Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
566 research outputs found
Sort by
Depresi dan Ide BUnuh Diri pada Mahasiswa Tingkat Akhir : STUDI CROSS SECTIONAL
Mahasiswa mempunyai kewajiban untuk mengerjakan tugas seperti makalah, melakukan presentasi, praktek lapangan, dan tugas akhir berupa skripsi yang membuat mahasiswa stres, bahkan depresi. Menurut World Health Organization (WHO) sekitar 300 juta orang di seluruh dunia menderita depresi, dengan prevalensi di Indonesia sekitar 15,6juta orang(3,7%). Dari depresi ini mengakibatkan muncul sekitar 5% untuk ide bunuh diri, dan mahasiswa rentan terhadap hal ini. Studi ini untuk mengetahui tingkat depresi dan ide bunuh diri pada mahasiswa tingkat akhir. Metode penelitian pada mahasiswa tingkat akhir sebanyak 103 sampel dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Beck Depression Inventory (BDI) dan Beck Scale for Suicide Ideation (BSSI). Hasil penelitian menunjukkan tingkat depresi pada mahasiswa tingkat akhir dengan gejala sedang 20(19,6%) dan gejala berat 4(3,9%), sedangkan resiko tinggi dengan ide bunuh diri yaitu 8(7,7%). Berdasarkan hasil uji korelasi didapatkan nilai r = 0,654 dengan p value = 0,00 artinya semakin rendah depresi maka semakin rendah pula keinginan untuk bunuh diri. Intervensi yang tepat untuk mengurangi risiko bunuh diri serta menyediakan sumber daya dan dukungan yang memadai untuk kesehatan mental untuk mencegah dan mengurangi risiko ide bunuh diri serta meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa
Terapi Supportif Pada ODGJ Sebagai Upaya Pencegahan Bunuh Diri-Literatur Review: Khofifah Putri Nurhastin, Idha Fibria Mukmala Lina, Fatimatul Zahrok
Terapi suportif yaitu sebuah psikoterapi yang ditujukan kepada individu maupun kelompok yang ingin mengevaluasi diri. Pasien ODGJ adalah seseorang yang memiliki gangguan mental, pikiran dan pola tingkah laku yang tidal sesuai di masyarakat. Pasien ODGJ rentan memiliki dorongan untuk bunuh diri. Sebesar 80% - 90 % kasus bunuh diri diaakibatkan oleh kecemasan dan depresi. Pada kasus pasien dengan tanda dan gejala mengurung diri dan tidak mau untuk terbuka kepada keluarga, pasien tersebut semakin hari semakin deperesi sehingga memicu terjadinya dorongan bunuh diri. Artikel ini dilakukan dengan menggunakan metode literatur review. Dibuat dengan tujuan untuk mengetahui apakah terapi suportif dapat mencegah terjadinya kasus ODGJ memiliki keinginan bunuh diri. Dari hasil analilis beberapa artikel yang didapatkan, terapi suportif efektif untuk mendukung dan memotivasi ODGJ agar tidak ada dorongan bunuh diri. Edukasi terapi suportif juga dilakukan oleh keluarga. Sebelum ke pasien keluaga pasien diberikan pengetahuan tentang bagaiaman cara merawat serta meberikan motivasi kepada pasien untuk sembuh dan kembali beraktifitas seperti semula. Dengan begitu pasien memiliki keinginan untuk sembuh dari gangguan psikisnya.Terapi suportif yaitu sebuah psikoterapi yang ditujukan kepada individu maupun kelompok yang ingin mengevaluasi diri. Pasien ODGJ adalah seseorang yang memiliki gangguan mental, pikiran dan pola tingkah laku yang tidal sesuai di masyarakat. Pasien ODGJ rentan memiliki dorongan untuk bunuh diri. Sebesar 80% - 90 % kasus bunuh diri diaakibatkan oleh kecemasan dan depresi. Pada kasus pasien dengan tanda dan gejala mengurung diri dan tidak mau untuk terbuka kepada keluarga, pasien tersebut semakin hari semakin deperesi sehingga memicu terjadinya dorongan bunuh diri. Artikel ini dilakukan dengan menggunakan metode literatur review. Dibuat dengan tujuan untuk mengetahui apakah terapi suportif dapat mencegah terjadinya kasus ODGJ memiliki keinginan bunuh diri. Dari hasil analilis beberapa artikel yang didapatkan, terapi suportif efektif untuk mendukung dan memotivasi ODGJ agar tidak ada dorongan bunuh diri. Edukasi terapi suportif juga dilakukan oleh keluarga. Sebelum ke pasien keluaga pasien diberikan pengetahuan tentang bagaiaman cara merawat serta meberikan motivasi kepada pasien untuk sembuh dan kembali beraktifitas seperti semula. Dengan begitu pasien memiliki keinginan untuk sembuh dari gangguan psikisnya
