Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Penerapan Metode Pembelajaran Aktif dalam Pengembangan Minat Belajar Siswa di SDN 61 Karara Kota Bima
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi penerapan metode pembelajaran aktif dan dampaknya terhadap minat belajar siswa di SDN 61 Karara Kota Bima. Penelitian ini juga bertujuan untuk mencapai pemahaman mengenai perkembangan minat belajar siswa di sekolah tersebut, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghalangi penerapan metode aktif dalam meningkatkan minat belajar siswa di SDN 61 Karara Kota Bima. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini meliputi guru dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan pengumpulan dokumen. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan metode pembelajaran aktif memberikan pengaruh positif terhadap minat siswa, yang ditandai dengan peningkatan partisipasi, konsentrasi, motivasi, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Siswa menjadi lebih berpartisipasi aktif dan bersemangat dalam proses pembelajaran. Namun, ada sejumlah kendala yang perlu diatasi, antara lain keterbatasan fasilitas, kesiapan guru, variasi kemampuan siswa, serta waktu pembelajaran yang terbatas. Oleh sebab itu, dibutuhkan langkah-langkah untuk mengatasi tantangan ini dan meningkatkan mutu pendidikan di SDN 61 Karara Kota Bima
Penerapan Model Air (Auditory, Intellectually, Repetition) pada Pembelajaran Kitab Aqidatul Awam untuk Meningkatkan Aqidah Siswa Kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah Al-Fattah Malang
Penerapan model AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) untuk meningkatkan aqidah siswa melalui pembelajaran kitab Aqidatul Awam di MI Al-Fattah Malang adalah sumber penting yang mengajarkan ajaran tauhid, yang mencakup pengenalan kepada Allah sebagai pencipta dan sifat-sifat-Nya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif di mana peneliti berperan sebagai instrument pertama. Pengumpulan data dilakukan melaluki observasi dan wawancara, serta analisis data bersifat induktif untuk menggambarkan fenomena yang terjadi dilapangan. Peneliti juga menerapkan triangulasi untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran sangatlah berpengaruh dalam meningkatkan pemahaman aqidah siswa. Siswa menunjukkan peningkatan keyakinan terhadap allah SWT, malaikat, dan rasul, serta aspek-aspek penting lainnya dalam aqidah islam melalui model pembelajaran yang melibatkan pendengaran, penalaran logis, dan pengulangan materi secra rutin terbukti efektif dalam memperdalam pemahaman dan hafalan siswa secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat tantangan, penerapan model air dalam pembelajran aqidatul awwam dapat meningkatkan aqidah siswa secara signifikan, didukung oleh metode pengajaran yang tepat dan waktu pembelajaran yang cukup
Pengaruh Model Experiential Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa dalam Pembelajaran IPA Berbasis Isu Lingkungan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Experiential Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran IPA berbasis isu lingkungan di sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian melibatkan siswa kelas IV SDN Balongbendo yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan model Experiential Learning berbasis isu lingkungan dan kelompok kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji-t independen dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Kelompok eksperimen memperoleh rata-rata posttest sebesar 83,47 dengan peningkatan N-gain 0,61 (kategori sedang), sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai rata-rata posttest 68,27 dengan N-gain 0,25 (kategori rendah). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model Experiential Learning mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa secara lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan pengalaman nyata dan kontekstual dalam pembelajaran IPA untuk mendukung pencapaian kompetensi abad ke-21 serta penguatan literasi lingkungan pada siswa sekolah dasar
Hubungan Aktivitas Bermain dengan Kecerdasan Sosial Emosional Anak Usia 4-5 Tahun di TK Assholihiyah Likok Lekong Desa Santong
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas bermain dengan kecerdasan sosial emosional anak usia 4-5 tahun di TK Assholihiyah Likok Lekong Desa Santong. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan ex post facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok A TK Assholihiyah sebanyak 31 siswa, dan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket aktivitas bermain dan angket kecerdasan sosial emosional. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan bantuan program SPSS 26. Analisis data dilakukan dengan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara aktivitas bermain dengan kecerdasan sosial emosional anak usia 4-5 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas aktivitas bermain anak, semakin baik pula kecerdasan sosial emosional yang dimilikinya. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pendidik dan orang tua untuk lebih mengoptimalkan aktivitas bermain anak sebagai sarana pengembangan aspek sosial emosional
A Reflection Study on Language Choices among Multilingual
Multilingual community is commonly found in Asian countries. Since people are able to communicate using more than one language, some factors may influence them in their language choices. This research was a reflection study in which the researcher herself became the participant of this research. Some factors that might influence the language choice was the interlocutors, the setting, and the language that the participant grew up with. During the conversation code-switching and code-mixing were also found since the speakers in the setting of research were also bilingual or multilingual
The Implementation of Kurikulum Merdeka in Islamic Education in the 3T Regions of North Lombok
This research aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in the 3T (isadvantaged, forefront, outer) regions of North Lombok. The method employed is qualitative with a multi-site approach to examine the challenges of implementing the Merdeka Curriculum in this area. The study finds that the implementation faces challenges such as inadequate educational infrastructure, limited teacher quality, and high levels of poverty, which hinder effective education. To address these issues, strategic collaboration among local government, educational institutions, and the community is crucial. This includes improving infrastructure, providing continuous teacher training, integrating local content into the curriculum, and enhancing socio-economic support and transportation. Active parental involvement also plays a significant role. Through these combined efforts, inclusive and relevant education can be achieved for students in these regions
