Media Publikasi Ilmiah UNIKA (Universitas Katolik) Santo Thomas Medan
Not a member yet
3235 research outputs found
Sort by
PROSES PERAMPASAN ASET PADA TINDAK PIDANA KORUPSI MENURUT RANCANGAN UNDANG-UNDANG PERAMPASAN ASET TINDAK PIDANA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengaturan proses perampasan aset menurut RUU Perampasan Aset sudah memenuhi tuntutan UU PTP Korupsi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Analisis data dilakukan secara kualitatif yuridis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaturan proses perampasan aset dalam RUU Perampasan Aset sudah sesuai dengan tuntutan Pasal 38 C, Pasal 38 ayat (5), Pasal 38 ayat (6), dan Pasal 38 B ayat (2) UU PTP Korupsi, yang terdiri dari tahap penelusuran, tahap pemblokiran dan penyitaan, serta tahap perampasan. Perampasan aset hasil tindak pidana korupsi diajukan oleh penuntut umum kepada hakim yang memeriksa perkara, dan jika disetujui maka proses perampasan aset dapat dieksekusi
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V DI SD NEGERI 013823 TELUK DALAM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap motivasi belajar peserta didik kelas V di SD Negeri 013823 Teluk Dalam. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Kecerdasan emosional sebagai variabel bebas (X) dan motivasi belajar variabel terikat (Y). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 peserta didik dari semua kelas V. Data motivasi belajar di dapat dari angket yang disebarkan kepada peserta didik. Berdasarkan hasil pengolahan statistic menunjukkan bahwa hasil uji normalitas pada taraf signifikan (lamda =0,05) dengan kriteria normal yaitu Lhitung>= Ltabel. Dari hasil hasil Kecerdasan emosional diperoleh nilai Lhitung lebih besar dari nilai Ltabel dimana Lhitung 0,200 >= 0,161 Ltabel, makakecerdasan emosional belajar berdistribusi normal. Dari hasil analisis dengan SPSS ver 22 diperoleh koefisien kolerasi sebesar 0,897 artinya rhitung >= rtabel, maka terdapat pengaruh Kecerdasan emosinal terhadap motivasi belajar peserta didik. Pada uji t yang dilakukan yaitu thitung >= ttabel dan hasil yang diperoleh 10,731 >= 2.0482 yang artinya Ha diterima dan H0 ditolak, maka terdapat pengaruh antara kecerdasan emosional terhadap motivasi belajar peserta didik kelas V SD Negeri 013823 Teluk Dalam Tahun Pembelajaran 2023/202
“HOMO AXIOLOGICUS” DIMENSI FENOMENOLOGIS DAN ONTOLOGIS NILAI
Homo axiologicus starts from the concept of human nature as a thoughtful animal (animal rationale). Human beings are part of the animal kingdom, but they transcend it due to their capacity for thinking. By thought, humans differentiate themselves from other animals. One key distinction is their ability to engage with and live by values, which is what defines homo axiologicus. This article aims to explain the phenomenological and ontological dimensions of value. The phenomenological dimension deals with how values appear or present themselves in human experience. The central question posed here is: How do values appear in human consciousness? Furthermore, the ontological dimension concerns the existence and nature of values, addressing questions such as: What are values? How do values exist? Where do values originate? Through these two dimensions, values in human consciousness possess two aspects: on one hand, values manifest in daily life and academic life; on the other hand, the values that appear in consciousness have an essential foundation. Therefore, values in the life of homo axiologicus present themselves existentially through both the phenomenological and ontological dimensions, demonstrating that human beings are rational beings as well as volitional beings in the world
Workshop Rubrik Penilaian Berbasis OBE dan Implementasi Kurikulum OBE
Penilaian dalam kurikulum berbasis outcome (OBE) menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa mahasiswa mencapai hasil pembelajaran yang telah ditetapkan. Selain itu, penilaian ini juga memberikan umpan balik kepada dosen dan mahasiswa tentang kemajuan belajar mereka. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur pencapaian hasil pembelajaran tersebut adalah dengan menyusun rubrik penilaian. Rubrik penilaian berisi kriteria atau indikator yang jelas dan terukur untuk setiap tingkat pencapaian. Rubrik penilaian diharapkan dapat memastikan objektivitas dan konsistensi pengukuruan pencapaian pada setiap pembelajaran
GEMAR MEMBACA DAN BERCERITA BAGI ANAK-ANAK LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) ANAK LIORA TERANG. DI SIMALINGKAR MEDAN
