Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
Knowledge Level of Farmers regarding the Use of Pesticide for Pest and Disease Control
Farmers\u27 utilization of pesticides in Indonesia is very high because pesticides are the main method for farmers to control pests and diseases. This research was conducted to determine farmers\u27 level of knowledge of the use of pesticides. The research method used in this research was quantitative, using survey methods. The survey method was used to obtain factual information by exploring the level of knowledge, attitudes and actions of farmers related to pesticides. Sampling was conducted in Tulungrejo Village, Ngantang District, Malang Regency, with 50 farmers as respondents. The results of this study found that most of the respondents know about pesticides and the types of pesticides. The primary factor influencing pesticide use selection was the characteristics of farmers. The farmer age in Tulungrejo Village is 56%, and the farmer is 30-50 years old. Most of them had a low educational level, and 48% of the farmers only finished elementary school. However, the respondents needed to learn that the use of pesticides should be the last step in controlling pests and diseases, according to Integrated Pest Management (IPM). Therefore, an education and training program on IPM and pesticide use should be planned to assist farmers in improving their knowledge and skills
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERILAKU MENYIMPANG PADA KADER REMAJA
The increasing rate of juvenile delinquency is very worrying for many parties. Both related to mass fights, drugs, premarital sexual relations, drinking and so on. Even though various efforts have been made, until now the incidence rate is still difficult to reduce. The forum for activities provided to teenagers, such as the Youth Posyandu, the formation of youth cadres is still not running optimally. The aim of this community service is to optimize the knowledge of juvenile cadres through health promotion and discussions on juvenile delinquency. The method used through interactive discussions about juvenile delinquency (deviant behavior). The results of this community service activity are that the knowledge of teenage after health education and interactive discussions is mostly very good. Adolescent health education activities are felt by youth cadres to be very beneficial, the cadres really want this activity not to stop here, but to continu
PENGARUH VARIABEL GOOD GOVERNANCE TERHADAP KINERJA APARATUR
Tujuan Penelitian ini memperoleh data serta mengukur pengaruh good governance terhadap kinerja aparatur. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan uji statistik. Adapun sampel dalam penelitian adalah seluruh ASN Kecamatan Bukit sebesar 24 Responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda, koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, akuntabilitas, transparansi, demokrasi, dan aturan hukum berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur.sedangkan secara simultan good governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SISTEM PENGELOLAAN ASET DESA (SIPADES) DI KECAMATAN MALANGBONG KABUPATEN GARUT
Perkembangan teknologi menjadi suatu fenomena yang berpengaruh pada kehidupan manusia yang salah satunya berimplikasi pada tata kelola pemerintahan dengan menghadirkan tekonologi dalam membantu kinerja. Pengadopsian teknologi diterapkan di Kecamatan Malangbong dengan menghadirkan Sistem Pengelolaan Aset Desa (SIPADES). Pengelolaan aset menggunakan suatu hal yang baru karena baru karena sebelumnya pengelolaan aset dilakukan secara konvensional, Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Sistem Pengelolaan Aset Desa (SIPADES) di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut dengan menggunakan model UTAUT 3. Kuesinoner disebarkan kepada pengguna SIPADES di 24 Desa di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut Penelitian ini menerapkan jenis penelitian Kuantitatif. Metode pengolah data kuantitatif diterapkan dengan pengujian analisis SEM Partial Least Square (PLS) dengan alat statistik SmartPLS 3.3.Hasil penelitian ini menghasilkan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel memfasilitasi dan kebiasaan terhadap variabel Niat Beperilaku, dan variabel kebiasaan terhadap perilaku penggunaan. Sedangkan variabel Performa ekspetasi, ekspetasi usaha, motivasi hedonis, dan pengaruh sosial terhadap perilaku penggunaan dan niat berperilaku menunjukan tidak ada hubungan yang siginifikan antar variabel. Implikasi dari penelitian ini diperlukannya peningkatan kualitas program aplikasi, melakukan pemerataan bimbingan teknis, dan peningkatan pengawasan secara langsung oleh kepala desa
PENGARUH SENAM IBU HAMIL TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL
Anemia in pregnancy is a condition where pregnant women have hemoglobin (Hb) levels below normal values, which has a serious impact on the growth and development of the fetus. One non-pharmacological therapy that can be given to pregnant women is through pregnancy exercises. The aim of this study was to determine the effect of pregnancy exercise on Hb levels in pregnant women. This research design used experimental research. The population of this research was 40 pregnant women at the Jeli Community Health Center, Karangrejo District, Tulungagung Regency and with a purposive sampling technique, a sample of 37 people was obtained. Data analysis used paired t-test. The results of the study showed that the average Hb level in pregnant women before pregnancy was 11.7 g/dl and after the pregnancy exercise intervention the average was 12.5 g/dl. The results of statistical tests using the paired t-test obtained a significance value (p value=0.000 < a=0.05. So it can be concluded that there is an influence of pregnancy exercise on Hb levels in pregnant women. It is hoped that pregnant women will carry out routine pregnancy exercise as an effort to control Hb levels..
