466 dimana p>0,05. Peningkatan  kualitas layanan diperlukan kesiapan dari sumber daya manusia yang siap akan pengetahuan keterampilan dan pelatihan yang cukup

    Persepsi perawat pelaksana terhadap supervisi kepala ruang mempengaruhi ketepatan diagnosa keperawatan di ruang rawat inap

    No full text
    Ketepatan diagnosa keperawatan mempengaruhi dari tujuan rencana keperawatan, sehingga implementasi yang kita lakukan sesuai dengan masalah kesehatan yang dialami oleh klien. Ketepatan diagnosa keperawatan mempengaruhi dari mutu pelayanan keperawatan yang berdampak kepada kepuasan klien dalam menerima pelayanan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi perawat pelaksan terhadap supervisi kepala ruang dengan ketepatan diagnosis keperawatan berbasis SDKI di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelaSI, dengan pendekatan Cross-Sectional, dilakukan di 17 ruang rawat inap. Sampel yang digunakan sebanyak 75-responden dengan teknik Stratified random sampling. Uji spearman dengan nilai P value 0,000 (<0,05) dengan nilai correlation coefficient adalah 0,603. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara persepsi perawat pelaksana terhadap pelaksanaan supervisi kepala ruang dengan ketepatan diagnosa keperawatan berbasis SDKI di ruang rawat inap Rumah Sakit X

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