UM-Tapsel Press : Institusional Publisher
Not a member yet
8277 research outputs found
Sort by
PEREMPUAN URBAN DAN SOCIAL SMOKERS: ROKOK SEBAGAI ALAT BERSOSIALISASI DALAM KEHIDUPAN PEREMPUAN PURWOKERTO
Penelitian ini membahas tentang perilaku merokok seorang social smokers atau perokok sosial perempuan di Purwokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku merokok para social smokers dan juga melihat bagaimana mereka memaknai rokok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak enam orang social smokers perempuan yang didapatkan dengan teknik snowball. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwasannya perempuan perokok merupakan suatu fenomena yang sudah wajar sehingga mereka berani untuk merokok di ruang publik. Sebagian dari mereka merupakan seorang social smokers yang perilaku merokoknya didasari oleh motivasi sosial. Seorang social smokers memiliki perbedaan perilaku dengan perokok reguler. Jumlah rokok yang mereka konsumsi cenderung lebih sedikit jika dibandingkan dengan perokok reguler. Mereka juga hanya merokok ketika bersama dengan perokok lainnya. Social smokers kerap ditemukan di ruang-ruang publik seperti coffee shop, rumah makan, dan kampus. Rokok yang merupakan segulung tembakau nyatanya memiliki makna yang berarti bagi seorang social smokers. Sebuah interaksi dapat tercipta karena adanya sebuah rokok yang dimaknai sebagai simbol kesamaan perilaku. Oleh karena itu, seorang social smokers menggunakan rokok untuk memperlancar sebuah interaksi yang ingin ia bangun dengan perokok lainnya
MOTIVASI PASIEN BPJS DALAM MEMILIH RSUD ARIFIN ACHMAD SEBAGAI TEMPAT BEROBAT KOTA PEKANBARU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi pasien BPJS dalam memilih RSUD Arifin Achmad sebagai tempat berobat dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pasien BPJS dalam memilih RSUD Arifin Achmad sebagai tempat berobat. Adapun penelitian ini dilakukan di RSUD Arifin Achmad Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Accidental Sampling sebagai teknik pengambilan sampel, sampel pada penelitian ini berjumlah 65 responden. Hasil dari penelitian ini motivasi pasien BPJS dalam memilih RSUD Arifin Achmad sebagai tempat berobat terdapat mayoritas pasien BPJS menunjukan motivasi yang tinggi dalam memilih RSUD Arifin Achmad sebagai tempat berobat. Yang berarti pasien BPJS ini memiliki penilaian baik terhadap RSUD Arifin Achmad dilihat dari motif fungsional, motif estetika-emosional, motif sosial, motif situasional, dan motif keingintahuan untuk mengetahui seberapa tinggi motivasi pasien BPJS tersebut, serta faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi yang dilihat dari pengetahuan pasien dalam melakukan pendaftaran untuk melakukan pengobatan, berkas atau dokumen yang harus disiapkan, serta bagian pengaduan yang disediakan oleh pihak RSUD Arifin Achmad, dan pengalaman pasien BPJS dalam menerima pelayanan baik medis maupun non medis saat melakukan pengobatan di RSUD Arifin Achma
ANALISIS PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH TERHADAP PENGGAJIAN PNS BERDASARKAN PP RI NOMOR 60 TAHUN 2008 (STUDI KASUS BAPPEDA KOTA BOGOR)
Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan pelaksanaan/penerapan system pengendalian internal pemerintahan pada proses penggajian pegaawai negeri sipil di BAPPEDA Kota Bogor. Desain penelitian ialah studi kasus dengan menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Metode analisa data yaitu deskriptif komparatif. Hasil Analisis menyatakan bahwa penerapan system pengendalian internal pemerintah pada proses gaji pegawai negri sipil di BAPPEDA Kota Bogor telah dilakukan dengan cukup baik walaupun sering terjadi error pada aplikasi/jaringan. Sistem pengendalian internal yang dilakukan BAPPEDA Kota Bogor sudah sesuai, didukung oleh faktor lingkungan pengendalian baik dan mencerminkan etos kerja yang baik, aktivitas pengendalian dan pemantauan oleh pegawai pengawas intern berjalan baik, penerapan komunikasi yang baik dalam menghasilkan informasi- relevan, dan proses penggajian dilakukan review berupa rapat evaluasi berkala. Saran dari peneliti ialah BAPPEDA perlu memperhatikan pembaharuan dan upgrade aplikasi SIMPEG
PERSPEKTIF MARITIM INDONESIA DALAM STRATEGI DIPLOMASI DAN KONEKTIVITAS JALUR LAUT
