Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
ANALISIS TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM)
Abstrak
Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak dapat disebarkan dari seseorang terhadap orang lain. Terdapat 4 tipe utama penyakit tidak menular, yaitu penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit pernafasan kronik, dan diabetes mellitus. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif, sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sebagian Masyarakat berusia 18 tahun ke atas yang menjadi sasaran di Wilayah Kerja Posyandu ILP IV Kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri sejumlah 142 Orang, dan Analisa yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Analisa SPSS dnegan Uji Chi Square. Dari 142 sample yang digunakan dalam penelitian ini, sebagian besar responden yaitu sebanyak 85 orang (59,8%) belum pernah melakukan Skrining PTM di Posyandu ILP IV Kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Ada hubungan yang signifikan antara Jenis Kelamin, Usia, Pekerjaan, Kemudahan Akses ke Posyandu, Pengetahuan adanya Skrining PTM di Posyandu, dan Dukungan Keluarga dengan Partisipasi Masyarakat untuk Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) di Posyandu ILP IV Kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri dengan nilai p value < 0,05. Pendidikan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan Partisipasi Masyarakat untuk Skrining PTM di Posyandu ILP IV Kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.
Kata kunci : Partisipasi masyarakat, Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM), Posyandu ILP
Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap Profitabilitas Perusahaan Food And Beverage
Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Profitabilitas. Variabel independen digunakan adalah Corporate Social Responsibility yang diproksikan sosial dan lingkungan dan variable dependen adalah profitabilitas yang diukur dengan ROA. Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perusahaan Makanan dan Minuman sebanyak 10 dalam periode 2016-2018. Uji analisisnya menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengungkapan CSR berpengaruh signifikan. terhadap profitabilitas perusahaan Food and Beverag
Program Edukasi Seksual dalam Pencegahan IMS pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo Kota Kediri
Infeksi Menular Seksual atau sering dikenal dengan singkatan IMS adalah penyakit akibat infeksi yang dapat tertular melalui hubungan seksual. Umumnya, penyakit ini bisa terjadi akibat hubungan intim secara tidak sehat atau berisiko. IMS atau juga dikenal dengan penyakit menular seksual bisa tersebar melalui cairan tubuh, seperti sperma, darah, atau cairan lainnya. Tujuan dilakukan Pengabdian ini untuk mengetahui tentang penyakit menular seksual. Metode yang digunakan dengan melakukan penyuluhan dengan media leaflet pada wanita usia subur di wilayah kerja puskesmas Campurejo. Hasil yang didapatkan wanita usia subur mengetahui tentang penyakit menular seksual dan Diharapkan edukasi dengan penyuluhan ini adanya kegiatan lanjutan dari tenaga kesehatan untuk memberikan health education terkait kesehatan wanita usia subur serta dapat memahami dan menerapkan apa yang telah diajarkan sehingga wanita usia subur dapat terhindar dari penyakit menular seksual
PENGUATAN KAPASITAS KEBERDAYAAN MASYARAKAT DESA ADAT SIBETAN MELALUI PENYUSUNAN DETAILED ENGINEERING DESIGN PENATAAN PURA KEJU BERBASIS PERANCANGAN PARTISIPATIF
The Keju Temple in Sibetan Traditional Village, Karangasem, Bali, was damaged by the 2021 earthquake, requiring technical documentation for the revitalization process. This Community Service (PkM) activity aims to prepare a Detailed Engineering Design (DED) for the arrangement of the Keju Temple using a participatory architectural approach that combines modern technical standards (SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, PUIL 2011) with Balinese local wisdom (Asta Kosala Kosali, Tri Mandala, Tri Angga). The implementation method is carried out through five stages: socialization, training, DED preparation, FGD, and evaluation. The results of the activity are hard products (Architectural, Structural, and MEP DEDs) and soft products (increased community knowledge about technical documents and grant flows). The knowledge test showed an average increase of 40 points from the pre-test to the post-test, confirming the success of technology transfer. This activity has a double impact: tangible benefits for the community in the form of DED documents ready to be submitted for development grants, as well as academic productivity for universities through publications, IPR, and dissemination
DAPUR SEHAT ANTI STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN KELUARGA BERBASIS MINI FARM LAYER
Abstract: Stunting remains a priority issue for maternal and child health. Stunting issues, from district, provincial, and national levels, are always a major topic of discussion, including in Wonorejo Village, Kediri Regency. One of the community service partners is a Wonorejo village resident who is also a pilot project for stunting management. Providing information on stunting, training in raising laying hens with a mini-layer farm, training in making processed foods from chicken eggs, training in packaging and marketing processed food products can be alternatives to addressing stunting. The method applied starts from preparation including licensing and coordination, purchasing materials, and then the implementation stage which is divided into three activities. After that, monitoring and evaluation of the implemented program are carried out. The results of this community service activity are an increase in knowledge to good by 93% and partners are able to raise chickens with a mini-layer farm, make processed foods from eggs, and are able to package and market processed food products. Furthermore, it is hoped that the sustainability of the program will continue to be monitored
EDUKASI SEKS REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DAN PERILAKU SAKS MENYIMPANG PADA REMAJA SANTRI
Adolescence is a vulnerable period in which curiosity about sexuality often arises but is not always accompanied by accurate information, especially among students in Islamic boarding schools. This community service focused on providing son for students at Pondok Pesantren Nurul Islam Kencong Jember as an effort to prevent sexual violence and deviant sexual behavior. The objectives were to improve knowledge and awareness of reproductive health, strengthen skills in refusing unhealthy sexual behavior, and foster the courage to report incidents within a safe pesantren environment. The program employed a participatory approach through interactive lectures, educational videos, group discussions, and pre–posttests. The results showed a significant increase in knowledge, with participants in the “Good” category rising from 4% to 77%, while those in the “Poor” category decreased from 65% to 8%. These findings indicate that contextual and value-based sexuality education is effective and can be replicated in similar pesantren setting
ANALYSIS OF THE LEVEL OF NICOTINE DEPENDENCE AMONG TEENAGE SMOKERS IN SERANG CITY BANTEN PROVINCE
Smoking is a serious public health problem with a high prevalence among adolescents, including in Serang City, where it reaches 18.17% among adolescents aged 15–24. The purpose of this study was to analyze the level of nicotine dependence among adolescent smokers and the factors influencing it in Serang City, Banten Province. This quantitative study used a cross-sectional study design to analyze the level of nicotine dependence and its influencing factors. The population was estimated at 3,698 active adolescent smokers in Serang City. The sample size was calculated using the Krejcie and Morgan method. The sample size was 351 individuals. The sampling technique used was consecutive sampling. The research instrument was the Fagerström Test for Nicotine Dependence (FTND). Analysis used the Chi-Square statistical test with a significance level of α = 5%. The results showed a significant relationship between age at smoking initiation, duration of smoking, and number of cigarettes consumed per day with the level of nicotine dependence. Early intervention through education, smoking cessation counseling, and restricting cigarette access for adolescents is essential to prevent long-term addiction.