ANALISIS PENGARUH HYPNOBREASTFEEDING TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI: STUDI LITERATURE REVIEW
Background: Poor breast milk production is one of the factors causing failure in breastfeeding. One way to increase breast milk production non-pharmacologically is hypnobreastfeeding. Objective: To analyze the effect of hypnobreastfeeding on breast milk production in breastfeeding mothers. Method: The research design used was a literature review using secondary data. Results: Respondents were post partum mothers from day 0-6 months. The majority age ranges from 20-35 years with a secondary education level. The majority of parity status is primipara with a history of normal delivery and caesarean section. The dominant time for hypnobreastfeeding during the taking hold period is twice a day. How to do this can be by listening to hypnobreastfeeding recordings which contain positive affirmations or by giving positive affirmation sentences directly. The questionnaire used to determine breast milk production is predominantly used, namely observation. Hypnobreastfeeding is proven to increase breast milk production. Conclusion: Hypnobreastfeeding has been proven to have an effect on increasing breast milk production in breastfeeding mothers as evidenced by 8 articles with a p-value <0.05
Key words: breast milk production, hypnobreastfeeding, increas
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN (DMPA) DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN DAN MELASMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKOREJO PASURUAN
Background: The most widely used contraceptive by active family planning users in Indonesia is injectable hormonal contraception. This is due to the fact that the most popular birth control method in the community is effective, practical, and relatively low cost and safe with a low failure rate. Some side effects that often occur in injectable birth control acceptors are weight gain and melasma.
 Objective: This study aims to determine the relationship between the length of use of 3-month injectable contraceptives with weight gain and melasma in the Sukorejo health center work area, Pasuruan.
Methods: This research is a quantitative study, with a case control design with a sampling technique using multistage sampling. Researchers took secondary data from medical records using observation sheets with a total sample consisting of 36 case groups and 36 control groups, the data were analyzed using the chi square test with a confidence level of α < 0.05.
Results: The results showed that there was a relationship between the length of use of 3-month injectable contraceptives (DMPA) with increased body weight (p<0.05; OR: 12.571), there was a relationship between the length of use of 3-month injectable contraceptives (DMPA) with melasma (p<0.05; OR: 12.571).
Conclusion: Long use of hormonal contraceptives >24 months is more at risk of 12.571 times the increase in body weight and melasma compared to the use of 1-24 months. The longer the use of 3-month injectable contraceptives, the more risk of weight gain and melasma.