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini mengambil tempat Lembaga Kesejahteraan sosial Anak (LKSA) Anak Liora Terang, Simalingkar Medan. Adapun judul pengabdian ini adalah Gemar Membaca Dan Bercerita Bagi Anak-Anak. Lembaga Kesejahteraan sosial Anak (LKSA) Anak Liora Terang merupakan suatu tempat yang menampung anak-anak korban bencana alam Sunami Nias yang terdiri dari anak balita, remaja sampai anak yg dewasa. Mereka semua adalah anak yang kehilangan kedua orang tuanya dikarenakan bencana alam tsunami di Nias. Anak yang usia sekolah , tidak semua dapat mengenyam pendidikan dikarenakan keterbatasan dana. Anak-anak jarang sekali diberikan bahan bacaan ataupun buku cerita . Kita tahu bahwa dengan membaca buku sebenarnya akan menambah penegtahuan anak-anak.. Jumlah anak yang sekarang di Panti Asuhan ini sekitar 60 orang dengan 6 orang pendamping mereka. Membaca merupakan sebuah aktifitas yang sangat baik untuk mendukung perkembangan seseorang dalam memahami sesuatu. Dengan membaca akan memubuka jendela dunia. Membaca menambah wawasan dan khasanah pengetahuan. Menumbuhkan minat atau kegemaran dalam membaca diperlukan cara atau metode dan media dalam merealisasikannya. Cerita dan dongeng adalah hal pertama yang menarik bagi anak-anak khususnya di Taman Kanak-kanak (TK) untuk dibaca atau di bacakan (diperdengarkan). Para pendidik harus cerdas dan pandai dalam memilih tema-tema yang akan dibaca. Proses belajar membaca akan telaksana dengan baik bila media yang diguanakan menarik. Pengasuh bisa menggunakan media diantaranya; cerita bergambar, dongeng-dongeng yang mengandung nilai moral, kisah-kisah yang menarik dan memberi kesan gembira dan bahagia. Membangkitkan kegemaran membaca perlu tindakan nyata dan didukung oleh lingkungan yang kondusif.Dari penyuluhan ini dapat disimpulkan bahwa anak-anak Lembaga Kesejahteraan sosial Anak (LKSA) Anak Liora Terang sangat antusias dan berharap kegiatan seperti ini dapat teru dilakukan secara perodik. Para pengasuh sangat senang akan kegiatan ini dan merasakan manfaat yang sangat besar bagi anak2 LKSA. atan Me
PEMULIHAN ASET KORBAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG YANG BERASAL DARI PENIPUAN: (Studi Kasus Putusan Nomor 365 PK/Pid.Sus/2022)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemulihan aset korban tindak pidana pencucian uang yang berasal dari penipuan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui wawancara dengan Ibu Nani Sukmawati, S.H., M.H selaku Hakim di Pengadilan Negeri Medan. Data sekunder diperoleh dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier dan internet. Penelitian ini bersifat yuridis empiris yang dilakukan secara deduktif, logis, normatif, dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemulihan aset korban TPPU yang berasal dari penipuan dilakukan melalui proses penelusuran, pengamanan, pemeliharaan, perampasan dan pengembalian aset. Upaya pemulihan aset dan penggantian kerugian yang dialami Para korban TPPU yang berasal dari penipuan dapat dilakukan melalui upaya hukum secara pidana melalui penggabungan dengan perkara pidana, secara perdata melalui gugatan tersendiri dan pengajuan restitusi melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Pengembalian aset kepada korban dilakukan oleh Jaksa selaku eksekutor perkara pidana terhadap putusan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (in krach
PEMENUHAN HAK-HAK ANAK BINAAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS I MEDAN
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengetahui pelaksanaan pemenuhan hak-hak anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan serta kendala-kendala yang dihadapi oleh petugas dalam pelaksanaan pemenuhan hak-hak anak binaan di LPKA Kelas I Medan tersebut. Hak-hak anak binaan yang dimaksud dalam hal ini adalah hak-hak sebagaimana telah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, tepatnya pada Pasal 12 dan Pasal 13 ayat (1). Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan menggunakan penelitian yuridis normatif dan yuridis sosiologis, yaitu mengacu pada adanya penelitian yang bersifat analisis untuk mendapatkan kebenaran konkrit yang ada di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) untuk memperoleh data sekunder dan metode studi lapangan (field research) untuk memperoleh data primer. Data yang diperoleh dipelajari dan dianalisis secara menyeluruh untuk menjawab permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak-hak anak binaan di LPKA Kelas I Medan sebagaimana dimaksud dalam UU Pemasyarakatan Tahun 2022 telah terpenuhi dengan baik hampir secara keseluruhan, baik hak-hak dasar yang terdapat di dalam Pasal 12 maupun hak pengurangan masa pidana (remisi) dan hak-hak integrasi yang terdapat di dalam Pasal 13 ayat (1). Kendala yang dihadapi oleh petugas dalam pelaksanaan pemenuhan hak anak binaan di LPKA Kelas I Medan adalah berkaitan dengan beberapa sarana dan prasarana yang masih kurang memadai. Kendala sarana dan prasarana tersebut disebabkan karena keterbatasan dana atau anggaran. Walaupun demikian, kendala sarana dan prasarana tersebut tidak terlalu memengaruhi upaya-upaya para petugas dalam melaksanakan pemenuhan hak anak binaan
