EJurnal STAI Hasan Jufri Bawean
Not a member yet
221 research outputs found
Sort by
Analisis Implementasi Keputusan Direktur Jenderal Bimas Islam Nomor 379 Tahun 2018 Tentang Bimbingan Pranikah Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Sangkapura
In the Decree of the Director General of Islamic Guidance Number 379 of 2018 concerning instructions for implementing pre-marital marriage guidance for prospective brides and grooms, it is emphasized that this guidance is a real seriousness from the government in creating a strong and harmonious family so as to produce happiness for the prospective bride and groom. This decision is also implemented simultaneously in all provinces of Indonesia, implemented by the district or city Ministry of Religion, District Religious Affairs Office (KUA) or other institutions. The discussion in this research is pre-marital guidance at the Sangkapura District Religious Affairs Office, broken down into 2 research focuses, namely: (1) How is the implementation of pre-marital guidance for prospective brides and grooms at the Sangkapura District KUA? 2) What are the obstacles in implementing the Decree of the Director General of Islamic Community Guidance Number 379 of 2018 in the KUA of Sangkapura District? The research objectives are (1) to determine the implementation of pre-marital guidance for prospective brides and grooms in the KUA of Sangkapura District. (2) mention what are the obstacles in implementing the Decree of the Director General of Islamic Community Guidance Number 379 of 2018 in the KUA of Sangkapura District. The research method uses an empirically based qualitative approach. Data collection uses interview, observation and documentation methods. Data is analyzed by organizing the data, arranging it into patterns, choosing what is important to examine, and making conclusions. Data validation uses observation extension, increased persistence, and triangulation. The results of this research show that: (1) Premarital guidance at the KUA Sangkapura District consists of two guidance models, namely (a) face-to-face guidance by bringing in speakers from the Gresik Ministry of Religion and (b) independent guidance carried out by the KUA. (2) Obstacles in implementing premarital guidance according to the Decree of the Director General of Islamic Guidance Number 379 of 2018 consist of two obstacle factors, namely: the organizer factor and the bride and groom factor
Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
Education is the main factor in determining the level of quality of a country in facing the development of the global world. In practice, no matter how good the quality of human resources will not be able to run well if the management or management is not running well, so structured management is needed to help manage these human resources. The purpose of this research is to analyze human resource management in schools, while the research method used is qualitative method. The result of this study is that the school has implemented human resource management well. The obstacle is that human resource incentives are relatively low, so that the level of satisfaction in work does not run optimally.Pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan tingkat kualitas suatu negara dalam menghadapi perkembangan dunia global. Kulalitas mutu pendidikan akan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang ada. dalam pelaksanaannya, sebagus apapun kualitas sumber daya manusia tidak akan mampu berjalan dengan baik jika pengelolaan atau manajemennya tidaka berjalan dengan baik, sehingga dibutuhkan manajemen yang terstruktur untuk membantu pengelolaan sumber daya manusia tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen sumber daya manusia di sekolah, adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa sekolah sudah melaksanakan manajemen sumber daya manusia dengan baik. Adapun yang menjadi kendala ialah insentif sumber daya manusia yang tergolong rendah, sehingga tingkat kepuasan dalam pekerjaan tidak berjalan secara maksimal
Konsep Pencegahan Penularan Virus Prespektif al-Qur-an Studi Sains Surah al-Maidah Ayat 6
Latar belakang penyusunan skripsi ini adalah melihat dari beberapa kasus yang terjadi pada hampir semua negara khususnya di Indonesia tentang penyebaran virus, hal tersebut menjadi perhatian lebih bagi penulis untuk mengangkat tema yang berhubungan dengan virus yang dikomparasikan dengan pengetahuan sains serta al-Qur’an. Dari pemaparan di atas, kemudian penulis meneliti menggunakan kajian kepustakaan (Library Reseach) dengan menghimpun data-data tentang penanggulangan penyakit menurut ilmu kedokteran dan mereduksi data-data tersebut sesuai dengan kebutuhan, kemudian menyajikan al-Quran surah al-Maidah ayat 6 dan menjelaskan penafsiran ulama tentang ayat tersebut, dan yang terakhir menganalisis surah al-Maidah ayat 6 menurut pandangan sains dan mengkorelasikannya dengan teori sains dalam