IAI Al-Qolam E-Journal Portal
Not a member yet
989 research outputs found
Sort by
Konsepsi Konselor Islami: Tugas dan Kompetensi
Konseling Islam adalah metode untuk memahami, mengarahkan, dan membantu orang dalam menyelesaikan masalah kehidupan yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam. Gagasan mendasar tentang konselor Islam dibahas dalam artikel ini, beserta tugas-tugas yang harus dilakukan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukannya dengan sukses. Konselor Islam memasukkan prinsip-prinsip Al-Qur'an dan As-Sunnah ke dalam sesi konseling mereka, berperan sebagai pendamping spiritual dan penyedia solusi. Tanggung jawab utama konselor Islam meliputi membantu klien dalam memahami masalah dari perspektif Islam, menawarkan inspirasi yang didasarkan pada prinsip-prinsip monoteistik, dan membantu klien dalam penyembuhan spiritual dan mental mereka. Kemahiran dalam ilmu syariah, psikologi, dan komunikasi interpersonal termasuk di antara kompetensi yang diperlukan. Esai ini menyoroti perlunya memiliki kepribadian yang bermoral karena konselor Islam perlu memberikan contoh positif bagi klien mereka. Konselor Islam dapat menjadi agen perubahan yang kuat yang membantu orang dalam mencapai keseimbangan emosional, spiritual, dan sosial jika mereka memiliki keterampilan yang diperlukan.Konseling Islam adalah metode untuk memahami, mengarahkan, dan membantu orang dalam menyelesaikan masalah kehidupan yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam. Gagasan mendasar tentang konselor Islam dibahas dalam artikel ini, beserta tugas-tugas yang harus dilakukan dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukannya dengan sukses. Konselor Islam memasukkan prinsip-prinsip Al-Qur'an dan As-Sunnah ke dalam sesi konseling mereka, berperan sebagai pendamping spiritual dan penyedia solusi. Tanggung jawab utama konselor Islam meliputi membantu klien dalam memahami masalah dari perspektif Islam, menawarkan inspirasi yang didasarkan pada prinsip-prinsip monoteistik, dan membantu klien dalam penyembuhan spiritual dan mental mereka. Kemahiran dalam ilmu syariah, psikologi, dan komunikasi interpersonal termasuk di antara kompetensi yang diperlukan. Esai ini menyoroti perlunya memiliki kepribadian yang bermoral karena konselor Islam perlu memberikan contoh positif bagi klien mereka. Konselor Islam dapat menjadi agen perubahan yang kuat yang membantu orang dalam mencapai keseimbangan emosional, spiritual, dan sosial jika mereka memiliki keterampilan yang diperlukan
Pelatihan Pembuatan Video Produk SMK Modern Al-Rifa’ie untuk Meningkatkan Pemasaran Digital
SMK Modern Al-Rifa’ie telah memiliki produk unggulan barang dan jasa sesuai dengan program keahlian, namun selama ini beberapa siswa masih kesulitan dalam membuat video produk. Oleh karena itu dilakukan pengabdian pelatihan pembuatan video produk dengan tujuan dapat meningkatkan pemasaran digital dari produk yang telah dihasilkan. Metode pelaksanaan pengabdian melalui beberapa tahapan, diantaranya adalah tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengabdian ini dilakukan 2 hari dengan 2 sesi di tiap harinya. Berdasarkan hasil evaluasi dari pengabdian ini siswa menyambut baik pelatihan ini dan bersemangat mempelajari hal-hal baru. Dengan Kemampuan siswa dalam penyusunan video produk ini dapat terus dikembangkan sehingga bisa meningkatkan pemasaran produk unggulan dari masing-masing program keahlian di SMK Modern Al-Rifaie
PENDIDIKAN ISLAM BERKEADILAN GENDER BERBASIS MAQASHID SYARI’AH LI al-NISA’ PERSPEKTIF TRILOGI KUPI
This research aims (1) to analyze how the maqashid syariah li al nisaa' approach can be used as a method for interpreting texts in efforts to protect women's educational rights and (2) find out the concept of gender-equitable Islamic education based on maqashid syariah li al nisaa with Trilogy KUPI approach. This research use literature review and the content analysis was used for the data analysis. The findings of this study are: (1) The maqashid syariah li al nisaa' approach as a method for interpreting texts to protect women's educational rights involves starting with the text, then applying it to the context, with the maqashid syariah being read through a gender perspective. (2) the concept of gender-equity Islamic education based on maqashid sharia li al nisaa with the KUPI trilogy approach, namely the concept of mubadalah in Islamic educational leadership, the concept of true justice in the accessibility of Islamic education and the concept of ma'ruf in eliminating violence against women in the process of Islamic education. Novelty in this study is the concept of gender-equitable Islamic education based on maqashid sharia li al nisaa in the perspectif of ma'ruf, mubadalah and true justice.This research aims (1) to analyze how the maqashid syariah li al nisaa' approach can be used as a method for interpreting texts in efforts to protect women's educational rights and (2) find out the concept of gender-equitable Islamic education based on maqashid