EJurnal STAI Hasan Jufri Bawean
Not a member yet
    221 research outputs found

    Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Akad Kemitraan Badan Usaha Milik Pesantren Hasan Jufri Bawean Gresik

    Full text link
    Pesantren Hasan Jufri is not only an Islamic educational institution, but also a driving force in improving the community's economy. Therefore, this study describes the following research focus: 1) How does Pesantren Hasan Jufri try to improve the community's economy? 2) What are the state-owned enterprises (BUM) of Pesantren Hasan Jufri that support efforts to improve the community's economy? 3) What are the partnership agreements used by BUM- Pesantren Hasan Jufri to improve the community's economy. This study aims to. 1) Find out the efforts of Pesantren Hasan Jufri in improving the community's economy. 2) Find out what BUM-pesantren Hasan Jufri supports efforts to improve the community's economy. 3) Find out what cooperation agreements are used by BUM-pesantren Hasan Jufri to improve the community's economy. The type of research is descriptive qualitative research. The data in this study were obtained from primary and secondary data. The techniques used in data collection were observation, interview, and documentation techniques. Then analyzed by means of data reduction, data presentation, and then drawing conclusions. The data validity checking technique uses observation extension, triangulation, and increased persistence. The results of this study are: 1) Efforts by Hasan Jufri Islamic boarding school to improve the community's economy: first, opening up employment opportunities by prioritizing alumni and potential communities. Second, the establishment of a business entity that is run through a cooperation agreement between Hasan Jufri Islamic boarding school and the community. 2) Hasan Jufri BUM-Islamic boarding school that supports efforts to improve the community's economy: Main Store, stalls, printing, student equipment stores, Barbershops, hotels, printing, agriculture, and laundry. 3) Partnership agreements used in Hasan Jufri BUM-Islamic boarding school to improve the community's economy: Musyarakah, ijarah, muzara'ah, mukhabarah, wakalah bil ujrah. mudharabah and Jualah

    Analisis Tabungan Tarbiyah Di Bait Al-Mal Wat-Tamwil Usaha Gabungan Terpadu Sidogiri Bawean Dalam Perspektif Hukum Islam

    No full text
    Tabungan Tarbiyah yaitu layanan penyimpanan dan untuk masa depan khusus pendidikan, dimana dan ini dikelolah oleh pihak shohibul maa ldengan bagi hasil kepada nasabah sesuai dengan akad yang telah disepakati terlebih dahulu yaitu akad Mud}a>rabah Musytarakahi. Deposito mud}a>rabah dirancang sebagai sarana untuk investasi bagi masyarakat yang mempunyai dana. Dalam perhitungan nisbah bagi hasil yang menguntungkan dan diberikan setiap bulan,   bisa diambil tunai atau ditransfer kerekening. Penghitungan laba usaha diukur dengan menggunakan prosentase yang disebut dengan Nisbah bagi hasil. Permasalahan yang dikaji dalam penelitia in adalah Bait Al-Mal Wat-Tamwil, Usaha GabunganTerpadu, SidogiriBawean, Dalam Persepektif Hukum Islam. Masalah tersebut diurakan dalam beberapa fokus penelitian bagaimana proses pelaksanaan tabungan tarbiyah di BMT UGT Sidogiri Bawean. Dan apakah tabungan tarbiyah di BMT UGT Sidogiri Bawean sudah sesuai dengan persepektif hukum islam. Metode penelitian yang digunakan dalam peneiti ini adalah metode kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang dgnakan adalah teknik observasi, interview, dan dokumentas. Teknis analisis data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari asil wawancara, catan lapangan. Pengecekan data menggunakan trigulasi pengumpuan data. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa Berdasarkan pola strategi pemasaran yang dilakukan oleh BMT UGT Sidogiri Bawean Sangkapura ini adalah, pemasaran secara brosur, pemasaran sistem melalui alumni Sidogiri, pemasaran melalui instansi,  Sosialisaasi ke Desa-Desa plosok. Untuk Jenis dana produk yang digunakan  di BMT UGT Sidogiri Bawean Sangkapura yaitu simpanan yang berupa tabungan tarbiyah dengan system bagi hasil antara pemilik dana (nasabah) dan pengelola dana ( BMT) &nbsp

