Journals of Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Not a member yet
    2187 research outputs found

    Penyaring Air dengan Biolarvasida Nabati Ekstrak Rimpang Lengkuas sebagai Upaya Pengendalian Vektor Demam Berdarah

    Get PDF
    Dengue Hemorrhagic Fever is a serious problem in Central Java with an Incidence Rate (IR) of 10.2/100,000 population in 2018. Efforts to reduce the number of dengue fever cannot be separated from efforts to control the Aedes aegypti vector. Alternative vector control that is safer and more environmentally friendly can be done by utilizing compounds derived from plants that have biologically active properties. The plant that has the potential to be developed as a natural insecticide is galangal (Alpinia galanga). The amis of this study was to determine the effectiveness of a water filter added with biolarvicides from galangal rhizome extract. The research method used was a quasi-experimental method with 4 different concentrations of galangal extract (0.1%; 0.2%; 0.3% and 0.4%) and used a negative control without the addition of galangal extract. The results showed that in water filter treatment with galangal rhizome extract, there was death in Ae. aegypti mosquito larvae, while in negative control there was no larval death. The results showed that mortality of Ae. aegypti mostly occurred at a concentration of 0.4% as many as 25 larvae. Water filter with galangal rhizome extract biolarvicide has the potential to kill Ae. aegypti larvae

    BACK MATTER JVP VOL.16 NO. 1 JUNI 2022

    No full text

    FRONT MATTER SEL JURNAL PENELITIAN KESEHATAN VOLUME 8 NOMOR 2, NOVEMBER 2021

    No full text

    Pola Spasial Temporal Kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2011-2016

    No full text
    Dengue Fever is a disease neglected tropical diseases are still a major problem in the field of public health, especially the tropics and subtropics. The spatial distribution of dengue fever cases and a location-based early warning system have not yet been developed properly. Modeling the spatial epidemiology of dengue is one of the applications of Geographic Information Systems (GIS). GIS can be used to determine the spatial patterns of temporal occurrence of dengue cases. The purpose of this study is to determine the spatial-temporal patterns of dengue cases based on the spatial statistical analysis in Palu 2011-2016. This study was an observational study with the cross-sectional design. . Samples of dengue cases were all reported from 2011 to June 2016 and were analyzed statistically using the averagenearest neighbor and space-time permutation. Estimation The results showed the spatial pattern of dengue cases from 2011- June 2016 tend to cluster. Clustering of dengue cases from 2011-2016 obtained two regions with significant clusters. The first cluster region has a p-value of 0.021.Time occurrence of dengue cases that have significant value from 1 March to 30 November 2011 with a total of 25 cases. Furthermore, for the second cluster showed a p-value of 0.037 with a span of the case from 1 May - June 30, 2013, with 17 cases. The main cluster locations or those that are spatially and temporally significant are located in six villages and become a priority in dengue controlling. The implementation of the eradication of dengue mosquito nests with the 3M plus movement and the one house one inspector movement was carried out intensively by prioritizing areas with significant clusters. Surveillance of cases and disease vectors should be improved and developed using GIS.    Abstrak Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah utama di bidang kesehatan masyarakat khususnya negara-negara tropis dan subtropis. Distribusi spasial kasus demam berdarah dan sistem kewaspadaan dini berbasis lokasi sampai saat ini belum dikembangkan dengan baik. Pemodelan spasial epidemiologi DBD merupakan salah satu aplikasi dari Sistem Informasi Geografis (SIG). SIG dapat digunakan untuk menentukan pola spasial temporal kejadian kasus DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pola spasial-temporal kasus DBD berdasarkan analisis spasial statistik di Kota Palu Tahun 2011-2016. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan studi potong lintang. Sampel kasus DBD adalah semua yang dilaporkan dari tahun 2011 sampai dengan Juni 2016 dan dianalisis secara spasial statistik menggunakan average nearest neighbour dan space-time permutation. Estimation. Hasil penelitian menunjukkan pola spasial kasus DBD Tahun 2011- Juni 2016 cenderung mengelompok. Untuk pengelompokan kasus DBD Tahun 2011-2016 secara spasial-temporal didapatkan dua daerah dengan klaster yang signifikan. Wilayah klaster tersebut memiliki p-value 0,021 untuk wilayah pertama. Waktu kejadian kasus DBD yang memiliki nilai signifikan tersebut antara rentang waktu 1 Maret – 30 November 2011 dengan jumlah 25 kasus. Selanjutnya untuk klaster kedua didapatkan hasil p-value 0,037 dengan rentang waktu kasus 1 Mei – 30 Juni 2013 dengan jumlah 17 kasus. Lokasi klaster utama atau yang signifikan secara spasial temporal terdapat di enam kelurahan dan menjadi prioritas dalam pengendalian DBD. Pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk DBD dengan gerakan 3M plus dan gerakan satu rumah satu jumantik secara intensif dilakukan dengan memprioritaskan daerah dengan klaster yang signifikan. Surveilans kasus dan vektor penyakit harus ditingkatkan dan dikembangkan dengan memanfaatkan SIG