syariah li al nisaa with Trilogy KUPI approach. This research use literature review and the content analysis was used for the data analysis. The findings of this study are: (1) The maqashid syariah li al nisaa' approach as a method for interpreting texts to protect women's educational rights involves starting with the text, then applying it to the context, with the maqashid syariah being read through a gender perspective. (2) the concept of gender-equity Islamic education based on maqashid sharia li al nisaa with the KUPI trilogy approach, namely the concept of mubadalah in Islamic educational leadership, the concept of true justice in the accessibility of Islamic education and the concept of ma'ruf in eliminating violence against women in the process of Islamic education. Novelty in this study is the concept of gender-equitable Islamic education based on maqashid sharia li al nisaa in the perspectif of ma'ruf, mubadalah and true justice
Digital Tribes: An Ethnographic Study of English Learning in Virtual Reality Gaming Communities
This study investigates informal English as a Foreign Language (EFL) learning in immersive virtual reality (VR) environments, focusing on play-based interactions within a community of DVVerb users in VRChat. The research aims to examine how language development, identity formation, and peer interaction emerge in unstructured virtual spaces. Employing a qualitative virtual ethnography approach, data were collected through 90 hours of participatory observation, twelve semi-structured voice interviews, and multimodal artifact analysis. Findings indicate that VRChat serves as an affinity space that promotes meaningful, self-directed English practice beyond formal instruction. Participants reported improvements in speaking fluency, pragmatic competence, and sociocultural awareness through game-based tasks, role-play with avatars, and peer scaffolding. Avatars and spatial cues reduced speaking anxiety and encouraged risk-taking, while regular social rituals, such as storytelling nights and team quests, provided continuous language opportunities and peer feedback. Challenges included ineffective language use, potential disruptions, technological limitations, and reliance on learner motivation. The study concludes that VR environments offer rich, immersive contexts for informal EFL learning, supporting autonomous, socially mediated, and experiential development. These findings have practical and theoretical implications for digital language education, demonstrating that virtual “digital tribes” can foster community-based learning and complement traditional classroom instruction
Pengaruh Pendidikan dan Pengeluaran Per Kapita terhadap Pengangguran Terbuka di Indonesia
Pengangguran terbuka merupakan salah satu indikator utama ketidakseimbangan pasar tenaga kerja yang dapat berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Meskipun pendidikan dan tingkat kesejahteraan ekonomi sering kali dianggap sebagai kunci utama dalam meningkatkan kualitas dan serapan tenaga kerja, efektivitasnya masih menjadi perdebatan, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persentase penduduk usia 25 tahun ke atas yang berpendidikan SMA ke atas dan pengeluaran per kapita terhadap tingkat pengangguran terbuka di 38 provinsi di Indonesia pada tahun 2024. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode regresi linier berganda, serta pengujian asumsi klasik untuk memastikan kelayakan model statistik. Data sekunder diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua variabel independen tidak memiliki pengaruh signifikan secara statistik terhadap tingkat pengangguran terbuka, baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi (R²) yang rendah sebesar 0,0289 menunjukkan bahwa pendidikan dan pengeluaran per kapita hanya mampu menjelaskan sekitar 2,89% variasi tingkat pengangguran terbuka antarprovinsi. Visualisasi melalui scatter plot dan analisis residual juga mendukung temuan tersebut. Hasil ini mengindikasikan bahwa pendidikan formal dan indikator kesejahteraan ekonomi saja belum cukup untuk menjelaskan kompleksitas masalah pengangguran di Indonesia. Diperlukan pendekatan multidimensional yang mempertimbangkan faktor struktural seperti jenis industri dominan, mobilitas tenaga kerja, serta efektivitas kebijakan ketenagakerjaan daerah
Kondisi Kehidupan Pedesaan Terhadap Tantangan Pembinaan Muallaf (Studi Kasus Interaksi Masyarakat Dusun Parasung Desa Paramasan Bawah): Case Study of Society Interaction in Parasung, Paramasan Bawah, Banjar, South Kalimantan