    Peran Sistem Informasi Manajemen Pendidikan dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas di Lembaga Pendidikan Islam

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di lembaga pendidikan Islam. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lembaga pendidikan untuk memastikan penggunaan sumber daya yang efisien dan efektif serta meningkatkan kepercayaan dari semua pemangku kepentingan. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana SIM dapat diterapkan di lembaga pendidikan Islam untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan mengkaji literatur, jurnal, dan studi kasus yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIM memiliki peran yang signifikan dalam memfasilitasi akses informasi yang lebih mudah dan cepat, memungkinkan pelaporan yang lebih sistematis dan terstruktur, serta meningkatkan pengawasan dan evaluasi kinerja akademik dan administratif. Namun, implementasi SIM di lembaga pendidikan Islam juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk kurangnya pemahaman dan keterampilan teknologi, keterbatasan sumber daya, resistensi terhadap perubahan, dan masalah keamanan data. Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan strategi yang komprehensif, termasuk peningkatan pelatihan teknologi, manajemen perubahan yang efektif, dan pengembangan protokol keamanan data yang kuat. Penelitian ini menegaskan pentingnya SIM dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas serta memberikan rekomendasi untuk implementasi yang lebih efektif di lembaga pendidikan Islam.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di lembaga pendidikan Islam. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lembaga pendidikan untuk memastikan penggunaan sumber daya yang efisien dan efektif serta meningkatkan kepercayaan dari semua pemangku kepentingan. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana SIM dapat diterapkan di lembaga pendidikan Islam untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan mengkaji literatur, jurnal, dan studi kasus yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIM memiliki peran yang signifikan dalam memfasilitasi akses informasi yang lebih mudah dan cepat, memungkinkan pelaporan yang lebih sistematis dan terstruktur, serta meningkatkan pengawasan dan evaluasi kinerja akademik dan administratif. Namun, implementasi SIM di lembaga pendidikan Islam juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk kurangnya pemahaman dan keterampilan teknologi, keterbatasan sumber daya, resistensi terhadap perubahan, dan masalah keamanan data. Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan strategi yang komprehensif, termasuk peningkatan pelatihan teknologi, manajemen perubahan yang efektif, dan pengembangan protokol keamanan data yang kuat. Penelitian ini menegaskan pentingnya SIM dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas serta memberikan rekomendasi untuk implementasi yang lebih efektif di lembaga pendidikan Islam

    Pelaksanaan Akreditasi Sekolah di SMKF Ikasari Pekanbaru

    No full text
    This research aims to describe the implementation of school accreditation as an effort to ensure the quality of education at SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru. The approach and method used in this research are descriptive qualitative, with data collected through interviews, observations, and document analysis. The data analysis technique employed is qualitative analysis, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This study found that the process of preparing accreditation instruments at SMKF Ikasari Pekanbaru involves well-coordinated steps, including the preparation of forms in accordance with instruments provided by BAN S/M Province. The eight national education standards that are the focus of the accreditation instruments include aspects of content, learning processes, graduate competencies, educator qualifications, facilities and infrastructure, school management, financing, and educational assessment. The main supporting factor in this process is the implementation of a digital-based data system, which increases the efficiency of data collection, while the inhibiting factors include the technological experience gap among teachers and the implementation of accreditation during holidays. With high enthusiasm from the teachers and the collaborative efforts of the accreditation team, SMKF Ikasari Pekanbaru managed to overcome these challenges, ensuring that the accreditation requirements are met according to the set standards, thereby maintaining the school's reputation and future prospectsThis research aims to describe the implementation of school accreditation as an effort to ensure the quality of education at SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru. The approach and method used in this research are descriptive qualitative, with data collected through interviews, observations, and document analysis. The data analysis technique employed is qualitative analysis, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This study found that the process of preparing accreditation instruments at SMKF Ikasari Pekanbaru involves well-coordinated steps, including the preparation of forms in accordance with instruments provided by BAN S/M Province. The eight national education standards that are the focus of the accreditation instruments include aspects of content, learning processes, graduate competencies, educator qualifications, facilities and infrastructure, school management, financing, and educational assessment. The main supporting factor in this process is the implementation of a digital-based data system, which increases the efficiency of data collection, while the inhibiting factors include the technological experience gap among teachers and the implementation of accreditation during holidays. With high enthusiasm from the teachers and the collaborative efforts of the accreditation team, SMKF Ikasari Pekanbaru managed to overcome these challenges, ensuring that the accreditation requirements are met according to the set standards, thereby maintaining the school's reputation and future prospect

