e-Journal UIR (Journal Universitas Islam Riau)
e-Journal UIR (Journal Universitas Islam Riau)Not a member yet
4588 research outputs found
Sort by
Konsep Diri Muhajir Dalam Gaya Hidup Hijrah (Studi Kasus Pada Pria Dewasa Awal)
Early adulthood is a transitional period from adolescence. At this time the individual has begun to change values that according to him are not by social expectations. Changes in views occur one of them regarding religious values. This process of change is also known as migration. During the migration process, the muhajir (the person who migrated) re-concepts himself with a new concept based on changes from the past and the new values he follows. In this study, researchers used qualitative methods using case studies and collected data through semi-structured interview techniques. Sampling in this study used a non-random sampling technique, with purposive sampling, and obtained one subject with the initials "MGP", an early adult male who has a background in life with behavior violating religious teachings and is currently undergoing the process of migrating. The purpose of this research is to find out the description of the self-concept of a muhajir in his hijrah lifestyle. Based on the research results, it was found that MGP subjects were able to conceptualize themselves well and have a positive self-concept. Evidenced by the fulfillment of three aspects of self-concept, namely: knowledge, expectations, and assessment. The subject has hopes for the future by being useful to others and the subject is trying to do his best and the subject can be an judge for himself
The KONSTRUKSI MAKNA SELF HEALING MILLENIAL MOMS DI INSTAGRAM: KONSTRUKSI MAKNA SELF HEALING MILLENIAL MOMS DI INSTAGRAM
ABSTRACT
This research is motivated by the high dynamics of life affecting millennial moms for mental health disorders. So, every millennial moms really has the right to do self-healing or known as self-healing. Today's Digital Era has changed the way millennial moms view self-healing, which is very busy being carried out through Instagram social media with indications of sharing travel, care, shopping, quotes, and pouring out their hearts content. Millennial moms' familiarity with digital media is not in line with literacy skills which are considered to be still at a low level, so that the self-vulnerabilities experienced by millennial moms form an easy attitude to self-diagnose as sufferers of depression, stress and feel the need for self-healing.
The purpose of this study is to find out the various meanings of self-healing behavior that millennial moms do on Instagram. The phenomenon of Self Healing Millennial Moms on Instagram can be studied through a phenomenological approach by applying symbolic interaction theory to reveal all the hidden meanings of the symbols depicted through self-healing actions of millennial moms on Instagram. This research also applies purposive techniques as the selection of informants. The data collection technique used in this study was through in-depth interviews, observation and documentation which were then analyzed through the stages of phenomenological research.
The results of this study consist of the meaning of self-healing millennial moms via Instagram divided into three points according to the theory of symbolic interaction based on the Mind, namely self-healing as a form of self-healing process, self-pleasing, self-strengthening and self-disclosure. the second point is Self which means as a process of building positive suggestions, comparing oneself, building an image as a victim and the third point is Community, self healing means support.
Key Word : Meaning, Self Healing, Millennial Moms, InstagramABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi dari tingginya dinamika kehidupan mempengaruhi diri millenial moms akan gangguan kesehatan mental. Maka, setiap millenial moms sangat lah berhak untuk melakukan peyembuhan diri atau dikenal sebagai self healing. Era Digital hari ini mengubah cara pandang millenial moms terhadap self healing yang sangat ramai dilakukan melalui media sosial instagram dengan indikasi membagikan konten traveling, perawatan, berbelanja, quotes, dan mencurahkan isi hati. Keakraban millenial moms terhadap media digital tidak sejalan dengan kecakapan literasi yang dianggap masih dalam taraf rendah, sehingga kerentanan diri yang dialami oleh millenial moms membentuk sikap mudah mendiagnosa diri sendiri sebagai penderita depresi, stres dan merasa butuh self healing.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berbagai makna dari perilaku self healing yang millenial moms lakukan di instagram. Fenomena Self Healing Millenial Moms di instagram dapat dikaji melalui pendekatan fenomenologi dengan menerapkan teori interaksi simbolik untuk mengungkapkan segala makna yang tersembunyi dari simbol-simbol yang digambarkan melalui tindakan self healing millenial moms di instagram.Penelitian ini juga menerapkan teknik purposiv sebagai pemilihan informan. Teknik pengumpulan data yang diterapkan didalam penelitian ini melalui proses wawancara mendalam, obeservasi dan dokumentasi yang kemudian dianalisis melalui tahapan-tahapan penelitian fenomenologi.
