Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Dosis POC Bonggol Pisang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)
Increasing the productivity of shallot (Allium ascalonicum L.), a high-value horticultural crop, can be achieved through the application of organic-based technology. One promising innovation is the use of liquid organic fertilizer (LOF) derived from banana corms, which contains essential nutrients and decomposer microorganisms. These components help improve soil structure and enhance nutrient availability, thereby supporting plant growth. This study aims to evaluate the effect of banana corm-based LOF on shallot growth and yield, and to determine the most effective application rate. The research was conducted in Selorejo Village, Nganjuk Regency, from May to July 2024. The plants were grown in polybags, and a Completely Randomized Design (CRD) was used with six treatment levels ranging from D0 (control) to D5 (highest dose). The observed parameters included plant height, number of leaves, fresh and dry biomass weight, and dry bulb weight. The data were analyzed using ANOVA to assess treatment effects. The results showed that banana corm LOF application significantly affected several growth variables, particularly plant height at 14 days after planting (DAP), number of leaves at 21–35 DAP, dry biomass weight, and dry bulb weight. Among the treatments, the 200 ml per plant dose (D5) produced the best growth and yield performance. Therefore, this dosage is recommended as the optimal application rate for enhancing shallot production using banana corm-based LOF.
Peningkatan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.), yang merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, dapat ditempuh melalui pemanfaatan teknologi berbasis organik. Salah satu inovasi yang digunakan adalah pupuk organik cair (POC) dari bonggol pisang, yang mengandung unsur hara penting serta mikroorganisme pengurai. Kandungan tersebut mampu memperbaiki sifat fisik tanah dan memperkaya ketersediaan nutrien, yang pada akhirnya menunjang pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk menilai pengaruh POC bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah, sekaligus mengidentifikasi dosis paling efektif. Kegiatan penelitian berlangsung di Desa Selorejo, Kabupaten Nganjuk, selama bulan Mei hingga Juli 2024. Media tanam menggunakan polybag, dan rancangan percobaan yang diterapkan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dosis, yaitu D0 (kontrol) hingga D5 (dosis tertinggi). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot brangkasan basah dan kering, serta berat umbi kering. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa POC bonggol pisang memberikan dampak signifikan terhadap beberapa aspek pertumbuhan, antara lain tinggi tanaman pada 14 hari setelah tanam (HST), jumlah daun pada 21 hingga 35 HST, serta peningkatan bobot brangkasan kering dan berat umbi kering. Dosis 200 ml per tanaman (D5) menunjukkan respons pertumbuhan dan hasil terbaik dibandingkan perlakuan lainnya, sehingga dapat direkomendasikan sebagai dosis optimal dalam budidaya bawang merah dengan pendekatan berbasis POC bonggol pisang
ENHANCING TAXPAYERS\u27 UNDERSTANDING OF ANNUAL PERSONAL INCOME TAX RETURN THROUGH CORETAX AT MITRA BUANA MEDIKARYA
Taxes are a vital source of national revenue, yet many individuals struggle to report their annual income tax returns. The use of digital platforms like Coretax, developed by the Directorate General of Taxes (DJP), can simplify this reporting process. However, many people still fail to fully optimize its use. PT. Mitra Buana Medikarya, a company in the animal health sector, also faces difficulties in reporting annual tax returns through Coretax. To address this issue, a community service activity was carried out to enhance employees\u27 understanding and skills in using Coretax. This activity successfully improved participants\u27 comprehension, with most able to independently use Coretax to report their tax returns
EVALUASI IMPLEMENTASI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DAMPAK PENERAPAN MANAJEMEN STRATEGI TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA MIKRO DI NTB
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengevaluasi implementasi Supply Chain Management (SCM) dan memahami secara mendalam bagaimana penerapan manajemen strategi berdampak pada perkembangan usaha mikro di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini melibatkan pemilihan informan secara purposive, yaitu pelaku usaha mikro yang telah beroperasi minimal dua tahun, menerapkan unsur rantai pasok dalam usahanya, serta memiliki pengalaman dalam menyusun atau menjalankan strategi bisnis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung terhadap aktivitas operasional, dan dokumentasi seperti catatan produksi, alur distribusi, pola pemasokan bahan baku, serta laporan perkembangan usaha. Dengan pendekatan ini, penelitian mampu memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana SCM dan manajemen strategi berkontribusi terhadap keberlangsungan, efisiensi, dan pertumbuhan usaha mikro di NTB.
