Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
    2692 research outputs found

    Kajian Kesiapan Komponen Wisata dalam Mendukung Pengembangan Wisata Pertanian di Desa Samiran, Boyolali

    Full text link
    Agriculture-based tourism is an important approach to supporting rural and agricultural development. To ensure its sustainability, this study aims to assess the readiness of tourism components in supporting the development of agrotourism, using a case study of Samiran Village, Selo District, Boyolali. The research employs a descriptive qualitative method, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and document analysis. Data analysis is conducted descriptively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that Samiran Village possesses all the components of tourism and is well prepared to support the development of agriculture-based tourism. This study recommends enhancing agricultural-based tourism, optimizing the sale of agricultural products to tourists, and developing educational tourism related to dairy cattle farming. Wisata berbasis pertanian merupakan upaya penting dalam pengembangkan pembangunan desa dan pertanian. Untuk menjaga keberlangsungan wisata tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan komponen wisata dalam mendukung pengembangan wisata pertanian studi kasus di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Samiran telah memiliki komponen wisata yang lengkap dan siap mendukung pengembangan wisata berbasis pertanian. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan aktivitas wisata pertanian, optimalisasi penjualan produk pertanian kepada wisatawan, serta pengembangan wisata edukasi peternakan sapi perah

    IMPLIKASI YURIDIS TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KONSEP ALAT BUKTI SURAT DAN PERSIDANGAN ELEKTRONIK (E-COURT) DALAM HUKUM ACARA PERDATA

    Full text link
    ABSTRAKSIPerkembangan teknologi informasi telah mengubah wajah sistem peradilan perdata di Indonesia,khususnya melalui penerapan persidangan elektronik (e-court) dan penggunaan alat bukti suratdalam bentuk digital. Perubahan ini menimbulkan tantangan yuridis terhadap konsep tradisional alatbukti surat sebagaimana diatur dalam HIR dan RBg, yang belum sepenuhnya mengakomodasivaliditas, otentisitas, serta kekuatan pembuktian dokumen elektronik. Penelitian ini bertujuanmenganalisis implikasi yuridis teknologi informasi terhadap konsep alat bukti surat dan mekanismepersidangan elektronik dalam hukum acara perdata. Metode penelitian yang digunakan adalahyuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Datadiperoleh dari bahan hukum primer (peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan) dansekunder (literatur akademik, jurnal ilmiah). Temuan menunjukkan bahwa meskipun Perma No. 1Tahun 2019 dan UU ITE memberikan landasan hukum bagi e-court dan alat bukti elektronik,terdapat inkonsistensi normatif dan ketidakjelasan teknis dalam penilaian kekuatan pembuktiandokumen digital. Selain itu, prinsip langsung, lisan, dan terbuka dalam persidangan mengalamipenyesuaian makna dalam konteks virtual. Implikasi penelitian ini bersifat teoretis dalammemperkaya doktrin hukum acara perdata modern, sekaligus praktis dalam merekomendasikanharmonisasi peraturan, peningkatan kapasitas hakim, dan penyempurnaan infrastruktur digital gunamenjamin keadilan prosedural yang adil dan transparan.Kata kunci: alat bukti surat; persidangan elektronik; e-court; hukum acara perdata; teknologiinformasi&nbsp

    FENOMENA MINAT MASYARAKAT INDONESIA PADA FOREX ONLINE ; Bagaimana Sudut Pandang Syariah ?

    No full text
    Perkembangan teknologi telah menggeser pola transaksi forex dari korporasi menjadi ritel, maraknya minat masyarakat pada transaksi forex menyebabkan banyaknya berdiri entitas forex illegal, untuk mengetahui bagaimana perkembangan literasi dan minat transaksi forex masyarakat Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim terhadap maraknya lembaga forex, Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kualitatif  deskriptif, hasil yang diperoleh adalah transaksi forex memiliki risiko tinggi dan mayoritas investor gagal di bisnis ini, selain itu dari sisi syariah jenis transaksi forex juga hanya terbatas pada transaksi spot, sehingga apa yang ditransaksikan pada aplikasi forex online besar kemungkinan menjadi transaksi haram, karena ada transaksi selain spot dan tujuan kebanyakan investor adalah untuk spekulasi, hal ini karena minimnya tingkat pengetahuan masyarakat Indonesia terkait literasi keuangan syariah terutama pada transaksi forex. Oleh sebab itu Kedepan literasi keuangan syariah terutama di bidang forex harus lebih ditingkatkan lagi.Perkembangan teknologi telah menggeser pola transaksi forex dari korporasi menjadi ritel, maraknya minat masyarakat pada transaksi forex menyebabkan banyaknya berdiri entitas forex illegal, untuk mengetahui bagaimana perkembangan literasi dan minat transaksi forex masyarakat Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim terhadap maraknya lembaga forex, Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kualitatif  deskriptif, hasil yang diperoleh adalah transaksi forex memiliki risiko tinggi dan mayoritas investor gagal di bisnis ini, selain itu dari sisi syariah jenis transaksi forex juga hanya terbatas pada transaksi spot, sehingga apa yang ditransaksikan pada aplikasi forex online besar kemungkinan menjadi transaksi haram, karena ada transaksi selain spot dan tujuan kebanyakan investor adalah untuk spekulasi, hal ini karena minimnya tingkat pengetahuan masyarakat Indonesia terkait literasi keuangan syariah terutama pada transaksi forex. Oleh sebab itu Kedepan literasi keuangan syariah terutama di bidang forex harus lebih ditingkatkan lagi. Â

    Perbaikan Manajemen Pengendalian Mutu Pada Proses Produksi Teh Hitam Berbasis Statistical Quality Control (SQC)

    No full text
    PT. XYZ, a black tea factory located in Pemalang Regency, continues to grapple with product defect issues arising during its production process. This study aims to identify the root causes of quality degradation and propose strategic improvements to elevate black tea product standards. The research employs Statistical Quality Control (SQC) techniques, utilizing precise and measurable statistical analysis instruments. Data were assessed descriptively, focusing on quality conditions derived from available records. The quality control stages were executed using various SQC tools, including check sheets, Pareto diagrams, histograms, control charts, and cause-and-effect diagrams (fishbone diagrams). Based on the research findings, out of a total black tea output of 84,380 tons, 4,432 tons of products failed to meet standards, primarily due to non-compliant moisture levels and inconsistent tea leaf sizes. According to the Pareto diagram analysis, the most frequent defect is moisture content non-conformity. This finding confirms that weaknesses in moisture control are the primary factor in quality decline. Recommendations for improvement focus on enhancing moisture control procedures, standardizing harvesting operations, providing labor training, and optimizing the use of quality control tools to significantly reduce defects and strengthen the company\u27s competitiveness in the future

    Analisis Pengendalian Kualitas Produk Jok Dengan Metode Seven Tools Untuk Mengurangi Kecacatan Produk Di PT ABC

    No full text
    The high number of defective seat products in PT. ABC’s production process indicates quality control issues that require systematic analysis. This study aims to evaluate whether the production process remains within acceptable control limits and to identify the types and causes of product defects. The Seven Tools method was applied as a quality control analysis instrument, including check sheets, histograms, scatter diagrams, stratification, Pareto charts, p-control charts, and fishbone diagrams. Based on data analysis, total production reached 4,369 units, with 870 defective products. The identified defect types included uneven stitching (47%), peeling paint (5%), stuck reclining mechanisms (20%), and poorly wrapped covers (26%). The main causes of defects were related to machine, human, method, and environmental factors. These findings provide a practical contribution by serving as a basis for evaluating and improving production processes through more effective quality control implementation and enhancing human resource performance to continuously reduce product defects

    WEBINAR KPK TRANSFORMASI PENGENDALIAN GRATIFIKASI DALAM PERSPEKTIF REGULASI: ANALISIS IMPLEMENTASI PERATURAN KPK NOMOR 1 TAHUN 2026

    No full text
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai transformasi pengendalian gratifikasi dalam perspektif regulasi, khususnya melalui analisis implementasi Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 1 Tahun 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dalam bentuk webinar yang melibatkan peserta dari kalangan akademisi, aparatur sipil negara, dan masyarakat umum. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pemaparan materi, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap perubahan substansi pengaturan pelaporan gratifikasi, prinsip kehati-hatian, serta peran aktif individu dan institusi dalam membangun budaya antikorupsi. Webinar ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran hukum dan mendorong kepatuhan terhadap regulasi pengendalian gratifikasi sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi yang berkelanjutan

    Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Tahu Berbasis Analisis SWOT Kuantitatif

    Full text link
    UD Tahu MAR is a tofu processing enterprise established in 2006 in Kediri City and currently facing increasingly intense business competition. This study aims to examine the internal and external conditions of the enterprise and to formulate appropriate development strategies. The research employed a descriptive, quantitative method using SWOT analysis, structured through the Internal Factor Analysis Summary (IFAS) and External Factor Analysis Summary (EFAS) matrices. The results indicate that the enterprise has relatively dominant internal strengths, particularly in product quality and raw material selection, although it still faces limitations in capital, production facilities, and distribution coverage. From an external perspective, opportunities arise from increasing consumer interest in local food products and the use of digital media, while major threats include competition from similar enterprises and fluctuations in soybean prices. The recommended development strategy emphasizes optimizing product quality as a means of gaining a competitive advantage to respond to external pressures. This study is expected to provide practical insights for the development of small and medium-scale tofu enterprises. Penelitian UD Tahu MAR merupakan usaha pengolahan tahu yang berdiri sejak tahun 2006 di Kota Kediri dan menghadapi persaingan usaha yang semakin intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi internal dan eksternal usaha serta merumuskan strategi pengembangan yang sesuai. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis SWOT yang disusun dalam Matriks Faktor Internal (IFAS) dan Matriks Faktor Eksternal (EFAS). Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha memiliki kekuatan internal yang relatif dominan, terutama pada kualitas produk dan bahan baku, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan modal, sarana produksi, dan distribusi. Lingkungan eksternal menunjukkan adanya peluang dari meningkatnya minat konsumen terhadap produk lokal dan pemanfaatan media digital, namun disertai ancaman berupa persaingan usaha sejenis dan fluktuasi harga kedelai. Strategi pengembangan yang direkomendasikan berfokus pada optimalisasi kualitas produk sebagai keunggulan kompetitif untuk merespons tekanan lingkungan eksternal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan usaha tahu skala kecil dan menengah

    PENERBITAN SERTIPIKAT DENGAN DASAR SURAT KETERANGAN WARIS TIDAK SAH (Studi Kasus Putusan Nomor 194/PDT.G/2022/PN Amb)

    Full text link
    ABSTRAKSIIndonesia sebagai negara agraris seringkali memiliki permasalahanterkait kepemilikan dan penguasaan tanah. Persoalan pertanahan tidakhanya menyangkut aspek ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengandimensi sosial, budaya, dan hukum dalam kehidupan masyarakat. Darilaporan Kementerian ATR/BPN, sengketa tanah merupakan salah satukasus pertanahan yang paling banyak terjadi. Hingga tahun 2024 tercatatada 11.083 sengketa, 506 konflik, dan 24.120 perkara tanah di seluruhIndonesia, namun hanya 46,88 persen yang berhasil diselesaikan. Bahkan,data Konsorsium Pembaruan Agraria menunjukkan, konflik agrariameningkat dari 207 kasus pada 2021 menjadi 295 kasus pada 2024.Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mengevaluasi penerbitansertipikat yang menggunakan surat keterangan waris tidak sah, sertamengidentifikasi konsekuensi hukum yang timbul dari penerbitansertipikat tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian hukumnormatif dengan pendekatan yuridis normatif, yakni penelitian yangberfokus pada analisis norma-norma hukum melalui pengkajian peraturanperundang-undangan, literatur, serta doktrin hukum yang berkaitandengan kewenangan dan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang HukumPerdata dalam sistem peradilan Indonesia. Dalam perspektif yuridis danadministrasi pertanahan, Surat Keterangan Waris memiliki kedudukansebagai dokumen pembuktian awal untuk membuktikan siapa ahli waisyang sebenarnya. Ketika sebuah sertipikat hak atas tanah diterbitkanberdasarkan SKW yang tidak sah, hal ini berpotensi menimbulkansengketa hukum dan mengakibatkan status sertipikat menjadi bermasalah.Kata Kunci: Penerbitan Sertipikat, Surat Keterangan, Waris&nbsp