Hasil penelitian ini terdiri dari Makna self healing millenial moms melalui instagram terbagi menjadi tiga poin sesuai dengan teori interaksi simbolik berdasarkan Pikiran yaitu self healing sebagai bentuk proses penyembuhan diri, menyenangkan diri, penguatan diri dan pengungkapan diri. poin kedua yaitu Diri yang bermakna sebagai proses membangun sugesti positif, membranding diri, membangun image sebagai korban dan poin ketiga yaitu Masyarakat,self healing bermakna dukungan.
Kata Kunci : Makna, Self Healing, Millenial Moms, Instagra
Analisis Penerapan Akuntansi Pesantren Berdasarkan ISAK 35 pada Pondok Pesantren Modern I’aanatuth Thalibiin Perawang
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana akuntansi pesantren yang diterapkan Pondok Pesantren Modern I’aanatuth Thalibiin. Selain itu juga untuk mengetahui bagaimana faktor yang mempengaruhi, kendala yang dihadapi serta memberikan solusi dari kendala yang dihadapi dalam penerapan ISAK 35 pada Ponpes Modern I’aanatuth Thalibiin. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer dan sekunder yang diperoleh dari observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Adapun metode analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa laporan keuangan Pondok Pesantren Modern I’aanatuth Thalibiin belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku umum di dalam akuntansi syariah dan belum sesuai dengan ISAK 35. Adapun yang menjadi limitasi dalam penelitian ini terletak pada ruang lingkup penelitian hanya pada satu pondok pesantren dan metode analisis yang sederhana
Pengaruh Brand Trust dan Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan Produk Azarine yang Dimediasi oleh Kepuasan Konsumen
Perusahaan manufaktur dituntut untuk menghasilkan produk yang dapat memuaskan pelanggan agar nantinya dapat mengubah pembeli menjadi pelanggan tetap atau loyal karena pasar yang semakin berkembang dan kompetitif. Faktor brand trust dan kualitas produk dapat menjadi penyebab timbulnya kepuasan bagi pelanggan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh brand trust dan kualitas produk terhadap loyalitas pelanggan dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi. Metode penelitian menggunakan survey dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa/i Perguruan Tinggi Negeri di Kota Malang yang menggunakan produk skincare azarine. Sampel yang digunkaan sebanyak 130 responden, dengan teknik purposive sampling & accidental sampling dalam pengambilan sampel. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif menerapkan model persamaan struktural (SEM) dan uji mediasi memakai rumus statistik upsilon v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Dalam taraf moderat, kepuasan konsumen dipengaruhi secara signifikan oleh brand trust. Kualitas Kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dalam taraf sangat tinggi. Brand trust berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan dengan berpengaruh rendah. Kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Kepuasan konsumen berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Kepuasan konsumen secara signifikan memediasi hubungan antara brand trust dan kualitas produk terhadap loyalitas pelanggan produk azarine. Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu ukuran sampel yang relatif kecil dimana responden hanya tergolong generasi Z, selain itu terbatas pada waktu dan tempat penelitian.
