Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
Pemilihan Platform Strategi Pemasaran pada Industri Manufaktur dan Jasa dengan Metode AHP
Indonesia is experiencing an economic revival marked by rising consumption of goods and services, particularly in the food industry sector, which reached 1,542,410 units (48.3%), highlighting its crucial role in the national economy. However, Micro and Small Industries (IMK) still face challenges such as limited capital, resources, and suboptimal digital marketing strategies. This study aims to determine the most effective digital marketing strategy priorities to enhance IMK competitiveness. Data were obtained from BPS (2021) and interviews with business actors in Palembang, using the K-Means clustering method for innovation segmentation and the Analytical Hierarchy Process (AHP) for strategy selection. The results show that Java Island achieved the highest innovation score (11,692), dominated by marketing and distribution (6,265) and product innovation (4,440). The KBLI 10–22 sector excelled with a score of 6,336, while ANOVA testing (Sig. = 0.000) indicated significant differences between clusters, with marketing emerging as the dominant factor (F = 116.544). The descriptive application criterion (0.413) and social media platform (0.7) were identified as the most effective strategies. This study concludes that digital innovation and interactive descriptive content play key roles in improving IMK marketing performance and contribute to strengthening regional innovation literature and technology-based digital marketing strategies
AMBIGUITAS PENGATURAN KEADAAN BAHAYA DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA: ANALISIS CHECKS AND BALANCES KEWENANGAN PRESIDEN PASCA AMANDEMEN UUD 1945
ABSTRAKSIPenelitian ini mengkaji ambiguitas pengaturan keadaan bahaya dalam sistemketatanegaraan Indonesia pasca-amandemen UUD 1945. Pasal 12 UUD 1945memberi Presiden kewenangan menyatakan keadaan bahaya, namun tidak merincidefinisi, kriteria, maupun mekanisme checks and balances terkait. Undang-UndangNomor 23 Tahun 1959 sebagai aturan pelaksana dianggap usang karena lahir dalamrezim politik sentralistik era Demokrasi Terpimpin. Penelitian ini menggunakanPendekatan normatif dan komparatif untuk menganalisis efektivitas pengawasanDPR atas kewenangan eksekutif dalam menetapkan keadaan bahaya. Hasilpenelitian menunjukkan peran DPR yang minim dan ketiadaan pembaruan regulasi,sehingga muncul celah hukum berpotensi memicu penyalahgunaan kekuasaan.Selain itu, terdapat tumpang tindih konsep antara “keadaan bahaya” dan“kegentingan yang memaksa” dalam praktik ketatanegaraan. Penelitian inimendorong rekomendasi rekonstruksi kerangka hukum keadaan bahaya yang lebihdemokratis, akuntabel, dan menjamin perlindungan hak asasi manusia sesuaiprinsip negara hukumKata Kunci : Keadaan Bahaya; Kewenangan Presiden; Checks andBalances; Sistem Ketatanegaraan Indonesia
PENYITAAN ASET OLEH PENYIDIK KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA DALAM RANGKA UPAYA PENGEMBALIAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI (STUDI DI DITTIPIDKOR BARESKRIM POLRI)