This research aims to find out the challenges of Muallaf development based on the background and conditions of the research location. The location of this research is Parasung Hamlet, Paramasan Bawah Village, Paramasan Subdistrict, Banjar Regency, South Kalimantan. This is a remote area, far from the city center, so the hamlet and village where this research is located are rarely touched by people outside their area. This research uses descriptive qualitative method. The data presented is based on the results of field research with data collection techniques including observation, unstructured interviews and documentation, then the data obtained and collected are then processed and presented along with their interpretations. The results of this study indicate that all aspects of human life have their own roles to play in the development and management of muallaf. The many challenges in the development of Muallaf need to be dealt with on an ongoing basis and it is very necessary to be a concern among fellow human beings and especially by authorized institutions in order to create equality in the welfare of society.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan pembinaan Muallaf berdasarkan latar belakang dan kondisi lokasi penelitian. Lokasi penelitian ini adalah Dusun Parasung, Desa Paramasan Bawah, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Daerah ini merupakan daerah terpencil, jauh dari pusat kota, sehingga dusun dan desa tempat penelitian ini jarang terjamah oleh orang-orang di luar daerahnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang disajikan berdasarkan hasil penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data antara lain observasi, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi, kemudian data yang diperoleh dan dikumpulkan kemudian disunting dan disajikan beserta interpretasinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua aspek kehidupan manusia memiliki peran tersendiri dalam pembinaan serta terbinanya muallaf. Banyaknya tantangan dalam pembinaan muallaf perlu ditangani secara berkesinambungan dan sangat perlu menjadi perhatian antar sesama manusia dan terutama oleh lembaga yang berwenang agar terciptanya pemerataan kesejahteraan masyarakat
artikel Ilmiyah PELESTARIAN MOTIF BATIK WRINGIN LAWANG DALAM UPAYA MENGENALKAN DAN MELESTARIKAN BUDAYA MAJAPAHIT DI KABUPATEN MOJOKERTO: Pendekatan Budaya dan Strategi Pengembangan Kreatif Masyarakat Lokal dalam Konteks Warisan Budaya Takbenda
The preservation of the Wringin Lawang Batik motif as a means to introduce Majapahit culture in Mojokerto. The background of this research is based on the importance of preserving the Majapahit cultural heritage which is the historical identity of the Trowulan area, one of the centers of the glory of the Majapahit kingdom. The Wringin Lawang Batik motif is inspired by the architectural form of the Wringin Lawang Gate, a symbol of past greatness and glory, thus having high historical and philosophical value. The focus of this research is to understand the symbolic meaning and cultural values contained in the batik motif and examine the various preservation efforts undertaken by craftsmen and related parties. The research approach uses a qualitative approach with a theoretical basis for the preservation of local culture and identity, which emphasizes the importance of cultural sustainability through adaptation and innovation without losing its original value. Data collection methods are carried out through in-depth interviews and direct observation of batik craftsmen, cultural figures, and local governments involved in the preservation program. The results of the study indicate that the Wringin Lawang Batik motif is not just a work of art, but also an educational medium that introduces the history of Majapahit to local communities and tourists. Preservation efforts are carried out through collaboration between artisans, the local government, and local communities, including training, cultural festivals, and batik tourism promotions. In conclusion, the preservation of the Wringin Lawang batik motif plays a crucial role in strengthening Mojokerto's cultural identity while sustainably preserving the legacy of the Majapahit civilization.Pelestarian motif Batik Wringin Lawang sebagai sarana pengenalan budaya Majapahit di Mojokerto. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya melestarikan warisan budaya Majapahit yang merupakan identitas historis daerah Trowulan, salah satu pusat kejayaan kerajaan Majapahit. Motif Batik Wringin Lawang terinspirasi dari bentuk arsitektur Gapura Wringin Lawang, simbol kebesaran dan kejayaan masa lalu, sehingga memiliki nilai historis dan filosofis yang tinggi. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami makna simbolis dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam motif batik serta mengkaji berbagai upaya pelestarian yang dilakukan oleh perajin dan pihak terkait. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan teori pelestarian budaya dan identitas lokal, yang menekankan pentingnya keberlanjutan budaya melalui adaptasi dan inovasi tanpa kehilangan nilai aslinya. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung kepada perajin batik, tokoh budaya, dan pemerintah daerah yang terlibat dalam program pelestarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Batik Wringin Lawang bukan sekadar karya seni, tetapi juga media edukasi yang memperkenalkan sejarah Majapahit kepada masyarakat lokal dan wisatawan. Upaya pelestarian dilakukan melalui kolaborasi antara perajin, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat, termasuk pelatihan, festival budaya, dan promosi wisata batik. Kesimpulannya, pelestarian motif batik Wringin Lawang berperan krusial dalam memperkuat identitas budaya Mojokerto sekaligus melestarikan warisan peradaban Majapahit secara berkelanjutan