    Construction-Normative Analysis: Efforts To Achieve Gender Equality In Working Families

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pencapaian kesetaraan gender dalam keluarga yang bekerja dengan mempertimbangkan pandangan Islam dan pengaruh norma sosial dan budaya. Dengan menggunakan pendekatan Analisis Konstruksi-Normatif digunakan untuk meninjau kritis norma-norma yang ada dan mendorong pemahaman yang lebih kontekstual tentang kesetaraan gender, dengan tujuan mempromosikan prinsip-prinsip kesetaraan dan keadilan dalam keluarga pekerja. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya memahami konteks historis dan maksud dari ajaran Nabi Muhammad SAW untuk menghindari pembentukan hukum yang diskriminatif terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif untuk menganalisa isu kesetaraan gender di antara anggota keluarga yang mengambil bagian dalam angkatan kerja. Penelitian ini mencakup analisis literatur yang mendalam mengenai Konstruksi Sosial-Normatif, dengan fokus pada nilai-nilai kesetaraan dan keadilan di lingkungan keluarga yang bekerja. Data dalam studi ini dikumpulkan dari berbagai artikel dan buku yang relevan dengan topik yang dibahas. Hasil penelitian ini menekankan perlunya penilaian kritis terhadap norma yang ada untuk mendorong kesetaraan dan keadilan serta meminta pemahaman kontekstual teks-teks agama untuk mendukung kesetaraan gender. Dengan mempertimbangkan esensi ajaran Islam yang menekankan kesetaraan universal tanpa memandang jenis kelamin, asal negara, etnis, suku, atau latar belakang keluarga, penelitian ini mengajak untuk melihat setiap individu berdiri pada pijakan yang sama

    Implementasi Ekonomi Syariah Pada Lembaga Keuangan Syariah Di Madura

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip ekonomi syariah pada lembaga keuangan syariah di Madura. Prinsip-prinsip ekonomi syariah, seperti keadilan, transparansi, dan penghindaran riba, memainkan peran penting dalam operasional lembaga keuangan syariah. Penelitian ini memfokuskan pada tiga lembaga utama, yaitu BMTNU, KSPPS NURI, dan BMT Nusantara, Yang mampu mensejahterakan masyarakat. Pendekatan Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk mengukur dampak penerapan prinsip syariah terhadap kinerja lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ekonomi syariah berjalan dengan baik di ketiga lembaga tersebut. Penerapan prinsip syariah, seperti bagi hasil dan keadilan dalam transaksi, secara signifikan meningkatkan kepercayaan nasabah dan kinerja keuangan lembaga. Selain itu, faktor kepatuhan terhadap regulasi syariah juga memperkuat keberhasilan implementasi. Dengan rumus dan variabel ini, penelitian dapat mengukur secara kuantitatif bagaimana penerapan prinsip ekonomi syariah berpengaruh pada kinerja lembaga keuangan di Madura dengan memperhitungkan moderasi kepatuhan syariah. Untuk mengukur hubungan antara implementasi prinsip syariah (X) dan kinerja lembaga keuangan syariah (Y) dengan variabel moderasi kepatuhan syariah (Z), rumus regresi berganda dapat digunakan: Y=α+β1​X1​+β2​Z1​+β3​(X1​×Z1​)+ϵ. Kesimpulannya, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi prinsip ekonomi syariah di BMTNU, KSPPS NURI, dan BMT Nusantara telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan lembaga keuangan syariah di Madura. Rekomendasi utama adalah untuk meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat dan memperkuat kepatuhan terhadap regulasi syariah untuk mempertahankan keberlanjutan lembaga-lembaga tersebut. Kata Kunci:&nbsp

    Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Kepercayaan Diri Terhadap Penyesuaian Diri Santri Baru Kelas Vii Di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran

    No full text
    New students who live in Islamic boarding schools experience various kinds of problems, one of which is adjustment. The problem of lack of adjustment is a problem that is often experienced by students in Islamic boarding schools that only study the yellow book and Islamic boarding schools that provide formal educational institutions. The purpose of this study was to find out whether peer social support and self-confidence can affect the adjustment of new students. This study uses a quantitative approach. The subjects in this study were 33 class VII-F students of SMPI SGJ. the selection of subjects in this study was based on recommendations from the school and counseling teachers. As for the scale of peer social support and self-confidence used as a data collection method, to test the hypothesis using multiple regression tests. From data management it is known that the regression coefficients obtained are: self-adjustment 34,136 + 0,332 peer social support + 0,537 self-confidence. F (2.30) = 32.328, p<0.01 with an R-squared of0.683 shows that peer social support and self-confidence have an influence of 68.3% on self-adjustment, and the remaining 31.7% is influenced by other factors. So the results of this study indicate that the self-confidence variable has a greater influence than the peer social support variable on the adjustment of new students. so it is necessary to increase the confidence of new students so that it is easier in the adjustment proces

    Keharmonisan Rumah Tangga Perspektif Muhammad Abduh Tuasikal

    No full text
     Islamic places significant emphasis on the welfare and prosperity of its followers, necessitating that any legislation enacted must be accompanied by advantageous outcomes. The significance of Islamic teachings is not limited to the domain of worshipping Allah exclusively, but also extends to the realm of human interactions and relationships. As the researcher will discuss, namely the problem of building of harmonious household where all of this has been regulated in Islam. So this writing aims to provide insight regarding tips or tricks so that households can be harmonious up to heaven from the perspective off Muhammad Abduh Tuasikal. The current study utilizes a qualitative research style for data collection by conducting a comprehensive review of scholarly journals, articles, books, and videos authored by Muhammad Abduh Tuasikal. Understanding the responsibilities of one's spouse is one step towards creating a harmonious home, in which the husband must know what his obligations are as well as the wife. The anticipated outcome of this investigation is that it will provide valuable insights to all readers, especially Muslims and as a consideration when there are problems in the household that do not have to end or be resolved by divorce.

    Perencanaan Program Kesiswaan Yang Berkelanjutan Dalam Menyongsong Tuntutan Era Digital

    No full text
    This research identifies several important factors to consider in planning sustainable student programs in the digital age. These factors include the integration of technology in learning, the development of digital competencies for teachers and students, equitable accessibility of technology, protection of student data, the development of relevant curricula, collaboration with external parties, and the maintenance of a balance between technology use and healthy social interaction. Through a literature study approach, this study also identifies several recommendations for the development of sustainable student program planning in the digital era. The recommendations include training and developing digital competencies for teachers, increased access to technology for all students, protection of student data, integration of technology in the curriculum, collaboration between schools and external partners, and emphasis on fundamental educational values.Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan program kesiswaan yang berkelanjutan dalam era digital. Faktor-faktor tersebut mencakup integrasi teknologi dalam pembelajaran, pengembangan kompetensi digital bagi guru dan siswa, aksesibilitas teknologi yang merata, perlindungan data siswa, pengembangan kurikulum yang relevan, kolaborasi dengan pihak eksternal, dan pemeliharaan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan interaksi sosial yang sehat. Melalui pendekatan studi pustaka, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa rekomendasi untuk pengembangan perencanaan program kesiswaan berkelanjutan dalam era digital. Rekomendasi tersebut meliputi pelatihan dan pengembangan kompetensi digital bagi guru, peningkatan akses teknologi bagi semua siswa, perlindungan data siswa, integrasi teknologi dalam kurikulum, kolaborasi antara sekolah dan mitra eksternal, dan penekanan pada nilai-nilai pendidikan yang fundamental