Sebagai negara kepulauan yang berada pada posisi strategis dunia mewajibkan Indonesia membuka wilayahnya menjadi jalur lintas internasional untuk keperluan komunikasi dan transportasi internasional. Terbukanya jalur konektivitas laut bagi internasional memberikan peluang kegiatan ekonomi, namun di sisi lain menimbulkan tantangan berupa ancaman keamanan yang harus dihadapi Indonesia sebagai negara yang berdaulat penuh. Dinamika ancaman maritim dan penguasaan sumberdaya menimbulkan beragam konflik yang terjadi di yurisidiksi Indonesia, maka Indonesia dituntut untuk sigap menjaga keamanan jalur konektivitas lautnya ditengah keterbatasan dan tantangan serta tuntutan memprioritaskan misi perdamaian dunia. Tujuan penelitian sebagai analisa strategi pemerintah Indonesia dalam menghadapi dinamika ancaman maritim global secara damai melalui diplomasi keamanan maritim. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data studi literature, pengembangan teori dan pengolahan data penelitian sebelumnya. Hasil penelitan dapat menunjukkan arah kebijakan serta bagaimana konsistensi politik Indonesia dalam menyikapi tantangan keamanan maritim di jalur konektivitas laut
TINJAUAN VIKTIMOLOGI TERHADAP PEMAKSAAN PERKAWINAN ANAK DIBAWAH UMUR DAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN
Pemaksaan perkawinan terhadap anak di bawah umur merupakan kejahatan serius yang mengancam hak-hak asasi manusia dan kesejahteraan anak. Dalam perspektif viktimologi, fenomena ini memperlihatkan pola penindasan dan eksploitasi yang merugikan korban secara fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian viktimologi menyoroti dampak traumatik yang dialami oleh korban, termasuk gangguan mental, kerusakan emosional, dan penurunan kesejahteraan psikososial. Anak yang menjadi korban pemaksaan perkawinan mengalami ketidaksetaraan kekuasaan yang ekstrem, kehilangan kontrol atas kehidupan mereka, serta kekerasan fisik dan seksual yang merusak. Perspektif viktimologi juga menyoroti faktor-faktor risiko yang mempengaruhi rentaninya anak terhadap pemaksaan perkawinan, seperti ketidakadilan sosial, kemiskinan, dan kurangnya pendidikan. Upaya penanggulangan pemaksaan perkawinan anak melalui pendekatan viktimologi mencakup pemberian perlindungan bagi korban, rehabilitasi psikososial, serta pencegahan melalui pendidikan dan kesadaran masyarakat. Perlu adanya kerjasama lintas sektor antara pemerintah, lembaga perlindungan anak, masyarakat sipil, dan lembaga internasional untuk mengatasi akar masalah dan memberikan perlindungan yang efektif bagi anak-anak yang rentan terhadap pemaksaan perkawinan. Dengan demikian, pemahaman terhadap fenomena ini dari sudut pandang viktimologi menjadi penting dalam upaya melindungi hak-hak dan kesejahteraan anak di bawah umur
EFEKTIVITAS EDUKASI SEKSUAL 3L UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL RINGAN
Anak-anak dengan disabilitas intelektual mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami kekerasan seksual dibandingkan anak-anak dengan perkembangan normal. Ditinjau dari teori dasar, jika seorang anak memiliki pengetahuan tentang seks mampu mencegah dirinya dari terjadinya kekerasan seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas edukasi seksual berbasis 3L terhadap peningkatan pengetahuan pendidikan seks pada anak disabilitas intelektual ringan di Panti Sosial Bina Grahita Padang. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Partisipan berjumlah sebanyak 7 orang siswa yang memenuhi kriteria pengambilan sampel yakni purposive sampling. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji N-Gain Score dan uji Wilcoxon singed rank untuk mengukur efektifitas edukasi seksual 3L terhadap peningkatan pengetahuan pendidikan seks pada anak disabilitas intelektual ringan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Didapatkan nilai z sebesar -2.379b pada taraf signifikansi 0,000 (p<0,01) menunjukkan bahwa secara kuantitatif, edukasi seksual 3L efektif dalam meningkatkan pengetahuan pendidikan seks pada anak disabilitas intelektual ringan di Panti Sosial Bina Grahita Padang
MODAL SOSIAL PEDAGANG USAHA KERUPUK SAGU DI DESA PULAU GODAGANG KARI KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Pedagang kerupuk sagu asal Desa Pulau Godang Kari Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi sudah bertahun-tahun mendirikan usahanya dan masih bertahan sampai dengan sekarang, hal tersebut bisa bertahan dan berkembang tidak terlepas dari adanya modal sosial yang sudah mereka miliki. Penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Godang Kari Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi dengan tujuan: Untuk mengetahui unsur modal sosial pedagang kerupuk sagu di Desa Pulau Godang Kari Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan untuk subjek yang diteliti yaitu dengan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yaitu semua pedagang kerupuk sagu yang ada di Desa Pulau Godang Kari, dan 1 key informan kunci. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori modal sosial, dengan menggunakan teori Robert D. Putnam. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat unsur-unsur modal sosial yang ada pada pedagang kerupuk sagu yaitu jaringan sosial, norma, dan kepercayaan. Dengan adanya modal sosial tersebut dapat menjalin hubungan dan kerja sama yang baik antar sesama pedagang kerupuk sagu, pedagang kerupuk sagu dengan pemasok, pedagang kerupuk sagu dengan pedagang eceran. Dengan adanya Jaringan bisa membuat usaha menjadi lebih lancar dan berkembang. Adanya norma dapat membuat kerjasama yang terjalin bisa terarah dan teratur. Dan kepercayaan yang dapat memperkuat hubungan kerjasama antara pedagang, pemasok, dan pedagang eceran/pelanggan