    Persepsi, Stigma, dan Perilaku Ketidakpatuhan Pencegahan COVID-19 Pada Masyarakat Wilayah Provinsi Jawa Timur Tahun 2020: Pendekatan Health Belief Model

    No full text
    Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) has spread in various parts of Indonesia. East Java Province is listed as  one of the provinces with the highest number of COVID-19 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between perceptions, stigma, and non-compliance behavior in preventing COVID-19 through a health belief model approach in the people of East Java Province. This cross-sectional study used voluntary  sampling technique by distributing online questionnaires. This research took place in September – November 2020. The people of East Java province who participated were 420 respondents. The proportion of respondents who are not compliant in preventing COVID-19 is 57.4%. The results of the multivariate analysis showed a  relationship between perceptions of contracting COVID-19 (OR=2.067; 95% CI=1.304 - 3.276), perceptions of barriers to preventing COVID-19 (OR=2.306; 95% CI= 1.151 - 4.621), perceptions of action cues (OR=1.968; 95% CI= 1.281 – 3.024), perceived severity of COVID-19 (OR=1.158; 95% CI 0.728 – 1.841), stigma (OR=1.467; 95% CI=0.595 – 3.615), gender (OR = 2.305; 95% CI = 1.388 – 3.828, high school education equivalent (OR =1.735; 95% CI = 1.100 – 2.734) with non-compliance behavior to prevent COVID-19. We concluded that non-compliance behavior in preventing COVID-19 was associated with the perception of being infected, the perception of obstacles, and the perception of action cues related to COVID-19. This study highlighted the necessity of COVID-19 education to improve community compliance in preventing COVID-19 through collaborative efforts by local government and stakeholders. Abstrak Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah menyebar di berbagai wilayah Indonesia. Provinsi Jawa Timur  tercatat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui hubungan persepsi, stigma dengan perilaku ketidakpatuhan pencegahan COVID-19 melalui  pendekatan health belief model pada masyarakat Provinsi Jawa Timur. Penelitian cross sectional ini  menggunakan teknik voluntary sampling dengan menyebarkan kuesioner secara daring. Penelitian ini  berlangung pada September – November 2020. Masyarakat provinsi Jawa Timur yang berpartisipasi berjumlah 420 responden. Proporsi responden yang tidak patuh dalam melakukan pencegahan COVID-19 sebesar 57,4%. Hasil analisis multivariat menunjukkan hubungan antara persepsi tertular COVID-19 (OR=2,067; CI 95%= 1,304 -  3,276), persepsi hambatan melakukan pencegahan COVID-19 (OR=2,306; CI 95%= 1,151 - 4,621), persepsi  isyarat tindakan (OR=1,968; CI 95%= 1,281 – 3,024), persepsi keparahan (OR=1,158; CI 95% 0,728 – 1,841), stigma (OR=1,467; CI 95%=0,595 – 3,615), jenis kelamin (OR=2,305; CI 95%= 1,388 – 3,828), tingkat pendidikan SMA sederajat (OR=1,735; CI 95%= 1,100 – 2,734) dengan perilaku ketidakpatuhan pencegahan COVID-19. Disimpulkan bahwa persepsi tertular, persepsi hambatan, dan persepsi isyarat tindakan terkait COVID-19 memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan perilaku ketidakpatuhan pencegahan COVID-19. Penelitian ini menunjukkan perlu ditingkatkan edukasi COVID-19 yang dapat dilakukan pemerintah setempatdengan menjalin kerjasama lintas sektor untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam melakukan pencegahan COVID-19. &nbsp