bstrakPenelitian ini membahas urgensi pengaturan penyitaan aset tanpapemidanaan (Non Conviction Based/NCB Asset Forfeiture) oleh PenyidikKepolisian Republik Indonesia dalam rangka pengembalian kerugian negaraakibat tindak pidana korupsi. Meskipun sistem hukum di Indonesia telahmemiliki dasar pelaksanaan perampasan aset, mekanisme yang ada dinilaibelum memadai untuk menjawab kompleksitas kejahatan korupsi modern.Penelitian ini menyoroti perlunya pembaruan hukum melalui pengesahanRancangan Undang-Undang Perampasan Aset serta revisi terhadap UndangUndang Tindak Pidana Korupsi guna mengadopsi pendekatan "follow themoney" yang lebih efektif. Selain itu, penelitian ini juga menegaskanpentingnya peran Penyidik Polri dalam menjalankan penyitaan asetberdasarkan ketentuan hukum dan pedoman internal agar proses berjalanprosedural dan profesional. Hasil penelitian merekomendasikan percepatanpengesahan RUU Perampasan Aset serta penguatan kebijakan penegakanhukum yang tidak hanya berorientasi pada pemidanaan pelaku, tetapi jugapada pemulihan aset negara. Dengan demikian, konsep NCB Asset Forfeiturediharapkan dapat menjadi instrumen strategis dalam pemberantasan korupsidi Indonesia.Kata Kunci: penyitaan aset; Non Conviction Based Forfeiture; korupsi;pengembalian kerugian negara; RUU Perampasan Ase
Hubungan Antara Depression Anxiety Stres Dan Vulva Hygiene Dengan Kejadian Fluor Albus Pada Remaja Putri Di Desa Marabose Halmahera Selatan
Fluor albus merupakan gejala yang sering dialami oleh sebagian besar wanita. Fluor albus dapat bersifat fisiologis ataupun patologis. Otak mengalami stres maka akan mempengaruhi hipotalamus dan hipotalamus mempengaruhi hormon kortisol menyebabkan flora normal pada vagina menjadi hiper aktif dan menyebabkan keputihan. Vulva hygiene yang kurang baik dapat menyebabkan keputihan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri di Desa Marabose Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara Tahun 2025 yaitu 16 responden,teknik pengambilan sampel adalah teknik accidental sampling dengan menggunakan uji spearman rank.
Berdasarkan hasil uji statistik Spearman\u27s rho diperoleh nilai p (p value) 0,013 dimana nilai α = 0,05 sehingga p < α maka H1 diterima H0 ditolak artinya terdapat hubungan antara Depression Anxiety Stress dan fluor albus pada remaja putri di Desa Marabose Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara Tahun 2025. Berdasarkan hasil uji statistik Spearman\u27s rho diperoleh nilai p (p value) 0,009 dimana nilai α 0,05, sehingga p <α maka H1 diterima H0 ditolak artinya terdapat hubungan antara vulva hygiene dengan kejadianfluor albus pada remaja putri kelas di Desa Marabose Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara Tahun 2025. Di harapkan bagi institusi pendidikan untuk melakukan upaya dalam meningkatkan pengetahuan kepada siswi tentang fluor albus
KARAKTERISTIK PASIEN EPILEPSI
ABSTRAK
Epilepsi adalah penyakit kronik pada otak yang mempengaruhi sekitar lima puluh juta orang di dunia. Menurut Epilepsi Foundation tahun 2017, di dunia terdapat penderita epilepsi hingga 65 juta jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien epilepsi di RSUD Tugurejo Semarang Bulan Oktober 2021 – Oktober 2022. Penelitian ini bersifat kuantitatif, observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data menggunakan data sekunder berupa rekam medis penderita epilepsi. Diperoleh data yang memenuhi kriteria inklusi sebesar 107. Data dianalisa menggunakan program komputer SPSS secara deskriptif. Sebagian besar pasien mengalami bangkitan pertama kali pada usia ≤ 5 tahun (25,2%). Sebagian besar pasien adalah laki-laki (56,1%). Jenis kejang yang sering dialami pasien adalah kejang umum (81,3%). Jenis terapi OAE yang sering diberikan adalah monoterapi (63,6%). Durasi konsumsi obat lebih banyak dilakukan selama ≤ 2 tahun (59,8%). Usia bangkitan pertama kali paling sering pada usia ≤5 tahun, sering terjadi pada jenis kelamin laki-laki, kejang yang sering terjadi adalah kejang umum, paling banyak menggunakan monoterapi, serta durasi konsumsi obat ≤ 2 tahun.