Keywords: Nicotine Dependence, Adolescents, Cigarettes
THE EFFECTIVENESS OF POSITIVE DEVIANCE (HEARTH) TO REDUCE MALNUTRITION IN UNDER FIVE CHILDREN
Positive deviance (pos gizi) merupakan program gizi yang berbasis keluarga dan masyrakat bagi balita yang mengalami gizi kurang. Tujuan penelitian yakni menganalisis keefektivan intervensi positive deviance (pos gizi) sebagai penatalaksanaan gizi kurang pada balita. Jenis penelitian yang digunakan yakni quasi experimental dengan menggunakan rancangan one group pre post test design. Intervensi positive deviance (pos gizi) diberikan selama 2 minggu (12 hari). Jumlah perhitungan subjek dengan G-power didapatkan minimal 10 responden, responden diambil secara total sampling, dan didapatkan 12 balita yang mengalami gizi kurang dengan BB/TB pada rentang Z score = -2 s/d =-3. Data pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis dengan uji T dependen. Sedangkan data berat badan dan tinggi badan diukur sebelum dan setelah intervensi dengan analisis GLM-RM. Hasil penelitian adalah terdapat peningkatan berat badan dan tinggi badan sebelum dan setelah intervensi positive deviance (pos gizi) karena makanan yang diberikan kandungan gizinya disesuaikan kebutuhan nutrisi balita. Selain itu terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu sehingga praktik dalam memberikan makanan untuk balita menjadi lebih baik. Kesimpulannya bahwa positive deviance (pos gizi) sebagai salah satu intervensi komprehensif yang dapat diterapkan untuk mengatasi gizi kurang pada balita di masyarakat.
FAKTOR-FAKTOR PELAYANAN KEBIDANAN YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN
Abstrak
Mutu pelayanan kebidanan merupakan faktor penting dalam menentukan tingkat kepuasan pasien. Kepuasan pasien yang tinggi mencerminkan pelayanan yang berkualitas dan berdampak pada peningkatan penggunaan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pelayanan kebidanan yang mempengaruhi kepuasan pasien di Puskesmas Hulonthalangi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 100 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara seluruh dimensi pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien, yaitu keandalan, daya tanggap, jaminan, bukti fisik, dan empati, dengan nilai p-value = 0.000 (<0.05). Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas pelayanan yang mencakup aspek profesionalisme, responsivitas, fasilitas fisik, serta perhatian dan empati tenaga kesehatan berpengaruh nyata terhadap kepuasan pasien. Oleh karena itu, peningkatan mutu pelayanan kebidanan perlu menjadi prioritas untuk mencapai pelayanan yang lebih optimal.
Kata kunci : Kepuasan Pasien, Pelayanan Kebidana
HUBUNGAN USIA DAN LAMA PENGGUNAAN KB SUNTIK 3 BULAN TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN
Perencanaan keluarga mencakup dukungan bagi pasangan suami istri dalam mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, mencapai kehamilan yang diinginkan, mengatur waktu antar kelahiran, dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. Kenaikan berat badan yang dialami perempuan yang menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan bervariasi antara 1 hingga 5 kg dalam tahun pertama dan seterusnya setelah menggunakannya. Kenaikan berat badan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk faktor internal seperti genetika dan faktor eksternal seperti aktivitas fisik, pola makan, lama penggunaan, usia, dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan usia dan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan pertambahan berat badan di Puskesmas Semen. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan analitik observasional dan desain potong lintang. Sampel penelitian terdiri dari 34 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kuesioner digunakan sebagai metode pengumpulan data. Data dianalisis melalui metode univariat dan bivariat, dengan menggunakan uji chi-square. Di antara 34 peserta yang merupakan pengguna kontrasepsi suntik 3 bulan, 27 di antaranya (79,4%) mengalami kenaikan berat badan, sementara 7 peserta (20,6%) tidak mengalami kenaikan berat badan. Hasil analisis hubungan antara usia dan kenaikan berat badan menunjukkan nilai-p sebesar 0,147 (p>0,05), dan hasil analisis hubungan antara lama penggunaan dan kenaikan berat badan menunjukkan nilai-p sebesar 0,002 (p<0,05). Tidak ada hubungan antara usia dan kenaikan berat badan, tetapi ditemukan hubungan yang signifikan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dan kenaikan berat badan di antara para penggunanya.
Kata kunci : KB Suntik 3 bulan, Lama, Peningkatan Berat Badan, Usi