Journals of Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Not a member yet
    2187 research outputs found

    Hubungan Karakteristik Demografi dengan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku terhadap Pencegahan Covid-19 pada Pasien Rawat Jalan

    No full text
    Abstract Education is one of the factors that influence a person's knowledge, thereby increasing human attitudes and behavior for the better. Public knowledge about Covid-19 is very important so that prevention of Covid-19 can be done to reduce the number of incidents. The purpose of this study was to determine the relationship between education level and knowledge, attitudes and behavior of patients on the prevention of Covid-19. This study is a descriptive analytic study on patients aged 18-66 years in the outpatient installation of Merpati RSUP Dr. Kariadi in June 2020 using a validated questionnaire. The number of samples determined was 186. Sampling was carried out by consecutive sampling. Data analysis with Chi Square test. Significant results if p<0.05. There were 186 respondents, the lowest was 15 years and the highest was 66 years. It was found that the level of education was not related to knowledge (p=0.397) and attitude (p=0.148). There is a relationship between education level and behavior (p=0.003). There is a relationship between knowledge and behavior towards the prevention of transmission of Covid-19 with a value of p=0.025. Behavior is related to attitudes towards preventing the transmission of Covid-19 (p<0.001). Keywords: Covid-19 prevention, knowledge, attitude, behavior. Abstrak   Pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang sehingga meningkatkan sikap dan perilaku manusia menjadi lebih baik. Pengetahuan masyarakat mengenai covid-19 merupakan hal yang sangat penting agar pencegahan Covid-19 dapat dilakukan untuk menurunkan angka kejadian.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pendidikan denagn pengetahuan, sikap dan perilaku pasien terhadap pencegahan covid-19. Penelitian ini bersifat diskriptif analitik yang dilakukan pada pasien usia 18 – 66 tahun di instalasi rawat jalan merpati RSUP Dr. Kariadi bulan juni 2020 dengan menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi. Jumlah sampel yang ditentukan sebanyak 186. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Analisis data dengan uji Chi Square. Batas kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian di dapatkan 186 responden umur terendah 15 tahun dan tertinggi 66 tahun. Didapatkan tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan pengetahuan (p=0,397) maupun sikap(p=0,148). Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku (p=0,003). Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku terhadap pencegahan penularan Covid–19 dengan nilai p=0,025. Perilaku berhubungan dengan sikap terhadap pencegahan penularan Covid–19 (p<0,001).   &nbsp

    Kemajuan Penelitian Pemodelan Prediksi Demam Berdarah Dengue menggunakan Faktor Iklim di Indonesia : A Systematic Literature Review

    No full text
    Since discovered firstly in 1968, number of cases and areas affected by DHF in Indonesia has been increased. In 2019, dengue cases have found in all provinces within 481 districts/cities (94%). Our research is conducted to analyze the current status and gaps of climate relationship and its modeling to DHF in Indonesia. A systematic searching of literature was carried out through the search engine PubMed and Google Scholar. The method includes determining questions, publication period, keywords, and criteria of literature. Thirty-two literatures have been selected according to the criteria. The study area has covered all provinces in Java, Bali and West Nusa Tenggara, several locations in Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, while the eastern region has still limited study. Spatial and temporal variations were used predominantly at the city with monthly data scale. Relationship analysis between DHF cases and climate/non-climate has been used the Spearman’s and Pearson’s correlation. DHF prediction modeling involves dominant climate parameters such as rainfall, temperature, humidity and non climate parameters using linear/non-linear relationships and static/dynamic models. Climate model development needs to be improved with a narrower spatial resolution and shorter time scale, elevation, mobilization, regional climate, and climate change scenarios to get appropriate model on a specific location

    Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pemilik Kucing yang Berkunjung ke Puskeswan Kota Cimahi terhadap Kejadian Dermatofitosis pada Kucing Peliharaannya

