Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
PERFORMANCE ANALYSIS OF PLANNING MANAGEMENT AND DATA REPORTING TO IMPROVE ADMINISTRATIVE EFFECTIVENESS IN THE SECRETARIAT FIELD IN THE DEPARTMENT OF COOPERATIONS, MICRO ENTERPRISES AND LABOR IN THE CITY OF KEDIRI
This study aims to analyze the performance of planning and data reporting management within the Secretariat Division of the Department of Cooperatives, Micro Enterprises, and Labor of Kediri City, as well as to identify solutions for improving administrative effectiveness. The research method used is qualitative descriptive, employing direct observation, documentation, and literature/regulatory review techniques. Observations were conducted over a three-month period to examine the processes of data input, processing, and reporting, while documentation involved reviewing RPJMD, RKA, DPA, and LKJIP documents. Literature and regulatory reviews were conducted to assess compliance with Ministry of Home Affairs Regulation No. 86 of 2017 and Government Regulation No. 8 of 2006.
The findings indicate that data management is carried out in stages; however, several challenges persist, including variations in file formats across divisions, delays in data submission, duplication of data, and the absence of an integrated database. In addition, the existing SOPs remain general in nature and have not been fully digitized, affecting the consistency and integration of reporting. The regulatory review reveals that while the principle of accountability has been fulfilled, the principles of integration and consistency have not been fully optimized due to weak system integration and limited inter-division coordination
PERUBAHAN SOSIAL DAN PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM: ANALISIS TEORI REKAYASA SOSIAL
AbstrakPerubahan sosial yang ditandai oleh perkembangan teknologi, pergeseran nilai,tekanan ekonomi dan melemahnya kontrol sosial berdampak signifikan terhadapperilaku anak dan mengakibatkan meningkatnya kasus anak yang berkonflikdengan hukum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif denganpendekatan yuridis-sosiologis untuk menganalisis hubungan antara dinamikaperubahan sosial dan efektivitas penegakan hukum dalam Sistem Peradilan PidanaAnak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sosial yang cepat dapatmenimbulkan ketegangan antara norma hukum dan realitas sosial, sehinggadiperlukan kebijakan hukum yang lebih adaptif dan humanis. Undang-UndangSistem Peradilan Pidana Anak telah mengadopsi konsep rekayasa sosial melaluimekanisme diversi dan keadilan restoratif untuk memulihkan kondisi sosial anak.Namun, implementasinya belum optimal akibat keterbatasan sumber daya,rendahnya pemahaman aparat penegak hukum dan minimnya dukungan lingkungansosial. Dengan demikian, agar hukum dapat berfungsi efektif sebagai instrumenrekayasa sosial, penegakan hukum harus responsif terhadap dinamika perubahansosial serta beriorientasi pada perlindungan dan pembinaan anak sebagai bagiandari pembangunan sosial.Kata Kunci : perubahan sosial, anak yang berkonflik dengan hukum,rekayasa sosial, keadilan restorati
PERLINDUNGAN HUKUM PEREMPUAN KORBAN REKAYASA KONTEN PORNOGRAFI DIGITAL
ABSTRAKPenelitian ini membahas perlindungan hukum bagi perempuan korban rekayasa kontenpornografi digital, khususnya melalui teknologi deepfake yang semakin marak digunakanuntuk merugikan individu. Dampak dari kejahatan ini tidak hanya mencederai reputasikorban, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis, depresi, hingga stigma sosial yangberkepanjangan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif denganmenelaah peraturan perundang-undangan, literatur, serta analisis hukum yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi di Indonesia, seperti UU Pornografi dan UUITE, memberikan dasar hukum, tetapi belum secara spesifik mengatur rekayasa kontendigital sehingga menimbulkan celah hukum. Oleh karena itu, diperlukan revisi regulasi,peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, serta penguatan literasi digital untukmencegah dan melindungi korban secara lebih efektif.Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Korban Perempuan, Konten Pornografi Digita
REGULASI SERTIFIKAT ELEKTRONIK DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI INDONESIA