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL COCOMELON TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA EKSPRESIF PADA ANAK USIA DINI USIA 2-3 TAHUN
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pengaruh media audio visual cocomelon terhadap perkembangan bahasa ekspresif pada anak usia 2-3 tahun di kelas kelompok bermain TK Asy-Syuhada Cilegon-Banten. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data empiris tentang perkembangan bahasa ekspresif melalui media audio visual cocomelon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Ex-post Facto. Populasi menggunakan purposive sampling yaitu sesuai dengan kriteria penelitian yaitu berjumlah 20 anak usia 2-3 tahun di TK Asy-Syuhada Cilegon-Banten. Media Audio Visual Cocomelon memberikan pengaruh sebesar 68,3% terhadap perkembangan bahasa ekspresif. Uji Hipotesis menggunakan Uji t dengan hasil t hitung -6227, yang melebihi nilai t tabel sebesar 1.729 Ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negative yang signifikan dari media audio visual cocomelon terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak. Media ini berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak usia 2-3 tahun. Namun, tanda negatif pada t-hitung menunjukkan bahwa hubungan antara penggunaan media Cocomelon dengan perkembangan bahasa ekspresif adalah negatif. Artinya, semakin banyak atau sering anak mengakses media audio visual Cocomelon, semakin terhambat perkembangan bahasa ekspresif mereka. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa media audio visuyal cocomelon memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap perkembangan bahasa ekspresif pada anak usia 2-3 tahun di TK Asy-Syuhada Cilegon-Banten
Transformasi Pendidikan Tinggi Keagamaan di UNUSIDA: Tantangan dan Strategi Glokal dalam Menyiapkan Guru Profesional untuk Pendidikan Dasar
Penelitian transformasi pendidikan di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) ini dilakukan karena adanya tantangan dalam sistem pendidikan tinggi yang kurang fleksibel dalam menghadapi perubahan global dan tuntutan lokal. Tujuannya mengidentifikasi faktor-faktor yang menghalangi peningkatan mutu pendidikan, menganalisis pola transformasi yang diperlukan, serta merumuskan strategi yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di UNUSIDA dengan perspektif new institutionalism melalui pendekatan retroduktif untuk menganalisis faktor-faktor yang tidak memadai dalam sistem pendidikan UNUSIDA. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, analisis kebijakan pendidikan, serta wawancara dengan pemangku kepentingan utama di UNUSIDA. Hasil penelitian menunjukkan tantangan utama dalam transformasi pendidikan di UNUSIDA mencakup kurangnya fleksibilitas kurikulum, keterbatasan akses terhadap sumber daya akademik global, serta resistensi terhadap perubahan institusional, diperlukan model transformasi yang didasarkan pada inovasi kurikulum, penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Merekomendasi kebijakan dapat diimplementasikan dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi yang berlandaskan kearifan lokal dan tetap responsif terhadap tuntutan global.
Abstract
This research on educational transformation at Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) was conducted due to challenges in the higher education system that is less flexible in facing global changes and local demands. The aim is to identify factors that hinder the improvement of education quality, analyze the required transformation patterns, and formulate strategies that can be implemented to improve the quality of education at UNUSIDA with a new institutionalism perspective through a retroductive approach to analyze inadequate factors in the UNUSIDA education system. The methods used include literature studies, education policy analysis, and interviews with key stakeholders at UNUSIDA. The results of the study show that the main challenges in educational transformation at UNUSIDA include the lack of curriculum flexibility, limited access to global academic resources, and resistance to institutional change, a transformation model is needed that is based on curriculum innovation, strengthening the capacity of lecturers and students, and integration of technology in the learning process. Recommend policies that can be implemented in the development of higher education quality that is based on local wisdom and remains responsive to global demands
Analisis Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas II di SD Negeri Sarakan IV Kabupaten Tangerang
Penelitian ini dilatar belakangi oleh ditemukannya permasalahan terkait kemampuan membaca permulaan di kelas II SD Negeri Sarakan IV Kabupaten Tangerang. hal ini ditunjukkan masih ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca. Adapun yang menjadi tujuan pada penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan membaca permulaan siswa kelas II, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri Sarakan IV Kabupaten Tangerang. Metodologi penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Sarakan IV kabupaten Tangerang yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai dengan April 2024. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri Sarakan IV Kabupaten Tangerang. Informan penelitian adalah guru kelas II, dan kepala sekolah di SD Negeri Sarakan IV Kabupaten Tangerang. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik. Analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta kesimpulan. Hasil penelitian ini menggunakan teknik Stratified random sampling, terdapat 3 strata yaitu kemampuan membaca kategori tinggi, kemampuan membaca kategori sedang dan kemampuan membaca kategori rendah. Selain itu terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri Sarakan IV Kabupaten Tangerang diantaranya yaitu faktor fisiologis, faktor intelektual dan faktor lingkungan
Peningkatan Pemahaman Konsep IPA melalui Model Pembelajaran Meaningful Instructional Design di Kelas IV Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) melalui model pembelajaran meaningful instructional design di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 002 Terpadu Kuok Kabupaten Kampar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pemahaman konsep IPA siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang guru dan 24 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model meaningful instructional design dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata tes pemahaman konsep IPA siswa sebelum tindakan hanya mencapai rata-rata 52,08 dengan kategori kurang. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I mencapai rata-rata 70,83 dengan kategori cukup, dan meningkat pada siklus II menjadi 83,33 dengan kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran meaningful instructional design dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 002 Terpadu Kuok Kabupaten Kampar