Journals of Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Not a member yet
    2187 research outputs found

    Back Matter

    No full text
    Back Matte

    Determinan Stres Kerja pada Aparatur Sipil Negara Dinas Pendidikan Kota Cilegon Saat Work From Home di Era Pandemi COVID-19 Tahun 2020

    Get PDF
    Work stress is a serious problem that results in a emotional mental disorder rate of 9.8% in Indonesia. State civil apparatus (ASN) is a group of workers who are at risk of experiencing work stress. Work stress is caused by employees who perform the work from home (WFH) system, so that employees feel pressured and have an excessive workload on adjusting changes in the learning system in schools due to COVID-19. This study aimed to find the determinant of work stress on the ASN at Department of Education of Cilegon City during WFH on March-May 2020. This study used a cross sectional study with 73 respondents. The statistical tests used in the study are the Chi-square test. The result shows that respondents who experienced very heavy stress and severe stress were 22 people (30.1%). In addition, at α 5%, age variable (p-value = 0.024 ; OR = 8), years of service (p-value = 0.032), job demand (p-value = 0000; OR = 11.45), social support (p-value = 0.012; OR = 8), interpersonal relationship (p-value = 0.008; OR = 4.81), and changes to the organization (p-value = 0.008; OR = 5.33) have a significant relationship with very heavy work stress and severe stress. Based on this research, it is suggested to the head of service to accept the obstacles and difficulties of tasks experienced by employees by opening a consulting service at regular meeting as a means of channeling anxiety experienced by employees and ensuring that employees understand the reasons for proposed internal mutation by holding a question and answer session during internal meeting.  Abstrak Stres kerja menjadi masalah serius yang mengakibatkan angka gangguan mental emosional sebesar 9,8% di Indonesia. Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan kelompok pekerja yang berisiko mengalami stres kerja. Stres kerja disebabkan oleh pegawai yang melakukan sistem kerja work from home (WFH), sehingga pegawai merasa tertekan dan memiliki beban kerja berlebih terhadap penyesuaian perubahan sistem pembelajaran di sekolah akibat COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja pada ASN Dinas Pendidikan Kota Cilegon saat WFH di era pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 73 pegawai. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2020. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian adalah uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami stres sangat berat dan stres berat sebanyak 22 orang (30,1%). Selain itu, pada derajat kepercayaan (α) 5%, variabel umur (p-value=0,024 ; OR=8), masa kerja (p-value=0,019 ; OR=7,18), tuntutan pekerjaan (p-value=0,000 ; OR=11,45), dukungan sosial (p-value=0,012 ; OR=8), hubungan interpersonal (p-value=0,008 ; OR=4,81), dan perubahan pada organisasi (p-value=0,008 ; OR=5,33) memiliki hubungan yang signifikan dengan stres kerja sangat berat dan stres berat. Berdasarkan penelitian ini, disarankan kepada kepala dinas dapat menerima kendala dan kesulitan tugas yang dialami pegawai dengan membuka layanan konsultasi pada saat pertemuan rutin sebagai sarana penyalur kegelisahan yang dialami pegawai dan memastikan bahwa pegawai memahami alasan mutasi internal yang diusulkan dengan mengadakan sesi tanya jawab ketika rapat internal