    Get PDF
    Dermatophytosis is an infection caused by mold and attacks the superficial layer of the cat’s skins. Mold genus which often infects is Microsporum canis, M. gypseum and Trichophyton mentagrophytes. Dermatophytosis can infect cats and spread to humans because it is zoonotic. Pet owners who have a good knowledge and practice of caring for pets can reduce the risk of zoophilic. This study aimed to determine at the relationship of knowledge, attitudes, and practices of cat owners to the incidence of dermatophytosis. This quantitative study used a control case design with 165 cat owners who visited Puskeswan Cimahi in January to February 2020 as the study sample, which consisted of 33 sample cases groups and 132 sample control groups. The results showed that the practice of cat owners variables regarding to release of pet cats, the practice of cleaning the cat’s place to eat and drink, and the practice of washing hands before contacting cats had a relationship with the incidence of dermatophytosis in their pet cats, while the other variables are not related. Promotive about dermatophytosis paints should be increased. That is for increasing the cat owner’s knowledge about dermatophytosis. Good quality of preventive and curative supports is needed to decrease dermatophytosis incidence and also the risk of getting infected to other cats and humans. Abstrak Dermatofitosis merupakan salah satu infeksi yang disebabkan oleh kapang dan menyerang lapisan superfisialis pada kulit kucing. Genus kapang yang paling sering menyerang yaitu Microsporum canis, Microsporum gypseum dan Trichophyton mentagrophytes. Dermatofitosis dapat menyerang kucing serta dapat menular kepada manusia karena bersifat zoofilik. Pemilik hewan yang memiliki pengetahuan dan praktik pemeliharaan hewan yang baik dapat mengurangi risiko terjadinya transmisi infeksi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan pengetahuan, sikap, dan praktik pemilik kucing terhadap kejadian dermatofitosis pada kucing peliharaannya. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain kasus kontrol dengan sampel penelitian sebanyak 165 pemilik kucing yang berkunjung ke Puskeswan Kota Cimahi periode bulan Januari-Februari 2020, sampel penelitian tersebut terdiri dari 33 sampel kelompok kasus dan 132 sampel kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemilik kucing mengenai pelepasliaran kucing, praktik membersihkan tempat makan dan minum kucing, dan praktik mencuci tangan sebelum berkontak dengan kucing memiliki hubungan terhadap kejadian dermatofitosis pada kucing peliharaannya, sedangkan variabel lainnya tidak berhubungan. Upaya promotif tentang dermatofitosis pada kucing perlu ditingkatkan, hal ini bertujuan agar pengetahuan pemilik kucing mengenai dermatofitosis dapat meningkat. Dukungan preventif dan kuratif yang berkualitas serta berkelanjutan pun diperlukan agar dapat mengurangi kejadian dermatofitosis dan risiko penularannya kepada sesama kucing maupun manusia

    Faktor Risiko Gangguan Kognitif pada Penyalahguna Narkoba di Enam Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Tahun 2019

    Get PDF
    In 2018, more than a quarter-billion people worldwide used drugs. Continuous use of drugs can cause changes in the nervous system of the brain. The purpose of this analysis was to identify risk factors for cognitive impairment in drug abusers. This research is a secondary data analysis from a crosssectional study of Health Research on the Impact of Drug Abuse conducted by the National Narcotics Board at the BNN Rehabilitation Center. The dependent variable in this study is sociodemography, duration of drug use, age at first using drugs, the number of substances used and, the type of drugs used. While the independent variable is cognitive impairment. The data analyzed were 601 drug abusers aged 15-50 years. Data analysis used descriptive, bivariate and, multivariate cox regression. The results showed that the factors associated with cognitive impairment in drug abusers were the use of marijuana (PR=1.33: p=0.007) and prescription drugs abuse (PR=1.26: p=0.046). Cognitive impairment in drug abusers in this study was associated with the use of cannabis and triheksifenidil and dekstrometrofan abuse. These findings provide recommendation for rehabilitation administrators to use cognitive impairment examination results as a determination of treatment plan for rehabilitation clients and become recommendation for the government to formulate policies related to drug abuse that are more comprehensive in terms of production, distribution and buyers / abusers. Abstrak Pada tahun 2018, lebih dari seperempat milyar orang di seluruh dunia menggunakan narkoba. Penggunaan narkoba secara terus-menerus dapat menyebabkan perubahan pada sistem syaraf otak. Tujuan analisis ini adalah mengidentifikasi faktor risiko gangguan kognitif pada penyalahguna narkoba. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari studi cross sectional Riset Kesehatan Dampak Penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di enam Balai Rehabilitasi BNN. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah lama pemakaian narkoba, usia pertama kali menggunakan narkoba, jumlah zat yang digunakan dan jenis narkoba yang digunakan. Sedangkan variabel bebas ialah gangguan kognitif. Data yang dianalisis sebanyak 601 orang penyalahguna narkoba yang berusia 15-50 tahun. Analisis data menggunakan deskriptif, bivariat dan multivariat dengan cox regression. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan gangguan kognitif pada penyalahguna narkoba adalah penggunaan ganja (PR=1,33: p=0,007) dan penyalahgunaan triheksifenidil dan dekstrometrofan (PR=1,26: p=0,043). Gangguan kognitif pada penyalahguna narkoba pada penelitian ini terkait dengan penggunaan narkotika jenis ganja dan penyalahgunaan triheksifenidil dan dekstrometrofan. Temuan ini memberikan masukan bagi penyelenggara rehabilitasi untuk menjadikan hasil pemeriksaan gangguan kognitif sebagai dasar penentuan rencana pengobatan bagi klien rehabilitasi dan menjadi masukan bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan terkait penyalahgunaan obat daftar G yang lebih komprehensif baik dari sisi produksi, distribusi dan pembeli/penyalahguna

