Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
    2692 research outputs found

    Case Report Pada Primigravida Trimester III dengan Letak Lintang dan Anemia Ringan di Wilayah Puskesmas Tongguh

    Get PDF
    Anemia pada masa kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai dengan angka kejadian yang cukup tinggi, termasuk di Jawa Timur (10,58%) dan Bangkalan (9,07%). Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko komplikasi pada ibu maupun janin, terutama bila disertai kelainan posisi janin. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan asuhan kebidanan pada ibu primigravida trimester III dengan janin posisi lintang dan anemia ringan di wilayah kerja Puskesmas Tongguh. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah ibu hamil G1P0A0 usia kehamilan 33–34 minggu dengan kadar Hb 10,2 g/dL. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi SOAP, kemudian dilakukan asuhan kebidanan dalam tiga kali kunjungan. Hasil kunjungan pertama menunjukkan keluhan nyeri perut bawah dengan pemeriksaan janin posisi lintang dan Hb 10,2 g/dL. Pada kunjungan kedua, keluhan nyeri masih dirasakan dan disertai edema pada tungkai bawah. Kunjungan ketiga menunjukkan peningkatan kadar Hb menjadi 11,3 g/dL meskipun nyeri semakin terasa. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi keteraturan konsumsi tablet Fe, anjuran pola makan bergizi, latihan posisi sujud untuk membantu perbaikan letak janin, serta anjuran posisi tidur yang nyaman. Disimpulkan bahwa pendampingan secara berkesinambungan dapat meningkatkan kadar Hb dan mendukung kesehatan ibu serta janin, meskipun posisi lintang tetap memerlukan pemantauan intensif

    HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN MASALAH EMOSI DAN PERILAKU PADA REMAJA

    Get PDF
    Abstrak Remaja rentan mengalami masalah emosi dan perilaku yang dapat berdampak pada kesejahteraan mental dan kehidupan sosial. Skrining masalah emosi dan perilaku pada remaja sangat penting untuk mengidentifikasi risiko gangguan mental sejak dini. Skrining intervensi yang tepat dapat dilakukan sebelum masalah berkembang lebih serius. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan pola asuh dengan emosi dan perilaku remaja dengan melakukan skrining SDQ pada remaja di wilayah Puskesmas Dumbayabulan guna memberikan intervensi yang berbasis bukti untuk meningkatkan kesehatan mental remaja. Metode penelitian menggunakan desain penelitian Kuantitatif deskriptif Cross-Sectional. Penelitian ini menggunakan alat ukur yang terstandar yaitu  kuesioner (Strengths and Difficulties Questionnaire/SDQ). Sampel dalam penelitian ini adalah 154 responden remaja yang diambil dari SMAN 1 Suwawa Timur. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukan  ada hubungan pola asuh dengan masalah emosi dan perilaku pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Dumbayabulan dengan hasil uji statistic (chi square) pValue=0.022<0.05. Kesimpulan Ada hubungan pola asuh dengan masalah emosi dan perilaku remaja di wilayah kerja Puskesmas Dumbayabulan. Kata kunci :: Pola Asuh, Emosi, Perilaku, Remaja, SDQ Abstract (Bahasa Inggris, spasi 1, font 11 Times New Roman, italic) Adolescents are vulnerable to emotional and behavioural problems that can have an impact on mental well-being and social life. Screening for emotional and behavioural problems in adolescents is very important to identify the risk of mental disorders early on. Appropriate intervention screening can be done before the problem develops more seriously. This study aims to identify the relationship between parenting patterns and adolescent emotions and behaviours by conducting SDQ screening on adolescent in the Dumbayabulan Health Centre area in order to provide evidence-based interventions to improve adolescent mental health. The research method uses a quantitative descriptive cross-sectional research design. This study uses a standardized measuring instrument, namely a questionnaire (SDQ). The sample in this study was 154 adolescent respondents taken from SMAN 1 Suwawa Timur. The sampling technique used was total sampling. The results of the study showed that there was a relationship between parenting patterns and emotional and behavioural problems in adolescent in the Dumbayabulan Health Centre work area with the results of statistical tests (Chi square) pValue=0.022<0.05. conclusion there is a relationship between parenting patterns and emosional and behavioural problems in adolescent in the Dumbayabulan Health Centre work area.   Keywords : Parenting Patterns, Emotions, Behaviour, Adolescents, SD

    Optimasi Formulasi Sediaan Balsem Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.): Formulation Optimization of Starfruit Extract Balm Preparation (Averrhoa Bilimbi L.)