    Interferon gamma concentration in diabetes mellitus and dyslipidemia patient

    Get PDF
    Background: Patient with diabetes mellitus (DM) occurs chronic inflammation by characterized a decreased concentration of various cytokinin types. This causes changes in the body’s immunity so that can be easier in having an infection. One of the most important cytokines against infection is IFN-γ. This study aimed to determine IFN-γ concentration in DM and dyslipidemia patients. Metode: An amount of 234 people who received treatment at the health center in Banda Aceh in 2019 were included in this study. From each respondent, 5 ml of blood was taken to check fasting blood glucose, triglycerides, high-density lipoproteins (HDL), and interferon-gamma (IFN-γ). Test of fasting blood glucose, triglycerides, HDL was carried out using the colorimetric enzymatic method. The IFN-γ protein concentration was examined using the sandwich enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) technique. Result: IFN-γ concentration in the non-DM group was higher than in the DM group. There was a significant difference between the average IFN-γ concentration in the non-DM group compared with the DM group (p = 0.000). All DM patients had increased fasting blood glucose, most had hypertriglycerides, but HDL levels were normal. The fasting blood glucose group <126 mg / dl had a higher IFN-γ concentration than the group with fasting blood glucose levels ≥126 mg / dl. There was a significant difference in the concentration of IFN-γ between the two groups (p = 0.000). The group with triglyceride levels <150 mg / dl had lower IFN-γ levels than the group with triglyceride levels ≥ 150 mg / dl. There was a significant difference between the average IFN-γ concentration between those groups (p = 0.000). The fasting blood glucose levels ≥126 mg / dl and triglycerides levels ≥ 150 mg / dl had higher IFN-γ concentration than the group who had fasting blood glucose levels ≥126 mg / dl and triglycerides levels < 150 mg / dl. Conclusion: There are differences in IFN-γ concentrations in people with DM, increased fasting blood glucose and dyslipidemia compared to normal people. Keywords: IFN-γ, diabetes mellitus, dyslipidemia   Abstrak Latar belakang: Penderita diabetes mellitus (DM) dan dyslipidemia mengalami inflamasi kronik yang ditandai dengan perubahan konsentrasi berbagai sitokin. Hal ini yang menyebabkan perubahan imunitas tubuh sehingga mudah mengalami infeksi. Salah satu sitokin yang paling berperan terhadap infeksi adalah interferon gamma (IFN-γ). Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa konsentrasi IFN-γ pada penderita DM dan dislipidemia. Metode: Sebanyak 234 orang yang melakukan pengobatan di puskesmas di Kota Banda Aceh pada tahun 2019 diikutsertakan dalam penelitian ini. Dari setiap responden dilakukan pengambilan darah sebanyak 5 ml untuk dilakukan pemeriksaan kadar gula darah puasa (KGD P), trigliserida, high density lipoprotein (HDL), dan inrferon- gamma (IFN-γ). Pemeriksaan KGD, trigliserida, HDL dilakukan dengan metode enzimatik kolorimetrik. Pemeriksaan konsentrasi protein IFN-γ menggunakan teknik sandwich Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Hasil: Konsentrasi IFN-γ pada kelompok non-DM lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok DM. Terdapat perbedaan bermakna antara rata-rata konsentrasi IFN-γ pada kelompok non-DM dibandingkan dengan kelompok DM (p=0,000). Semua penderita DM mengalami peningkatan KGD P, sebagian besar mengalami hipertrigliserida, namun kadar HDL normal. Pada kelompok KGD P <126 mg/dl memiliki konsentrasi IFN-γ yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok dengan KGD P  ≥126 mg/dl. Terdapat perbedaan bermakna perbedaan konsentrasi  IFN-γ  antar kedua kelompok tersebut (p=0,000). Kelompok dengan kadar trigliserida <150 mg/dl memiliki kadar IFN-γ lebih rendah dibandingkan dengan kelompok dengan kadar trigliserida ≥ 150 mg/dl. Terdapat perbedaan bermakna antara rata-rata konsentrasi konsentrasi  IFN-γ  antar kedua kelompok tersebut (p=0,000). Pada kelompok KGD P ≥126 mg/dl dan trigliserida ≥ 150 mg/dl memiliki kadar IFN-γ yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok KGD P ≥126 mg/dl namun trigliserida <150 mg/dl. Terdapat perbedaan bermakna antara rata-rata konsentrasi konsentrasi  IFN-γ  antar kedua kelompok tersebut (p=0,000). Kesimpulan: Terdapat perbedaan konsentrasi IFN-γ  pada orang dengan DM, peningkatan KGD P dan dislipidemia dibandingkan dengan orang normal. Kata kunci : IFN-γ, diabetes mellitus, dislipidemia