Keywords : pregnant_women, hemoglobin_levels, pregnancy_exerciseAnemia dalam kehamilan merupakan kondidi ibu hamil dengan kadar hemoglobin (Hb) dibawah nilai normal, yang berdampak serius pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat diberikan ibu hamil adalah melalui senam hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap kadar Hb pada ibu hamil. Desain penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen Populasi penelitian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Jeli Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung berjumlah 40 orang dan dengan teknik sampel purpossive sampling diperoleh sampel sebanyak 37 orang. Analisa data menggunakan uji t-test berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar Hb pada ibu hamil sebelum hamil 11,7 g/dl dan sesudah intervensi senam hamil didapatkan rerata 12,5 g/dl . Hasil uji statistik menggunakan uji t-test berpasangan didapatkan nilai signifikansi (p value=0,000 < a=0.05.sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh senam hamil terhadap kadar Hb pada ibu hamil. diharapkan ibu hamil melakukan senam hamil secara rutin sebagai upaya mengendalikan kadar Hb.
Kata Kunci : ibu_hamil, kadar_hemoglobin, senam_hami
BENEFITS OF AUDIT QUALITY: EVIDENCE FROM INDONESIA
The audit opinion and the financial statement presentation are inextricably linked; the auditor cannot be blind to the facts surrounding the organization. As a result, the factors influencing the audit quality of manufacturing enterprises in the consumer product industry sector are experimentally examined in this study. This study covers the Indonesian Stock Exchange (IDX) from 2018 to 2021. The study\u27s independent variables include audit committees, tenure audits, rotational audits, cost audits, and auditor gender. The research samples consist of all manufacturing companies in the consumer goods industry sector that have registered on the IDX up to 60 times. In this study, the sample technique employed was purposeful sampling. The IDX lists four research periods and 32 manufacturing businesses in the Goods Industry Sector, for a total of 128 samples. According to the findings, shareholders must also give corporate managers permission to charge reasonable audit fees. This audit fee may be one of the reasons why shareholders would want high-quality audits from auditors.
Opini audit dan penyajian laporan keuangan saling terkait erat; auditor tidak bisa buta terhadap fakta seputar organisasi. Oleh karena itu, faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit perusahaan manufaktur di sektor industri produk konsumen diperiksa secara eksperimental dalam penelitian ini. Penelitian ini mencakup Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018 hingga 2021. Variabel independen penelitian meliputi komite audit, audit tenure, audit rotasi, audit biaya, dan gender auditor. Sampel penelitian terdiri dari seluruh perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang telah terdaftar di BEI sebanyak 60 kali. Dalam penelitian ini teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. BEI mencatat empat periode penelitian dan 32 usaha manufaktur di Sektor Industri Barang, dengan total sampel 128. Berdasarkan temuan tersebut, pemegang saham juga harus memberikan izin kepada manajer perusahaan untuk membebankan biaya audit yang wajar. Biaya audit ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa pemegang saham menginginkan audit berkualitas tinggi dari auditor
Peningkatan Produktivitas Produksi Sandal Jepit UD. Darmaji Melalui Analisis Kebutuhan Pegawai
High demand for sandals at UD. Darmaji. However, production cycle time is still long. This study determines the number of employees needed to meet accurate production capacity demand. The study used a quantitative approach with a motion study approach. The study population was the entire activity at UD. Darmaji. The sample was 8 activities in the sandal production process. The research instruments were observation forms and stopwatches. Data were collected through observation and time measurement. The data were analyzed using the motion study method to calculate cycle time, allowance time, performance rating, standard time, employee prediction, and cost comparison. UD. Darmaji has enough production capacity to meet demand for the next 6 months. However, the production cycle time is still long, especially in the activity of attaching the strap. To meet demand for the next 1 month, UD. Darmaji can use alternative 2 with 14 regular time employees for 9 hours per day. This alternative is cheaper and can improve efficiency and production productivit
