Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
Evaluasi Kritis Proses Produksi Gula Aren Melalui Pendekatan FMEA – Risk Matrix
Traditional palm sugar production faces various risks such as material contamination, occupational accidents, and procedural inconsistencies that reduce product quality and production safety. Indonesia’s national sugar trade deficit reached 5 million tons in 2023, highlighting the urgent need for risk mitigation in this sector. This study aims to identify, measure, and prioritize risks across 22 stages of the palm sugar production process using the FMEA–Risk Matrix approach, supported by mitigation strategies focused on occupational safety and product quality. A descriptive research method was applied through field observations and interviews. Each potential risk was evaluated using Severity, Occurrence, and Detection scores and then mapped using the Risk Matrix. The analysis identified five main risks, with the highest RPN found in the risk of animal or ant bites (R4 = 175), followed by injury from cutting tools (R5 = 112) and falling from trees (R3 = 96). Most risks were categorized as medium (45%), followed by low (39%) and high (16%). The most dominant mitigation efforts (61%) included routine container cleaning, use of heat-resistant clothing and Kevlar gloves during cooking, and daily monitoring of PPE compliance with a minimum target of 90%. This integrated approach effectively identifies and prioritizes risks in palm sugar production, while enhancing worker safety and product quality. The use of heat-resistant PPE and hygienic procedures has been proven to significantly reduce burn injuries and material contamination. This study expands the application of industrial risk management to traditional agroindustry, offering a measurable mitigation model for palm sugar production and supporting efficiency and sustainability in the national sugar supply chain
Analisis Kelayakan Kapasitas Produksi Pressure Vessel Menggunakan Metode RCCP dengan Pendekatan BOLA
Penelitian ini menganalisis perencanaan kapasitas pada proses produksi Pressure Vessel di PT. Boma Bisma Indra (BBI) yang sering mengalami keterlambatan pengiriman meski karyawan bekerja lembur. Permasalahan utama berasal dari sistem perencanaan produksi berbasis make to order tanpa peramalan permintaan jangka panjang dan tanpa evaluasi kesesuaian kapasitas. Metode Rough-Cut Capacity Planning (RCCP) dengan Bill of Labor Approach (BOLA) digunakan untuk menilai ketersediaan kapasitas terhadap Master Production Schedule (MPS). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas kelayakan kapasitas yaitu Load Capacity (LC) bernilai negatif, menandakan kapasitas tersedia tidak mampu memenuhi permintaan. Kondisi ini berimplikasi pada tingginya beban kerja, biaya produksi, serta keterlambatan pengiriman. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan jangka panjang oleh Perusahaan yang mempertimbangkan tren permintaan, ketersediaan bahan baku, efisiensi produksi, serta evaluasi berkala guna mengoptimalkan kapasitas dan meningkatkan ketepatan pengiriman. Perhitungan RCCP dengan pendekatan BOLA di PT. BBI secara langsung mengidentifikasi kesenjangan antara kapasitas total yang dibutuhkan dan kapasitas yang tersedia, sehingga analisis dapat dilakukan secara agregat tanpa perlu memecah per stasiun kerja
STUDI PENERAPAN UNDANG UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN TERHADAP KENDARAAN BERMUATAN DI UNIT PELAKSANA PENIMBANGAN KENDARAAN BERMOTOR (UPPKB) WIDODAREN NGAWI
ABSTRAKSILalu lintas dan angkutan jalan memiliki peranan yang penting dalam mendukungpembangunan dan integrasi nasional sebagai bagian dari upaya memajukankesejahteraan masyarakat. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisispenerapan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan AngkutanJalan (UU LLAJ) dengan penekanan khusus pada regulasi kendaraan bermuatan diUnit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Widodaren Ngawi,dengan menggunakan metodologi kualitatif yakni wawancara, observasi dan analisisdokumen. Penerapan UU LLAJ masih mengahdapi berbagai kendala dan faktor yakniminimnya tingkat kepatuhan dan kesadaran hukum masyarakat terhadap aturan lalulintas, kinerja aparat penegak hukum serta kurangnya sosialisasi yang efektif kepadapengemudi, keterbatasan fasilitas penimbangan yang esensial serta penegakan hukumyang belum mencapai efektivitas secara optimal. Oleh karena itu menjadi pentinguntuk dilakukan peningkatan sosialisasi secara terus menerus, berkesinambungan danterpadu dengan berkoordinasi antar instansi terkait guna penguatan kesadaran hukummasyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hukum lalu lintasmelalui penegakan aturan hukum yang lebih ketat, penanganan pelanggaran yangefektif dan kerja sama lintas sektor dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban lalulintas yang diharapkan terciptanya kesadaran hukum, budaya berlalu lintas yang baik,aman, tertib dan patuh terhadap aturan dalam berlalu lintas.Kata Kunci: Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, Kendaraan Bermuatan,UPPK