    PENGARUH PENAMBAHAN GUM ARAB TERHADAP KUALITAS ZAT GIZI MINUMAN BIUNIK

    Get PDF
    Latar belakang. Minuman olahraga dengan kadar karbohidrat dan elektrolit memiliki lebih banyak manfaat. Minuman isotonik merupakan salah satu produk minuman olahraga yang diformulasikan sebagai pengganti cairan, karbohidrat, elektrolit, dan mineral tubuh dengan cepat karena sifatnya yang mudah diserap oleh tubuh setelah diminum. Minuman biunik sebagai produk minuman isotonik, menggunakan bahan pangan lokal, yakni ubi jalar ungu dan jeruk manis dengan penambahan gum arab yang berfungsi untuk mengurangi endapan pada minuman. Produk ini diharapkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan performa atlet yang mengonsumsinya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gum arab terhadap kualitas zat gizi pada minuman biunik. Metode. Penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yaitu tiga perlakuan penambahan gum arab 0,1 persen, 0,2 persen, dan 0,3 persen pada minuman biunik berbahan dasar 75 gram ubi jalar ungu. Kualitas zat gizi dianalisis dari kadar karbohidrat dan sukrosa, kadar vitamin C, kadar natrium, dan kalium. Pembuatan minuman biunik dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar dan analisis kadar zat gizi dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Hasil. Kualitas zat gizi minuman biunik dibandingkan dengan syarat mutu  minuman isotonik di Indonesia yang mengacu pada SNI 01-4452-1998. Kadar karbohidrat sampel tidak memenuhi SNI, kadar sukrosa sesuai dengan SNI (>5%), kadar vitamin C mengikuti tren kadar karbohidrat, kadar natrium pada sampel standar (841 mg/kg) yang sesuai dengan SNI dan kadar kalium 7–8 kali diatas standar SNI. Kesimpulan. Penambahan gum arab berpengaruh terhadap kualitas zat gizi minuman biunik dan belum dapat memenuhi standar SNI minuman isotonik, hanya kadar sukrosa, vitamin C, dan natrium sampel standar yang memenuhi standar SNI. &nbsp

    HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECUKUPAN GIZI MIKRO (VITAMIN D, NATRIUM, KALSIUM) DAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMSIA

    Get PDF
    Latar Belakang. Tingkat kecukupan vitamin D dapat membantu mengurangi kejadian hipertensi atau preeklamsia. Kekurangan kalsium, serum, dan seng dapat menjadi salah satu faktor risiko preeklamsia dibandingkan pada wanita hamil yang sehat. Beberapa ahli menyampaikan bahwa status gizi juga sering dikaitkan dengan kejadian preeklamsia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan tingkat kecukupan zat gizi mikro dan status gizi terhadap kejadian preeklamsia pada ibu hamil. Metode. Penelitian ini mengunakan desain cross-sectional. Rancangan dipilih secara simple random sampling sebanyak 71 responden. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecukupan vitamin D (80,3%), natrium (46,5%), dan kalsium (78,9%). Tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan zat gizi mikro dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil (p>0,05) dan sebagian besar responden dengan status gizi lebih (40,8%). Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil (p<0,05). Kesimpulan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan tidak ada hubungan asupan gizi mikro terhadap kejadian preeklamsia pada ibu hamil. Akan tetapi kemungkinan disebabkan faktor risiko lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Status gizi lebih mempunyai hubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa ibu hamil dengan status gizi lebih, lebih berisiko dibandingkan dengan ibu hamil dengan status gizi normal

