Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
    2692 research outputs found

    PENGAWASAN KINERJA APARATUR DAERAH MELALUI AUDIT KINERJA APARAT PENGAWAS INTERNAL PEMERINTAH (APIP)

    Get PDF
    Sebagai aparat pengawasan internal pemerintah (APIP), Inspektorat Provinsi/Kabupaten/Kota diharapkan dapat memperluas kapasitasnya untuk lebih mengembangkan pelaksanaan pemerintahan melalui hasil pengawasan. APIP akan dapat menentukan audit kinerja, apakah suatu fungsi, program, atau kegiatan telah dilaksanakan secara efektif, efisien, dan hemat biaya. Hal ini pada akhirnya akan dapat membantu organisasi dalam meningkatkan aspek kinerja seperti aspek efektif, efisien, dan ekonomis (3E). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, berdasarkan studi kasus dengan tujuan untuk menggali informasi yang dibutuhkan. Hasil penelitian menemukan langkah-langkah dan prosedur dalam Audit Kinerja APIP Inspektorat Daerah Kabupaten Nganjuk berpedoman pada Keputusan Inspektur Daerah Nomor 188/18/K/411.200/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Kinerja pada Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Pelaksanaan Audit Kinerja di Kabupaten Nganjuk telah sesuai dengan teori pengukuran sektor publik. Hambatan-hambatan yang terjadi dalam audit kinerja yaitu: (a)Jadwal Penugasan yang padat (b) Kemampuan APIP belum merata (c) Hambatan dari pihak Auditi. Dampak yang bisa dirasakan setelah dilakukan audit kinerja yaitu: (a) Perbaikan dan peningkatan kinerja (b) Peningkatan Pelayanan Publik (c) Memberikan pertimbangan yang sistematik dalam pembuatan keputusan pemberian reward dan punishment.

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERIAN TUGAS BELAJAR DAN IJIN BELAJAR PEGAWAI NEGERI SIPIL DI PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG

    Get PDF
    Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pemberian tugas belajar dan izin belajar bagi PNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung, serta mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini penulis memakai metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara kepada informan yang terlibat dalam penyelenggaraan tugas belajar dan ijin belajar. Informannya yaitu Kepala BKPSDM, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur, PNS yang telah, sedang, dan akan mengajukan studi belajar. Fokus penelitian ini menggunakan model teori Ripley and Franklin yaitu tingkat kepatuhan, kelancaran rutinitas fungsi, terwujudnya kinerja dan dampak yang diinginkan. Kesimpulan dari penelitian yaitu berdasarkan tingkat kepatuhan yaitu belum dilaksanakannya pemantauan dan evaluasi pada studi ijin belajar, pegawai yang terlambat mengajukan studi hingga tidak melaporkan ketika seleksi tugas belajar. Dari aspek tingkat kelancaran rutinitas terdapat beberapa kendala yaitu sosialisasi, kerjasama, rekomendasi pimpinan, dan belum adanya kerjasama BKPSDM dengan universitas atau lembaga akademik lainnya. Dari aspek dampak yang dikehendaki, dengan adanya pemberian tugas belajar, ijin belajar dan surat keterangan kepemilikan ijazah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja pegawai. Namun pemberian tugas belajar dan ijin belajar jumlahnya belum di sesuaikan dengan kebutuhan karena BKPSDM pada saat ini belum memiliki peta rencana pengembangan kompetensi

    IMPLEMENTASI PERDA NOMOR 10 TAHUN 2021 TENTANG APBD TAHUN 2022 DI SEKERTARIAT DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK (STUDI KEBIJAKAN PEMBERIAN HIBAH)

    Get PDF
    Hibah untuk pemerintahan umum sulit dibuktikan mendukung pembangunan daerah. Penelitian ini mendiskripsikan faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan hibah dalam APBD Tahun 2022 di Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, kajian dokumen dan observasi. Informan dari pelaksana hibah dan penerima hibah. Hasil penelitian menemukan bahwa implementasi kebijakan hibah di Sekretariat Daerah berjalan kurang baik. Temuan itu didasarkan pada komunikasi berjalan baik meskipun masih terjadi ego sektoral, SDM cukup kompeten secara umum, petunjuk pelaksanaan hibah belum diperbarui, wewenang berdasarkan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 dan tupoksi serta SK tim verifikasi, sarana prasarana Bagian Kesra, anggaran ditentukan oleh TAPD, sikap pelaksana cukup baik namun dalam perencanaan cenderung resisten, dan pembagian tugas kurang jelas dan SOP bersifat sementara. Faktor komunikasi dan SDM mendukung implementasi kebijakan, sedangkan faktor pembagian tugas menjadi penghambat utama berkaitan tupoksi yang ambigu, kurangnya SDM kompetensi khusus, sikap dalam perencanaan kurang baik dan anggaran tidak ditentukan sejak awal perencanaan.  Perlu penyediaan sumber daya, memperbaiki sikap pelaksana dan pembagian tugas serta sinergi pelaksana