    Get PDF
    Balsem merupakan bentuk sediaan farmasi yang bermanfaat sebgai bahan pereda nyeri. Belimbing wuluh secara Konvesional dapat dimanfaatkan untuk mengatasi pembengkakan, karena mengandung terdapat kandungan senyawa flavonoid, tanin, saponin dan akaloid sebagai anti inflamasi. Senyawa ini memiliki kemampuan untuk menghambat enzim pro-inflamasi, seperti siklooksigenase (COX) dan lipoksigenase (LOX). Tujuan penelitian ini adalah optimasi formulasi sediaan balsem ekstrak blimbing wuluh dengan konsentrasi ekstrak 2% dengan bahan tambahan seperti paraffin solidum (12 %), menthol (1 %), methil salisilat (10 %), vaselin album (ad 100%), dan champora sebagai variasi formulasi dengan konsentrasi F1=6% F2=7% F3=8%.  Didapatkan hasil evaluasi fisik sediaan balsem ekstrak belimbing wuluh formula 2 (F2) memiliki nilai tertinggi pada hampir seluruh parameter fitokimia, yaitu flavonoid sebesar 58,1 ± 2,0 mg, tanin 28,3 ± 1,2 mg/g, saponin 3,83 ± 0,15%, serta alkaloid 2,08 ± 0,10 mg/g. Daya sebar F2 sebesar 7,58 ± 0,20 cm, daya lekat. Nilai pH F2 yaitu 5,80 ± 0,06, dan pH F2 yaitu 5,80 ± 0,06, menandakan bahwa F2 memiliki kandungan senyawa aktif paling optimal

    Unveiling the Power of Social Media and FOMO: How Hedonic Motivation Drives Impulsive Purchases of Cosmetic Products

    Get PDF
    This study examines the influence of Social Media Marketing (SMM) and Fear of Missing Out (FOMO) on impulsive purchasing behavior among Generation Z consumers, with hedonistic shopping motivation as an intervening variable. The rapid growth of the cosmetics industry in Indonesia, driven by social media, makes this topic highly relevant for analysis. A quantitative method with a Structural Equation Modeling (SEM) approach using SmartPLS was applied to test the proposed hypotheses. The sample in this study consisted of 100 people obtained through purposive sampling. The results showed that SMM had a significant effect on hedonistic shopping motivation, while FOMO also had a significant effect on this motivation. Hedonistic shopping motivation was found to influence impulsive buying, but the direct effect of SMM on impulsive buying was not significant. FOMO was found to directly influence impulsive buying. Additionally, hedonistic shopping motivation acted as a full mediator in the relationship between SMM and impulsive buying, and as a partial mediator in the relationship between FOMO and impulsive buying. These findings emphasize the importance of emotional involvement and psychological factors in influencing impulsive buying behavior. The practical implication of this study is that marketers need to design content that can evoke emotional responses and create a sense of exclusivity, which can encourage consumers to make impulsive purchases, especially for cosmetic products

    Inovasi Pengolahan Limbah Kulit Pisang Raja Nangka menjadi Tepung Bernilai Ekonomi pada Sentra Getuk Pisang Desa Petok, Kediri

    Get PDF
    Petok Village, located in Mojo District, Kediri Regency, is known as a major center for getuk pisang (banana cake) production that has been sustained across generations. However, the production process generates large amounts of waste from raja nangka banana peels that remain unutilized. The banana peel waste generated from these home-based industries has the potential to pollute the environment if not properly managed and disposed of. Based on previous research on the formulation of banana peel flour as a functional food ingredient, this activity aimed to transfer knowledge and skills to getuk pisang producers, enabling them to process banana peel waste into value-added flour. The program was conducted using a participatory approach involving socialization sessions, direct demonstrations of banana peel flour production, and discussions on business opportunities derived from the process. The results showed an 85% increase in participants’ knowledge and skills, as measured by pre- and post-tests. In addition to producing quality banana peel flour, the activity also fostered awareness of circular economy concepts and local resource utilization. This community empowerment initiative presents opportunities for establishing a joint business group focused on banana peel flour processing, as well as collaboration with the village government for product development and sustainable marketing. Desa Petok di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, dikenal sebagai sentra penghasil getuk pisang yang telah bertahan lintas generasi. Namun, produksi getuk pisang menghasilkan limbah kulit pisang raja nangka dalam jumlah besar yang belum termanfaatkan secara optimal. Limbah kulit pisang yang dihasilkan dari industri rumahan getuk pisang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya tentang formulasi tepung kulit pisang sebagai bahan pangan fungsional, kegiatan ini bertujuan mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada pelaku usaha getuk pisang agar mampu mengolah limbah kulit pisang menjadi tepung bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan tepung kulit pisang, serta diskusi peluang usaha turunan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 85% berdasarkan pre-test dan post-test. Selain menghasilkan produk tepung kulit pisang berkualitas, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran tentang konsep ekonomi sirkular dan potensi diversifikasi produk berbasis bahan lokal. Kegiatan ini berimplikasi pada peluang pembentukan kelompok usaha bersama pengolahan tepung kulit pisang serta kerja sama dengan pemerintah desa untuk pengembangan produk olahan dan pemasaran berkelanjutan.  