    PEMANFAATAN TEPUNG TULANG IKAN GABUS (Channa striata) DALAM PEMBUATAN SEMPOL DAGING IKAN GABUS SEBAGAI SUMBER KALSIUM

    Get PDF
    Latar belakang. Sumber kalsium dapat diperoleh dari ikan, terutama tulangnya. Pemanfaatan tepung tulang ikan gabus dalam pembuatan sempol merupakan salah satu alternatif pangan sumber kalsium. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter sensorik dari formulasi sempol dan menganalisis kandungan kalsium pada formulasi sempol daging ikan gabus dengan substitusi tepung tulang ikan gabus yang terpilih dan sempol kontrol. Metode. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat 4 perlakuan penambahan tepung tulang ikan gabus pada bahan pembuatan sempol, yaitu 0%, 25%, 37,5% dan 50%. Hasil. Hasil uji organoleptik oleh panelis semi terlatih sebanyak 30 orang menunjukkan bahwa perlakuan F1, yaitu sempol dengan penambahan tepung tulang ikan gabus sebanyak 25 persen merupakan perlakuan sempol terbaik. Analisis data organoleptik menggunakan uji Kruskall Wallis dan uji lanjut Mann Whitney sedangkan untuk uji data laboratorium menggunakan uji one way ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung tulang ikan gabus pada pembuatan sempol dapat memberikan pengaruh nyata terhadap parameter organoleptik, yaitu tekstur, tetapi warna, rasa, dan aroma tidak berpengaruh nyata. Sempol kontrol (F0) memiliki kandungan kadar air 55,08 persen, kadar abu 1,78 persen, protein 13,11 persen, lemak 1,82 persen, karbohidrat 28,2 persen, energi 181,64 kkal, dan kalsium 149,03 mg/g. Sedangkan, sempol terpilih (F1) memiliki kandungan kadar air 50,73 persen, kadar abu 5,17 persen, protein 13,89 persen, lemak 2,78 persen, karbohidrat 27,43 persen, energi 190,3 kkal, dan kalsium 1207,21 mg/g. Kesimpulan. Kandungan gizi sempol terpilih (F1) mengalami peningkatan terutama pada kalsium dan apabila anak-anak mengonsumsi 3 sempol F1 untuk cemilan makan, akan mencukupi 5 persen dari AKG anak-anak

    THE EFFECT OF HEALTH PROMOTION USING EMO DEMO VIDEO ON THE SELECTION OF FOOD CONTAINS IRON FOR ANEMIA PREVENTION IN ADOLESCENTS: STUDY AT ISLAMIC SENIOR HIGH SCHOOL IN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Background. Emotional Demonstration (Emo Demo) is a technique to educate the public through the latest approach from the theory of Behavior Center Design as a reference. This strategy can be an alternative to help young women in choosing food ingredients to prevent anemia. Given the adverse effects of anemia, it is necessary to overcome them. Objective. This study aims to assess the effect of health promotion through Emo Demo video media on selecting foods containing iron to prevent anemia in adolescent girls. Method. The research design was a pre-post test with a control group design and quasi-experimental design. The research design used in this research is "Control Group Design". In this study, there were two groups, namely the intervention group using the Emo Demo video method and the control group using e-leaflets. Results. Emo Demo video promotion has a positive effect on knowledge (p value 0.000), attitudes (p value 0.000), and behavior (p value 0.000) in adolescent girls to prevent anemia compared to e-leaflets. Conclusion. Emo Demo video as a learning media is more effective in increasing knowledge, attitudes, and behavior in choosing foods high in iron in adolescent girls than in the group using e-leaflets. It is important to provide continuous Emo Demo videos and do the monitoring of adolescent girls to prevent anemia

    Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Obat Tradisional setelah Pemberian E-Booklet di Kabupaten Karimun

    Get PDF
    Knowledge of traditional medicine is important for the formation of a person's activity in using traditional medicine. Preliminary studies conducted show the level of public knowledge about traditional medicine in the less category. This can be caused by a lack of desire to seek information and lack of education from health workers. For this reason, educational media such as e-booklets are needed. This study aims to see the level of public knowledge about traditional medicine after being given an e-booklet. This study uses a preexperimental method with a one group pretest-posttest design. The population of this research is the residents of Karimun Regency who have used traditional medicine. The sample of this study was 150 respondents who were determined using purposive sampling method. The inclusion criteria for the study were that the respondent was at least 18 years old, had used traditional medicine with the logo and was registered with BPOM for at least the last 3 months, could use a smartphone and was willing to be a respondent. The research instrument is e-booklet media and knowledge questionnaire. The knowledge questionnaire used has been tested for validity and reliability (obtained 20 valid questions with an r value of 0.881). Uni-variate data analysis to describe the level of knowledge and bi-variate analysis was carried out for the analysis of changes in pretest and post-test knowledge scores using the Wilcoxon test. The results obtained before giving the e-booklet are good knowledge as much as 6.6%, sufficient as much as 55.4% and less as much as 38% while after being given the e-booklet the knowledge of respondents with good category is 55.4%, enough is 38% and less as much as 6.6%. Bi-variate analysis obtained p value 0.000. It can be concluded that the given media has a significant effect on respondents knowledge

    1,563

    full texts

    2,187

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