Media Publikasi Ilmiah UNIKA (Universitas Katolik) Santo Thomas Medan
Not a member yet
3235 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN REWARD DALAM PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS IV SD PUTRA BANGSA BERBUDI DELITUA
Education is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere and learning process so that students actively develop their potential to have religious spiritual strength, self-knowledge, personality, intelligence, morals The school environment is one of the strategic places where students are educated and fostered, in order to develop and cognitive, affective and psychomotor abilities through a series of learning program activities, habituation, extracurricular and other programs. For the improvement of noble education, as well as the skills needed by themselves, society, nation and state. Science or natural and social sciences is a branch of science that studies natural phenomena and the processes that occur around us, it covers various disciplines such as physics, chemistry, biology and astronomy, science focuses on understanding and applying scientific principles to explain and predict natural phenomena, predictions. Science subjects are also less in demand by students, therefore researchers need to make expectations for education through knowledge integration where emphasis is on combining concepts from the natural and social sciences to provide a more holistic and relevant understanding of global and local issues. The activities carried out in education are learning. "Learning is a conscious effort made by individuals to change behavior both through practice and experience related to cognitive, affective and psychomotor aspects". So learning activities are the most important activity in the educational process, and teachers must also be able to provide learning motivation to students in the learning process." As a final product of the learning process, learning outcomes are considered to be able to show what students have known and developed. "Learning outcomes are the abilities that students have Learning outcomes are the abilities that students have after they receive their learning experiences.  
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK HARIAN DENGAN TINGKAT KEBUGARAN MAHASISWA PENDIDIKAN JASMANI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik harian dengan tingkat kebugaran jasmani mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani. Aktivitas fisik harian diukur menggunakan instrumen International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan kebugaran jasmani diukur menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 mahasiswa semester IV yang dipilih secara purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik harian dan tingkat kebugaran jasmani mahasiswa (r = 0,62; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas dan frekuensi aktivitas fisik harian, maka semakin baik tingkat kebugaran jasmani mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya integrasi kegiatan fisik terstruktur dalam rutinitas harian mahasiswa untuk meningkatkan kebugaran secara optimal
PENGARUH MODEL SOMATIC, AUDITORY, VISULA DAN INTELLECTUAL (SAVI) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPAS MATERI SIKLUS AIR
This study aims to determine the effect of the use of the Somatic, Auditory, Visual, Intellectual (SAVI) model on student learning outcomes in the subject of science on the water cycle material of grade V students of SDN 105308 Namo Bintang. The method used in this study is a quantitative method with a one-group pretest-posttest Design. And the instrument used in the study was a learning outcome test designed to measure student learning outcomes before and after the application of the Somatic, Auditory, Visual, Intellectual (SAVI) model. This study used a sample class with 30 students. Based on the results of the study, the student learning outcomes before using the Somatic, Auditory, Visual, Intellectual (SAVI) model were an average of 53.27. After using the Somatic, Auditory, Visual, Intellectual (SAVI) model, an average value of 84.86 was obtained, including high criteria. Based on the results of the hypothesis test, the Tcount value = 19.19 and the TTable value = 2.01. Based on these data, Tcount> TTable where H1 is accepted and Ho is rejected. So it can be concluded that there is an influence of the use of the Somatic, Auditory, Visual, Intellectual (SAVI) model on the learning outcomes of students in the subject of science learning on the water cycle material of class V students at SDN 105308 Namo Bintang.