    Inovasi Diversifikasi Pangan Lokal melalui Pemanfaatan Daun Singkong menjadi Keripik sebagai Upaya Pengurangan Limbah dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat

    Get PDF
    Community service aims to increase the utilization of cassava leaves as a value-added food ingredient by innovating cassava leaf chips (Daun Crips) in Jombok Village, Pule District, Trenggalek Regency, East Java. Cassava leaves, which have traditionally been considered agricultural waste, have a high protein content and significant economic potential if processed properly. The implementation method was carried out through a participatory approach that involves the community in counseling, technical training in production, packaging, branding, and product economic analysis. Evaluation of activities using pre-tests and post-tests on six assessment aspects revealed an increase in the average score from 57.2 to 86.8, representing a 51.8% improvement. The highest increases were observed in technical processing skills (63.6%) and production cost analysis (57.7%). The resulting product has characteristics of being crispy, savory, and having a low water content (3.8%), in accordance with snack food quality standards. This activity has a positive impact by increasing the knowledge, skills, and entrepreneurial motivation of the community, as well as encouraging the formation of Joint Business Groups as the foundation for productive economic businesses based on local potential. This program is a real-world example of the implementation of local food diversification, which can reduce agricultural waste, increase community income, and support sustainable village economic development. Pengabdian kepada masyarakat memiliki tujuan meningkatkan pemanfaatan daun singkong sebagai bahan pangan bernilai tambah melalui inovasi produk keripik daun singkong (Daun Crips) di Desa Jombok, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Daun singkong yang selama ini dianggap limbah pertanian memiliki kandungan protein tinggi dan potensi ekonomi yang besar apabila diolah secara tepat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam penyuluhan, pelatihan teknis produksi, pengemasan, branding, serta analisis ekonomi produk. Evaluasi kegiatan dengan menerapkan pre-test dan post-test pada enam aspek penilaian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari 57,2 menjadi 86,8 atau meningkat sebesar 51,8%, dengan peningkatan tertinggi pada keterampilan teknis pengolahan (63,6%) dan analisis biaya produksi (57,7%). Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik renyah, gurih, serta kadar air rendah (3,8%), sesuai dengan standar mutu pangan ringan. Kegiatan ini memiliki efek positif dengan meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kewirausahaan masyarakat, serta mendorong terbentuknya Kelompok Usaha Bersama sebagai embrio usaha ekonomi produktif berbasis potensi lokal. Program ini menjadi contoh nyata penerapan diversifikasi pangan lokal yang mampu mengurangi limbah pertanian, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendukung pembangunan ekonomi desa berkelanjutan

    Optimalisasi Status Gizi Balita melalui Penyuluhan “Gizi Penting Cegah Stunting” kepada Ibu Balita di Pesantren Kota Kediri

    Get PDF
    Stunting tetap menjadi tantangan global dan menjadi perhatian khusus, mempengaruhi 149 juta anak di bawah lima tahun dan merusak perkembangan kognitif, ekonomi, dan social. Masalah stunting erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan yang merupakan proses penentu kehidupan secara individu namun berpengaruh terhadap kemajuan global. Di Region Asia Tenggara (South-East Asia Region) sekitar 49,8 juta anak <5 stunting pada tahun 2022. Meskipun angka stunting global menurun dibanding beberapa dekade lalu, namun laju penurunan belum cukup cepat untuk mencapai target global seperti target 2025 atau target SDGs 2030. Metode pengabdian Masyarakat yang dilakukan yaitu dengan melakukan penyuluhan kesehatan terhadap 35 ibu balita yang didahului dengan pre test dan diakhiri dengna postets.        Hasil postes dari penyuluhan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu balita 38.9% hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita. Penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi pentig untuk mencegah stunting

