UM-Tapsel Press : Institusional Publisher
Not a member yet
    8277 research outputs found

    Pengembangan Perekonomian Pedesaan Berbasis Agrowisata

    Get PDF
    Pengembangan ekonomi pedesaan berbasis pariwisata merupakan strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Wonosalam adalah penghasil buah-buahan, yang terdiri dari duren, salak, manggis, pisang, alpokat, produk pertanian "polo pendem", dan penghasil susu sapi dan susu kambing Etawa. Namun sayangnya, tenaga agrowisata di Wonosalam berasal masyarakat petani yang mengelola kebunnya secara tradisional. Selain itu kurangnya akses transportasi dan infrastruktur yang memadai. Koneksitas dengan wilayah lain seperti Batu, Mojokerto, Kediri merupakan hal yang harus segera dibangun agar dapat meningkatkan kunjungan wisata. Metode penelitian yang digunakan dengan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan forum group discussion (FGD) bersama para petani dan pejabat pemerintahan di Wonosalam. Hasil penelitian menjelaskan bahwa petani di wonosalam mengembangkan kegiatan bertaninya sebagai salah satu destinasi wisata pertanian seperti edukasi, petik buah, kuliner, dan agroindustri. Di bidang jasa, agrowisata di Wonosalam memiliki pilihan akomodasi seperti penyedia homestay, camping ground dan kegiatan wisata. Faktor penghambat berkembangnya di Wonosalam meliputi kurangnya tenaga ahli dalam pengelolaan agrowisata. Hal ini terjadi karena tenaga agrowisata di Wonosalam berasal masyarakat petani yang mengelola kebunnya secara tradisional. Selain itu kurangnya akses transportasi dan infrastruktur yang memadai. Kurangnya dukungan dinas terkait terhadap agrowisata dapat menghambat perkembangan agrowisata di berbagai daerah. Upaya pengembangan agrowisata Wonosalam yaitu dengan pengembangan kapasitas SDM, perlu mengembangkan paket wisata yang menarik dan unik, perlu mengembangkan kelembagaan yang kuat dengan tujuan dan visi yang telah ditetapkan. Mempromosikan pariwisata melalui berbagai platform media seperti website, media sosial dan agen perjalanan. Dengan demikian pengembangan perekonomian pedesaan berbasis agrowisata masih perlu di tingkatkan.Kata kunci: Agrowisata; Ekonomi; Pedesaan; Pertanian; Wonosala

    Strategi Kodam III/ Siliwangi Menangani Paham Radikalisme Di Jawa Barat

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Strategi Kodam III/ Siliwangi Menangani Paham Radikalisme Di Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fondasi utama.Kodam III/Siliwangi dapat memperkuat pencegahan radikalisme di Jawa Barat melalui beberapa strategi terintegrasi. Pertama, pemanfaatan teknologi digital seperti big data analytics dan sistem pengawasan berbasis digital memungkinkan deteksi dan pencegahan radikalisasi yang lebih efektif. Teknologi ini mendukung pemantauan real-time dan analisis data untuk mendeteksi ancaman secara lebih akurat, namun membutuhkan dukungan infrastruktur dan pelatihan personel. Kedua, program Kemanunggalan TNI dengan Rakyat meningkatkan hubungan antara TNI dan masyarakat, mengedukasi tentang bahaya radikalisme, dan mendorong partisipasi aktif dalam melaporkan aktivitas mencurigakan. Pendekatan ini memperkuat pengawasan lokal dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda. Ketiga, sinergi dengan Polri, BIN, dan pemerintah daerah memperkuat implementasi kebijakan anti-terorisme melalui koordinasi penegakan hukum dan pemanfaatan intelijen. Sinergi ini juga mendukung kebijakan hukum dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman terorisme.Keempat, kerjasama internasional, termasuk pelatihan bersama dan pertukaran pengetahuan, meningkatkan kapasitas personel Kodam III/Siliwangi dalam kontra-terorisme. Kerjasama ini juga melibatkan pertukaran informasi intelijen untuk mendeteksi ancaman lintas batas. Terakhir, kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan keagamaan untuk mencegah radikalisme melalui program edukasi dan kampanye kesadaran memperkuat nilai toleransi dan kebangsaan. Evaluasi berkala terhadap program-program ini penting untuk memastikan efektivitas dan penyesuaian strategi. Pendekatan holistik ini memperkuat keamanan dan stabilitas di Jawa Barat.

