UM-Tapsel Press : Institusional Publisher
Not a member yet
8277 research outputs found
Sort by
ANALISIS PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING BIDANG KARIR UNTUK KEMATANGAN SISWA MENGHADAPI PERSAINGAN DUNIA KERJA DI SMKN 5 KEPAHIANG
Penelitian ini berlatar belakang pada pentingnya pentingnya kesiapan karir bagi siswa sekolah menengah kejuruan, yang dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus. Layanan bimbingan konseling karir di sekolah diharapkan mampu membantu siswa mengembangkan kematangan karir yang diperlukan untuk menghadapi persaingan di dunia kerja yang semakin ketat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan layanan bimbingan konseling bidang karir dalam mempersiapkan kematangan karir siswa SMKN 5 Kepahiang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan melibatkan waka kurikulum, siswa, guru BK, wali kelas, dan guru mata pelajaran sebagai informan. Analisis data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan konseling karir di SMKN 5 Kepahiang telah memberikan dampak positif terhadap kesiapan karir siswa. Hal ini dapat dilihat dari beberapa poin berikut: (1) Dampak Positif: Layanan bimbingan konseling karir di SMKN 5 Kepahiang memberikan dampak positif terhadap kesiapan karir siswa, (2)Peningkatan Pemahaman: Siswa menunjukkan peningkatan dalam memahami minat dan bakat mereka, (3)Rencana Karir yang Lebih Jelas: Siswa memiliki rencana karir yang lebih jelas setelah mengikuti bimbingan konseling karir, (4)Hambatan yang Ditemukan; Kurangnya pemahaman tentang pilihan karir yang tersedia dan kurangnya dukungan dari keluarga terkait pilihan karir siswa, (5)Partisipasi Aktif dan Program Terstruktur: Partisipasi aktif siswa dan adanya program bimbingan yang terstruktur membantu siswa mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang relevan untuk memasuki dunia kerja. Kesimpulannya, layanan bimbingan konseling karir di SMKN 5 Kepahiang berperan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi persaingan dunia kerja, meski masih diperlukan peningkatan dalam beberapa aspek.
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK DISKUSI TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII E SMPN 1 PAKUSARI JEMBER
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap kemandirian belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berupa pre-eksperimen dengan model one group pre-test post-test design. Subjek yang diteliti adalah kelas VIII E SMPN 1 Pakusari Jember sebanyak 36 siswa dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling yang menggunakan kriteria angket berdasarkan interval kelas. Hasil analisi menggunakan uji t menunjukkan bahwa ketidak samaan antara hasil pre-test dan post-test dengan taraf signifikansi 0,017 (Asymp.Sig.( 2- tailed) < 0,05), artinya (Ha) diterima dan (Ho) ditolak . Faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian belajar terdapat dua faktor, faktor internal dan eksternal. Faktor yang berasal dar internal berupa psikologis dan fisiologis individu, sedangkan faktor external merupakan faktor yang dipengaruhi dari luar diri individu termasuk keluarga, masayarakat dan sekolah. Namun pada penelitian ini tidak mengungkan tentang faktor internal dan external yang terjadi oleh lingkungan keluargan dan masyarakat, dan hanya mengungkap faktor external yang disebabkan oleh sekolah, sehingga menjadi saran untuk penelitian selanjutnya untuk meneliti faktor tersebut
KONSELING ADLERIAN: ANALISIS PERAN SOSIAL DAN PENGALAMAN MASA KECIL DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
Artikel ini membahas konseling Adlerian dengan fokus pada peran sosial dan pengalaman masa kecil dalam pembentukan kepribadian. Teori Adlerian, yang dikembangkan oleh Alfred Adler, menekankan pentingnya minat sosial dan pengalaman awal individu dalam membentuk kepribadian. Dalam konteks ini, minat sosial merujuk pada kemampuan individu untuk berinteraksi dan berkontribusi pada masyarakat, yang berakar dari pengalaman masa kecil yang membentuk cara pandang mereka terhadap dunia. Misalnya, anak yang tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kolaborasi dan empati cenderung mengembangkan kepribadian yang lebih terbuka dan peduli. Melalui analisis pustaka, artikel ini mengeksplorasi sejarah dan perkembangan teori Adlerian serta konsep-konsep utama yang mendasarinya, termasuk pengaruh lingkungan sosial dan interaksi interpersonal dalam pembentukan gaya hidup individu. Dengan memahami bagaimana pengalaman awal dan konteks sosial mempengaruhi kepribadian, kita dapat lebih baik menghargai kompleksitas individu dalam konteks sosial yang lebih luas. Kesimpulannya, teori Adlerian memberikan wawasan berharga tentang bagaimana hubungan sosial dan pengalaman masa kecil berkontribusi pada pembentukan identitas dan perilaku individu