 
Perlindungan Konsumen Pada Platform Belanja Online Perspektif Hukum Ekonomi Islam
Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perdagangan bebas (pasar bebas) menuntut masyarakat cerdas dalam penggunaan, khususnya platform belanja online dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perlindungan konsumen pada platform belanja online perspektif hukum ekonomi Islam, dimana penelitian ini berfokus pada aplikasi Jombingo. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif dan pendekatan yuridis normative dengan bantuan data primer atau empiris sebagai pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, legalitas pada seluruh usaha atau industri, khususnya sistem belanja online memerlukan legalitas perundang-undangan perlindungan konsumen dan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam operasional usaha. Di Indonesia perlindungan konsumen telah tertulis dalam kebijakan OJK dan undang-undang legalitas telah diadopsi dari adanya peran ekonomi Islam dalam menciptakan kesejahteraan para pelaku ekonomi yang berasaskan pada Al-Qur’an dan Hadist yang telah terimplementasi sejak masa kekhilafahan. Akan tetapi perlindungan hukum tidak akan terimplementasi dengan baik jika tidak didukungnya dengan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengetahuan akan sistem digitalisasi dan izin legalitas suatu platform belanja. Pada platform belanja online aplikasi Jombingo, dimana aplikasi tersebut mampu menarik minat pengguna dan mengambil hak pengguna hingga ratusan juta membuat masyarakat sadar akan pentingnya lebih waspada jika ingin menjalankan usaha atau berbelanja. Sikap lebih berhati untuk berbisnis di platform dengan cara mengetahui skema bisnis di platform tersebut. Begitu juga dengan investasi yang harus selalu mencari yang aman yakni sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Think Pair Share: Sebuah Model Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi pada Materi Jaringan Tumbuhan di Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Pagaran Tapah Darussalam Semester Ganjil TP. 2022/2023
Pendidikan abad 21 dilaksanakan dengan memperkuat proses pembelajaran yang student centered sehingga peserta didik harus memiliki kecakapan memecahkan masalah, berpikir kritis, kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi. Kecakapan yang perlu dikembangkan pada peserta didik SMA Negeri 1 Pagaran Tapah Darussalam adalah berpikir kritis karena hasil analisis karakteristik peserta didik kelas XI menunjukkan bahwa tingkat keterampilan berpikir kritis yang rendah, peserta didik belum mampu membuat kesimpulan dari data yang disajikan dalam bentuk gambar, tabel maupun grafik yang berdampak pada hasil belajar yang belum mencapai KKM. Perbaikan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis dilakukan dengan model Pembelajaran Think Pair Share (TPS). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Biologi siswa kelas XI SMAN 1 Pagaran Tapah Darussalam pada materi Jaringan Tumbuhan. Instrument pengumpul data yang digunakan terdiri atas tes berbentuk objektif dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk mengukur Keterampilan Berpikir Kritis peserta didik dan Lembar Pengamatan Keterlaksanaan RPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatatn hasil belajar biologi pada Materi Jaringan Tumbuhan peserta didik melalui Keterampilan Berpikir Kritis dengan Model Think Pair Share (TPS) di Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Pagaran Tapah Darussalam Semester Ganjil TP 2022/2023
PENGARUH PENGANGGURAN TERHADAP KONSUMSI BUKAN MAKANAN DI PROVINSI RIAU 2017-2021
The purpose of this study is to examine how unemployment affects non-food consumption in the province of Riau. A social and economic issue, unemployment may have an impact on a person's or a household's level of consumption. This study will talk about the effects of unemployment on non-food consumption habits in the context of Riau Province, where it can be a significant problem. This research approach entails gathering secondary data from the Riau Province, such as statistics on unemployment and non-food consumption. After that, the data will be statistically examined to determine the connection between non-food consumption and unemployment. The study's findings indicate that the unemployment rate has little influence on non-food spending.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengangguran terhadap konsumsi bukan makanan di Provinsi Riau. Pengangguran merupakan masalah sosial dan ekonomi yang dapat mempengaruhi tingkat konsumsi individu atau rumah tangga. Dalam konteks Provinsi Riau, di mana pengangguran dapat menjadi isu penting, penelitian ini akan membahas dampaknya terhadap pola konsumsi bukan makanan. Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data sekunder yang mencakup data pengangguran dan data konsumsi bukan makanan di Provinsi Riau. Data tersebut kemudian akan dianalisis menggunakan metode statistik untuk mengidentifikasi hubungan antara pengangguran dan konsumsi bukan makanan. Hasil dari penelitian menunjukkan tingkat pengangguran tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengeluaran bukan makanan