    DESIMINASI HASIL PENELITIAN PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA NARKOBA BAGI SISWA SMK MUHAMMADIYAH 1 PALU

    Get PDF
    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Untuk meningkatkan daya saing lulusan, diperlukan kolaborasi antara sekolah dan institusi pendidikan tinggi dalam menyediakan pembekalan yang relevan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesiapan, dan orientasi karier siswa SMK Muhammadiyah 1 Palu dalam menghadapi tuntutan pasar kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan pra-sosialisasi, sosialisasi, serta diskusi interaktif menggunakan metode ceramah, visualisasi, dan tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup edukasi pencegahan bahaya narkoba, penerapan pola hidup sehat, serta pemahaman mengenai prosedur kerja yang aman dan sesuai standar. Kegiatan berjalan efektif dengan tingkat partisipasi siswa mencapai 95%. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terkait risiko narkoba, strategi pencegahan, serta kesiapan mental dan keterampilan awal untuk memasuki dunia kerja. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada penguatan kompetensi dan karakter siswa dalam menghadapi transisi ke dunia profesional

    Integrated of Pore Water Pressure, Hydraulic Gradient and Time Lag for Early Warning System at Sindang Heula Dam

    Get PDF
    Excessive pore water pressure (PWP) is a primary factor contributing to internal erosion and catastrophic failures in embankment dams, accounting for nearly 40% of dam-related incidents worldwide. Despite routine monitoring, current practices remain limited by the absence of integrated analytical frameworks that simultaneously evaluate multiple hydraulic parameters for early warning system. This study aims to design an early warning system based on PWP, hydraulic gradient, and time lag parameters. The research was conducted at Sindang Heula Dam with 1,696 daily observation data (2020–2025) from four upstream and four downstream piezometers. Linear regression analysis was employed to predict PWP at low (86.613 masl), normal (106.613 masl), and maximum (108.613 masl) reservoir water level (RWL) conditions. Hydraulic gradients were derived from upstream–downstream head differentials, while time lags were determined based on the delay between peak reservoir levels and corresponding piezometric responses. The results revealed that upstream piezometers exhibited rapid responses (7–14 days) with strong correlations RWL (R² = 0.71–0.81), while downstream piezometers show delayed responses (35–42 days) with weaker correlation RWL (R² = 0.31–0.44). Hydraulic gradients increased from 0.32 at low to 0.63 at maximum RWL, indicating intensified seepage potential. The proposed integrated framework introduces a three-tier (green–yellow–red) early warning system based on real-time RWL thresholds, thereby improving proactive risk mitigation and strengthening dam safety management

    NURSES’ KNOWLEDGE, BARRIERS, AND SOLUTIONS IN IMPLEMENTING HANDS-FREE INTRAMURAL INJECTION TECHNIQUE DURING CAESAREAN SECTION: A MIXED-METHODS STUDY

    Get PDF
    Sectio caesarea carries a high risk of sharp injuries that may endanger medical personnel. The Hands-Free Technique (HFT) is a method of passing sharp instruments through a neutral zone to reduce such risks. However, its understanding and application during intramural injections remain limited. Methods: A mixed-method approach with an explanatory sequential design was employed. Quantitative data were collected from 30 nurses using a questionnaire, and qualitative data were obtained through focus group discussions (FGDs) with 15 nurses. Descriptive, inferential, and thematic analyses were conducted. Results: Most respondents (53.3%) had a low level of knowledge about HFT. No significant differences were found by years of experience, prior training, or procedure frequency. The FGDs identified key barriers: limited knowledge, insufficient training and monitoring, and established routines perceived as more practical. Suggested solutions included regular practice-based training, visual aids in the workspace, supervisor accompaniment during procedures, and periodic monitoring with feedback and recognition. Discussion: These findings highlight the need for systematic interventions such as routine training, visual aids, and regular evaluations to support more consistent and safe implementation of HFT in operating rooms.  Keywords: Barrier, Hands-Free Technique, nurse knowledge, sectio caesarea, solution

    2,486

    full texts

    2,692

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Kadiri Kediri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