Kata Kunci : epilepsi, karakterteristik, obat anti-epileps
Kepatuhan Dan Manajemen Diri Sebagai Determinan Outcome Terapi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Complience and Self-Management as Determinants of Clinical Outcomes in Type 2 Diabetes Mellitus Patients
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengendalian optimal untuk mencegah komplikasi. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kepatuhan, manajemen diri, dan karakteristik pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan outcome terapi pada pasien DM tipe 2 di Poli Rawat Jalan RS X Kota Blitar. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional pada 83 responden yang dipilih secara purposive sampling. Tingkat kepatuhan diukur dengan Medication Adherence Report Scale (MARS-5) dan manajemen diri dengan Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ). Outcome terapi dinilai dari kadar glukosa darah sewaktu (GDS) dan glukosa darah puasa (GDP). Hasil menunjukkan kepatuhan (p=0,001), manajemen diri (p=0,003), dan lama menderita DM (p=0,048) berhubungan signifikan dengan outcome terapi, sedangkan karakteristik seperti jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pekerjaan tidak berhubungan secara signifikan. Analisis regresi logistik mengidentifikasi kepatuhan sebagai determinan utama (OR=3,280; 95% CI: 1,085–9,913). Dapat disimpulkan bahwa peningkatan kepatuhan pengobatan dan manajemen diri berperan penting dalam keberhasilan terapi pada pasien DM tipe 2
Peningkatan Literasi Anak dan Pemberdayaan Perempuan Melalui Forum Edukasi Keluarga dalam Perspektif Desa Ramah Perempuan dan Anak
This article discusses efforts to improve child literacy and empower women through the establishment of a Family Education Forum (FEK) using a participatory approach in Sidorejo Village, as part of implementing a child- and women-friendly village model. The background of this community service is the limited access to informal education at the family level, minimal involvement of mothers in their children\u27s home learning, and the absence of a forum that integrates family-based education. The community engagement employed the Participatory Action Research (PAR) method, comprising stages that included problem mapping, program planning, forum implementation, and participatory evaluation. The results show that FEK effectively improves children\u27s basic literacy and strengthens the role of women in family decision-making. The forum also becomes a productive communication medium among family members and the village community. The novelty of this research lies in the integration of family education, children’s literacy, and women’s empowerment into a single, sustainable, and participatory platform, unlike conventional family literacy models that focus solely on children’s cognitive aspects. This article concludes that the family education forum model has great potential in developing an inclusive and sustainable community-based education support system.
Artikel ini membahas tentang upaya peningkatan literasi anak dan pemberdayaan perempuan melalui pembentukan Forum Edukasi Keluarga (FEK) berbasis pendekatan partisipatif di Desa Sidorejo sebagai bentuk implementasi desa ramah perempuan dan anak. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya akses edukasi nonformal di tingkat keluarga, minimnya peran ibu dalam pembelajaran anak di rumah, serta belum adanya forum yang mengintegrasikan edukasi berbasis keluarga. Kegiatan pengabdian menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan pemetaan masalah, perencanaan program, implementasi forum edukasi, serta evaluasi bersama mitra. Hasil menunjukkan bahwa FEK mampu meningkatkan literasi dasar anak dan memperkuat peran perempuan dalam pengambilan keputusan keluarga. Forum ini juga menjadi sarana komunikasi produktif antaranggota keluarga dan komunitas desa. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendidikan keluarga, literasi anak, dan pemberdayaan perempuan dalam satu wadah partisipatif yang berkelanjutan, berbeda dengan model literasi keluarga konvensional yang hanya berfokus pada aspek kognitif anak. Artikel ini menyimpulkan bahwa model forum edukasi keluarga memiliki potensi besar dalam membangun sistem pendukung pendidikan berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan
INDONESIAN NURSES\u27 EXPERIENCES WORKING IN AURORA, COLORADO: A PHENOMENOLOGICAL STUDY
This phenomenological study explores the lived experiences of Indonesian nurses working in Aurora, Colorado. The study aims to understand the multifaceted aspects of their professional and personal lives, focusing on financial well-being, mental well-being, relationships with coworkers, and perceptions of the personnel system. Utilizing in-depth interviews, the study captures the essence of their experiences, revealing both challenges and opportunities encountered in navigating a foreign healthcare system and culture. The findings illuminate the four themes including “The Promise and the Reality, “Stress, Support, and Resilience,” Navigating Cultural Differences and Building Bridges,” and “Career Paths, Work-Life Balance, and Opportunities for Growth.” The study contributes to a deeper understanding of the global nursing migration phenomenon and offers valuable insights for improving the integration and support of international nurses in the United States healthcare system
Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.) pada Sistem Aquaponik
Optimal growth of Land spinach in an aquaponic system requires the selection of superior varieties and appropriate substrates. Aquaponic systems combine aquaculture and hydroponics and offer a sustainable approach to organic crop cultivation. However, studies on substrate interaction and variety in water spinach growth are still limited. This study aims to evaluate the effect of interaction between substrate and water spinach variety on plant growth and yield in an aquaponic system, focusing on potential applications in modern agriculture. A Completely Randomized Design (CRD) was used in this study with three levels of substrate, namely rockwool (M1), cocopeat (M2), and a mixture of cocopeat-charcoal (M3). Three levels of variety, namely Bisi (V1), Shanghai (V2), and Bangkok (V3), are repeated three times. Data analysis showed no significant interaction between substrate type and variety on plant height growth, dry weight, stem diameter, and leaf area at various stages of observation. These results indicate that the aquaponic system does not explicitly require certain water spinach varieties for different substrates, making it easier for farmers to manage cultivation. These findings support the flexibility of aquaponics practices, making them more efficient and easy to adopt in modern agriculture. The study confirms that aquaponics systems allow a versatile approach to kale cultivation without the constraints of a particular substrate or variety. With the efficiency offered, this system could be an innovative solution to increase sustainability and productivity in future agriculture.
Pertumbuhan optimal kangkung dalam sistem akuaponik membutuhkan pemilihan varietas unggul dan substrat yang sesuai. Sistem akuaponik, yang memadukan akuakultur dan hidroponik, menawarkan pendekatan berkelanjutan untuk budidaya tanaman organik. Namun, studi tentang interaksi substrat dan varietas terhadap pertumbuhan kangkung masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh interaksi substrat dan varietas kangkung terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman dalam sistem akuaponik dengan fokus pada potensi penerapan dalam pertanian modern. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini dengan tiga taraf substrat, yaitu rockwool (M1), cocopeat (M2), dan campuran cocopeat-arang (M3) serta tiga taraf varietas, yaitu Bisi (V1), Shanghai (V2), dan Bangkok (V3) yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Analisis data menunjukkan tidak adanya interaksi signifikan antara jenis substrat dan varietas terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, berat kering, diameter batang, dan luas daun pada berbagai tahap pengamatan. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem akuaponik tidak secara khusus memerlukan varietas kangkung tertentu untuk jenis substrat yang berbeda, sehingga mempermudah petani dalam pengelolaan budidaya. Temuanini mendukung fleksibilitas dalam praktik akuaponik, menjadikannya lebih efisien dan mudah diadopsi dalam pertanian modern. Studi ini menegaskan bahwa sistem akuaponik memungkinkan pendekatan serbaguna untuk budidaya kangkung tanpa batasan susbstrat atau varietas tertentu. Dengan efisiensi yang ditawarkan, sistem ini dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan keberlanjutan dan produktivitas dalam pertanian masa depan. 
Analisis Profil Terapi dan Evaluasi Kualitas Peresepan Pada Pasien COVID-19 Rawat Inap di Rs X Jawa Tengah: Therapeutic Profile Analysis and Prescription Quality Assessment for COVID-19 Inpatients Hospital X in East Java
COVID-19, caused by SARS-CoV-2, has a high transmission and mortality rate, The variability in therapies administered to patients necessitates an evaluation of treatment patterns among COVID-19 patients to ensure effective therapeutic outcomes. This study aims to analyze the therapy profiles and evaluate prescription patterns of hospitalized patients at General Hospital X, Central Java, based on the COVID-19 Management Protocol, 2nd edition (January 2021). A retrospective descriptive method with purposive sampling was applied to 100 hospitalized COVID-19 patients in 2022. The results showed that the majority of patients were male (55%), aged 40–59 years (45%), had moderate disease severity (77%), a treatment duration of 1–10 days (89%), and a recovery rate of 62%. The most frequently used drug therapies included respiratory medications (19%), gastrointestinal drugs (17%), vitamins (16%), antibiotics (11%), and antivirals (11%). Prescription evaluation revealed 100% drug suitability, 100% correct dosage, 97% appropriate dosing intervals, and 92% correct duration of administration