Prinsip Kerja Sama Tuturan Deklaratif Narasumber dalam Kanal Youtube Najwa Shihab Episode “Terima Kasih Pak JK”
This study aims to determine the purpose of using declarative utterances and to find out the sources of declarative utterances that meet the principle of cooperation in the use of declarative utterances on Najwa Shihab's youtube channel episode "Thank You Pak JK". This research uses a qualitative approach and the type of this research is library research. The results of this study show 240 declarative utterances from the sources consisting of conveying factual information 107 utterances, stating decisions and judgments of 45 utterances, stating agreements, warnings and advices 13 utterances, expressing congratulation or misfortune 0 utterances, and providing explanations and explanations totaling 75 utterances. In speaking, the speakers convey factual information more to the presenters. In the declarative utterances of resource persons who have met the cooperative principle, there are 163 utterances consisting of 37 utterances of quantity maxim, 11 utterances of quality maxim, 105 utterances of relevance maxim, and 10 utterances of implementation maxim
Dampak Perkembangan Teknologi Terhadap Perilaku Dan Kehidupan Pemuda Pemudi Di Era Milenial
The rapid development of technology has led to the emergence of the millennial era where technology has become the need of every individual, especially young people in the millennial era who are dealing with technological advances, so they are required to always sort out any information they get, in order to prevent adverse effects due to access between worlds. easy to obtain so that it can become a weapon for irresponsible people to attack a territory from the next generation. The purpose of this research is to find out the various impacts of technological developments, especially for teenagers, so that we as teenagers and parents can minimize unwanted things from the impact of technological developments in this millennial era. In this study, the authors used the literature study method, namely the data obtained from examining various sources related to the issues to be discussed. The author uses sources in the form of journals which certainly discuss the impact of technological developments in the millennial era. This research found that technology has positive and negative effects on people's behavior and life in the millennial era, especially for teenagers. One of the influences of technology in the millennial era is the fading of local culture because of the inclusion of foreign culture which is considered more modern for teenagers, besides that there is also a positive impact in the form of easy access between worlds which makes it easier for teenagers in the process of learning and obtaining information.Perkembangan teknologi yang begitu pesat menjadikan munculnya era milenial dimana teknologi sudah menjadi kebutuhan setiap individu terutama pemuda dan pemudi di era milenial yang dihadapkan dengan kemajuan teknologi, sehingga di tuntut untuk senantiasa memilah setiap informasi yang di dapat, guna mencegah terjadinya dampak buruk berhubung akses antar dunia sudah mudah di dapat sehingga hal tersebut dapat menjadi senjata bagi oaring-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyerang suatu wilayah dari generasi penerusnya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui berbagai dampak dari adanya perkembangan teknologi, khususnya bagi para remaja, sehingga dengan demikian kita sebagai remaja maupun para orang tua dapat meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan dari dampak perkembangan teknologi di era milenial ini. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode study pustaka yaitu data-data diperoleh dari mengkaji berbagai sumber yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas. Penulis menggunakan sumber berupa jurnal yang pastinya membahas tentang dampak perkembangan teknologi di era milenial. Penelitian ini menemukan bahwa teknologi memiliki efek positif dan negatif pada perilaku dan kehidupan masyarakat di era milenial, khususnya bagi para remaja. Pengaruh teknologi di era milenial salah satunya ialah lunturnya kebudayaan setempat karna masuknya budaya luar yang dianggap lebih modern bagi kaum remaja, selain itu juga terdapat dampak positif berupa mudahnya akses antar dunia yang memudahkan para remaja dalam proses belajar dan memperoleh informasi
Special Issue: the International Conference on Upstream Energy and digitalization (ICU-PERTAIN) 2022
This is an international conference organized by Universitas Pertamina collaborated with Universitas Islam Riau as publishing partner through Journal of Earth Energy Engineering (JEEE) and Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology (JGEET). The theme of the International Conference on Upstream Energy and digitalization (ICU-PERTAIN) 2022: “Upstream Industries and 4.0 things to overcome the challenges in a low carbon world”. This theme means identifying the key challenges and opportunities of implementation upstream technology and utilization of big data, data science, machine learning, IoT, and many more to achieve national production target and strive to energy transition