IAI Al-Qolam E-Journal Portal
Not a member yet
    989 research outputs found

    THE ANALYSIS OF CONJUNCTION FOUND IN THE NOVEL “AROUND THE WORLD IN EIGHTY DAYS”BY JULES VERNE: Analisis konjungsi dalam novel Around The World In Eighty Days” karangan Jules Verne

    No full text
    The objectives of this research are to find out the types of conjunction found in the novel “Around the World in Eighty Days” by Jules Verne and to find out the functions of conjunction found in the novel “Around the World in Eighty Days” by Jules Verne. The method used by the writer is descriptive qualitative research. The data sources in this research are taken from the novel “Around the World In Eighty Days” by Jules Verne. The result of this research finds that the types of conjunction found in the novel “Around the World In Eighty Days” by Jules Verne are 7 Additive Conjunction, 18 Adversative Conjunction, 13 Causal Conjunction, 11 Temporal conjunction. While in the novel “Around the World in Eighty Days” by Jules Verne, the functions of conjunction found in the novel “Around the World in Eighty Days” by Jules Verneare to show: addition, equal similar ideas, contrast, alternative choices, reason, result, time, condition, contrast, and comparison. Keywords: Conjunction, Additive, Adversative, Causal, Tempora

    THE EFFECT OF METACOGNITIVE STRATEGY INSTRUCTION ON FIELD-INDEPENDENT AND FIELD-DEPENDENT EFL LEARNERS’ WRITING SKILL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pengajaran strategi belajar metakognitif terhadap kemampuan menulis mahasiswa Bahasa Inggris dengan gaya belajar bebas dan gaya belajar menggantung. Untuk itu rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi-eksperimen. Sejumlah 25 mahasiswa (kelompok kendali) dan 22 mahasiswa (kelompok eksperimen) dipilih sebagai sampel. Intervensi yang diberikan pada kelompok eksperimen adalah pengajaran strategi belajar metakognitif. Berdasarkan kalkulasi statistik independent sample t-test, intervensi tersebut tidak mempengaruhi kemampuan menulis mahasiswa di kelompok eksperimen. baik mahasiswa dengan gaya belajar bebas maupun gaya belajar menggantung tidak memiliki perbedaan nilai rata-rata yang signifikan pada nilai test menulis mereka

    AN ANALYSIS OF MORAL VALUES IN “BAJRANGI BHAIJAAN” HINDI MOVIE

    No full text
    Penelitian ini berjudul difokuskan pada nilai-nilai moral dalam film, yakni dalam film Hindi “Bajrangi Bhaijaan”. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis isi, penelitian ini menganalisis film Bajrangi Bhaijaan dengan dua sumber data, yaitu video film Bajrangi Bhaijaan sebagai sumber utama, dan file yang memakai subtitle sebagai sumber sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga belas nilai moral yang ditemukan dalam film ini, yaitu: kejujuran, pantang menyerah, kepedulian sosial, tanggung jawab, cinta dan kasih sayang, disiplin atau taat aturan, khusyu’ atau taat, toleransi, kerjasama dan solidaritas, berani, menjaga/melindungi, menepati janji, serta patriotisme atau cinta tanah air. Dari menganalisis nilai-nilai moral tersebut diharapkan dapat membangun karakter yang baik dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi setiap individu yang ada di masyarakat, dan diharapkan nilai-nilai moral tersebut dapat diterapkan pada peserta didik dalam dunia pendidikan.Penelitian ini berjudul difokuskan pada nilai-nilai moral dalam film, yakni dalam film Hindi “Bajrangi Bhaijaan”. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis isi, penelitian ini menganalisis film Bajrangi Bhaijaan dengan dua sumber data, yaitu video film Bajrangi Bhaijaan sebagai sumber utama, dan file yang memakai subtitle sebagai sumber sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga belas nilai moral yang ditemukan dalam film ini, yaitu: kejujuran, pantang menyerah, kepedulian sosial, tanggung jawab, cinta dan kasih sayang, disiplin atau taat aturan, khusyu’ atau taat, toleransi, kerjasama dan solidaritas, berani, menjaga/melindungi, menepati janji, serta patriotisme atau cinta tanah air. Dari menganalisis nilai-nilai moral tersebut diharapkan dapat membangun karakter yang baik dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi setiap individu yang ada di masyarakat, dan diharapkan nilai-nilai moral tersebut dapat diterapkan pada peserta didik dalam dunia pendidikan

    STRATEGI DERADIKALISASI AKUN DAKWAH ISLAM PADA MEDIA INSTAGRAM DI INDONESIA

    No full text
    Nowadays, internet makes the dakwa (teaching others about the beliefs and practices in Islamic faith) more effective and simpler rather than conventional way. Dakwa using internet becomes timeless and less boundary. This research sets aim to understand ideological framework used by those dakwa accounts in media social Indonesia. By using qualitative research methods, this research attempts to observe the text within the media social (especially in Instagram). The data is collected based on research participant.Nowadays, internet makes the dakwa (teaching others about the beliefs and practices in Islamic faith) more effective and simpler rather than conventional way. Dakwa using internet becomes timeless and less boundary. This research sets aim to understand ideological framework used by those dakwa accounts in media social Indonesia. By using qualitative research methods, this research attempts to observe the text within the media social (especially in Instagram). The data is collected based on research participant

    Optimalisasi Peran Pembiayaan Produktif Bank Syariah Bagi UMKM di Indonesia

    Get PDF
    Productive financing are very important in Indonesia, considering that in Indonesia there are around 52 million MSMEs . This study aims to determine the development and optimization of productive financing products in Islamic Banks towards MSMEs.This research is qualitative by using documentation techniques in data collection. Data analysis was performed using qualitative procedures. The results of this study found that the optimization of productive financing of Islamic Banks for MSMEs is still not optimal due to the financing of Islamic banks for MSMEs not being a priority and financing of Islamic banks in the consumer sector is still dominant

    PERLINDUNGAN NASAB DALAM TEORI MAQASHID SYARIAH: Achmad Beadie Busyroel Basyar

    Get PDF
    Kemaslahatan sebagai inti dari maqâshid al-syarî‘ah, memiliki peranan penting dalam pengembangan hukum Islam. Sebab hukum Islam diturunkan dengan tujuan untuk menghadirkan kemaslahatan manusia baik di dunia maupun di akhirat. Salah satu kemaslahatan yang diayomi adalah perlindungan nasab. Nasab adalah fitrah manusia, karena manusia memiliki naluri beregenerasi. Di sisi lain, manusia memiliki fitrah kepatuhan kepada Tuhan. Sehingga dua fitrah tersebut terakumulasi pada perlindungan nasab. Perlindungan nasab berkenaan dengan kuantitas di satu sisi, dan kualitas di sisi lain. Proporsional titik yang tepat dari keduanya dilihat dari lingkup realitas yang terikat. Perlindungan nasab tidak hanya pada regenerasi saja, tapi juga mencakup pada segala perantara (wasilah) yang menunjangnya, baik pada kuantitas maupun kualitas. Pun demikian, perlindungan nasab mengakomodir sisi potensi ke depan (janib al-wujud) untuk dioptimalkan, dan sisi riil terkini untuk dipertahankan (janib al-’adam)

    PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG PARAMETER KEDEWASAAN PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN PERSPEKTIF MASLAHAH AL-MURSALAH: A’YUNINA MAHANANI

    No full text
    Based on data from the office of religious affairs Wonodadi’s Subdistrict, Regency of Blitar, that in the Kolomayan, Pikatan and Wonodadi villages, population women’s marriage under twenty years old more than other villages. In the third this village, not only many the wealthy but also the poor. This research aims to analyze opinion of societies about criterion women’s maturities as well as who have background santri and non santri in marriage. And then, to analyze attitude of societies about women’s maturities in marriage. The results of this research showed that, opinion of societies about parameter women’s maturities in marriage; the ability in differentiate between benefit and mudharat; the women’s age to marriage are twenty one years old and twenty five years old for men; became a good mother and wife. having attitude each understand, and adequate in financial and emotional. While attitude of societies about women’s maturities in marriage are motivating of education of pesantren, give information about maturity in marrigae to the young; the role of families to build of character of child, and marriage in mature of age

    ANALISA HUKUM HAJI BAGI WANITA YANG DALAM MASA IDDAH MENURUT IMAM HANAFI

    Get PDF
    Abstract Hajj is the dream of every muslim, even more so if a muslim has met the obligatory requirements for Hajj. Someone who has met the requirements of the hajj is obliged to carry out the service, therefore every year this pilgrimage has increased drastically which results in a prospective pilgrim having to be patient waiting in line for the hajj departure. From this, problem arise especially for a woman,  one of which is the iddah period, a woman who is currently carrying out thee iddah period is  stil  allowed to perform  the haj pilgrimage or has to  postpone her departure until she finishes her iddah  period. The question of whether  or not  the implementation of hajj for a woman who is in the  period of iddah  because she ws  divorced or leftt  ded by  her husband is  still disputed among the scholars. Some scholars alllow and give  relief  to perform hajj,  and some do not allow for the reason  that during the iddah time a woman must remain in her iddah house. Therefore this article was made  to know the law of  performing hajj for  women in  the  period of iddah according to imam hanafi to resume.   Keyword : Mandatory hajj requirements, the iddah period, the law of the hajj     Abstrak Ibadah haji merupakan dambaan setiap muslim, terlebih lagi jika seorang muslim tersebut sudah memenuhi syarat wajib haji. Seseorang yang sudah memenuhi syarat haji diwajibkan untuk menjalankan ibadah tersebut, maka dari itu setiap tahun ke tahun ibadah haji ini mengalami kenaikan secara drastis yang mengakibatkan seorang calon jamaah haji  harus bersabar menunggu antrian pemberangkatan haji. Dari hal ini muncul permasalahan khususnya pada seorang perempuan, salah satunya yaitu masa iddah, perempuan yang sedang menjalankan masa iddah tetap diperbolehkan melaksanakan ibadah haji atau harus ditunda keberangkatannya hingga ia selesai dari masa iddah nya. Persoalan boleh tidaknya pelaksanaan haji bagi seorang wanita yang sedang dalam masa iddah karena ditalak maupun ditinggal mati suaminya ini masih diperselisihkan diantara para ulama. Sebagian ulama membolehkan dan memberi keringanan untuk tetap melaksanakan ibadah haji, dan sebagiannya lagi tidak membolehkan dengan alasan dalam masa iddah seorang wanita harus tetap berada di rumah iddah nya. Oleh karena itu, artikel ini dibuat untuk mengetahui Hukum Pelaksanaan Haji bagi Wanita dalam Masa Iddah menurut Imam Hanafi.   Kata Kunci: Syarat Wajib Haji, Masa Iddah, Hukum Haji

    KELOMPOK USAHA BERSAMA SUMBER PRODUKSI: Pelatihan Pembuatan Produk Olahan Kelapa Menjadi Serundeng

    Get PDF
    Dusun Sumber Pucung, Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Malang mempunyai potensi alam yang melimpah, salah satunya kelapa. Akan tetapi warga setempat hanya menjual kelapa secara mentahan atau dijual kelapa mudanya. Karena kelapa memiliki harga yang fluktuatif dan tergantung musim, masyarakat tidak menjadikan kelapa sebagai sumber penghasilan ketika kemarau tiba. Adanya potensi sumber daya alam yang baik dan sumber daya manusia  yang masih dapat dioptimalkan mendorong mahasiswa KKN Kelompok 2 Tulungrejo untuk membantu mengatasi masalah di atas dengan kegiatan pelatihan pembuatan kelapa menjadi serundeng. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah warga dusun Sumber Pucung, Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Malang. Metode  pendekatan  dilakukan dengan  survey wilayah untuk melihat  kondisi riil di  lapangan,  selanjutnya  dilakukan persiapan dan koordinasi dengan warga setempat untuk merencanakan pelaksaan  kegiatan, dan kemudian persiapan modul  pelatihan  berupa  cara atau prosedur pembuatan serundeng. Produk yang dihasilkan kelompok usaha bersama ini adalah Serundeng Kondang Iwak dengan varian rasa ikan tuna dan ayam, selanjutnya dibentuk Kelompok Kerja Produksi, pelatihan UMKM di Kampus IAI Al-Qolam, peresmian rumah produksi “Sumber Produksi”, dan penyerahan hibah spinner serundeng. Kata Kunci: Pelatihan, Kelapa, Serundeng

    PROSES BERMAIN MATEMATIKA AWAL DI RA MIFTAHUL HUDA NGASEM NGAJUM-MALANG

    Get PDF
    The mathematical play process aims to describe the difficulties encountered while playing mathematics and describe the success stages of the initial mathematical play process. The research method used is descriptive-qualitative approach. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The results showed that the early mathematical play process emphasized cognitive development in early childhood. Learning difficulties faced by early childhood through internal and external factors. The application of the first stage of  teacher is able to master the basic concepts of mathematics, the second stage of the level of analysis of children in the process  learning mathematics is seen in play activities and the third stage provides motivation, guidance, direction according to the needs of children through the empowerment of learning media resources related to the initial mathematical material. Based on the results of analysis it can be concluded that there is a successful process of early mathematics learning at RA Miftahul Huda Ngase

    791

    full texts

    989

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAI Al-Qolam E-Journal Portal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