IKADO E-Journal (Institut Informatika Indonesia)
Not a member yet
470 research outputs found
Sort by
Klasterisasi Data Obat Farmasi Berdasarkan Jumlah Persediaan Dengan Menggunakan Metode K-Means
Instalasi Farmasi memiliki peran penting terhadap pelayanan kesehatan di sebuah fasilitas kesehatan. Farmasi bertanggung jawab atas pengelolaan, pengadaan, penyimpanan, distribusi, dan penggunaan persediaan obat. Persediaan obat merupakan bagian penting dalam memastikan ketersediaan, aksesibilitas, dan penggunaan obat yang efektif serta aman bagi pasien. Tujuan penelitian ini untuk melakukan klasterisasi data obat yang berguna untuk meningkatkan efisiensi proses manajemen persediaan obat, sehingga dapat menghindari kelebihan atau kekurangan yang dapat mengganggu kelancaran layanan pemberian obat dan mencegah terjadinya kerugian penjualan obat. Pengelompokan data dilakukan dengan memanfaatkan data Persedian Obat dari data masa lalu yaitu data transaksi pembelian dan penjualan dengan memanfaatkan teori Data Mining dengan menggunakan metode Clustering yaitu K-Means. Dataset pada penelitian ini sebanyak 1.389 dengan 6 variabel. Sebelum dilakukan klasterisasi dilakukan proses optimasi jumlah klaster dengan dua metode yaitu Metode Elbow dan Metode Gap Statistik. Hasil kedua metode tersebut menunjukkan nilai optimasi k klaster k = 3. Hasil klasteriasi yaitu Klaster 1 sebanyak 41 data obat yang menunjukkan golongan obat Generik. Klaster 2 sebanyak 116 data obat yang menunjukkan obat Paten. Kedua klaster tersebut menunjukkan tingkat penjualan yang kurang cepat (slow moving). Sedangkan pada Klaster 3 sebanyak 1.232 data obat yang menunjukkan gabungan dari golongan obat generik dan paten yang memiliki tingkat penjualan yang cukup cepat (fast moving)
Precision in Obstetric Care: A Machine Learning Approach with CatBoost and Grid Search Optimization
This study focuses on improving how we classify fetal health using machine learning by fine-tuning the CatBoostClassifier with Grid Search. Our main achievement in this research is significantly boosting the accuracy of fetal health classification based on Cardiotocogram (CTG) data. Finding the best hyperparameters has created a more precise and reliable diagnostic tool for making informed prenatal care decisions. The model reached an impressive overall accuracy of 96%, especially excelling in identifying Normal and Pathological cases. However, it faced some challenges in classifying Suspect cases, suggesting room for further improvement. These results highlight the potential of machine learning to enhance the reliability of fetal health assessments, which could lead to better outcomes in clinical settings. The success of Grid Search in this study is evident, as the optimized parameters led to the highest accuracy and lowest loss values, proving its effectiveness in fine-tuning the model
Coloring Pekalongan Batik Using a Madura Dataset: A Comparative Study of GAN and Caffe-Based CNN Models
Madura Batik, as one of Indonesia\u27s valuable cultural heritages, is known for its unique characteristics involving the use of bright colors such as red, yellow, and green, as well as traditional motifs that often feature elements of nature like flowers, leaves, and animals. Each motif in Madura Batik reflects the rich philosophy, values, and stories of Madura culture. This batik is also famous for its production process, which is largely carried out manually using traditional dyeing techniques. However, with the advancement of technology, there is a growing need to integrate technological innovations into the batik dyeing process without losing its traditional essence. This research combines Generative Adversarial Networks (GAN) models and compares them with Caffe-based pretrained Convolutional Neural Networks (CNN) to create new color variations in Pekalongan batik images. The input for the models is grayscale batik images, which are then processed to generate colorful outputs. The dataset used consists of 519 Madura batik images, with a distribution of 80% for training, 20% for validation, and 10 images for testing. The preprocessing process includes resizing, normalization, and batching to accelerate model convergence. Performance evaluation is conducted using FID, MSE, PSNR, and SSIM metrics. The results show that the GAN model with 100 epochs produces better image quality compared to the Caffe-based pretrained CNN model, particularly in terms of visual and structural similarity. In conclusion, the GAN method offers great potential for innovation in batik coloring without compromising its traditional motifs
Kelambanan Birokrasi dalam Mitigasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Perempuan di Banyuwangi dari Kerentanan Jalur Migrasi Non-Prosedural: Bureaucratic Inertia in Mitigating the Vulnerability of Female Indonesian Migrant Workers (PMI) in Banyuwangi to Illegal Migration Channels
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan daya antisipasi Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) Perempuan di Banyuwangi terhadap kerentanan jalur non-resmi dalam bekerja ke luar negeri serta memperkuat mekanisme mitigasi penempatan PMI non-prosedural. PkM ini dilaksanakan bermitra dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Banyuwangi serta Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI). Urgensi kegiatan ini muncul setelah teridentifikasinya kelambanan birokrasi (bureaucratic inertia) antar stakeholder yang disebabkan oleh perbedaan struktur, garis kewenangan, dan kekakuan prosedur operasional baku (SOP) dalam penanganan kasus PMI, yang berdampak pada tingginya jumlah penempatan PMI ilegal. Untuk mengatasi masalah ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terlibat langsung dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya jalur non-prosedural yang diakibatkan oleh kelambanan birokrasi dalam penanganan migrasi. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi melalui metode sosialisasi dan pelatihan. Tujuan utama dari sosialisasi dan pelatihan ini adalah untuk mengurangi kerentanan Calon PMI Perempuan terhadap jalur migrasi non-prosedural, serta mendorong mereka untuk memilih jalur migrasi yang aman dan prosedural. Pelatihan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan meningkatkan kesadaran dan kemampuan antisipasi mereka, sehingga mereka dapat menghindari bahaya bekerja melalui jalur non-resmi dan tetap menggunakan jalur yang prosedural dan aman dalam bekerja di luar negeri.