    ANALISIS FAKTOR PENGARUH KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA TOPIK PENGELOMPOKAN DATA PADA SISWA KELAS I SD NEGERI GEMAH

    Get PDF
    Learning difficulties are conditions or problems experienced by students, which can reduce academic performance or student learning achievement. This study uses Qualitative Descriptive research conducted at Gemah State Elementary School, Semarang City. The purpose of this study is to describe the factors influencing students' learning difficulties on the grouping of mathematics subject data in grade I of elementary school. The data obtained are in the form of facts in the field. The subjects in this study were class teachers and students in grade 1. This study used written test data collection techniques, interviews, and documentation. The results of this study indicate that students who get scores above the KKM are 17 students or 57%, while students who get scores below the KKM are 13 students or 17% of the total number of students. Based on the results of the discussion, it can be concluded that the influence of learning difficulties in mathematics on the topic of data grouping in grade 1 students of Gemah State Elementary School is influenced by internal factors (motivation, interest, attitude, reading, writing and arithmetic abilities) and external factors (home and school environment)

    PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI PADA PESERTA DIDIK KELAS X

    Get PDF
    Kemampuan peserta didik dalam memahami teks laporan hasil observasi tergolong masih rendah. Model TGT merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan masalah tersebut.. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan memahami teks Laporan Hasil Observasi (LHO) dengan menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) pada peserta didik kelas X di SMAN 21 Jakarta. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart dengan empat tahapan, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini merupakan peserta didik kelas X SMAN 21. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model TGT sudah tepat dalam meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami teks LHO. Hal ini terbukti dengan adanya nilai hasil belajar peserta didik yang mengalami peningkatan setiap siklus. Pada tes awal nilai rata-rata peserta didik sebesar 70 (sedang). Pada siklus 1 rata-rata ketuntasan peserta didik 62,85%. Siklus 2 rata-rata ketuntasan peserta didik 71,4%. Siklus 3 rata-rata ketuntasan peserta didik 88,57%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa model Team Games Tournament dapat meningkatkan kemampuan pemahaman teks LHO pada peserta didik kelas X SMAN 21 Jakarta

    ANALISIS PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Teaching media is a tool whose function is relevant to use when presenting learning materials in the world of education. However, educators must know what impacts the use of learning media has on students' learning interest. The use of learning media that is relevant, effective, fun, interesting and gives meaning to students is one learning method. Learning media is used to make it easier for educators to convey the content of the material to be delivered so that learning is more efficient and effective. This research aims to determine the effect of using learning media on students' interest in learning, aimed at elementary school level. The research method used is literature study. The data collection obtained was obtained through reviewing and analyzing journals, books, articles and e-books that were related to the titles taken. The results of this research indicate that there is an influence of the use of learning media on elementary school students' interest in learning

    ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL MELALUI PENUGASAN POSTER MENU MAKANAN MENGGUNAKAN APLIKASI CANVA PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Digital literacy itself is a person's ability to manage, access, communicate and utilize electronic devices in an effort to obtain information. This research aims to analyze the digital literacy skills of grade 6 students at SDN Bugangan 01 through the assignment of making food menu posters using the Canva application. This research was conducted in July 2024. The method used by researchers is a descriptive qualitative method by describing the analysis that has been carried out. The data source involved grade 6 teachers and grade 6 students at SDN Bugangan 01, totaling 26 students. The data collection techniques used in this research were observation, interviews and documentation. Based on the observations that have been made, it can be concluded that the digital literacy skills of class 6 students at SDN Bugangan 01 through the assignment of food menu posters via the Canva application are good. Students can manage the Canva application well starting from entering the Canva application, being able to utilize the features on the Canva menu such as templates, fonts and other features in designing posters, downloading poster files to exiting the Canva application. Students also showed good results in the food menu poster assignment with an attractive design in accordance with students' creativity

    ANALISIS PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PELAJARAN IPAS KELAS IV DI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    The aim of this research is to understand the process of using the Problem Based Learning paradigm used by teachers in class IV science learning at SDN Pandeanlamper 04 Semarang. The method used by researchers is a qualitative descriptive method. The data collection method in this research uses observations and documented sheets. Students in class IV were divided into two groups: nine girls and sixteen boys. Based on the research results, the Problem Based Learning Model for class IV science and science lessons used at SDN Pandeanlamper 04 Semarang has been proven to be effective in learning science and can complete the five phases in PBL syntax. Researchers have accommodated that it can be concluded that students have been involved in problem solving and are able to learn using a problem-based learning model well

    PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PROGRAM URBAN FARMING KAMPUNG SAYUR SURABAYA (KASURBOYO): STUDI KASUS KELOMPOK TANI PILANG MAKMUR DI SURABAYA

    Get PDF
    Indonesia, sebagai negara dengan potensi pertanian yang besar, menghadapi tantangan besar, seperti berkurangnya ketersediaan lahan pertanian. Jawa Timur merupakan provinsi terpadat kedua di Indonesia setelah Jawa Barat, dan Surabaya adalah kota dengan jumlah penduduk terbanyak di Jawa Timur. Tingginya jumlah penduduk di Kota Surabaya berbanding terbalik dengan jumlah lahan pertanian yang semakin berkurang. Upaya untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan di Kota Surabaya dilakukan melalui pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) dengan mengoptimalkan penggunaan lahan terbuka dan pekarangan di sekitar permukiman. Namun, penerapan program pertanian perkotaan di Kota Surabaya masih belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh rendahnya minat masyarakat terhadap pertanian dan kurangnya pengetahuan tentang budidaya pertanian yang sesuai dengan Good Agricultural Practices (GAP). Kegiatan pengembangan masyarakat menunjukkan bahwa anggota kelompok tani sangat puas dengan upaya pengembangan pertanian perkotaan, khususnya melalui Program Urban Farming Kampung Sayur Surabaya (KaSurBoyo)