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENEGAKAN HUKUM DALAM AKTIVITAS PENANGKAPAN IKAN SECARA ILEGAL (ILLEGAL FISHING) OLEH KAPAL VIETNAM DI WILAYAH PERAIRAN LAUT NATUNA UTARA
ABSTRAKSIHukum ditegakkan untuk memberitahukan bahwa secara rasional seluruh masyarakatsama dimata hukum dan akan memberikan setiap rasa keadialan bagi siapa saja yangmempercayai hukum. Lahirnya Undang-Undang Perikanan (Undang-Undang Nomor31 Tahun 2004) merupakan inisiatif dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untukmelahwakan suatu perubahan hukum di bidang Perikanan. Illegal fishing merupakantindakan menangkap ikan di wilayah laut suatu negara yang dilakukan secara tidak sahatau illegal. penegakan hukum terhadap pelanggaran aktivitas penangkapan ikansecara tidak sah atau ilegal (illegal fishing) di Indonesia sudah banyak regulasi yangdiundangkan sebagai dasar hukum contohnya seperti, Undang-Undang No.31 Tahun2004 sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang No.45 Tahun 2009 TentangPerikanan, UndangUndang No.17 Tahun 1985, serta Undang-Undang Nomor 32Tahun 2014 Tentang Kelautan. Adapun Bentuk dari illegal fishing yaitu: Pertama,kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan oleh individu atau kelompok termasukkapal asing dilakukan diwilayah perairan yurisdiksi suatu negara tanpa adanya ijinatau bersifat melanggar ketentuan hukum yang ditetapkan suatu Negara. Kedua,kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan dengan melawan ketentuan baik secaranasional maupun internasional. Ketiga, kegiatan penangkapan ikan yang dilakukanoleh kapal dengan cara memasang bendera suatu negara yang merupakan salah satuanggota dari perkumpulan/suatu organisasi pengelola perikanan diwilayah regional,akan tetapi kegiatan operasionalnya berlawanan dengan ketetapan mengenaipengelolaan dan pelestarian oleh organisasi serta ketentuan hukum internasional.Kata Kunci: Hukum, Penangkapan Ikan, Regulasi, Sektor Perikanan, UndangUndang Perikanan, Kapal  
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KEJADIAN TANTRUM PADA ANAK
Abstrak
Tantrum merupakan perilaku destruktif yang dilakukan anak dalam mengekspresikan emosi, rasa frustasi, dan kecewa dikarenakan keinginannya tidak terpenuhi. Anak-anak di Indonesia umumnya mengalami tantrum saat berusia 1 tahun dan frekuensinya dapat meningkat dari 23% hingga 83% saat berusia 2 hingga 4 tahun. Akibat yang ditimbulkan anak akan mengalami cedera fisik saat terjadinya ledakan emosi, dan anak tantrum ketika dewasa akan mempunyai kontrol diri yang rendah dan mudah marah. Pengasuhan orang tua dapat memberikan dampak besar dalam kemungkinan anak untuk menjadi tantrum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan kejadian tantrum pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel merupakan total populasi sebanyak 35 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan uji chi square dilanjutkan dengan fisher’s exact dengan hasil (ρ = 0,029 < 0,05) yang berarti ada hubungan antara pola asuh dengan kejadian tantrum pada anak. Hampir seluruhnya anak yang tidak tantrum mendapatkan pola asuh demokratis dan pola asuh campuran (demokratis dan otoriter). Pemberian pola asuh yang sesuai dengan kondisi anak dapat mencegah terjadinya tantrum. Disarankan pada orang tua untuk memberikan pola asuh sesuai dengan kebutuhan anak yang dalam penelitian ini pola asuh demokratis menunjukan hasil emosional anak yang baik.
Kata kunci : balita, pola asuh, tantru
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA PRASEKOLAH
Abstrak
Pertumbuhan dan perkembangan anak yang baik ditentukan oleh asupan gizi yang seimbang, kualitas maupun kuantitasnya, mencakup air, karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral untuk memperoleh tenaga yang cukup. Kecukupan gizi yang baik dapat membantu pertumbuhan anak menjadi optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik total sampling didapatkan 42 anak usia 4-5 tahun. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan pemeriksaan SDIDTK, kemudian data diolah dan dianalisa dengan uji statistik Sperman’s rank. Hasil penelitian menunjukkan p value : 0.000 lebih kecil dari α = 0,05 artinya ada hubungan status gizi terhadap perkembangan motorik kasar anak usia prasekolah. Diharapkan orang tua dapat memperhatikan kecukupan gizi anak dan memberikan stimulasi berdasar usia anak sehingga pertumbuhan dan perkembangan motorik kasar anak dapat berkembang optimal. Selain itu tenaga kesehatan dapat melakukan pemantauan rutin status gizi dan perkembangan anak secara berkala.