Abstrak: Penelitian ini menganalisis regulasi sertifikat elektronik di Indonesia danimplementasinya dalam pelayanan publik. Kajian ini membahas kerangka hukumyang mengatur sertifikat elektronik, tantangan implementasinya, dan dampaknyaterhadap efisiensi dan efektivitas pelayanan publik. Analisis kebijakan dan tinjauanpustaka adalah metode penelitian yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa meskipun terdapat regulasi yang mendukung, implementasi sertifikatelektronik dalam pelayanan publik masih menghadapi berbagai kendala, sepertikurangnya kesadaran masyarakat, infrastruktur teknologi informasi yang belummerata, dan kurangnya koordinasi antar lembaga. Penelitian ini menyarankanpeningkatan sosialisasi, pengembangan infrastruktur, dan koordinasi yang lebih baikuntuk meningkatkan penerapan sertifikat elektronik dalam pelayanan publik diIndonesia. Keberhasilan implementasi ini berpotensi meningkatkan transparansi,akuntabilitas, dan aksesibilitas pelayanan publik.Kata kunci: sertifikat elektronik; pelayanan publik; regulasi; implementasi; Indonesi
EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP FENOMENA GENG MOTOR: TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM BERDASARKAN TEORI KONTROL SOSIAL TRAVIS HIRSCHI DI RUANG PUBLIK
ABSTRAKFenomena geng motor di Indonesia menggambarkan kesenjangan antara idealitashukum dan realitas sosial, di mana hukum seharusnya menjaga ketertiban umum,namun dalam praktiknya belum mampu mencegah maraknya perilaku menyimpangdi ruang publik. Tindakan kriminal seperti balapan liar, penganiayaan, hinggaperusakan menunjukkan lemahnya efektivitas penegakan hukum serta rapuhnyaikatan sosial di kalangan remaja. Kondisi ini menciptakan gap antara pendekatanrepresif yang dijalankan aparat dengan kebutuhan akan pendekatan sosial yanglebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penegakanhukum terhadap fenomena geng motor melalui perspektif sosiologi hukum denganmenggunakan teori kontrol sosial Travis Hirschi, serta mengidentifikasi faktorsosial yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridisempiris dengan pendekatan sosiologi hukum melalui studi kepustakaan danwawancara dengan aparat kepolisian, tokoh masyarakat, serta mantan anggota gengmotor di Bandung dan Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakanhukum masih berfokus pada tindakan represif seperti razia dan penindakan pidana,namun belum efektif menekan angka keterlibatan remaja karena lemahnya efek jeradan tidak tersentuhnya akar sosial masalah. Berdasarkan teori Hirschi, melemahnyaattachment, commitment, involvement, dan belief menjadi faktor utama penyebabpenyimpangan perilaku. Kesimpulannya, penegakan hukum terhadap geng motorbelum efektif karena tidak terintegrasi dengan kontrol sosial masyarakat. Olehkarena itu, disarankan agar pemerintah dan aparat penegak hukum mengembangkanmodel penegakan hukum yang kolaboratif dengan melibatkan keluarga, lembagapendidikan, dan komunitas lokal untuk memperkuat ikatan sosial serta membangunkesadaran hukum yang berkelanjutan.Kata Kunci : Penegakan Hukum, Geng Motor, Sosiologi Hukum, TeoriKontrol Sosial, Ruang Publi
Women’s Entrepreneurial Orientation, Financial Performance, and Business Sustainability: Study in Kayutangan Heritage Area, Malang City.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh orientasi kewirausahaan perempuan terhadap keberlanjutan usaha perempuan dengan kinerja keuangan sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan pada pelaku usaha mikro dan kecil milik perempuan di Kota Malang menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan perempuan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, dan kinerja keuangan juga tidak berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan usaha. Namun, orientasi kewirausahaan perempuan terbukti berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap keberlanjutan usaha, sementara kinerja keuangan tidak berperan sebagai variabel mediasi. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan usaha perempuan lebih ditentukan oleh orientasi kewirausahaan dibandingkan oleh kinerja keuangan
Peran Wisata Edukasi, Niat Perilaku dan Lokasi dalam Mendorong Niat Kunjungan Ulang Wisata Edukasi Berbasis Industri Lokal
