Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
Analisis Vitamin C pada suplemen menggunakan titrasi asam basa: Analysis of vitamin C In Supplements Using Acid-Base Titration
Vitamin C merupakan vitamin yang dibutuhkan oleh dan berfungsi sebagai antioksidan. Vitamin C juga dapat mengurangi risiko kanker dan mengurangi kerusakan akibat radikal bebas pemicu kanker. Sehingga dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C pada sampel suplemen dengan menggunakan titrasi asam-basa. Dari hasil penilitian dengan sampel suplemen dari tiga merek didapatkan kadar Vitamin C dan variasi pH, untuk sampel A didapatkan sebesar 2,6 mg dengan pH 11; sampel B 4,2 mg; pH 13; sampel C 9,8; pH 12.Abstrak
Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh yang berfungsi bagi tubuh sebagai antioksidan. Vitamin C juga dapat mengurangi risiko kanker dan mengurangi kerusakan akibat radikal bebas pemicu kanker. 
Kelayakan Usahatani Padi Inpari IR Nutri Zinc Kelompok Tani Ngudi Makmur Kabupaten Tulungagung
Tulungagung Regency ranks 18th with 2,901 stunting cases, the equivalent of 5.51% in East Java. More specifically, stunting cases in Kauman District, Tulungagung Regency, reached 104 or around 3.6%. One of the causes of stunting is iron (Zn) deficiency. The Tulungagung Regency Agriculture Service conducted an Inpari IR Nutri Zinc Rice cultivation development program for the Ngudi Makmur Farmers Group in Balerejo Village, Kauman District, to support reducing stunting cases. Cultivating Inpari IR Nutri Zinc Rice has been carried out well. However, an analysis of the costs and feasibility of farming has yet to be carried out, so further research needs to be conducted. This research aims to determine the costs and feasibility of cultivating Inpari IR Nutri Zinc Rice. This research was a quantitative descriptive study involving the participation of 30 respondents belonging to the Ngudi Makmur Farmers Group, Balerejo Village, Kauman District, determined by census. Cost analysis calculations included variable and fixed costs so that income and receipts would be known. Feasibility analysis was calculated using the R/C ratio. The study findings showed that the average expenditure figure for Inpari IR Nutri Zinc Rice agricultural activities in the Ngudi Makmur Farmer Group was IDR10,382,373 with an income of IDR19,463,007 per ha in one planting season. The R/C ratio calculation result was 2.88. This shows that the Inpari IR Nutri Zinc Rice cultivation business is profitable and feasible.
Kabupaten Tulungagung menempati urutan ke-18 dengan jumlah 2901 kasus stunting atau setara dengan 5,51% di Jawa Timur. Lebih spesifik lagi, kasus stunting di Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung mencapai 104 atau sekitar 3,6%. Salah satu penyebab stunting yaitu kekurangan zat besi (Zn). Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung melakukan program pembinaan budidaya Padi Inpari IR Nutri Zinc kepada Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Balerejo Kecamatan Kauman untuk mendukung penurunan kasus stunting. Proses budidaya Padi Inpari IR Nutri Zinc telah dilakukan dengan baik, namun belum dilakukan analisis biaya serta kelayakan usahataninya sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui biaya dan kelayakan usaha budidaya Padi Inpari IR Nutri Zinc. Penelitian ini adalah suatu studi deskriptif kuantitatif yang melibatkan partisipasi dari 30 responden anggota Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Balerejo Kecamatan Kauman yang ditentukan secara sensus. Penghitungan analisis biaya meliputi biaya variabel dan biaya tetapsehingga akan diketahui pendapatan dan penerimaan. Analisis kelayakan dihitung menggunakan R/C ratio. Temuan studi menunjukkan angka rata-rata pengeluaran dalam kegiatan pertanian Padi Inpari IR Nutri Zinc pada Kelompok Tani Ngudi Makmur sebesar Rp10.382.373 dengan pendapatan sebesar Rp 19.463.007 per ha dalam satu musim tanam. Hasil perhitungan R/C ratio sebesar 2,88. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani budidaya Padi Inpari IR Nutri Zinc menguntungkan dan layak untuk dijalankan
Pertumbuhan dan Produksi Melon (Cucumis melo L.) pada Perlakuan Pupuk Organik Cair (POC) Sampah Dapur dan Bakteri Paenibacillus polymyxa