    FRONT MATTER BALABA VOL 17 NO 2 DESEMBER 2021

    No full text

    PENGARUH COKELAT HITAM TERHADAP INTENSITAS NYERI DISMENORE PRIMER PADA MAHASISWI AKADEMI KEBIDANAN SALEHA BANDA ACEH

    Get PDF
    Perempuan merupakan makhluk yang memiliki sistem reproduksi yang cukup unik yaitu mengalami haid setiap bulannya. Perempuan yang mengalami menstruasi, biasanya mengalami nyeri dengan tingkat dan sifat yang berbeda-beda mulai dari nyeri ringan hingga nyeri berat. Kondisi tersebut dinamakan Dismenorhea, yaitu suatu keadaan simptomatik yang meliputi nyeri abdomen, kram dan sakit pada bagian punggung saat menstruasi yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Angka kejadian dismenorea tipe primer di Indonesia sekitar 54,89% pada wanita usia subur. Mengkonsumsi dark chocolate diketahui dapat meningkatkan jumlah magnesium dalam tubuh dan mengurangi rasa sakit saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cokelat hitam terhadap penurunan nyeri dismenorhae primer. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah one group pretest–posttest desain. Adapun sampel pada penelitian ini adalah mahasiswi akademi Kebidanan Saleha Banda Aceh yang mengalami dismenorhea ditetapkan sebanyak 30 orang sebagai kelompok perlakuan dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling, yaitu  quota sampling.KelompokPeneliti akan mendatngi sampel saat sampel mengalami dismenorhea, lalu meminta sampel mengisi ukuran skala nyeri sesuai yang dirasakan, lalu sampel akan cokelat hitam batang 72% sebanyak 35 gram untuk dikonsumsi dan tingkat nyeri akan diukur lagi 2 jam setelah cokelat dihabiskan. Berdasarkan hasil perhitungan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000 kurang dari α (α=0,05). Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara skala nyeri dismenorhea sebelum dan sesudah diberikan cokelat hitam. Mengkonsumsi cokelat hitam 72% sebanyak 35 gram berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri haid dismenorhae primer pada remaja. &nbsp