Local industry-based education is a form of tourism that integrates learning and recreational activities to provide meaningful experiences for visitors. The purpose of this study is to determine the roles of location, intention, and educational tourism in visitation intention, which is examined using the Theory of Planned Behavior (TPB). This study employed a quantitative, survey-based approach, distributing questionnaires to 30 third-semester students of the Faculty of Agriculture, Kadiri University, who participated in educational tourism activities at PT Rumah Atsiri Indonesia. The TPB framework was used to explain the formation of behavioral intentions that reflect attitudes, social support, and individual ability in planning return visits. The data was analyzed using multiple linear regression. The results of the analysis show that the educational tours at Rumah Atsiri Indonesia received excellent ratings, particularly in terms of the delivery of learning materials, the availability of facilities, educational value, and hands-on experience with plants and the essential oil processing process. The students\u27 behavioral intentions were categorized as very high, reflecting a positive attitude and a strong tendency to make repeat visits. The location aspect was rated as good in terms of comfort and ease of access, although transportation convenience was still a consideration for some respondents. The students\u27 intention to revisit was high, as demonstrated by their desire to return, participate in further educational activities, and recommend the destination to others. Overall, educational tours and location factors played a significant role in shaping the intention to revisit, with behavioral intention as a key component, as described in the Theory of Planned Behavior.
Edukasi berbasis industri lokal merupakan bentuk pariwisata yang mengintegrasikan aktivitas pembelajaran dan rekreasi sehingga mampu memberikan pengalaman bermakna bagi, pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran lokasi, niat dan peran wisata edukasi terhadap niat kunjungan yang dikaji menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 30 mahasiswa semester 3 Fakultas Pertanian Universitas Kadiri yang berpartisipasi dalam kegiatan wisata edukasi di PT Rumah Atsiri Indonesia. Kerangka TPB digunakan untuk, menjelaskan pembentukan, niat perilaku yang mencerminkan sikap, dukungan sosial, dan kemampuan individu dalam merencanakan kunjungan kembali. Data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan wisata edukasi di Rumah Atsiri Indonesia memperoleh penilaian sangat baik, khususnya pada aspek penyampaian materi pembelajaran, ketersediaan fasilitas,, nilai edukatif, serta pengalaman langsung mengenai tanaman dan proses pengolahan atsiri. Niat perilaku mahasiswa termasuk dalam ketegori sangat tinggi, yang mencerminkan sikap positif serta kecenderungan yang kuat untuk melakukan kunjungan ulang. Aspek lokasi dinilai baik dari sisi kenyamanan dan kejelasan akses, meskipun kemudahan transportasi masih menjadi pertimbangan bagi sebagian responden. Niat kunjungan ulang mahasiswa tergolong tinggi, ditunjukkan oleh keinginan, untuk kembali berkunjung, mengikuti kegiatan edukasi lanjutan, serta merekomendasikan destinasi kepada pihak lain. Secara keseluruhan, wisata edukasi dan faktor lokasi memiliki berperan yang signifikan dalam membentuk niat untuk melakukan nkunjungan ulang, dengan niat perilaku sebagai komponen kunci sebagaimana dijelaskan dalam kerangka Theory of Planned Behavior
IMPLEMENTATION OF A NON-CASH DISCLAIMER SYSTEM INSTUDY LOAN ADDITIONAL TRANSACTIONS AT UPC Pawnshop KALANGBRET
This internship report discusses the implementation of a non-cash disbursement system for additional loan transactions at Pegadaian Kalangbret Service Unit (UPC). The transition from cash to non-cash disbursement is part of Pegadaian’s digital transformation to support the national cashless society program while improving service efficiency and financial transaction security. During the internship, direct observation was conducted on service procedures, customer requirements, disbursement stages, and both technical and non-technical challenges experienced in the field. The findings revealed that the system provides several advantages, including faster processing time, improved transaction security, and enhanced accuracy in financial records. However, challenges remain, such as customers’ lack of understanding of the new rules, limited bank ownership, additional fees for interbank transfers, and occasional system disruptions. Based on these observations, several recommendations are proposed, including continuous customer education, facilitation for opening partner bank accounts, strengthening digital infrastructure, and providing visual and written guidance. These measures are expected to optimize the system implementation and improve the overall quality of financial services in Pegadaian.