Applying organic fertilizer in crop cultivation aims to increase crop production and the sustainability of agricultural businesses. The experiment aimed to analyze the combination of POC treatment of kitchen waste and Paenibaccilus polymyxa bacteria on the growth and production of melon (Cucumis melo L.). The trial location is in Sugihan Village, Kampak District, Trenggalek Regency, from April to June 2024. The environmental design was a factorial, Complete, Randomized Block Design with four repetitions. Treatment of kitchen waste POC dosage is the first factor, namely 0 ml/plot (O1), 100 ml/plot (O2), and 200 ml/plot (O3). The second factor is the dose of Paenibacillus polymyxa bacteria: 30 ml/plot (P1), 40 ml/plot (P2), and 50 ml/plot (P3). Observation variables include plant length, number of leaves, fruit weight, and fruit diameter. Data analysis uses analysis of variance (ANOVA), followed by the 5% Least Significant Difference (LSD) test if the results show significant differences. The combination treatment dose of 200 ml kitchen waste POC and 50 ml Paenibacillus polymyxa/plot (O3P3) significantly affected the length of melon plants aged 21 and 28 HST and the weight of melon fruit. Treatment with POC doses of kitchen waste significantly affected plant length at 14 and 35 HST, number of leaves, and fruit diameter. The use of Paenibacillus polymyxa bacteria significantly affected plant length at 14 DAP, number of leaves, and diameter of melon fruit.
Aplikasi pupuk organik dalam budidaya tanaman bertujuan meningkatkan produksi tanaman, dan keberlanjutan usaha pertanian. Percobaan bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan produksi (Cucumis melo L.) akibat kombinasi perlakuan POC sampah dapur dan bakteri Paenibaccilus polymyxa. Lokasi percobaan di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek pada bulan April sampai Juni 2024. Rancangan lingkungan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial dan empat kali pengulangan. Aplikasi dosis POC sampah dapur sebagai faktor pertama, yaitu: 0 ml/petak (O1), 100 ml/petak (O2), 200 ml/petak (O3). Faktor kedua adalah dosis bakteri Paenibacillus polymyxa: 30 ml/petak (P1), 40 ml/petak (P2), 50 ml/petak (P3). Variabel yang diamati adalah panjang tanaman, berat, dan diameter buah, serta jumlah daun. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA), apabila hasil berbeda secara signifikan terus dilakukan uji lanjutan Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Interaksi aplikasi POC limbah dapur dosis 200 ml dan Paenibacillus polymyxa dosis 50 ml/petak (O3P3) menghasilkan perbedaan signifikan terhadap berat buah melon serta panjang tanaman melon umur 21, dan 28 HST. Aplikasi POC sampah dapur dengan dosis berbeda memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah daun, diameter buah, serta panjang tanaman umur 14 dan 35 HST. Penggunaan bakteri Paenibacillus polymyxa berpengaruh secara nyata terhadap diameter buah melon, jumlah daun, dan panjang tanaman umur 14 HST
Strategi Penerbitan Nomor Induk Berusaha sebagai Pilar Pemberdayaan Pelaku UMKM Gresik
Empowering Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through the issuance of Business Identification Numbers (NIB) is a crucial strategy for strengthening the local economy. The background lies in the challenges faced by MSMEs in Bulangkulon Village, Benjeng District, Gresik Regency, which require support to overcome business legality issues. The objective of this research is to raise awareness and facilitate the issuance of NIBs for MSMEs in Bulangkulon Village. The research methodology combines field observations, direct interviews with business actors, and consultations with the village government and local community. The results indicate that through community work, collaboration with the village government, and NIB issuance facilitated by relevant authorities, a number of business actors have successfully obtained the necessary business legality. Discussion of the results identifies strong enthusiasm from partner communities despite facing challenges such as limited resources and administrative complexity. In conclusion, this program has achieved its goal of supporting local economic growth and empowering MSMEs in Bulangkulon Village. Continuous evaluation and improvement are necessary to ensure the sustainability and effectiveness of this program in the long run.
Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan strategi krusial dalam menguatkan ekonomi lokal. Latar belakangnya terletak pada tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Desa Bulangkulon, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, yang memerlukan dukungan untuk mengatasi masalah legalitas usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan memfasilitasi penerbitan NIB bagi pelaku UMKM di Desa Bulangkulon. Metodologi penelitian ini menggabungkan pengamatan lapangan, wawancara langsung dengan pelaku usaha, dan musyawarah dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Hasilnya menunjukkan bahwa melalui kerja bakti, kerjasama dengan pemerintah desa, dan fasilitasi penerbitan NIB oleh Dinas terkait, sejumlah pelaku usaha berhasil mendapatkan legalitas usaha yang diperlukan. Diskusi hasil mengidentifikasi antusiasme yang kuat dari masyarakat mitra, walaupun dihadapi dengan beberapa tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kompleksitas administrasi. Kesimpulannya, program ini berhasil mencapai tujuannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan memberdayakan pelaku UMKM di Desa Bulangkulon. Evaluasi dan perbaikan terus diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program ini dalam jangka panjang
Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga Petani Melalui Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani dan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Pangan Lestari
This community service activity explores ways to improve the economy of farmer households through an electronic system for definitive plans for the needs of farmer groups and the role of women farmer groups through sustainable use of food plots. By coordinating this program, the synergy between agricultural activities is created to achieve broader goals regarding food security and sustainable natural resource management. Challenges such as limited access to subsidized fertilizers encourage the use of E-RDKK, which requires farmer collaboration for effective planning and distribution. Optimizing P2L is an alternative for sustainable food production in the home garden. Reduce dependence on external resources such as subsidized fertilizer and strengthen local food security. This activity was carried out using an open questionnaire before (pre-test) and after (post-test) lecture sessions, discussion sessions, and training sessions. Next, the team continued with a focus group discussion (FGD) session for the follow-up stage of the training. Then, proceed with evaluation using a qualitative approach to thematic analysis techniques and cross-tabulation. The team looked for themes that emerged from the questionnaire response data and recorded the FGD transcripts. Apart from that, data organization was also carried out with the help of the MAXQDA 2020 Application. This activity provides insight into how the RDKK and P2L programs can be an essential tool in improving the economy of farmer households through sustainable food security at the local level, primarily through community-based land management strategies. The policy recommendations and sustainable practices resulting from this activity will support similar efforts in other regions in Indonesia that face the same challenges.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengeksplorasi cara peningkatan ekonomi rumah tangga petani melalui sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok tani dan peran kelompok wanita tani melalui pemanfaatan lahan pekarangan pangan lestari secara berkelanjutan. Dengan mengkoordinasikan program ini, tercipta sinergi antar aktivitas pertanian untuk mencapai tujuan yang lebih luas mengenai ketahanan pangan dan pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan. Tantangan seperti akses terbatas pada pupuk bersubsidi mendorong penggunaan E-RDKK, yang memerlukan kolaborasi petani untuk perencanaan dan distribusi yang efektif. Pengoptimalisasian P2L menjadi alternatif produksi pangan yang berkelanjutan di pekarangan rumah. Mengurangi ketergantungan terhadap sumberdaya eksternal seperti pupuk bersubsidi dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Kegiatan ini dilakukan menggunakan kuesioner terbuka dilakukan sebelum (pra-tes) dan sesudah (pasca-tes) sesi ceramah, sesi diskusi, dan sesi pelatihan. Selanjutnya, tim melanjutkan dengan sesi focus Group Discussions (FGD) untuk tahap tindak lanjut dari pelatihan. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi menggunakan pendekatan kualitatif untuk teknik analisis tematik dan tabulasi silang. Tim, mencari tema yang muncul dari data respons kuesioner dan mencatat transkrip FGD. Selain itu, organisasi data juga dilakukan dengan bantuan Aplikasi MAXQDA 2020. Kegiatan ini memberikan wawasan tentang bagaimana RDKK dan program P2L dapat menjadi alat penting dalam peningkatan ekonomi rumah tangga petani melalui ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat lokal. Terutama melalui strategi manajemen lahan berbasis komunitas. Rekomendasi kebijakan dan praktik berkelanjutan yang dihasilkan dari kegiatan ini diharapkan akan mendukung upaya-upaya serupa di wilayah lain di indonesia yang menghadapi tantangan yang sama
ANALISIS HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PENIPUAN BERBASIS TEKNOLOGI DI INDONESIA
ABSTRAKSIPenipuan berbasis teknologi semakin meningkat di Indonesia, mempengaruhibanyak konsumen yang sering kali tidak paham akan risikonya. Karya ilmiah inimenganalisis perlindungan hukum yang diberikan kepada konsumen dalammenghadapi penipuan berbasis teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatannormatif untuk mengeksplorasi kerangka hukum yang ada, termasuk UndangUndang Perlindungan Konsumen dan regulasi terkait. Melalui tinjauan ini,diharapkan dapat diidentifikasi kelemahan dalam perlindungan hukum yang adaserta memberikan rekomendasi untuk perbaikan kebijakan guna melindungikonsumen lebih efektif dari ancaman penipuan berbasis teknologi di masa depan.Kata Kunci : Perlindungan konsumen, Penipuan, Teknolog
Conflict of Interest in Public Procurement : A Case Study of Indonesia’s Government Institution XYZ
This research aims to analyze the implications of conflicts of interest in procurement activities within Indonesian government institutions, focusing on motives such as personal gain, nepotism, and political influence on Procurement Committees. The study conducted interviews with seven procurement committees in a government institution in Indonesia. The findings indicate that the acceptance of personal gain significantly affects the procurement process, as the authority held by procurement committees provides opportunities to exploit gaps in each procurement process. Additionally, nepotism leads to biased decisions by the procurement committee, resulting in deviations from established procedures. Meanwhile, political influence on procurement committees, both directly and indirectly, poses a risk of intervention that disrupts the procurement process from planning to the determination of winners. Furthermore, based on Cause-Effect Diagram analysis, it was found that factors such as low individual moral principles, suboptimal inherent supervision, and the lack of stringent sanctions against fraudulent actors are the main triggers of conflicts of interest in the procurement process. Proposed improvements include the implementation of moral principles to encourage individuals involved in procurement to prioritize institutional interests and the involvement of internal supervisors in every stage of the procurement process to help identify signs of fraud or "red flags" that arise during the process.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi benturan kepentingan pada kegiatan pengadaan barang dan/atau jasa di Institusi Pemerintah Indonesia yang diidentifikasi berdasarkan motif adanya keuntungan pribadi, nepotisme dan pengaruh politik yang diterima oleh Panitia Pengadaan. Penelitian dilakukan melalui metode wawancara terhadap tujuh panitia pengadaan pada salah satu institusi pemerintah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan keuntungan pribadi berimplikasi terhadap proses pengadaan, karena kewenangan yang dimiliki panitia pengadaan berpeluang memanfaatkan celah pada tiap proses pengadaan, Kemudian nepotisme yang menyebab adanya keputusan bias oleh pantia pengadaan berdampak pada proses pengadaan tidak sesuai prosedur. Sementara