Kata Kunci: Pekerja Migran Indonesia (PMI), Migrasi Jalur Non-Prosedural, Bureaucratic Inertia, Sosialisasi, Pelatihan
Peningkatan Motivasi Belajar Matematika bagi Siswa SMA Melalui Permainan Edukasi: Increasing Motivation to Learn Mathematics for High School Students Through Educational Games
Understanding the basic concepts of mathematics is the key to learning and applying mathematics in other disciplines. Many students today only rely on memorizing formulas without understanding mathematics concepts. One way to be introduced so that students do not just memorize and think math is boring is educational games. Community service conducted by lecturers of the Mathematics Study Program FMIPA Tanjungpura University to students of SMA Negeri 1 Singkawang West Kalimantan amis to increase motivation to learn matematis through educational games. The method used was in the form of educational seminars on educational games in the field of mathematics and exhibitions of mathematical teaching aids. Students are given some basic math problems that can be solved through games. Some concepts of algebra, geometry, and statistics were given as examples in applying educational games. In addition, some props to facilitate math solutions were also given, such as trigonometry, geometry, and algebraic calculation props. One of the results obtained is that students feel that activities like this need to be done so that student\u27s interest in mathematics increases. Furthermore, this activity also gives a better understanding of the basic concepts of mathematics to other discipline
Adopsi Gamifikasi Pada Mobile Learning Menggunakan Extended Technology Acceptance Model (TAM)
Pembelajaran konvensional saat ini mulai bergeser dengan pembelajaran digital atau mobile learning karena dianggap lebih efektif dan interaktif. Gamification memiliki potensi yang besar dalam pembelajaran sebagai pembelajaran yang mengadaptasi permainan (game based learning). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang untuk mengadopsi gamifikasi pada mobile learning. Selain itu analisis pada faktor moderasi juga diteliti. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa di perguruan tinggi yang pernah menggunakan gamification pada mobile learning dengan rentang usia 17-25 tahun dengan jumlah responden pada penelitian ini adalah 402 responden. Pada tahap awal penelitian dilakukan pengembangan model teoritis dan penyusunan kuisioner, kemudian prosedur selanjutnya melakukan pemrosesan data dimulai dengan faktor analisis, uji validitas, dan uji reliabilitas. Selanjutnya dilakukan penggambaran model penelitian dengan AMOS dan dilakukan analisis SEM dari model TAM yang diberikan sehingga mendapatkan nilai standardize dan nilai magnitude of effect. Hasil dari penelitian ini terdapat 9 hipotesis yang diterima dan 1 hipotesis yang ditolak. Hipotesis yang ditolak adalah Social Influence terhadap Perceived Usefulness. Dalam pengujian efek moderasi, hasil nilai Pairwise Parameter Comparisons menunjukkan bahwa usia memberikan efek moderasi Perceived Ease of Use, Social Influence dan Perceived Usefulness terhadap hubungannya dengan Intention to Use
Kajian Pengembangan Ekosistem IKM Tapis Lampung Melalui Penerapan Design Thinking
Tapis adalah salah satu kerajinan kain Indonesia yang bernilai seni dan estetika tinggi dari wilayah Lampung. Industri kecil menengah (IKM) Tapis Lampung memiliki potensi besar sebagai sektor bisnis unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Para pelaku IKM Tapis Lampung menghadapi berbagai bidang permasalahan dalam menjalankan bisnis sehingga menghambat kelancaran dan kemajuan kegiatan usaha. Beberapa contoh permasalahan yang menjadi tantangan IKM Tapis Lampung dalam kegiatan bisnis antara lain keterbatasan akses pemasaran, permodalan, trasnformasi digital, regenerasi pelaku usaha, ketersedian bahan baku, dsb. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya upaya-upaya untuk mendukung pengembangan ekosistem bisnis IKM Tapis Lampung agar dapat memecahkan permasalahan serta meningkatkan kemajuan bidang tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji permasalahan dan menemukan solusi untuk pengembangan ekosistem bisnis sehingga bisa menjadi salah satu rujukan dalam upaya memajukan IKM Tapis Lampung. Metode penelitian ini menggunakan Design Thigking yang terdiri dari lima tahap yaitu empahtise, define, ideate, prototype, test. Hasil penelitian berupa rancangan program kegiatan yang diklasifikasikan dalam sembilan dimensi ekosistem bisnis untuk menjadi solusi masalah-masalah yang dihadapi IKM Tapis Lampung serta meningkatkan kemajuan sektor tersebut