Pemupukan N.P.K.Ca.Mg Berimbang dengan Prinsip Empat Tepat terhadap Kakao Produktip (Theobroma Cacao L.) KLON TSH 858
Cocoa productivity and its quality are still low (<2 tons ha-1), in order to increase its productivity through fertilization, it is necessary to be tested by using balanced N.P.K.Ca.Mg fertilizer with right formula and dosage. The research was done by 3 field experimental series at the cocoa seed farm (TSH 858 clone) owned by IOPRI at Sei Pancur, Deli Serdang on the altitude of 72 m. The research studies were: (1) the influence of balanced N.P.K.Ca.Mg fertilization; (2) the influence of formula and dosage of N.P.K.Ca.Mg of 12,5 : 10,9 : 16,4 : 10,3 : 4,6 and 12,9 : 11,4 : 16,8 : 10,6 : 4,8; and (3) the influence of the time of applying balanced N.P.K.Ca.Mg fertilization of 12,9 : 11,4 : 16,8 : 10,6 : 4,8 with pruning on cocoa flushing, flowering and pod reserves. The research method included: (1) non-factorial group random design with 6 levels of balanced N.P.K.Ca.Mg fertilization, for research-1; (2) nested factorial group random design with 2 levels (the best) of balanced fertilizer formula and 4 levels of dosage ratio (80%-140%), for research-2; and (3) non-factorial group random design with 4 levels of the time of applying balanced N.P.K.Ca.Mg fertilization related to heavy pruning, for research-3. Research-1 showed that, balanced N.P.K.Ca.Mg 12,5 : 10,9 : 16,4 : 10,3 : 4,6 and 12,9 : 11,4 : 16,8 : 10,6 : 4,8 fertilization indicated the better result on number of flower and pod reserves. Research-2 showed that, the formula of N.P.K.Ca.Mg fertilizer of 12,9 : 11,4 : 16,8 : 10,6 : 4,8 which tended to have the highest ratio of dosage (1,120 g plant-1) indicated the best result on number of flower and pod reserves. Research-3 showed that, application of fertilization 2 weeks after pruning indicated the best result. Potential yields can be increased from 680 kg ha-1 by tentative fertilization to 6,180 kg ha-1 by balanced N.P.K.Ca.Mg 12.9: 11.4: 16.8: 10.6: 4.8 fertilization
Optimalisasi Pemilihan Lapangan Badminton: Integrasi Metode SAW dan AHP dalam Sistem Pendukung Keputusan
Badminton is one of the most popular sports in the world, with Indonesia having achieved great success in international competitions. The high level of public interest in this sport requires the availability of adequate court facilities. However, the comfort of badminton court facilities still varies, so a decision support system is needed to help select the optimal court. This study develops a decision support system based on the integration of the Simple Additive Weighting (SAW) and Analytical Hierarchy Process (AHP) methods. SAW is used for criterion weighting, while AHP is applied in the ranking stage of alternatives. This combination of methods was chosen due to its ability to process qualitative data from player and athlete evaluations, as well as quantitative court data, while addressing complex issues through hierarchy-based prioritisation. The results of the study indicate that the system is capable of consistently weighting criteria (CR < 0.1). This study also produced a ranking of badminton courts in North Brebes based on seven criteria (price, floor type, lighting, bathrooms, scoreboards, cooperatives, and parking lots) and identified priority facilities. Court 33 in Brebes was selected as the best alternative with a preference value of 0.7485
PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI DALAM MEMBENTUK PERILAKU KEWIRAUSAHAAN : STUDI TEORI PERILAKU TERENCANA PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DI KOTA MEDAN
This study aims to analyze the moderating role of entrepreneurship education on entrepreneurial behavior based on the Theory of Planned Behavior (TPB) among 400 MSME actors in Medan City. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with a Partial Least Squares (PLS) approach via SmartPLS version 4. The results show that entrepreneurship education significantly moderates the influence of attitude and perceived behavioral control on entrepreneurial behavior, but does not moderate subjective norms and entrepreneurial intention. These findings highlight the importance of entrepreneurship education programs that focus on shaping positive attitudes and enhancing self-control perceptions to foster entrepreneurial behavior among MSMEs. The government and related institutions are advised to develop sustainable mentoring programs and access to capital as tangible support for MSME actors, while the entrepreneurs themselves are encouraged to actively participate in entrepreneurship training to enhance business capacity and competitiveness amid market dynamics. This study is limited to the Medan City area and relies on subjective perception data; therefore, future research is recommended to expand the geographical scope and adopt qualitative methods for deeper understanding.