itu, pengaruh politik pada panitia pengadaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, memberikan risiko intervensi yang mengganggu proses pengadaan dari perencanaan hingga penetapan pemenang. Kemudian berdasarkan hasil analisis Cause Effect Diagram, ditemukan bahwa faktor-faktor seperti rendahnya prinsip moral individu, kurang optimalnya pengawasan melekat, serta kurangnya sanksi yang tegas terhadap pelaku kecurangan, menjadi pemicu utama terjadinya benturan kepentingan dalam proses pengadaan. Usulan perbaikan yang dapat diterapkan antara lain penerapan prinsip moral yang diharapkan mendorong individu yang terlibat dalam pengadaan untuk mengutamakan kepentingan institusi dan adanya keterlibatan pengawas internal dalam setiap tahap proses pengadaan sehingga dapat membantu mengidentifikasi tanda-tanda kecurangan atau "red flags" yang muncul selama proses berlangsung
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kematian Pada Pasien Covid – 19 Di RSD Kertosono Nganjuk Tahun 2022
Eksplorasi faktor risiko kematian pada pasien Covid-19 sedini mungkin menjadi sangat penting guna mengambil tindakan dan intervensi yang tepat dan meningkatkan kualitas prognosis pasien Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor – faktor yang mempengaruhi kematian pada pasien Covid-19 yang dirawat di RSD Kertosono. Desain penelitian case control study, pendekatan retrospektif.
Populasi seluruh pasien pasien Covid – 19 yang dirawat di RSD Kertosono tahun 2022 sebanyak 456 Pasie n.Jumlah sampel 47 pasien sebagai kasus dan 47 pasien sebagai kontrol. Variabel independen adalah faktor yang mempengaruhi kematian (usia, jenis kelamin, komorbid, vaksinasi Covid - 19, penanda Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR), penanda D-Dimer dan kadar saturasi oksigen pasien. Variable dependen kematian Pasien Covid – 19. Data diuji menggunakan uji Chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan faktor usia (p = 0,039), jenis kelamin terhadap kematian (0,192), komorbid (p = 0,307), vaksinasi (p = 0,213), Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) (p = 0,000), faktor penanda D-dimer (p = 0,007) dan kadar saturasi oksigen (p = 0,000). Uji regresi logistik didapatkan hasil faktor paling berpengaruh terhadap kematian pasien Covid – 19 adalah faktor penanda NLR (OR 0,174). Pencegahan dan penanganan segera serta intervensi yang tepat pada penderita covid-19 diperlukan untuk meminimalisasi angka kematian penderita covid-19
Pertumbuhan dan Produksi Mentimun (Cucumis sativus L.) akibat Perlakuan Dosis dan Waktu Aplikasi Pupuk Organik Cair Air Limbah Ikan Lele
Using liquid organic fertilizer from catfish wastewater is an attractive alternative to increase crop yields. This research is intended to investigate the growth and production of cucumbers, which are influenced by the combination of dose and time of application of liquid organic fertilizer (POC) from catfis wastewater. The experiment was realized from May to July 2022 in Ngantru Village, Trenggalek Regency. The research design was a factorial, Completely Randomized Design (CRD) and 3 repetitions. The treatment tested was the POC dose of catfish waste (D), with 3 levels: 300 ml/polybag/application, 400 ml/polybag/application, and 500 ml/polybag/application. Another treatment was the POC (A) application time, with 3 levels: 3, 5, and once every 7 days. Observation variables were weight and number of fruits per plant, length, and diameter of fruit, number of leaves, and plant length. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and results that showed significant differences were tested further with the Least Significant Difference(LSD ) at a significance level of 5%. The interaction between dose and time of application of liquid organic fertilizer (POC) from catfish wastewater showed a significant difference in plant length at 14 and 21 days after planting (DAT). The use of POC doses from catfish wastewater specifically significantly affected the number of leaves at 21 DAT and the length of cucumber fruit. However, separately, the treatment dose and time of administration of POC from catfish wastewater did not significantly affect the number, diameter, and weight of cucumber fruit.