    PERANAN NOTARIS DALAM PEMBUATAN PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI BERTAHAP

    Full text link
    AbstrakPerjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Bertahap merupakan perjanjianpendahuluan antara penjual dengan pembeli yang sistem transaksi pelunasannyadilakukan dengan sistem pembayaran secara bertahap, sebelum beralihnya hak atastanah. Dalam praktiknya, PPJB Bertahap ini masih seringkali menimbulkanpermasalahan hukum, terutama apabila ada salah satu pihak yang tidak memenuhikesepakatan diawal atau melanggar apa yang telah disepakati bersama. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis peran notaris dalam memastikan keabsahandokumen dalam PPJB bertahap serta mengidentifikasi langkah-langkah preventifyang dapat dilakukan oleh notaris agar terhindar dari resiko hukum yang ada.Metode penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris denganmenggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan fakta. Datadiperoleh langsung dari Kantor Notaris I Gusti Agung Putra Wiryawan, S.H.,M.Kn, yang berada di kabupaten Tabanan, Bali. Hasil penelitian menunjukkanbahwa notaris memiliki peranan yang sangat penting sebagai pejabat publik yangdapat menjamin keabsahan dan keautentikan akta, menyimpan dokumen dansertifikat secara aman, serta dapat memberikan perlindungan bagi kedua belahpihak. Notaris juga akan memberikan upaya-upaya preventif, memberikanpenyuluhan hukum, serta akan mencantumkan klausula perlindungan ke dalamperjanjian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akanpemahaman terhadap masyarakat dan praktisi hukum terkait peranan notaris dalammenjamin keabsahan serta kepastian hukum dalam PPJB Bertahap.Kata Kunci: Notaris, PPJB Bertahap, Kepastian Hukum, Akta Autentik,Penyimpanan Dokumen&nbsp

    PERAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DALAM UPAYA MENGOPTIMALISASI PEMULIHAN ASET BERUPA KERUGIAN KEUANGAN NEGARA OLEH PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI (STUDI KASUS DI DITTIPIDKOR BARESKRIM POLRI)

    Full text link
    ABSTRAKPengembalian aset negara hasil tindak pidana korupsi sampai saat ini tidakmaksimal, karena di satu sisi pemerintah gencar melakukan pemberantasan korupsi,namun disisi lain, proses pengembaliannya tidak berjalan lancar. Perumusanmasalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana peraturan mengenai pemulihan asetterkait tindak pidana korupsi guna mengoptimalisasikan pengembalian kerugiankeuangan Negara dan bagaimana tantangan dan hambatan dalam mewujudkanpemulihan aset akibat tindak pidana korupsi guna mengoptimalisasi pengembaliankerugian keuangan Negara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitianyuridis empiris dan dapat disebut pula dengan penelitian lapangan denganmelakukan wawancara di Dittipidkor Bareskrim Polri. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa 1) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memainkanperan krusial dalam penegakan hukum dan pemulihan aset negara terkait tindakpidana korupsi melalui Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim.Polri memiliki wewenang luas untuk melakukan penangkapan, penggeledahan, danpenyitaan, serta menerapkan strategi penindakan, pencegahan, dan pendidikandalam pemberantasan korupsi. Sinergi dengan lembaga lain, seperti KPK,memperkuat efektivitas penegakan hukum. 2) Pemulihan aset dari tindak pidanakorupsi menghadapi berbagai tantangan kompleks yang melibatkan aspek hukum,administratif, dan teknis. Proses pembuktian materil sering kali sulit dilakukan,mengingat kejahatan korupsi melibatkan manipulasi dan penyembunyian aset yangcanggih. Pengelolaan barang rampasan juga sering terhambat oleh ketidakjelasandalam kewenangan, prosedur yang tidak konsisten, dan infrastruktur yang belummemadai. Penatausahaan aset yang belum optimal menambah masalah dalampemulihan kerugian keuangan negara.Kata Kunci : Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pemulihan Aset, KerugianKeuangan Negara, Tindak Pidana Korupsi

    2,486

    full texts

    2,692

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Kadiri Kediri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