Perancangan Buku Ilustrasi Sebagai Sarana Edukasi dan Dukungan Sosial Terhadap Penderita Skizofrenia
Gangguan kejiwaan dapat dapat dialami setiap orang dan mengakibatkan gangguan cara berpikir, merasa, perilaku dan interaksi. Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang bersifat kronis. dimana penderita mengalami kesulitan untuk membedakan antara realita dan delusi atau waham maupun halusinasi yang dialami. Saat ini masih banyak yang belum memahami tentang skizofrenia, sehingga memerlukan media untuk mengenalkan atau mengedukasi tentang skizofrenia. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan perancangan media edukasi akan pentingnya dukungan sosial terhadap penderita skizofrenia berupa buku ilustrasi yang ditujukan kepada kalangan remaja hingga dewasa. Tujuan karya ini adalah agar mereka sebagai orang terdekat dapat memahami apa itu skizofrenia dan bagaimana menanganinya. Proses perancangan dimulai dari riset data melalui wawancara dengan seorang psikiater. Selain itu juga melalui observasi terhadap salah satu penderita. Pengumpulan data sekunder didapatkan dari beberapa sumber seperti buku, jurnal dan artikel. Proses pembuatan karya dimulai dari penyusunan materi buku, desain karakter, sketsa, layout. Hingga dihasilkan karya berupa buku ilustrasi berisi 60 halaman sebagai media utama. Melalui perancangan buku ilustrasi ini diharapkan kalangan remaja dan dewasa dapat lebih memahami skizofrenia dan penangannanya, sehingga memberikan dampak positif bagi penderita untuk bisa berfungsi dengan baik dalam kehidupan
Menghadapi Isu Etika Dalam Media Digital Melalui Peningkatan Digital Ethics: Facing Ethical Issues in Digital Media Through Improving Digital Ethics
Mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat terdidik ternyata masih kurang bijak dalam menggunakan media sosial. Beberapa waktu lalu muncul berita terkenal mengenai pengusiran beberapa mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa. Kurangnya pemahaman mengenai etika bermedia digital membuat kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pemahaman agar lebih bijak dalam bermedia digital melalui kegiatan webinar. Mahasiswa, pelajar, dosen, dan guru yang menjadi peserta webinar ini memiliki peluang yang sama menjadi pelaku sekaligus menjadi korban saat menggunakan media sosial. Sebelum kegiatan webinar ini berlangsung, para peserta diminta untuk menyelesaikan pretest dan setelah selesai juga diminta menyelesaikan posttest. Dari hasil kedua tes tersebut diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahaman para peserta mengenai etika digital dalam menggunakan media sosial, terutama saat akan mengunggah peristiwa sehingga tidak merugikan orang lain
The Analysis and Improvement of User Interface Design on Climate Information Service Mobile Application Using the Lean UX Method
Info BMKG is an iOS and Android app providing weather, temperature, air quality, and earthquake data across Indonesia. Issues related to the usability of the BMKG Info application were identified through observations and feedback found on the Google Play Store, which has a rating of 4.4. The responses identified included an unattractive appearance, limited features, increasing complexity, and a need for more innovation, necessitating usability evaluation and UI design improvements to enhance user experience. The analysis and redesign follow the Lean UX approach and Heuristic Evaluation method. Usability testing, specifically the Post-Study System Usability Questionnaire, is used to assess user satisfaction. The study finds that implementing Lean UX significantly improves the system\u27s quality and user experience. UI design enhancements, based on usability testing, improve navigation, information clarity, and ease of use. Recommendations result in better outcomes, with Heuristic Evaluation yielding scores of H1 = 1 (System status visibility), H2 = 1 (Match between the system and the real world), H4 = 1 (Consistency and standards), H5 = 1 (Error prevention), H7 = 1 (Flexibility and efficiency of use), H8 = 1 (Aesthetic and minimalist design), and H9 = 1 (Help users recognize, diagnose, and recover from errors). The Post-Study System Usability Questionnaire method shows an improvement from high to a better category