Dalam upaya meningkatkan hasil tanaman, penggunaan pupuk organik cair dari limbah air ikan lele menjadi alternatif yang menarik. Penelitian ini dimaksudkan untuk menyelidiki pertumbuhan dan produksi mentimun yang dipengaruhi oleh kombinasi dosis dan waktu pemberian pupuk organik cair (POC) dari air limbah ikan lele. Percobaan terealisasi pada bulan Mei sampai Juli 2022 di Kelurahan Ngantru, Kabupaten Trenggalek. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dan 3 kali pengulangan. Perlakuan yang diujikan adalah dosis POC limbah ikan lele (D), dengan 3 level, yaitu: 300 ml/polybag/aplikasi, 400 ml/polybag/aplikasi, dan 500 ml/polybag/aplikasi. Perlakuan lainnya adalah waktu aplikasi POC (A), dengan 3 level, yaitu: 3; 5; dan 7 hari sekali. Variabel pengamatan yaitu berat, dan jumlah buah per tanaman, panjang, dan diameter buah, jumlah daun, serta panjang tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan hasil yang menunjukkan perbedaan signifikan diuji lebih lanjut dengan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat signifikansi 5%. Interaksi antara dosis dan waktu pemberian pupuk organik cair (POC) dari air limbah ikan lele menunjukkan perbedaan signifikan terhadap panjang tanaman pada umur 14 dan 21 hari setelah tanam (HST). Penggunaan dosis POC dari air limbah ikan lele secara khusus berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 21 HST dan panjang buah mentimun. Namun, secara terpisah, perlakuan dosis dan waktu pemberian POC dari air limbah ikan lele tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah, diameter, dan berat buah mentimu
Pendampingan Pembuatan Laporan Keuangan Bagi Yayasan Panti Asuhan Lentera Hati
The purpose of this activity is to improve good financial reporting and in accordance with the standards used for the Lentera Hati Orphanage Foundation. The background of the problem is that in recording the finances of the Lentera Hati Orphanage Foundation, it is still simple, namely only recording incoming receipts from donors and expenses for its daily operations. Therefore, through this community service activity, it will provide socialization and assistance in the preparation of financial statements based on ISAK 35 and PSAK on financial reporting of non-profit entities. This activity is carried out through socialization and education, questions and answers, and assistance in the preparation of financial statements. The result of this service activity is that the Foundation has prepared financial statements for the 1st quarter of 2024 based on PSAK 45 including comprehensive income statements, reports on changes in net assets, financial position statements, cash flow statements and notes on financial statements. The impact of the program that has been implemented shows that this service is that the Foundation is able to prepare better financial reports and according to standards so that it can communicate to external parties related to organizational activitiesTujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pelaporan keuangan yang baik dan sesuai standar yang digunakan bagi Yayasan Panti Asuhan Lentera Hati. Latar belakang permasalahannya adalah dalam melakukan pencatatan keuangan Yayasan Panti Asuhan Lentera Hati masih sederhana yakni hanya mencatat penerimaan yang masuk dari donatur dan pengeluaran untuk operasional sehari-harinya. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini akan memberikan sosialisasi dan pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan berdasarkan ISAK 35 dan PSAK tentang pelaporan keuangan entitas nonlaba. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi dan edukasi, tanya jawab, dan pendampingan penyusunan laporan keuangan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah Yayasan telah menyusun laporan keuangan untuk triwulan 1 tahun 2024 yang berdasarkan PSAK 45 meliputi laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan posisi keuangan, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Dampak dari program yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa pengabdian ini adalah Yayasan mampu menyusun laporan keuangan yang lebih baik dan sesuai standar sehingga bisa mengirfomasikan kepada pihak eksternal berkaitan aktivitas organisas