ANALISIS PROSES BELAJAR ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA YANG BUTA AKSARA DI SDN 3 LAKATAN
Pembelajaran dalam konteks pendidikan formal dapat berlangsung di lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah serta lingkungan keluarga yang berfariasi tingkat pendidikannya, bahkan ada yang tidak mengenyam pendidikan atau buta aksara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses belajar anak di lingkungan keluarga yang buta aksara, faktor penghambat proses belajar anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi dokumentasi dan studi kasus, penelitian berlokasi di Sekolah dasar negeri 3 Lakatan. Teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan orang tua siswa di SDN 3 Lakatan yang buta aksara cenderung sibuk bekerja untuk mencari nafkah , sehingga perhatian terhadap proses belajar anak di rumah masih kurang. Kurangnya dukungan, motivasi dari orang tua, sehingga anak yang bersekolah tidak memperoleh dukungan fasilitas belajar seperti alat tulis maupun kebutuhan sekolah, sehingga memberi dampak anak sulit beradaptasi, kesulitan dalam menerima pembelajaran di kelas. Dapat di simpulkan bahwa anak yang memiliki orang tua yang buta tidak mendapatkan perhatian yang khusus dalam belajar di rumah dan kurangnya motivasi dari orang tua
SISTEM INFORMASI PEMESANAN TIKET BERBASIS WEB PADA ATV ADVENTURE KOTA PADANGSIDIMPUAN
Proses pemesanan tiket pada ATV Adventure Kota Padangsidimpuan masih dilakukan secara on site, sehingga pemesanan tiket tidak dapat dijangkau oleh pelanggan yang tidak melakukan kunjungan. Selain itu, tidak tersedianya rekap transaksi tiket menjadikan proses pelaporan tidak berjalan secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem agar pengelolaan tiket pada ATV Adventure Kota Padangsidimpuan dapat berjalan secara optimal, efektif, dan efisien. ATV Adventure Kota Padangsidimpuan merupakan salah usaha yang bergerak dalam bidang jasa rental unit ATV (All-Terrain Vehicle). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan tinjauan literatur, pengumpulan data, wawancana, dan analisa sistem. Metode pendekatan sistem yang digunakan adalah metode pendekatan berbasis objek/Object Oriented Programming (OOP). Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode agile. Hasil dari penelitian ini adalah suatu sistem informasi pemesanan tiket yang mampu mempermudah proses pemesanan tiket dan pengelolaan tiket pada ATV Adventure Kota Padangsidimpuan agar terkelola dengan lebih efektif dan efisien. Adapun sistem yang dibangun menggunakan Laravel Framework sebagai kerangka kerja dan berbagai vendor aplikasi (third-party) dalam mendukung berjalannya aplikasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dengan adanya sistem informasi pemesanan tiket pada ATV Adventure Kota Padangsidimpuan, diharapkan dapat mempermudah Pelanggan dalam memesan tiket tanpa perlu melakukan kunjungan secara langsung untuk memperoleh tiket, tetapi hanya perlu mengakses sistem yang telah dibangun dan proses pemesanan tiket sangat mudah untuk dilakukan, serta pengelolaan pemesanan tiket dapat dilakukan secara efektif dan efisien
FENOMENA COSPLAY ANIME JEPANG DI KALANGAN GENERASI Z DI KOTA MEDAN
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena cosplay anime Jepang di kalangan generasi Z muncul dan berkembang, Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan dampak yang ditimbulkan oleh fenomena cosplay anime Jepang bagi generasi Z di kota Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan, bahwa latarbelakang terjadinya fenomena cosplay anime Jepang di kota Medan karena mulai banyak anak muda khususnya generasi Z yang mengenal anime. Pada saat covid 19 mulai banyak generasi Z yang menonton anime. Sementara itu, dari fenomena cosplay anime Jepang terjadi pada tahun 2022 saat event Bunkasai di USU. Ketertarikan untuk bercosplay di generasi Z pun mulai banyak di coba, karena memiliki manfaat positif bagi generasi Z seperti, memperluas relasi, kreatif, dan jadi peluang usaha. Selain itu, ada juga dampak negatif dari fenomena cosplay anime Jepang yaitu, pemborosan dan pengaruh oleh lingkungan yang buruk