pencegahan virus. Adapun rumusan masalah yang diambil adalah a) bagaimana penafsiran surah al-Maidah ayat 6 perspektif sains, b) bagaimana korelasi pencegahan penularan virus dengan ayat al-Qur’an surah al-Maidah ayat 6. Hasil penelitian yang dapat diambil adalah a) penafsiran Q.S. al-Maidah ayat 6 prespektif sains lebih menekankan pada pentingnya menjaga kebersihan terutama kebersihan tubuh yang dilakukan dengan wudu, hal tersebut dapat mencegah adanya infeksi pada beberapa bagian tubuh yang sering berinteraksi dengan lingkungan seperti wajah, tangan, kepala, kaki, dan anggota lainnya, b) sedangkan korelasi yang dapat diambil dari penelitian tersebut adalah dengan praktik wudu yang dilakukan sesuai panduan syariat akan memberikan efek positif bagi tubuh, dari praktik wudu terdapat banyak pencegahan yang dapat dilakukan serta memiliki titik-titik akupuntur pada bagian anggota wudu yang berfungsi sebagai pengobatan bagi tubuh
Problem Childfree Ditinjau Dari Worldview Islam
Childfree, as a phenomenon, emerged from Western issues concerning women, such as the rise of feminism, social equality, political campaigns about body autonomy, and so on. The term "childfree" began to evolve in the late 20th century, giving rise to the stigma that couples have the right to decide not to have children to address population excess. The childfree phenomenon has become controversial in society, making it interesting to explore further through an Islamic worldview. The method used in this research is qualitative descriptive with a literature review approach from various reliable sources, including books, journal articles, and more. The study's results indicate that women hold an esteemed position in Islam as mothers and contributors to civilization. In the Islamic worldview, a child is considered a trust and a gift from Allah SWT, highlighting the crucial responsibility of parents in their upbringing. Thus, family and offspring form a foundation that needs strengthening in society to continue human life. The presence of childfree choices has negative social impacts, affecting declining birth rates, mental health, and overall quality of life. Therefore, there is a need to reconstruct the childfree phenomenon in line with the Islamic worldview to restore balance in life
Optimalisasi Mutu Pendidikan Islam Melalui Strategi Komunikasi Organisasi Dalam Bingkai Kepemimpinan dan Perilaku Kerja yang Inklusif
This article discusses organizational communication strategies in improving the quality of Islamic education. Concepts and theories of organizational communication, including organizational communication models, communication in organizations, and the role of leadership in communication have been explained as a basis for understanding communication strategies. The approach used in this research is qualitative with a literature study method, researchers use several books, journals, and the results of recent observations as references. The findings reveal that a good communication strategy begins with determining goals and objectives in accordance with the vision of Islamic education institutions. Understanding the audience, such as students, lecturers, and staff, is key in delivering relevant messages. The use of appropriate communication channels, sensitive crisis and conflict management, continuous evaluation and feedback, as well as the involvement of the entire educational community, are important elements in achieving optimal educational quality. This article proves that effective communication is the key to achieving an optimal and relevant quality of Islamic education in facing the challenges of the times.Artikel ini membahas tentang strategi komunikasi organisasi dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam. Konsep dan teori komunikasi organisasi, termasuk model komunikasi organisasi, komunikasi dalam organisasi, dan peran kepemimpinan dalam komunikasi telah dijelaskan sebagai dasar dalam pemahaman strategi komunikasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode studi literatur, peneliti menggunakan beberapa buku, jurnal, dan hasil obserasi terbaru sebagai rujukan. Hasil temuan mengungkapkan bahwa strategi komunikasi yang baik dimulai dengan penentuan tujuan dan sasaran yang sesuai dengan visi pendidikan Islam lembaga. Pemahaman audiens, seperti siswa, dosen, dan staf, menjadi kunci dalam menyampaikan pesan yang relevan. Penggunaan saluran komunikasi yang tepat, pengelolaan krisis dan konflik yang sensitif, evaluasi dan umpan balik yang terus-menerus, serta keterlibatan seluruh komunitas pendidikan, adalah elemen penting dalam mencapai mutu pendidikan yang optimal. Artikel ini membuktikan bahwa komunikasi yang efektif adalah kunci untuk mencapai mutu pendidikan Islam yang optimal dan relevan dalam menghadapi tantangan zaman
Isbat Nikah Poligami Dan Kawin Belum Tercatat Pada Kartu Keluarga Perspektif Tujuan Hukum Gustav Radbruch