PENGARUH PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA KELAS V UPT SD NEGERI 003 PASARIBU
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan kurikulum Merdeka belajar terhadap kemampuan berfikir kritis siswa kelas V di SDN 003 Pasaribu. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu (quasi-experiment). Subjek penelitian terdiri dari 22 siswa di kelas V SD. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berfikir kritis siswa sebelum dan sesudah penggunaan pada penerapan kurikulum merdeka serta angket. Berdasarkan hasil penelitian ada pengaruh penerapan kurikulum merdeka dalam meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara penerapan kurikulum merdeka terhadap terhadap kemampuan berfikir kritis siswa kelas V di SDN 003 Pasaribu.Implikasi untuk Pembelajaran Implikasi Kurikulum Merdeka sangat beragam, terutama dalam hal pembelajaran, peran guru, dan pengembangan siswa. Kurikulum ini mendorong pembelajaran berbasis proyek, meningkatkan keterampilan abad ke-21, dan mengutamakan pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif
Pengembangan Jeli Buah Lokal dari Kombinasi Sari Markisa dan Terung Belanda dengan Penambahan Asam Sitrat dan Gula Kelapa
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk jeli berbasis buah lokal dengan melakukan substitusi sari markisa dan terung belanda, serta mengevaluasi pengaruh penambahan asam sitrat dan gula kelapa terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik jeli. Sari buah markisa dan terung belanda dipilih karena keduanya merupakan komoditas lokal khas Sumatera Utara yang kaya akan vitamin, antioksidan, dan cita rasa khas. Asam sitrat digunakan sebagai penyeimbang rasa dan pengawet alami, sedangkan gula kelapa sebagai pemanis alami yang kaya mineral. Parameter yang diamati meliputi pH, total padatan terlarut, kadar vitamin C, tekstur, warna, serta uji organoleptik meliputi rasa, aroma, warna, dan tekstur. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan variasi konsentrasi asam sitrat 0%, 3%, 5%, 7% dan gula kelapa 50%, 60%, 70%, 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi asam sitrat meningkatkan total asam, kadar vitamin C, dan menurunkan pH produk. Sementara itu, penambahan gula kelapa juga meningkatkan kualitas fisikokimia dan organoleptik jeli. Hasil ini berkontribusi pada pengembangan inovasi pangan lokal dan peningkatan konsumsi buah tropis olahan, serta pemberdayaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif produk olahan buah lokal yang sehat dan bernilai tambah, sekaligus mendukung diversifikasi pangan berbasis potensi daera
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Higher Order Thinking Skills Ditinjau dari Gender
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS level kognitif analisis (C4) dan eval_uasi (C5) ditinjau dari gender. Penelitian dilakukan pada 4 siswa kelas VIII-K SMPN 3 Tasikmalaya dengan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan subjek menggunakan teknik purposive dan pengumpulan data dilakukan melalui soal tes, angket, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data mencakup pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pada level kognitif analisis (C4) kesalahan siswa dengan gender undifferentiated tidak menulis informasi, salah menginterpretasikan masalah, salah perhitungan, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal. Siswa androgynous kurang lengkap dan tepat dalam penulisan informasi, perhitungan, dan tidak memeriksa kembali hasil. Siswa masculine kurang lengkap dan tepat dalam menulis informasi, salah hitung, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal. Sementara siswa feminine kurang lengkap dan tepat dalam menulis informasi, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal. Kesalahan pada soal eval_uasi (C5), siswa undifferentiated dan feminine tidak lengkap dalam menulis informasi, salah perhitungan, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal. Kesalahan siswa androgynous tidak menulis informasi, salah menginterpretasikan masalah, salah hitung, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal, sedangkan siswa masculine mengalami kesalahan dalam menulis informasi, perhitungan, tidak memeriksa kembali hasil, dan tidak menyelesaikan soal.
 
Tingkat Persaingan Eksportir Utama Bunga Pala Bubuk di Pasar Internasional
Indonesia is the largest producer and exporter of powdered nutmeg, competing with export countries, namely the Netherlands and Vietnam. This study aims to analyze the level of competitiveness and changes in the competitive position of Indonesian powdered nutmeg compared to two main competing countries, namely the Netherlands and Vietnam, in the international market. The data used is secondary data in the form of panel data for 2012–2024 with the Revealed Comparative Advantage (RCA) and Dynamic RCA (DRCA) analysis approaches. The analysis results show that Indonesia has a strong comparative advantage (RCA> 4) in the export of powdered nutmeg, but has experienced a downward trend in competitiveness of an average of -5% per year. In contrast, Vietnam and the Netherlands showed positive competitive growth, especially Vietnam, with a growth of 16% per year. The DRCA analysis shows that Indonesia's competitive position fluctuates, and in 2024, it is in a lost opportunity position, while Vietnam and the Netherlands are in a rising star position. These findings indicate that although Indonesia is a major exporter, its position is starting to be threatened by competitors. Policy suggestions to maintain and increase competitiveness require quality improvement strategies, post-harvest modernization, and strengthening export policies
TRAUMATIC EXPERIENCES IN WILLIAM FAULKNER’S THE SOUND AND THE FURY
This study aims to analyze the traumatic experiences of the main character, Quentin Compson, in The Sound and the Fury by William Faulkner using a psychoanalytic approach developed by Sigmund Freud, specifically the concepts of the id, ego, and superego. This study also focuses on identifying the types of trauma faced by Quentin and studying how conflicts within his personality structure impact his mental state. The method used is descriptive qualitative. Data collection was conducted through several steps, namely in-depth reading, marking relevant quotes, studying supporting theories, and filtering the data to select the most appropriate textual evidence. Data analysis used the Miles and Huberman framework, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification based on Freud's psychoanalytic theory. The results of the study indicate that Quentin experienced six interrelated types of trauma: moral, existential, relational, family, identity, and social trauma. These traumas are reflected through the stream-of-conciousness narrative style and furthermore reinforced by the use of symbols the pocket watch, river, and forest. The chaos between id drives, superego pressures, and the failure of the ego as a mediator leads to Quentin's mental breakdown.