    PELATIHAN PENGELOLAAN RISIKO USAHATANI DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP

    Get PDF
    Aktifitas pertanian menghadapi berbagai sumber-sumber yang dapat menimbulkan risiko kerugian. Kondisi tersebut membutuhkan pengelolaan risiko yang baik agar petani dapar terhindar atau mengurangi risiko yang mungkin dapat terjadi. Kegiatan ini memiliki tujuan agar keterampilan petani dalam mengidentifikasi sumber risiko dapat ditingkatkan dan menganalisis upaya pengelolaan risiko yang sesuai dalam menghadapi risiko usahataninya serta merumuskan kegiatan yang dapat mengurangi dampak risiko. Pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan. Adapun tahapan pengelolaan risiko usahatani meliputi identifikasi sumber risiko, pengukuran risiko dan pengendalian risiko. Dari tahapan pengelolaan risiko petani dapat merumuskan keputusan manajemen dalam upaya memitigasi risiko usahatani meliputi strategi mitigasi dari risiko produksi, risiko harga, risiko keuangan, risiko manusia dan risiko kelembagaan. Perlu adanya dukungan dari pihak pemerintah maupun pihak akademisi untuk melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap kelompok masyarakat tani sebagai upaya memitigasi risiko usahatani dengan cara salah satunya menerapkan Biosaka pada lahan pertaniannya.

    PEMBUATAN ‘WAELIA’ SEBAGAI IMPLEMENTASI KIMIA KOLOID BERBASIS ETNO STEM BAGI SISWA SMA SEMINARI SANTU RAFAEL KUPANG

    Get PDF
    Kegiatan PkM Pembuatan ‘Waelia’ sebagai implementasi kimia koloid berbasis etno STEM  bagi  siswa SMA Seminari Santu Rafael Kupang Tujuan kegiatan ini adalah untuk Pendampingan bagi mahasiswa dan siswa  untuk menyusun bahan atau sumber belajar dalam mengimplementasikan kimia koloid dalam kehidupan sehari hari. Mekanisme kegiatan ada dua tahap yaitu tahap 1 yaitu melatih keterampilan mahasiswa dalam mengimplementasikan materi system koloid berbasis etno STEM. Langkah 2, yaitu Mahasiswa bersama dosen melatih keterampilan siswa dalam mengimplementasikan materi system koloid berbasis etno STEM di sekolah. Tujuan kegiatan adalah untuk melatih keterampilan psikomotorik mahasiswa dan siswa dengan mengimplementasikan materi system koloid berbasis Sains, Teknologi dan Matematika (Stem). Minuman “Waelia” merupakan minuman masyarakat asli dari bahan alami dan berenergi. Minuman “Waelia”, merupakan minuman khas masyarakat Manggarai atau masyarakat pada umumnya, minuman ini terbuat dari  jahe merah, gula merah, air kelor, sere merah, kulit kayu manis, dan sari kacang hijau. Bahan bahan tersebut diolah  dengan cara pembuatannya  hampir sama seperti sifat dan cara pembuatan kimia koloid.  Minuman ‘waelia’ merupakan bahan lokal  dan ada disekitar siswa maupun mahasiswa. Berdasarkan data kegiatan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: 1). Data Keterampilan Mahasiswa : memahami Penerapan Sains dalam pembuatan minuman ‘Waelia’ oleh mahasiswa dengan skor 97.2, memahami Teknologi yang diterapkan dalam pembuatan minuman ‘Waelia’ dengan skor 89.68, memahami  rekayasa dalam pembuatan minuman ‘Waelia’ dengan skor 91.43, memahami Matematika dalam pembuatan minuman ‘Waelia’ dengan skor 97.62 dan skor rata rata memahami etno STEM  dalam pembuatan minuman ‘Waelia’ dengan skor 98.1%. 2). Data Keterampilan Siswa : memahami Penerapan Sains dalam pembuatan minuman ‘Waelia’ oleh mahasiswa dengan skor 100, memahami Teknologi yang diterapkan dalam pembuatan minuman ‘Waelia’ dengan skor 95.24, memahami  rekayasa dalam pembuatan minuman ‘Waelia’ dengan skor 97.14, memahami Matematika dalam pembuatan minuman ‘Waelia’ dengan skor 100 dan skor rata rata memahami etno STEM  dalam pembuatan minuman ‘Waelia’ dengan skor 94.09%. Dengan demikian, keterampilan mahasiswa 98.1% dan keterampilan siswa 94.09 % menunjukkan bahwa mahasiswa dan siswa sangat memahami implementasi materi system koloid melalui pembuatan minuman ‘Waelia

    7,585

    full texts

    8,277

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UM-Tapsel Press : Institusional Publisher
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