Analisis SWOT Usaha Keripik Mbothe (Talas) Lestari Di Desa Srabah, Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in local economic growth by leveraging regional potential, such as the Lestari Mbothe (Taro) Chips MSME in Srabah Village, Trenggalek Regency, which uses local taro as its primary raw material. This study analyzed the business\u27s internal and external conditions and formulated a development strategy using a SWOT analysis. A mixed-methods approach was applied, with a qualitative component through interviews and observations, and a quantitative component using the IFE and EFE Matrices. The analysis results indicate that strengths and opportunities outweigh weaknesses and threats, placing this MSME in Quadrant I (Strengths–Opportunities). The main strengths are the abundant availability of raw taro, its distinctive taste, and the appeal of traditional products. Opportunities are supported by the trend of consuming local food and healthy snacks. Weaknesses include limited production capacity, simple equipment, and suboptimal marketing, while threats come from competition and fluctuations in consumer purchasing power. An aggressive development strategy (SO) focuses on maximizing strengths to seize opportunities by improving product quality, packaging, marketing innovation, and expanding distribution. This is expected to increase competitiveness, support sustainable growth, and empower the rural economy.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi lokal dengan memanfaatkan potensi wilayah, seperti UMKM Keripik Mbothe (Talas) Lestari di Desa Srabah, Kabupaten Trenggalek, yang menggunakan talas lokal sebagai bahan baku utama. Penelitian ini menganalisis kondisi internal dan eksternal usaha serta merumuskan strategi pengembangan menggunakan analisis SWOT. Metode campuran (mixed methods) diterapkan, dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi, serta kuantitatif menggunakan Matriks IFE dan EFE. Hasil analisis menunjukkan kekuatan dan peluang lebih dominan daripada kelemahan dan ancaman, menempatkan UMKM ini di Kuadran I (Strength–Opportunities). Kekuatan utama adalah ketersediaan bahan baku talas melimpah, cita rasa khas, dan daya tarik produk tradisional. Peluang didukung tren konsumsi pangan lokal dan camilan sehat. Kelemahan meliputi kapasitas produksi terbatas, peralatan sederhana, dan pemasaran suboptimal, sementara ancaman dari persaingan dan fluktuasi daya beli konsumen. Strategi pengembangan agresif (SO) difokuskan pada memaksimalkan kekuatan untuk menangkap peluang, melalui peningkatan kualitas produk, perbaikan kemasan, inovasi pemasaran, dan perluasan distribusi. Ini diharapkan meningkatkan daya saing, mendukung pertumbuhan berkelanjutan, dan memberdayakan ekonomi pedesaa
PENGABDIAN EDUKASI VIRTUAL REALITY CERITA ANAK SEBAGAI SARANA EDUKASI PADA YAYASAN YPK BALI
Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) Bali menyediakan layanan rehabilitasi dan edukasi bagi anak dengan cerebral palsy (CP), kondisi neurologis non-progresif yang berdampak pada kemampuan motorik, postur, dan fungsi sensorik. Anak dengan CP di Bali masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan inklusif dan layanan rehabilitasi, sehingga diperlukan pendekatan inovatif seperti intervensi dini berbasis keluarga dan pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR). Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu analisis kebutuhan melalui survei awal dan diskusi dengan pengajar serta terapis YPK; pengembangan konten VR meliputi narasi, aset 3D, mekanika interaksi, dan optimasi teknis; pelatihan penggunaan VR bagi tenaga pendidik dan terapis; serta evaluasi efektivitas melalui uji coba dan penyusunan model bisnis keberlanjutan. Proses perancangan dilakukan dengan metode co-design untuk memastikan aksesibilitas dan kenyamanan bagi anak CP. Hasil kegiatan mencakup lahirnya prototipe game edukatif “ZooVR: Feed & Explore” yang memungkinkan anak mengeksplorasi kebun binatang virtual, memberi makan hewan, dan membaca informasi sederhana sebagai bentuk stimulasi atensi, koordinasi mata–tangan, dan pembelajaran faktual. Pengembangan game design document, daftar aset, vertical slice, serta mekanisme implementasi turut memperkuat kesiapan program. Uji awal menunjukkan bahwa VR meningkatkan keterlibatan belajar, membantu guru melalui konten siap pakai, dan memperluas potensi rehabilitasi berbasis teknologi. Kesimpulannya, ZooVR berpotensi menjadi media edukasi inklusif yang aman dan adaptif, sekaligus dapat direplikasi ke sekolah dan komunitas melalui model bisnis berkelanjutan. Dengan pengembangan lanjutan, integrasi budaya lokal, serta kolaborasi lintas sektor, ZooVR diharapkan menjadi gerakan pembelajaran inklusif yang memberi dampak nyata bagi anak, keluarga, dan pendidik di Bali
PARENTING PATTERNS AND DEPRESSION LEVELS IN ADOLESCENTS AGED 16-18 YEARS: A CORRELATION STUDY