 
Peranan Wanita dalam Pengembangan Koperasi Kredit di Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Asisi Padang Bulan Medan
Banyak para ibu tidak mengerti tentang koperasi kredit, dimana bila butuh pinjaman uang mereka akhirnya datang ke lentenir, juga tidak hemat karena tidak ada wadah penyimpanan. Untuk mengatasi hal ini maka penyuluhan koperasi kredit secara terus menerus sangat membantu untuk meningkatkan pengetahuan para wanita khususnya ibu-ibu agar dapat menerapkannya dalam kehidupan keluarga. Mengingat peran ibu dalam rumah tangga sangat besar untuk memajukan ekonomi keluarga maka bagi ibu rumah tangga mempunyai tanggung jawab besar memajukan ekonomi keluarganya. Menurut pengamatan penulis bahwa ibu rumah tangga di Gereja Katolik, Paroki Santo Fransiskus Asisi Padang Bulan Medan perlu diadakan penyuluhan secara berkala tentang koperasi kredit sehingga dapat membantu mereka memecahkan kesulitannya. Dengan diadakannya penyuluhan ini diharapkan pada hari-hari selanjutnya umat wanita Gereja Katolik, Paroki Santo Fransiskus Asisi Padang Bulan Medan, khususnya ibu rumah tangga dapat mengembangkan koperasi kredit dan mengerti manfaat dari koperasi kredit tersebut. Para ibu yang telah mengikuti kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat mengubah perilaku keluarga dalam mengatur ekonomi rumahtangganya, karena bagaimanapun juga dengan mereka mengerti koperasi kredit, maka koperasi kredit akan dapat dikelola dengan baik. Ditinjau dari segi khalayak sasaran antara, penyuluhan ini sangat strategis diberikan kepada para ibu di Gereja Katolik, Paroki Santo Fransiskus Asisi Padang Bulan Medan karena :
Para ibulah yang mengatur ekonomi rumah tangganya.
Para ibu sering arisan dan pesta keluarga maka dalam pertemuan seperti ini merupakan kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarluaskan pengetahuan yang telah diperoleh dari penyuluhan ini.
Bentuk kegiatan dalam pengabdian untuk masyarakat ini adalah ceramah disertai dengan pemberian makalah. Setelah ceramah akan dilakukan tanya jawab antara peserta dengan pemakalah.Penyuluhan telah dilaksanakan terhadap ibu-ibu di Gereja Katolik, Paroki Santo Fransiskus Asisi Padang Bulan Medan. Dari hasil penyuluhan ternyata peserta sangat antusias dan merasa puas, hal ini dapat dilihat dari kualitas dan jumlah pertanyaan setelah penyampaian materi ceramah. Khususnya Ibu-ibu yang hadir mengharapkan agar penyuluhan seperti ini dapat dilanjutkan pada masa yang akan datang dengan topik yang berbeda.
Penyuluhan ini sangat diminati oleh peserta penyuluhan, karena materi ceramah tidak hanya menambah pengetahuan tapi juga memotivasi peserta untuk mendirikan koperasi dan mengembangkannya. Disarankan agar dilakukan penyuluhan lebih lanjut untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga
Being A Young Investor
Dunia globalisasi merupakan hal yang sudah tak asing lagi buat kita semua. Dunia globalisasi telah masuk ke semua negara. Tak heran globalisasi membawa hal yang baik dan buruk. Globalisasi juga telah berkembang merambat ke dunia perekonomian yang biasanya berupa penanaman modal pada suatu sektor industri. Setiap individu pada dasarnya memerlukan investasi, karena dengan investasi setiap orang dapat mempertahankan dan memperluas basis kekayaaannya yang dapat digunakan sebagai jaminan sosial di masa depannya. Sebagai anak muda, saat ini kita diajak untuk bisa menjadi seorang investor, yang tidak melulu hanya menabung. Dengan mengenal pasar saham, reksa dana, dan jenis investasi lainnya diharapkan anak muda mau menjadi seorang investor sejak dini. Investasi, masih menjadi hal yang asing bagi mayoritas anak muda. Masih ada paradigma bahwa investasi baru dibutuhkan pada saat sudah “mapan” dan berkeluarga. Padahal, investasi adalah hal yang mutlak dan sepatutnya dimulai sedini mungkin. Didorong oleh keinginan berbagi tips cerdas menjadi seorang investor muda menyebabkan perlunya penyuluhan ini dilakukan. Tujuan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan minat anak muda untuk mulai berinvestasi sedini mungkin. Proses menjadi investor sejak muda diawali dengan mau mulai dari sekarang hingga mau melakukan secara konsisten dan bertahap.