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN DI DESA CINENGAH KECAMATAN RONGGA KABUPATEN BANDUNG BARAT
Efektivitas pembangunan pada tingkat desa merupakan tuntutan bagi pengembangan desa yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Perwujudannya perlu ditunjang oleh pengelolaan anggaran pembangunan desa sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Termasuk ke dalamnya adalah efektivitas pengelolaan Dana Desa pada pembangunan infrastruktur perdesaan. Atas dasar tersebut, penelitian ini berusaha mengkaji Efektivitas Pengelolaan Dana Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Perdesaan di Desa Cinengah Kecamtan Rongga Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi...observasi,wawancara,dan..dokumentasi. Informan berjumlah 8.orang yang..ditetapkan..secara..purposif. Kemudian, analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari pembahasan hasil penelitian menyimpulkan bahwa.pengelolaan..Dana Desa dalam pembangunan infrastruktur perdesaan di Desa Cinengah Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat sudah efektif, namun belum maksimal. Hal ini tampak dari aktivitas pembangunan yang sudah cukup memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat dengan kualitasnya yang baik, pelaksanaan pembangunan infrastruktur perdesaan yang sudah sesuai dengan rencana dalam RKPDes dan RPJMDes, pembangunan infrastruktur perdesaan telah dilaksanakan berdasarkan aspirasi masyarakat dan sudah memanfaatkan hasil perkembangan teknologi, adanya peningkatan kapasitas pegawai serta pengembangan sarana dan prasarana berdasarkan kebutuhan, sekalipun belum dilaksanakan secara merata
IMPLEMENTASI PERKAP NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN CUTI DAN IZIN DI LINGKUNGAN POLRI
Tujuan penelitian: mendeskripsikan tentang implementasi peraturan pemberian cuti dan izin di Lingkungan Satuan Brimob Polda NTB berdasarkan Perkap Nomor 11 Tahun 2015 dan mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam implementasi peraturan pemberian cuti dan izin di Lingkungan Satuan Brimob Polda NTB. Metode penelitian yang dipergunakan mempunyai sifat format kualitatif verikatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara kepada beberapa informan yaitu Kasubbagrenmin, Pasimin Gegana, Pamin Kompi 1, Bamin Subbagdalops, Banit Subden 1, Banum Subsibekum dan Anggota Kompi 1 Satbrimob Polda NTB. Analisis Data menggunakan model interaktif empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian: menemukan Implementasi Peraturan Pemberian cuti dan izin bagi pegawai di Satuan Brimob Polda NTB sudah dilaksanakan sesuai dengan Perkap No. 11/2015, adanya hal tersebut pihak Satbrimob sebagai pemberi cuti dan izin berkewajiban untuk mengimplementasikan Perkap tersebut dengan baik terhadap pemberian cuti dan izin bagi anggota sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Secara implementasi sudah berjalan baik, namun ternyata masih kurang efektif dan efisien seperti dalam hal sumber daya dan disposisi
IMPLEMENTASI KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL TENTANG BANTUAN SOSIAL TUNAI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengkaji bagaimana Keputusan Menteri Sosial mengenai Bantuan Sosial Tunai dalam pelaksanaannya di Kelurahan Payaman Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk serta faktor yang mendukung dan menghambatnya. Untuk menjawab sasaran dalam penelitian tersebut, Teknik yang digunakan oleh para ahli adalah jenis penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mentality approach terkait dengan sikap, perilaku, maupun tanggungjawab aparatur Pemerintah Kelurahan Dalam perpespektif system approach, pada aspek regulasi ternyata penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial. Sedangkan pemerintah Kelurahan hanya berfungsi mensosialisasikan dan mengawal penyaluran BST dan tidak mampu merubah ketentuan pusat tersebut. yang menjadi pendukung utama meliputi aspek mental aparatur pemerintah Kelurahan dalam mentality approach dan networking approach baik pada indicator kemitraan strategis, sinergitas, maupun simbiosis mutualismenya. Sedangkan faktor-faktor yang menjadi penghambat didominasi dari aspek mental warga dalam mentality approach dan System approach baik pada indicator regulasi, nilai budaya, maupun struktur & fungsi organisasiny