Depression in adolescents is a growing mental health problem that can impact psychological, social, and academic aspects. Parenting styles significantly impact adolescent mental health. Inappropriate parenting styles have the potential to lead to emotional problems, including depression. This study aimed to determine the relationship between parenting styles and depression levels in adolescents aged 16–18 at SMAN 1 Widodaren, Ngawi Regency. This study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The population was 1,158 and the sample size was 92 respondents, selected using stratified random sampling. Data were collected using the Parental Authority Questionnaire (PAQ) to measure parenting styles and the Beck Depression Inventory (BDI-II) to measure depression levels. Statistical tests used the Spearman Rank Test. The analysis revealed a significant relationship between parenting styles and depression levels in adolescents aged 16–18 at SMAN 1 Widodaren. The findings confirm that implementing appropriate parenting styles is crucial for maintaining adolescent mental health and preventing depression. It is recommended that future research include other variables, such as social support or the school environment, to gain a more comprehensive understanding of the factors influencing adolescent depression.
Keywords: Depression, Parenting Styles, & Adolescents Aged 16-18
EFFECTIVENESS OF BASIC PRE-HOSPITAL LIFE SUPPORT TRAINING FOR AMBULANCE PERSONNEL: A LITERATURE REVIEW
Medical emergencies remain the leading cause of death worldwide, with most occurring in the pre-hospital phase. Ambulance personnel play a vital role in providing initial assistance, requiring basic skills through Basic Pre-Hospital Life Support (BPHLS) training. The purpose of this study was to review the effectiveness of BPHLS training in improving the competence of ambulance personnel through a literature review. This study is a a systematic literature review based on PRISMA guidelines. Searches were conducted in PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar for articles published between 2018 and 2024. Of the 152 articles identified, 12 articles met the inclusion criteria and were analyzed narratively. The results of the study showed that most studies showed that BPHLS training improved the knowledge, skills, confidence, and behavior of ambulance personnel in handling emergencies. Simulation-based training methods were more effective than lectures. However, several studies reported a decline in skills within 6–12 months without refresher training, and the impact on patient clinical outcomes was still inconsistent. BPHLS training has been proven effective in improving the competence of ambulance personnel, but it needs to be conducted regularly, be standardized nationally, and be supported by quality facilities and instructors. It is recommended that there be periodic refresher training programs and integration of training into the education system and pre-hospital services.
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI
Abstrak
Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi penting bagi bayi, namun ada beberapa ibu mengalami masalah dalam produksi ASI yang mencukupi. Salah satu penyebab yang memengaruhi lancarnya produksi ASI adalah hormon oksitosin, yang memiliki peran penting dalam proses pengeluaran ASI. Tujuan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh perlakuan masase oksitosin bagi peningkatan pengeluaran Air Susu Ibu. Pemijatan oksitosin salah satu cara memijat dengan lembut pada daerah punggung serta bahu sehingga bisa merangsang hormon oksitosin terlepas. Metode ini memakai rancangan kuasi-eksperimental serta melakukan mekanisme tes awal-evaluasi akhir control group design. Sample yang digunakanadalah seluruh i u menyusui di TPMB Yeny sebanyak sebanyak 20 responden, kemudian dibagi menjadi dua kelompok: kelompok perlakuan (n=10) yang mendapatkan pijat oksitosin dan kelompok mendapatkan pijat oksitosin (n=10). Pengeluaran Air Susu Ibu diukur sebelumnya dan setelah melakikan masase oksitosin. Analisa data menggunakan uji t- test berapasangan untuk melihat apakah ada ada perbedaan sebelm dan sesudah mendaptkan perlakuan. Hasil diperoleh (p=0,000) dengan kesimpulan pijat ositosin dengan peningkatan produksi ASI.Asi mengalami peningkatan dari 68,5 mll naik menjadi 125,3 ml pada ibu menyusui yang dilakukan pijat oksitosin sedangkan ibu yang tidak dilakukan pijat oksitosin hanya mengalami sedikit kemajuan dari produksi ASI 70,4 ml naik menjadi 78,2 ml. Hal ini mengindikasikan bahwa pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini merekomendasikan pijat oksitosin sebagai salah satu terapi non-farmakologis yang dapat diterapkan secara rutin di fasilitas kesehatan untuk mendukung keberhasilan program menyusui eksklusif.