Analisis Kesulitan Mahasiswa dalam Menulis Karya Ilmiah di Program Studi Tadris Bahasa Indonesia
This study aims to identify various difficulties faced by final semester students of the Indonesian Language Education Study Program in writing scientific papers. The method used in this study is descriptive qualitative. The primary data in this study are the results of answers to questionnaires distributed by researchers to representatives of 10 students who have finished writing scientific papers in the Indonesian Language Education Study Program. while the data collection techniques used in this study are: interviews, questionnaires and documentation. The data analysis techniques in this study consist of three flows, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are that the majority of respondents experience various difficulties in writing scientific papers, both in technical aspects and understanding the material. As many as 90% of respondents found it difficult to formulate a title, As many as 80% of respondents found it difficult to compile a research background, As many as 70% of respondents found it difficult to find references, As many as 90% of respondents found it difficult to compile a theoretical framework, As many as 90% of respondents found it difficult to understand research methods, As many as 90% of respondents found it difficult to analyze data, As many as 80% of respondents found it difficult to use standard language, As many as 90% of respondents found it difficult to write sentences and paragraphs, As many as 70% of respondents found it difficult to use punctuation. This shows that students need more intensive and structured guidance, as well as direct training to improve their skills in writing scientific papers. That way, it will produce quality scientific papers
Memahami Niat Belanja Online Pasca-Pandemi Di Indonesia
Penelitian ini menginvestigasi actor-faktor yang memengaruhi niat belanja online konsumen di Indonesia pasca-pandemi COVID-19. Menggunakan kerangka kerja terintegrasi Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Planned Behavior (TPB), dan Task-Technology Fit (TTF), data dikumpulkan dari 350 responden di wilayah Jabodetabek melalui survei online. Analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan bahwa model yang diusulkan mampu menjelaskan 70.5% varians dalam niat perilaku belanja online (Behavioral Intention – BI). Hasil pengujian hipotesis mengkonfirmasi bahwa Task-Technology Fit (TTF), Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), Subjective Norms (SN), Attitude (ATT), dan Perceived Behavioral Control (PBC) secara signifikan memengaruhi niat belanja online, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara khusus, TTF berpengaruh kuat terhadap PEOU (β=0.809), dan Sikap (ATT) berpengaruh kuat terhadap Niat Perilaku (BI) (β=0.658). Temuan ini menyarankan pentingnya kesesuaian fungsionalitas platform dengan tugas pengguna dan pembentukan sikap positif untuk mendorong keberlanjutan e-commerce
REFORMULASI PEMBUKTIAN KEKERASAN SEKSUAL: Perbandingan Hukum Nasional dan Hukum Islam
In the midst of increasing public awareness of sexual violence, Indonesia is still faced with serious problems in proving it in the legal realm. Many cases stop halfway or end without justice because of the difficulty of meeting formal evidence such as visum or eyewitnesses which, in practice, are nearly impossible to find in sexual violence that occurs in covert, under pressure, or power relations. This study explores how the system of proof of sexual violence can be built to be more in favor of the victim, and the extent to which Islamic legal values, especially maqāṣid al-sharī'ah, can provide relevant and contextual solutions. In answering this study, a normative-comparative approach is used with a literature study method on laws and regulations, the doctrine of fiqh jināyah, and the principles of maqāṣid. The results show that the Islamic legal system, especially in the context of ta'zīr, opens up a wider and more flexible space for proof through the use of qarā'in (strong indications) as well as considerations of the benefit and protection of victims in obtaining justice. By combining the substantive justice values of maqāṣid al-sharī'ah and the progressive spirit of the violent crime law (TPKS Law), this study offers an alternative model of proof that is more responsive, humane, and inclusive. These findings are expected to be important inputs in formulating an Indonesian criminal law system that is more adaptive to the vulnerability of victims and able to respond to the challenges of justice in today's world