SEMA 3 2018 menyebutkan bahwa isbat nikah poligami tidak dapat diterima meskipun dengan tujuan untuk kepentingan anak, dengan kata lain telah menolak adanya isbat nikah poligami sehingga kecil kemungkinan dikabulkannya isbat nikah poligami. Sedangkan SE Kemendagri dan Dirjen Dukcapil Nomor 472.2/15145/DUKCAPIL telah membuka status baru di dalam KK yaitu status kawin belum tercatat bagi mereka yang pernikahannya belum terdaftar. Kedua surat edaran di atas membuka peluang bagi mereka yang isbat nikah poligaminya ditolak pengadilan kemudian mengambil langkah lain dengan mendaftarkan ke KK dengan status kawin belum tercatat, sehingga secara tidak langsung pernikahan poligaminya diakui secara administratif. Hal tersebut menarik untuk dikaji lebih lanjut dengan melihat dari pandangan tujuan hukum masing-masing surat edaran tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian normatif dengan sifat penelitian deskriptif. Menggunakan teori tujuan hukum Gustav Radbruch sebagai pisau analisisnya. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa ketentuan isbat nikah poligami pada SEMA 3 2018 dan status kawin belum tercatat pada KK di SE Kemendagri dan Dirjen Dukcapil Nomor 472.2/15145/DUKCAPIL memiliki tujuan hukum masing-masing, dimana SEMA 3 2018 lebih mengutamakan unsur kepastian hukum untuk mengurangi terjadinya isbat nikah poligami di masa yang akan datang, sedangkan SE Kemendagri dan Dirjen Dukcapil Nomor 472.2/15145/DUKCAPIL lebih mengutamakan unsur kemanfaatan bagi mereka yang terikat pada aturan adat, jauh dari KUA dan memudahkan urusan administratif
Sinergi Hukum Keluarga Islam Dan Manajemen Pendidikan Dalam Membangun Generasi Berkualitas Dan Harmoni Keluarga Islami
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sinergi antara manajemen pendidikan dan hukum keluarga islam dalam upaya membangun generasi berkualitas dan menciptakan harmoni keluarga islami, untuk mengetahui tantangan dan peluang dalam sinergi manajemen pendidikan dan hukum keluarga islam, untuk mengetahui bagaimana inovasi dan model supaya sinergi bisa berjalan optimal dan langkah sinergi yang harus diambil untuk mewujudkan generasi berkualitas dan harmoni keluarga islami. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Paradigma analisis data dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penyusunan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tantangan dalam sinergi manajemen pendidikan dan hukum keluarga islam adanya perbedaan interpretasi, resistensi atau ketidakpahaman dan keterbatasan sumber daya. Peluang diantaranya pembentukan karakter dan nilai, pendidikan yang holistik, pemberdayaan keluarga dan keselarasan dengan nilai-nilai islam dalam sistem pendidikan. Inovasi dan model diantaranya dengan pengembangan kurikulum terpadu, pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, kolaborasi dengan ahli hukum keluarga islam, program pendidikan orang tua, penggunaan teknologi dan media digital serta penelitian dan pengembangan. Upaya dilakukan melalui cara penyusunan kebijakan yang mendukung sinergi, kolaborasi antara kementerian pendidikan dan institusi hukum islam, pembentukan tim kerja bersama, program pelatihan dan bimbingan, konsultasi dan keterlibatan orang tua dan pembaruan kurikulum. Langkah yang harus diambil untuk mewujudkan generasi berkualitas dan harmoni keluarga islami melalui sinergi manajemen pendidikan dan hukum keluarga islam antara lain pembentukan nilai-nilai islami, integrasi kurikulum, pembelajaran aktif dan praktis, pembinaan dan bimbingan, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat dan penguatan peran guru
Eksistensi Sistem Waris Islam Di Tengah Komunitas Muslim: (Studi Kasus Pembagian Harta Waris di Dusun Alastimur Desa Daun Kecamatan Sangkapura Bawean Gresik)
Indonesia as a country with the largest Muslim population in the world is a country whose inheritance distribution system is dualism and pluralism, meaning that, apart from using the Islamic inheritance system, it also applies a customary inheritance system. This is influenced by several factors, including the diversity of tribes, cultures and customs of the population, so that even though the majority of them are Muslim, the customs and cultural heritage of their ancestors are sometimes still strong and upheld. The focus of this research is: 1) How is the system of inheritance distribution in Alastimur hamlet, Daun village 2) What is the existence of the Islamic inheritance system in the midst of the Muslim community. From the results of this study it is known that the practice of inheritance in the Alastimur hamlet uses two inheritance distribution systems, namely the Islamic inheritance system (faraidh) and the customary system. The method used in this study is descriptive qualitative with a phenomenological approach. Collecting data in this study using interviews and documentation techniques. Data analysis was carried out by means of data reduction, data presentation and drawing conclusions.