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG IODIUM DENGAN KETERSEDIAAN GARAM BERIODIUM DI RUMAH TANGGA

    Get PDF
    Latar Belakang. Iodium merupakan mikronutrien penting terutama bagi perkembangan otak janin dan anak. Iodium berperan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan sebagian besar organ terutama otak. Konsumsi iodium yang rendah dalam jangka panjang merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI). Tingkat pengetahuan mengenai GAKI dan garam beriodium berpengaruh terhadap ketersediaan dan praktik penggunaan garam beriodium. Pemerintah telah mengupayakan penanggulangan GAKI melalui fortifikasi garam dengan iodium. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan ibu tentang iodium dengan ketersediaan garam beriodium di rumah tangga dan faktor yang memengaruhinya. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Data diambil dari 198 rumah tangga menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Penilaian pengetahuan ibu dilakukan dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk pertanyaan tertutup. Sementara itu, penilaian ketersediaan garam diperoleh dengan pengujian kandungan iodium (KIO3). Uji statistik yang digunakan adalah chi-square test/fisher’s exact test dan Mann Whitney U/Kruskal Wallis untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil. Sebagian besar responden tinggal di daerah dataran tinggi (74,2%), berpendidikan SD (47,5%) dan bekerja sebagai petani (41,4%). Karakteristik lokasi geografi tempat tinggal responden berhubungan dengan pengetahuan responden mengenai GAKI serta dampak dan faktor risiko GAKI (p=0,023 dan p<0,001), sedangkan pekerjaan responden berhubungan dengan pengetahuan mengenai dampak dan faktor risiko GAKI (p=0,020). Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan pemenuhan syarat mutu kandungan KIO3 pada garam yang digunakan di rumah tangga. Namun ada kecenderungan responden yang mempunyai garam dengan KIO3 sesuai, lebih banyak pada responden dengan pengetahuan yang baik. Kesimpulan. Responden dengan pengetahuan baik lebih banyak yang memiliki garam dengan kadar iodium sesuai standar. Perlu adanya program edukasi mengenai GAKI, penggunaan dan penyimpanan garam beriodium, serta faktor penyebab penurunan kualitas garam di rumah tangga

    FRONT MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 20 NO.2 TAHUN 2021

    No full text
    FRONT MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 20 NO.2 TAHUN 202

    BIOTRANSFORMASI KANDUNGAN SENYAWA KIMIA MINYAK GURJUN BALSAM MENGGUNAKAN Aspergillus niger

    Get PDF
    ABSTRACT Gurjun balsam oil is one of the essential oils from Indonesia isolated from Dipterocarpus turbinatus resin. Gurjun balsam oil has a fragrant aroma and benefits as a traditional medicine in the Indochina region. The main chemical content of balsam gurjun oil is alfa-copaena and several other sesquiterpenes (C15H24) class compounds. In this study, biotransformation of the gurjun balsam oil with Aspergillus niger was carried out at room temperature with an agitation speed of 130 rpm and avariation of the incubation time of 24, 48, 72, and 96 hours. The biotransformation of balsam gurjun oil produced some main products as follows: alfa-copaene (60.53%), beta-caryophyllene (22.76%), humulene (3.87%), and alpha-cadinene (12.83%). The optimum incubation time with the highest copaena product was 72 hours. Biotransformation of gurjun balsam oil by Aspergillus niger does not produce new derivatives but increases the yield of the alpha-copaena. Αlpha-copaena in gurjun balsam oil has strong potential as anti-eczematic in treating skin problems. Keywords: biotransformation, gurjun balsam oil, alpha-copaena, and Aspergillus niger ABSTRAK Minyak gurjun balsam merupakan salah satu minyak atsiri asal Indonesia yang diisolasi dari resin tanaman Dipterocarpus turbinatus. Minyak gurjun balsam memiliki aroma yang harum dan digunakan sebagai obat tradisional di daerah Indocina. Kandungan kimia utama minyak balsam gurjun adalah alfa-kopaena dan beberapa senyawa golongan seskuiterpen (C15H24) lainnya. Pada penelitian ini dilakukan biotransformasi minyak gurjun balsam dengan Aspergillus niger. Proses biotransformasi dilakukan pada suhu kamar dengan kecepatan agitasi 130 rpm dan variasi waktu inkubasi 24, 48, 72, dan 96 jam. Produk yang ditransformasi kemudian dianalisis dengan Gas Chromatography-Mass Spectrometer (GC-MS). Produk utama yang dihasilkan dari biotransformasi minyak balsam gurjun adalah alfa-kopaena (60,53%), beta-karyofilena (22,76%), humulena (3,87%), dan alfa-kadinena (12,83%). Waktu inkubasi optimum dengan produk kopaene tertinggi adalah 72 jam. Biotransformasi minyak gurjun balsam oleh Aspergillus niger tidak menghasilkan turunan baru tetapi meningkatkan rendemen alfa-kopaena. Alfa kopaena memiliki potensi sebagai anti eksim yang kuat untuk mengatasi masalah kulit. Kata kunci: biotransformasi, minyak gurjun balsam, alfa-copaena, dan Aspergillus nige