    Strategi Manajemen Hubungan Masyarakat dalam Meningkatan Mutu Lembaga Pendidikan di SMP Plus Cordova Banyuwangi

    No full text
    The role of school public relations in disseminating information and attracting community participation requires good skills, where the communication messages conveyed can really be known and understood by the community or parents of students so that they get a positive image from the community. Apart from that, public relations has a big role in improving quality, namely by communication both in the form of suggestions and criticism from the public as customers of educational services. This research uses qualitative approach with a descriptive type. Information collection uses observation, interviews with relevant parties and documentation. Data analysis techniques include data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the Community Relations Strategy of SMP Plus Cordova in Improving the Quality of Education, namely: 1) Socializing the School Community, 2) Establishing good relationships with student parents, 3) Establishing connections and building partnerships with related institutions or agencies, 4) Holding a Bazaar Entrepreneurship and Educational Exhibitions, 5) Publicizing Information. Obstacles to Managing Community Relations at SMP Plus Cordova Banyuwangi in Improving the Quality of Education, namely: Social media management on YouTube media and school websites is not yet optimal, management of publications on Instagram and TikTok is not yet optimal. Meanwhile, the Challenges of Managing Community Relations at SMP Plus Cordova Banyuwangi are: There are problems in bridging and cooling parents who want their children to change schools even though their children still want to board and go to school.Abstrak yang dikirim ke Aksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam harus jelas, ringkas, dan deskriptif, dengan menggunakan bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, yang terdiri dari 150-250 kata. Abstrak memuat ruang lingkup kajian, tujuan, metode, hasil penelitian dan kesimpulan. Bagian ini terpisah dari artikel, yang ditulis dengan satu spasi, Book Antiqua, ukuran 10, satu spasi. Peran humas sekolah dalam menyebarkan informasi dan menarik partisipasi masyarakat dibutuhkan kecakapan yang baik, dimana pesan komunikasi yang disampaikan benar-benar dapat diketahui dan dipahami oleh masyarakat ataupun orangtua peserta didik sehingga mendapatkan citra positif dari masyarakat selain itu humas memiliki andil  besar terkait peningkatan mutu yaitu dengan komunikasi baik yang bersifat saran maupun kritikan dari masyarakat sebagai pelanggan jasa pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan informasi menggunakan cara obsevasi,wawancara dengan pihak terkait yang bersangkutan dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data didasarkan pada triangulasi data.                                                                           Hasil menunjukkan bahwa Strategi Hubungan Masyarakat SMP Plus Cordova dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, yaitu: 1) Sosialisasi Terhadap Warga Sekolah, 2) Menjalin silaturahmi yang baik dengan wali murid, 3) Menjalin koneksi dan membangun kemitraan dengan lembaga ataupun instansi terkait, 4) Mengadakan Bazar Kewirausahaan dan Pameran Pendidikan, 5) Melakukan Publikasi Informasi.Hambatan Pengelolaan Hubungan Masyarakat SMP Plus Cordova Banyuwangi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, yaitu: Belum maksimalnya pengelolaan media sosial pada media Youtube dan website sekolah, untuk pengelolaan publikasi di instagram dan tiktok sudah maksimal. Sedangkan Tantangan Pengelolaan Hubungan Masyarakat SMP Plus Cordova Banyuwangi, yaitu: Terdapat permasalahan dalam menjembatani dan mendinginkan orangtua yang ingin anaknya boyong (pindah sekolah) meskipun anaknya masih ingin mondok dan sekolah, ataupun sebaliknya

    3

    full texts

    221

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EJurnal STAI Hasan Jufri Bawean
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