UM-Tapsel Press : Institusional Publisher
Not a member yet
8277 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATA PELAJARAN INFORMATIKA DI SMK TEKNOLOGI PLUS PADANG
Penelitian ini dilatarbelakang oleh siswa lagi belum mencapai ketuntasan dari standar nilai KKTP yang telah ditentukan pada mata pelajaran informatika , tujuan penelitian ini Mengetahui penggunaan media pembelajaran berbasis android pada mata pelajaran Informatika, Menghasilkan media pembelajaran berbasis android pada mata pelajaran Informatika. penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Berdasarkan hasil penelitian Uji validasi pengembangan media dilakukan oleh validator media dan validator materi, untuk validator media dilakukan oleh 3 orang dosen, dan untuk validator materi dilakukan oleh 3 orang guru mata pelajaran informatika di SMK Teknologi Plus Padang. Validasi untuk ahli media sebesar 82,78% dengan kategori sangat valid, validasi materi sebesar 97,78% dengan kategori sangat valid
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN SELF ESTEEM SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS REACT
Students' mathematical communication skills and self-esteem remain low. One learning alternative that can improve students' mathematical communication skills and self-esteem is REACT learning. The purpose of this study was to determine the improvement of students' mathematical communication skills through REACT-based contextual learning and to determine the improvement of students' self-esteem through REACT-based contextual learning. The method used in this study was quasi-experimental. The population of this study was class VIII MTs Nurul Iman Tanjung Morawa. The sample in this research was carried out using a purposive sampling technique, namely class VIII-3 as the experimental class and VIII-4 as the control class at MTs Nurul Iman Tanjung Morawa. The research instruments used consisted of a mathematical communication ability test instrument made in the form of a description (pretest-posttest), and a non-test instrument in the form of a self-esteem questionnaire. Data analysis used the t-test on pretest-posttest data via Spss for Windows version 20. From the results of the study of research data, the following conclusions were obtained: 1) the increase in mathematical communication skills of students who received the REACT-based contextual learning model was better than students who received the learning model; 2) The self-esteem of students who use the REACT-based contextual learning model is better than the self-esteem of students who use the contextual learning mode
DAYA TERIMA MINUMAN FUNGSIONAL INSTAN DARI DAUN BIDARA (Zizhipus mauritiana, Lam) DAN KAYU MANIS
Penelitian ini bertujuan untuk melihat daya terima minuman fungsional instan dari daun bidara (Zizhipus mauritiana, Lam) dan kayu manis. Penelitian ini terdiri dari perlakuan pencampuran bubuk ekstrak daun bidara, bubuk ekstrak kayu manis dan Stevia masing-masing: A = (0,2 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), B = (0,4 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), C = (0,6 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), D = (0,8 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), E = (1,0 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia). Pengujian daya terima dinilai oleh 25 orang panelis semiterlatih terhadap warna, rasa dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan untuk penilaian rata rata untuk warna perlakuan A, penilaian rata rata untuk rasa pada perlakuan perlakuan D, dan penilaian rata rata untuk aroma kesukaan panelis untuk produk terbaik pada perlakuan A dengan tingkat daya terima terhadap warna (3,89), rasa (3,81), dan aroma (4,19)
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna Radiate L.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR JAKABA DAN PUPUK BHOKASI KOTORAN AYAM
Kacang hijau (Vigna Radiate L) termasuk dalam tanaman polong-polongan (Faaceae) memiliki banyak manfaat seperti protein yang tinggi dan sumber mineral penting seperti kalsium dan fosfor yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Dan kacang hijau pada umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan dan industry pakan. Rendahnya kualitas tanah, alih fungsi, dan faktor lingkungan yang kurang mendukung serta penggunaan pupuk kimia yang berlebih yang mengakibatkan penurunan kualitas lahan dan produksi tanaman kacang hijau. Pupuk organik mempunyai peran penting dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penggunaan pupuk organik dapat menyuburkan tanah, memacu aktifitas mikroorganisme tanah dan membantu unsur hara ke dalam akar tanaman sehingga ketersediaan unsur hara esensial (makro dan mikro) dapat terpenuhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Respon Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiate L) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Jakaba