Keywords: Faraidh, customary inheritance syste
Kontribusi Kitab Al-Mu’jam Al-Mufahras Karya Arent Jan Wensinck Terhadap Ilmu Takhrijul Hadis
Hadith is indeed the main source of teachings upheld by Muslims. Its existence has existed since the time of the Prophet Saw and supported the development of Islam, until finally all criticisms of the hadith of the Prophet Saw appeared after the death of the Prophet Saw. Orientalists have always been judged badly by many hadith scholars because they judge hadith only with one side, but in fact there are several orientalists who contribute to the process of developing hadith, namely the science of takhrij hadith. The development of takhrijul hadith itself developed rapidly among scholars. It's just that the initial support in this takhrij process uses one of the books of orientalist work to date. This article aims to explain orientalist views on hadith along with academic honesty and study of the book of takhrij by orientalists. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The result of this study is that the role of orientalists in the development of hadith and the science of takhrijul hadith is true. In fact, it is very useful for the study of subsequent hadith, in this study also saw his academic honesty in writing works about Islam, especially hadith
STRATEGI PROMOSI MADRASAH DI MEDIA SOSIAL DALAM MENARIK ANIMO PESERTA DIDIK BARU
In the midst of the rapid demands to keep up with current technological developments, an educational institution is required to continue to innovate in increasing the existence of the institution by promoting through digital media. Promotions uploaded to social media will be able to attract the interest of new students more effectively than only using print media. There are several social media platforms that can be used to promote educational institutions. So then, how can promotion on social media be properly achieved to attract the interest of new students? Of course, it takes planned steps and strategies to achieve all of that. This type of research is descriptive with a qualitative approach. Data collection techniques using semi-structured interviews, non-participant observation, and documentation Data analysis techniques used are data reduction, presentation, and verification. Test the validity of the data using source triangulation techniques, peer discussions, and member checks. The results of the promotion strategy on social media in increasing the interest of new students are influencing the interest of new students, influencing decision-making in choosing schools, facilitating the delivery of information, and increasing the interest of new students.
Keywords: Strategy, Promotion, Social Media, And New Student InterestAbstrak:
Di tengah pesatnya tuntutan mengikuti perkembangan teknologi seperti saat ini, suatu lembaga pendidikan dituntut untuk terus berinovasi dalam meningkatkan eksistensi lembaga dengan promosi melalui media digital. Promosi yang diunggah ke media sosial akan dapat menarik animo peserta didik baru dibandingkan hanya menggunakan media cetak. Beberapa platform media sosial yang dapat dijadikan sebagai tempat mempromosikan lembaga Pendidikan. Maka kemudian bagaimana promosi di media sosial dalam menarik animo peserta didik baru dapat tercapai dengan baik tentu dibutuhkan langkah dan strategi terencana untuk mencapai itu semua. Jenis penelitian berbentuk deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, diskusi teman sejawat, dan member check. Hasil dari strategi promosi di media sosial dalam meningkatkan minat peserta didik baru adalah memengaruhi animo peserta didik baru, memengaruhi pengambilan keputusan dalam memilih sekolah, memudahkan penyampaian informasi, dan meningkatkan minat peserta didik baru.
Kata Kunci: Strategi, Promosi, Media Sosial, Animo Peserta Didik Bar