    Dyslipidemia in Chronic Kidney Disease Patients at Dr. Soetomo Hospital Surabaya

    Get PDF
    Epidemiological studies report that patients with chronic kidney disease (CKD) have a higher risk of mortality from cardiovascular disease than the general population. Previous studies have shown that dyslipidemia is thought to play a role in the development of atherosclerosis in patients with CKD. Dyslipidemia is known to be common in CKD patient population, but shows a diverse patterns in various CKD patient populations. This study aimed to analyze the lipid profile and lipid ratio in CKD patients at Dr. Soetomo Hospital Surabaya for the period 2016-2017. This cross-sectional study was conducted through retrospective observation of the medical records of CKD patient at the Kidney-Hypertension Polyclinic of Dr. Soetomo Hospital Surabaya in the 2016-2017 period. A total of 68 research subjects were analyed in this study. Most of the study subjects were male (68%) and the median age was 54 years. Almost 70% of the study subjects had CKD stage 5. Increased levels of total cholesterol and triglyceride were found in 37% of the study subjects. Meanwhile, a decreae in HDL-cholesterol levels and an increase in LDL-cholesterol and non-HDL-cholesterol levels were found in 60% of the study subjects. The mean value of total cholesterol, LDL-cholesterol, and non-HDL-cholesterol levels in the female group was siginificantly higher based on statistical calculations (p0.05). Most of the study subjects were predicted to be at risks for developing cardiovascular disease based on the calculation of several lipid ratios. The incidence of dyslipidemia in population is known to be higher than in the general population. Decreased HDL-cholesterol, increased LDL-cholesterol, and non-HDL-cholesterol are the most common forms of dyslipidemia in population studies.   Abstrak Studi epidemiologi melaporkan bahwa pasien penyakit ginjal kronis memiliki risiko mortalitas akibat penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi dibandingkan populasi umum. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa dislipidemia diduga turut berperan terhadap terjadinya atherosklerosis pada pasien penyakit ginjal kronis. Dislipidemia diketahui umum ditemukan pada populasi pasien penyakit ginjal kronis namun menunjukkan pola yang bervariasi pada berbagai populasi pasien penyakit ginjal kronis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis profil lipid dan rasio lipid pada pasien penyakit ginjal kronis di RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode 2016-2017. Studi cross-sectional ini dilakukan melalui pengamatan retrospektif terhadap catatan rekam medis pasien penyakit ginjal kronis di Poliklinik Ginjal-Hipertensi RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada periode 2016-2017. Sebanyak 68 subjek penelitian dianalisis dalam penelitian ini. Sebagian besar subjek penelitian berjenis kelamin laki-laki (68%) dan nilai median usia pada subjek penelitian mencapai 54 tahun. Sebagian besar subjek penelitian memiliki penyakit ginjal kronis stadium 5 (70%). Peningkatan kadar kolesterol total dan trigliserida ditemukan pada sekitar 37% subjek penelitian. Sedangkan penurunan kadar HDL-kolesterol dan peningkatan kadar LDL-kolesterol serta non HDL-kolesterol ditemukan pada sekitar 60% subjek penelitian. Nilai rerata kadar kolesterol total, LDL-kolesterol, dan non HDL-kolesterol pada kelompok berjenis kelamin perempuan secara signifikan lebih tinggi berdasarkan perhitungan statistika (p0.05). Sebagian besar subjek penelitian diprediksi memiliki risiko untuk mengalami penyakit kardiovaskular berdasarkan perhitungan beberapa rasio lipid. Insiden dislipidemia pada studi populasi diketahui lebih tinggi dibandingkan populasi umum. Penurunan HDL-kolesterol, peningkatan LDL-kolesterol, dan non HDL-kolesterol merupakan bentuk dislipidemia yang paling umum ditemukan pada studi populasi

    PERILAKU HIGIENE PRIBADI TERHADAP KECACINGAN PADA MURID SDN MUARA PAGATAN UJUNG, KECAMATAN KUSAN HILIR KABUPATEN TANAH BUMBU