Dan Bhokasi Kotoran Ayam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu: a. Faktor pertama adalah dosis POC Jakaba (P) disimbolkan (P) terdiri dari empat taraf yaitu P° tanpa perlakuan, P¹ (200 ml/liter air/plot), P² (400 ml/liter air/plot), P³ (600 ml/liter air/plot). B. Dosis bhokasi kotoran ayam yang disimbolkan dengan (K) dengan 3 taraf : K° (tanpa perlakuan), K¹ (500 g/plot), K² (1000 g/plot ). Dari hasil analisis statistik pemberian POC jakaba terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau menunjukkan adanya parameter yang menunjukkan nyata pada parameter tinggi tanaman umur 5 MST dan parameter jumlah polong per tanaman sampel. Pada hasil analisis statistik perlakuan pemberian bhokasi kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap umur berbunga dan berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah polong per tanaman sampel di 5 minggu setelah tana
UJI KEMAMPUAN KULTUR FILTRAT PGPB SECARA IN VITRO TERHADAP MORTALITAS DAN PENETASAN TELUR NEMATODA Meloidogyne spp
Nematoda Meloidogyne spp merupakan patogen penyebab penyakit bengkak akar pada tanaman tomat. Alternatif pengendalian penyakit puru akar adalah dengan memanfaatkan kultur filtrat PGPB. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kultur filtra PGPB terhadap mortalitas telur dan penetasan Meloidogyne spp. secara in vitro. Penelitian secara ekperimentas yang terdiri dari 11 perlakuan yaitu Bacillus thuringiensis strain MRSNRZ.3.1, B. subtilis strain MRTDUMBE.3.2.1, B. mycoides strain MRSNUMBE.2.2, B. waihenstephanensis strain RBTLL.3.2, B. cereus strain MRPLUMBE.1.3, Bacillus sp strain MRSPRZ.1.1, Pseudomonas hibiscicola strain MRTLDRZ .2.2, Achromobakter insolitus strain MRBPUMBE.1.3, kontrol air, kontrol NB dan Kontrol Pestisida. Parameter yang diamati adalah mortalitas dan penetasan telur nematoda Meloidogyne spp. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kultur filtrat Bacillus mycoides strain MRSNUMBE.2.2 merupakan perlakuan terbaik dengan tingkat kematian sebesar 98,67% dalam 24 jam dan dengan persentase penetasan telur hanya 10,00%. Kultur filtrat Bacillus subtilis strain MRTDUMBE.3.2.1 juga mencatat hasil yang baik dengan tingkat kematian sebesar 96% dan persentase penetasan telur sebesar 11,33%
OPTIMALISASI PENJUALAN IKAN SALAI BERBASIS DIGITAL MARKETING PADA UMKM KELUARGA MAJU BERSAMA DI KABUPATEN LAHAT
Pengabdian masyarakat yang dilakukan di UMKM Keluarga Maju Bersama, Kabupaten Lahat, bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk ikan salai melalui penerapan inovasi teknologi dan penguatan manajemen usaha. Program ini juga menitikberatkan pada diferensiasi produk dan pembentukan identitas merek yang khas, sehingga produk ikan salai mampu menonjol di pasaran. Selain itu, proyek ini bertujuan untuk mendorong praktik bisnis berkelanjutan dengan memberikan edukasi kepada pemilik UMKM tentang teknik produksi yang efisien dan pengelolaan sumber daya. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi rendahnya kualitas kemasan dan strategi pemasaran yang kurang efektif, sehingga produk sulit bersaing di pasar. Metode yang digunakan mencakup pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, serta analisis deskriptif dan inferensial secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan rumah pengasapan dan vacuum sealer secara signifikan meningkatkan kualitas dan daya tarik produk, serta memperpanjang masa simpan ikan salai. Selain itu, pelatihan pemasaran digital meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam mempromosikan produk mereka, sehingga terjadi peningkatan penjualan sebesar 50% dalam enam bulan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil menciptakan model pengembangan UMKM berbasis teknologi dan pemasaran digital
PEMANFAATAN MARKETPLACE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN AKSES PASAR DAN EFISIENSI PENJUALAN KELOMPOK TANI SAPI POTONG
Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran produk melalui aplikasi marketplace di Facebook. Sosialisasi program, pelatihan yang terstruktur, serta pendampingan intensif diberikan untuk membantu mitra sasaran memahami dan menerapkan strategi pemasaran digital yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Melalui pendekatan yang berbasis kebutuhan dan penerapan langsung, pengabdian ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta tetapi juga berkontribusi pada pengembangan metode pendidikan praktis di bidang teknologi digital, khususnya dalam konteks pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap kegiatan ini, dengan peserta merasa terbantu dalam mengakses pasar digital dan mengembangkan usaha mereka secara mandiri. Selain itu, keberlanjutan program difasilitasi melalui pembentukan komunitas dan jaringan dukungan, yang diharapkan dapat memperkuat dampak jangka panjang program ini. Dengan demikian, pengabdian ini dapat memberikan kontribusi signifikan pada perkembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan teknologi terapan, khususnya dalam pengembangan keterampilan pemasaran digital di kalangan masyarakat