Key words: 3-month injectable contraceptives; weight; melasm
GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA MENGGUNAKAN MINI-MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE) DI KELURAHAN KAUMAN KIDUL SALATIGA
One of the natural processes in the development phase of the elderly is mental disorders. Mental disorders in the form of decreased cognitive function include perception, thinking, disorientation towards time and place and difficulty accepting new ideas. The nurse\u27s role in this case is to carry out health screening to detect early mental health in the elderly. The aim of this research is to determine the results of the analysis of the cognitive function of the elderly using the Mini-Mental State Examination (MMSE) in Kauman Kidul Village, Salatiga City. This research design uses a descriptive method with a descriptive analytical approach. Sampling using proportional random sampling obtained a sample of 203 respondents. Data collection used the Mini-Mental State Examination (MMSE) instrument with a validity value of r: 0.776 and reliability r: 0.827. The research results showed that there were 124 elderly respondents with normal cognitive function, 74 respondents with mild cognitive impairment, and 5 respondents with moderate cognitive impairment. The results of the research showed that the number of elderly with normal cognitive function was greater than the elderly who experienced decreased cognitive function, this was because the elderly in this study were dominated by young elderly. However, elderly people who experience cognitive decline cannot be avoided because it could be due to physiological changes in brain structure that occur normally as they age. Â The elderly are expected to change and maintain an active lifestyle and participate in certain activities throughout their lives to prevent a decline in cognitive function and families are expected to provide emotional support in the form of special attention to the elderly to prevent impairment of their cognitive function
Upaya Peningkatan Koping Mekanisme untuk Menurunkan Kecemasan Kader Kesehatan Jiwa dalam Menangani ODGJ Melalui Teknik Relaksasi Otot Progresif dan Mindfullness Spiritual Islam
Data Riskesdas melaporkan prevalensi gangguan jiwa berat semakin meningkat di Indonesia, tahun 2013 sebesar 1,7‰ rumah tangga dan ditahun 2018 meningkat menjadi 7‰ rumah tangga. Begitu juga di Desa Karangkedawung, saat ini terdata sebanyak 23 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Penanganan ODGJ perlu kerjasama dari berbagai pihak, salah satunya adalah kerjasama dengan kader kesehatan jiwa yang ada di desa. Kader kesehatan jiwa merupakan perpanjangan tangan pelayanan puskesmas, karena kader merupakan bagian dari masyarakat dianggap lebih dekat dan mampu menjangkau masyarakat.
Kader kesehatan jiwa diharapkan dapat melakukan tindakan manajemen kasus gangguan jiwa di masyarakat, mereka telah mendapatkan edukasi terkait kesehatan jiwa serta penanganan masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Meskipun demikian, tidak jarang kader masih merasakan kecemasan ketika harus berhadap langsung dengan ODGJ. Kecemasan yang dirasakan oleh kader tidak lain akibat stigma negative yang melekat pada ODGJ yang dianggap berbahaya, tidak dapat dipresiksi, rentan terhadap kekerasan, bau, jorok dan lain sebagainya.
Perasaan kecemasan yang dialami oleh kader dapat menghalangi kader menjalankan tugasnya dengan baik dan optimal, maka kader perlu diberikan intervensi untuk meningkatkan koping mekanisme guna menurunkan kecemasan yang dialami. Teknik mengatasi kecemasan antara lain bisa dilakukan dengan teknik relaksasi otot progresif dan mindfulness spiritual islam. Estria & Trihadi (2020) menyatakan dalam hasil penelitiannya bahwa relaksasi otot progresif dan mindfulness spiritual islam dapat menurunkan kecemasan mahasiswa (p value 0,0001) yang akan praktik di RS Jiwa.
Target luaran yang akan dicapai dalam pengabdian ini adalah publikasi di Gemassika: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Sinta 3 terbitan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah Surakarta dan HKI berupa poster.
Rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh penulis, kader akan diberikan program pelatihan yang terdiri dari 3 sesi. Sesi pertama adalah edukasi terkait koping mekanisme dan pemutaran film stop stigma karya Wardani dan Estria (2020). Sesi kedua diberikan pelatihan cara meningkatkan koping mekanisme dengan relaksasi otot progresif dan mindfulness spiritual islam serta mempraktikannya. Sesi ketiga kader diberikan challenge untuk menghadapi ODGJ serta berkomunikasi dan memenuhi kebutuhan dasar (memberikan makan minum dan/atau memandikan dan/atau memotong rambut). Metode transfer IPTEK dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, simulasi, roleplay, praktik mandiri, monitoring dan evaluas
Hubungan Tipe Kepribadian Hippocrates-Galenus Dengan Tingkat Kepercayaan Diri Pada Remaja di SMA Negeri 5 Magelang: Hubungan Tipe Kepribadian Hippocrates-Galenus Dengan Tingkat Kepercayan Diri Pada Remaja di SMA Negeri 5 Magelang
Remaja merupakan masa menuju dewasa dan sedang dalam proses pencarian identitas diri serta sering kali mengalami permasalahan terhadap kepercayaan dirinya. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang berupa keyakinan akan kemampuan diri sendiri sehingga tidak terpengaruh oleh orang lain. Adanya perbedaan tingkat kepercayaan diri dapat dipengaruhi oleh tipe kepribadian. Untuk itu, remaja perlu memahami tipe kepribadiannya sehingga mampu beradaptasi dan mengoptimalkan kemampuannya sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian Hippocrates-Galenus dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di SMA Negeri 5 Magelang. Metode yang digunakan adalah korelasi cross sectional dengan teknik sampling purposive sampling dan jumlah sampel 277 orang. Pengumpulan data tipe kepribadian Hippocrates-Galenus menggunakan kuesioneryang terdapat dalam buku Personality Pluss, sedangkan kuesioner tingkat kepercayaan diri menggunakan kuesioner kepercayaan diri. Untuk menguji hubungan kedua variabel menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil Uji Chi Square menunjukkan nilai p < 0.05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian Hippocrates-Galenus dengantingkat kepercayaan diri. Kesimpulan penelitian ini adalah Ada hubungan tipe kepribadian Hippocrates-Galenus dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di SMA Negeri 5 Magelang.Kata kunci : Tipe Kepribadian Hippocrates-Galenus, Tingkat Kepercayaan Diri, Remaja.Adolescence is a period towards adulthood and is in the process of searching for self-identity and often experiences problems with self-confidence. Self-confidence is one aspect of personality in the form of belief in one\u27s own abilities so that it is not influenced by others. The existence of different levels of self-confidence can be influenced by personality type. For this reason, teenagers need to understand their personality type so that they are able to adapt and optimize their abilities so that they can increase their self-confidence. This study aims to determine the relationship between the Hippocrates-Galenus personality type and the level ofself-confidence in adolescents at SMA Negeri 5 Magelang. The method used is cross sectional correlation with purposive sampling technique and the number of samples is 277 people. The data collection of the Hippocrates-Galenus personality type used a questionnaire contained in the Personality Pluss book, while the self-confidence questionnaire used a self-confidence questionnaire. To test the relationship between the two variables using the Chi Square statistical test. Chi Square test results show p value <0.05, which means there is a significant relationship between the Hippocrates-Galenus personality type and the level of self- confidence. There is a relationship between the Hippocrates-Galenus personality type and the level of self-confidence in adolescents at SMA Negeri 5 Magelang.Keywords: Hippocrates-Galenus Personality Type, Self Confidence Level, AdolescentsRemaja merupakan masa menuju dewasa dan sedang dalam proses pencarian identitas diri serta sering kali mengalami permasalahan terhadap kepercayaan dirinya. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang berupa keyakinan akan kemampuan diri sendiri sehingga tidak terpengaruh oleh orang lain. Adanya perbedaan tingkat kepercayaan diri dapat dipengaruhi oleh tipe kepribadian. Untuk itu, remaja perlu memahami tipe kepribadiannya sehingga mampu beradaptasi dan mengoptimalkan kemampuannya sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian Hippocrates-Galenus dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di SMA Negeri 5 Magelang. Metode yang digunakan adalah korelasi cross sectional dengan teknik sampling purposive sampling dan jumlah sampel 277 orang. Pengumpulan data tipe kepribadian Hippocrates-Galenus menggunakan kuesioner yang terdapat dalam buku Personality Pluss, sedangkan kuesioner tingkat kepercayaan diri menggunakan kuesioner kepercayaan diri. Untuk menguji hubungan kedua variabel menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil Uji Chi Square menunjukkan nilai p < 0.05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian Hippocrates-Galenus dengan tingkat kepercayaan diri. Kesimpulan penelitian ini adalah Ada hubungan tipe kepribadian Hippocrates-Galenus dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di SMA Negeri 5 Magelang