    PENGARUH EDUKASI GIZI TERHADAP SELF-EFFICACY IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA: The Influence of Nutrition Education on Mothers\u27 Self-Efficacy in Preventing Stunting in Toddlers

    Get PDF
    Stunting is a common health issue faced by toddlers in Indonesia, influenced by inadequate nutritional intake. Mothers, as the primary caregivers, play a crucial role in ensuring the nutritional adequacy of their children; however, their lack of nutritional knowledge often hinders efforts to prevent stunting. Self-efficacy, or a mother\u27s confidence in her ability to prevent stunting, can be improved through nutritional education. This study aims to assess the impact of nutritional education on increasing mothers\u27 self-efficacy in stunting prevention among toddlers. The study used a pre-experimental design with a one-group pre-test post-test approach. The respondents consisted of 31 mothers with children aged 6-24 months, selected purposively. The intervention was in the form of nutritional education. Self-efficacy was measured before and after the education using a questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in mothers\u27 self-efficacy after receiving nutritional education (p < 0.000), indicating a significant difference in self-efficacy levels before and after the nutritional education intervention. Nutritional education was found to be effective in improving mothers\u27 self-efficacy related to stunting prevention in toddlers. Sustainable nutritional education programs need to be implemented to help mothers ensure their children\u27s nutritional adequacy. Stunting adalah masalah kesehatan yang banyak dihadapi oleh balita di Indonesia dan dipengaruhi oleh kurangnya asupan gizi yang memadai. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran kunci dalam memastikan kecukupan gizi balita, namun pengetahuan gizi yang rendah sering kali menghambat upaya pencegahan stunting. Self-efficacy atau keyakinan ibu dalam kemampuannya melakukan pencegahan stunting dapat ditingkatkan melalui edukasi gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan self-efficacy ibu dalam upaya pencegahan stunting pada balita. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test post-test. Responden terdiri dari 31 ibu yang memiliki balita usia 6-24 bulan, dipilih secara purposive. Intervensi berupa edukasi gizi. Pengukuran self-efficacy dilakukan sebelum dan sesudah edukasi dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam self-efficacy ibu setelah diberikan edukasi gizi (p < 0,000) dimana menunjukan adanya perbedaan yang signifikan dalam tingkat self-efficacy sebelum dan setelah intervensi pendidikan gizi. Edukasi gizi efektif dalam meningkatkan self-efficacy ibu terkait pencegahan stunting pada balita. Program edukasi gizi yang berkelanjutan perlu diterapkan untuk membantu ibu dalam menjaga kecukupan gizi anak

    HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA KARANGREJO KECAMATAN NGASEM KABUPATEN KEDIRI

    Get PDF
    Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Balita merupakan anak yang umurnya dibawah lima tahun, pada masa ini berlangsung proses tumbuh kembang yang sangat pesat. Maka diperlukan pola asuh gizi yang sangat penting bagi berlangsunya tumbuh kembang pada balita. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Antara pola Asuh Gizi Dengan kejadian Stunting Pada Balita di Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dan balita stunting sebanyak 35 orang dengan menggunakan tehnik total populasi. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi. Menggunakan kusioner dan lembar pengumpul data. Analisis bivariat menggunakan uji spearmant rank. Hasil penelitian dengan statistik diperoleh p-value 0,002 < 0.05. ada Hubungan Antara Pola Asuh Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Krangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri . Hampir seluruh (97%) dari responden mengalami stunting dengan pola asuh gizi yang tidak baik. Berdasarkan data tersebut dapat diintepretasikan bahwa hampir seluruh responden balita yang mengalami pola asuh gizi yang tidak baik mengalami stunting. Bagi petugas kesehatan diharapkan lebih meningkatkan pelayanan posyandu kepada balita yang mengalami stunting, Serta memberikan penyuluhan kepada orangtua mengenai pola asuh gizi yang baik agar nutrisi balita terpenuhi.Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Balita merupakan anak yang umurnya dibawah lima tahun, pada masa ini berlangsung proses tumbuh kembang yang sangat pesat. Maka diperlukan pola asuh gizi yang sangat penting bagi berlangsunya tumbuh kembang pada balita. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Antara pola Asuh Gizi Dengan kejadian Stunting Pada Balita di Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dan balita stunting sebanyak 35 orang dengan menggunakan tehnik total populasi. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi. Insturmen yang digunakan kusioner dan lembar pengumpul data. Analisis bivariat menggunakan uji spearmant rank. Hasil penelitian dengan statistik diperoleh p-value 0,002 < 0.05. ada Hubungan Antara Pola Asuh Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Krangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri tahun 2023. Hampir seluruh (97%) dari responden mengalami stunting dengan pola asuh gizi yang tidak baik. Berdasarkan data tersebut dapat diintepretasikan bahwa hampir seluruh responden balita yang mengalami pola asuh gizi yang tidak baik mengalami stunting. Bagi petugas kesehatan diharapkan lebih meningkatkan pelayanan posyandu kepada balita yang mengalami stunting, Serta memberikan penyuluhan kepada orangtua mengenai pola asuh gizi yang baik agar nutrisi balita terpenuhi.   Kata kunci : Balita, kejadian stunting, Pola Asuh Giz

    Optimalisasi Tenaga Kerja Menggunakan Time and Motion Study untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional Departemen Finishing Uncoated

    Get PDF
    Optimizing the number of workers is an important factor in improving the company\u27s operational efficiency by ensuring that each worker has an appropriate role and workload. This research aims to optimize the number of workers in a manufacturing company that produces processed paper in Karawang Regency. This study uses the time and motion study method  to measure labor needs precisely. Initially, the number of workers in  the uncoated finishing  department was 14 people. Through the measurement of time and motion study, the ideal number of workers needed was obtained as many as 11 people. There was a difference of as many as 3 workers between the initial number and the measurement results. This result allows the company to optimize the number of workers according to operational needs. The benefits of this optimization include increased operational efficiency and labor cost savings, which can ultimately improve the company\u27s profitability, competitiveness, and performance

    PENDAMPINGAN PETANI KOPI TERKAIT GEJALA OTOT RANGKA DAN POSTUR KERJA DI DESA RABAK

    No full text
    Kampung Cijantur is one of the villages in the highlands of Rabak Village, Rumpin District, Bogor Regency. Kampung Cijantur can be said to be a village that is quite underdeveloped because of the many problems this village is experiencing, starting from the uncertain main livelihood of the community, they only farm with uncertain harvest times. Most of the people\u27s work in Rabak Village is coffee farming. Many workers experience Musculoskeletal disorders. Musculoskeletal Disorders (MSDs) are diseases that have symptoms that affect the muscles, nerves, tendons, ligaments, joints, cartilage, and spinal cord. Based on initial observations using the Nordic Body Map questionnaire, it was found that Musculoskeletal Disorders (MSDs) are located on the right shoulder, left shoulder and back of coffee farmers. This is due to inefficient and non-ergonomic working postures when farmers harvest coffee. Under these conditions, it can cause a decrease in productivity performance and a decrease in coffee production. The stages in this community service, namely the planning stage, the stage of collecting funds for data processing, preparation of work plans, program socialization, program implementation, and monitoring and evaluatio

    AUTOMATIC ELECTROPLATING CHROME DAN DIGITALISASI PEMASARAN : INOVASI TEKNOLOGI PENINGKATAN SENTRA INDUSTRI PANDE BESI

    Get PDF
    Economic development is essential for enhancing community welfare, particularly in Kiping Village, Tulungagung Regency, East Java, where the majority of residents rely on blacksmithing. This traditional industry primarily produces agricultural tools like knives, sickles, and machetes using simple and conventional methods. However, the quality of these products often falls short in a competitive market increasingly dominated by manufactured alternatives. To revitalize the Blacksmith Small and Medium Industry (IKM) in Kiping, it is crucial to adopt a Smart Economy strategy that emphasizes entrepreneurship and innovation. Implementing modern techniques, such as automatic electroplating chrome technology, can significantly improve product quality, durability, and aesthetic appeal. This enhancement will not only help local blacksmiths compete with mass-produced items but also increase the perceived value of their products. Moreover, the current marketing practices, which rely heavily on collectors, limit the artisans\u27 reach and profit margins. By integrating digital marketing strategies, blacksmiths can directly connect with consumers, expanding their market and securing better prices for their goods. This shift towards a more sustainable and resilient business model will empower local craftsmen, ensuring that they receive fair compensation for their work. Ultimately, fostering innovation and improving marketing strategies will not only enhance the competitiveness of Kiping’s blacksmiths but also contribute to the broader goal of local economic development, uplifting the community and securing a sustainable livelihood for its residents