Kata kunci : status gizi, motorik kasar, anak usia prasekola
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN STATUS GIZI TERHADAP TERJADINYA SIKLUS MENSTRUASI
Abstrak
Menstruasi merupakan proses penting bagi kesehatan reproduksi perempuan, namun banyak remaja putri sering mengalami gangguan menstruasi yang dipengaruhi oleh stres dan status gizi . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan status gizi terhadap terjadinya siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 1 Suwawa Timur. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantitaf dengan desain cross-sectional, melibatkan 87 responden sebagai populasi dan sampel melalui teknik total sampling. Data yang dikumpulkan mencakup durasi siklus menstruasi, status gizi, dan tingkat stres. Siklus menstruasi diukur melalui kuisioner, stres diukur dengan instrumen DASS, sedangkan status gizi diukur menggunakan metode antropometri. Variabel independent adalah tingkat stres dan status gizi sedangkan variabel dependen yaitu siklus menstruasi. Dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 87 responden, sebanyak 48 responden atau 55,2% mengalami stres, 53 responden atau 60,9% memiliki status gizi yang tidak normal, dan 52 siswi atau 59,8% mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Hasil Uji chi-square menunjukkan adanya korelasi signifikan antara tingkat stres dan status gizi dengan terjadinya siklus menstruasi. Ada hubungan antara tingkat stres dan status gizi terhadap terjadinya siklus menstruasi di SMAN 1 Suwawa Timur.
Kata kunci : siklus menstruasi, remaja putri, tingkat stres, status gizi
EFEKTIVITAS KOMBINASI PMT UBI UNGU DAN EDUKASI GIZI TERHADAP BERAT BADAN DAN PENGETAHUAN IBU BALITA
Abstrak
Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pangan bergizi dan edukasi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi pemberian makanan tambahan berbahan ubi ungu dan edukasi gizi terhadap berat badan balita serta pengetahuan ibu. Desain yang digunakan adalah kuasi-eksperimen pretest-posttest tanpa kelompok kontrol dengan sampel 40 pasangan ibu dan balita usia 12–36 bulan. Intervensi dilakukan selama 14 hari melalui pemberian PMT ubi ungu dan dua sesi edukasi gizi berbasis komunitas. Hasil menunjukkan adanya peningkatan berat badan pada seluruh balita serta peningkatan skor pengetahuan ibu setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi gizi berbasis pangan lokal yang dikombinasikan dengan edukasi efektif dalam mendukung pertumbuhan anak dan pemberdayaan keluarga. Kombinasi ini dapat direkomendasikan sebagai strategi komunitas dalam upaya pencegahan gizi kurang dan mendukung program nasional 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Kata kunci : PMT lokal, ubi ungu, berat badan balita, edukasi gizi, pemberdayaan ib
Analisis Histopatologi Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Akar Sebiak (Gynura procumbens (Lour.) Merr.): Histopathological Analysis of the Anti-inflammatory Effect of Ethanol Extract of Akar Sebiak Leaves (Gynura procumbens (Lour.) Merr.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek antiinflamasi ekstrak etanol daun Akar Sebiak (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) melalui analisis histopatologi pada tikus putih jantan yang diinduksi Complete Freund’s Adjuvant (CFA). Hewan uji dibagi menjadi lima kelompok: kontrol normal, kontrol positif (Triamsinolon Asetonid), kontrol negatif (CMC-Na 1%), dan ekstrak dosis 100 mg/kg BB serta 200 mg/kg BB. Parameter yang diamati meliputi penurunan volume udem, jumlah leukosit total, dan lebar joint space. Hasil menunjukkan ekstrak dosis 100 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB menurunkan volume udem masing-masing sebesar 43,33% dan 49,15%, menurunkan jumlah leukosit, serta memperbaiki joint space dibandingkan kontrol negatif. Efek antiinflamasi ini diduga terkait kandungan flavonoid, alkaloid, dan triterpenoid/steroid yang menghambat jalur inflamasi. Meskipun potensi ekstrak signifikan, efeknya masih di bawah triamsinolon asetoniid
Liquidity, Solvency, and Activity on Profitability with Capital Structure as a Mediating in Green Industry Companies
The purpose of this study is to determine the impact of liquidity, solvency, and activity on profitability using the capital structure as a mediating variable for companies in the green industry listed on the Indonesian Stock Exchange for the years 2021–2024.Purposive sampling and a quantitative approach were used to choose eight organizations as research samples. Three different kinds of variables are used in this study: independent, mediating, and dependent variables. The author analyzed data using SPSS software Multiple linear regression, conventional assumption tests, and the Sobel test were used to evaluate secondary data in the form of financial reports in order to look into the mediating role of capital structure. The findings indicate that while solvency and activity have a large beneficial impact on profitability, liquidity has no discernible influence. Profitability is not directly impacted by capital structure, but it is somewhat mediated by solvency.The findings show that although solvency and activity have a large positive impact on profitability, liquidity does not have a significant effect. Profitability is not directly affected by capital structure, but structure is able to mediate the effect of solvency on profitability, while the liquidity ratio and activity on profitability are not mediated by capital structure