HUBUNGAN ANTARA DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DAN PREVALENSI STUNTING: PERAN DDST II DALAM INTERVENSI AWAL
Penelitian ini bertujuan untuk mendalami hubungan antara deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak menggunakan Denver Development Screening Test II (DDST II) dengan prevalensi stunting di Desa Margamukti. Melalui wawancara dan dokumentasi, penelitian ini mengungkap bahwa pelaksanaan skrining DDST II belum sepenuhnya mengikuti prosedur yang benar. Meskipun skrining dilakukan secara rutin di posyandu, fokus kegiatan ini lebih pada pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala), sementara aspek perkembangan anak lainnya seperti sosial, motorik, dan bahasa yang merupakan komponen penting dalam DDST II, kurang diperhatikan
IMPLEMENTASI PEMBINAAN KEPRIBADIAN DALAM MEMPERBAIKI KARAKTER NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB TIMIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program pembinaan kepribadian di Lapas Kelas IIB Timika yang bertujuan untuk memperbaiki karakter seorang narapidana agar dapat diterima kembali di lingkungan masyarakat. Peneliti menggunakan metode kelompok bimbingan untuk memberikan pembinaan kepribadian keagamaan pada narpaidana. Pembinaan kepribadian keagamaan adalah proses untuk mengembangkan karakter individu berdasarkan ajaran dan nilai-nilai agama. Tujuannya adalah untuk membentuk pribadi yang berakhlak mulia, memiliki integritas, dan berperilaku sesuai dengan tuntunan agama. Pembinaan ini bertujuan untuk mempersiapkan narapidana untuk kembali ke lingkungan masyarakat. ( Pembinaan Kepribadian, Kelompok Bimbingan, Karakter
STRATEGI PUBLIC RELATIONS DALAM REBRANDING JCONNECT BANK JATIM
Bank Jatim meluncurkan aplikasi Jconnect yang merupakan pengembangan dari layanan Digital Bank Jatim. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi komunikasi Public Relations PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur dalam rebranding aplikasi “Digital Bank Jatim” menjadi “Jconnect”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun metode pengumpulan data yang akan digunakan peneliti dalam penelitian ini yakni Wawancara Mendalam (in-depth interview), Dokumentasi dan Observasi. Adanya Jconnect sebagai hasil dari rebranding Digital Mobile Banking Bank Jatim merupakan perwujudan dari visi Bank Jatim yaitu menjadi BPD no. 1 di Indonesia. Dalam mencapai tujuannya, Bank Jatim merasa harus memahami apa yang sedang marak dan menjadi tren sehingga Bank Jatim dapat berpenetrasi dengan audiens dan masyarakat. Dengan adanya rebranding Jconnect, Bank Jatim pada tahun 2022 berhasil mendapat penghargaan sebagai Top BUMD di Indonesia
STRATEGI ADAPTASI ETNIS TIONGHOA DI KECAMATAN KISARAN BARAT KABUPATEN ASAHAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi etnis Tionghoa dalam beradaptasi dan menganalisis proses adaptasi sosial budaya yang dilakukan etnis Tionghoa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan etnis Tionghoa dalam beradaptasi dipengaruhi beberapa faktor 1) faktor interaksi dan komunikasi bahwa relative sedikit etnis Tionghoa bisa bahasa Jawa dan lebih fasih menggunakan bahasa Indonesia. Kemudian, menggunakan bahasa Hokkien ketika berkomunikasi dengan sesama etnis Tionghoa. 2) faktor ekonomi karena diskriminasi di masa orde baru membuat etnis Tionghoa tidak memiliki peluang bekerja di bidang lain selain berdagang. 3) faktor pendidikan bahwa relatif sedikit pendidikan formal yang menerima etnis Tionghoa, sehingga sebagian besar etnis Tionghoa melanjutkan pendidikannya di swasta. Proses adaptasi sosial budaya etnis Tionghoa berkaitan dengan 1) adaptive behavior bahwa etnis Tionghoa menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Hokkien dan bahasa Jawa saat berkomunikasi. 2) adaptive strategies dalam mempertahankan ekonomi etnis Tionghoa memilih menjadi pedagang kecil hingga besar seperti sekarang. 3) adaptive processes bahwa ada hubungan timbal balik antara etnis Tionghoa dengan etnis Jawa seperti pada saat hajatan, perayaan hari raya