KOMBINASI CONTRAST BATH DAN RANGE OF MOTION MAMPU PENURUNAN SKALA NYERI PADA PENDERITA OSTEOARTHIRITIS
Osteoarthritis merupakan suatu gangguan kesehatan degenerative dimana terjadikekakuan dan peradangan pada persendian yang ditandai dengan kerusakan rawansendisehingga dapat menyebabkan nyeri pada sendi leher, tangan, punggung, dan yang palingsering adalah pada lutut. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kombinasicontrast bath dan range of motion terhadap penurunan skala nyeri pada penderitaosteoarthritis di Desa Kaligerman Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan.Desain penelitian menggunakan pre-ekspiremental (one group pre-post-test),menggunakan teknik consecutive sampling dengan 31 responden. Variabel independenpenelitian adalah contrast bath dan range of motion dengan variabel dependen skalanyeri. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, SOP contrast bath dan rangeof motion. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan rata- rata skala nyeri sebelum diberiintervensi 4,03 dan sesudah diberi intervensi 2,65. Uji statistik wilcoxon pre-post skalanyeri dengan nilai signifikan p=0.001 (p<0.005)terdapat pengaruh kombinasi contrastbath dan range of motion terhadap penurunan skala nyeri pada penderita osteoarthritisdi Desa Kaligerman KecamatanKaranggeneng Kabupaten Lamongan. Pemberian terapidiharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menjadi terapialternatif non medis dalam menurunkan skala nyeri.Kata Kunci : Osteoarthritis, Skala Nyeri, Range Of Motion, Contrast Bath.ABSTRACTOsteoarthritis is a degenerative health disorder in which there is stiffness andinflammation in the joints which is characterized by damage to the joint cartilage whichcan cause pain in the joints of the neck, hands, back, and most often the knees.The aim of the study was to determine the effect of a combination of contrastbathsand range of motion on reducing pain scale in osteoarthritis patients inKaligermanVillage, Karanggeneng District, Lamongan Regency.The research design used a pre-experimental (one group pre-post-test), using aconsecutive sampling technique with 31 respondents. The independent variablesofthe study are bath contrast and range of motion with the dependent variablepain scale. The instruments used were observation sheets, SOP contrast bath andrange of motion. The results showed that the average difference in pain scalebefore beinggiven an intervention was 4.03 and after being given an intervention,it was 2.65. The Wilcoxon pre-post pain scale statistical test with a significantvalue of p=0.001 (p<0.005) had the effect of a combination of contrast bath andrange of motion on reducing the pain scale in patients with osteoarthritis inKaligerman Village, Karanggeneng District, Lamongan Regency. The provision oftherapy is expected to increase the degree of public health and become analternative non-medical therapyin reducing the pain scale.Keywords : Osteoarthriti, Pain Scale, Range Of Motion, Contrast BathOsteoarthritis merupakan suatu gangguan kesehatan degenerative dimana terjadikekakuandanperadanganpadapersendianyangditandaidengankerusakanrawansendi sehingga dapat menyebabkan nyeri pada sendi leher, tangan, punggung, danyangpalingseringadalahpadalutut.Tujuanpenelitianuntukmengetahuipengaruhkombinasi contrast bath dan range of motion terhadap penurunan skala nyeri padapenderita osteoarthritis di Desa Kaligerman Kecamatan Karanggeneng KabupatenLamongan.
Desainpenelitianmenggunakanpre-ekspiremental(onegrouppre-post-test),menggunakanteknikconsecutivesamplingdengan31responden.Variabelindependen penelitian adalah contrast bath dan range of motion dengan variabeldependenskalanyeri.Instrumenyangdigunakanyaitulembarobservasi,SOPcontrast bath dan range of motion. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan rata-rata skala nyeri sebelum diberi intervensi 4,03 dan sesudah diberi intervensi 2,65.Ujistatistikwilcoxonpre-postskalanyeridengannilaisignifikanp=0.001(p<0.005)terdapatpengaruhkombinasicontrastbathdanrangeofmotionterhadappenurunanskalanyeripadapenderitaosteoarthritisdiDesaKaligermanKecamatanKaranggenengKabupatenLamongan.Pemberianterapidiharapkandapatmeningkatkanderajatkesehatanmasyarakatdanmenjaditerapialternatifnonmedisdalammenurunkanskala nyeri.