Keywords: Pegadaian, Non-Cash System, Additional Loan, Digitalization, Financial Services.
PERAN KEJAKSAAN DALAM PENYITAAN ASET PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI SEBAGAI BAGIAN DARI PENEGAKAN HUKUM
ABSTRAKPenelitian ini membahas peran sentral Kejaksaan dalam penyitaan aset pelakutindak pidana korupsi sebagai bagian integral dari penegakan hukum di Indonesia.Korupsi sebagai kejahatan luar biasa menimbulkan dampak besar bagi keuangannegara dan masyarakat. Kejaksaan memiliki kewenangan ganda sebagai penyidik,penuntut umum, dan eksekutor dalam proses penyitaan aset yang diduga hasilkorupsi guna mencegah perpindahan aset dan mengembalikan kerugian negara.Mekanisme penyitaan meliputi identifikasi, permohonan ke pengadilan,pelaksanaan, pengelolaan, dan pelelangan aset dengan prinsip legalitas danpenghormatan terhadap hak terdakwa. Penelitian menggunakan metode yuridisnormatif dengan analisis kualitatif peraturan perundang-undangan dan literaturhukum. Hasil penelitian menekankan pentingnya koordinasi antarpenegak hukumdan pembentukan tim khusus untuk mengatasi kendala teknis dan hukum dalampenyitaan aset. Penyitaan aset bukan hanya alat bukti tetapi juga sarana pemulihanekonomi negara dan penguatan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.Kata Kunci: Kejaksaan; Penyitaan Aset; Tindak Pidana Korupsi; PenegekanHuku
Analisis SWOT dan Strategi Pengembangan Usaha Toko Pertanian UD Trijaya Tani Di Kabupaten Nganjuk
The agricultural sector is supported by input supply businesses, which inform the development strategy for UD. Trijaya Tani is essential to maintaining its business sustainability amid competition. This research aims to identify and analyze the business development strategy of the agricultural store UD. Trijaya Tani is using a combined qualitative and quantitative approach through SWOT Analysis. The research was conducted in Nganjuk, with data obtained through observation and in-depth interviews with the store owner. Quantitative analysis results indicate that UD. Trijaya Tani has a relatively strong internal condition (IFAS score 2.80), supported by strengths such as affordable pricing, a reward system, and credit services. However, weaknesses exist in its limited marketing system and minimal use of digital media. Externally, opportunities are relatively more dominant than threats (EFAS score 2.85), including the potential for market expansion through digital media and cooperation with farmer groups. Overall, it is concluded that the appropriate strategy is to leverage existing strengths (competitive pricing and improved services) to anticipate threats, while simultaneously seizing opportunities to increase sales volume and expand market reach, thereby providing a scientific basis for enhancing business competitiveness.
Sektor pertanian didukung oleh usaha penyedia sarana, sehingga strategi pengembangan UD. Trijaya Tani sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan usahanya di tengah persaingan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis strategi pengembangan usaha toko pertanian UD. Trijaya Tani menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif melalui Analisis SWOT. Penelitian dilaksanakan di Nganjuk dengan data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pemilik toko. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa UD. Trijaya Tani memiliki kondisi internal yang relatif kuat (skor IFAS 2,80) dengan kekuatan pada harga terjangkau, sistem reward, dan layanan kredit, namun terdapat kelemahan pada sistem pemasaran yang terbatas dan minimnya pemanfaatan media digital. Secara eksternal, peluang relatif lebih dominan dibandingkan ancaman (skor EFAS 2,85), seperti potensi perluasan pemasaran melalui media digital dan kerja sama dengan kelompok tani. Secara keseluruhan, disimpulkan bahwa strategi yang tepat adalah memanfaatkan kekuatan yang ada (penetapan harga kompetitif dan peningkatan pelayanan) untuk mengantisipasi ancaman, sekaligus memanfaatkan peluang untuk meningkatkan volume penjualan dan memperluas jaringan pasar, yang akan menjadi landasan ilmiah untuk peningkatan daya saing usaha