    Get PDF
      Penularan kecacingan pada anak usia sekolah dasar dapat terjadi dikarenakan perilaku higiene pribadi yang kurang baik. Salah satu kunci keberhasilan penanggulangan kecacingan adalah dengan memperbaiki perilaku higiene pribadi pada masyarakat terutama pada kelompok yang paling rentan tertular yaitu anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat prevalensi kecacingan pada murid SDN Muara Pagatan Ujung serta mengidentifikasi faktor perilaku anak dalam menjaga kebersihan pribadi yang diduga berisiko terhadap penularan kecacingan. Penelitian dengan desain potong lintang dilakukan di SDN Muara Pagatan Ujung, Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu pada bulan Desember tahun 2016. Sampel merupakan total sampling dari seluruh populasi siswa SDN Muara Pagatan Ujung. Data yang dikumpulkan berupa hasil pemeriksaan feses dan hasil wawancara pada siswa.  Diketahui prevalensi kecacingan sebesar 13%. Hasil wawancara beberapa faktor perilaku higiene siswa terhadap kecacingan yang masih cukup tinggi yaitu tidak menggunakan alas kaki setiap keluar rumah (54%), tidak mencuci tangan dan kaki setelah bermain di tanah (47%) dan tidak mencuci tangan pakai sabun sebelum makan (50%). Perlu dilakukan edukasi pada siswa secara intensif mengenai pentingnya menjaga kebersihan pribadi terutama kebiasaan mencuci tangan dan kaki yang diiringi dengan pengadaan fasilitas pendukung kebersihan di sekolah seperti tempat cuci tangan dengan sabun dan adanya peraturan yang mengharuskan siswa untuk selalu memakai alas kaki

    KRITERIA HUJAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI KABUPATEN OKU SELATAN TAHUN 2019

    Get PDF
    Malaria masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Untuk mengatasi masalah malaria pemerintah telah mencanangkan tentang program eliminasi malaria. Masih tingginya kasus malaria berkaitan dengan adanya perubahan lingkungan dan iklim dimana musim penghujan menjadi lebih panjang. Hujan menyebabkan bertambahnya tempat perkembangbiakan nyamuk vektor malaria. Data dalam penulisan ini merupakan data dari Dinas Kesehatan dan Badan Pusat Statistik Kabupaten OKU Selatan tahun 2019. Data dianalisis menggunakan pengujian statistik untuk mengetahui hubungan kriteria hujan dengan kejadian malaria di Kabupaten OKU Selatan pada tahun 2019. Kejadian malaria, curah hujan,  dan jumlah hari hujan paling tinggi terjadi pada Bulan Februari yaitu 60 kasus dengan curah hujan 409,23 mm dan 18 hari hujan. Hasil analisis data menunjukkan kriteria banyak hujan dan lama memiliki angka mean rank yang paling tinggi dibandingkan dengan kriteria hujan lainnya. Nilai kemaknaan menunjukkan angka dibawah 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara kejadian malaria dengan kriteria hujan di Kabupaten OKU Selatan

    HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KELOMPOK UMUR DENGAN STATUS INFEKSI VIRUS DENGUE

    Get PDF
    Abstrak. Infeksi virus dengue tidak pasti menyebabkan DBD pada manusia bergantung faktor lain, salahsatunya adalah sistem imunitas tubuh yang juga dipengaruhi status gizi dan umur. Penelitian ini bertujuanmengetahui hubungan status gizi dan umur terhadap status infeksi virus dengue. Penelitian dilakukan diKabupaten Cirebon dengan desain cross sectional. Tinggi dan berat badan diukur serta dihitung indeksmassa tubuh (IMT) untuk mengetahui status gizi. Hasilnya dikelompokkan menjadi dua kategori, tidaknormal dan normal. Kelompok umur dikategorikan menjadi umur < 5 tahun dan > 5 tahun. Selanjutnyapemeriksaan sampel darah menggunakan rapid diagnostic test untuk mengetahui status infeksi. Hasilnya,dianalisis untuk mengetahui hubungan status gizi dan kelompok umur dengan status infeksi virus dengue.Dari 200 responden (86 laki-laki, 114 perempuan) didapatkan status gizi 68 orang (34%) tidak normaldan 132 orang (66%) kategori normal; kelompok umur < 5 tahun 193 orang (96,50%) dan < 5 tahun 7orang (3,5%). Pemeriksaan sampel darah menunjukan 39 orang (19,50%) responden positif antibodi virusdengue dan 161 orang (80,50%) negatif. Analisis bivariat menunjukkan status gizi dan kelompok umurmemiliki hubungan dengan status infeksi virus dengue serta kelompok umur memiliki pengaruh terbesar.Disimpulkan, status gizi dan kelompok umur terbukti berhubungan dengan status infeksi virus dengue.Status gizi tidak normal dan kelompok umur < 5 tahun, menjadi faktor risiko untuk terjadinya penularanvirus dengue

    1,563

    full texts

    2,187

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