    Do the acute lymphoblastic leukemia and non-hodgkin lymphoma patients have a worse prognosis of COVID-19 infection in children?: a case report

    Get PDF
    Background: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a contagious disease caused by a new type of Coronavirus namely Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Children with tumors or autoimmune diseases are more susceptible, because of suppression of their immune system, chemotherapy, radiotherapy, or surgery on tumors. Case presentation: We present the clinical features 3 Acute Lymphoblastic leukemia and 1 Non-Hodgkin lymphoma patients who were infected with COVID-19 since July to August 2020 in our hospital. These were the first four cases identified as COVID-19 positive in Dr Wahidin Sudirohusodo Hospital. Case 1, 2, and 4 were diagnosed as moderate and common type of COVID-19, while case 3 was classified as severe type. They may be transmitted COVID-19 infection during hospitalization. All cases were recovered from COVID-19 after a combination therapy against virus, bacteria, and also respiratory support. Conclusion: Our case series of four pediatric cancer patients showed a good outcome after prompt treatment, suggesting that malignancy in children may not be a contributor factor for COVID-19 recovery. Keywords: COVID-19; acute lymphoblastic leukemia; non-hodgkin lymphoma; children   Abstrak Latar belakang: Covid-19 (Coronavirus disease 2019) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Anak yang menderita kanker atau penyakit autoimun lebih rentan tertular karena penurunan system kekebalan tubuh, dampak kemoterapi, radioterapi, atau operasi tumor. Penyajian kasus: Kami melaporkan 3 pasien leukemia limfoblastik akut  dan 1 pasien limfoma non-Hodgkin yang terinfeksi Covid-19 sejak Juli-Agustus 2020. Kasus tersebut adalah 4 kasus pertama yang teridentifikasi Covid-19 di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo. Kasus 1,2, dan 4 terdiagnosis positif Covid -19 derajat sedang, sedangkan kasus 3 tergolong berat. Mereka kemungkinan terinfeksi Covid-19 saat perawatan. Semua kasus dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah pemberian obat anti virus, antibiotik, dan alat bantu pernapasan. Kesimpulan: Serial kasus dari 4 pasien kanker anak dengan outcome yang baik setelah pengobatan yang cepat mengindikasikan bahwa penyakit keganasan pada anak kemungkinan bukan faktor yang berkontribusi dalam kesembuhan Covid-19. Kata kunci:  COVID-19; leukemia limfoblastik akut; limfoma non-hodgkin; anak   &nbsp

    Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pencegahan COVID-19 Mahasiswa

    Get PDF
    Corona Virus Disease-19 (COVID-19) is the virus that causes an epidemic of acute respiratory infections that become a global pandemic in 2020. COVID-19 cases continue to increase, so prevention behavior is needed. Knowledge and attitudes become important domains that can influence a person's behavior. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes related to COVID-19 prevention behaviors in university students. This study used a cross sectional study design which was conducted from April to May 2020. Students from the faculty of religion at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (n = 434) were participated in this study. As many as 51.4% (n = 223) of participants had a positive attitude towards preventing COVID-19. Participants who are well-behaved attitude towards COVID-19 prevention tend to have moderate and high levels of knowledge about COVID-19 and positive attitude (59.7%) towards COVID-19 prevention. The multivariate results showed that levels of knowledge and attitudes were related to COVID-19 prevention behaviors with adjustment for age, sex, and place of residence (p-value < 0.05). We conclude that knowledge and attitudes have an influence on a person's behavior in preventing the transmission of COVID-19. Abstrak Corona Virus Disease-19 (COVID-19) adalah virus penyebab wabah infeksi pernapasan akut yang menjadi pandemi global pada tahun 2020. Kasus COVID-19 terus mengalami peningkatan, sehingga diperlukan adanya perilaku pencegahan. Pengetahuan dan sikap menjadi domain penting yang dapat memengaruhi perilaku seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terkait COVID-19 dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada mahasiswa. Studi ini menggunakan desain studi cross sectional yang dilakukan pada April–Mei 2020. Mahasiswa dari fakultas keagamaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (n=434) adalah partisipan dalam penelitian ini. Sebanyak 51,4% (n=223) partisipan berperilaku positif terhadap pencegahan COVID-19. Partisipan yang berperilaku baik terhadap pencegahan COVID-19 cenderung memiliki tingkat pengetahuan yang sedang dan tinggi tentang COVID-19 dan sikap positif (59,7%) terhadap pencegahan COVID-19. Hasil multivariat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 dengan penyesuaian variabel usia, jenis kelamin, dan tempat tinggal (nilai p-value < 0,05). Kami menyimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap memiliki pengaruh pada perilaku seseorang dalam mencegah COVID-19