    PENGABDIAN MASYARAKAT DESAIN PENATAAN PURA DADIA PASEK GEL GEL PEKANDELAN DI DESA SIBETAN KARANGASEM

    Get PDF
    Pentingnya dukungan teknis dari pihak luar, termasuk akademisi, ditekankan untuk memfasilitasi akses ke dana hibah yang diperlukan untuk renovasi. Ini bukan hanya tentang pemulihan fisik pura tetapi juga pelestarian warisan budaya dan spiritual yang penting bagi komunitas Desa Sibetan. Proses renovasi pura menunjukkan kolaborasi antara tradisi dan kebutuhan modern, mencerminkan usaha bersama antara masyarakat lokal, pemerintah, dan institusi pendidikan dalam memastikan bahwa warisan budaya dan spiritual desa dipertahankan dan diperkuat. Renovasi Pura Pasek Pajenengan Dadia Gel Gel Pekandelan menjadi prioritas, mengingat signifikansinya dalam kehidupan masyarakat Desa Sibetan. Dengan kerusakan yang terjadi, terutama setelah erupsi Gunung Agung dan selama pandemi, kebutuhan akan pemugaran menjadi mendesak. Fasilitas pura yang rusak tidak hanya mempengaruhi praktik keagamaan tetapi juga integritas sosial dan budaya masyarakat. Kondisi ini membutuhkan respons yang cepat dan efektif, dengan pendekatan yang mempertimbangkan aspek spiritual, sosial, dan budaya dalam proses desain dan renovasi. Diharapkan, dengan bantuan teknis dan keilmuan dari akademisi, Desa Sibetan dapat mengatasi kendala dalam membuat desain dan pengajuan anggaran yang efektif. Kolaborasi ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara komunitas desa dengan sumber daya eksternal, memastikan bahwa Pura Pasek Pajenengan Dadia Gel Gel Pekandelan dan pura-pura lain di Karangasem dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Melalui proses ini, desa tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisiknya tetapi juga memperkuat fondasi spiritual dan sosial yang menjadi inti dari kehidupan komunitas Desa Sibetan

    EDUKASI HUKUM TENTANG PEMAHAMAN USIA PERKAWINAN DI MTS ALKHAIRAAT PARIGI

    Get PDF
    Fenomena perkawinan dini bukan menjadi hal yang baru di Indonesia. Dalam perkembangannya, lahirlah Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019,  artinya negara konsen pada hak dan kewajiban anak. Tak dipungkiri, masih ada celahnya masyarakat melakukan perkawinan di bawah usia perkawinan dengan menggunakan dispensasi nikah yang diajukan di pengadilan. Perubahan batas usia perkawinan ini merupakan langkah yang dilakukan pemerintah untuk menekan tingginya pernikahan dini, akan tetapi aturan ini ternyata tidak memberikan dampak signifikan disebabkan karena masih adanya dispensasi perkawinan yang diberikan kepada calon mempelai yang akan menikah di bawah usia 19 tahun dengan catatan ada izin dari orang tua dan diajukan permohonan dispensasi perkawinan di pengadilan. Kegiatan pengabdian ini akan dilakukan di MTS Alkhairat Parigi dengan target peserta siswa kelas X dan XI dengan metode pelaksanaan ceramah dan diskusi kemudian dilanjutkan dengan pendampingan. Perkawinan anak memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan psikologis anak-anak. Secara kesehatan, anak perempuan berisiko mengalami komplikasi kehamilan dan masalah kesehatan reproduksi. Dari sisi pendidikan, mereka cenderung putus sekolah, membatasi kesempatan kerja, dan menyebabkan ketergantungan finansial. Psikologis, mereka menghadapi tekanan emosional, risiko kekerasan dalam rumah tangga, dan hambatan perkembangan sosial. Selain itu, perkawinan anak melanggar hak asasi manusia, termasuk hak atas pendidikan dan perlindungan dari kekerasan. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak untuk mengakhiri praktik ini dan melindungi hak serta masa depan anak-anak

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Kadiri Kediri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