Kata kunci: Pijat oksitosin, produksi ASI, Ibu Menyusu
IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KALA I PERSALINAN LAMA : SUATU KAJIAN LITERATUR
Abstrak
Persalinan lama adalah waktu persalinan yang memanjang karena kemajuan persalinan yang terhambat. Persalinan lama merupakan persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam pada primigravida dan lebih dari 18 jam pada multigravida. Persalinan lama fase aktif memanjang dapat menimbulkan dampak yang buruk terhadap ibu maupun janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan suatu kajian literatur mengenai faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian partus lama pada kala I persalinan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literature review terhadap hasil penelitian terkait faktor yang mempengaruhi kejadian kala I persalinan lama dengan tahapan analisis artikel menggunakan Duffy’s Research Appraisal Checklist Approach, analisis data, dan publikasi hasil penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelusuran berbagai kajian pustaka terkait identifikasi faktor yang dapat menjadi penyebab kala I persalinan lama adalah disebabkan karena faktor paritas, his, dan tingkat kebugaran ibu. Ketiga faktor tersebut merupakan penyebab yang dapat mempengaruhi lama waktu kala I dalam persalinan. Kesimpulan dari hasil studi kajian literatur mengenai faktor penyebab kala I persalinan lama diantaranya adalah paritas, his, dan tingkat kebugaran ibu.
Kata kunci : Persalinan, Persalinan Lama, Durasi Persalinan, Kala I, Partus lam
Peningkatan Kapasitas Petani melaui Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik Di Desa Fafoe Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka
Fafoe Village in West Malaka District, Malaka Regency, has great potential for cultivating horticultural vegetables, particularly white mustard greens (Brassica pekinensis L.). However, farmers in this village face a major obstacle: a lack of knowledge about organic fertilizer production and efficient, environmentally friendly cultivation techniques. The Professional Work Lecture (KKP) program aims to increase farmer capacity by providing training and mentoring in the production of organic fertilizer based on livestock waste and improving cultivation techniques. The method employed was participatory training and continuous mentoring, which lasted for four weeks. The effectiveness of this approach was measured through pre- and post-tests, designed to assess improvements in farmers\u27 knowledge and skills. The evaluation results showed an average increase in understanding of 52.6%. Additionally, 50% of farmer group members were able to independently produce and apply organic fertilizer to their cultivated land, which has had a positive impact on crop productivity and farmer economic well-being. This program shows potential as a model for sustainable agricultural development in other rural areas with similar contexts.
Desa Fafoe di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka memiliki potensi besar dalam budidaya sayuran hortikultura, khususnya sawi batang putih (Brassica pekinensis L.). Namun, petani di desa ini menghadapi kendala utama berupa kurangnya pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik serta teknik budidaya yang efisien dan ramah lingkungan. Program Kuliah Kerja Profesi (KKP) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dengan memberikan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan pupuk organik berbasis limbah ternak serta teknik budidaya yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dan pendampingan berkelanjutan selama empat minggu, dengan pengukuran efektivitas melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman rata-rata sebesar 52,6% dan sebanyak 50% petani anggota kelompok tani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri serta mengaplikasikannya di lahan budidaya, yang berdampak positif pada produktivitas tanaman dan kesejahteraan ekonomi petani. Program ini menunjukkan potensi sebagai model pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah pedesaan lain dengan konteks serupa