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA UNTUK MENINGKATKAN AKHLAK DI SMP IT AL-FALAH KUTALIMBARU
Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kualitatif. Tempat penelitian ini di sekolah SMP IT Al-Falah Kutalimbaru. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk teknik pengumpulan data. Reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan metode keabsahan data yang digunakan. Penelitian ini mendeskripsikan secara luas dan mendalam Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Siswa Untuk Meningkatkan Akhlak di SMP IT Al-Falah. Penelitian ini bertujuan dapat menerapkan karakter pada mata pelajaran pendidikan agama islam bagi siswa untuk lebih mengembangkan akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas guru dalam mengimplementasikan karakter di sekolah sangatlah penting. Pendidikan karakter disekolah dimulai dari pagi hari untuk menciptakan kondisi yang bermanfaat untuk peningkatan karakter siswa dan seluruh pembelajaran hendaknya harus digerakkan oleh pendidikan karakter. Akhlak siswa tidak berkembang karena tidak adanya perhatian dari orangtua terhadap anaknya, sehingga siswa justru melakukan perilaku yang tidak baik karena tidak adanya rasa percaya diri siswa dalam mengikuti perkembangan zaman yang mudah dipengaruhi oleh teman dan lingkungan secara umum
IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA DIKALANGAN REMAJA MASJID DESA DALU SEPULUH B KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELISERDANG
Moderasi beragama merupakan kunci terciptanya suatu toleransi dan kerukunan, baik ditingkat lokal, nasional, maupun global. Penelitian Moderasi Beragama Perspektif Remaja Masjid di Desa Dalu Sepuluh B kecamatan Tanjung Morawa ini berupaya mencari tahu bagaimana remaja masjid dalam memahami moderasi beragama, baik dalam organisasi maupun dimasyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yang dimana lebih menekankan pada keaslian data, bukan hanya dari teori saja melainkan dari fakta yang sedang terjadi dilapangan. Data yang diperoleh melalui penelitian lapangan dengan menggunakan teknik pendekatan Sosiologi Agama. Metode pengumpulan data yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan penulusuran refrensi atau studi dokumen yang dikenal istilah kuantitas. Hasil penelitian ini menunjukkan ada tiga pokok pembahasan utama. Pertama, penelitian ini menunjukkan pengertian dari moderasi beragama, Moderasi beragama adalah orang yang senantiasa menjunjung tinggi prinsip keadilan dan keseimbangan dalam setiap perbuatan dan perkataan di tengah pluralitas masyarakat, sehingga terciptanya kedamaian dan toleransi tanpa adanya tindakan anarkisme dan eksklusivisme. Kedua, remaja masjid Desa Dalu Sepuluh B mendefinisikan bahwa moderasi beragama adalah sikap dan perilaku yang selalu mengambil jalan ditengah-tengah, saling menghormati, menghargai, tidak berlebihan, selalu bersikap adil dan tidak ekstrim dalam beragama. Kemudian yang ketiga, implementasi yang dilakukan remaja mesjid dalam mewujudkan moderasi beragama dimasyarakat, yakni dengan menerapkan prinsip musyawarah saat terjadinya konflik. Remaja masjid memposisikan suatu hal pada porsinya masing-masing sehingga tidak membeda-bedakan antara satu dengan lainnya
Implementasi Kebijakan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Kota Palangka Raya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan dan program pemberdayaan penyandang disabilitas di Kota Palangka Raya, serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya. Meskipun Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 telah mengatur hak-hak penyandang disabilitas, implementasi di tingkat daerah masih belum optimal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Palangka Raya masih menghadapi beberapa tantangan utama, termasuk absennya peraturan daerah yang membahas tentang kesejahteraan dan perlindungan kelompok disabilitas, kurangnya kompetensi guru dalam pendidikan inklusif, dan terbatasnya aksesibilitas sarana publik. Selain itu, kolaborasi antar dinas masih belum efektif, dengan dominasi Dinas Sosial yang cenderung berfokus pada bantuan sosial daripada pemberdayaan jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan perlunya peraturan daerah yang lebih jelas, peningkatan kompetensi pengajar, dan penguatan koordinasi antar dinas untuk menciptakan program yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas