IAI Al-Qolam E-Journal Portal
Not a member yet
    989 research outputs found

    Kontribusi Hukum Terhadap Perkembangan Perekonomian Nasional Indonesia

    Full text link
    Globalisasi perekonomian dewasa ini telah melahirkan berbagai kejadian baru dalam perkembangan ekonomi dunia yaitu terjadinya era pasar bebas Internasional, interdepedensi sistem baik dalam bidang politik maupun bidang ekonomi, lahirnya berbagai lembaga ekonomi Internasional, pengelompokkan negara dalam kawasan ekonomi regional, maju pesatnya pelaku ekonomi Trans Nasional Corperation, lahirnya Military Industrial Complek dan sebagainya. Hal ini tidak dapat dilaksanakan dalam kevakuman hukum dan kaedah-kaedah hukum sangat diperlakukan untuk mengatur mekanisme hubungan agar tidak menjadi konflik kepentingan dalam pembangunan ekonomi suatu bangsa. Seandainya konflik betul-betul terjadi, maka pranata hukumlah yang dapat dipergunakan sebagai alat untuk menyelesaikannya. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap peran atau kontribusi Hukum terhadap perkembangan perekonomian khususnya  di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan dokumentasi dan studi literatur sebagai metode pengumpulan data. Penelitian ini menarik kesimpulan kontribusi hukum terhadap perkembangan perekonomian nasional di Indonesia sangat berpengaruh dalam fungsinya sebagai pembatas dalam segala kegiatan perekonomian agar kegitan perekonomian berjalan sesuai koridor dan batasan-batasan tertentu, demi terciptanya perekonomian yang adil dan merata

    MAKNA DALAM DEIKSIS: TINJAUAN SEMANTIK-PRAGMATIK DAN MA’ĀNI

    Full text link
    Urgensitas pemahaman terhadap makna dalam sebuah ujaran begitu sangat terasa, baik pada skala teks maupun konteks. Sebab, sejatinya amanat dalam proses komunikasi harus terterjamahkan secara utuh (ÙƒØ§ÙØ©), baik pada sisi bentuk (مبنى) maupun dalam dimensi isi (معنى), sehingga tujuan dan pesan dalam tuturan penutur kepada mitra tutur dapat tersampaikan. Hanya saja, penelusuruan makna ini tidak cukup cuma diraba lewat kajian semiotik, dan sintaksis belaka, namun harus beranjak lebih lebar kepada studi semantik, dan pragmatik atau dalam konteks bahasa Arab bukan saja gramatika Arab, dan morfologi Arab, tetapi harus lebih bergeser kepada kajian ma’Äni. Salah satu hal nyata dalam struktur bahasa yang memerlukan analisa konteks di luar bentuk kebahasaan adalah gejala deiksis. Memahami acuan dalam deiksis dengan pendekatan gramatikalisasi unsur-unsur (feature) dari konteks ujaran (contex of uttereance) atau peristiwa tutur (speech event) merupakan langkah yang wajib niscaya. Makanya, perolehan refren deiksis sangat bergantung terhadap kepiawaian dan tingkat sensitifitas seseorang menangkap konteks yang melingkupi ujaran yang diucapkan. Pada tataran inilah, kajian semantik-pragmatik atau ma’Äni (dalam bahasa Arab) dalam konteks eksplorasi makna pada deiksis menjadi bagian yang tidak boleh dipandang sebelah mata.  Kata kunci: makna, semantik-pragmatik, ma’Äni, deiksis. Â

    MENINGKATKAN PEMBELAJARAN BERPIDATO DENGAN METODE PEMODELAN DI KELAS IX-A MTS MIFTAHUL ULUM KANIGORO KECAMATAN PAGELARAN KABUPATEN MALANG

    No full text
    One form of conversational skills are addressed. In this study, using the method of modeling speech learning. The goal of improving the process and learning outcomes addressed by the modeling method. This research method is class action research that shaped the implementation cycle, and each cycle carried out the plan, action, observation, and reflection. Data obtained from the action observation and interview, then analyzed to determine the advantages and disadvantages. Qualitatively, addressing the learning process increased, and quantitatively, addressing the learning outcomes also increased.Key words: learning speech, modeling methods, mt

    PERANAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN MORAL BANGSA

    Full text link
    Humanistic education is expected to improve human spirituality by sending the humankind back to their nature as the superior creature. ‘Humanistic human’ produced by humanistic education is supposed to be able to think, feel, sense and act based on the humane noble values, instead of individualism and egoism.The youth have courage, open-mind as well as abundant of vitality and dynamics. That’s why they’re called the hope of the nation. The development of morality and creativity of the youth can be conducted simultaneously with the development of Islamic education in family, school, and community in order to create supportive, educative atmosphere. This, in turn, reflects the ideal, integral, and culturally rooted Islamic education. This can also liberate the youth from the shackle of infidelity, poverty, violence, as well as immorality.It’s the duty of the youth to have intelligent capability, braveness, honesty and loyalty towards the values of the truth. The youth are the future leaders, they hold the destiny of the nation.Keywords: Islamic education, humanist, yout

    TUHAN DALAM FILSAFAT DIALOG MARTIN BUBER

    Full text link
    Martin Buber is one of those prominent philosophers who offer alternatives to the problem of the distanced or separated view of objects. This view has rooted in the Eastern world, thanks to the Cartesian modern philosophy and the increasingly development of science.The Philosophy of Dialogue is Buber’s proposal to overcome the problem of subject-object distancedness and separatedness. The Philosophy of Dialogue argues that reality is “relationâ€. There are two kind of relations, according to Buber: I-Thou and I-It relation. The I-Thou relation is human experience as a totality; an original, spontaneous, unpretended and uninterested one that gives effect to the subject and the object as such. The I-It relation, on the contrary, is a distanced and power-pretended relation. It is the later relation that dominates philosophy and science in nineteenth century.Human has a central and fundamental place in Buber’s metaphysical concept of “relation†because the whole beings exist in human’s encounter toward them. Buber’s view about human nature, therefore, is the most basic of his entire philosophical thought.This philosophical standpoint enables Buber to begin his formulation on philosophy of religion. Buber expresses God as The Eternal Thou. With this expression, The Eternal Thou, Buber wants to move beyond all manifestations of human’s belief of God because it is not the understanding about God that Buber is pointing at, but the dialogical moment between man and God. Buber also argues that the only way to express the encounter with The Eternal Thou is by using paradoxical language. Only this paradoxical language can touch the most sublime side of that encounter.Keywords: Martin Buber, Filsafat Dialog, Relasi I-Thou dan I-It, The Eternal Thou, Bahasa Parado

    REORIENTASI PEMAHAMAN PENDIDIKAN ISLAM DI SEKOLAH

    No full text
    Pengembangan Pendidikan Agama Islam di Indonesia dibedakan menjadi empat; pesantren, majlis ta’lim, madrasah, dan lembaga akademik (perguruan tinggi). Masing-masing kelembagaan tersebut tentunya memiliki karakteristik sesuai dengan porfermen masing-masing. Pesantren merupakan lembaga yang mengembangkan ilmu-ilmu keislaman paling tua di Indonesia, yang hingga kini masih eksis sesuai dengan model pembelajaran kyai pengasuh yang sekaligud penguasa tunggal masing-masing dan tetap dibuthkan oleh masyarakat dimana pesantren berada. Model pembelajarannya mengikuti karakter kyai-nya dan kyai-nya mengikuti kyai-nya begitu seterusnya. Majlis ta’lim merupakan lembaga yang sifatnya non formal, dengan tujuan utama mensosialisasikan pendidikan agama Islam di tengah-tengah masysrakat. Sementara Madrasah merupakan lembaga pendidikan agama Islam yang berusaha mengkompromikan sistem pendidikan pesantren dan sistem pendidikan Nasional dengan misi utama memadukan pengetahuan agama dan pendidika umum yang notabena diasusmsikan bersumber dari negara barat. Sedangkan perguran tinggi Islam merupakan lembaga akademik yang misi utamanya mencetak intlektual muslim.Pendidikan Agama Islam saat ini di sekolah sedang menghadapi tantangan yang cukup serius, sebagaimana upaya pemerintah menyelenggarakan pendidikan agama pada semua jenis, jalur dan jenjang pendidikan yang semuanya itu mendapatkan apresiasi posisitif dari berbagai fihak. Orientasi pendidikan Agama Islam di Sekolah adalah untuk mencetak hamba Allah di muka bumi ini menjadi khalifah fi al-ardl sekaligus untuk lebih memberikan penajaman potensi fitrah manusia secara maksimal menuju kedewasaan intelektual (intellectual ability), kematangan emosional (emotional ejurity).Kata Kunci: Reorientasi,  Pendidikan Agama Islam, tarbiyah

    HIBRIDISASI BUDAYA JAWA: SEBUAH RENUNGAN DALAM PERSPEKTIF CULTURAL STUDIES

    No full text
    Globalisasi dapat diartikan pula proses homogenisasi nilai. Tata nilai dari berbagai sumber berkontestasi, saling mengisi hingga terjadi hibridasi budaya, tidak terkecuali budaya Jawa. Berangkat dari kegelisahan inilah tulisan ini bertolak. Kegelisahan akan terpinggirkannya budaya Jawa di era boerderless ini membawa pada satu pertanyaan apakah budaya Jawa ini bisa survive atau justru akan tergeser oleh tata nilai baru yang mencerabut budaya Jawa dari pemiliknya? Serta bagaimana strategi kebudayaan yang harus menjadi perhatian agar budaya Jawa dapat melakukan harmonisasi dengan tata nilai yang lain sehingga menghasilkan manusia Jawa Baru yang tidak kehilangan kejawaannya sekaligus tidak teralienasi sebagai anggota manusia kesejagatan. Tulisan menawarkan pendidikan enkulturasi, yakni pendidikan yang perlu mengorientasikan pembentukan manusia yang berbudaya. Dengan strategi ini manusia Jawa perlu diperkenalkan cara pandang sampai kesenian sehingga tidak ada satu komponen ilmu pengetahuanpun yang terlepas dari budaya Jawa. Dengan cara itu proses hibridasi yang menghasilkan manusia Jawa Baru akan terwujud.Keyword: globalisasi, budaya Jawa, enkulturas

    UPAYA REFORMASI PENDIDIKAN MELALUI IMPLEMENTASI SCHOOL BASED MANAGEMENT DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

    Full text link
    Seiring dengan perkembangan zaman yang terus berubah menuju ke arah kemajuan, dalam era persaingan yang semakin bebas, lembaga pendidikan dituntut untuk dapat memberikan kualitas pendidikan yang bermutu karena lembaga pendidikan yang kurang bermutu lama kelamaan akan ditinggalkan oleh masyarakat dan tersingkir dengan sendirinya. Bentuk dari upaya peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan  menetapkan kebijakan Manajemen berbasis sekolah (School Based Management) yang merupakan salah satu isu yang kuat didorong ke permukaan dalam konteks implementasi gagasan reformasi pendidikan yang direfleksikan dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan  Nasional, sebagai kebijakan afirmatif terhadap UU No. 22 tahun 1999 yang mengotonomisasikan sektor pendidikan pada daerah. Agar tidak terjadi sistem yang sentralistik di pemerintah daerah, maka pemerintah mendorong otonomi itu diimplementasikan pada tingkat sekolah, yang melibatkan kepala sekolah , guru ,orang tua siswa, siswa dan masyarakat dalam proses pengambilan berbagai keputusan untuk meningkatkan mutu pendidikan yang ada di sekolah.Kata Kunci: Reformasi Pendidikan, School Based Management, Mutu Pendidikan

    MEMBANGUN METODOLOGI PENELITIAN MATAN HADITS

    Full text link
    Hadith as a search data is a complicated job and need for a sufficient knowledge. As a data, the Hadith is an object of study already had an established methodology building, except the validity of the Matan. Not many references are trying to organize in a concrete methodology, except for some general criteria. As the data semantically, Matan has two side studies; lafdzì and ma'nawì. This two associated with two criterion validity of the data Hadith; Syadz and 'illat. Syàdz research can only be done, if there are two or more conflicting data of hadith. And in illat conditions, the formulation of criteria for the data appear as “false hadithâ€, all of which are related to the condition of Matan.Keywords: Hadith Study, criterion validity, Matan of Hadit

    791

    full texts

    989

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAI Al-Qolam E-Journal Portal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