KataKunci:Osteoarthritis,SkalaNyeri,RangeOfMotion,ContrastBath
DUKUNGAN SOSIAL, SIKAP MINDFULNESS, DAN STRESS PENGASUHAN, DENGAN RELASI IBU – ANAK PADA PERAWAT DENGAN PERAN GANDA
Perawat menjadi garda terdepan dalam proses penanganan COVID-19 dengan berbagaitantangan, baik di ranah domestik (keluarga) maupun profesional (di dunia kerja),khususnya bagi perawat perempuan. Peran ganda ini tentunya memberikan dampakpsikologis bagi perawat dalam menjalankan peran profesionalnya sebagai perawat dan ibudi rumah. Hal inilah yang menjadi fokus kajian dalam penelitian ini dengan tujuan untukmengetahui model yang menunjukkan pola hubungan antara dukungan sosial,mindfulness, dan parenting stress dengan hubungan ibu-anak pada perawat dengan peranganda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatancross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalahpurposive sampling yaitu populasi perawat wanita yang mempunyai peran ganda sebagaiibu di Indonesia. Sampel yang digunakan adalah 189 perawat yang bekerja di Kabupaten& Kota Madiun. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan secaraonline kepada responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model persamaanstruktural yang dibangun melalui variabel dukungan sosial, mindfulness, dan parentingstress terhadap hubungan ibu-anak menunjukkan model yang fit untuk menjelaskanhubungan antar variabel yang diteliti. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel dukungansosial, mindfulness, dan parenting stress turut memberikan pengaruh terhadap hubunganibu-anak pada tingkat kontribusi tertentu. Semakin baik dukungan sosial pada ibu denganperan ganda maka akan semakin rendah pula stres pengasuhan yang dialami seorang ibu.Hal ini berkontribusi dalam meningkatkan mindfulness seorang ibu dalam mengasuh anak.Apabila sikap mindfulness ibu dalam menjalankan pola asuh yang baik maka akanmenunjang terjalinnya hubungan ibu dan anak yang positif.Kata Kunci: model persamaan struktural, perawat, peran ganda.Nurses are at the forefront of the process of handling COVID-19 with various challenges, bothin the domestic (family) and professional (at work) spheres, especially for female nurses. Thisdual role certainly has some psychological impact on nurses in carrying out their professionalroles as a nurse and a mother at home. This is the focus of the study in this study with the aimof knowing a model that shows a pattern of relationship between social support, mindfulness,and parenting stress with the mother-child relationship in nurses with multiple roles. Themethod used in this study is quantitative with a cross-sectional approach. The samplingtechnique used in this study was the purposive sampling of the population of female nursesJurnal Perawat Indonesia, Volume 7 No 2, Hal 1531-1548, November 2023 e-ISSN2 548-7051Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah p-ISSN 2714-65021532who have a dual role as mothers in Indonesia. The sample used was 189 nurses working inMadiun Regency & City. Data collection was carried out through questionnaires distributedonline to respondents. The results of this study indicate that the structural equation modelbuilt through the variables of social support, mindfulness, and parenting stress on the mother-child relationship indicates a fit model to explain the relationship between the variablesstudied. So it can be concluded that the variables of social support, mindfulness, and parentingstress contribute to influencing the mother-child relationship at a certain level ofcontribution. The better the social support for a mother with multiple roles, the lower theparenting stress experienced by a mother. This contributes to increasing a mother\u27smindfulness in parenting. If the mother\u27s mindfulness attitude is good in carrying outparenting, it will support the establishment of a positive mother-child relationship.Keywords: structural equation model, nurses, double roles.Perawat merupakan garda terdepan dalam proses penanganan COVID-19 dengan berbagai tantangan, baik di ranah domestik (keluarga) maupun profesional (di tempat kerja), terutama bagi perawat wanita. Peran ganda ini tentunya memberikan dampak psikologis bagi perawat dalam menjalankan peran profesionalnya sebagai perawat dan ibu di rumah. Hal inilah yang menjadi fokus kajian dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui model yang menunjukkan pola hubungan antara dukungan sosial, mindfulness, dan parenting stress dengan hubungan ibu-anak pada perawat dengan peran ganda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dari populasi perawat wanita yang memiliki peran ganda sebagai ibu di Indonesia. Sampel yang digunakan sebanyak 189 perawat yang bekerja di Kabupaten & Kota Madiun. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan secara online kepada responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model persamaan struktural yang dibangun melalui variabel dukungan sosial, mindfulness, dan parenting stress pada hubungan ibu-anak menunjukkan model yang fit untuk menjelaskan hubungan antar variabel yang diteliti. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel dukungan sosial, mindfulness, dan parenting stress berkontribusi mempengaruhi hubungan ibu-anak pada tingkat kontribusi tertentu. Semakin baik dukungan sosial ibu dengan peran ganda maka semakin rendah stres pengasuhan yang dialami ibu. Hal ini turut meningkatkan mindfulness seorang ibu dalam mengasuh anak. Jika sikap mindfulness ibu baik dalam menjalankan pola asuh maka akan mendukung terjalinnya hubungan ibu-anak yang positif
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA EMOSIONAL DENGAN KEPATUHAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DALAM MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RSUD KARAWANG TAHUN 2023: dukungan keluarga emosional dan kepatuhan menjalani terapi hemodialisa
Kepatuhan berobat pada klien gagal ginjal merupakan hal yang penting untuk membantu klien itu sendiri, karena jika klien tidak menjalani pengobatan hemodialisis maka akan terjadi penimbunan zat-zat tidak aman hasil metabolisme di dalam darah sehingga membuat klien merasa tersiksa di sekujur tubuhnya. Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasinya adalah seluruh pasien hemodialisa yang berjumlah 46 responden. teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Dengan taraf signifikan 95% atau nilai α 5% (0,05) diperoleh p value (0,000) < nilai α (0,05)sehingga dapat disimpulkan dari hasil tersebut H0 ditolak artinya ada hubungan antara dukungan emosional keluarga dan kepatuhan pada pasien gagal ginjal kronik Menjalani Terapi Hemodialisis di RSUD Karawang Tahun 2023. Terdapat hubungan antara dukungan emosional keluarga dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani terapihemodialisis.
Kata Kunci: gagal ginjal kronis, terapi hemodialisis, dukungan keluarga.
Compliance with treatment of clients with kidney failure is an important issue to help the client himself, because if the client does not take hemodialysis treatment, there will be an aggregation of unsafe substances from metabolism in the blood which makes the client feel tormented throughout the body. Knowing the relationship between family support and adherence of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysi. type of quantitative research with cross sectional method. the population is all hemodialysis patients with a total of 46 respondents. sampling technique using total sampling. With a significant level of 95% or an α value of 5% (0.05) obtained a p value (0.000) < α value (0.05) so that it can be concluded from these results H0 is rejected meaning there is a relationship between emotional family support and adherence in patients with chronic kidney failure Undergoing Hemodialysis Therapy at the Karawang Hospital in 2023. There is a relationship between emotional family support and adherence of chronic kidney failure patients in undergoing hemodialysis therapy.
Keywords: chronic kidney failure, hemodialysis therapy, family support.Latar belakang: Kepatuhan pengobatan pada klien dengan gagal ginjal merupakan masalah penting untuk membantu klien itu sendiri, karena jika klien tidak mengikuti pengobatan hemodialisis, akan terjadi agregasi zat yang tidak aman dari metabolisme dalam darah yang membuat klien merasa menyiksa seluruh tubuh.
Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan dukungan keluarga emosional dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani hemodialisa.
metode penelitian: jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional . populasi adalah seluruh pasien hemodialisadengan jumlah 46 responden . teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling.
Hasil penelitian: dengan tingkat signifikan 95% atau nilai α 5% (0,05) di peroleh p value (0,000) < nilai α (0,05) sehingga dapat disimpulkan dari hasil tersebut H0 ditolak artinya ada Hubungan Dukungan Keluarga Emosional Dengan Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Kronik Dalam Menjalani Terapi Hemodialisa Di Rsud Karawang Tahun 2023.
Kesimpulan: Adanya hubungan dukungan keluarga emosional dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani terapi hemodialisa.
Kata Kunci: gagal ginjal kronik, terapi hemodialisa, dukungan keluarga emosiona