PENGEMBANGAN PROGRAM REHABILITASI BAGI PENDERITA PENYAKIT KRONIS: FISIOTERAPI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN RS KARTIKA HUSADA KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT
Penderita penyakit kronis sering menghadapi tantangan dalam mengelola pola makan, aktivitas fisik, dan pemantauan kondisi medis seperti kadar gula darah. Burnout telah ditemukan sebagai prediktor yang signifikan terhadap gejala kesehatan mental, seperti peningkatan kecemasan dan depresi. Burnout adalah masalah yang umum terjadi di berbagai profesi, dengan prevalensi berkisar antara 0% hingga 80,5% di kalangan dokter. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi burnout pada pekerja honorer di Rumah Sakit Angkatan Darat: peran stress kerja sebagai variabel mediasi pada pekerja honorer di Rumah Sakit Angkatan Darat. Pengembangan MIE ini menggunakan model ADDIE yang merupakan singkatan dari Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation. Model ini dipilih karena model ADDIE sering digunakan karena tahapan model ADDIE menggambarkan pendekatan sistematis untuk pengembangan instruksional. Metode yang digunakan adalah metode Partial Least Square (PLS) menggunakan software SmartPLS versi 3.0 Partial Least Square (PLS). Hasil menunjukkan bahwa intervensi yang melibatkan fisioterapi dan pendekatan holistik berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup penderita penyakit kronis. Kegiatan sebelumnya mengonfirmasi bahwa fisioterapi dapat membantu mengurangi nyeri, meningkatkan mobilitas, dan memperbaiki kualitas tidur penderita osteoarthritis, diabetes, dan penyakit ginjal kronik. Selain itu, dukungan psikososial, seperti dukungan keluarga, terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kondisi seperti lupus dan depresi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis model ADDIE yang terintegrasi dan berkelanjutan, ditambah intervensi fisioterapi yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, dapat menjadi bagian penting dalam pengelolaan penyakit kronis. Upaya kolaboratif antara profesional kesehatan, keluarga, dan pasien diperlukan untuk mencapai keberhasilan jangka panjang dalam rehabilitasi penyakit kronis
MENJEMBATANI MASA REMAJA MENUJU KESEHATAN OPTIMAL: PROGRAM PEMBENTUKAN KADER KESEHATAN REMAJA DAN PENDAMPINGAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI
Perkembangan pada masa remaja terjadi secara pesat pada aspek fisik, psikologis dan intelektualnya. Perubahan psikologi termasuk emosi yang tidak stabil membuat remaja rentan akan perilaku negatif sehingga dapat menyebabkan terjadinya masalah kesehatan. Upaya preventif perlu dilakukan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan yaitu dapat melalui promosi kesehatan di sekolah. Pembentukan kader kesehatan remaja (KKR) dapat dibentuk untuk menciptakan kelancaran upaya preventif ini. KKR adalah remaja yang secara sukarela mengajukan diri untuk ikut melaksanakan upaya pelayanan kesehatan. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk membentuk kader Kesehatan remaja dan pendampingan Kesehatan reproduksi. FGD dan pendidikan kesehatan dipilih sebagai metode yang digunakan dalam pengabdian ini. Hasil yang didapat dalam kegiatan pengabdian ini yaitu terbentuknya kader kesehatan remaja yang beranggotakan 12 orang yang dibagi ke dalam 6 divisi. Hasil evaluasi kegiatan dinilai dari pre test dan post test terkait pendampingan Kesehatan reproduksi yang mana hasilnya menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan tentang Kesehatan reproduksi siswa SMP Negeri 1 Sendana
PELATIHAN CPPB UNTUK USAHA RINTISAN MAHASISWA TEKNOLOGI PERTANIAN (KULSIMOC DAN KUKER MOCAF)
Tim usaha kulsimoc dan Tim usaha Kue kering Mocaf merupakan tim usaha mahasiswa dari Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Jambi. Tim Usaha kulsimoc menghasilkan produk mochi dari kulit singkong. Tim Usaha kue kering mocaf membuat produk dari tepung mocaf (modified cassava flour) sebagai bahan baku untuk kue kering, yaitu keripik brownies dan kue semprit. Karena keterbatasan alat produksi yang dimiliki, sehingga produk tidak bisa disimpan lama. selain itu juga belum adanya jaminan terhadap mutu produk, serta pengetahuan kedua tim tersebut mengenai Cara Produksi Pangan Yang Baik (CPPB) masih terbatas. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pelatihan CPPB bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap pentingnya penerapan CPPB dalam proses produksi dan merupakan upaya untuk menjamin mutu produk yang dibuat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman mitra terhadap pentingnya penerapan CPPB di dalam proses produksi sehingga diharapkan bisa membuat produk yang lebih bermutu