    Faktor Pendukung Perilaku Seksual Remaja Di Provinsi Maluku

    Get PDF
    Premarital sexual behavior among adolescents of Maluku Province is four percent, which was higher than the national figure, making it the fifth-highest in adolescents’ premarital sexual behavior, after West Papua (10%), Papua (5%), North Sulawesi (5%) and North Maluku (4%). This study is based on the 2019 Adolescents’ Performance and Accountability Survey of Population, Family Planning, and Family Development to analyze the relationship between enabling factors and adolescents’ sexual behavior. This research is a quantitative study, which is correlative analytic with a cross-sectional study approach. The total sample was 241 adolescents age 10-24 years and not married. The analysis found significant factors related to adolescents’ sexual behavior were exposure to family planning information (p = 0.011), exposure to“genre” information (p = 0.015), exposure to STIs information (p <0.001), exposure to HIV / AIDS information (p = 0.001), exposure to drugs information (p = 0.026) and discussion of menstruation / wet dreams (p <0.001). This study suggests a breakthrough innovation in providing information which is not only through mass media but also social media such as Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, or reproductive health applications. Abstrak Maluku merupakan provinsi yang berada pada urutan kelima dengan persentase hubungan seksual pranikah di kalangan remaja tertinggi, setelah Papua Barat (10%), Papua (5%), Sulawesi Utara (5%) dan Maluku Utara (4%). Angka hubungan seksual pranikah di Provinsi Maluku pada tahun 2019 tiga persen lebih tinggi dari angka nasional, yaitu empat persen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendukung perilaku seksual remaja di Provinsi Maluku berdasarkan data Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (SKAP) Remaja Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Besar sampel dalam analisis 241 remaja yang berusia 10-24 tahun dan belum menikah. Hasil regresi logistik menunjukkan lima variabel keterpaparan informasi yang signifikan berhubungan dengan perilaku seksual remaja, antara lain keterpaparan informasi tentang KB (p=0,011), keterpaparan informasi tentang generasi berencana (p=0,015), keterpaparan informasi tentang IMS (p<0,001), keterpaparan informasi tentang HIV/AIDS (p=0,001), keterpaparan informasi tentang NAPZA (p=0,026) dan diskusi haid/mimpi basah (p<0,001). Disarankan perlunya inovasi dalam saluran pemberian informasi, tidak hanya media massa tetapi juga melalui media sosial seperti Instagram, facebook, twitter, melalui youtube ataupun juga melalui aplikasi khusus mengenai kesehatan reproduksi

    Daya Predasi Ikan Lemon (Labidochromis caeruleus) dan Ikan Kapiat (Barbonymus schwanenfeldii) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti

    Get PDF
    Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a vector-borne disease that still happens every year in Indonesia. This disease is caused by the dengue virus and transmitted by the Aedes aegypti as its vector. One of the biological vector controls that can be implemented is using fish as a predator of mosquito larvae, such as using Electric Yellow Cichlid fish (Labidochromis caeruleus) and Tinfoil Barb fish (Barbonymus schwanenfeldii). This study aimed to determine the difference in predation capacities of Electric Yellow Cichlid and Tinfoil Barb on Ae. aegypti larvae. This research is quasiexperimental with a completely randomized design (CRD) with Post Test Only research design. One aquarium with three liters of water containing one fish is given 25 Ae. aegypti larvae. Testing of each fish species is carried out in five replications. Fish predation was observed every 30 seconds until all larvae were eaten. The result showed that Electric Yellow Cichlid could prey on 25 larvae in an averagetime of 5.7 minutes, while Tinfoil Barb spent 11.6 minutes. The results of the Friedman test showed that there was a significant time difference in preying time of Electric Yellow Cichlid and Tinfoil Barb. It’s concluded that Electric Yellow Cichlid was more effective as an Ae. aegypti larvae predator

    1,563

    full texts

    2,187

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